Anda di halaman 1dari 2

SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

OPERASI BARIS ELEMENTER


(Direview oleh: Della Maulidiya, S.Si., M.Kom)

Semakin banyak persamaan dan variabel (unknown) pada SPL makin rumit proses
penyelesaiannya sehingga membutuhkan komputasi dengan standarisasi notasi dan
prosedur. Bentuk umum SPL dinyatakan dalam bentuk larik bilangan berbentuk persegi
panjang yang dinamakan matriks augmented untuk memudahkan perhitungan mencari
solusi.

a11x1 + a12x2 + … + a1nxn = b1


a21x1 + a22x2 + … + a2nxn = b2
. . . . 𝑎11 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1
. . . . [ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮ ]
. . . . 𝑎𝑚1 ⋯ 𝑎𝑚𝑛 𝑏𝑚
am1x1 + am2x2 + … + amnxn = bm

Setiap baris pada matriks augmented menyatakan sebuah persamaan pada SPL.
𝑎11 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1
Matriks [ ⋮ ⋱ ⋮ ] dinamakan matriks koefisien dan vektor [ ⋮ ] disebut vektor
𝑎𝑚1 ⋯ 𝑎𝑚𝑛 𝑏𝑚
konstanta. Untuk mendapatkan solusi SPL, bentuk matriks augmented diubah menjadi:
𝑎11 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1 1 0 …1 𝑠1
[ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮] [ 0 1 …0 𝑠2
]
𝑎𝑚1 ⋯ 𝑎𝑚𝑛 𝑏 𝑚 ⋮ ……
⋱⋮ ⋮
00 1 𝑠𝑚
1 ⋯ 0 𝑠1
Matriks [ ⋮ ⋱ ⋮ ] adalah matriks identitas dan vektor [ ⋮ ] memuat solusi dari SPL.
0 ⋯ 1 𝑠𝑚

Prosedur komputasi yang dilakukan untuk memperoleh solusi SPL dinamakan operasi
baris elementer (elementary row operations) yang meliputi tiga operasi, yaitu:
1. Mengalikan sebuah baris dengan sebuah konstanta tak nol (KALI)
2. Menukar dua baris (TUKAR)
3. Menambahkan sebuah baris dengan kelipatan baris lain (TAMBAH)

Operasi baris dapat diaplikasikan pada matriks apa pun tidak hanya matriks augmented
suatu SPL saja. Operasi baris bersifat reversible artinya dapat dikembalikan ke bentuk
semula . Misalnya, jika dua baris saling ditukar maka dapat ditukar kembali ke posisi
awal. Jika sebuah baris dikalikan dengan konstanta tak nol, misalnya dikali 3 maka dapat
dikembalikan ke bentuk semula dengan mengalikan baris baru tersebut dengan
kontanta 1/3.

Dua matriks disebut ekivalen baris (row equivalent) jika terdapat sebuat barisan dari
operasi baris elementer yang mengubah sebuah matriks menjadi matriks lain. Jika
matriks augmented dari dua SPL bersifat ekivalen baris maka kedua SPL tersebut
mempunyai himpunan solusi yang sama.

Halaman | 1
SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

Contoh Soal
1. Periksalah apakah SPL berikut konsisten!
 𝑥2 − 4𝑥3 = 8
 2𝑥1 − 3𝑥2 + 2𝑥3 = 1
 5𝑥1 − 8𝑥2 + 7𝑥3 = 1

Penyelesaian:
Matriks augmented:
0 1 4 8
[ 2 −3 2 1]
5 8 7 1
Untuk menentukan SPL konsisten atau tidak maka perlu diperiksa apakah memiliki
solusi atau tidak. Pencarian solusi SPL dengan cara operasi baris elementer sebagai
berikut:
1. Tukar baris 1 dan 2 2. Kali baris 1 dengan
𝟏
𝟐
(R1  R2) 𝟏
( R1)
2 −3 2 1 𝟐
3 1
[0 1 4 8 ] 1 − 1
2 2
5 8 7 1 [ 0 1 4 8]
5 8 7 1

3. Tambah baris 3 dengan - 5 kali 4. Tambah baris 3 dengan – 𝟐 kali


𝟏

baris 1 (R3 - 5R1) baris 2 (R3 – 𝟐 R2)


𝟏

3 1 1
1 − 1 2 1 −32 1 2
2
[0 1 4 8] [0 1 4 8]
1 3
0 2
2 − 0 0 0 52
2

Dan diperoleh
3 1
𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥3 =
2 2
𝑥2 + 4𝑥3 = 8
5
0=
2

5
Bentuk ini bersifat kontradiktif di mana seharusnya 0  . Dengan demikian SPL ini tidak
2
mempunyai solusi untuk 𝑥1 , 𝑥2 , dan 𝑥3 maka SPL ini tidak konsisten.Perhatikan baris
ketiga matriks augmented terakhir hasil operasi baris elementer di atas. Baris tersebut
memuat nol untuk semua kolom matriks koefisien. Bentuk triangular ini merupakan
salah satu ciri khas dari SPL yang tidak konsisten.

Penulis: Della Maulidiya, S.Si., M.Kom.


Sumber Referensi:
Anton, H., & Rorres, C. (2010). Elementary linear algebra (10th ed.). USA: John Wiley & Son.

Halaman | 2