Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN AKHIR

ROTATOR HARMONIS

NAMA : KHAPIZA HASIBUAN

NPM :140310090055

PATNER : HERLIN TARIGAN

NPM : 140310090029

TANGGAL PRAKTIKUM : 15 NOVEMBER 2010

ASISTEN : SYAFRIYONO

LABORATORIUM FISIKA MENENGAH

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2010
LEMBAR PENGESAHAN

ROTATOR HARMONIS

NAMA : KHAPIZA HASIBUAN

NPM : 140310090055

PATNER : HERLIN TARIGAN

NPM : 140310090029

TANGGAL PRAKTIKUM : 15 NOVEMBER 2010

ASISTEN : SYAFRIYONO

Loog Book Speaken Laporan

JATINANGOR,............................................

ASISTEN

(...........................................................)

I.ABSTRAK
Pada umumnya percobaan rotator harmonis untuk menyelidiki apakah
percobaan mengenai pendulum rotasi atau rotator rotator harmonis ini sama
dengan percobaan osilator harmoni? Secara garis besar cara untuk melakukan
pecobaan dan rumus yang di gunakan hampir sama, akan tetapi terdapat
perbedaan yaitu osilator harmonis bergerak secara linier sedangkan rotator
harmonis bergerak secara melingkar (berputar).

II.IDENTIFIKASI MASALAH

Pada percobaan ini kita akan menyelidiki mengapa dua buah magnet permanen
yang di beri arus dapat menimbulkan redaman pada pendulum torsi? Apakah
ada benda lain selain megnet permanen jika di beri arus dapat menimbulkan
redaman terhadap pendulum torsi? Kemudian kita akan melihat amplitudo,
tegangan dan arus yang terjadi pada percobaan rotator harmonis. Sehingga kita
dapat memperoleh nilai gayanya.

III.TUJUAN PERCOBAAN

Menentukan frekuensi resonansi dari suatu osilator.

Menentukan gaya luar paksaan.

Mengukur redaman suatu getaran paksaan teredam.

IV.TEORI DASAR

Gerak harmonik sederhana adalah gerak yang dinyatakan dalam persamaan


berupa fungsi sinus. Jika suatu partikel berg erak bolak-balik melalui lintasan
yang sama, geraknya di sebut gerak osilasi atau vibrasi (getaran). Waktu untuk
menempuh satu getaran penuh disebut perioda (T), sedangkan jumlah getaran
tiap detik disebut frekuensi (F). Sehingga diperoleh perumusan :

T=
1
f

1. Gerak Bebas Tanpa hambatan

Jika suatu partikel bergetar sekitar satu posisi setimbang, sedangkan gaya
partikel sebanding dengan jarak partikel dari posisi setimbang, maka partikel
tersebut dikatakan melakukan gerak harmonik sederhana. Sebenarnya gaya
tersebut bermaksud mengembalikan partikel ke posisi setimbang dan disebut
gaya balik.

Contoh dari peristiwa diatas adalah gerak suatu partikel bermassa yang
diikat pada suatu pegas. Yang kemudian dituliskan dalam bentuk Hukum Hooke
yaitu :
F= -k.x ……………..(1)

Dengan :

F = gaya pegas

k = konstanta pegas

x = deformasi (perpindahan jarak)

Berdasarkan Hukum Newton II diperoleh hubungan :

F=-k.x=m atau m + kx =0 ………(2)


d 2x d 2x
dt 2 dt 2

Pada percobaan rotator harmonis ini penerapan gerak harmonik


sederhana dengan menggunakan piringan kuningan sebagai partikel yang
bergerak harmonis yang disebut rotor/rotator. Piringan ini akan tetap bergerak
harmonis karena pusatnya dihubungkan dengan per spiral dan ujung per yang
lainnya dihubungkan ke motor yang berputar dengan amplitudo yang dapat
diubah-ubah. Dan diperoleh persamaan gerak dengan analogi persaman (2) :

I + Dθ =0 …………………(3)
∂θ 2

∂t 2

Dengan :

= simpangan sudut
θ

I = momen kelembaman rotator

D = konstanta spiral

Persamaan (2) dapat diubah berdasarkan analogi :

(untuk rotator)
∂ 2θ
= − Dθ
∂t 2
= - kx (untuk pegas)
2
d x
dt 2

Dari kalkulus diferensial kita tahu bahwa fungsi sin atau cos memenuhi sifat
berikut ini, misal :

dan
d (cost ) d 2 (cost )
= sin t = − cos t
dt dt 2

Untuk solusinya bentuk fungsi diatas dikalikan dengan konstanta A, maka kita
peroleh persamaan yang lebih umum :

x = A cos ( ω t + θ )

Bila persamaan diatas di diferensialkan dua kali terhadap waktu diperoleh :

= - A sin ( ω t + θ ) ............................. (4)


dx
dt

= - ω 2 A cos (ω t + θ ) ............................. (5)


2
d x
dt 2

Dari persamaan diatas didapat persamaan berikut :

- ω 2
A cos (ω t + θ ) = - k/m A cos ( ω t + θ )

sehingga diperoleh :

ω 2
= k/m dimana : ω = 2π f

=
k /m
Dengan analogi didapat juga :

ω 2
= ……………………(6)
D
I

Getaran Bebas Dengan Redaman

Sampai saat ini kita menganggap bahwa tidak ada gaya gesek yang bekerja
pada osilator. Pada kenyataannya, gerak osilator sangat dipengaruhi dan
teredam oleh gaya gesekan. Apabila ini terjadi gerak inilah yang disebut gerak
harmonik teredam. Gesekan sering kali muncul dari gesekan udara. Besar gaya
gesekan biasanya bergantung kepada kelajuan. Gaya sebanding dengan
kecepatan, tetapi arahnya berlawanan.

Yang dapat dinyatakan dengan fungsi linear :

Fd =
a
v

Pada percobaan ini teredam disebabkan karena kedua buah magnet pada
pendulum yang diberi arus. Arus tersebut dinamakan arus Eddy, yang
menyebabkan timbulnya redaman. Yang dinyatakan dengan persamaan gerak
suatu rotator yang diredam :

F=m.a

I +R + Dθ = 0 ..........................(7)
∂ 2θ ∂θ
∂t 2 ∂t

Apabila persamaan (7) dibagi dengan I maka akan diperoleh

+ + θ =0 .........................(8)
∂ 2θ R ∂θ D
∂t 2 I ∂t I
bila = 2β
R
I

dimana : R = faktor redam

β = ialah parameter redam


R
2I

Sehingga persamaan diatas dapat ditulis menjadi:

+ 2β + ω 2θ =0 ..........................(9)
∂θ
2 ∂θ
∂t 2 ∂t

Dalam gerakan bebas dengan redaman ada tiga macam gerak yang teredam,
yaitu :

1. Kurang redam ; jika ω 2


> β 2

2. Redaman kritis ; jika ω 2


= β 2

3. Terlampau redam ; jika ω 2


< β 2

Dari ketiga hal diatas, yang akan menghasilkan gerak ayunan adalah yang
kurang redam. Selisih antara frekuensi diri dengan parameter redaman
dinamakan sebagai frekuensi ayunan redaman :

ω t2 = ω 2
- β 2

Jika redaman yang ditimbulkan kecil maka :

ωt = ω

Terlihat bahwa frekuensi gerak yang teredam akan lebih kecil dari pada
frekuensi gerak tanpa redam. Tenaga ayunan redam tidak tetap terhadap waktu.
Laju kahilangan tenaga berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan. Tenaga ini
secara kontinyu diberikan kepada peredam dan hilang menjadi energi yang lain.

Getaran Dengan Gaya Luar Periodis

Getaran ini biasanya merupakan frekuensi osilasi yang dipaksa oleh frekuensi
gaya eksternalnya dan bukan frekuensi alamiahnya.

Gaya eksternal ini diberikan sebagai :


F sin (ω t)

Sehingga bila dihubungkan dengan persamaan (8), didapatkan persamaan


berikut :

I + R + D θ = F sin (ω t) ..............................(10)
∂ 2θ ∂θ
∂t 2 ∂t

V.PROSEDUR PERCOBAAN

Alat dan bahan :

Pendulum torsi

Berfungsi sebagai pendulum torsi digunakan suatu piringan kuningan dengan as


yang dihubungkan ke per spiral.

2. Motor

Ujung dari ampere spiral dihubungkan dengan monitor yang bergerak harmonis
dengan amplitudo yang tetap dan frekuensinya dapat diubah-ubah bila motor
dalam keadaan berjalan.

3. Magnet Permanen

Dua buah magnet permanen yang diletakkan sedemikian rupa sehingga apabila
magnet itu diberi arus akan menimbulkan redaman pada pendulum torsi.

Multimeter

Berfungsi untuk mengukur tegangan dan arus.

Cara kerja :

Frekuensi Alamiah

Mengatur pendulum sehingga amplitudo pendulum pada skala 15 secara


manual.

Menggerakkan pendulum, mencatat waktu untuk sepuluh getaran !

Melakukan prosedur (2) minimal 3 kali

Mengulangi prosedur 1 – 3 untuk amplitudo 14 s.d 5 !

Frekuensi Paksaan
Menetapkan skala fein pada motor, pada skala 27 !

Memasukkan tegangan untuk motor (input bagian atas) dengan tegangan 24


Volt (output power suplay sebelah kanan)!

Menentukan selektor grob pada motor pada skala 6.

Mengukur dan mencatat tegngan motor (output bawah). Pada skala tersebut !

Mencatat amplitudo maksimum pada skala tersebut, minimal 3 kali !

Mengulangi prosedur 2 s.d 5 untuk skala berikutnya, sampai dengan skala 26 !

Frekuensi Redaman

Memasukkan arus pada kumparan dari powersuplay (output sebelah kiri)

Mengatur selektor power suplay hingga arus yang masuk pada kumparan
sebesar 0,1 A!

Secara manual menentukan amplitudo pada skala 15 !

Menggerakkan pendulum, mengukur waktu hingga pendulum tersebut berhenti!

Mengulangi prosedur 3 dan 4 untuk skala 14 s.d 1 !

Mengulangi prosedur 3 s.d 5 untuk variasi 0,2 s.d 1 A

Frekuensi Paksaan Dan Redaman

Memasukkan arus pada kumparan dari power suplay !

Memasukkan tegangan pada motor dari power suplay (output sebelah kanan)!

Pada arus kumparan 0,2 A, melakukan prosedur seperti pada frekuensi paksaan.

Mengulangi prosedur 3 untuk arus 0.4, 0.6, 0.8, dan 1.0 A!

VI.DATA PERCOBAAN

A. Frekuensi Alamiah.

Wakt Amplitudo
u 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5
T=1 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17
T=2 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17
T=3 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17
B. Frekuensi Paksaan
Selecto V motor (Volt)
A1 A2 A3
r Grob V1 V2 V3
6 2.32 2.33 2.36 0.4 0.4 0.4
7 2.65 2.74 2.78 0.42 0.42 0.42
8 2.88 2.78 2.80 0.42 0.42 0.42
9 3.13 3.14 3.18 0.42 0.42 0.42
10 3.44 3.38 3.36 0.42 0.42 0.42
11 3.62 3.78 3.69 0.42 0.42 0.42
12 4.22 4.17 4.23 0.5 0.5 0.5
13 4.67 4.59 4.75 0.59 0.59 0.59
14 5.32 5.24 5.26 0.6 0.6 0.6
15 5.73 5.63 5.73 0.6 0.6 0.6
16 6.18 6.17 6.27 0.7 0.7 0.7
17 7.30 7.24 7.21 0.9 0.9 0.9
18 8.33 8.31 8.37 2.1 2.1 2.1
19 9.21 9.09 9.12 7 7.2 7.4
20 10.33 10.32 10.34 3.2 2.6 3.0
21 11.54 11.61 11.60 1 0.8 1.2
22 12.67 12.64 12.70 0.4 0.6 0.5
23 13.87 13.84 13.82 0.2 0.4 0.2
24 15.67 15.59 15.63 0.2 0.2 0.1
25 16.28 16.19 16.22 0.1 0.1 0.1
26 18.45 18.47 18.43 0.1 0.1 0.1

C. Frekuensi Redaman

I (A) A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10

0.1 15 13. 12 9.4 8.2 7 6.2 5.4 4.8 4.4


2 10.8
0.2 15 12. 11 9.4 8 6.6 5.6 4.8 4 3.4
3
8
0.3 15 12 9.6 7.4 5.8 4.4 3.4 2.6 2 1.6 1.1

0.4 15 10. 7.8 5.2 3.6 2.4 1.6 1.0 0.3 0.1 0
8
0.5 15 9.4 5.8 3.6 2.2 1.2 0.8 0.1 0 - -

0.6 15 8 4 2 1 0.3 0.1 0 - - -

0.7 15 6.8 2.8 1.0 0.3 0.1 0 - - - -

0.8 15 5.2 1.6 0.3 0.1 0 - - - - -

0.9 15 3.8 0.8 0.1 0 - - - - - -

1.0 15 2.8 0.6 0 - - - - - - -

A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22

3.8 3.4 3.2 2.8 2.4 2.2 2.0 1.6 1.4 1.2 1 0.8
2.8 2.1 1.5 1.4 1.2 0.8 0.6 0.5 0.3 0.1 0 -
0.8 0.5 0.3 0.1 0 - - - - - - -
- - - - - - - - - - - -

A23 A24 A25 A26 A27 A28

0.6 0.4 0.3 0.2 0.1 0

D. Frekuensi Redaman dan Paksaan

Ska I = 0,2 I = 0,4 I = 0,6 I = 0,8 I = 1,0


la
V A V A V A V A V A
Gro
b

6 2.55 0.4 2.69 0.4 2,54 0.4 2.59 0.4 2.66 0.4

7 2.74 0.4 2.85 0.4 2.81 0.42 2.74 0.4 2.88 0.4

8 3.16 0.4 3.11 0.42 3.08 0.42 3.05 0.4 3.24 0.4

9 3.36 0.4 3.47 0.42 3.32 0.42 3.32 0.4 3.51 0.4

10 3.61 0.42 3.83 0.5 3.62 0.42 3.69 0.42 3.78 0.42

11 3.94 0.5 4.30 0.5 4.02 0.15 4.10 0.5 4.14 0.42

12 4.24 0.58 4.48 0.5 4.40 0.5 4.48 0.5 4.50 0.42

13 4.75 0.6 4.91 0.6 4.75 0.6 5.01 0.5 4.94 0.5

14 5.16 0.6 5.23 0.6 5.07 0.6 5.22 0.6 5.37 0.5

15 5.64 0.7 5.70 0.6 5.80 0.62 5.82 0.6 5.85 0.5

16 6.18 0.7 6.52 0.7 6.15 0.7 6.60 0.6 6.56 0.6

17 7.09 0.8 7.00 0.9 7.08 0.8 7.30 0.8 7.17 0.62

18 8.64 3.4 8.03 1.2 7.82 1.15 7.97 0.9 7.88 0.7

19 9.63 4.3 9.04 2.4 8.70 1.3 9.00 1.1 8.92 0.7

20 10.7 1.4 9.74 2.6 9.89 1.3 9.97 1.1 9.70 0.7
7
21 11.8 0.7 10.7 0.8 10.8 0.7 10.6 0.7 10.6 0.5
6 6 1 9 5
22 12.9 0.3 11.8 0.6 11.8 0.5 11.9 0.4 11.9 0.3
5 5 9 2 3
23 14.6 0.2 13.3 0.4 13.1 0.3 13.4 0.3 13.3 0.2
7 8 6 5 8
24 16.9 0.1 15.8 0.2 14.8 0.2 14.9 0.1 14.6 0.2
8 8 3 4 1
25 17.2 0.1 16.8 0.1 16.3 0.1 16.6 0.1 16.3 0.1
5 4 0 9 7

26 17.2 0.1 17.3 0.1 17.4 0.1 17.5 0.1 17.5 0.1
2 4 6 0 2

VII.PENGOLAHAN DATA

A. Frekuensi Alamiah

Hitung momen inersia pendulum!

Berdasarkan data yang diperoleh dari prosedur 1, hitung frekuensi alamiah


terbaik beserta sesatannya!

Hitung konstanta pegas dan sesatannya!

Jawaban :

1. Momen Inersia :

Dalam percobaan ini benda yang digunakan adalah lempengan berbentuk cincin,
sehingga momen inersianya adalah : Massa rotator = (244.4 + 0.005) gram,
Diameter = (19.00 + 0.05) cm

1
I= m.R 2
2

= 244,400 . 9,52

= 11028,55 gr.cm2

= 11,02855 x 10-3 kg.m2

2. Frekuensi Alamiah :

Waktu rata-rata yang diperlukan dalam menempuh sepuluh getaran penuh


dalam 3 kali pengukuran adalah :

trata-rata =
∑t i

Maka didapat nilai rata-rata t untuk 3 kali pengukuran :

t1 = 17 detik
t2 = 17 detik

t3 = 17 detik

Sehingga didapat nilai t terbaik adalah :

T terbaik = = 17 detik
17 + 17 + 17
3

Maka periode getaran tersebut adalah :

T= = 1,7 sekon
17
10

Maka frekuensi alamiahnya adalah

f = = 0,588 Hz
10
17

3. Konstanta Pegas

Konstanta Pegas dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

K = ω0 • I
2

= (2π .fo)2 x I

= (2 x 3,14 x 0,588)2 x 11,02855 x 10-3

= 0,15 kg. m2.s-2

B. Frekuensi Paksaan

Buat grafik amplitudo terhadap frekuensi!

Buat grafik frekuensi terhadap tegangan!

Hitung besarnya gaya luar!

Hitung besarnya sudut fase!

Apa analisis anda mengenai permasalahan grafik no. 1 dan no. 2?


Jawaban :

1. Grafik amplitudo terhadap frekuensi

2. Grafik frekuensi terhadap tegangan

3. Gaya luar dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

F=
A . I. ω o 2 − ω 2

Skala V (volt) A (cm) Gaya Luar


Grob Terbaik Terbaik (F) Newton
2,3366
6 67 0,4 0,01616
2,7233
7 33 0,42 0,016984
8 2,82 0,42 0,016886
9 3,15 0,42 0,016808
3,3933
10 33 0,42 0,01666
3,6966
11 67 0,42 0,016502
4,2066
12 67 0,5 0,019391
13 4,67 0,59 0,022487
5,2733
14 33 0,6 0,022493
5,6966
15 67 0,6 0,021889
6,2066
16 67 0,7 0,024701
17 7,25 0,9 0,0307
8,3366
18 67 2,1 0,066951
19 9,14 7,2 0,16506
2,9333
20 10,33 33 0,095568
11,583
21 33 1 0,040898
22 12,67 0,5 0,025547
13,843 0,2666
23 33 67 0,016224
0,1666
24 15,63 67 0,011874
25 16,23 0,1 0,008371
26 18,45 0,1 0,009206

4. Sudut fase dari frekuensi paksaan adalah  = 0, karena tidak ada beda
fase dalam getaran yang konstan.

5. Pada grafik no.1 amplitudo terhadap frekuensi terlihat jelas bahwa aplitudo
berbanding terbalik dengan frekuensi. Sedangkan pada grafik no.2 amplitudo
terhadap tegangan terlihat semakin besar nilai tegangan semakin besar juga
nilai amplitudo.

C. Frekuensi Redaman

Buat grafik waktu terhadap amplitudo, tentukan persamaan grafiknya!

Dari grafik no. 1, hitung parameter redam β dan hitung faktor redam R untuk
masing-masing arus!

Buat grafik parameter redam β terhadap arus I!

Apa analisa anda terhadap permasalahan di atas!

Jawaban :

Grafik waktu terhadap amplitudo

Arus 0,1 A

Arus 0,2 A

Arus 0,3 A
Arus 0,4 A

Arus 0,5 A

Arus 0,6 A

Arus 0,7 A

Arus 0,8 A
Arus 0,9 A

Arus 1,0 A

2. Parameter redam, β dapat didapat dengan menggunakan rumus :


-β .t
A = Ao . e

Dari grafik diperoleh persamaan ekponensial amplitudo terhadap waktu, dengan


menggunakan rumus di atas didapat nilai parameter redam berdasarkan arus,
yaitu ; Arus 0,1 Ampere, persamaan grafiknya y=14.124e - 0.0254, maka parameter
redamnya adalah β = 0,0254.

Sehingga untuk nilai parameter redaman lain berdasarkan arus adalah :

Arus β R
0.1 2,002 0,93
0.2 1,527 0,93
0.3 0,943 0,91
0.4 0,771 0,93
0.5 0,689 0,92
0.6 0,654 0,88
0.7 0,611 0,86
0.8 0,615 0,85
0.9 0,632 0,87
1.0 0,644 0,95

3.Grafik parameter redam β terhadap arus I

4.Analisa grafik di atas adalah, pada grafik waktu terhadap amplitudo dan arus
terhadap redaman terlihat jelas dimana hal tersebut berbanding lurus. Dimana
ketika nilai t semakin besar maka nilai amplitudo juga semakin besar. Begitu
juga dengan grafik arus terhadap redaman.

D. Frekuensi Redaman dan Paksaan

Buat grafik frekuensi terhadap amplitudo untuk setiap arus

Buat grafik amplitudo maksimum terhadap arus

Hitung besar gaya luar

Hitung besarnya sudut fase.

Apa analisa anda mengenai grafik no. 1 dan no. 2!

Jawaban :

Grafik frekuensi terhadap amplitudo untuk setiap arus

ARUS 0,2 A

ARUS 0,4 A

ARUS 0,6 A

ARUS 0,8 A

ARUS 1,0 A
Grafik amplitudo maksimum terhadap arus

Gaya luar dapat diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut dimana
sebagian dari gaya-gaya tersebut nilai frekwensi ω < ω o sehingga akar dari
pengurangan kuadrat frekuensi tersebut imajiner, namun untuk mengetahui nilai
dari gaya luarnya maka tanda minusnya dihilangkan. Sedangkan dari ω < ω o
adalah gerak mengalami redaman.

Maka gaya luar :

F =A.I.

(ω o − ω 2 ) + 4 β 2ω 2
2

4. Sudut fase dapat diperoleh dengan menggunakan rumus,

ϕ 1 = arc tan
 2βω 
 2 
 (ω o − ω ) 
2

Sehingga dengan menggunakan rumus diatas didapat gaya luar dan sudut fasa
untuk tiap arus, yaitu :

Ska 0,2 A 0,4 A 0,6 A 0,8 A 1A


la

Gro
b

F φ F φ F φ F Φ F Φ

- - - - -
0,02 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
6 0,006 2 8 8 1 3 2 0 3 8

7 0,006 - 0,00 - 0,01 - 0,01 - 0,01 -


0,02 0,01 0,01 0,01 0,00
2 8 8 1 3 2 0 3 8

- - - - -
0,02 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
8 0,006 2 8 9 1 3 2 0 3 8

- - - - -
0,02 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
9 0,006 2 8 9 1 3 2 0 3 8

- - - - -
0,02 0,00 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
10 0,005 4 8 3 1 3 2 0 3 9

- - - - -
0,02 0,00 0,02 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00
11 0,004 9 8 3 8 4 3 3 3 9

- - - - -
0,03 0,00 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
12 0,001 5 8 3 1 6 3 3 3 9

- - - - -
0,03 0,00 0,02 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01
13 0,003 6 7 9 1 0 3 3 3 1

- - - - -
0,03 0,00 0,02 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01
14 0,003 6 7 9 1 0 3 6 3 1

- - - - -
0,04 0,00 0,02 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01
15 0,006 5 7 9 1 1 3 6 3 1

- - - - -
0,04 0,00 0,03 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01
16 0,006 5 5 6 1 5 3 6 4 3

- - - - -
0,05 0,00 0,05 0,01 0,03 0,01 0,02 0,01 0,01
17 0,009 4 6 3 0 0 2 4 4 4

- - - -
0,06 0,01 0,10 0,00 0,06 0,01 0,02 0,01 0,01
18 0,066 0 5 1 7 3 1 9 4 6

- - -
0,04 0,04 0,10 0,01 0,09 0,00 0,04 0,01 0,01
19 0,085 2 2 2 2 2 7 3 4 6

20 0,023 - 0,04 0,08 0,01 - 0,00 - 0,01 -


0,22 0,09 0,04 0,01
6 6 2 2 2 7 3 4 6

- - - - -
0,04 0,00 0,04 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01
21 0,006 5 1 3 1 5 3 9 3 1

- - - - -
0,01 0,00 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
22 0,006 6 7 9 1 6 2 0 2 6

- - - - -
0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
23 0,006 1 8 8 0 9 1 7 0 4

- - - - -
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
24 0,005 5 7 9 9 6 7 2 0 4

- - - - -
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
25 0,005 5 6 4 7 3 7 2 7 2

- - - - -
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 0,005 5 6 4 7 3 7 2 7 2

Pada grafik no.1 frekuensi terhadap amplitudo pada percobaan menunjukkan


bahwa frekuensi tidak berbanding lurus maupun terbalik terhadap besarnya
amplitudo, karena pegas tersebut mengalami resonansi akibat getaran yang
diakibatkan oleh motor. Sedangkan, pada grafik no.2 amplitudo maksimum
terhadap frekuensi menunjukkan bahwa simpangan maksimum dicapai pada
saat arus sebesar 0,2 Ampere (bukan pada arus 1,0 Ampere).

VIII.ANALISA

Dari data percobaan yang di proleh nilai amplitudo terhadap frekuensi terlihat
jelas bahwa aplitudo berbanding terbalik dengan frekuensi. Sedangkan pada
grafik amplitudo terhadap tegangan terlihat semakin besar nilai tegangan
semakin besar juga nilai amplitudo. Selain itu pada grafik waktu terhadap
amplitudo dan arus terhadap redaman terlihat jelas dimana hal tersebut
berbanding lurus. Dimana ketika nilai t semakin besar maka nilai amplitudo juga
semakin besar. Begitu juga dengan grafik arus terhadap redaman.

IX.KESIMPULAN
Percobaan Rotator Harmonis adalah untuk memahami materi tentang getaran
harmonik..Percobaan Rotator Harmonik ini mengunakan asas-asas gelombang
dengan faktor redam maupun tidak, Hukum Newton, dan juga Resonansi yaitu
ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain.

Dengan melakukan percobaan rotator harmonis kita memperoleh nilai frekuensi


resonansi dari suatu osilator, gaya luar paksaan, redaman suatu getaran
paksaan teredam, serta memperoleh grafik frekuensi terhadap amplitudo, waktu
yehadap amplitudo, frekuensi terhadap tegangan, frekuensi amplitudo untuk
setiap arus.

X.DAFTAR PUSTAKA

Bueche , Frederick .J. Introduction to Physics for Scientist and Engineering Fourth
Edition.1986.Singapore: Mc.Grow Hill International Edition

Halliday and Resnick . Fisika Jilid I . Edisi III. 1977 . Bandung Erlangga

Beri Nilai