Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL TERAPI BERMAIN ANAK

USIA ANAK 8 – 15 DI RUANG ANAK RSUD A. DADI TJOKRODIPO

DISUSUN OLEH :
Rara Suci Ariyati 1914301077
Sila Restu Ria 1914301088
Sindi Artika 1914301065
Sinta Rizqiani 1914301082
Elva Nuri Sakinah 1914301055
Ayu Wandira 1914301101

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG


SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2020 / 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan ALLAH SWT, karena atas berkat rahmat
dan hidayahnya sehingga proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Proposal yang berjudul ”TERAPI BERMAIN ANAK USIA 8 – 15 BULAN” disusun untuk
memenuhi tugas mahasiswa dari mata kuliah Praktik Klinik Keperawatan Anak di Ruang Anak
RSUD A.DADI TJOKRODIPO.

Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran
yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan proposal ini dimasa
mendatang.Semoga proposal ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak dan dapat dijadikan
sebagai bahan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa, masyarakat dan pembaca.

Bandar Lampung, 22 Oktober 2021

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kepuasan.
Aktivitas bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, meskipun hal
tersebut tidak meghasilkan komoditas tertentu.
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara
optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis
kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal.
Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap perlu
dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak.

B. Tujuan Terapi Bermain


1. Tujuan Umum
Merangsang perkembangan sensorik, intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri,
moral, dan bermain dengan terapi.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas anak.
b. Meningkatkan keterampilan anak.
c. Mengidentifikasi anak terhadap keterampilan tertentu.
d. Memberikan kesenangan dan kepuasan anak.

C. Manfaat Terapi Bermain


1. Untuk anak-anak sebagai salah satu terapi pengobatan dan menghilangkan kejenuhan
terhadap suasana rumah sakit.
2. Sebagai sarana orang tua untuk mengetahui suasana hati anak saat bermain.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Terapi Bermain


Bermain adalah satu kegiatan menyenangkan bagi anak yang dilakukan setiap hari secara
sukarela untuk memperoleh kepuasan dan merupakan media yang baik bagi anak-anak untuk
belajar komunikasi, mengenal lingkungan, dan untuk meningkatkan kesejahteraan mental
dan sosial anak.
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara
optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis
kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal.
Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap perlu
dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak.

B. Fungsi Bermain
Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik, perkembangan
intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral dan bermain sebagai terapi.
1. Perkembangan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan
anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan pengobatan.
2. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap
segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.
3. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan
hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan hubungan sulit.
4. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri.
5. Perkembangan kesadaran diri, anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba
peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain.
6. Perkembangan moral, anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar
membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab
atas segala tindakan yang telah dilakukan. Bermain sebagai terapi, anak akan
mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya
bermain

C. Tujuan Bermain
1. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat di rumah
sakit.
2. Mengekspresikan perasaan, keinginan, dan fantasi serta ide-idenya.
3. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit,
pada saat sakit anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

D. Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Bermain


1. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak.
2. Jenis kelamin anak.
3. Lingkungan yang tidak mendukung.
4. Status kesehatan anak.
5. Tahap perkembangan.

E. Prinsip-Prinsip Dalam Aktivitas Bermain


1. Alat permainan.
2. Pengetahuan cara bermain.
3. Perlu energi ekstra.
4. Ruang untuk bermain.
5. Teman bermain.
6. Waktu yang cukup.

F. Klasifikasi Bermain
1. Berdasarkan isi permainan
a. Sosial Affective Play
Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang
menyenangkan antara anak dan orang lain. Misalnya, anak akan mendapatkan
kesenangan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang
tuanya atau orang lain..
b. Sense of Pleasure Play
Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang
pada anak. Misalnya, bermain dengan lilin dan origami.
c. Skill Play
Permainan ini meningkatkan keterampilan anak, khususnya motorik kasar
dan halus. Misalnya, anak akan terampil memegang benda-benda kecil, anak
akan terampil bermain sepeda.
d. Games atau Permainan
Jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan
perhitungan atau skor. Misalnya, bola kecil, puzzle.
e. Unoccupied Behaviour
Pada saat tertentu, anak sering terlihat mondar-mandir, tersenyum,
tertawa, memainkan kursi, meja atau apa yang ada di sekelilingnya. Jadi,
sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu, dan situasi atau obyek
yang ada di sekelilingnya yang digunakan sebagai alat permainan. Anak tampak
senang dan asik dengan situasi serta lingkungannya tersebut.
f. Dramatic Play
Dalam permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui
permainannya. Misalnya, anak memerankan sebagai ibu guru, ayahnya atau
ibunya.

2. Ditinjau dari karakter


a. Social anlooker play
Anak hanya akan mengamati temannya yang sedang bermain tanpa ada
inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan.
b. Solitary play
Pada pemainan ini anak tampak berada dalam kelompok permaian, tetapi
anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya yang berbeda
dengan teman yang lain, tidak ada kerja sama atau komunikasi dengan teman
sepermainannya.
c. Paralel play
Anak dapat menggunakan alat permainan yang sama, tetapi antara anak
satu dengan anak yang lain tidak terjadi kontak. Biasanya permainan ini
dilakukan pada usia toddler.
d. Associative play
Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak
yang lain tetapi tidak terorganisir, tidak ada pemimpin dan tujuan permainan
tidak jelas. Misalnya, bermain boneka atau masak-masakan.
e. Cooperative play
Aturan permainan dalam kelompok tampak lebih jelas pada permainan
jenis ini, juga tujuan dan pemimpin permainan. Misalnya, membuat karya seni
dengan origami dan bermain lilin mainan.
BAB III

PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN ANAK USIA 8 - 15 BULAN

A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Terapis memberi salam dan meningkatkan kontrak yang
telah disepakati
b. Terapis menjelaskan pokok bahasan yang akan
diberikan.
2. Kegiatan inti (30 menit)
a. Terapis menjelaskan tentang tatacara terapi bermain.
b. Mengajak anak untuk bermain.
c. Memfasilitasi anak untuk bermain.
3. Penutup (15 menit)
a. Mengevaluasi sasaran dengan cara bertanya apakah
mereka merasa senang dengan kegiatan ini.
b. Mengevaluasi sasaran dengan cara bertanya apakah
mereka merasa senang dengan kegiatan ini.

B. Tata Cara Bermain


1. Leader
Tugas :
a) Membuka acara, memperkenalkan nama-nama terapis.
b) Menjelaskan tujuan terapi bermain.
c) Menjelaskan aturan terapi permainan.
d) Memperkenalkan nama-nama anak yang ikut terapi bermain.

2. Co Leader
Tugas :
a) Membantu leader dalam mengorganisir kegiatan.
b) Menyampaikan jalannya kegiatan.
c) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader dan sebaliknya.

3. Observer
Tugas:
a) Mengamati, mengobservasi, dan melaporkan jalannya kegiatan serta perilaku yang
diharapkan.
b) Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama berlangsungnya kegiatan.

4. Fasilitator
Tugas :
a) Memfasilitasi kegiatan yang diharapkan.
b) Memotivasi peserta yang kurang aktif agar mengikuti kegiatan dengan
baik.
c) Sebagai role model selama kegiatan.

C. Permainan
1. Mencuci tangan
Mencuci tangan merupakan salah satu teknik yang paling mendasar untuk menghindari
masuknya kuman kedalam tubuh.
Cara Mencuci tangan :
a. Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir
b. Gunakan sabun dibagian telapak tangan yang telah basah
c. Digosok telapak tangan ke telapak tangan, sehingga menghasilkan busa secukupnya
selama 15 – 20 detik.
d. Gosok punggung dan sela- sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
e. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
f. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
g. Gosokan ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan
sebaliknya
h. Gosokan dengan memuntar ujung jari -jari kanan di telapak tangan kiri dan
sebaliknya
i. Gosokan pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan
sebaliknya
j. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
k. Keringkan dengan handuk sekali pakai/tissue sampai benar-benar kering
l. Gunakan handuk/tissue tersebut untuk menutup kran
2. Menampilkan video tentang cara mencuci tangan yang benar.
3. Mendongeng
4. Bercerita

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Hari, tanggal : Jumat, 22 Oktober 2021

Waktu : 09.00 WIB s/d selesai

Tempat : Ruang Anak RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung

E. Pengorganisasian

1. Leader : Rara Suci

2. Co. Leader : Sindi Artika

3. Observer : Ayu Wandira

4. Fasilitator : Sila Restu Ria


Elva Nuri Sakinah

5. Dokumentasi : Sinta Rizqiani


F. Sasaran

Anak usia 8 - 15 bulan sejumlah 7 orang anak

G. Media

1. Mencuci Tangan
2. Edukasi Video Mencuci
3. Buku Dongeng
4. Buku Cerita

H. Metode

Demonstrasi atau peragaan

I. Kriteria Hasil

1. Evaluasi Struktur
a. Peralatan untuk mencuci tangan seperti sabun, air bersih yang
mengalir, handuk dan tissue sudah tersedia.
b. Lingkungan yang cukup memadai untuk syarat mencuci tangan
c. Waktu pelaksanaan terapi bermain dimulai tepat waktu.
d. Jumlah terapis 10 orang.

2. Evaluasi Proses
a. Leader dapat memimpin jalannya permainan, dilakukan dengan
tertib dan teratur.
b. Co. Leader dapat membantu tugas Leader dengan baik.
c. Fasilitator dapat memfasilitasi dan memotivasi anak dalam
permainan.
d. 80 % anak dapat mengikuti permainan secara aktif dari awal sampai
akhir.

3. Evaluasi Hasil
a. 100 % anak merasa senang dan puas.
b. 75 % mampu mengikuti kegiatan yang dilakukan
c. 25 % anak dapat menyatakan perasaan senang
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bermain merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak,
karena bagi anak bermain sama saja bekerja bagi orang dewasa. Bermain pada anak
mempunyai fungsi yaitu untuk perkembangan sensorik, motorik, intelektual, sosial,
kreatifitas, kesadaran diri, moral sekaligus terapi anak saat sakit.

Tujuan bermain adalah melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal,


mengekspresikan dan mengalihkan keinginan fantasi. Dan idenya mengembangkan
kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah dan membantu anak untuk dapat
beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat di Rumah Sakit.

B. Saran

1. Terapi bermain dapat menjadi obat bagi anak-anak yang sakit. Jadi sebaiknya di RS juga
disediakan fasilitas bermain yang menunjang dan memberikan efek terapi bagi anak-anak
yang di rawat di rumah sakit.
2. Mensosialisasikan terapi bermain pada orang tua sehingga orang tua dapat menerapkan
terapi di rumah dan di rumah sakit.
NAMA PESERTA TERAPI BERMAIN

No Nama Peserta Umur