Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pasal 50 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019
Pertanggungjawaban penyelenggaraan Puskesmas dilaksanakan melalui
laporan kinerja yang disampaikan kepada kepala dinas kesehatan
daerah kabupaten/kota secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam
satu tahun, paling sedikit memuat data dan informasi tentang
pencapaian pelaksanaan pelayanan kesehatan dan manajemen
Puskesmas. Kepala dinas kesehatan daerah kabupaten/kota harus
memberikan umpan balik terhadap laporan kinerja dalam rangka
peningkatan kinerja Puskesmas
Puskesmas sebagai tulang punggung penyelenggaraan upaya
pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah kerjanya
berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dalam
melaksanakan upaya kesehatan baik upaya kesehatan masyarakat tingkat
pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dibutuhkan
manajemen Puskesmas yang dilakukan secara terpadu dan
berkesinambungan agar menghasilkan kinerja Puskesmas yang efektif dan
efisien maka dibentuk Tim Penilaian Kinerja Puskesmas Ciseeng sebagai
fungsi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja terlampir.
Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan
penilaian hasil kerja/prestasi Puskesmas dengan pelaksanaan dimulai dari
tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas
melakukan penilaian secara mandiri, kemudian Dinas Kesehatan
Kabupaten Bogor melakukan verifikasi, konfirmasi dan memberikan
feedback pada Puskesmas.
Puskesmas Ciseeng Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Provinsi
Jawa Barat melaksanakan aspek penilaian meliputi hasil capaian cakupan
dan manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan sesuai dengan
pencapaian kinerjanya dan melaksanakan identifikasi, analisa serta
kesimpulan dengan referensi berdasarkan penilaian kinerja Puskesmas
tahun 2021, sehingga dapat terlihat trend mutu pelayanan dan
administrasi Puskesmas berbanding sumber daya Puskesmas.
Kegiatan penanganan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di
Puskesmas Ciseeng Kecamatan Ciseeng mengacu pada Keputusan Presiden
No 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat
serta Keputusan Presiden No 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana
Nasional Non Alam dengan kebijakan dari UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang
Wabah Penyakit Menular serta UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang
Kekarantinaan Kesehatan serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10
Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka
Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID_19).
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a) Tujuan Umum
Terlaksananya penilaian kinerja Puskesmas Ciseeng yang
berkualitas dalam mendukung pencapaian Karsa Sehat
Kabupaten Bogor tahun 2023 berdasarkan penetapan indikator
kinerja dan prioraritas program nasional secara berjenjang melalui
pemerintah daerah Kabupaten Bogor, pemerintah Provinsi Jawa
barat dan Kementerian Kesehatan RI
b) Tujuan Khusus
1) Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian cakupan dan
mutu kegiatan serta manajemen Puskesmas Ciseeng pada
tahun 2021.
2) Menjadikan penilaian kinerja Puskesmas tahun 2021 sebagai
masukan untuk penyusunan rencana kegiatan tahun 2021
dan 2022 dengan memperhatikan sumber daya Puskesmas.
3) Dapat melakukan identifikasi dan analisa masalah, mencari
penyebab masalah di wilayah kerja Puskesmas Ciseeng
berdasarkan kesenjangan pencapaian kegiatan.
4) Dapat meningkatkan tingkat kepentingan/urgensi suatu
kegiatan dan program yang segera dilaksanakan pada tahun
2021 berdasarkan prioritas program kegiatan.
5) Mengetahui tingkat kinerja puskesmas berdasarkan urutan
kategori kelompok penilaian kinerja pada akhir tahun 2021,
yang bisa digunakan dalam fungsi pembinaan, reward dan
punishment terhadap sumber daya manusia di Puskesmas
Ciseeng.
2. Manfaat
a) Menjadi data kegiatan dan program dalam menentukan prioritas
program bersumber ketersediaan dana Puskesmas.
b) Output dan OutCome penilaian kinerja Puskesmas yang didapat
digunakan sebagai kepentingan advokasi kebijakan kesehatan
tingkat Kecamatan Ciseeng untuk kegiatan Musrenbang tingkat
Kecamatan.
c) Menjadi fungsi monitoring dan evaluasi Dinas Kesehatan
Kabupaten Bogor dalam peningkatan pelayanan dan administrasi
dengan menetapkan dan mendukung sumber daya puskesmas
dalam wilayah kerja pemerintahan Kabupaten Bogor.
C. Ruang Lingkup
Indikator dan Penilaian Kinerja Puskesmas meliputi :
1. Cakupan Pelayanan
a) Pelayanan UKM Esensial Puskesmas
b) Pelayanan UKM Pengembangan
c) Pelayanan UKP
2. Manajemen
a) Manajemen Umum
b) Manajemen Pemberdayaan Masyarakat
c) Manajemen Peralatan
d) Manajemen Sarana prasarana
e) Manajemen Keuangan
f) Manajemen Sumber Daya Manusia
g) Manajeman Kefarmasian
h) Manajemen Data dan Informasi
i) Manajemen Mutu
Penilaian terhadap kegiatan upaya kesehatan wajib puskesmas yang telah
ditetapkan di tingkat kabupaten/kota dan kegiatan upaya kesehatan
pengembangan dalam rangka penerapan dua fungsi puskesmas yang
diselenggarakan melalui pendekatan kesehatan masyarakat, dengan tetap
mengacu pada kebijakan dan strategi untuk mewujudkan visi dan misi
Puskesmas

D. Visi, Misi dan Tata Nilai Puskesmas Ciseeng


VISI :
“Mewujudkan masyarakata Ciseeng yang berkualitas untuk hidup sehat dan
berkeadaban “.

MISI :
1. Memberikan Pelayanan Kesehatanyang bermutu dan profesional
2. Berperan aktif dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan
3. Meningkatkan cakupan program, kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat
serta lingkungan
4. Meningkatkan kerjasama lintas program, lintas sektor dan kemitraan dengan
seluruh elemen masyarakat

Tata Nilai
S : SANTUN :
Dalam memberikan pelayanan pada pasien dengan 3 S (senyum,
sapa, salam)
I : INTEGRITAS :
Konsisten dalam melaksanakan tindakan sesuai dengan SOP

A : AKUNTABEL :
Dapat dipertanggung jawabkan sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku
P : PROFESIONAL :
Memberikan pelayanan sesuai kemampuan dan keahlian yang
dimiliki dengan tetap memegang teguh nilai moral

MOTTO : KEPUASAN PASIEN KEBANGGAN KAMI

E. Gambaran Puskesmas Ciseeng


1. Nomor Registrasi Puskesmas 1030423
2. Kondisi Geografis
Secara geografis terletak pada titik koordinat. -6,4452570,106853886
luas wilayah kerja 34,14 km2, serta batas wilayah kerja
- Sebelah Utara : Wilayah kerja Puskesmas Cogreg
- Sebelah Selatan : Wilayah kerja Puskesmas Jampang
- Sebelah Timur : Wilayah kerja Puskesmas Parung
- Sebelah Barat : Wilayah kerja Puskesmas Rumpin

Kecamatan Ciseeng terletak di wilayah Utara Kabupaten Bogor


dengan jarak ± 22 km dari pusat kota Bogor. Puskesmas Ciseeng
terletak di Jl. Raya H.Usa Ciseeng, dan hal ini menjadi koneksitas
akses bagi Puskesmas Ciseeng dalam hal melakukan pelayanan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan horisontal dan berjenjang.
Kecamatan Ciseeng sendiri terdiri dari 10 desa, dan mempunyai 2
puskesmas yaitu 1) Puskesmas Ciseeng (wilayah kerja: 7 desa), dan
2) Puskesmas B (wilayah kerja : 3 desa).
Tabel 1. Luas wilayah per desa dapat dilihat pada tabel berikut ini :
LUAS JUMLAH DESA JARAK KE
NAMA DESA/ WILAYAH PKM
NO
KELURAHAN
(km2) Kelurahn Desa (km)
1. Ciseeng 1 5

2. Cibentang 1 5
3. Parigi Mekar 1 5
4. Cihowe 1 7
5. Kuripan 1 8
6. Cibeuteung 1 7
Muara
7. Putat Nutug 1 9
JML 7

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa desa yang


wilayahnya paling luas adalah Desa Kuripan, sedangkan luas
wilayah terkecil adalah Desa Ciseeng. Desa yang jaraknya terjauh
dari Puskesmas adalah Desa Putat Nutug, sedangkan yang
terdekat adalah Desa Cibentang.
3. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ciseeng tahun 2021
adalah 80.392 jiwa, rincian per desa seperti dalam tabel berikut.
Tabel 2.
Data jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Ciseeng tahun
2021
PDDK MNRT JENIS
KELAMIN
N
Desa TOTAL
O
LAKI-LAKI PEREMPUAN

1 Putat Nutug 7,515 6,156 13,671

2 Cibeuteung Muara 7,231 6,592 13,823

3 Cibentang 6,148 5,803 11,951

4 Parigi Mekar 6,798 6,365 13,163

5 Ciseeng 4,254 4,931 9,185

6 Cihoe 3,694 3,434 7,128

7 Kuripan 5,898 5,573 11,471

  JUMLAH 41,538 38,854 80,392


Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penduduk jenis
kelamin Laki-laki lebih banyak dibanding dengan jenis kelamin
Perempuan. Adapun distribusi penduduk terbanyak terdapat pada
desa Cibeteung muara.

4. Sarana Pelayanan Kesehatan


Secara umum jumlah sarana pelayanan kesehatan yang berada di
wilayah kerja Puskesmas Ciseeng tahun 2021 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 3. Jenis sarana fasilitas kesehatan.

NO JENIS SARANA YAN KES JUMLAH KETERANGAN


1 RSU PEMERINTAH 0
2 RSU SWASTA 0
3 RS KHUSUS SWASTA 0
4 KLINIK SWASTA 3
5 PUSKESMAS 1
6 PUSTU 1
7 PONKESDES 0
8 PUSLING (roda 2 & roda 4) 1
9 POSKESDES 0
10 APOTEK 1
11 DOKTER PRAKTEK SWASTA 2
12 BIDAN PRAKTEK MANDIRI 5
13 POSYANDU 69
14 RUMAH BERSALIN 0
TOTAL 69
Sumber data: Data Profil Puskesmas Ciseeng tahun 2021
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, sarana kesehatan
terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Ciseeng adalah Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yaitu Posyandu, diikuti Bidan
Praktek Mandiri (BPM).

5. Ketenagaan
Kualifikasi ketenagaan berdasarkan tingkat pendidikan dan status
kepegawaian di Puskesmas Ciseeng tahun 2021 beserta jaringannya
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. Tingkat pendidikan.

No.
Status Kepegawaian k
Pendidikan
P P Kontrak Honor Masa
N T Berlaku
Pemda BOK / BLUD STR
S T
1. Profesi Dokter Umum 2 1
2. Profesi Dokter Gigi 1
3. Profesi Apoteker 1
4. Profesi Ners 2 1
5. S1 Keperawatan
6. D3 Keperawatan 1 1 2
7. S1/D4 Kebidanan 7 1
8. D3 Kebidanan 2 2 6
9. S1 Farmasi
10 D3 Farmasi
11 D3 Therapis Gigi 1
12 S1 Gizi
13 D3 Gizi 1
14 S1 Sanitarian
15 D3 Sanitarian 1
16 S1 Laboratorium
17 D3 Laboratorium 1
18 D3 Rekam Medis
19 D3 Akupunktur
20 S1 Kesehatan Masy 1 2
21 S1 sarjana lainnya 1
22 D3 diploma lainnya 1
23 D1 / SMA / SMK 3

Tenaga Bidan menjadi tenaga kesehatan terbanyak di Puskesmas karena


setiap Desa wajib ada tenaga Bidan, namun berdasarkan Pasal 17
Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 masih ada beberapa kompetensi yang
belum ada di Puskesmas yaitu Rekam Medis, Akupuntur dst dan telah
kami usulkan kembali pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk
kebutuhan tenaga dengan kompetensi tertentu tersebut TW 4 Tahun
2021 dengan Nomor surat.... tanggal ....., perihal Kebutuhan Tenaga
Kesehatan sesuai Kompetensi.

Sarana dan Prasarana Penunjang


Bangunan gedung Puskesmas Ciseeng terdiri dari satu lantai, terbagi
atas :
Tabel 5. Ruangan Puskesmas.
NO NAMA RUANG Ada / Tidak
1. Ruangan Kepala Puskesmas Ada
2. Ruangan Administrasi Kantor Ada
3. Ruangan Rapat Ada
4. Ruagan pendaftaran dan rekam Ada
medik
5. Ruangan Tunggu Ada
6. Ruangan Pemeriksaan Umum Ada
7. Ruangan Tindakan Ada
8. Ruangan KIA KB Ada
9. Ruangan Kesehatan Gigi dan Mulut Ada
10. Ruangan Promosi Kesehatan Ada
11. Ruangan ASI Ada
12. Ruang Farmasi Ada
13. Ruangan persalinan Ada
14. Ruangan rawat paska persalinan Ada
15. Laboratorium Ada
16. Ruangan sterilisasi Ada
17. Ruangan penyelenggaraan Ada
makanan
18. Kamar Mandi 18 (7 petugas dan
11 pasien)
19. Gudang Umum Ada
20. Rumah Dinas 2 (2 alih fungsi :
UGD & P2)
21. Garasi Ada
Sumber data : Data Inventaris Barang Puskesmas Ciseeng 2021
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, ruang pelayanan rawat jalan adalah
sudah memenuhi jumlah ruang menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43
Tahun 2019 Tentang Puskesmas. Tata letak ruang pelayanan pada bangunan
Puskesmas Ciseeng belum memperhatikan kelompok zona infeksius dan non
infeksius. Pencahayaan dan penghawaan untuk semua bangunan Puskesmas dirasa
belum maksimal, karena masih diperlukan lampu penerang di semua ruangan pada
saat pelayanan serta perlu rekayasa ruangan terkait pencegahan dan pengendalian
Covid-19 agar meminimalisir terdampaknya pasien dan petugas saat melakukan
pelayanan di Puskesmas.
Dalam rangka pelaksanaan program di Puskesmas beserta jaringannya
dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang yang dapat dilihat pada tabel
sebagai berikut :
Tabel 6. Jenis sarana penunjang

Jenis Sarana Penunjang Kondisi Sarana Penunjang


No.
ADA dan ADA namun Tidak Ada
Lengkap TIDAK Lengkap
1. Ruang dan Sediaan ada
Farmasi
2. Ruang dan Bahan ada
Laboratorium
3 Sterilisator ada
4 Kalibrasi Alkes ada
5 Genset berbanding ada
Meteran KWH
6 Pusling ( roda 2 & roda 4) ada
7 Pengolahan Limbah ada
Cair dan Padat

Sumber data : Data Inventaris Barang Puskesmas Ciseeng, 2021

Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 (PP Covid-19) menjadi kegiatan


prioritas Puskesmas mulai April 2020 - Desember Tahun 2021 sebagai fungsi
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) PP Covid-19, sebagai berikut :

Tabel 7
PWS PP Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas ( April 2020 s/d Desember
2021)

N DESA / TERKON SEMBUH DISCARDED MENINGGAL


O KELURAHAN FIRMASI
1 Ciseeng 68 61 7
2 Cihowe 47 46 1
3 Cibentang 192 187 4
4 Kuripan 107 107 0
5 Parigi Mekar 52 52 0
6 Putat Nutug 149 147 2
7 Cibeuteung 98 93 5
Muara

Kegiatan yang dilakukan Puskesmas adalah melaksanakan Testing, Tracing


dan Treatment dengan memperhatikan pada kelengkapan alat pelindung diri
dan disiplin melaksanakan jaga jarak, menggunakan masker dan mencuci
tangan pakai sabun di air mengalir atau handssanitiser.

Tabel 8
PWS Persentase VAKSINASI COVID-19
Wilayah Kerja Puskesmas
( MARET 2021 s/d Desember 2021)

% % % Remaja
Usia 18 – 59 Th Lansia > 60 Th Usia 12 – 17 th
NO DESA/KELURAHAN Vaksin Vaksin Vaksin Vaksin Vaksin Vaksin
ke 1 ke 2 ke 1 ke 2 ke 1 ke 2
1 Ciseeng
2 Cibentang
3 Putat nutug
4 Cibeuteung muara
5 Parigi Mekar
6 Kuripan
7 Cihowe

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dimulai dari Vaksinasi Tenaga Kesehatan,


Tenaga Pelayanan Publik dilanjutkan masyarakat Lansia (lanjut usia)
kemudian usia produktif 18 th s/d 59 th dan usia remaja yaitu 12 th s/d 17
th dengan menggunakan vaksinasi yang di distribusikan oleh Dinas
Kesehatan serta bekerja sama dengan Kepolisian RI tingkat sektor dan TNI
tingkat rayon militer di Kecamatan Ciseeng.

Tabel 8
Pegawai Puskesmas Sudah VAKSINASI Covid-19

No Kompetensi JML VAKSIN VAKSIN VAKSIN KET.


KE 1 KE 2 BOOSTE
R
1 Dokter 3 3 3 3
Dokter Gigi 1 1 1 1
Apoteker 1 1 1 1
Perawat 6
/Perawat Gigi
Bidan 8
Analis Lab 1 1 1 1
Nutrisionis 1 1 1 1
Sanitarian 1 1 1 1
Asisten Aptker
Surveilans 1 1 1 1
PromKes 1 1 1 1
Rekam Medis
Administrasi 3 3 3 3
Ptgs 2
Kebersihan
Ptgs Keamanan 2
JUMLAH

Puskesmas telah melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di


Puskesmas dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait
pedoman PP Covid-19 dan melakukan revisi SOP dengan menambah dan
merubah langkah-langkah pada SOP yang telah ada serta pengendalian
dengan cek list kegiatan dan ruangan terkait skrining dan daerah permukaan.
Berdasarkan analisa bahwa perlu perubahan rekayasa ruangan dan
penambahan alat penunjang terkait sirkulasi dan ventilasi udara agar
optimalisasi layanan ditunjang oleh rehabilitasi ruangan sehingga tidak hanya
memperiapkan alat pelindung diri sebagai prioritas pelayanan di puskesmas.
F. SUSUNAN ORGANISASI PUSKESMAS CISEENG
Memperhatikan Pasal 41, 46, 67 dan 68 pada Permenkes RI Nomor 43
Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai berikut :
1. Kepala Puskesmas : dr. Marlina Mafilinda
2. Kepala Tata Usaha : Ns. Ajat Sudrajat,S.Kep
3. Penanggungjawab
a. UKM dan PERKESMAS : Ns.Maya Kartika Dewi,S.Kep
i. Koord Promkes : Ardi Ridwan SKM
ii. Koord Kesga : Nani Sundari,Amd.Keb
iii. Koord Kesling : Dewi Suryatin, AMKL
iv. Koord P2P : Ns.Maya Kartika Dewi,S.Kep
v. Koord Gizi Masyarakat : Risman Ginting,Amd.GZ
vi. Koord Perkesmas : Santi Lestari,SKM
b. UKM PENGEMBANGAN : Dewi Sukreini,S.ST.MKM
i. Koord UKGM : drg.Rondang Maria C.S
ii. Koord Kesorga : Fredita Rani H.P ,Amd .Keb
iii. Koord UKK : Dewi Suryatin,AMKL
iv. Koord Kestrad : Mariati,Str.Keb
v. Koord PTM (SPM-PIS-PK) : Ardi Ridwan,SKM

c. UKP dan PENUNJANG : dr.Anjar Ari


Legowo,Mars
i. Koord Rawat Jalan : drg.Rondang Maria C.S
ii. Koord Rwt Inap & UGD : Risty Octavia,Amd.Kep
iii. Koord Persalinan, KIA/KB : Dewi Sukreni,SST.MKM
iv. Koord Kefarmasian : Melia Puspitasari,Apt
v. Koord Laboratorium : Amaliah,Amd.AK
d. Jaringan & Jejaring : Ni Wayan Adirthi,S.ST.MKM
i. Koord Jaringan PKM : Mariati,Str.Keb
ii. Koord Jejaring PKM : Susi Wulandari,Str.Keb
e. Sarana dan Alkes : Rani Dina Maulina,Amd.Keb
i. Koord Bangunan/Sarpras : Riki dodi Heryadi
ii. Koord Alkes & Kalibrasi : Rani dina Maulina,Amd.Keb
iii. Koord Limbah PKM : Dewi Suryatin,AMKL
f. MUTU : dr.Makmur Sibarani
i. Koord Indikator Program : Ni Wayan Adiarthi,SST,MKM
ii. Koord K3 & Man Risk : Dewi Suryatin,AMKL
iii. Koord KP, INM dan IKP : dr.Makmur Sibarani
iv. Koord PPI : dr.Anjar Ari Legowo,Mars

dan Kepala Puskesmas dapat menunjuk Tim Auidit Internal / Tinjauan


manajemen apabila ditemukan kesalahan pada unit puskesmas dan atau
perbedaan signifikan cakupan terhadap target program untuk meningkatkan
mutu pelayanan program upaya kesehatan perorangan dan/atau upaya
kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas.
Puskesmas juga membuat surat keputusan kepala puskesmas untuk
melaksanakan aplikasi indikator nasional mutu dan insiden keselamatan
pasien untuk menetapkan petugas yang akan menjalankan fungsi sebagai
pengamat/pemantau dan tim analisa indiden keselamatan pasien.
Puskesmas telah membuat surat pernyataan komitmen mutu pelayanan
puskesmas diatas materai sebagai bentuk kesepakatan komitmen seluruh
kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas untuk selalu meningkatkan mutu
layanan sesuai indikator yang ada baik indikator program, mandatori dan
indikator mutu prioritas program sesuai hasil analisa capaian tahunan
puskesmas berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor :
HK.02.01/MENKES/455/2020 Tahun 2020 Tentang Perizinan dan Akreditasi
Fasilitasi Pelayanan Kesehatan dan Penetapan Rumah sakit Pendidikan pada
Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA

Penilaian Kinerja Puskesmas adalah Penilaian yang dilakukan oleh


tenaga Puskesmas sebagai instrument mawas diri untuk mengukur
tingkat capaian kinerja Puskesmas. Pelaksanaan Penilaian Kinerja
Puskesmas meliputi serangkaian kegiatan sebagai berikut :
1. Pengumpulan data
2. Pengolahan Data, meliputi pengisian dan penghitungan capaian hasil
PKP
3. Penyajian data PKP dalam bentuk grafik sarang laba – laba
4. Analisa kinerja yang meliputi indetifikasi masalah,
menentukan prioritas masalah, menganalisis penyebab
masalah, menentukan alternative pemecahan masalah.
5. Pelaporan hasil kinerja Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja Puskesmas Ciseeng tahun 2021,


sebagaimana berikut di bawah ini:
1. Pengumpulan Data.
a) Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil
kegiatan puskesmas tahun 2021 (Januari s.d Desember 2021)
dengan variabel dan sub variabel yang terdapat dalam formulir
penilaian kinerja puskesmas tahun 2021.
b) Data yang diperoleh dari data program UKM esensial , UKM
pengembangan, UKP, serta data manajemen dan mutu puskesmas.
2.Pengolahan Data.
Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan
penghitungan sebagaimana berikut di bawah ini :
a) Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan
1) Satuan Sasaran adalah satuan kegiatan program sperti orang,
ibu hamil, bayi, balita dan lainnya sesuai dengan NSPK masing –
masing program
2) Target Sasaran (TS) adalah jumlah sari sasaran yang akan
diberikan pelayanan Oleh Puskesmas, dihitung berdasarkan
factor koreksi kondisi geografis, jumlah sumber daya, target
indicator kinerja dan pencapaian terdahulu. TS = TxS
3) Total sasaran (ToS) adalah sasaran target keseluruhan (100%)
4) Pencapaian (P) diisi dengan hasil yang dicapai masing – masing
kegiatan selama kurun waktu tertentu
5) % Cakupan diperoleh dengan menghitung pencapian hasil kegiatan
6) Cakupan riil (CR) adalah dengan menghitung P : ToS x 100%
7) % Cakupan variable (CV) = P : TS x 100%
8) Total nilai kinerja Puskesmas adalah jumlaah nilai upaya
Puskesmas
9) Analisa adalah evaluasi terhadap capaian target
10) Rekomendasi / Tindak lanjut adalah tindak lanjut dari capaian
kinerja yang tidak terpenuhi target.
a. Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas
Penilaian kinerja ditetapkan menggunakan nilai ambang untuk
tingkat kelompok Puskesmas, yaitu :
Rata rata nilai
UKM Esensial, UKM Pengembangan, UKP dan Mutu
Kelompok I (kinerja baik) : pencapaian hasil ≥ 91 %
Kelompok II (kinerja sedang) : pencapaian hasil 81–90 %
Kelompok III (kinerja rendah) : pencapaian hasil ˂ 81 %
Manajemen Puskesmas
Kinerja Baik : Nilai rata rata > 8,5
Kinerja Sedang : Nilai 5,5 – 8,4
Kinerja Rendah : Nilai < 5,5

Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mengetahui tingkat kinerja


Puskesmas di wilayahnya, maka kinerja Puskesmas akan
dikelompokkan menjadi tiga kelompok Puskesmas :
1. Kelompok I : Puskesmas dengan tingkat kinerja baik
2. Kelompok II : Puskesmas dengan tingkat kinerja sedang
3. Kelompok III : Puskesmas dengan tingkat kinerja kurang
BAB III
HASIL KINERJA PUSKESMAS CISEENG TAHUN
2021

Hasil Kinerja Puskesmas Ciseeng tahun 2021 dapat kami sajikan sebagai
berikut:
A. Hasil kinerja pelayanan kesehatan
1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
Tabel 1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) Esensial Puskesmas Ciseeng tahun 2021
HASIL
NO KOMPONEN UKM ESSENSIAL TINGKAT KETERANGAN
CAKUPAN
KINERJA
(%)
1 Pelayanan KIA dan KB 90,02 Sedang Baik ≥ 91

2 Pelayanan Gizi Masyarakat 78,37 Kurang Sedang ≥81-90

3 Pelayanan Promosi Kesehatan 96,35 Baik Kurang ≤ 81

4 Pelayanan Kesehatan Lingkungan 90,63 Sedang


Pelayanan Pencegahan &
5 70,29 Kurang
Pengendalian Penyakit (P2)
Rata-rata Kinerja 85,13 Sedang

Cakupan nilai rata-rata UKM Esensial adalah 85,13 dengan


kategori sedang, dimana cakupan tertinggi dicapai oleh Upaya
Kesehatan Ibu-Anak & KB dengan nilai rata-rata 96,35, sedangkan
terendah adalah Upaya Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2)
dengan nilai rata-rata 70,29.

2. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan


Tabel 2. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) Pengembangan Puskesmas Ciseeng tahun 2021
HASIL
KOMPONEN TINGKAT
NO CAKUPAN KET
UKM KINERJA
(%)
PENGEMBANG
AN
Pelayanan Upaya Kesehatan
1. Baik
Tradisional
≥ 91
2. Pelayanan Upaya Kesehatan Olah Sedang
raga ≥ 81-90
3. Pelayanan Upaya Kesehatan Kurang
Kerja ≤ 81
4. Pelayanan Upaya Kesehatan
Lansia
5. Pelayanan Upaya Kesehatan
Sekolah
6. Pelayanan Upaya Kesehatan Gigi
Masyarakat
7. Pelayanan Upaya Kesehatan
Indera

Cakupan nilai rata-rata UKM Pengembangan adalah 77,09 (kategori


kurang), dimana cakupan tertinggi dicapai oleh xxxxx dan yang
terendah oleh xxxxxx

3. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)


Tabel 3. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP) Puskesmas Ciseeng tahun 2021

KOMPONEN UPAYA KESEHATAN HASIL TINGKAT


PERORANGAN (UKP) KINERJA
NO CAKUPAN KET
(%)
1. Kunjungan Rawat Jalan dan Baik ≥ 91
Rawat Inap
2. Pelayanan Perawatan Kesehatan Sedang ≥ 81-90
masyarakat
3. Pelayanan Kefarmasian Kurang ≤ 81

4. Pelayanan Laboratorium

Rata-rata Kinerja

dengan masing-masing nilai rata-rata 100, sedangkan terendah


adalah Upaya Kesehatan dengan nilai rata-rata 45,05 (kategori
kurang).

B. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen


Tabel 3.Pencapaian Kinerja Manajemen Puskesmas Ciseeng Tahun 2021
KOMPONEN MANAJEMEN CAKUPAN TINGKAT
NO. KET
PUSKESMAS KEGIATAN KINERJA

1. Manajemen Umum Baik ≥ 8,5


2. Manajemen Sedang ≥ 5,5–8,4
Pemberdayaan
Masyarakat
3. Manajemen Peralatan Kurang ≤ 5,5
4. Manajemen Sarana
Prasarana
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Sumber
Daya Manusia
7. Manajemen Pelayanan
Kefarmasian
8. Manajemen Data dan
Informasi
9 Manajemen Mutu
Rata-rata

Jadi hasil Kinerja Manajemen Puskesmas Ciseeng tahun 2021 adalah :


8,70 (Kategori Baik).

Anda mungkin juga menyukai