Anda di halaman 1dari 22

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)”


DI RUANG ICU RSUD MARDI WALUYO BLITAR

OLEH :
KELOMPOK 2

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGAM STUDI PROFESI NERS PROGRAM PROFESI
2019
LEMBAR PENGESAHAN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Oleh :
Daniar Ade Setiawan (P17211186035)
Luluk Mamluatul Ulumy (P172111860 16)
Adila Alif Nugrahaeni (P17211186003)
Tyas Hanif Muslimah (P17211186039

Telah diperiksa dan disetujui pada :


Hari :
Tanggal :
Pembimbing Lahan

_____________________

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Sasaran : Keluarga dan pasien Ruang 23 i RSUD Dr Saiful Anwar
Malang
Tempat Praktik : Ruang 23 i RSUD Dr Saiful Anwar Malang
Waktu : 15 menit

A. LATAR BELAKANG
Seiring dengan pesatnya perkembangan era globalisasi, serta adanya
transisi demografi dan epidemiologi penyakit, maka masalah penyakit akibat
perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial
budaya cenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak hanya
dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan, gaya
hidup masyarakat, dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan,
tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis memiliki
andil 35 - 40 % terhadap derajat kesehatan (Dinkes Sulawesi Selatan, 2006).
Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar,
maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat
menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) (Evanta Maria, 2009).
Sejatinya program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah
diluncurkan sejak tahun 1996 oleh Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat,
yang sekarang bernama Pusat Promosi Kesehatan. Kebijakan Indonesia Sehat
2010 menetapkan tiga pilar utama yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat dan
pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata. Untuk mendukung pencapaian
visi Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.131/Menkes/SK/II/2004 dan salah
satu subsistem dari SKN adalah subsistem Pemberdayaan Masyarakat.
Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan (Promkes) untuk mendukung upaya
peningkatan perilaku sehat ditetapkan visi nasional Promkes sesuai
Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 (PHBS 2010). Untuk melaksanakan
program Promkes di daerah telah ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Promkes
di daerah dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI.
No.1114/Menkes/SK/VIII/2005 (Eva Yanti, 2010).
PHBS yang kini tidak lagi menjadi istilah asing di masyarakat, jika
dilihat dari kepanjangannya yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, tentu
terkait dengan perilaku seseorang menyangkut kebersihan lingkungan yang
dapat mempengaruhi kesehatannya. Banyak penyakit dapat dihindari dengan
pelaksanan PHBS, mulai dari diare, DBD, flu burung, atau pun flu babi yang
akhir-akhir ini marak terjadi. Salah satu faktor yang mendukung PHBS
adalah kesehatan lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal individu.
Penerapan PHBS di berbagai tatanan menjadi hal yang utama dalam
mencegah penyebaran penyakit, diantaranya di tatanan rumah tangga sebagai
tempat tinggal individu serta di tatanan rumah sakit sebagai tempat yang
sangat rawan dalam penyebaran penyakit. Meskipun, hal ini menjadi hal yang
patut dijadikan sorotan oleh banyak pihak, namun masih banyak masyarakat
yang belum memahami dan belum mengaplikasikan PHBS dalam kehidupan
sehari-hari mereka. Hal ini dapat dilihat pada situasi Rumah Sakit, dimana
masih terdapat pihak-pihak yang merokok di area rumah sakit yang dapat
mengganggu kondisi pasien lain dan mengotori lingkungan sekitar.
Berdasarkan hal tersebut, maka sangat penting untuk dilakukan penyuluhan
mengenai penerapan PHBS baik di tatanan rumah tangga serta rumah sakit
sebagai bekal mereka untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

B. TUJUAN
1) Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan dapat
memahami dan mengaplikasikan PHBS dalam kehidupan mereka.
2) Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan peserta penyuluhan dapat:
a. Menjelaskan pengertian PHBS.
b. Menyebutkan tatanan PHBS.
c. Menjelaskan tentang sasaran dan manfaat PHBS di tatanan Rumah
Tangga dan Rumah Sakit.
d. Menjelaskan indikator PHBS di tatanan Rumah Tangga dan Rumah
Sakit.
e. Mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar.

C. PESERTA PENYULUHAN
Pasien dan Keluarga Pasien yang dirawat di Ruang 23 i RSUD Dr Saiful
Anwar Malang

PEMBAHASAN MATERI

 Pengertian PHBS.
 Tatanan PHBS
 Sasaran dan manfaat PHBS di tatanan rumah tangga dan RS
 Indikator PHBS di rumah tangga dan RS
 Mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar.

D. METODE
 Ceramah
 Tanya jawab
 Demonstrasi

E. MEDIA
 Leaflet
 Ceramah
F. Kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluan Kegiatan Peserta Media dan Metode
Pembukaan :
 Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam dan memperkenalkan diri  Menjawab salam
1. 2 menit  Menjelaskan tujuan dari penyuluhan  Mendengarkan
Ceramah
 Menyebutkan materi yang akan diberikan  Mendengarkan
 Kontrak waktu penyuluhan selama ± 30 menit
Pelaksanaan :
 Menjelaskan tentang pengertian PHBS.  Memperhatikan
 Menjelaskan tatanan PHBS  Mendengarkan Ceramah dengan
 Menjelaskan tentang sasaran dan manfaat PHBS di tatanan rumah tangga dan  Bertanya dan menampilkan power
2. 10 menit
RS menjawab point dan membagikan
 Menjelaskan indikator PHBS di rumah tangga dan RS pertanyaan yang leaflet
diajukan
 Mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar.

Evaluasi :
 Menjawab
3. 2 menit  Menanyakan tentang materi yang telah diberikan dan reinforcement kepada Tanya jawab
pertanyaan
peserta
Terminasi :
 Mendengarkan
4. 1 menit  Menyampaikan kesimpulan Ceramah
 Menjawab salam
 Mengucapkan salam penutup
1. Evaluasi Proses
 Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
 Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
 Pelaksana penyuluhan mampu menguasai peserta penyuluhan untuk memusatkan
perhatian
 Peserta mengajukan pertanyaan dan pemateri dapat menjawab pertanyaan secara
benar
2. Evaluasi Hasil
60% dari sasaran penyuluhan mampu:
 Menjelaskan kembali pengertian PHBS.
 Menyebutkan dan menjelaskan kembali 3 dari 5 tatanan PHBS.
 Menyebutkan dan menjelaskan kembali 50% manfaat dan sasaran PHBS di tatanan
rumah tangga dan rumah sakit.
 Menyebutkan dan menjelaskan kembali 50% indikator PHBS di tatanan rumah
tangga dan rumah sakit.
 Mendemonstrasikan kembali cara mencuci tangan yang benar.

G. Pengorganisasian
Pemateri :
 Daniar Ade Setiawan
 Luluk Mamluatul Ulumy
 Adila Alif N.
 Tyas Hanif Muslimah
H. DAFTAR PUSTAKA
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2006. PHBS di Rumah Tangga. Available at :
http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?
mod=&idMenuKiri=50&idMenuTab=51 . (Akses :12 Agustus 2015)
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2006. PHBS di Sekolah. Available at :
http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?
mod=&idMenuKiri=50&idMenuTab=52. (Akses : 10 Agustus 2015)
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2006. PHBS di tempat Kerja. Available at :
http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?
mod=&idMenuKiri=50&idMenuTab=54. (Akses :11 Agustus 2015)
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2009. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
http://www.dinkesjatengprov.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=47%3Astrategi-memasyarakatkan-
phbs&catid=48%3Apkpm&lang=en. (Akses : 10 Agustus 2015 )
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2009. Pengembangan PHBS di 5 Tatanan.
Available at : http://dinkeslampung.blogspot.com/2009/05/pengembangan-phbs-
di-5-tatanan.html. (Akses : 10 Agustus 2015)
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 2006. Pedoman Pengembangan
Kabupaten/Kota Percontohan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Available at : http://dinkes-
sulsel.go.id/pdf/Perilaku_hidup_bersih_&_sehat.pdf. (Akses : 11 Agustus 2015)
Sudayasa, Putu. 2009. 10 Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga. Available at :
http://www.puskel.com/10-indikator-phbs-tatanan-rumah-tangga/. (Akses : 11
Agustus 2015)
Lampiran Materi Penyuluhan

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

A. PENGERTIAN PHBS

- Program Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah diluncurkan sejak tahun
1996 oleh Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, yang sekarang bernama Pusat
Promosi Kesehatan.  Program ini dijalankan dengan kesadaran bahwa dampak
dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, dengan demikian diperlukan
berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. (Dinas
Kesehatan Prov. Jawa Tengah, 2009)
- Menurut UU Kesehatan RI No. 23 tahun 1992, sehat adalah keadaan sejahtera dari
badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomi. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus
merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki kontribusi yang besar
untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
- Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara
dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit,
serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. (Dinas Kesehatan
Prov. Sulawesi Selatan, 2006)
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan
masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan
melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku guna
membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri sehingga
masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS melalui pendekatan
pimpinan (Advocacy), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan
masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan
mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan
masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara
dan meningkatkan kesehatannya. (Dinas Kesehatan Prov. Jawa Tengah, 2009)
- PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya
dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah wujud keberdayaan masyarakat
yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS.  Dalam hal ini ada 5
program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana
Sehat / Asuransi Kesehatan / JPKM. (Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan,
2006)

B. TATANAN PHBS
1) PHBS di Rumah Tangga

Perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan rumah tangga merupakan
upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu
melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah
risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta
berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
 Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga,
yaitu :
- Pasangan Usia Subur
- Ibu Hamil dan Menyusui
- Anak dan Remaja
- Usia lanjut

- Pengasuh Anak

 Manfaat PHBS di Rumah Tangga, yaitu :


- Anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
- Anak tumbuh sehat dan cerdas
- Produktivitas anggota keluarga meningkat
- Pengeluaran biaya dapat dialokasikan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan
- Mampu mengupayakan lingkungan sehat
- Mampu mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan
- Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
- Mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat seperti
Posyandu, JPKM, tabungan bersalin, arisan jamban, kelompok pemakai
air, ambulan desa.
- Peningkatan kinerja dan citra alokasi biaya penanganan masalah
kesehatan dapat di alihkan untuk pengembangan lingkungan sehat dan
penyedian sarana kesehatan merat bermutu dan dan terjangkau
- Menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pengembangan
PHBS di rumah tangga
(Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, 2006)

2) PHBS di Tempat Umum


Tempat-tempat umum merupakan sarana yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan
masyarakat, seperti sarana pariwisata, transportasi umum, sarana ibadah, sarana
olahraga, sarana perdagangan, dan sebagainya. Kondisi lingkungan yang buruk
dan perilaku yang tidak sehat di tempat-tempat umum dapat menimbulkan
berbagai penyakit. Untuk mencegah resiko terjadinya berbagai penyakitdan
melindungi diri dari ancaman penyakit setiap individu, kelompok dan masyarakat
tempat-tempat umum, diharapkan dapat melakukan perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS).
PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan
masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan
mampu untuk mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan
tempat-tempat umum yang ber-PHBS. Melalui penerapan PHBS di tempat umum
ini, diharapkan masyarakat yang berada di tempat-tempat umum akan terjaga
kesehatannya dan tidak tertular atau menularkan penyakit.

Tujuan PHBS di tempat-tempat umum :


- Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat masyarakat di tempat-
tempat umum.
- Meningkatnya tempat-tempat umum sehat, khususnya tempat
perbelanjaan/pasar, rumah makan, tempat ibadah dan angkutan-angkutan.
Manfaat PHBS di Tempat-tempat Umum :
 Bagi Masyarakat:
- Masyarakat menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.
- Masyarakat mampu mengupayakan lingungan sehat, serta mampu
mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi
 Bagi Tempat Umum:
- Lingkungan di sekitar tempat-tempat umum menjadi lebih bersih, indah
dan sehat, sehingga meningkatkan citra tempat umum.
- Meningkatkan pendapatkan bagi tempat-tempat umum sebagai akibat
dari meningkatnya kunjungan pengguna tempat-tempat umum.
 Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota :
- Peningkatan persentase tempat umum sehat menunjukkan kinerja dan
citra pemerintah kabupaten / kota yang baik.
- Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain
dalam pembinaan PHBS di tempat-tempat umum.

Sasaran PHBS di Tempat-tempat Umum :


- Masyarakat pengunjung
- Pedagang dan Pembeli/konsumen

- Petugas kebersihan, keamanan pasar

- Pengelola (pramusaji)

- Jamaah

- Pemelihara/pengelola tempat ibadah

- Penumpang dan Awak angkutan umum

- Pengelola angkutan umum


(Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, 2006)

3) PHBS di Sekolah
PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai
hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit,
meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan
sehat. PHBS di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring
munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 – 10
tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di sekolah
Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui pendekatan Usaha Kesehatan
Sekolah. (Edi Danureja, 2008)
Sasaran PHBS di sekolah adalah :
1) Sasaran primer : sasaran utama yang akan diubah perilakunya yaitu murid
dan guru yang bermasalah.
2) Sasaran sekunder: sasaran yang dapat mempengaruhi individu yang
bermasalah (Kepala sekolah, guru, orang tua, murid).
3) Sasaran tersier: sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu
dlm menunjang pendanaan, kebijakan dan kegiatan untuk tercapainya
PHBS.
Manfaat PHBS di sekolah adalah :
1) Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru, dan
masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan
ancaman penyakit
2) Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada
prestasi belajar peserta didik.
3) Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga
mampu menarik minat orang tua (masyarakat).
4) Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan
5) Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain. (Eva Yanti, 2010)

4) PHBS di Tempat Kerja


Perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja merupakan upaya
memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS
serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Penerapan PHBS di
tempat kerja diperlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan
kesehatan pekerja agar tetap sehat dan produktif.
Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Kerja :
- Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja.
- Meningkatkan produktivitas kerja.
- Menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
- Menurunkan angka absensi tenaga kerja.
- Menurunkan   angka   penyakit   akibat   kerja   dan lingkungan kerja.
- Memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan kerja dan
masyarakat.

Manfaat PHBS di Tempat Kerja


 Bagi Pekerja :
- Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
- Produktivitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan
penghasilan pekerja dan ekonomi keluarga.
- Pengeluaran biaya rumah tangga hanya ditujukan untuk peningkatan taraf
hidup bukan untuk biaya pengobatan.
 Bagi Masyarakat :
- Tetap mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar
tempat kerja.
- Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh
tempat kerja setempat.
 Bagi  Tempat Kerja :
- Meningkatnya produktivitas kerja pekerja yang berdampak positif
terhadap pencapaian target dan tujuan.
- Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.
- Meningkatnya citra tempat kerja yang positif.
 Bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota :
- Peningkatan Tempat Kerja Sehat menunjukkan kinerja dan citra
pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang baik.
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat dialihkan untuk
peningkatan kesehatan bukan untuk menanggulangi masalah kesehatan.
- Dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan
PHBS di Rumah Tangga.
 Instansi Terkait :
- Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS di Tempat
Kerja.
- Dukungan buku panduan dan media promosi.
(Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, 2006).

5) PHBS di Institusi Kesehatan


Institusi kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta
atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik swasta.
Lalu lalang berkumpulnya orang sakit dan sehat di institusi kesehatan dapat
menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun
pengunjung. Terjadinya infeksi oleh bakteri atau virus yang ada di institusi
kesehatan, penularan penyakit dari penderita yang dirawat di institusi kesehatan
kepada penderita lain atau petugas di institusi kesehatan ini disebut dengan Infeksi
Nosokomial. Infeksi Nosokomial dapat terjadi karena kurangnya kebersihan
institusi kesehatan atau kurang higienis, tenaga kesehatan yang melakukan
prosedur medis tertentu kurang terampil. Penularan penyakit juga dapat terjadi
karena tidak memadainya fasilitas institusi kesehatan seperti ketersediaan air
bersih, jamban, pengelolaan sampah dan limbah, juga perilaku dari pasien,
petugas kesehatan dan pengunjung seperti membuang sampah dan meludah
sembarangan.
PHBS di institusi kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien,
masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mampu, dan mampu
mempraktikkan hidup perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
mewujudkan institusi kesehatan ber-PHBS.

Tujuan PHBS di Institusi Kesehatan :


- Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di institusi kesehatan.
- Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan.
- Menciptakan Institusi kesehatan yang sehat.

Sasaran PHBS di Institusi Kesehatan :


- Pasien.
- Keluarga Pasien.
- Pengunjung.
- Petugas Kesehatan di institusi kesehatan.
- Karyawan di institusi kesehatan.

Manfaat PHBS di Institusi Kesehatan :


 Bagi Pasien/Keluarga Pasien/Pengunjung :
- Memperoleh   pelayanan   kesehatan   di   institusi
- Kesehatan yang sehat
- Terhindar dari penularan penyakit
- Mempercepat proses penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatan
pasien.
 Bagi Institusi Kesehatan :
- Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan.
- Meningkatkan citra institusi kesehatan yang baik sebagai tempat untuk
memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan bagi
masyarakat.
 Bagi Pemerintah Daerah :
- Peningkatan persentase Institusi Kesehatan Sehat menunjukkan kinerja
dan citra Pemerintah Kabupaten/Kota yang baik
- Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain
dalam pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan.
(Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, 2006)

C. Indikator PHBS
1) Indikator PHBS di Rumah Tangga
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
2. Memberi ASI ekslusif.
3. Menimbang bayi dan balita yang dilakukan mulai umur 1 bulan sampai 5
tahun di posyandu.
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
(Sudayasa, 2009).

2) Indikator PHBS di Tempat Umum


1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik nyamuk
7. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih

8. Menutup makanan dan minuman


(Dinas Kesehatan Prov. Lampung, 2009).
3) Indikator PHBS di Tempat Kerja
1. Tidak merokok di tempat kerja
2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.
3. Melakukan olahraga secara teratur/aktivitas fisik
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah
buang air besar dan buang air kecil
5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.
6. Menggunakan air bersih.
7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar.
8. Membuang sampah pada tempatnya.
9. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.

(Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, 2006).


4) Indikator PHBS di Institusi Kesehatan
1. Menggunakan air bersih
2. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
3. Menggunakan jamban
4. Membuang sampah pada tempatnya
5. Tidak merokok di Institusi Kesehatan
6. Tidak meludah sembarangan
7. Memberantas jentik nyamuk
(Dinas Kesehatan Prov. Lampung, 2009).

D. Cara Mencuci Tangan yang Benar


 Cuci Tangan
Adalah cara pencegahan infeksi yang paling penting. Cuci tangan harus selalu
dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, walaupun memakai sarung
tangan atau alat pelindung lainnya.
 Tujuan Cuci Tangan
1. Menekan pertumbuhan bakteri pada tangan
2. Menurunkan jumlah kuman yang tumbuh didalam sarung tangan
 Langkah-langkah mencuci tangan yang benar
 Waktu yang tepat untuk mencuci tangan
1. sebelum makan
2. sebelum menyiapkan makanan
3. setelah memegang daging mentah
4. sebelum dan setelah menyentuh orang sakit
5. sesudah menggunakan kamar mandi
6. setelah batuk atau bersin atau membuang ingus
7. setelah mengganti popok atau pembalut
8. sebelum dan setelah mengobati luka
9. setelah membersihkan atau membuang sampah
10. setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan