Anda di halaman 1dari 5

Nama : SUPARJO

NPM : G1D006014
Tugas : Mesin-mesin Listrik II

1. Generator
1.a. Generator Sinkron
Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator
sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya
mekanik menjadi daya listrik. Generator sinkron dapat berupa generator sinkron tiga fasa atau
generator sinkron AC satu fasa tergantung dari kebutuhan.

Konstruksi Generator Sinkron


Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan mdan
magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet berputar
pada mesin. Medan magnet putar ini menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator
generator. Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar.
Kutub medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor
silinder). Pada kutub salient, kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor sedangkan
pada kutub non salient, konstruksi kutub magnet rata dengan permukaan rotor. Rotor silinder
umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat kutub, sedangkan rotor kutub sepatu
digunakan untuk rotor dengan empat atau lebih kutub. Pemilihan konstruksi rotor tergantung
dari kecepatan putar prime mover, frekuensi dan rating daya generator. Generator dengan
kecepatan 1500 rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA menggunakan
rotor silinder. Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah maka digunakan
rotor kutub sepatu. Arus DC disuplai ke rangkaian medan rotor dengan dua cara :

1. Menyuplai daya DC ke rangkaian dari sumber DC eksternal dengan sarana slip ring dan sikat.
2. Menyuplai daya DC dari sumber DC khusus yang ditempelkan langsung pada batang rotor
generator sinkron

Prinsip Kerja Generator Sinkron


Jika sebuah kumparan diputar pada kecepatan konstan pada medan magnethomogen, maka akan
terinduksi tegangan sinusoidal pada kumparan tersebut. Medan magnet bisa dihasilkan oleh
kumparan yang dialiri arus DC atau oleh magnet tetap. Pada mesin tipe ini medan magnet
diletakkan pada stator (disebut generator kutub eksternal / external pole generator) yang mana
energi listrik dibangkitkan pada kumparan rotor. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada slip
ring dan karbon sikat, sehingga menimbulkan permasalahan pada pembangkitan daya tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan tipe generator dengan kutub internal (internal
pole generator), yang mana medan magnet dibangkitkan oleh kutub rotor dan tegangan AC
dibangkitkan pada rangkaian stator. Tegangan yang dihasilkan akan sinusoidal jika rapat fluks
magnet pada celah udara terdistribusi sinusoidal dan rotor diputar pada kecepatan konstan.
Tegangan AC tiga fasa dibangkitan pada mesin sinkron kutub internal pada tiga kumparan stator
yang diset sedemikian rupa sehingga membentuk beda fasa dengan sudut 120° . Pada rotor
kutub sepatu, fluks terdistribusi sinusoidal didapatkan dengan mendesain bentuk sepatu kutub.
Sedangkan pada rotor silinder, kumparan rotor disusun secara khusus untuk mendapatkan fluks
terdistribusi secara sinusoidal. Untuk tipe generator dengan kutub internal (internal pole
generator), suplai DC yang dihubungkan ke kumparan rotor melalui slip ring dan sikat untuk
Nama : SUPARJO
NPM : G1D006014
Tugas : Mesin-mesin Listrik II

menghasilkan medan magnet merupakan eksitasi daya rendah. Jika rotor menggunakan magnet
permanen, maka tidak slip ring dan sikat karbon tidak begitu diperlukan.

1.b. Generator Sinkron


Generator atau pembangkit listrik yang sederhana dapat ditemukan pada sepeda. Pada sepeda,
biasanya dinamo digunakan untuk menyalakan lampu. Caranya ialah bagian atas dinamo
(bagian yang dapat berputar) dihubungkan ke roda sepeda. Pada proses itulah terjadi perubalian
energi gerak menjadi energi listrik. Generator (dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya
berdasarkan induksi elektromagnetik. Alat ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday.
Berkebalikan dengan motor listrik, generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik
menjadi energi listrik. Energi kinetik pada generator dapat juga diperoleh dari angin atau air
terjun. Berdasarkan arus yang dihasilkan. Generator dapat dibedakan menjadi dua rnacam,
yaitu generator AC dan generator DC. Generator AC menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan
generator DC menghasilkan arus searah (DC). Baik arus bolak-balik maupun searah dapat
digunakan untuk penerangan dan alat-alat pemanas.

Bagian utama generator AC terdiri atas magnet permanen (tetap), kumparan (solenoida). cincin
geser, dan sikat. Pada generator. perubahan garis gaya magnet diperoleh dengan cara memutar
kumparan di dalam medan magnet permanen. Karena dihubungkan dengan cincin geser,
perputaran kumparan menimbulkan GGL induksi AC. OIeh karena itu, arus induksi yang
ditimbulkan berupa arus AC. Adanya arus AC ini ditunjukkan oleh menyalanya lampu pijar
yang disusun seri dengan kedua sikat. Sebagaimana percobaan Faraday, GGL induksi yang
ditimbulkan oleh generator AC dapat diperbesar dengan cara:

1.memperbanyak lilitan kumparan


2.mempergunakan magnet permanen yang lebih kuat
3.mempercepat kecepatan kumparan dan menyisipkan inti besi lunak ke dalam kumparan

Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah dinamo
sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi
besi lunak. Jika magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada
kumparan. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang menghubungkan
kedua ujung kumparan. lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC. Akibatnya, lampu tersebut
menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda
makin kencang).
Nama : SUPARJO
NPM : G1D006014
Tugas : Mesin-mesin Listrik II

Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Namun, pada generator DC
arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang digunakan pada generator
DC berupa cincin belah (komutator).

2. Motor
2.a. Motor Sinkron
Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan
pada rotor. Kumparan jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi, sedangkan kumparan
medan mesin sinkron dapat berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara
sama rata (rotor silinder). Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan
dialirkan ke rotor melalui cincin dan sikat.

Prinsip Kerja Motor Sinkron


Apabila kumparan jangkar (pada stator) dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa maka
akan mengalir arus tiga fasa pada kumparan. Arus tiga fasa pada kumparan jangkar ini
menghasilkan medan putar homogen (BS). Berbeda dengan motor induksi, motor sinkron
mendapat eksitasi dari sumber DC eksternal yang dihubungkan ke rangkaian rotor melalui slip
ring dan sikat. Arus DC pada rotor ini menghasilkan medan magnet rotor (BR) yang tetap.
Kutub medan rotor mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan
kecepatan yang sama (sinkron). Torsi yang dihasilkan motor sinkron merupakan fungsi sudut
torsi (δ ). Semakin besar sudut antara kedua medan magnet, maka torsi yang dihasilkan akan
semakin besar seperti persamaan di bawah ini.

T = k .BR .Bnet sin δ

Pada beban nol, sumbu kutub medan putar berimpit dengan sumbu kumparan medan (δ = 0).
Setiap penambahan beban membuat medan motor “tertinggal” dari medan stator, berbentuk
sudut kopel (δ ); untuk kemudian berputar dengan kecepatan yang sama lagi. Beban maksimum
tercapai ketika δ = 90o. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan
torsi dan motor disebut kehilangan sinkronisasi. Oleh karena pada motor sinkron terdapat dua
sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak-balik (AC) pada stator dan arus searah (DC) pada
rotor, maka ketika arus medan pada rotor cukup untuk membangkitkan fluks (ggm) yang
diperlukan motor, maka stator tidak perlu memberikan arus magnetisasi atau daya reaktif dan
motor bekerja pada faktor daya = 1,0. Ketika arus medan pada rotor kurang (penguat bekurang),
Nama : SUPARJO
NPM : G1D006014
Tugas : Mesin-mesin Listrik II

stator akan menarik arus magnetisasi dari jala-jala, sehingga motor bekerja pada faktor daya
terbelakang (lagging). Sebaliknya bila arus pada medan rotor belebih (penguat berlebih),
kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi, dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif
dari jala-jala, dan karenanya motor bekerja pada faktor daya mendahului (leading). Dengan
demikian, faktor daya motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah harga arus medan
(IF).
Tiga pendekatan dasar yang dapat digunakan untuk menstart motor sinkron dengan aman adalah:

1.Mengurangi kecepatan medan magnet stator pada nilai yang rendah sehingga rotor dapat
mengikuti dan menguncinya pada setengah siklus putaran medan magnet. Hal ini dapat
dilakukan dengan mengurangi frekuensi tegangan yang diterapkan.

2.Menggunakan penggerak mula eksternal untuk mengakselarasikan motor sinkron hingga


mencapai kecepatan sinkron, kemudian penggerak mula dimatikan (dilepaskan).
3.Menggunakan kumparan peredam (damper winding) atau dengan membuat kumparan rotor
motor sinkron seperti kumparan rotor belitan pada motor induksi (hanya saat start).

2.b. Motor Induksi


Motor induksi adalah motor yang berputar karena adanya tegangan terinduksi yang timbul
karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator.

Prinsip kerja Motor Induksi


1.Apabila sumber tegangan tiga fasa dipasang pada kumparan stator, timbullah medan putar
dengan kecepatan

2.Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor.

3.Akibatnya pada kumparan rotor timbul tegangan induksi (ggl) sebesar:


E2s = 4,44f2N2 (untuk satu fasa)
E2s adalah tegangan induksi pada saat rotor berputar.
4.Karena kumparan rotor merupakan rangkaian yang tetutup, ggl (E) akan menghasilkan arus (I)
5.Adanya arus (I) di dalam medan magnet menimbulkan gaya (F) pada rotor.

6.Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul kopel
beban, rotor akan berputarsearah dengan medan putar stator.

7.Seperti telah dijelaskan pada no. 3 tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang
konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar ada tegangan terinduksi, diperlukan
adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar
rotor (nr)
Nama : SUPARJO
NPM : G1D006014
Tugas : Mesin-mesin Listrik II

8.Perbedaan kecepatan antara nr dan ns disebut slip (S) dinyatakan dengan:


9.Bila nr = ns, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada kumparan jangkar
rotor, dengan demikiantidak dihasilkan kopel. Kopel motor akan timbul bila nr <ns

10.Dilihat dari cara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau
asinkron.

Kontruksi
Motor induksi pada dasarnya mempunyai 3 bagian penting sebagai berikut.
1. Stator : Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat menginduksikan
medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.
2. Celah : Merupakan celah udara: Tempat berpindahnya energi dari startor ke rotor.
3. Rotor : Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari kumparan stator
yang diinduksikan kepada kumparan rotor.
Konstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bahagian-bahagian sebagai berikut.
1. Rumah stator (rangka stator) dari besi tuang.
2. Inti stator dari besi lunak atau baja silikon.
3. Alur, bahannya sama dengan inti, dimana alur ini merupakan tempat meletakkan belitan
(kumparan stator).
4. Belitan (kumparan) stator dari tembaga.

Rangka stator motor induksi didisain dengan baik dengan empat tujuan yaitu:
1. Menutupi inti dan kumparannya.
2. Melindungi bagian-bagian mesin yang bergerak dari kontak langsung dengan manusia dan
dari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek atau gangguan udara terbuka (cuaca luar).
3. Menyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan oleh karena itu stator didisain
untuk tahan terhadap gaya putar dan goncangan.
4. Berguna sebagai sarana rumahan ventilasi udara sehingga pendinginan lebih efektif.