Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BAHASA INDONESIA
“TEKNIK PENULISAN ESAI DAN ARTIKEL”

Disusun Oleh :
Kelompok 8

Agus Probo Sutejo (031600460)


Fransisko Haldigardis Padamani (031600471)
Restra Dova Audora (031600487)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat
II. PEMBAHASAN
III. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan


mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
   
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih
ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari
pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
   
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah
dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.
   
                                                                                    Yogyakarta, September 2016
   
                                                                                              Penyusun
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang

Kegiatan menulis adalah kegiatan untuk mengungkapkan fakta-faka,


gagasan, sikap, pikiran, argumen, perasaan dengan jelas dan efektif kepada
pembaca (Keraf, 2004). Definisi tersebut menjelaskan bahwa kegiatan menulis
seharusnya memperhatikan tujuan sebagai faktor utama. Perhatian terhadap tujuan
akan menentukan jenis tulisan dan gaya penulisan. Konteks inilah yag akan
memusatkan kita pada konteks tujuan penulisan.
Hal yang paling penting dalam tulis-menulis, khususnya artikel untuk
media massa adalah kuatnya motivasi untuk meulis. Oleh karena itu, motivasi
menulis itu harus terus dikembangkan, dipelihara, dan diperkuat supaya mereka
yang baru saja berkecimpung di dalam tulis menulis akan terus berusaha menulis
hingga menjadi penulis yang handal.
Menurut Iqbal (2009), proses menulismyang disarankan bagi kalangan
penulis pemula adalan free-writing dan re-writing. Teknik free-writing artinya
kita menulis secara bebas, tanpa memedulikan bagus atau tidaknyantulisan yang
sedang digarap. Intinya terus saja menulis sampai tuntas, sampai tidak ada lagi
yang akan ditulis. Sekalipun tidak urut maka biarkan saja.
Cara lain menulis adalah dengan re-writing atau menulis ulang. Cara ini
sangat cocok dan sangat mudah bagi pemula. Hal yang kita lakukan adalah
mengumpulkan bahan-bahan referensi, lalu menulis ulang dengan bahas sendiri.
Karangan esai merupakan tulisan yang menguraikan suatu masalah secara
sepintas dari sudut pandang penulisnya (Fajri, 2006). Salah satu ciri teks esai
adalah karangan yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan analisis
pribadi pengarang, maka substansi karangan esai sangat dipengaruhi oleh
pengalaman dan gagasan penulisnya.
Payne (2006) menyatakan bahwa bentuk esai ada dua yaitu esai formal dan
informal. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis karena lebih bersifat personal,
jenaka, dengan bentuk gaya dan struktur tidak terlalu formal. Bentuk esai formal
biasanya digunakan oleh pelajar, mahasiswa, dan peneliti untuk mengerjkan
tugas-tugasnya. Esai formal bersifat serius, logis, dan lebih panjang.
Perkembangan esai di Indonesia dipopulerkan oleh HB Jassin. Karya HB
Jassin yang berjudul Kesustraan Indonesia modern dalam Kritik dan Esei (1985)
merupakan rujukan penulis esai di Indonesia. Esai-esai yang ditulis sebagian besar
adalah esai sastra. Menurut Jassin, esai adalah uraian yang membicarakan
bermacam ragam, tidak tersusun secara teratur, tetapi seperti dipetik dari berbagai
jalan pikiran. Sekarang ini esai di Indonesia sudah berkembang sangat beragam
sesuai dengan topik yang ada di masyarakat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artikel didefinisikan sebagai


karya tulis lengkap, misal laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan
sebagainya (Departemen pendidikan Nasional, 2009).
Artikel adalah sebuah karangan/prosa yang di muat dalam media massa,
yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam
masyarakat secara lugas (Tartono 2005). Artikel merupakan karya tulis atau
karangan, karangan non fiksi, karangan tak tentu panjangnya, karangan yang
bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur, sarana penyampaiannya
adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya, wujud karangan berupa berita atau
“kharkas” (Pranata 2002).

Dari keseluruhan pendapat, dapat di simpulkan bahwa artikel merupakan


karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk
dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan
menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan
menghibur.
b. Rumusan Masalah
1. Apa Sajakah macam-macam esai?
2. Bagaimana Cara Menulis Esai?
3. Apa Sajakah jenis-jenis Artikel?
4. Bagaimana Cara Menulis Artikel?
c. Tujuan
1. Mengetahui apa saja macam-macam esai.
2. Mengetahui cara menulis esai.
3. Mengetahui aja saja jenis-jenis artikel.
4. Mengetahui cara penulisan artikel.

d. Manfaat
Makalah ini bermanfaat sebagai acuan untuk menulis esai dan artikel yang
benar seperti layaknya seorang penulis.
PEMBAHASAN
A. ESAI

Esai adalah sebuah tulisan yang terdiri dari beberapa paragraf dan
membahas satu topik. Sam halnya dengan sebuah paragraf, esai juga membahas
satu topik. Bedanya, topik yang akan ditulis dalam esai sifatnya masih luas. Oleh
karena itu, topik yang ada dalam esai itu dibagi menjadi subtopik yang lebih kecil,
kemudian ditulis dalam beberapa paragraf sesuai dengan tingkat kepentingan
penulis. Semua paragraf yang ditulis untuk mengebangkan satu topik yang besar
diikat menjadi satu oleh paragraf pendahuluan dan paragraf penyimpul.
Esai sering juga disebut artikel, tulisan, atau komposisi. Dalam arti yang
lebih luas, esai juga dipahami sebagai sebuah karangan. Secara umum, esai
didefinisikan sebagai sebuah karangan singkat yang berisi pendapat atau argumen
penulis tentang suatu topik. Biasanya, seseorang menulis esai karena ia ingin
memberikan pendapat terhadap suatu persoalan atau fenomena yang terjadi dalam
masyarakat. Penulis esai, atau sering disebut esais, dapat juga mengupas suatu
topik atau persoalan dan memberikan tanggapan dan pendapatnya atas topiik atau
persoalan yang dibahasnya.
Menurut White (2010). “essay is a short literary composition of an
analytical, interpretive, or reflective kind, dealing with, dealing with its subject in
a nontechnical, limited, ofte unsystematic way and, usually, exspresive of the
author’s outlook and personality.” Kata kunci bentuk tulisan esai adalah faktor
analisis, interpretasi, dan refleksi. Karakter esai, umumnya nonteknis,
nonsistematis, dengan karakter dari subjektivitas penulis yang menonjol.
Kuncoro (2009) mendeskripsikan tipe esai menjadi beberapa jenis seperti
berikut :
a. Esai Deskriptif
Esai ini bertujuan untuk menciptakan kesan tentang seseorang,
tempat, dan benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk
membawa pembaca pada visualisai dari sebuah objek. Rincian pendukung
disajikan dalam urutan tertentu berdasarkan penginderaan penulis.
b. Esai Ekspositori
Esai ini menjelaskan subjek ke pembaca. Isi dari essai ini dilengkapi
dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi
hubungn sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan
mengklasifikasikan atau mendefinisikan. Esai proses akan menyajikan
urutan yang bersifat kronologis. Esai perbandingan akan mengklasifikasi
berdasarkan urutan kepentingan. Esai sebab-akibat mungkin akan
mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya,
mulai dari akibat dan mencari sebabnya.
c. Esai Naratif
Esai tipe ini menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur.
Kejadian yang diceritakan disajikan sesuai urutan waktu.
d. Esai Persuasif
Esai persuasif berusaha mengubah perilaku pembaca atau
memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi. Esai ini dapat
menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung
biasanya berdasarkan urutan kepentingan.
e. Esai Dokumentatif
Esai yang memberikan informasi berdasarkan suatu penilaian di
bawah instiusi atau otoritas tertentu.
Bahasa yang digunakan dalam esai pada umumnya sama dengan karya
ilmiah, yaitu :
1. Baku
Struktur yang digunakan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
baku, baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga,
pemilihan kata/istilah, dan penulisan sesuai dengan kaidah ejaan yang
disempurnakan (EYD).

2. Logis
Ide atau pesan yang disampaikan melalui Bahasa Indonesia ragam
ilmiah dapat diterima akal.
3. Ringkas
Ide dan gagasan diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai
dengan kebutuhan, pemakaian kata seperlunya, tidak berlebihan, tetapi
isinya benar.
4. Runtun
Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan
tingkatannya baik dalam kalimat maupun dalam paragraf.
5. Denotatif
Kata yang diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan
kebutuhan, pemakaian kata seperlunya, tidak berlebihan.

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:


Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang
mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai
oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan
menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan
beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri esai, yaitu :
1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan
penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa
ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya
penulis lain.
4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan
menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek
tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak
utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat
penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran.
Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus
mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di
awang-awang.
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai
dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal
dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang
kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada
pembaca.

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut


sebagai berikut:
1. Menentukan tema atau topik.
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas.
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat
dan jelas.
4. Menulis tubuh esai memulai dengan memilah poin penting yang akan
dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih
memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai
penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah
kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu
sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar
belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Hal ini penting karena untuk membentuk opini
pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita
sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu.
Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang)
bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar
pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut
dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir
mereka secara utuh.

B. ARTIKEL

Artikel merupakan suatu karya tulis yang mempunyai sifat faktual serta
terdapat pendapat atau ide seseorang mengenai masalah tertentu. Artikel memiliki
tujuan untuk mendidik, mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan, atau dapat
menghibur dengan cara mempublikasikannya. Berita terdapat di surat kabar atau
majalah merupakan salah satu dari bentuk penulisan artikel yang dibuat guna
menyampaikan berita.
Berbagai tulisan yang terdapat di internet baik itu blog ataupun website
yang merupakan salah satu dari bentuk penulisan artikel. Namun, tidak semua dari
bentuk penulisan yang terdapat dalam berita merupakan artikel. Hal ini karena
bentuk tulisan dari artikel itu mudah serta memakai gaya bahasa sederhana
sehingga akan membentuk suatu tulisan yang disebut sebagai artikel.
Sebuah artikel mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. memiliki isi yang bersumber pada fakta dan tidak hanya sekedar realita;
2. berisikan tulisan yang singkat, padat, jelas dan tuntas;
3. hasil tulisannya original;
4. sifatnya faktual dengan mengungkapkan berbagai data yang diketahui oleh
pengarang;
5. isi atau uraian karangannya sesuai fakta yang diperoleh dari narasumber
atau objeknya, jadi tidak hanya hasil pemikiran si penulis;
6. isi artikel bisa berupa pemaparan mengenai biografi seorang tokoh,
peristiwa, kisah perjalanan seseorang, argumentasi, hasil riset, berita
terkini dan lainnya,
7. gagasan yang diangkat harus menyangkut kebutuhan para pembaca atau
khalayak umum.
Jenis-jenis artikel dapat dibedakan menjadi :
1. Narasi
Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Di dalam narasi
terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam
kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Narasi dapat
berisi fakta atau fiksi.
2. Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan
sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal
tersebut.
3. Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/
kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Di dalam
argumentasi, pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari
pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai
penyokong opini tersebut.
4. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat
sesuatu. Di dalam persuasi, pengarang mengharapkan adanya sikap
motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca
sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi


menjadi 5 poin penting berikut ini:
1. tentukan tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik
minat baca;
2. tetapkan tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis
deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat,
melainkan tersirat;
3. rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam
bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan
narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur
tulisan;
4. kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel,
5. buatlah kesimpulan. Kita bisa membuatnya dengan baik bila logika atau
alur artikel kita benar.

KESIMPULAN
Menulis merupakan kegiatan yang sangat penting. Contoh karya tulis yang
sering dijumpai adalah esai dan artikel. Budaya menulis harus diterapkan sejak
dini agar jika sudah besar mampu menulis dengan baik dan benar. Setiap tulisan
ada aturan tersendiri yang aturan satu dengan lainnya berbeda. Esai dan artikel
punya ciri-ciri masing-masing. Jenis esai dan artikel juga bermacam-macam. Oleh
karena itu, pelajarilah ciri-ciri esai dan artikel, jenis-jenisnya, dan mulailah
menulis esai dan artikel.

Daftar Pustaka
Kuncoro, Mudrajat. 2009. Mahir Menulis: Kiat Jitu menulis Artikel, Opini, Kolom
7 Resensi. Jakarta: Erlangga
Pujiono, Setyawan. 2013. TERAMPIL MENULIS: Cara Mudah dan Praktis
dalam Menulis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rahardi, Kunjana. 2012. Menulis Artikel Opini & Kolom di Media Massa.
Jakarta: Erlangga.
http://caramenulisbuku.com/cara-menulis-artikel/cara-menulis-artikel-yang-
baik.htm
http://www.orangbejo.com/2016/01/artikel-pengertian-ciri-ciri-beserta.htm
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/06/pengertian-artikel-dan-ciri-cirinya-
secara-umum.html
http://woocara.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-artikel-dan-ciri-ciri-
artikel.html