Anda di halaman 1dari 72

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,

KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

OPTIMALISASI KEPATUHAN PETUGAS DALAM MENGGUNAKAN


ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI INTENSIVE CARE UNIT RSUD
dr. LOEKMONO HADI KUDUS

Disusun oleh:
NAMA : dr. LUTFIANI ULFHA
NIP : 19920728 202012 2 003
NO.DAFTAR HADIR : 01
JABATAN : AHLI PERTAMA - DOKTER
SKPD : RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS

COACH : Dra. Nila Agustina, M.Pa


MENTOR : dr. MUSTIKO WIBOWO

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN 69


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

i
PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2021

ii
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,


KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

OPTIMALISASI KEPATUHAN PETUGAS DALAM MENGGUNAKAN ALAT


PELINDUNG DIRI (APD) DI INTENSIVE CARE UNIT
RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS

Nama Peserta : dr. Lutfiani Ulfha


NIP : 19920728 202012 2 003
Nomor Daftar Hadir : 01

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 14 Juli 2021
Tempat : Kabupaten Kudus

Kudus, 13 Juli 2021


Menyetujui,

Coach, Mentor,
Kepala Bidang Pelayanan Medis
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Dra. Nila Agustina, M. Pa dr. Mustiko Wibowo

iii
Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 19760817 199903 2 005 NIP. 19820915 200903 1 004

iv
HALAMAN PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,


KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

OPTIMALISASI KEPATUHAN PETUGAS DALAM MENGGUNAKAN ALAT


PELINDUNG DIRI (APD) DI INTENSIVE CARE UNIT
RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS

Nama Peserta : dr. Lutfiani Ulfha


NIP : 19920728 202012 2 003
Nomor Daftar Hadir : 01

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 14 Juli 2021
Tempat : Kabupaten Kudus

Kudus, 14 Juli 2021


Menyetujui,

Coach, Mentor,
Kepala Bidang Pelayanan Medis
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Dra. Nila Agustina, M. Pa dr. Mustiko Wibowo


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 19760817 199903 2 005 NIP. 19820915 200903 1 004

Penguji / Narasumber,

v
Widyaiswara Ahli Utama
NIP.

vi
PRAKATA

Penulis memanjatkan segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar,
Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI dengan judul “Optimalisasi Kepatuhan
Petugas Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di Intensive Care Unit
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus ”.
Penulisan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar, kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan 69 Tahun 2021 yang
diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan,
dan Pelatihan Kabupaten Kudus di titik lokasi SMP 1 Kudus sebagai bentuk
pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai dasar PNS yang diterapkan di
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Dalam menyelesaian Rancangan Aktualisasi dan Habitu asiNilai-nilai Dasar,
Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ini, penulis menyampaikan terima kasih
kepada:
1. Kedua orang tua atas do’a dan dukungan yang selalu menyertai dalam setiap
kegiatan
2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa
Tengah yang telah memberi arahan kepada kami
3. Bapak H. M. Hartopo, S.T., M.M., M.H. selaku Bupati Kudus beserta staf
jajarannya
4. Bapak dr. Abdul Aziz Achyar, M.Kes. selaku Direktur RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus
5. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPP)
Kabupaten Kudus beserta jajaran stafnya

vii
6. Bapak dr. Mustiko Wibowo selaku mentor dan Kepala Bidang Pelayanan
Medis RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus yang telah memberikan masukan,
inspirasi, dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan
dengan baik.
7. Dra. Nila Agustina, M. Pa selaku coach atas semua inspirasi,saran, dan
bimbingannya
8. ……selaku narasumber yang memberikan saran, masukan perbaikan untuk
penyempurnaan rancangan aktualisasi ini sehingga dapat diterapkan dengan
lebih baik.
9. Ibu dr. Listiana Dewi Sartika , Sp.An selaku Kepala Instalasi Intensive Care
Unit dr.Loekmono Hadi Kudus telah memberikan masukan sehingga
rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik.
10. Ibu Erni Handayani selaku Kepala Ruang Intensive Care Unit RSUD
dr.Loekmono Hadi Kudus telah memberikan saran sehingga rancangan
aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik.
11. Seluruh Widyaiswara dan Panitia yang telah memberikan ilmu, bimbingannya,
dukungan dan fasilitas selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan 69
12. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 69 atas
dukungannya.
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi dan habituasi ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh tentang
implementasi nilai-nilai dasar PNS “ANEKA” serta kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI yang meliputi manajemen aparatur sipil negara (ASN), pelayanan
publik, dan whole of government (WoG) dalam kehidupan sehari-hari di
lingkungan kerja dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
rancangan aktualisasi ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak
untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk
penyempurnaan rancangan aktualisasi ini.

viii
Kudus, 13 Juli 2021

Penulis

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................... iii
PRAKATA............................................................................................................... iv
DAFTAR ISI............................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL..................................................................................................... vii
DAFTAR DIAGRAM................................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................. ix
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA......................................... 1
A.Gambaran Umum Organisasi................................................................... 1
B.Tugas Peserta Latsar............................................................................... 10
C.Role Model............................................................................................... 12
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI & HABITUASI..............................................14
A.Identifikasi Isu...........................................................................................14
B.Analisis Isu................................................................................................20
C.Analisis Penyebab Isu..............................................................................23
D.Dampak BIla Isu Tidak Diselesaikan........................................................25
E.Gagasan Pemecahan Isu......................................................................... 25
F.Rancangan Aktualisasi dan Habituasi......................................................26
G.Jadwal Kegiatan.......................................................................................45
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................48
CURRICULUM VITAE............................................................................................ 49

x
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Identifikasi Isu Dikaitkan dengan Kedudukan dan Peran PNS
dalam NKRI............................................................................................14
Tabel 2.2 Data Tenaga Kesehatan Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus yang terpapar Covid19.......................................................17
Tabel 2.3 Tabel Penapisan Isu Dengan Metode APKL.........................................20
Tabel 2.4 Tabel Penetapan Isu Prioritas dengan Analisis USG............................22
Tabel 2.5 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Peserta Pelatihan Dasar
CPNS Tahun 2021.................................................................................27
Tabel 2.6 Jadwal Kegiatan.....................................................................................43

xi
DAFTAR DIAGRAM

Diagram1.1 Struktur Organisasi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus....................... 6


Diagram2.1 Hasil Analisis Penyebab Masalah dengan Fishbone Diagram...........24

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Foto Tampak Depan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.................... 1
Gambar 1.2 Denah RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.......................................... 4
Gambar 1.3 Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus............... 5
Gambar 1.4 Maklumat Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus................... 8
Gambar 2.1 Foto Jadwal Jaga Bulan April 2021................................................... 16
Gambar 2.2 Foto Petugas Tidak Menggunakan APD...........................................17
Gambar 2.3 Foto Lembar Indikasi Masuk Intensive Care Unit (ICU) Yang Belum
Ditandai..............................................................................................18
Gambar 2.4 Foto Daftar Antrian Pasien Yang Belum Bisa Masuk Intensive Care
Unit (ICU) Covid................................................................................ 19
Gambar 2.5 Foto CCTV di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus...................................................................... 19

xiii
BAB I. PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA

A. Gambaran Umum Organisasi


1. Dasar Hukum RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Gambar 1.1 Foto tampak depan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

RSUD dr. Loekmono Hadi adalah rumah sakit tipe B non pendidikan
milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus yang berada di Jalan dr.
Lukmono Hadi Nomor 19 di Kabupaten Kudus. Rumah sakit ini terletak di
tengah kota dan menjadi rumah sakit rujukan tingkat lanjutan di wilayah
Kabupaten Kudus. RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mendapat akreditasi
Paripurna melalui akreditasi KARS yang diselenggarakan pada tahun
2017.
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus diselenggarakan berasaskan
Pancasila didasarkan kepada nilai kemanusiaan, etika dan profesionalitas,
manfaat, keadilan, persamaan hak, anti diskriminasi, pemerataan,
perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi sosial.
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memiliki dasar hukum sebagai berikut:
a. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

1
b. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayan Publik
c. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
d. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
e. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
f. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga
Kesehatan
g. Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2001 Tentang Pedoman
Kelembagaan dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah
h. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
81 Tahun 1993 Tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan Umum
i. Peraturan Menteri Kesehatan RINomor 512 Tahun2007
TentangIjinPraktik Dokter
j. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1171 Tahun 2011 Tentang
Sistem Informasi Rumah Sakit
k. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 56 Tahun2014 Tentang
Perijinan dan Klasifikasi Rumah Sakit
l. Instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
826/Menkes/VII/1999 Tentang Pelaksanaan Pelayanan Prima Bidang
Kesehatan
m. Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 4 Tahun 2002 Tentang
Organisasi dan Tatakerja Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten
Kudus
n. Peraturan Bupati Kudus Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Standar
Pelayanan Minimal pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Kudus
o. Peraturan Bupati Kudus Nomor 71 Tahun 2020 Tentang
Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tuas dan Fungsi

2
serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi
Kabupaten Kudus Kelas B
p. Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Tarif Pelayanan
Kesehatan pada Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum
Daerah dr. Loekmono Hadi
q. Peraturan Bupati Kudus Nomor 25 tahun 2020 Tentang Perubahan
Atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Pola Tata
Kelola Badan Layanan Umum Daerah RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus

2. Tugas Pokok dan Fungsi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mempunyai tujuan sebagai berikut:


a. Tujuan umum yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kepada
masyarakat;
b. Tujuan khusus yaitu:

1) terselenggaranya pelayanan medis spesialistik yang lengkap dan


terjangkau masyarakat;
2) pelayanan rujukan spesialistik yang profesional;

3
3) pelayanan kesehatan yang tepat waktu, tepat sasaran, penuh
empati, memuaskan pasien, adanya penurunan angka kematian di
RSUD dan terwujudnya komitmen serta kesejahteraan semua
pegawai RSUD.

Dalam rangka mencapaitujuan tersebut, maka rumah sakit haruslah


mempunyai kedudukan, tugas pokok, dan fungsi organisasi yang jelas,
sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 3 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten
Kudus.Tugas pokok RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus adalah
menyelenggarakan pelayanan di bidang kesehatan.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Rumah Sakit Umum Daerah dr.
Loekmono Hadi  Kudus  menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang pelayanan kesehatan;
b. Pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah
di bidang pelayanan kesehatan;
c. Pelaksanaan tugas di bidang pelayanan dan penunjang medik,
keperawatan dan penunjang non medik, umum, keuangan,
pengembangan dan informasi kesehatan;
d. Pelaksanaan kesekretariatan rumah sakit;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya.

3. Fasilitas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

4
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus terletak di wilayah dengan tingkat
lalu lintas yang tinggi dan berada di tengah kota yang padat penduduknya
sehingga Rumah Sakit Umum dr. Loekmono Hadi Kudus mempunyai
aksesibilitas yang tinggi dan mudah dijangkau.

Gambar 1.2 Denah RSUD dr. Loekmono Hadi kudus

Rumah Sakit Umum dr. Loekmono Hadi Kudus mempunyai fasilitas-


fasilitas yang mendukung antara lain:
a. Fasilitas Tempat Tidur RSUD dr.Loekmono Hadi Kabupaten Kudus
mempunyai tempat tidur sebanyak 425 TT.
b. Lingkup Pelayanan
Lingkup pelayanan yang ada di RSUD dr. Loekmono Hadi meliputi
pelayanan sebagai berikut:
1) Pelayanan Medis
a) Dokter Umum
b) Dokter Gigi
c) Medical Check Up(MCU)
d) Klinik Psikologi

5
e) Klinik Gizi
f) Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT)
g) Hemodialisis
h) Unit stroke
i) High Care Unit (HCU)
2) Pelayanan Poliklinik Spesialis
a) Anak
b) Bedah
c) Kebidanan dan Kandungan
d) Penyakit Dalam
e) Syaraf
f) THT
g) Mata
h) Paru
i) Kulit dan kelamin
j) Orthopedi
k) Rehabilitasi medik
l) Urologi
m) Jiwa
n) Orthodonti
o) Kardiologi atau penyakit jantung dan pembuluh darah
p) Geriatri
3) Pelayanan Poliklinik Sub Spesialis: Spesialis Penyakit Dalam
Konsulen Kardiovaskular (Sp.PD – KKV)
4) Pelayanan 24 Jam
a) Instalasi Gawat Darurat (IGD)
b) Radiologi
c) Laboratorium
d) Farmasi

6
Gambar 1.3 Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

c. Layanan Unggulan RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus


Layanan unggulan yang ada di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
yaitu:
1) Pelayanan Tuberculosis Multi Drug Resistence(TB MDR)
2) Care, Love, and Be Healthy (CLBK) Unit Hemodialisis
3) Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) K-119
4) Medical Check Up
5) Pelayanan Jiwa: Strategi Menurunkan Angka Readmisi Pasien
Psikiatri (SEMAR PATRI)
6) Klinik Jantung
7) Rehabilitasi Medik
8) Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Emergensi Komprehesif
(PONEK) 24 jam
9) Unit Stroke danHigh Care Unit (HCU)

4. Struktur Organisasi RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus


Diagram1.1 Struktur Organisasi RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus

7
Posisi peserta
pelatihan dasar
sebagai dokter
umum di instalasi
Intensive Care
Unit

Struktur Organisasi dalam masa jabatan per 26 April 2021 yaitu:


1. Direktur : dr. Abdul Aziz Achyar, M.Kes.
2. Wakil Direktur Umum & : Sugiarto, S.K.M., M.Kes.
Keuangan
3. Wakil Direktur Pelayanan : dr. Budi Susanto P., Sp.RM.
4. Kepala Bagian Keuangan : Dra. Jayati
5. Kepala Bagian Tata Usaha : Any Willianti, S.K.M.
6. Kepala Bidang Pelayanan : dr. Mustiko Wibowo
7. Kepala Bidang : Edi Susanto, S.Kep., Ners.
Keperawatan
8. Kepala Bidang Penunjang : Jukisno, S.K.M, M.M.

Jumlah tenaga yang ada di RSUD dr Loekmono Hadi sampai dengan


Tahun 2020 sebanyak 968 orang.

8
5. Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Budaya Kerja Organisasi
 Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Budaya Kerja Organisasi RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus

a. Visi

Visi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yaitu “Rumah Sakit Pilihan
Utama Masyarakat”.

b. Misi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus antara lain:

1) Terwujudnya pelayanan kesehatan secara tepat waktu dan akurat;


2) Terselenggaranya pelayanan berkeadilan;
3) Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan;
4) Terwujudnya tingkat kepuasan pelayanan; dan
5) Tersedianya sumber daya secara berkelanjutan

c. Nilai-nilai Organisasi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

9
1) Pelayanan yang diberikan merupakan hasil karya tim kerja dengan
mengutamakan kepentingan pelanggan keselamatan pasien;
2) Memberikan pelayanan dengan optimal, profesional, dan saling
mendukung secara proporsional;
3) Melayani pelanggan dengan tidak membedakan suku, agama,
pangkat, jabatan dan status serta kepartaian politik tertentu dan
selalu menjaga nama baik institusi.

d. Falsafah

Falsafah RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus adalah “Disiplin, Jujur, dan
Optimis adalah etos kerjaku”.

e. Motto

Motto RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus adalah “SEHAT BERSAMA


KAMI”

10
f. Kebijakan Mutu

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mempunyai kebijakan mutu sebagai


berikut :
1) Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan melakukan
peningkatan terus menerus;
2) Memberikan pelayanan ramah, cepat, akurat, dan kemudahan
mendapatkan informasi;
3) Menerapkan Sistem Manajemen MUTU ISO 9001 : 2008 secara
efektif dan efisien.

g. Maklumat Pelayanan

Maklumat pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus adalah sebagai


berikut:

11
Gambar 1.4 Maklumat Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

 Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Budaya Kerja Organisasi Kabupaten


Kudus
a. Visi
Kudus bangkit menuju Kabupaten modern, religius, cerdas, dan
sejahtera

b. Misi
- Mewujudkan masyarakat Kudus yang berkualitas, kreatif, inovatif
dengan memanfaatkan teknologi dan multimedia
- Mewujudkan pemerintahan yang semakin handal untuk
peningkatan pelayanan public
- Mewujudkan kehidupan yang toleran dan kondusif

12
- Memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis keunggulan local
dan membangun iklim usaha yang berdaya saing

c. Nilai-nilai Organisasi Kabupaten Kudus


Berdasarkan Peraturan Bupati No. 62 Tahun 2019 tentang
Penerapan Budaya Kerja bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Kudus, ada 4 Nilai – nilai Budaya kerja yang
harus diterapkan di lingkungan Kabupaten Kudus. Keempat nilai
budaya kerja ini biasa disingkat “KREATIF”, terdiri dari :
1. Komunikatif : Perilaku penting yang mendukung nilai budaya kerja
ini adalah perilaku yang mampu menyerap, memahami,
mengolah/menganalisa dan menyampaikan informasi serta mampu
berhubungan dan bekerjasama dalam pelaksanaan pekerjaan
2. Religius : Perilaku penting yang mendukung nilai budaya kerja ini
adalah perilaku yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai
perintah agama yang dianut dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran
dan toleran terhadap agama lain
3. Akuntabel : Perilaku penting yang mendukung budaya kerja ini
adalah perilaku yang mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan,
dan tanggung jawab yang berpedoman pada peraturan perundang-
undangan
4. Inovatif : Perilaku penting yang mendukung nilai budaya kerja ini
adalah perilaku yang mampu berkreatifitas yang produktif untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat

13
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat

1. Tugas Pokok Aparatur Sipil Negara

Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara


Pasal 11 menjelaskan bahwa tugas aparatur sipil negara antara lain
sebagai berikut:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia

2. Tugas Jabatan Peserta

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 Tahun 2013


Tentang Jabatan Fungsional Umum di Kementerian Kesehatan, uraian

14
tugas jabatan peserta diklat, dalam hal ini sebagai dokter, adalah sebagai
berikut:
a. Melaksanakan pelayanan medis rawat jalan
b. Melaksanakan pelayanan medis rawat inap
c. Melaksanakan pelayanan kegawatdaruratan medis
d. Melaksanakan pelayanan gizi dan KIA
e. Menganalisis data dan hasil pemeriksaan pasien sesuai dengan
pedoman kerja untuk menyusun catatan medis pasien
f. Menyusun draft visum et repertum
g. Melaksanakan tugas jaga
h. Menyusun Draft laporan pelaksanaan tugas
i. Menyusun Laporan pelaksanaan tugas
j. Menyusun laporan lain-lain.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara


Nomor 139 Tahun 2003 tentang Jabatan Fugsional Dokter dan Angka
Kreditnya, rincian kegiatan atau sasaran kinerja pegawai (SKP) peserta
sebagai dokter sesuai jenjang jabatan dokter pertama yaitu:
a. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama
b. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh dokter umum

15
c. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh dokter umum
d. Melakukan tindakan darurat medik tingkat sederhana
e. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap
f. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
g. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu
h. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
i. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak
j. Melakukan pelayanan keluarga berencana
k. Melakukan pelayanan imunisasi
l. Melakukan pelayanan gizi
m. Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan epidemiologi penyakit
n. Melakukan penyuluhan medik
o. Membuat catatan medik rawat inap
p. Membuat catatan medik rawat jalan
q. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar
r. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
s. Menguji kesehatan individu
t. Menjadi Tim Penguji Kesehatan
u. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
v. Menjadi saksi ahli
w. Melakukan tugas jaga panggilan / on call
x. Melakukan tugas jaga di tempat / rumah sakit
y. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien
z. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat
sederhana.

16
C. Role Model
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu suatu yang patut ditiru atau baik
untuk di contoh seperti teladan, kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya.

Gambar 1.5 Foto dr. ABDUL AZIZ ACHYAR, M.Kes sebagai Role Model

Nama : dr. ABDUL AZIZ ACHYAR, M.Kes


Jabatan : Direktur RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS

17
Role model bagi penulis adalah Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus yaitu dr. ABDUL AZIZ ACHYAR, M.Kes. Beliau adalah seorang atasan
yang dapat menjadi panutan, inspirasi, dan teladan yang baik bagi penulis.
Selama penulis bekerja di RSUD, beliau adalah sosok yang open minded,
berwawasan luas dan selalu membimbing dalam hal apapun (utamanya
dalam bidang profesi). Beliau sangat berwibawa tanpa membuat batas antara
pimpinan dan yang dipimpin. Beliau hingga saat ini masih aktif berkarya dan
berjasa bagi NKRI sebagai cerminan jiwa nasionalisme beliau dalam bidang
kesehatan dan sebagai pemimpin rumah sakit.
Prinsip-prinsip Pelayanan Publik yang beliau terapkan seperti
sederhana, tanggung jawab, tegas, sikap kepemimpinan, jujur, kerja keras,
kedisiplinan dan inovatif mencerminkan nilai akuntabilitas dalam
menjalankan peran sebagai PNS patut dijadikan role model untuk menjadi
PNS berkarakter. Beliau selalu menanamkan mengenai pentingnya nilai etika
publik dan attitude dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Beliau juga berusaha memberikan kelengkapan sarana prasarana,
keamanan, kemudahan akses serta kenyamanan yang ada di rumah sakit
untuk melayani masyarakat. Saya berkomitmen menjadi ASN seperti beliau
dalam bertugas dengan menerapkan nilai anti korupsi seperti tanggung
jawab, transparansi, jujur, dan tegas serta menjaga komitmen mutu dengan
memberikan pelayanan kesehatan prima yang efektif dan efisien kepada
masyarakat.

18
BAB II. RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Identifikasi Isu
Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai – nilai Dasar, Kedudukan dan
Peran PNS dalam NKRI ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu
yang ditemukan peserta diklat dalam melaksanakan tugas sebagai dokter
umum di instansi tempat bekerja, yaitu di RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus
bagian Intensive Care Unit (ICU) . Identifikasi isu tersebut sebagai penerapan
kemampuan berpikir kritis dengan mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu
kritikal yang dapat menjadi pemicu munculnya perubahan lingkungan strategis
dan secara umum berdampak terhadap kinerja birokrasi, dan secara khusus
berdampak pada pelaksanaan tugas jabatan sebagai PNS pelayan
masyarakat, dalam hal ini sebagai dokter di Intensive Care Unit.
Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun
organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan aktualisasi ini bersumber
dari aspek-aspek kedudukan dan peran PNS dalam NKRI sebagai berikut:
1. Manajemen ASN,
2. Pelayanan publik, dan
3. Whole of government (WoG).

Telah dipetakan beberapa isu yang diidentifikasi di Intensive Care Unit


RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus serta dikaitkan dengan kedudukan dan
peran PNS dalam NKRI pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Identifikasi Isu Dikaitkan dengan Kedudukan dan Peran PNS
dalam NKRI

Kondisi yang
No Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1 Belum terpenuhinya Kurang tersedianya sumber Bertambahnya

19
Kondisi yang
No Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
jumlah tenaga medis daya manusia berupa tenaga tenaga medis di
secara optimal di ruang kesehatan yang ditempatkan ruang Intensive Care
Intensive Care Unit secara khusus di ruang Unit Covid RSUD dr.
Covid RSUD dr. Intensive Care Unit Covid Loekmono Hadi
Loekmono Hadi Kudus. RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Kudus . Hal tersebut .
Sumber isu : Whole of berdampak pelayanan
Goverment , Pelayanan terhadap pasien belum bisa
Publik dilakukan secara maksimal
2 Belum optimalnya Tenaga kesehatan memiliki Optimalnya
kepatuhan petugas resiko lebih besar untuk kepatuhan petugas
dalam menggunakan Alat terpapar Covid19 karena dalam menggunakan
Pelindung Diri (APD) di selalu berinteraksi dengan Alat Pelindung Diri
ruang Intensive Care pasien . Masih ada beberapa (APD) sehingga
Unit RSUD dr. Loekmono petugas yang belum optimal resiko tenaga
Hadi Kudus. menggunakan Alat Pelindung kesehatan terpapar
Diri (APD) sehingga resiko Covid19 menurun.
Sumber isu : terpapar lebih besar.
Manajemen ASN,
Pelayanan Publik,
Whole of Government
3 Belum optimalnya Masih adanya dokter yang Seluruh dokter aktif
implementasi, indikasi , belum menerapkan SOP dan disiplin dalam
prioritas pasien yang indikasi dan prioritas pasien menerapkan SOP
memerlukan perawatan masuk Intensive Care Unit indikasi dan prioritas
di Intensive Care Unit (ICU) sehingga dapat pasien masuk
(ICU) RSUD dr. merugikan pasien. Intensive Care Unit
Loekmono Hadi Kudus. (ICU) RSUD dr.
Loekmono Hadi
Sumber isu : Kudus.
Manajemen ASN,
Pelayanan Publik ,
Whole of Government
4 Kurangnya bed untuk Peningkatan jumlah pasien Penambahan Bed
pasien rawat inap Covid19 di kota Kudus dan Intensive Care Unit
Intensive Care Unit terbatasnya bed rawat inap (ICU) Covid sehingga
(ICU) Covid RSUD dr. Intensive Care Unit (ICU) tidak ada antrian dan
Loekmono Hadi Kudus Covid menyebabkan ruang penumpukan pasien
ICU Covid penuh dan pasien untuk mendapatkan
Sumber isu : Pelayanan terpaksa mengantri untuk penanganan dan
Publik, Whole of mendapatkan penanganan perawatan
Government dan perawatan selanjutnya di selanjutnya di
Intensive Care Unit (ICU) Intensive Care Unit
Covid RSUD dr. Loekmono (ICU) Covid RSUD
Hadi Kudus. dr. Loekmono Hadi
Kudus.

20
Kondisi yang
No Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
5 Kurang optimalnya Hal ini disebabkan oleh Pelaksanaan
monitoring / penempatan ruang Intensive observasi pasien
pengawasan keadaan Care Unit (ICU) Covid yang yang berada di
pasien di ruang kurang proporsional dan ruang ruang
Intensive Care Unit tidak tersedianya sumber Intensive Care Unit
(ICU) Covid RSUD dr. daya manusia berupa tenaga (ICU) Covid bisa
Loekmono Hadi Kudus kesehatan yang ditempatkan berjalan optimal.
secara khusus di ruang
Sumber isu : tersebut. Dengan demikian,
Manajemen ASN, observasi dilakukan dengan
Pelayanan Publik, memantau kondisi pasien
Whole of Goverment melalui kaca monitor dan
CCTV dari dalam ruang
perawat. Hal tersebut
berdampak observasi pasien
terkadang terlewat dan
belum bisa dilakukan secara
maksimal.

Data dukung masing-masing isu adalah sebagai berikut.


1. Belum terpenuhinya jumlah tenaga medis secara optimal di ruang
Intensive Care Unit Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
a. Foto jadwal jaga bulan April 2021

Gambar 2.1 Foto Jadwal Jaga Bulan April 2021

21
2. Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus
a. Foto petugas tidak menggunakan APD

Gambar 2.2 Foto Petugas Tidak Menggunakan APD

b. Data dokter dan perawat Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus yang terpapar Covid19 Januari 2020 - Juni
2021

Tabel 2.2 Tabel Data Tenaga Kesehatan Intensive Care Unit


(ICU) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang terpapar Covid19

NO NAMA JABATAN BULAN TERPAPAR


1. dr. AK Dokter Mei 2021
2. dr. S Dokter Mei 2021

22
3. dr. A Dokter Juni 2021
4. Ns. J Perawat Juni 2021
5. Ns. NF Perawat Juni 2021
6. Ns. FH Perawat Mei 2021
7. Ns. F Perawat Juni 2021

3. Belum optimalnya implementasi, indikasi , prioritas pasien yang


memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus
a. Foto lembar indikasi masuk Intensive Care Unit (ICU) yang belum
ditandai

Gambar 2.3 Foto Lembar Indikasi Masuk Intensive Care Unit (ICU)
Yang Belum Ditandai

4. Kurangnya bed untuk pasien rawat inap Intensive Care Unit (ICU) Covid
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

23
a. Foto daftar antrian pasien yang belum bisa masuk Intensive Care Unit
(ICU) Covid pada tanggal 21 Juni 2021

Gambar 2.4 Foto Daftar Antrian Pasien Yang Belum Bisa Masuk
Intensive Care Unit (ICU) Covid

5. Kurang optimalnya monitoring / pengawasan keadaan pasien di ruang


Intensive Care Unit (ICU) Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
a. Foto CCTV di ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus

24
Gambar 2.5 Foto CCTV di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

B. Analisis Isu
1. Penapisan Isu Menggunakan Metode APKL
Dari 5 (lima) isu yang telah disampaikan di atas, dilakukan penapisan
isu dengan metode Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan
(APKL). Berikut ini definisi dari skor APKL:
 Aktual: isu tersebut benar – benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan;
 Problematik: isu tersebut memiliki dimensi masalah yang kompleks,
sehingga perlu dicarikan solusinya secara komperehensif;
 Kekhalayakan: isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak;
 Kelayakan: isu tersebut masuk akal, realisitis, relevan, dan dapat
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Penilaian APKL dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan
intepretasi skor 5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang, 2=kecil, 1=sangat
kecil.
Berikut ini 5 (lima) isu yang diidentifikasi di Intensive Care Unit RSUD
dr. Loekmono Hadi Kudus yang kemudian dilakukan penapisan
menggunakan metode APKL seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.3 Tabel Penapisan Isu dengan Metode APKL

25
Kriteria
Total
No Isu dan Sumber Isu (skor) Peringkat
APKL
A P K L
1. Belum terpenuhinya jumlah tenaga
medis secara optimal di ruang
Intensive Care Unit Covid RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus. 5 5 5 4 19 II

Sumber isu : Whole of Goverment ,


Pelayanan Publik
2. Belum optimalnya kepatuhan
petugas dalam menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD) di ruang
Intensive Care Unit RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus. 5 5 5 5 20 I

Sumber isu : Manajemen ASN,


Pelayanan Publik, Whole of
Government
3. Belum optimalnya implementasi,
indikasi , prioritas pasien yang
memerlukan perawatan di
Intensive Care Unit (ICU) RSUD
dr. Loekmono Hadi Kudus. 5 3 4 4 16 V

Sumber isu : Manajemen ASN,


Pelayanan Publik , Whole of
Government
4. Kurangnya bed untuk pasien rawat
inap Intensive Care Unit (ICU)
Covid RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus 5 4 4 4 17 IV

Sumber isu : Pelayanan Publik,


Whole of Government
5. Kurang optimalnya monitoring /
pengawasan keadaan pasien di
ruang Intensive Care Unit (ICU)
Covid RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus 5 5 4 4 18 III

Sumber isu : Manajemen ASN,


Pelayanan Publik, Whole of
Government

Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan metode APKL, didapatkan


3 (tiga) isu dengan peringkat tertinggi yaitu: isu pertama – Belum optimalnya

26
kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang
Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, isu kedua – Belum
terpenuhinya jumlah tenaga medis secara optimal di ruang Intensive Care
Unit Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus , dan isu ketiga – Kurang
optimalnya monitoring / pengawasan keadaan pasien di ruang Intensive Care
Unit (ICU) Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

2. Penetapan Isu Prioritas Menggunakan Analisis USG


Selain itu, penulis juga menggunakan alat bantu penetapan kualitas
isu dengan menggunakan kriteria USG. Berikut ini definisi dari kriteria
USG:
 Urgency: seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis,
dan ditindak lanjuti;
 Seriousness: seberapa serius suatu isu harus dibahas terkait akibat
yang akan ditimbulkan;
 Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani segera.
Penilaian untuk kriteria USG dilakukan dengan menggunakan skala
Likert dengan intepretasi skor 5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang,
2=kecil, 1=sangat kecil.
Dari 5 (lima) isu strategis di Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus yang telah dianalisis melalui metode penapisan isu APK,
didapatkan 3(tiga) isu dengan peringkat tertinggi yang selanjutnya
dianalisis dengan kriteria USG untuk menetapkan isu prioritas yang perlu
untuk diselesaikan. Adapan penetapan isu prioritas menggunakan analisis
USG dijelaskan pada tabel di bawah ini:

27
Tabel 2.4 Tabel Penetapan Isu Prioritas Menggunakan Analisis USG

Kriteria
Isu dan Total
No. (skor) Peringkat
Sumber Isu USG
U S G
1. Belum optimalnya kepatuhan petugas
dalam menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD
dr. Loekmono Hadi Kudus. 5 5 4 14 I

Sumber isu : Manajemen ASN, Pelayanan


Publik, Whole of Government
2. Belum terpenuhinya jumlah tenaga medis
secara optimal di ruang Intensive Care Unit
Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
5 4 4 13 II
Sumber isu : Whole of Goverment ,
Pelayanan Publik
3. Kurang optimalnya monitoring /
pengawasan keadaan pasien di ruang
Intensive Care Unit (ICU) Covid RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus 5 4 3 11 III

Sumber isu : Manajemen ASN, Pelayanan


Publik, Whole of Government

Dari hasil analisis isu melalui kriteria USG, diperoleh satu isu prioritas
yang perlu diselesaikan, yaitu Belum optimalnya kepatuhan petugas
dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care
Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus . Sumber isu berasal dari
Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government.

C. Analisis Penyebab
Dari hasil analisis isu melalui metode APKL dan USG maka isu prioritas
yang perlu diselesaikan adalah belum optimalnya kepatuhan petugas dalam
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD
dr. Loekmono Hadi Kudus. Akar penyebab masalah dari isu prioritas tersebut

28
selanjutnya didiagnosis menggunakan diagram sirip ikan /fishbone diagram.
Fishbone diagram merupakan alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi,
dan menggambarkan secara detail semua penyebab masalah. Kategori
penyebab utama dari isuyang diidentifikasi meliputi man (sumber daya
manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan).
Adapaun hasil analisis penyebab isu prioritas menggunakan fishbone
diagram adalah sebagai berikut:

29
MAN MATERIAL

Petugas abai Kurangnya media


menggunakan informasi
APD penggunaan APD
Kurangnya
Tidak adanya form
pemahaman
checklist
pemakaian
penggunaan APD
APD Belum
Kurang optimalnya optimalnya
motivasi dalam Keterbatasan APD kepatuhan
mematuhi protokol steril yang petugas
kesehatan digunakan dalam
menggunak
Kurangnya an Alat
Kurang maksimalnya
pengawasan Pelindung
dukungan dari petugas
penggunaan Diri (APD) di
dalam penggunaan
APD Ruang
APD
Intensive
Kurangnya Care Unit
sosialisasi Kurang
penggunaan optimalnya ruang
APD ganti pemakaian
dan pelepasan
APD
METHOD MILEU

Diagram 2.1 Hasil Analisis Penyebab Masalah dengan Fishbone Diagram

Setelah dilakukan analisis penyebab terhadap isu prioritas belum


optimalnya kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dengan
menggunakan fishbone diagram, diperoleh penyebab-penyebab prioritas yang
perlu diselesaikan melalui gagasan kegiatan, yaitu sebagai berikut:

1. Man : Petugas abai dalam menggunakan APD


2. Material : Tidak ada form check list penggunaan APD

30
3. Method : Kurangnya sosialisasi penggunaan APD
4. Milieu : Kurang maksimalnya dukungan dari petugas dalam penggunaan
APD

D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan


Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus dapat meningkatkan resiko terpapar Covid19 pada tenaga kesehatan.
Peningkatan kasus berisiko meningkatkan fatalitas kasus dan mutasi virus
SARS COV-2. Hal ini juga bisa berdampak pada peningkatan beban fasilitas
kesehatan yang menyebabkan terhambatnya penanganan pasien yang
berujung pada peningkatan tenaga kesehatan yang terkena Covid-19.

E. Gagasan Pemecahan Isu


Berdasarkan uraian mengenai isu prioritas belum optimalnya kepatuhan
petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care
Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus di atas, maka judul gagasan pemecahan isu
adalah “Optimalisasi kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri
(APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus” yang
dilaksanakan melalui 5 (lima) kegiatan sebagai berikut:
1. Menelaah dengan pimpinan terkait rencana kegiatan (Sumber : Tugas
Pokok)
2. Menyusun rencana / jadwal kegiatan sosialiasi penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
(Sumber : Tugas Pokok)
3. Membuat poster penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive
Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus (Sumber :inovasi)
4. Membuat form check list penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (Sumber :
Inovasi)

31
5. Melakukan sosialisasi dan peragaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
serta mengisi form check list di ruang Intensive Care Unit RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus (Sumber : Perintah Atasan )

32
F. Rancangan Aktualisasi Habituasi
Unit Kerja : RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Identifikasi Isu : 1. Belum terpenuhinya jumlah tenaga medis secara optimal untuk Ruang Intensive Care Unit Covid
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
2. Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di Ruang
Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
3. Belum optimalnya implementasi, indikasi , prioritas pasien yang memerlukan perawatan di
Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
4. Kurangnya bed untuk pasien rawat inap Intensive Care Unit (ICU) Covid RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus
5. Kurang optimalnya monitoring / pengawasan keadaan pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU)
Covid RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Isu yang Diangkat : Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di Ruang
Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Penyebab prioritas : 1. Man : Petugas abai dalam menggunakan APD
2. Material : Tidak ada form check list penggunaan APD
3. Method : Kurangnya sosialisasi penggunaan APD
4. Milieu : Kurang maksimalnya dukungan dari petugas dalam penggunaan APD

33
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang
Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Gagasan pemecahan isu tersebut selanjutnya akan dilaksanakan melalui 5 (lima) kegiatan, yaitu:
1. Menelaah dengan pimpinan terkait rencana kegiatan
2. Menyusun rencana / jadwal kegiatan sosialiasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang
Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
3. Membuat poster penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang Intensive Care Unit RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus
4. Membuat form check list penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
5. Melakukan sosialisasi dan peragaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta mengisi form
check list di ruang Intensive Care Unit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Tabel 2.5 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2021

34
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Menelaah dengan Output kegiatan : Kegiatan Kegiatan
pimpinan terkait Adanya rencana menelaah dengan menelaah
rencana kegiatan kegiatan yang pimpinan terkait dengan
(Sumber : Tugas disetujui oleh rencana kegiatan pimpinan terkait
Pokok) pimpinan memberikan rencana
a. Konsultasi Terlaksananya  Nasionalisme : Konsultasi kontribusi pada kegiatan dapat
dengan konsultasi mengenai dengan musyawarah kepada visi Kabupaten menguatkan nilai
pimpinan pelaksanaan pimpinan terkait kegiatan Kudus yaitu organisasi yaitu
tentang implementasi edukasi dan sosialisasi (sila “Kudus Bangkit komunikatif dan
gagasan gagasan ke-4) Menuju akuntabel
kegiatan Kabupaten
 Etika publik : Modern, Religius,
Diwujudkan dalam konsultasi Cerdas dan
pimpinan atasan dengan Sejahtera”. Dan
santun dan penuh semangat mendukung
pencapaian misi
b. Menyampaikan Pimpinan mengerti  Akuntabilitas : Kabupaten
rencana rencana kegiatan Menyampaikan rencana Kudus, terutama
kegiatan yang akan dilakukan kegiatan hingga selesai yang misi ke 2 yaitu
mencerminkan nilai tanggung “Mewujudkan
jawab Pemerintahan
yang Semakin
c. Meminta Persetujuan  Komitmen Mutu Handal untuk
dukungan pimpinan atas Menerima masukan pimpinan Peningkatan

35
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
pimpinan dan pelaksanaan mencatat hal-hal penting, Pelayanan Publik"
mencatat kegiatan) melaksanakan kegiatan
semua secara efektif dan tidak
pengarahan mengganggu pelayanan
pimpinan
 Etika publik :
Diwujudkan dalam meminta
dukungan pimpinan dengan
hormat , santun, dan penuh
semangat

d. Dokumentasi Foto atau video  Anti Korupsi:


kegiatan kegiatan Diwujudkan dengan jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
mendokumentasikan setiap
kegiatan yang dilakukan

Kedudukan dan Peran PNS


dalam NKRI:
Pelayanan publik:
 Menelaah dengan pimpinan
terkait rencana kegiatan
merupakan salah satu upaya

36
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
partisipasi dalam peningkatan
pelayanan publik

Manajemen ASN:
 Menelaah rencana kegiatan
merupakan salah satu bentuk
profesionalisme bersama
pimpinan dimana melakukan
suatu kegiatan sesuai
petunjuk dan arahannya

Whole of government:
 Melakukan konsultasi dengan
pimpinan merupakan bentuk
koordinasi yang melibatkan
pimpinan merupakan
implementasi dari WOG

2 Menyusun Output kegiatan : Kegiatan Kegiatan


rencana / jadwal Adanya jadwal menyusun menyusun
kegiatan sosialiasi kegiatan sosialisasi rencana / jadwal rencana / jadwal
penggunaan Alat Alat Pelindung Diri kegiatan sosialiasi kegiatan
Pelindung Diri (APD) di ruang penggunaan Alat sosialiasi
(APD) di ruang Intensive Care Unit Pelindung Diri penggunaan Alat

37
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
Intensive Care RSUD dr. Loekmono (APD) di ruang Pelindung Diri
Unit RSUD dr. Hadi Kudus Intensive Care (APD) di ruang
Loekmono Hadi a.Membuat Konsep kegiatan  Akuntabilitas : Unit RSUD dr. Intensive Care
Kudus konsep kegiatan sosialisasi Menyusun konsep kegiatan Loekmono Hadi Unit RSUD dr.
(Sumber : Tugas sosialisasi penggunaan Alat sosialisai hingga selesai yang Kudus Loekmono Hadi
Pokok) penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) mencerminkan nilai tanggung memberikan Kudus dapat
Pelindung Diri telah tersusun jawab kontribusi pada menguatkan nilai
(APD)  Komitmen Mutu: visi Kabupaten organisasi yaitu
Diwujudkan dengan Kudus yaitu akuntabel dan
pembuatan kegiatan “Kudus Bangkit inovatif
sosialisasi secara inovatif, Menuju
efektif dan efisien serta tidak Kabupaten
mengganggu pelayanan Modern, Religius,
b.Melakukan Persetujuan Kepala  Nasionalisme : Konsultasi Cerdas dan
koordinasi ruang ICU tentang dengan musyawarah kepada Sejahtera”. Dan
dengan Kepala kegiatan sosialisasi kepala ruang terkait kegiatan mendukung
ruang ICU (sila ke-4) pencapaian misi
tentang kegiatan Kabupaten
sosialisasi  Etika publik : Kudus, terutama
Diwujudkan dalam konsultasi misi ke 2 yaitu
kepada kepala ruang dengan “Mewujudkan
santun dan penuh semangat Pemerintahan
yang Semakin

38
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
c. Menentukan Adanya jadwal dan  Nasionalisme : Konsultasi Handal untuk
tanggal dan tempat kegiatan dengan musyawarah kepada Peningkatan
tempat kegiatan sosialisasi kepala ruang terkait jadwal Pelayanan Publik"
sosialisasi kegiatan (sila ke-4)

 Etika publik :
Diwujudkan dalam konsultasi
kepada kepala ruang dengan
santun dan penuh semangat
a. Dokumentasi Foto atau video  Anti Korupsi:
kegiatan kegiatan Diwujudkan dengan jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
mendokumentasikan setiap
kegiatan yang dilakukan

Kedudukan dan Peran PNS


dalam NKRI:
Pelayanan publik:
 Menyusun kegiatan rencana
sosialisasi secara efektif dan
efisien merupakan salah satu
upaya partisipasi dalam
peningkatan pelayanan publik

39
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7

Manajemen ASN:
 Menyusun rencana kegiatan
merupakan salah satu bentuk
profesionalisme bersama
kepala ruang dimana
melakukan suatu kegiatan
sesuai petunjuk dan
arahannya
 Tetap memperhatikan sikap
hormat, sopan, dengan tetap
memperhatikan kode etik
dalam melakukan koordinasi
kegiatan sosialisasi

Whole of government:
 Melakukan konsultasi dengan
kepala ruang
 Koordinasi sebagai upaya
kolaborasi yang melibatkan
berbagai profesi dan instansi
dirumah sakit.

3 Membuat poster Output kegiatan : Kegiatan Kegiatan

40
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
penggunaan Alat Tersedianya poster membuat poster membuat poster
Pelindung Diri penggunaan Alat penggunaan Alat penggunaan Alat
(APD) di ruang Pelindung Diri (APD) Pelindung Diri Pelindung Diri
Intensive Care di ruang Intensive (APD) di ruang (APD) di ruang
Unit RSUD dr. Care Unit RSUD dr. Intensive Care Intensive Care
Loekmono Hadi Loekmono Hadi Unit RSUD dr. Unit RSUD dr.
Kudus Kudus Loekmono Hadi Loekmono Hadi
(Sumber: Inovasi) a. Menyiapkan Tersedianya desain  Akuntabilitas : Kudus pada visi Kudus dapat
desain poster poster penggunaan Menyiapkan konsep media visi Kabupaten menguatkan nilai
penggunaan APD edukasi (poster)hingga selesai Kudus yaitu organisasi yaitu
APD yang mencerminkan nilai “Kudus Bangkit akuntabel dan
tanggung jawab Menuju inovatif
Kabupaten
 Komitmen mutu : Modern, Religius,
Memberikan inovasi dalam Cerdas dan
pembuatan desain media Sejahtera”. Dan
edukasi (poster) yang akan mendukung
digunakan pencapaian misi
Kabupaten
b. Melakukan Pimpinan menyetujui  Nasionalisme : Konsultasi Kudus, terutama
konsultasi dan desain poster dengan musyawarah kepada misi ke 2 yaitu
persetujuan penggunaan APD pimpinan terkait desain poster “Mewujudkan
dengan penggunaan APD (sila ke-4) Pemerintahan
pimpinan yang Semakin

41
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
terkait desain  Etika publik : Handal untuk
poster Diwujudkan dalam konsultasi Peningkatan
penggunaan kepada pimpinan dengan Pelayanan Publik"
APD santun dan penuh semangat

c. Mencetak dan Adanya poster  Akuntabilitas


menempel penggunaan Alat Bertanggung jawab dalam
poster Pelindung Diri (APD) pembuatan dan pemasangan
penggunaan yang terpasang di poster penggunaan Alat
Alat Pelindung ruang Intensive Care Pelindung Diri (APD)
Diri (APD) di Unit RSUD dr.
ruang Intensive Loekmono Hadi  Komitmen mutu :
Care Unit Kudus Memberikan inovasi dalam
RSUD dr. pembuatan dan pemasangan
Loekmono Hadi poster penggunaan Alat
Kudus Pelindung Diri (APD)
d. Dokumentasi Foto atau video  Anti Korupsi:
kegiatan kegiatan Diwujudkan dengan jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
mendokumentasikan setiap
kegiatan yang dilakukan

42
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
Kedudukan dan Peran PNS
dalam NKRI:
Pelayanan publik:
 Membuat poster penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD)
merupakan salah satu bentuk
partisipasi dalam
meningkatkan pelayanan
publik
 Memberikan edukasi secara
efektif dan efisien kepada
petugas ruang Intensive Care
Unit (ICU) mengenai
penggunaan APD yang baik
dan benar

Manajemen ASN:
 Dalam pembuatan poster
mematuhi kode etik dan kode
perilaku ASN dengan
memberikan informasi secara
transparan dan tidak
menyesatkan kepada petugas
ruang Intensive Care Unit

43
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
(ICU)
Whole of government:
 Melakukan konsultasi dengan
pimpinan
 Koordinasi sebagai upaya
kolaborasi yang melibatkan
pegawai lain yang ahli dalam
desain grafis dalam
pembuatan poster

4 Membuat form Output kegiatan : Membuat form Membuat form


check list Tersedianya form check list check list
penggunaan Alat check list penggunaan Alat penggunaan Alat
Pelindung Diri penggunaan Alat Pelindung Diri Pelindung Diri
(APD) Pelindung Diri (APD) (APD) (APD) dapat
(Sumber :Inovasi) a. Menyusun Tersedianya konsep  Akuntabilitas : memberikan menguatkan nilai
konsep form form check list Menyiapkan konsep form kontribusi pada organisasi yaitu
check list penggunaan Alat check list penggunaan Alat visi Kabupaten akuntabel dan
penggunaan Pelindung Diri (APD) Pelindung Diri (APD) hingga Kudus yaitu inovatif
Alat Pelindung selesai yang mencerminkan “Kudus Bangkit
Diri (APD) nilai tanggung jawab Menuju
Kabupaten
 Komitmen mutu : Modern, Religius,
Memberikan inovasi dalam Cerdas dan

44
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
pembuatan form check list Sejahtera”. Dan
penggunaan Alat Pelindung mendukung
Diri (APD) yang akan pencapaian misi
digunakan Kabupaten
b. Melakukan Persetujuan  Nasionalisme : Konsultasi Kudus, terutama
konsultasi dan pimpinan terkait form dengan musyawarah kepada misi ke 2 yaitu
persetujuan check list pimpinan terkait form check “Mewujudkan
dengan penggunaan Alat list penggunaan Alat Pemerintahan
pimpinan Pelindung Diri (APD) Pelindung Diri (APD) (sila ke- yang Semakin
terkait form 4) Handal untuk
check list Peningkatan
penggunaan  Etika publik : Pelayanan Publik"
Alat Pelindung Diwujudkan dalam konsultasi
Diri (APD) kepada pimpinan dengan
santun dan penuh semangat

45
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
c. Mencetak form Tersedianya form  Akuntabilitas
check list check list Bertanggung jawab dalam
penggunaan penggunaan Alat pembuatan form check list
Alat Pelindung Pelindung Diri (APD) penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) Diri (APD)

 Komitmen mutu :
Memberikan inovasi dalam
pembuatan form check list
penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD)

d. Dokumentasi Foto atau video  Anti Korupsi:


kegiatan kegiatan Diwujudkan dengan jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
mendokumentasikan setiap
kegiatan yang dilakukan

Kedudukan dan Peran PNS


dalam NKRI:
Pelayanan publik:
 Pembuatan form check list

46
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
penggunaan APD sebagai
bentuk partisipasi pelayanan
kesehatan preventif petugas
kesehatan dalam pelayanan
publik
 Form check list yang
digunakan merupakan
antisipasi yang tepat bagi
pelayanan terhadap perubahan
yang terjadi di masa pandemic

Manajemen ASN:
 Form check list penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD)
merupakan tanggung jawab
para tenaga kesehatan di
rumah sakit untuk
meningkatkan pelayanan
 Dalam pembuatan form check
list penggunaan Alat
Pelindung Diri ( APD )
memenuhi kode etik dan kode
perilaku ASN yaitu melakukan
tugas dengan cermat dan

47
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
disiplin serta melayani dengan
sikap hormat, sopan, dan
tanpa tekanan

Whole of government:
 Melakukan konsultasi dengan
pimpinan
 Form check list penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD)
dibuat untuk kepentingan
bersama yang nantinya
melibatkan lintas profesi
seperti Dokter , Perawat ,
Teknisi dan lain-lain
5 Melakukan Output kegiatan : . Melakukan Melakukan
sosialisasi dan Terlaksananya sosialisasi dan sosialisasi dan
peragaan kegiatan sosialisasi peragaan peragaan
penggunaan Alat dan peragaan penggunaan Alat penggunaan Alat
Pelindung Diri penggunaan Alat Pelindung Diri Pelindung Diri
(APD) serta Pelindung Diri (APD) (APD) serta (APD) serta
mengisi form serta mengisi form mengisi form mengisi form
check list di ruang check list di ruang check list di ruang check list di
Intensive Care Intensive Care Unit Intensive Care ruang Intensive
Unit RSUD dr. RSUD dr. Loekmono Unit RSUD dr. Care Unit RSUD

48
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
Loekmono Hadi Hadi Kudus Loekmono Hadi dr. Loekmono
Kudus a. Menyiapkan Tersedianya materi  Akuntabilitas : Kudus Hadi Kudus
(Sumber : materi sosialisasi Menyiapkan materi memberikan dapat
Perintah Atasan) sosialisasi penggunaan Alat penggunaan Alat Pelindung kontribusi pada menguatkan nilai
penggunaan Pelindung Diri (APD) Diri (APD) hingga selesai yang visi Kabupaten organisasi yaitu
Alat Pelindung mencerminkan nilai tanggung Kudus yaitu akuntabel dan
Diri (APD) jawab “Kudus Bangkit inovatif
Menuju
 Komitmen mutu : Kabupaten
Memberikan inovasi dalam Modern, Religius,
menyiapkan materi sosialisasi Cerdas dan
penggunaan Alat Pelindung Sejahtera”.
Diri (APD) yang akan Selanjutnya juga
dilaksanakan mendukung
b. Melakukan Hasil pretest  Akuntabilitas : pencapaian misi
pretest sebelum sosialisasi Melakukan pretest sebelum Kabupaten
sebelum penggunaan Alat sosialisasi secara Kudus, terutama
sosialisasi Pelindung Diri (APD) proffesional dan misi ke 2 yaitu
penggunaan bertanggung jawab dan “Mewujudkan
Alat Pelindung berintegritas dalam Pemerintahan
Diri (APD) mengerjakan yang Semakin
Handal untuk
 Komitmen mutu: Peningkatan
Melakukan pretest sebelum Pelayanan Publik"

49
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
sosialisasi secara efektif dan
efisien serta cermat dan
teliti dalam mengerjakan
c. Melakukan Terlaksananya  Akuntabilitas :
sosialisasi dan sosialisasi dan Melakukan sosialisasi dan
peragaan peragaan peragaan penggunaan Alat
penggunaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta
Alat Pelindung Pelindung Diri (APD) pengisian form check list Alat
Diri (APD) dan terisinya form Pelindung Diri (APD) hingga
serta pengisian check list Alat selesai yang secara
form check list Pelindung Diri (APD) professional mencerminkan
Alat Pelindung nilai tanggung jawab
Diri (APD)
 Nasionalisme :
Munculnya sikap hormat–
menghormati saat
melaksanakan sosialiasi
kepada petugas (sila ke 2)

 Etika publik :
Diwujudkan dalam sosialisai
kepada petugas dengan
santun dan penuh
semangat

50
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
d. Membuat hasil Adanya laporan hasil  Akuntabilitas :
laporan kegiatan Membuat laporan hasil
kegiatan kegiatan hingga selesai yang
mencerminkan nilai
tanggung jawab

 Komitmen mutu:
Membuat laporan hasil
kegiatan secara cepat ,
cermat dan akurat

51
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
e. Dokumentasi Foto atau video  Anti Korupsi:
kegiatan kegiatan Diwujudkan dengan jujur,
tanggung jawab dan
transparan dalam
mendokumentasikan setiap
kegiatan yang dilakukan

Kedudukan dan Peran PNS


dalam NKRI:
Pelayanan publik:
 Sosialisasi penggunaan APD
sebagai bentuk partisipasi dari
peningkatan pelayanan
kesehatan kepada publik
secara efektif dan efisien

Manajemen ASN:

52
KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN KETERKAITAN SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT / HASIL NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
 Dalam memberikan sosialiasi
penggunaan APD , mematuhi
kode etik dan kode perilaku
ASN dengan memberikan
informasi secara benar dan
berintegritas, tidak
menyesatkan petugas ,
sosialisasi diharapkan dapat
meningkatkan tingkat
pengetahuan ASN mengenai
pentingnya penggunaan APD
sebagai protokol kesehatan

Whole of government:
 Sosialisasi sebagai upaya
koordinasi dan kolaborasi
yang melibatkan berbagai
profesi yang ada dalam rumah
sakit, termasuk dokter,
perawat, petugas gizi,teknisi
tenaga administratif, dan lain-
lain

53
B. Jadwal Kegiatan
Kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar PNS serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI akan dilaksanakan di
Intensive Care Unit RSUD dr.Loekmono Hadi Kudus pada tanggal 16 Juli – 17 Agustus 2021. Rincian jadwal kegiatan yaitu:
 Tanggal 16 Juli – 13 Agustus 2021 digunakan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi dan habituasi
 Tanggal 14 Agustus – 17 Agustus 2021 digunakan untuk pembuatan laporan aktualisasi.
Adapun kegiatan-kegiatan dari rancangan aktualisasi dan habituasi akan dijabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.6 Jadwal Kegiatan

Juli 2021 Agustus 2021


Rencana Bukti
No Kegiatan 1 1 1 1
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan
0 1 2 3
1 Menelaah a. Surat
dengan persetujuan
pimpinan pimpinan
terkait b. Berita acara
rencana
√ √ X √ X - - - - X - - - - - - X - - - - - - X - X - - - konsultasi
kegiatan
kepada
pimpinan
c.Foto kegiatan

2 Menyusun - - X - X √ √ √ √ X - - - - - - X - - - - - - X - X - - - a. Berita acara

54
Juli 2021 Agustus 2021
Rencana Bukti
No Kegiatan 1 1 1 1
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan
0 1 2 3
rencana / konsultasi
jadwal kepada
kegiatan pimpinan
sosialiasi b. Berita acara
penggunaa koordinasi
n Alat dengan
Pelindung instalasi
terkait
Diri (APD)
c.Jadwal
di ruang
kegiatan
Intensive d.Undangan
Care Unit sosialisasi
RSUD dr. e. Foto kegiatan
Loekmono
Hadi Kudus
3 Membuat - - X - X - - - - X √ √ √ √ - - - - - - - - X - X - - - a.Berita acara
poster konsultasi
penggunaa kepada
n Alat pimpinan
Pelindung b.Poster APD
Diri (APD) c.Foto kegiatan
di ruang pemasangan
poster APD
Intensive
Care Unit
RSUD dr.
Loekmono

55
Juli 2021 Agustus 2021
Rencana Bukti
No Kegiatan 1 1 1 1
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan
0 1 2 3
Hadi Kudus
4 Membuat a. Berita acara
form check konsultasi
list dengan
penggunaa pimpinan
n Alat b. Form Check
Pelindung list APD
Diri (APD) - X - X - - - - X - - - - √ √ X √ √ - - - - X - X - - - c. Foto kegiatan

5 Melakukan - - X - X - - - - X - - - - - - - - √ √ √ √ X √ X √ √ √ a. Berita acara


sosialisasi konsultasi
dan kepada
peragaan pimpinan
penggunaa b. Daftar hadir
n Alat sosialisasi
Pelindung c.Form Check
Diri (APD) list APD yang
serta terisi
mengisi d. Foto atau
form check video
list di ruang kegiatan
Intensive

56
Juli 2021 Agustus 2021
Rencana Bukti
No Kegiatan 1 1 1 1
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan
0 1 2 3
Care Unit
RSUD dr.
Loekmono
Hadi Kudus

Keterangan : Hari Libur/Minggu Hari Libur Nasional

57
DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, Elly & Erna Irawati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia
Idris, Irfan.dkk. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Analisis Isu
Kontemporer. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
139/KEP/M.PAN/11/2003 tentang Jabatan Fugsional Dokter dan Angka
Kreditnya. 2003. Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Kumorotomo, Wahyudi.dkk. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Etika
Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Kusumasari, Bevaola.dkk. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Akuntabilitas.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Latief, Yudhi.dkk. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Nasionalisme.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional
Umum di Kementerian Kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan.
Purwanto, Erwan Agus.dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Pelayanan
Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Suwarno, Yogi & Tri Atmojo Sejati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
Tim Penulis KPK. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Anti Korupsi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara. 2014. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
2014. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Utomo, Tri W.dkk. 2016. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Aktualisasi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Yuniarsih, Tjutju & M. Taufiq. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Komitmen
Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

58
CURRICULUM VITAE

A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap : dr. Lutfiani Ulfha
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Formasi Jabatan : Ahli Pertama – Dokter
4. NIP : 19920728 202012 2 003
5. Tempat/ Tgl Lahir : Kudus, 28 Juli 1992
6. Status : Belum Menikah
7. Alamat Rumah : Ds. Cendono Rt 01 / Rw 03
Kecamatan Dawe Kabupaten
Kudus
8. Nomor HP : 089666383635
9. Alamat E-mail : lutfianiulfha@gmail.com
10. Unit Kerja : RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus
11. Alamat Kantor : Jalan dr. Lukmono Hadi No. 19,
Kudus

B. Riwayat Pendidikan
1. SD N 06 Cendono Tahun 1997 – 2003
2. SMP Negeri 2 Kudus Tahun 2003 – 2006
3. SMA Negeri 1 Bae Tahun 2006 – 2009
4. S-1 Pendidikan Dokter UNISSULA Tahun 2009 – 2013
5. Pendidikan Profesi Dokter UNISSULA Tahun 2013 – 2015

C. Riwayat Pekerjaan
1. Program Internship Dokter Indonesia Tahun 2016 – 2017
di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Puskesmas Jekulo Kudus
2. Dokter umum di Klinik Pratama Cahaya Husada Tahun 2017 – 2020
3. Dokter umum RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Tahun 2019 - sekarang

59