Anda di halaman 1dari 7

LKPD BERBASIS

LKLK

AKM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KELAS VII SEMESTER 2

NAMA :
KELAS :
NO ABSEN :

MUSYAWARAH GURU MATA


PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI
KABUPATEN BANJARNEGARA
TAHUN 2021
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
PERTEMUAN 1
Mata Pelajaran : PENDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI (PAIBP)
Kelas/Semester : VII / 2
Kompetensi Inti : 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar : 310.Memahami ketentuan solat Jama’ Qoshor

Materi Pokok : 1. Sholat Jamak qoshor

Indikator : 1. Menjelaskan pengertian salat jama' qasar. ( C2 )


2. Menerangkan syarat-syarat salat jama' qasar ( C2 )
3. Menjelaskan macam-macam salat yang bisa dijamak dan atau di qasar.]( C2 )
4. Menunjukkan tata cara salat jama' qasar. ( C2 )

Waktu : 3 x 40 Menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah memperhatikan penjelasan guru, membaca buku siswa halaman 140-151
memperhatikan tayangan video dan bahan bacaan yang relevan, peserta didik diharapkan
mampu:
1. Menjelaskan pengertian salat jama' qasar

2. Menerangkan syarat-syarat salat jama' qasar

3. Menjelaskan macam-macam salat yang bisa dijamak dan atau di qasar

4. Menunjukan contoh tatacara sholat jama’ dan qoshor

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Shalat Jamak
2. Shalat Qasar
3. Shalat wajib yang boleh di jamak dan qoshor
C. SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK
1. Buku Siswa Penerbit Kemendikbud Edisi Revisi 2017 Halaman 140-151
2. Video Pembelajaran dengan alamat link https://www.youtube.com/watch?v=VvBQgoGWqGk
3. Kajian materi dalam web:https://www.merdeka.com/trending/tata-cara-salat-jamak-dan-
qashar-sesuai-syariat-islam-serta-syarat-diperbolehkannya-kln.html
4. PPT tentang sholat jamak qoshor https://www.slideshare.net/MaghfirohFiroh/ppt-sholat-jamak-
dan-qosor-pai-kls-1
D. KEGIATAN PESERTA DIDIK BERBASIS AKM
1. Bacalah wacana berikut ini!

SIKAP SEORANG MUSLIM SAAT MELAKSANAKAN SHOLAT

Suatu hari ada seseorang yang mendatangi kediaman Halim bin Ashim. Orang tersebut ingin
bertanya kepada Halim bin Ashim tentang sikap yang seharusnya ditunjukkan seorang muslim
ketika telah datang waktu salat.

“Segera berwudu jika waktu salat tiba dan menuju masjid,” jawab Hatim bin Ashim.
“Setelah itu apa yang harus kita lakukan?” orang tersebut bertanya kembali.
“Duduklah beberapa menit sehingga seluruh tubuhmu merasa tenang. Ketika melaksanakan salat,
bayangkan seolah-olah Baitullah ada di depanmu, Sirat al-Mustaqim di bawah kakimu, surga di
sebelah kananmu, neraka di sebelah kirimu, dan malaikat maut berdiri di belakangmu. Pikirkan
seolah-olah ini salat terakhirmu dan selalu berharap cemas karena salat yang kamu lakukan
belum tentu diterima oleh Allah Swt.,” jawab Halim bin Ashim

Mendengar jawaban Halim bin Ashim yang demikian jelas, orang yang bertanya merasa puas.
Setelah pertemuan tersebut, ia selalu berusaha melaksanakan salat tepat waktu.

Tindakan itulah yang hendaknya dilakukan oleh setiap muslim, apabila mendengar panggilan
Allah Swt. Maka bersegera untuk memenuhi panggilannya. Melaksanakan salat harus dalam
keadaan suci lahir dan batin. Ketika jasmani dan rohani kita suci maka dapat melaksanakan salat
dengan khusyuk. Oleh karena itu, setiap muslim wajib melaksanakan salat dengan sungguh-
sungguh agar mendapat pahala dari Allah Swt.

Jenis Teks : Teks Fiksi (Sastra)


Kompetensi : Memahami (interpret and integrate)
a.Berdasarkan wacana di atas, perhatikan pernyataan berikut ini dan selanjutnya berilah
tanda centang (v) pada kolom “ya” atau “tidak”.

Pernyataan Ya Tidak

Jika mendengar panggilan sholat yang seharusnya dilakukan oleh


seorang muslim segera berwudhu untuk melaksanakan sholat
Tidak perlu membayangkan Baitullah ada di depanmu, Sirat al-
Mustaqim di bawah kakimu, surga di sebelah kananmu, neraka di
sebelah kirimu, dan malaikat maut berdiri di belakangmu saat akan
sholat
Untuk dapat sholat khusuk tidak perlu suci jasmani dan rohani ketika
kita melaksanakan salat
a. Setiap muslim wajib melaksanakan salat dengan sungguh-sungguh agar mendapat
pahala dari Allah Swt.
Setuju
Tidak Setuju
Alasan:

b. Manakah pernyataan berikut ini yang benar? Berilah tanda centang “v” pada kotak
yang disediakan!
Seseorang mendatangi Halim bin Ashim
Kalau akan sholat tidak perlu suci lahir bathin
Untuk dapat sholat dengan khusuk maka harus tenang
Lakukan sholat seakan ini sholat yang terakhir

2. Bacalah dengan cermat wacana berikut ini!

SHOLAT DALAM PERJALANAN

Dalam bepergian, ada beberapa keringanan (rukhsah) dalam beribadah yang diberikan oleh agama islam untuk
meringankan dan memudahkan melaksanakan ibadah . Salah satu keringanan tersebut adalah pelaksanan ibadah
sholat dengan cara qashar (dipendekkan) dan dengan cara jamak (menggabung dua sholat dalam satau waktu).
SYARAT-SYARAT
Dengan demikianQASHAR
pelaksanaan sholat dalam perjalanan, atau disebut “sholatus safar”, dapat dilakukan dengan
beberapa cara sebagai berikut :
Orang yang sedang bepergian (musafir), diperbolehkan melakukan sholat dengan qashar, apabila memenuhi
syarat-syarat
1. Melakukansebagai
denganberikut :
sempurna (dilakukan seperti biasanya saat dirumah.)
2. Qashar, yaitu sholat yang semestinya empat rakaat diringkas atau dipendekkan menjadi dua roka’at.
1. Bukan bepergian maksiat, seperti bepergian dengan tujuan mencuri, dan lain-lain.
3. Jama’, yaitu mengumpulkan dua sholat, Dikerjakan dalam satu waktu.
2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak kurang lebih 80,64 km
3. Para ulama berbeda
Mengetahui pendapat mengenai
hukum diperbolehkannya manakah yang lebih utama dalam melaksanakan sholat saat bepergian,
qashar.
4. apakah dengan
Sholat yang sempurna
di qashar seperti
berupa biasa
sholat ataukah
empat dengan
roka’at. Yakniqashar?
Dhuhur, Ashar dan Isya’
5. [1].
NiatPendapat
qashar pada saat takbirotul
pertama mengatakanihram.
qashar shalat saat bepergian hukumnya wajib.
6. Tidak bermakmum/berjama’ah
Pendapat ini diikuti : kepada orang yang tidak sedang melakukan qashar sholat.
7. Tidak berniatHanafiyah,
mazhab mukim untuk jangkaIbnu
Shaukani, waktu lebih
Hazm dari
dan tiga
dari hari tiga
ulama malam di satu
kontemporer tempat.
Albani. Hamad bin
Abi Sulaiman dan Imam Malik.
JAMA’ SHOLAT (MENGGABUNG DUA SHOLAT)
Pendapat ini menyandar kepada dalil hadist riwayat Ibnu Umar r.a. beliau berkata:”Aku menemani
Menjama’Rasulullah
sholats.a.w.
adalahdalam bepergian,
melakukan sholatbeliau
Dhuhurtidak
danpernah
Ashar sholat
dalamlebih
salah dari
satudua rakaat
waktu sampai
kedua sholatbeliau
tersebut
secaradipanggil Allah” (Bukhari
berturut-turut, Muslim). sholat Maghrib dan Isya’ dalam salah satu waktu kedua sholat tersebut
atau melaksanakan
[2]. Pendapat
secara kedua Maka
berturut-turut. mengatakan bahwa melakukan
sholat dengan sholat
cara jama’ ada duadengan
macam:cara qashar saat bepergian
hukumnya sunnah. Pendapat ini diikuti oleh mazhab Syafii dan Hanbali dan mayoritas ulama
1. Jama’ taqdim.mazhab.
berbagai Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu dhuhur, atau sholat maghrib
dan sholat isya’ dalam
Dalil pendapat ini waktu maghrib.
adalah ayat al-Qur’an:

2. Jama’ ta’khir. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu ashar, atau sholat maghrib
dan sholat isya’ dalam waktu isya’.

HUKUM JAMA’ kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika
“Dan apabila
kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai diperbolehkannya jama’ sholat. Mayoritas ulama mengatakan
Ayat ini dengan jelas menyatakan “tidak mengapa” yang berarti tidak keharusan.
jama’ sholat hukumnya boleh dan merupakan hak musafir. Karena hukumnya boleh maka seorang musafir boleh
malakukan jama’ketiga
[3]. Pendapat dan boleh tidak melakukannya.
mengatakan bahwa makruh Melakukannya dengan keyakinan
hukumnya menyempurnakan mengikuti
sholat Rasululahdan
saat bepergian s.a.w.
sangat
adalahdisunnahkan
kesunahan. untuk melakukan qashar. Alasannya, bahwa qashar merupakan kebiasaan Rasulullah s.a.w. dan
merupakan sunnah, meninggakan sunnah merupakan perkara makruh. Rasulullah s.a.w. juga mengatakan
Dalil-dalil yang menunjukkan dipebolehkannya jama’ adalah antara lain:
dalam sebuah hadist yang sangat masyhur:” Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melakukannya
sholat”.
[1]. Hadist riwayat Bukhari dari Anas bin Malik r.a. belaiau berkata bahwa Rasulullah s.a.w
menggabung sholat Maghrib dan Isya’ pada saat bepergian.
CARA SHOLAT QASHAR
[2].Pelaksanaan sholat
Hadist riwayat qashar
Muslim sama
dari seperti
Muadz sholat
beliau biasa,kami
berkata: hanya saja, sholat
bepergian yang semestinya
bersama empatuntuk
Rasulullah s.a.w. roka’at yaitu
dhuhur, ashar, dan isya’, di ringkas menjadi dua roka’at dengan niat qashar pada waktu
perang Tabuk, beliau melakukan sholat Dhuhur dan Ashar secara digabung dan begitu juga takbirotul ihram.
dengan sholat Maghrib dan Isya’.

[1] hadist Anas bin Malik r.a.: Rasulullah s.a.w. ketika bepergian sebelum matahari condong ke barar,
beliau mengakhirkan sholat dhuhur di waktu ashar, lalu beliau berhenti dan sholat keduanya. Apabila
beliau berangkat setelah masuk waktu sholat maka beliau sholat dulu lalu memulai perjalanan”. (h.r.
Bukhari Muslim).

[2] Hadist Ibnu Umar r.a. berkata: suatu hari aku dimintai pertolongan oleh salah satu keluarganya
yang tinggal jauh sehingga beliau melakukan perjalanan, beliau mengakhirkan maghrib hingga waktu
isya’ kemudian berhenti dan melakukan kedua sholat secara jama’, kemudian beliau menceritakan
bahwa itu yang dilakukan Rasulullah s.a.w. ketika menghadapi perjalanan panjang.

SHOLAT YANG BOLEH DI JAMA’ DAN DIQOSHOR

JAMA ‘ duhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya

QOSHOR duhur,ashar,dan Isya


Jenis Teks : Teks Informasi (Fakta)
Kompetensi: Memahami (interpret and integrate)
Berdasarkan wacana di atas, kerjakan tugas berikut ini!

a. Lengkapi tabel berikut!

Pernyataan Uraian

Mengumpulkan dua sholat dalam satu


waktu

Meringkas jumlah rokaat dalam sholat

Sholat ashar dikerjakan diwaktu dhuhur

Sholat magrib dikerjakan diwaktu isya

b. Pasangkan pernyataan A dengan pernyataan B secara benar

Dalil melaksanakan sholat Magrib


jamak qoshor

Sholat yang tidak bisa di Surat An-nisa 101


qoshor

Pasangan sholat jamak duhur


duhur

Ashar

c. Apakah kalian pernah melaksanakan sholat secara jama’maupun qoshor saat dalam perjalanan

Pernah Tidak Penah

Alasan:

3. Disiplin dalam beribadah

a. Perhatikan Wacana berikut ini!


Rizwan telah mempelajari ketentuan mengqasar dan menjamak salat dalam pelajaran PAI dan Budi
Perketi. Rizwam memahami pelajarin dengan baik. Rizwan menjadi tahu bahwa agama Islam
memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah . Salah satunya dalam melaksanakan
salat fardu. Kemudahan tersebut merupakan wujud pentingnya melaksanakan salat fardu. Oleh karena
itu.Rizwan harus selalu menjalankan ibadah tersebut dalam keadaan apapun. Kemudahan tersebut
melatih umat islam menjadi disiplin dalam menjalankan semua perintah Allah SWT.
Setelah membaca cerita di atas., bagaimana sikap yang sebaiknya ditunjukkan Rizwan ?

Sumber: Buku PR siswa hal 77

Melaksanakan ibadah sholat tepat waktu dapat melatih kedisiplinan


Setuju Tidak setuju

Jelaskan alasanmu!

b. Berdasarkan stimulus di atas, pernyataan berikut ini apakah merupakan fakta atau opini dengan cara
memberi centang “v” pada kotak yang disediakan!

Pernyataan Fakta Opini

Rizwam memahami pelajaran PAIBP dengan baik

Agama Islam memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjalankan


ibadah . Salah satunya dalam ibadah sholat 5 waktu

Rizwan harus selalu menjalankan ibadah tersebut dalam keadaan apapun.


Kemudahan tersebut melatih umat islam menjadi disiplin dalam menjalankan
semua perintah Allah SWT.

Anda mungkin juga menyukai