Anda di halaman 1dari 48

PEMBERIAN UKURAN, SKALA DAN

TOLERANSI

Menggambar Teknik
Dr. Sam Herodian, MS
ATURAN DASAR MEMBERI UKURAN
Garis Ukur dan Garis Bantu
▪ Garis ukur dan garis bantu saling tegak lurus
▪ Garis ukur memiliki mata panah
▪ Garis ukur dan garis bantu dibuat dengan mata tipis
▪ Garis bantu berjarak sekitar 2 mm dari garis gambar

antara

Garis bantu
Garis ukur
Gambar 1. Garis ukur, garis bantu dan antara yang tampak
Tinggi dan Arah Angka Ukuran
▪ Jelas terbaca, meskipun gambar diperkecil
▪ Terletak di tengah – tengah garis ukur
▪ Angka ukuran horizontal terletak di atas garis ukur
▪ Angka ukuran vertikal terletak di sebalah kiri garis
ukur

Gambar 3. Ukuran – ukuran searah


(tidak dipakai di Indonesia)
Gambar 2. Ukuran – ukuran normal
Tinggi dan Arah Angka Ukuran (Lanjutan)
▪ Angka ukuran yang tidak horizontal dan tidak
vertikal, harus ditulis sesuai dengan garis ukurnya
▪ Sedapatnya angka ukur tidak diletakkan di daerah
yang di arsir
▪ Ukuran sudut, angka harus di atas garis ukur

Gambar 4. Memberi ukuran Gambar 5. Ukuran sudut


pada garis ukur miring
Ujung dan Pangkal Garis Ukur
menunjukkan awal dan akhir gari yang diberi ukuran
Tiga cara membuat garis
ukur :
(a) Dengan anak panah
tertutup
(b) Pangkal dan ujung
berupa garis miring
pendek (banyak
digunakan bidang
teknik sipil, tidak
dalam teknik mesin)
(c) Pangkal
menggunakan titik

Gambar 6. Ujung dan Pangkal


Ukuran dan Toleransinya
(a) Penyimpangan ukuran diijinkan pada
pengerjaan dengan mesin, bilatidak
ditentukan toleransinya (ISO 2768)
(b) Ukuran dengan toleransi linier
(c) Ukuran dengan lambang toleransi
(ISO/R286)
(d) Ukuran teoritis tepat tanpa toleransi
linier (ISO 1101/I)
(e) Ukuran tanpa tolerasni, dipakai
sebagi bahan informasi. Tidak
menentukan operasi produksi atau
pemeriksaanAturan

Gambar 7. Jenis ukuran dan toleransi


▪ Dimensi Fungsional (F)
ukuran untuk menjelaskan fungsi dari
komponen tsb, misalnya susunan, cara
kerja, dll.
▪ Dimensi Tidak Fungsional (NF)
ukuran yang tidak langsung
mempengaruhi fungsi secara prinsipil
▪ Dimensi Tambahan (Aux)
ukuran yang diberikan dalam tanda
kurung, tanpa tolerasni, hanya sebagai
bahan informasiAturan

Gambar 8. Pen untuk sebuah tuas Gambar 9. Ukuran fungsional


Satuan, dan Tanda Desimal
▪ Semua ukuran dalam gambar harus memiliki satuan sama
▪ Salam Sistem SI, satuan panjang adalah milimeter (mm)
▪ Singkatan satuan (mm) tidak perlu dicantumkan dalam gambar, sudah
otomatis satuannya mm
▪ Jika diperlukan penggunaan satuan lain, lambang satuan harus
dicantumkan di belakang angka, atau diberi catatan yang menerangkan
satuan yang dipakai
▪ Ukuran sudut umumnya dinyatakan dalam derajat, dan jika perlu juga
dalam menit dan detik. (contoh: 90°, 22,5°, 3'21", 0°15‘, 6°21'52“)
▪ Tanda desimal harus diletakkan setinggi dasar angka dan harus tampak
sejajar
▪ Tanda desimal dipakai koma
▪ Tidak perlu diberi tanda lain setelah tiap tiga angka (contoh: 125,35;
12,00; 12120)
CARA – CARA MEMBERI UKURAN

Memberi Ukuran Dimensi Linear


• Harus diperinci oleh garis
bantu, garis ukur dan angka ukur
• Usahakan agar tidak terjadi
saling silang antara garis bantu
dan garis ukur
Gb 10. Contoh memberi ukuran
Jika ruang antara garis bantu terlalu sempit untuk anak panah
- anak panah diganti dengan titik atau garis miring
- dianjurkan membuat gambar detil yang diperbesar

Gb 11. Ruang ukur yang sempit


Memberi ukuran pada bagian yang harus dikerjakan secara khusus
▪ misalnya lubang yang dibor, lubang di ream (diperbesar), dsb.
▪ Menggunakan garis penunjuk
▪ Garis penunjuk harus berujung anak panah
▪ Ujung anak panah harus berakhir pada titik potong antara garis
sumbu dengan garis gambar (a)
▪ Ujung anak panah harus berakhir pada garis gambar untuk bentuk
silinder atau lingkaran (b)
▪ Garis penunjuk harus miring (sekitar 60°thd garis horisontal)
▪ Angka ukuran dan catatannya diberikan pada pangkal garis
penunjuk

Gambar 12. Memberi ukuran lubang


Garis penunjuk juga digunakan untuk memberikan
nomor bagian, atau untuk memberikan keterangan
tentang pengerjaan khusus, dsb.
▪ Garis penunjuk berujung anak panah bila dia
berakhir pada garis gambar
▪ Garis penunjuk berujung titik bila dia berakhir di
dalam gambar

Gambar 13. Garis


penunjuk
Angka Ukur
▪ Angka atau huruf harus
diletakkan kira-kira di tengah-
tengah dan sedikit di atas garis
ukur (Gb. 14)
Gb 14. Garis ukur dan angka
▪ Angka ukur tidak boleh dipotong
atau dipisahkan oleh garis
gambar, jika perlu ditempatkan
sedikit di pinggir (Gb. 15)
▪ Jika angka ukur ditempatkan di
pada bagian diarsir, maka garis
arsir tidak boleh memotong
angka (Gb. 16)
Gb 15. Angka diletakkan di pinggir

Gb 16. Angka dan arsiran


Angka Ukur (lanjutan)
▪ Dalam keadaan tertentu angka
ukur dapat ditempatkan agak
dekat dengan salah satu anak
panah untuk mencegah
bertumpuknya angka (Gb. 17)
▪ Jika terdapat banyak ukuran,
garis ukur boleh ditarik hanya
sebagian agar angka ukurnya
Gb 17. Garis ukur sebagian
tidak terlalu jauh dari bagian
yang diberi ukuran (Gb. 17)
▪ Pada bagian sempit, angka ukur
dapat ditempatkan di luar garis
ukur. Dengan cara, garis ukur
diperpanjang, lebih baik
diperpanjang ke kanan atau ke
atas, dan angka ukur di letakkan Gb 18. Angka di atas
di atas garis perpanjangan ini perpanjangan garis ukur
(Gb. 18)
Memberi Ukuran Pada Benda Tirus
▪ Untuk benda yang miring sedikit
(tirus) garis bantu vertikal
maupun horizontal manjadi tidak
jelas. Garis bantu dapat digambar
miring dan sejajar (Gb. 19)
Gb 19. Memberi ukran pada benda tirus
Garis-Garis Bantu Khusus
▪ Jika dua bidang miring
berpotongan dan bagian Garis bantu
lancipnya kemudian dibulatkan khusus
atau dipotong, ukuran harus
diberikan dengan penambahan
garis bantu khusus(Gb. 20),
yaitu garis perpanjangan dari
bidang miring tersebut.
▪ Titik potong dari garis bantu
khusus ini yang akan
menentukan ukuran yang
menetukan bentuk benda.

Gb 20. Garis bantu khusus


Memberi ukuran tali busur, busur dan sudut
▪ (a)Untuk ukuran tali busur, garis bantu sejajar, garis ukurnya lurus dan
tegak lurus dengan garis bantu
▪ (b)Untuk ukuran busur, garis bantu sejajar, garis ukur berbentuk
lengkung sejajar dengan busurnya
▪ (c)Ukuran sudut ditempatkan di atas garis ukur yang berbentuk
lengkung, dan garis bantunya adalah perpanjangan sisi-sisi sudut.

Gb 21. Memberi ukuran tali busur, busur dan sudut


Ukuran gambar dari benda-benda simetris
▪ Karena benda simetri boleh digambar separohnya
saja, maka garis ukurnya dapat dibuat pada gambar
separoh itu.
▪ Cukup dibuat garis ukur yang sedikit melebihi garis
sumbu benda (Gb. 22)

Gb 22. Memberi ukuran benda simetris


Huruf dan lambang yang ditambahkan pada angka ukur

Lambang diameter “φ”,


▪ diletakkan di depan angka ukur,
▪ menyatakan sekaligus bentuk permukaannya (pandangan
samping tidak diperlukan lagi).
▪ Ukuran lambang harus sama dengan angka ukur

Gb 23. Lambang diameter “Ø”


Lambang jari-jari “R ”,
▪ Garis panah jari-jari merupakan garis ukur
▪ Garis ukur hanya memiliki satu anak panah
▪ Pangkal panah merupakan titik pusat busur itu
▪ Angka ukur diletakkan di atas garis ukur
▪ Huruf “R”harus diletakkan di depan angka ukur, sebesar angka ukur
▪ Untuk jari-jari besar, garis ukur dapat dipotong (Gb. 25: R250 atau
R300)
▪ Jika garis ukur terlalu pendek, angka ukur dapat di letakkan pada
perpanjangannya ( R10 atau R0,5)

Gb 24. Lambang diameter “R” Gb 25. Lambang diameter “R”


Lambang bujur sangkar“ □”,
▪ Bentuk benda bujur sangkar
hanya dapat diperlihatkan pada
pandangan tertentu saja
▪ Gunakan lambang bujur sangkar
“□”,bila gambar tidak dapat
memperlihatkan bentuk bujur
sangkar tersebut dengan jelas
Gb 26. Lambang bujur sangkar“ □”,
Lambang bola “S”atau “SR”,
• “S”menunjukkan ukuran diameter
bola
• “S”menunjukkan ukuran diameter
bola
Ingat:ukuranbenda sangat berbeda
bila ukurannya dinyatakan
sebagai jari-jari atau diameter
Gb 26. Lambang bola “Sφ”atau “SR”,
Lambang kemiringan (chamfer) “x ×45°”
▪ Bagian ujung benda yang dipotong
miring (kemiringan) biasanya memiliki Gb 27. kemiringan
sudut 45°
▪ Huruf xmenyatakan ukuran dalamnya
pemotongan (Gb. 27)
▪ Standar JIS di Jepang menggunakan
lambang “C”adalah huruf pertama dari
Chamfer (Gb. 28) Gb 28. Lambang kemirignan“ C”,
Lambang tebal “t ”
• Digunakan untuk menyatakan
ukuran ketebalan benda tipis
• Huruf “t “ditambahkan di depan
angka ukur
• Standar JIS juga menggunakan
lambang lambang yang sama. “t
“merupakan huruf pertama dari
thickness
Gb 29. Lambang tebal“ t”,
Lambang jari-jari “R ”tanpa
angka ukur
▪ Digunakan bila ukuran
kelengkungan sudah
ditentukan oleh ukuran lain (Gb. Gb 30 “R” tanpa ukuran
30)

Memberi ukuran yang


disederhanakan oleh huruf-
huruf referensi
▪ Supaya tidak mengulang ulang
ukuran yang sama
▪ Untuk menghindari garis-garis
penunjuk yang panjang
▪ Angka ukur ditabelkan di
sebelah gambar Gb 31. Memberi ukuran dengan
huruf referensi
Memberi ukuran bagian benda yang dikerjakan secara khusus
▪ misalnya harus dipoles, disepuh, dsb.
▪ Bagian yang akan dikerjakan khusus diberi tanda dengan garis sumbu
tebal
▪ garis penunjuk menjelaskan pengerjaan khusus yang diinginkan
▪ ujung panah garis penunjuk harus berhenti pada garis sumbu tebal

Gb 32. Petunjuk khusus dengan ukuran

Gb 33. Petunjuk khusus tanpa ukuran


DASAR-DASAR UMUM MEMBERI UKURAN
Pandangan Yang Terutama Diberi Ukuran
▪ Ukuran harus ditempatkan pada pandangan yang memberikan bentuk benda yang
paling jelas
▪ Ukuran harus ditempatkan sebanyak mungkin pada pandangan depan
▪ Ukuran lain dapat ditempatkan pada pandangan lain

Gb 34. Memberi ukuran bagian – bagian berbentuk silinder


Ukuran-Ukuran Dalam Gambar
▪ Semua ukuran, toleransi dan keterangan
yang diperlukan untuk menjelaskan cara
kerja benda, atau letak komponen, harus
ditempatkan pada gambar selengkap-
lengkapnya.
▪ Ukuran-ukuran yang diperlukan untuk
pembuatan atau pemeriksaan harus jelas
dan terperinci

Gb 36. Macam – macam ukuran


dan toleransinya
Gb 35. Proses pembuatan bagian – bagian
berbentuk silinder
Ukuran-Ukuran Yang Ditambahkan
▪ Tiap ukuran hanya boleh diberikan sekali dalam gambar
▪ Tiap ukuran harus diberikan seperlunya untuk menjelaskan benda kerja
▪ Namun demikian penyimpangan dapat dilakukan bila berhadapan dengan keadaan-
keadaan berikut:
(a) Ukuran untuk menunjukkan tahap pembuatan (misal:ukuran benda akan disepuh dan
kemudian disempurnakan sesuai ukurannya
(b) Ukuran tambahan sebagai keterangan untuk pekerja atau petugas. Ukuran ini tidak
perlu diberikan toleransi
(c) Benda yang digambar pada beberapa lembar, beberapa ukuran mungkin dinyatakan
lebih dari sekali pada pandangan depan atau pandanganlainnya (pada kertas gambar
tersendiri).

Gb 37. Ukuran – ukuran ganda


Garis Ukur Dan Garis Bantu
▪ Garis sumbu, garis simetri dan garis gambar tidak boleh
dipakaisebagai garis ukur (Gb. 38),
▪ tapi dapat dipakai sebagai garis bantu (Gb. 39)
▪ Garis bantu dan garis ukur tidak boleh saling memotong,
kecuali tidak dapat dihindari (Gb 40)

Gb 39. Garis sumbu sebagai


garis bantu

Gb 38. Garis ukur dan garis bantu

Gb 40. Garis bantu tidak


dapat saling memotong
kecuali garis sumbu
Garis ukur dan garis
bantu (Lanjutan):
▪ Jika beberapa
ukuran dinyatakan
berturut-turut,
upayakan
menempatkan garis
ukurnya segaris
(Gb. 41 dan Gb. 42)
Gb 41. Ukuran – ukuran segaris

Gb 42. Ukuran – ukuran segaris


Garis Ukur Dan Garis Bantu (Lanjutan)
▪ Jika terdapat beberapa garis ukur sejajar, tiap garis ukur harus diletakkan
dengan jarak yang sama, dengan ukuran terkecil harus berada paling
dalam, sehingga garis bantu tidak saling berpotongan (Gb 43(a))
▪ Bila ruang sempit, angka ukur dapat diletakkan di kiri atau kanan garis
sumbu (Gb. 43(b))

Gb 43. Garis ukur sejajar dengan diameter


Ukuran dari bagian yang simetris
▪ Bagian-bagian yang digambar dengan garis sumbu
(Gb. 44) mengandung persyaratan simetris dan
ketelitian bengkel yang mengerjakannya. Bila perlu,
untuk memastikan ketelitian pembuatannya, dapat
ditambahkan toleransi

Gb 44. Memberi ukuran benda simetris


Ukuran dengan Memperhatikan Proses Pembuatan
▪ Ukuran-ukuran yang berhubungan satu sama lain sedapat mungkin diperinci bersama
▪ Misal: dianjurkan untuk menempatkan ukuran diameter lingkaran jarak dan ukuran
lubang baut pada gambar yang sama, yaitu yang ada lingkaran jaraknya (Gb. 45)

8 lubang dengan Ø 18

Lingkaran jarak

Gb 45. Ukuran – ukuran flens Gb 46. Pengeboran lubang – lubang flens


Ukuran dengan Memperhatikan Proses Pembuatan (Lanjutan)
▪ Dianjurkan pula untuk menempatkan terkumpul ukuran-ukuran
dari bagian yang dikerjakan pada proses yang sama. (Gb. 47)

Gb 47. Memberi ukuran dengan memperhatikan proses


pembuatan
Ukuran-Ukuran Terhadap Bidang Referensi
▪ Jika benda mempunyai bidang referensi sebagai
patokan pembuatan atau perakitan, ukuran-ukurannya
harus dinyatakan terhadap garis referensi tersebut (Gb
48)

Gb 48. Ukuran terhadap bidang


referensi
Ukuran-ukuran terhadap bidang
referensi (lanjutan)
▪ Jika diperlukan penunjukkan bidang
referensi secara khusus, tulisan
“bidang referensi”harus ditulis pada
bidang tersebut (Gb. 12.18 dan Gb,
12.19)

Gb 49. Ukuran terhadap bidang


referensi yang ditunjuk Gb 50. Ukuran terhadap bidang atau
garis referensi yang ditunjuk
Susunan Ukuran

Gb 51. Macam – macam cara pemberian ukuran


Gb 52. Ukuran – ukuran yang berurutan/
berimpit

Ukuran dengan koordinat (Gb.


53)
• Untuk proses pembuatan
tertentu, kadang lebih
menguntungkan
bilamenggunakan koordinat
• Titik nol, sebagai dasar
bersama, dapat berupa tepi
benda atau titik pusat sebuah
lubang yang utama
• Bila perlu pergunakan tabel Gb 53. Memberi ukuran dengan koordinat
Memberi ukuran bentuk-bentuk tertentu
(1) Profile
▪ Sebuah garis lengkung
terdiri dari beberapa busur
lingkaran, mengutamakan
pemberian ukuran dengan
jari-jari dan kedudukan titik
pusatnya (Gb. 54)
Gb 54. Memberi ukuran dengan jari - jari
(2) Jari-jari atau diameter
▪ Ukuran busur umumnya
dinyatakan dalam jari-jari
jika sudutnya <180°, dan
dinyatakan dalam diameter
jika >180°(Gb. 55(a)) (a)
▪ Dapat juga dalam diameter
meski <180°, bila diperlukan
untuk proses permesinan
(Gb. 55(b)) (c)
▪ Ukuran dalam diameter (b)
untuk benda simetri (Gb.55
(c)) Gb 55. Jari – jari atau diameter
(3) Ukuran lubang dengan garis penunjuk
▪ Ukuran dapat juga ditempatkan di luar gambar tanpa garis
bantu dan garis ukur. Gb. 56 menunjukkan diameter bagian
silinder dari bendahanya dihubungkan oleh garis penunjuk
▪ Ujung garis penunjuk harus diberi titik bila berada di dalam
gambar, dan diberi anak panah jika berada pada batas gambar

Gb 56. Ukuran diameter dengan garis penunjuk


(4) Ukuran sudut
▪ Garis ukur sebuah sudut adalah berupa garis busur
dengan titik pusat pada titik sudutnya.
▪ Garis busur tersebut berujung pada kedua kaki
sudutnya, atau garis perpanjangannya

Gb 57. Pemberian ukuran sudut


(5) Memberi ukuran pada bagian yang sama
• Benda yang memiliki bagian-bagian yang
sama, hanya diberi ukuran pada salah satu
bagian saja (Gb. 58)

Gb 58. Ukuran – ukuran dari bagian yang


sama
(6) Ukuran lubang dengan alur pasak (Gb. 59)

(7) Ukuran lubang (Gb. 60),


▪ ukuran lubang baut, ulir, pen, paku keling, dan
sejenis, harus dinyatakan dengan jumlah lubang (yg
sama besar) di depan ukuran lubang

Gb 60. Ukuran lubang


Gb 59. Diameter dalam alur
pasak
Elemen-elemen yang berjarak sama
▪ Jika elemen berjarak sama, atau disusun secara teratur,
maka ukuran linear dapat dibuat seperti (Gb 61(a))
▪ Jika masih menimbulkan keraguan, maka ukuran jarak
boleh dicantumkan (Gb 61(b))

(a)

(b)
Gb 61. Memberi ukuran yang berjarak sama
Contoh lain Elemen-elemen yang berjarak sama
Contoh lain Elemen-elemen yang berjarak sama
Memberi ukuran bagian-bagian yang disusun
▪ Jika beberapa bagian digambar dalam susunan,
ukuran-ukuran dari tiap bagian sedapatnya
dipisahkan (Gb. 62)

Gb 62. Memberi ukuran bagian – bagian yang disusun


Menu memberi ukuran dalam AutoCAD
Aplikasi Ukuran pada Gambar Teknik Mesin

Skala dan satuan


Aplikasi Ukuran pada Gambar Teknik Mesin

Skala dan satuan


SEKIAN & TERIMA KASIH