Anda di halaman 1dari 100

PPA FEB UI

CA Review :
Akuntansi
Manajemen Lanjutan
TOPIK 1: PENDAHULUAN

• Menjelaskan perbedaan peranan akuntansi biaya dan akuntansi manajemen (LO-1a)


• Menjelaskan dan menerapkan kode etik akuntan manajemen. (LO-5)
LO
• Level 3 (Pengenalan secara umum)
• *** peserta Ujian CA diharapkan mengenal secara umum topik level 3;
• *** topik level 3 merupakan topik yang tidak begitu sering ditemui dalam praktik akuntan profesional
sehari-hari. Dengan demikian peserta Ujian CA tidak perlu memiliki pemahaman yang menyeluruh
LEVEL maupun pengetahuan untuk praktik;

PPA FEB UI
• *** peserta Ujian CA diharapkan mengerti secara umum topik level 3 dan mengerti implikasinya secara
luas.

• 2 SOAL PG
Soal

SUB TOPIK
1.1. Perbedaan akuntansi biaya dan akuntansi manajemen
1.2. Konsep different cost for different purpose
1.3. Empat tahapan sistem akuntansi perusahaan
1.4. Kode etik

2
Pendahuluan

PILIHAN GANDA - SOAL 1

Pihak berikut yang kemungkinan tidak menggunakan informasi dari akuntansi

PPA FEB UI
manajemen adalah:

a. Supervisor produksi
b. Bank yang akan memberikan kredit
c. Manajer keuangan
d. Manajer treasuri

3
Pendahuluan

PEMBAHASAN SOAL 1

Jawaban : B

PPA FEB UI
Akuntansi manajemen digunakan untuk proses pengambilan keputusan oleh
manajemen perusahaan. Bank yang akan memberikan kredit bagi perusahaan
tidak membutuhkan informasi akuntansi manajemen perusahaan.

4
Pendahuluan

PILIHAN GANDA - SOAL 2


Ketika perusahaan ingin mengeluarkan desain produk baru, akuntan
manajemen memberikan masukan mengenai aspek keuangan dan aspek
teknis atas produk tersebut kepada manajer produksi. Menurut panduan
etika dari Institute of Management Accountants (IMA), hal ini mencerminkan
perilaku ………dari akuntan manajemen

a.
b.
Kompetensi
Kerahasiaan
PPA FEB UI
c. Integritas
d. Profesionalitas

5
Pendahuluan

PEMBAHASAN SOAL 2

Jawaban : A

Prinsip kompetensi dalam IMA Statement of Ethical Practice:

PPA FEB UI
1. Maintain an appropriate level of professional leadership and expertise
by enhancing knowledge and skills.
2. Perform professional duties in accordance with relevant laws,
regulations, and technical standards.
3. Provide decision support information and recommendations that are
accurate, clear, concise, and timely. Recognize and help manage risk.

6
TOPIK 2: PERANAN AKUNTANSI BIAYA DALAM MENYUSUN
LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

• Menjelaskan perhitungan harga pokok produksi dalam rangka


menyusun laporan keuangan perusahaan (LO-1b).
LO
• Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)
• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
• *** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
LEVEL • *** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 4 SOAL PG
PPA FEB UI
Soal

SUB TOPIK
2.1. Pencatatan biaya produksi dengan actual, standard dan normal costing
2.2. Sistem biaya pesanan, sistem biaya proses, joint cost, alokasi biaya
departemen penunjang

7
Peranan akuntansi biaya dalam menyusun laporan keuangan perusahaan manufaktur

PILIHAN GANDA - SOAL 3


PT Rebana menggunakan sistem normal costing. Perusahaan mengalokasikan biaya
overheadnya berdasarkan rate per jam mesin yang dianggarkan. Berikut adalah data
yang tersedia pada tahun 2018

Biaya overhead pabrik yang dianggarkan Rp 4.200.000


Jam mesin yang dianggarkan 175.000

PPA FEB UI
Biaya overhead pabrik aktual Rp 4.050.000
Jam mesin aktual 170.000

Berapakah nilai kurang atau lebih dari alokasi overhead pada tahun 2018?

a. Rp 30.000 kelebihan alokasi


b. Rp 25.000 kekurangan alokasi
c. Rp 30.000 kekurangan alokasi
d. Rp 35.000 kelebihan alokasi

8
Peranan akuntansi biaya dalam menyusun laporan keuangan perusahaan manufaktur

PEMBAHASAN SOAL 3

Jawaban : A

PPA FEB UI

9
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

PILIHAN GANDA - SOAL 4


PT Angklung menggunakan sistem biaya proses dengan metode rata-rata tertimbang.
Perusahaan hanya memiliki satu departemen proses dan seluruh bahan baku
ditambahkan pada awal proses. Berikut adalah informasi produksi PT Angklung untuk
periode Maret 2019:
Bahan Baku Biaya

PPA FEB UI
Unit Fisik Langsung Konversi
Persediaan dalam proses, 1 Maret 2.500 Rp 3.000.000 Rp 1.250.000
Dimulai selama Maret 7.500
Diselesaikan dan ditransfer selama maret 6.000
Persediaan dalam proses, 31 Maret 4.000
Tingkat penyelesaian dalam persediaan dalam
proses akhir ? 70%
Biaya yang ditambahkan selama bulan Maret Rp12.000.000 Rp 5.600.000
Berapakah unit ekuivalen untuk biaya konversi yang terdapat pada persediaan dalam
proses akhir?
a. 10.000
b. 7.500
c. 8.800
d. 2.800
10
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan
Manufaktur
PEMBAHASAN SOAL 4

Equivalent units are the product of


Jawaban : D
the number of partially
completed units and the

PPA FEB UI
percentage completion of
those units.

Persediaan dalam proses akhir x tingkat penyelesaian untuk biaya konversi


4.000 x 70% = 2.800 unit

11
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan
Manufaktur
PILIHAN GANDA - SOAL 5
PT Serunai memiliki dua buah produk dari sebuah proses gabungan yaitu produk X
dan Z. Biaya pemrosesan gabungan adalah Rp 8.000.000. berikut adalah data produksi
PT Serunai:

Meter Harga jual per meter Biaya proses lebih Harga jual akhir
pada titik split-off lanjut per meter per meter

PPA FEB UI
X 1.500 Rp 6.000 Rp 1.000 Rp 7.500
Z 2.200 Rp 9.000 Rp 3.000 Rp 11.250

Dengan menggunakan metode nilai penjualan pada titik split-off, berapakah biaya
gabungan yang dialokasikan pada produk Z?

a. Rp 6.000.000
b. Rp 5.500.000
c. Rp 4.500.000
d. Rp 5.000.000

12
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan
Manufaktur
PEMBAHASAN SOAL 5
Jawaban : B

Harga jual per meter


Meter Total
pada titik split-off
X 1.500 6000 9.000.000
Z
PPA FEB UI
2.200
Total
9000 19.800.000
28.800.000

19.800.000
Alokasi biaya gabungan ke produk Z = × 𝑅𝑝 8.000.000 =
28.800.000
𝑅𝑝 5.500.000

13
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan
Manufaktur
PILIHAN GANDA - SOAL 6
Metode alokasi biaya overhead dari departemen pendukung ke departemen
operasi yang mengakui sepenuhnya semua jasa bersama antar departemen
pendukung yang diberikan adalah metode

a. Langsung

PPA FEB UI
b. Step-down
c. Resiprokal
d. Tidak langsung

14
Peranan Akuntansi Biaya Dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan
Manufaktur
PEMBAHASAN SOAL 6
Jawaban : C

• Pada metode langsung, biaya departemen pendukung hanya dialokasikan


pada departemen operasi.
• Metode step-down mengalokasikan biaya departemen pendukung ke

PPA FEB UI
departemen pendukung lainnya dan ke departemen operasi secara
berurutan sehingga hanya mengakui sebagian jasa bersama yang
diberikan di antara semua departemen pendukung.
• Sementara itu, metode tidak langsung tidak dikenal dalam alokasi biaya
departemen pendukung.

15
TOPIK 3: PENGEMBANGAN DAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA
• Menjelaskan perhitungan harga pokok produksi dalam rangka menyusun laporan keuangan
perusahaan (LO-1b).
• Menjelaskan sistem akutansi manajemen yang dapat dipakai untuk efisiensi dan pengambilan
LO keputusan perusahaan (LO-1c)
• Menjelaskan konsep terbaru dalam akuntansi manajemen. (LO-4)

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci
atas topik yang diujikan;
LEVEL • *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);

PPA FEB UI
• *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

• 3 SOAL PG
Soal

SUB TOPIK
3.1. Biaya langsung dan biaya tidak langsung
3.2 Activity-Based Costing

16
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PILIHAN GANDA - SOAL 7


Candace Pastry membuat dan menjual kue Red Velvet. Setiap harinya
Candace Pastry dapat memproduksi 100 loyang kue Red Velvet. Setiap loyang
Red Velvet membutuhkan 7 sendok makan tepung terigu dan 0,5 sendok teh
vanili. Pembuat kue diberikan upah per loyang kue Red Velvet yang dibuat.
Berikut ini yang bukan merupakan biaya overhead dalam pembuatan 1 loyang

PPA FEB UI
kue Red Velvet adalah

a. Biaya penggunaan 7 sendok makan tepung terigu


b. Biaya penggunaan 0,5 sendok teh vanili
c. Upah pembuat kue
d. Depresiasi oven

17
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PEMBAHASAN SOAL 7

Jawaban : C

Dengan objek biaya 1 loyang kue, upah pembuat kue yang dibayar per loyang
kue yang dibuat adalah biaya langsung. Biaya penggunaan tepung terigu dan

PPA FEB UI
vanili merupakan biaya tidak langsung karena tidak ekonomis untuk
menelusuri biaya dari 7 sendok makan tepung terigu dan 0.5 sendok teh
vanili. Biaya depresiasi oven juga termasuk biaya tidak langsung apabila objek
biaya adalah 1 kotak kue Red Velvet.

18
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PILIHAN GANDA - SOAL 8


Gendang Production membuat berbagai macam lemari besi. Anggaran
perusahaan untuk tahun 2019 menunjukkan total anggaran overhead sebesar
Rp 712.000.000. Overhead perusahaan disusun berdasarkan aktivitas berikut:
Jumlah Cost
Aktivitas Cost-Pool (Rp) Cost Driver
Driver Tahunan

PPA FEB UI
Set-up mesin 220.000.000 Jumlah set-up mesin 2.750
Pembelian material 32.000.000 Jumlah purchase order 250
Pengendalian mutu 90.000.000 Inspeksi mutu 4.500
Operasi mesin 330.000.000 Jam mesin 66.000
Pemeliharaan mesin 40.000.000 Jam pemeliharaan 800
Total 712.000.000

Seorang pelanggan memesan 60.000 lemari besi yang membutuhkan 16 kali


set-up mesin, 32 purchase order, 13.600 jam mesin, 48 kali inspeksi mutu,
dan 24 jam pemeliharaan mesin. Jumlah biaya overhead yang dibutuhkan
untuk memenuhi pesanan ini adalah

19
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PILIHAN GANDA - SOAL 8

a. Rp75.500.000
b. Rp75.536.000
c. Rp75.424.000
d. Rp71.440.000

PPA FEB UI

20
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PEMBAHASAN SOAL 8
Jawaban : B

Hitung overhead rate untuk setiap aktivitas:

PPA FEB UI

21
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PEMBAHASAN SOAL 8
Jawaban : B

Kemudian hitung biaya overhead untuk setiap aktivitas dan total biaya overhead yang
dibutuhkan untuk memproduksi 60.000 lemari besi:

PPA FEB UI

22
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PILIHAN GANDA - SOAL 9


Mengacu pada soal nomor 8, apabila Gendang Production menggunakan
jumlah jam mesin sebagai satu-satunya cost-driver untuk mengalokasikan
biaya overhead, jumlah biaya overhead yang dialokasikan untuk membuat
60.000 lemari besi adalah:

a. 150.000.000
b.
c.
d.
136.715.000
146.716.800
130.000.000
PPA FEB UI

23
Pengembangan Sistem Manajemen Biaya

PEMBAHASAN SOAL 9
Jawaban : C

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑂𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑


Rate overhead :
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑎𝑠𝑖𝑠 𝐴𝑙𝑜𝑘𝑎𝑠𝑖 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎
𝑅𝑝 712.000.000

PPA FEB UI
= 𝑅𝑝 10.788 𝑝𝑒𝑟 𝑗𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛
66.000 𝑗𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛
10788 per jam mesin x 13.600 = Rp 146.716.800

24
TOPIK 4: PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA UNTUK EFISIENSI

• Menjelaskan sistem akutansi manajemen yang dapat dipakai untuk efisiensi dan pengambilan
keputusan perusahaan (LO-1c)
LO • Menjelaskan konsep terbaru dalam akuntansi manajemen. (LO-4)

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci atas topik yang
diujikan;
• *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
• *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

PPA FEB UI
LEVEL • Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)
•*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
•*** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
•*** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 4 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
4.1. Activity based management
4.2. Cost efficiency dengan model cost of quality, just in time (JIT), dan lean
production and accounting

25
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PILIHAN GANDA - SOAL 10

Berikut ini adalah beberapa aktivitas dalam perusahaan manufaktur:

I. Inspeksi mutu produk


II. Memindahkan bahan baku
III. Menunggu pengiriman bahan baku

PPA FEB UI
IV. Mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi

Aktivitas yang memiliki nilai tambah bagi bisnis adalah

a. I dan III
b. II dan IV
c. I, II, III, dan IV
d. IV saja

26
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PEMBAHASAN SOAL 10

Jawaban : D

PPA FEB UI
Aktivitas yang memiliki nilai tambah adalah aktivitas yang memberikan nilai
ekonomis terhadap produk dimana pelanggan bersedia membayar atas
proses tersebut

Contoh Non-Value Added Activities:


• Scheduling
• Moving
• Waiting
• Inspecting
• Storing

27
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PILIHAN GANDA - SOAL 11


Pada biaya atas kualitas, biaya yang dikeluarkan untuk servis
purna jual termasuk dalam kategori biaya:

A. Pencegahan
B. Penilaian

PPA FEB UI
C. Kegagalan internal
D. Kegagalan eksternal

28
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PEMBAHASAN SOAL 11
Jawaban : D
Biaya kegagalan eksternal adala biaya yang muncul untuk
memperbaiki kerusakan yang ditemukan oleh pelanggan.
Empat Kategori Biaya Kualitas:

PPA FEB UI
Jenis Biaya Pengertian
Pencegahan Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah produksi produk
yang tidak sesuai ekspektasi
Penilaian Biaya yang dikeluarkan untuk mendeteksi unit yang tidak
sesuai spesifikasi
Kegagalan internal Biaya yang terjadi karena adanya produk yang rusak
sebelum produk tersebut sampai ke pelanggan
Kegagalan eksternal Biaya yang terjadi karena adanya produk yang rusak setelah
produk tersebut sampai ke pelanggan

29
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PILIHAN GANDA - SOAL 12


Dalam hierarki biaya pelanggan, biaya transportasi untuk
mengunjungi pelanggan dalam rangka troubleshooting termasuk
dalam kategori biaya

PPA FEB UI
a. Customer output unit level cost
b. Distribution channel cost
c. Customer sustaining cost
d. Corporate sustaining cost

30
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PEMBAHASAN SOAL 12

Jawaban : C

PPA FEB UI

31
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PILIHAN GANDA - SOAL 13


PT Tifa telah menjadi pelanggan PT Angklung selama 5 tahun. Setiap
tahunnya, rata-rata kontribusi PT Tifa terhadap profit PT Angklung adalah Rp
10.000.000. Saat mendapatkan PT Tifa sebagai pelanggan, PT Angklung
mengeluarkan Rp 2.500.000 sebagai biaya pemasaran. Customer life-time
value dari PT Tifa adalah:

PPA FEB UI
a. Rp 50.000.000
b. Rp 7.500.000
c. Rp 47.500.000
d. Rp 37.500.000

32
Penggunaan Sistem Manajemen Biaya untuk Efisiensi

PEMBAHASAN SOAL 13
Jawaban : C

(10.000.000 x 5) – 2.500.000 = Rp 47.500.000

PPA FEB UI

33
TOPIK 5: PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA
UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK –PELANGGAN
• Menjelaskan sistem akutansi manajemen yang dapat dipakai untuk efisiensi dan pengambilan
keputusan perusahaan (LO-1C)
LO • Menjelaskan konsep terbaru dalam akuntansi manajemen. (LO-4)

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan
terinci atas topik yang diujikan;

PPA FEB UI
• *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
LEVEL • *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

• 1 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
5.1. Costumer profitability analysis
5.2. Costumer lifetime value

34
Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik –
pelanggan
PILIHAN GANDA - SOAL 14
Asri Belas memproduksi dua jenis model kebaya: model standar dan model
khusus. Berikut adalah data produksi dari kedua jenis model kebaya tersebut:

Model Standar Model Khusus


Jumlah pesanan per bulan 150 20
Jam tenaga kerja langsung per kebaya 5 10

PPA FEB UI
Biaya tenaga kerja langsung per jam Rp50.000 Rp150.000
Biaya bahan baku per kebaya Rp450.000 Rp1.500.000
Harga jual per kebaya Rp2.500.000 Rp8.000.000
Dengan pertimbangan persentase marjin kontribusi, produk manakah yang perlu
diprioritaskan penjualannya?

A. Model Standar, marjin kontribusi 72%


B. Model Standar, marjin kontribusi 63%
C. Model Khusus, marjin kontribusi 72%
D. Model Khusus, marjin kontribusi 63%

35
Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik –
pelanggan
PEMBAHASAN SOAL 14
Jawaban : A

PPA FEB UI

36
TOPIK 6: PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA UNTUK
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEJIK – PRODUK

• Menjelaskan sistem akutansi manajemen yang dapat dipakai untuk efisiensi dan pengambilan
keputusan perusahaan (LO-1C)
LO

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan
terinci atas topik yang diujikan;

PPA FEB UI
• *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
LEVEL • *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

• 1 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
6.1. Product profitability analysis
6.2. Target costing

37
Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik –
produk
PILIHAN GANDA - SOAL 15
PT XYZ melakukan riset dan mendapatkan informasi bahwa rata-rata harga
kursi plastik di pasaran adalah Rp 140.000 per unit. Di tahun 20X0,
perusahaan berhasil menjual 2.430 unit dengan harga Rp 143.000 per unit.
Biaya produksi per unit pada tahun 20X0 adalah Rp 100.000. Apabila
perusahaan menargetkan harga menjadi Rp 130.000 per unit agar penjualan

PPA FEB UI
meningkat menjadi 3.000 unit, berapakah target biaya produksi agar
perusahaan memiliki target persentase marjin kotor sama dengan tahun
20X0?

a. 90.000
b. 90.909
c. 91.000
d. 92.000

38
Penggunaan sistem manajemen biaya untuk pengambilan keputusan stratejik –
produk
PEMBAHASAN SOAL 15
Jawaban : B

100
× 130.000 = 90.909,09

PPA FEB UI
143

39
TOPIK 7: PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI UNTUK
PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PENDEK.

• Menjelaskan sistem akutansi manajemen yang dapat dipakai untuk efisiensi dan pengambilan
keputusan perusahaan (LO-1C)
LO

•Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
• *** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;

PPA FEB UI
LEVEL • *** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 3 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
7.1. Relevant cost vs sunk cost
7.2. Penerapan relevant cost dalam berbagai kondisi
7.3. Theory of constraint

40
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PILIHAN GANDA - SOAL 16

Pertanyaan paling tepat yang perlu diajukan untuk menentukan apakah suatu
pendapatan atau biaya itu relevan?

PPA FEB UI
A. Kerangka waktu mana yang digunakan untuk mencapai hasil?
B. Apakah item pendapatan atau biaya berbeda antara satu pilihan dengan
pilihan lain?
C. Siapa yang bertanggung jawab atas pendapatan dan biaya tersebut?
D. Berapa nilai pendapatan dan biaya?

41
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PEMBAHASAN SOAL 16
Jawaban : B

Biaya relevan dipakai sebagai informasi untuk pengambilan keputusan. Agar


suatu biaya dapat dianggapa sebagai biaya relevan, maka biaya-biaya
tersebut harus memenuhi dua persyaratan, yaitu:

PPA FEB UI
1) Biaya tersebut harus belum terjadi, dan biaya tersebut baru akan terjadi
apabila keputusan yang dipilih perusahan dilaksanakan.
2) Biaya tersebut harus berbeda untuk setiap alternatif yang berbeda.
Meskipun biaya tersebut belum dikeluarkan (memenuhi persyaratan
pertama), namun jika untuk setiap alternatif yang ada biayanya adalah
sama, maka biaya tersebut juga tidak relavan dalam pengambil
keputusan.

42
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PILIHAN GANDA - SOAL 17


Pada 31 Desember 2005, Brown Co. memiliki mesin dengan Harga perolehan sebesar
$90,000, akumulasi penyusutan sebesar $75,000, dan perkiraan nilai sisa (salvage
value) sebesar nol. Biaya perawatan mesin lama adalah $5,000 per tahunnya. Pada 31
Desember 2005, Brown mempertimbangkan membeli mesin baru yang memiliki
masa manfaat 2 tahun, seharga $150,000, dan memiliki perkiraan nilai sisa (salvage
value) sebesar 0. Biaya perawatan mesin baru adalah $3,500 per tahunnya. Adapun

PPA FEB UI
mesin lama tersebut dapat dijual kembali dengan nilai $10,000. Dalam keputusannya
mengenai kemungkinan membeli mesin, biaya berikut yang dianggap sebagai sunk
cost adalah:
I. Nilai buku mesin lama sebesar $15,000
II. Harga jual kembali mesin lama sebesar $10,000
III. Harga beli mesin baru sebesar $150,000
IV. Biaya perawatan mesin baru sebesar $3,500 per tahun
A. I saja
B. I & III
C. II & IV
D. I, II, III, & IV

43
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PEMBAHASAN SOAL 17
Jawaban : A

Sunk cost adalah biaya-biaya yang sudah terjadi atau sudah dikeluarkan perusahaan.
Uang yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya-biaya tersebut tidak dapat ditarik
kembali. Biaya ini tidak relevan dan seharusnya tidak dipakai sebagai pertimbangan

PPA FEB UI
dalam pengambilan keputusan. Nilai buku dari mesin lama termasuk sunk cost karena
hal tersebut tidak dapat di-recover.

44
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PILIHAN GANDA - SOAL 18

Theory of constraints (TOC) mendefinisikan throughput margin sebagai…


A. Laba operasi dikurang biaya bahan mentah langsung dari barang yang
dijual

PPA FEB UI
B. Laba operasi dikurang biaya tenaga kerja langsung dari barang yang dijual
C. Pendapatan dikurang biaya bahan mentah langsung dari barang yang
dijual
D. Pendapatan dikurang full cost dari barang yang dijual

45
Penggunaan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan jangka pendek

PEMBAHASAN SOAL 18
Jawaban : C

Theory of constraints (TOC) merupakan suatu konsep yang mencoba


memaksimalkan keuntungan perusahaan yang beroperasi dengan kendala-
kendala yang dihadapi, baik kendala internal maupun eksternal.

PPA FEB UI
Keuntungan dalam konsep ini didefinisikan sebagai throughput. Throughput
adalah penjualan dikurangi dengan biaya bahan mentah langsung.

46
TOPIK 8: PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI UNTUK PERENCANAAN LABA

• Menerapkan informasi akuntansi dalam proses perencanaan. (LO-2a)


LO
•Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)
•*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci atas topik yang diujikan;
•*** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
•*** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

PPA FEB UI
•Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)
LEVEL •*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
•*** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
•*** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 3 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
8.1. Perbedaan biaya tetap dan variabel
8.2. Analisis cost volume profit

47
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba
PILIHAN GANDA - SOAL 19

Jawab pertanyaan nomor 19 hingga 21 dengan menggunakan informasi di


bawah ini:

Ruben bermaksud menjual paket tiket pulang-pergi khusus kepada

PPA FEB UI
pelanggannya. Dia dapat menjual kepada pelanggan paket dari maskapai
penerbangan sebesar $150 untuk satu tiket. Biaya variabel adalah $10 per tiket
dan biaya tetap adalah $3.000 per bulan. Pihak maskapai memberikan komisi
sebesar 20% atas setiap paket tiket yang terjual.

Berapa marjin kontribusi per paket tiket?


A. $5
B. $10
C. $15
D. $20

48
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba

PEMBAHASAN SOAL 19

Jawaban : D

Marjin kontribusi = Hasil komisi per paket tiket – Biaya variabel


= ($150 x 0.2) - 10

PPA FEB UI
= $20

49
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba

PG - SOAL 20
Jawab pertanyaan nomor 19 hingga 21 dengan menggunakan informasi di
bawah ini:

Ruben bermaksud menjual paket tiket pulang-pergi khusus kepada


pelanggannya. Dia dapat menjual kepada pelanggan paket dari maskapai

PPA FEB UI
penerbangan sebesar $150 untuk satu tiket. Biaya variabel adalah $10 per
tiket dan biaya tetap adalah $3.000 per bulan. Pihak maskapai memberikan
komisi sebesar 20% atas setiap paket tiket yang terjual.

Berapa banyak paket tiket yang harus Ruben jual setiap bulannya agar dapat
mencapai titik impas (breakeven)?
A. 200 paket
B. 250 paket
C. 150 paket
D. 300 paket

50
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba

PEMBAHASAN SOAL 20

Jawaban : C

PPA FEB UI
Biaya Tetap/Margin Kontribusi per Unit
$3.000/20 = 150 paket tiket

51
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba

PG - SOAL 21
Jawab pertanyaan nomor 19 hingga 21 dengan menggunakan informasi di
bawah ini:

Ruben bermaksud menjual paket tiket pulang-pergi khusus kepada


pelanggannya. Dia dapat menjual kepada pelanggan paket dari maskapai

PPA FEB UI
penerbangan sebesar $150 untuk satu tiket. Biaya variabel adalah $10 per
tiket dan biaya tetap adalah $3.000 per bulan. Pihak maskapai memberikan
komisi sebesar 20% atas setiap paket tiket yang terjual.

Berapa banyak paket tiket yang harus Ruben jual untuk memperoleh laba
operasi sebesar $40,000?
A. 2000 paket
B. 1500 paket
C. 2250 paket
D. 2150 paket

52
Penggunaan Informasi Akuntansi untuk Perencanaan Laba

PEMBAHASAN SOAL 21

Jawaban : D

CMU x QS = FC + Target laba operasi

PPA FEB UI
20 x QS = $3000 +$40,0000
QS = 2150 paket

53
TOPIK 9: AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

• Menjelaskan penggunaan akuntansi manajemen dalam membantu pengendalian lingkungan.


(LO-3)
LO
•Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)
•*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci atas topik yang diujikan;
•*** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
•*** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

PPA FEB UI
•Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)
LEVEL •*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
•*** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
•*** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 1 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
9.1. Environmental cost of quality

54
Akuntansi Manajemen Lingkungan

PG - SOAL 22

Biaya pemakaian perlengkapan pengujian polusi udara pada produk termasuk


dalam kategori biaya
A. Pencegahan

PPA FEB UI
B. Penilaian (appraisal)
C. Kegagalan internal
D. Kegagalan eksternal

55
Akuntansi Manajemen Lingkungan

PEMBAHASAN SOAL 22

Jawaban : B

PPA FEB UI
Biaya penilaian (appraisal) adalah biaya yang dikeluarkan untuk memonitor
bagaimana aktivitas perusahaan dapat mempengaruhi lingkungan.

56
TOPIK 10: LANDASAN SISTEM PENGENDALIAN STRATEJIK

• Menjelaskan dan menerapkan sistem pengendalian manajemen stratejik.(LO-2c)


LO

• Level 3 (Pengenalan secara umum)


• *** peserta Ujian CA diharapkan mengenal secara umum topik level 3;
• *** topik level 3 merupakan topik yang tidak begitu sering ditemui dalam praktik akuntan profesional sehari-hari.
Dengan demikian peserta Ujian CA tidak perlu memiliki pemahaman yang menyeluruh maupun pengetahuan untuk

PPA FEB UI
LEVEL praktik;
• *** peserta Ujian CA diharapkan mengerti secara umum topik level 3 dan mengerti implikasinya secara luas.

• 1 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
10.1 Four levers of control

57
Landasan sistem pengendalian stratejik

PG - SOAL 23

Mana dari pernyataan berikut ini yang merupakan perbedaan antara


diagnostic control system dan interactive control system?
A. diagnostic control system fokus pada pencapaian target, sedangkan
interactive control system fokus pada standar perilaku etis

PPA FEB UI
B. diagnostic control system fokus pada standar perilaku etis, sedangkan
interactive control system fokus pada pancapaian target
C. diagnostic control system fokus pada pencapaian target, sedangkan
interactive control system fokus pada fenomena dalam organisasi dan
mempelajari isu-isu strategis utama
D. diagnostic control system fokus pada fenomena dalam organisasi dan
mempelajari isu-isu strategis utama, sedangkan interactive control system
fokus pada pencapaian target

58
Landasan sistem pengendalian stratejik

PEMBAHASAN SOAL 23

Jawaban : C

Diagnostic control system berfungsi untuk memeriksa atau mendiagnosa


apakah strategi perusahaan sudah dijalankan, serta apakah tujuan dan visi

PPA FEB UI
perusahaan sudah tercapai.
Interactive control system untuk mendeteksi strategic uncertainties
(ketidakpastian strategi yang terus berubah karena perubahan kondisi
lingkungan eksternal perusahaan), sehingga ketidakpastian tersebut dapat
ditemukan sedini mungkin. Interactive control system diterapkan oleh
manajer puncak untuk memandu proses pembetukan strategi secara informal
dengan menetapkan keterlibatan pribadi, intimasi atau kedekatan dengan
permasalahan, dan komitmen (Mintzberg,1978;127)

59
TOPIK 11: PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

• Menerapkan informasi akuntansi dalam proses perencanaan. (LO-2a)


• Menjelaskan konsep terbaru dalam akuntansi manajemen. (LO-4)
LO

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan
terinci atas topik yang diujikan;

PPA FEB UI
• *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
LEVEL • *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

• 2 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
11.1. Kegunaan dan kelemahan dari anggaran
11.2. Penyusunan anggaran
11.3. Rencana stratejik dan anggaran perusahaan
11.4. Anggaran vs forecasting
11.5. Beyond budgeting
60
Proses penyusunan anggaran

PG - SOAL 24

Proyeksi penjualan perusahaan untuk tahun depan adalah 36.000 unit.


Persediaan awal barang jadi sebesar 2.500 unit dan persediaan barang jadi
yang dikehendaki pada akhir tahun adalah 7.300 unit. Harga jual adalah Rp.
30.000/unit. Satu unit produk jadi memerlukan 2,5 kg bahan baku dengan

PPA FEB UI
harga Rp 5.000/kg. Persediaan awal bahan baku adalah 9.500 kg dan
perusahaan akhir bahan baku yang diinginkan di akhir tahun adalah 1.800 kg.

Dari data diatas, berapa unit yang harus di produksi?


A. 31,200
B. 32,100
C. 40,800
D. 40,000

61
Proses penyusunan anggaran

PEMBAHASAN SOAL 24

Jawaban : C

Anggaran produksi = Anggaran penjualan + persediaan akhir –

PPA FEB UI
persediaan awal
= 36,000 + 7,300 – 2,500
= 40,800

62
Proses penyusunan anggaran

PG - SOAL 25

Proyeksi penjualan perusahaan untuk tahun depan adalah 60.000 unit.


Persediaan awal barang jadi sebesar 5.000 unit dan persediaan barang jadi
yang dikehendaki pada akhir tahun adalah 10.000 unit. Harga jual adalah Rp.
40.000/unit. Satu unit produk jadi memerlukan 5 kg bahan baku dengan

PPA FEB UI
harga Rp 7.000/kg. Persediaan awal bahan baku adalah 14.000 kg dan
perusahaan akhir bahan baku yang diinginkan di akhir tahun adalah 5.000 kg.
Dari data diatas, berapa anggaran kas biaya pembelian bahan baku?
A. 2.212.000.000
B. 2.037.000.000
C. 2.121.000.000
D. 2.137.000.000

63
Proses penyusunan anggaran

PEMBAHASAN SOAL 25

Jawaban : A

Budget produksi = budget penjualan + persediaan akhir – persediaan awal

PPA FEB UI
Budget produksi = 60.000 + 10.000 – 5.000
Budget produksi = 65.000
Kebutuhan untuk produksi = 65.000 x 5 kg = 325.000 kg
Jumlah dibeli = 325.000 + 5.000 – 14.000 = 316.000 kg
Anggaran biaya pembelian = 316.0000 x Rp. 7.000 = Rp. 2.212.000.000

64
TOPIK 12: SISTEM PENGENDALIAN STRATEJIK –
PENEKANAN PADA PENGENDALIAN KEUANGAN

• Menerapkan sistem pengendalian manajemen berbasis keuangan.(LO-2b)


LO
•Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)
•*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci atas topik yang diujikan;
•*** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
•*** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

PPA FEB UI
•Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)

LEVEL •*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
•*** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
•*** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 3 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
12.1. Konsep responsibility center
12.2. Cost center, revenue center, and profit center
12.3. Investment center
12.4. Transfer pricing

65
Sistem pengendalian stratejik – penekanan pada pengendalian keuangan

PG - SOAL 26

PT. XYZ dengan dua divisi yang saling melakukan transaksi, yaitu Divisi Penjual
(A) dan Divisi Pengolah (B). Divisi A menjual produknya ke pasar luar. Jika

PPA FEB UI
biaya oportunitas Divisi B per produk $78 per unit, biaya incremental per
produk $126, dan terdapat idle capacity, harga transfer price minimal dari
Divisi B ke Divisi A adalah…
A. $78
B. $204
C. $126
D. $48

66
Sistem pengendalian stratejik – penekanan pada pengendalian keuangan

PEMBAHASAN SOAL 26

PPA FEB UI
Jawaban : C

Karena ada idle capacity, maka harga minimum transfer pricingnya adalah
biaya incrementalnya, yaitu $126

67
Proses penyusunan anggaran

PG - SOAL 27

Berikut ini yang merupakan tujuan dari ‘Beyond Budgeting’


I. Memperbaiki sistem anggaran tradisional
II. Meninggalkan proses penganggaran tradisional dan menggantinya
dengan proses yang lebih adaptif

PPA FEB UI
III. Memindahkan kepemimpinan organisasi melalui desentralisasi
radikal
IV. Menggantikan sistem penganggaran tradisional dengan balanced-
scorecard

A. II & III
B. I & II
C. III & IV
D. I & IV

68
Proses penyusunan anggaran

PEMBAHASAN SOAL 27

Jawaban : A

Beyond budgeting bertujuan untuk mengatasi kelemahan dari pengaggaran


tradisional yang cenderung tidak fleksibel. Beyond budgeting memiliki dua

PPA FEB UI
tujuan utama yaitu mewujudkan proses manajemen yang lebih adaptif
dengan meninggalkan proses penganggaran tradisional dan mewujudkan
organisasi yang sangat terdesentralisasi.

69
Sistem pengendalian stratejik – penekanan pada pengendalian keuangan

PG - SOAL 28

Manakah dari departemen berikut yang paling mungkin menjadi pusat laba?

PPA FEB UI
A. departemen akuntansi perusahaan yang juga membantu dalam proses
penganggaran
B. departemen penelitian dan pengembangan perusahaan
C. departemen penjualan perusahaan yang tujuannya adalah untuk
memaksimalkan pendapatan
D. departemen konsultasi dari sebuah firma hukum

70
Sistem pengendalian stratejik – penekanan pada pengendalian keuangan

PEMBAHASAN SOAL 28

Jawaban : D

Pusat laba (profit center) merupakan pusat pertanggungjawaban dimana

PPA FEB UI
kinerja finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara
pendapatan dan pengeluaran.

71
TOPIK 13: SISTEM PENGENDALIAN STRATEJIK TERINTEGRASI

• Menjelaskan dan menerapkan sistem pengendalian manajemen stratejik (LO-2c)


LO
•Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)
•*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan terinci atas topik yang diujikan;
•*** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
•*** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

PPA FEB UI
•Level 2 (Pengetahuan untuk praktik)

LEVEL •*** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman praktik untuk topik-topik yang diujikan;
•*** topik level 2 merupakan topik yang penting dalam melaksanakan praktik akuntan profesional sehari -hari;
•*** peserta Ujian CA tidak diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 2 ini.

• 1 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
13.1. Strategy map
13.2. Konsep balance scorecard

72
Sistem pengendalian stratejik terintegrasi

PG - SOAL 29

Perusahaan transportasi udara juga menggunakan empat perspektif Balanced


Scorecard, yaitu ukuran keuangan, pelanggan, proses, dan pembelajaran dan
pertumbuhan.
Manakah ukuran berikut ini yang merupakan ukuran proses dalam

PPA FEB UI
perusahaan transportasi udara?
A. Laba operasi
B. Jarak antara waktu mendarat dengan keberangkatan kembali
C. Persentase keberangkatan tepat waktu
D. Jumlah jam pelatihan karyawan

73
Sistem pengendalian stratejik terintegrasi

PEMBAHASAN SOAL 29
Jawaban : B

Perspektif proses bisnis internal, yaitu proses bisnis apa saja yang terbaik
yang harus dilakukan perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka
pendek untuk mencapai tujuan finansial dan kepuasan pelanggan. Dalam

PPA FEB UI
konsep balanced scorecard, terdapat empat kelompok proses internal yang
dapat dilakukan perusahaan yaitu proses pengelolaan operasi, proses
pengelolaan pelanggan, proses inovasi, dan proses yang terkait dengan
hukum dan lingkungan social. Ukuran proses dalam perusahaan transportasi
udara adalah jarak antara waktu mendarat dengan keberangkatan karena
berkaitan efisiensi proses pengelolaan operasi. Laba operasi merupakan
indikator dari perspektif keuangan. Persentase keberangkatan tepat waktu
merupakan ukuran dari perspektif kepuasan pelanggan dan jumlah jam
pelatihan karyawan termasuk ukuran dari perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan.

74
TOPIK 14: SISTEM PENGENDALIAN STRATEJIK– KETERKAITAN DENGAN SISTEM KOMPENSASI

• Menjelaskan dan menerapkan sistem pengendalian manajemen stratejik (LO-2c)


LO

• Level 1 (Pemahaman yang menyeluruh)


• *** peserta Ujian CA diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh dan
terinci atas topik yang diujikan;

PPA FEB UI
• *** topik level 1 merupakan topik yang mendasar (fundamental bagi praktik akuntan profesional);
LEVEL • *** peserta Ujian CA diharapkan memahami sepenuhnya kompleksitas dari topik level 1.

• 4 SOAL PG
Soal
SUB TOPIK
Balance scorecard untuk penilaian kinerja

75
Sistem pengendalian stratejik – keterkaitan dengan sistem kompensasi

PG - SOAL 30

Pada balanced-score card, tingkat perputaran karyawan merupakan indikator


dari perspektif

PPA FEB UI
A. Keuangan
B. Pelanggan
C. Proses bisnis internal
D. Pembelajaran dan pertumbuhan

76
Sistem pengendalian stratejik – keterkaitan dengan sistem kompensasi

PEMBAHASAN SOAL 30

Jawaban : D

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengidentifikasi infrastruktur

PPA FEB UI
yang harus dibangun untuk membentuk pertumbuhan perusahaan dalam
jangka Panjang. Sasaran strategis dari perspektif ini adalah human capital
contohnya adalah peningkatan kompetensi dan komitmen dari karyawan.

77
ESAY

ESAY- SOAL 1
Divisi A menghasilkan suku cadang yang digunakan oleh Divisi B. Biaya produksi suku
cadang per unit tersebut adalah sebagai berikut:

Bahan baku langsung 12.000


Tenaga kerja langsung 10.000

PPA FEB UI
Variabel overhead 8.000
Fixed overhead (kapasitas praktis 400.000 unit) 10.000
Total biaya 40.000

Biaya lain yang terjadi pada Divisi A adalah:

Biaya administrasi Rp505.000


Biaya penjualan variabel Rp7.500 per unit

78
ESAY

ESAY- SOAL 1

Suku cadang tersebut biasanya dijual seharga Rp 60.000 per unit di pasar eksternal oleh
Divisi A. Divisi A mampu memproduksi 500.000 unit per tahun. Namun demikian, hanya
400.000-unit yang mampu diproduksi Divisi A pada tahun depan. Biaya penjualan variabel
dapat dihindari jika penjualan dilakukan secara internal.

PPA FEB UI
Divisi B biasanya membeli suku cadang tersebut senilai Rp 59.000 di pasar eksternal. Pada
tahun depan diperkirakan Divisi B menggunakan 50.000-unit suku cadang.
Divisi B mengajukan penawaran kepada Divisi A untuk membeli suku cadang dengan harga
Rp 57.500 per unit.

79
ESAY

ESAY- SOAL 1

Diminta:
1. Hitung harga transfer minimum yang dapat diterima oleh Divisi A
2. Hitung harga transfer maksimum yang mau dibayar oleh Divisi B

PPA FEB UI
3. Hitung bagaimana dampak terhadap keuangan perusahaan secara
keseluruhan apabila Divisi B membeli dari Divisi A seharga Rp 57.500.

80
ESAY

ESAY- PEMBAHASAN 1
1. Divisi A masih memiliki idle capacity sehingga harga dari transfer minimum per unit
adalah:
Biaya bahan baku langsung + Biaya tenaga kerja langsung + variabel overhead
Rp 12.000 + 10.000 + 8.000 = Rp 30.000
*biaya penjualan tidak dimasukkan karena biaya tersebut tidak akan terjadi apabila
Divisi A melakukan transfer secara internal.

PPA FEB UI
2. Harga transfer maksimum yang mau dibayar oleh Divisi B adalah sama dengan harga
pasar yang biasa dibayar oleh Divisi B yaitu Rp 59.000
3. Cost saving apabila Divisi B membeli suku cadang dari Divisi A:
(Rp 59.000-Rp57.500) x 50.000 = Rp 75.000.000

Tambahan Laba Operasi Divisi A apabila menjual tambahan 50.000 unit ke Divisi B:
Rp57.500 – Rp30.000) x 50.000 = Rp1.375.000

Dampak TOTAL terhadap perusahaan atas internal transfer itu adalah adanya
peningkatan laba operasi sebesar:
Rp75.000.000 + Rp1.375.000.000 = Rp 1.450.000.000.

81
ESAY

ESSAY - SOAL 2
Bradley Adam, seorang penjual alat perkakas mobil, mengoperasikan
beberapa cabang di beberapa pusat perbelanjaan. Harga jual rata-rata yang
telah ditetapkan adalah $30 dan biaya variabel rata-rata setiap penjualan
adalah $18. Sebuah pusat perbelanjaan baru dibuka dan Bradley ingin
menyewa toko di pusat perbelanjaan tersebut. Operator pusat perbelanjaan
menawarkan tiga opsi berikut untuk penyewaan toko:

PPA FEB UI
1. membayar sewa tetap sebesar $15.000 sebulan, atau
2. membayar sewa pokok $9.000 ditambah 10% dari pendapatan yang
diterima, atau
3. membayar sewa pokok $4.800 ditambah 20% dari pendapatan yang
diterima hingga sewa maksimum $25.000.
4. membayar sewa pokok $5.000 ditambah 20% dari pendapatan bersih yang
diterima

Diminta:
Untuk setiap opsi, hitunglah kuantitas penjualan untuk breakeven dan biaya
sewa bulanan yang dibayarkan saat breakeven serta tentukan opsi mana yang
paling menguntungkan bagi Bradley. Berikan alasan anda.
82
ESAY

PEMBAHASAN ESSAY 2
Jawaban :

Opsi 1
N = Satuan pada saat Breakeven
$30N - $18N - $15,000 = 0

PPA FEB UI
$12N - $15,000 = 0
N = $15,000/$12 = 1,250 unit
Biaya sewa pada breakeven = $15,000

Opsi 2
N = Satuan pada saat Breakeven
$30N - $18N - 0.10($30N) - $9,000 = 0
$9N - $9,000 = 0
N = $9,000/$9 = 1,000 unit
Biaya sewa pada breakeven = $9,000 + (0.10 × $30 × 1,000) = $12,000

83
ESAY

PEMBAHASAN ESSAY 2
Jawaban :

Opsi 3
N = Satuan pada saat Breakeven
$30N - $18N - 0.20($30N) - $4,800 = 0
$6N - $4,800 = 0
N = $4,800/$6 = 800 unit

PPA FEB UI
Biaya sewa pada breakeven = $4,800 + (0.20 × $30 × 800) = $9,600

Opsi 4
N = Satuan pada saat Breakeven
$30N - $18N - 0.20($12N) - $5,000 = 0
$9.6N - $5,000 = 0
N = $5,000/$9.6 = 521 unit
Biaya sewa pada breakeven = $5,000 + (0.20 × $12 × 521) = $6,050

Bradley sebaiknya memilih Opsi 4 karena memiliki unit yang paling sedikit untuk
mencapai break-even dan menghasilkan biaya sewa yang paling rendah saat kondisi
breakeven

84
ESAY

ESSAY - SOAL 3
Hitchcock Corporation memproduksi botol parfum. Perusahaan ini
berencana untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan
memproduksi botol-botol parfum yang berkualitas tinggi dengan biaya
rendah yang dikirimkan tepat waktu. Ada sejumlah produsen lain yang
memproduksi botol parfum serupa. Hitchcock percaya bahwa terus

PPA FEB UI
memperbaiki proses produksi dan memiliki karyawan yang puas sangat
penting untuk menerapkan strateginya.

Diminta:
A. Apakah strategi Hitchcock merupakan strategi product differentiation
atau cost leadership? Jelaskan secara singkat.
B. Identifikasi setidaknya satu indikator utama yang Anda harapkan
untuk dimasukkan dalam balanced scorecard:
a. untuk perspektif keuangan.
b. untuk perspektif pelanggan.
c. untuk perspektif proses bisnis internal.
d. untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
85
ESAY

PEMBAHASAN ESSAY 3
Jawaban :
A. Strategi Hitchcock adalah strategi cost leadership karena ada sejumlah
produsen lain yang memproduksi botol parfum yang serupa. Agar strategi
ini berhasil, Hitchcock harus mencapai biaya yang lebih rendah
dibandingkan dengan pesaing melalui peningkatan produktivitas dan

PPA FEB UI
efisiensi, mengurangi limbah (waste), dan mengontrol biaya dengan ketat.
B. Perspektif keuangan: pertumbuhan penjualan, laba operasi, ROE
Perspektif pelanggan: jumlah pengiriman tepat waktu, peningkatan pangsa
pasar, indeks kepuasan pelanggan, jumlah pelanggan baru
Perspektif proses bisnis internal: cycle time, yield, biaya per unit, efisiensi
mesin.
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: jumlah jam pelatihan
karyawan, tingkat produktivitas karyawan, tingkat turnover karyawan.

86
STUDI KASUS

STUDI KASUS

Rumah Sakit BF saat ini sedang mempertimbangkan menggunakan sistem activity-based


costing (ABC) untuk tahun 2018/2019. Manajemen rumah sakit berpendapat bahwa ABC
dapat menghasilkan informasi untuk keputusan pricing dengan lebih akurat. Seiring

PPA FEB UI
dengan semakin majunya teknologi medis, jumlah hari rawat pasien di rumah sakit saat ini
semakin berkurang. Oleh sebab itu, manajemen berpendapat strategi pricing saat ini tidak
mencerminkan biaya aktual rumah sakit.
Saat ini, untuk pricing, manajemen menambahkan mark-up sebesar 140% dari biaya
langsung. Dengan ABC, manajemen akan merubah pricing menjadi mark-up 20% dari full
cost.
Berikut adalah total biaya langsung Rumah Sakit BF:

87
STUDI KASUS

STUDI KASUS
$
Gaji Dokter Bedah 7,875,000
Biaya Pra-Operasi 1,890,000
Ruang Operasi 6,075,000

PPA FEB UI
Rumah Sakit BF memiliki 6 ruang operasi yang digunakan selama 14 jam per hari dan 300
hari dalam setahun. Diperkirakan pada tahun 2018/2019 akan ada 17,800 operasi yang
berlangsung dengan 22 orang dokter bedah yang akan menangani proses operasi dan
konsultasi. Diperkirakan setiap dokter bedah akan bekerja selama 3.000 jam pada tahun
2018/2019.

88
STUDI KASUS

STUDI KASUS

Untuk kepentingan penerapan sistem ABC, telah diputuskan bahwa aktivitas dalam Rumah
Sakit dibagi kedalam dua kategori yakni (1) administrasi & penyimpanan rekam medis, dan
(2) perawatan pasien. Perkiraan biaya untuk tahun 2018/2019 adalah sebagai berikut:

PPA FEB UI
Laboratorium Patologi
Update Rekam Medis
Penagihan dan Pengumpulan piutang
1,380,000
885,000
240,000
Perlengkapan medis 1,650,000
Perawatan 14,904,000
Penatu 1,380,000
Penjadwalan pasien/kamar 150,000
Makanan dan minuman 3,384,000

89
STUDI KASUS

STUDI KASUS

Informasi lainnya untuk tahun 2018/2019:

Hari Pasien 66,000


Jam Perawatan 720,000
Jumlah Pasien 14,400

PPA FEB UI
Jumlah uji laboratorium 120,000
Sebelum membuat keputusan akhir mengenai sistem pricing/costing, manajemen Rumah
Sakit BF memilih dua jenis operasi yang akan ditinjau: (1) Satu operasi telinga, hidung, dan
tenggorokan (THT) dan (2) satu operasi katarak. Informasi terkait operasi tersebut selama
tahun 2017/2018 adalah sebagai berikut:
Operasi THT Operasi Katarak

Durasi rawat inap 6 hari 1 hari

Lama operasi 3 jam 0.75 jam

Jam dokter bedah 4.5 jam 1.3 jam

90
STUDI KASUS

STUDI KASUS

Diminta:
Hitunglah harga yang akan dikenakan kepada pasien untuk tiap jenis operasi

PPA FEB UI
berdasarkan sistem ABC dan kebijakan pricing lama

91
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 1

Pertanyaan 1
Langkah 1: Tentukan cost object
Cost object adalah operasi THT dan operasi Katarak
Langkah 2: Tentukan biaya langsung dari setiap produk
a. Menentukan cost driver untuk setiap biaya langsung dan hitung total cost driver

PPA FEB UI
biaya langsung

Biaya langsung cost driver Total cost driver


Gaji Dokter Bedah jam dokter bedah 3,000 jam x 22 dokter - 66.000
Biaya Pra-Operasi jumlah operasi 17.800
Ruang Operasi jam ruang operasi 300 hari x 6 ruangan x 14 jam 25.200

92
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2

b. Menghitung rate biaya langsung

Gaji Dokter bedah (total gaji/jumlah

PPA FEB UI
jam dokter bedah) 119 per jam dokter bedah
Biaya pra operasi (tota biaya pra
operasi/jumlah operasi) 106 per operasi
Ruang operasi (biaya ruang
operasi/jumlah jam ruang operasi) 241 per jam ruang operasi

93
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2

c. Menghitung biaya langsung untuk setiap tindakan operasi

PPA FEB UI
Operasi THT Operasi Katarak
Cost Driver Total Biaya Cost Driver Total Biaya
Jam dokter bedah 4,5 jam dokter $ 536,93 1,3 jam dokter $ 155,11
Tindakan pra-operasi 1 kali 106 1,0 kali 106
Ruang Operasi 3 jam operasi 723 0,75 jam operasi 181
TOTAL BIAYA $ 1.366,33 $ 442,10

94
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2

Langkah 3: Klasifikasikan aktivitas pendukung di Rumah Sakit


menjadi dua kelompok aktivitas saja

PPA FEB UI
Laboratorium patologi Perawatan pasien
Update rekam medis Administrasi & rekam medis
Penagihan dan pengumpulan piutang Administrasi & rekam medis
Perlengkapan medis Perawatan pasien
Perawatan Perawatan pasien
Penatu Perawatan pasien
Penjadwalan pasien/kamar Administrasi & rekam medis
Makanan dan minuman Perawatan pasien

95
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2


Langkah 4: Membuat Cost Pool
Aktivitas: Administrasi & Rekam Medis
$
Update rekam medis 885.000
Penagihan dan pengumpulan piutang 240.000
Penjadwalan
Total indirect
pasien/kamar
cost pool untuk 150.000

PPA FEB UI
aktivitas administrasi & rekam
medis 1.275.000
Aktivitas Perawatan Pasien
Activities: perawatan pasien $
Laboratorium patologi 1.380.000
Perlengkapan medis 1.650.000
Perawatan 14.904.000
Penatu 1.380.000
Makanan dan minuman 3.384.000
Total indirect cost pool untuk
aktivitas perawatan pasien 22.698.000
96
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2


Langkah 5: Identifikasi Overhead Cost Allocation Base
Administrasi dan rekam medis -> cost driver adalah jumlah pasien
Perawatan pasien -> cost driver adalah jumlah hari pasien

PPA FEB UI
Total Biaya Administrasi & Rekam Medis
Cost driver yang tepat
Tarif
1.275.000
14.400 jumlah pasien
88,54166667 per pasien

Total Biaya Perawatan Pasien 22.698.000


Cost driver yang tepat 66.000 hari pasien
Tarif 344 per hari pasien

97
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2


Langkah 6: Menghitung Total Biaya Layanan

Operasi THT Operasi Katarak


Cost Driver Total Biaya Cost Driver Total Biaya

PPA FEB UI
Biaya Langsung
Jam dokter bedah 4,5 jam dokter $ 536,93 1,3 jam dokter $ 155,11
Tindakan pra-operasi 1 kali 106 1,0 kali 106
Ruang Operasi 3 jam operasi 723 0,75 jam operasi 181
Total biaya langsung $ 1.366,33 $ 442,10

Biaya Tidak Langsung


Perawatan pasien 6 hari pasien $ 2.063,45 1 hari pasien $ 343,91
Administrasi & Rekam Medis 1 pasien $ 88,54 1 pasien $ 88,54
Total biaya tidak langsung $ 2.152,00 $ 432,45
TOTAL COST $ 3.518,32 $ 874,55

98
STUDI KASUS

STUDI KASUS – Jawaban 2


Membandingkan pricing metode lama dengan ABC

Sistem Pricing Lama (Markup 140% Biaya Langsung)


THT Katarak

PPA FEB UI
Total Biaya Langsung 1.366 442
Markup (140%) 1.913 619
Harga $ 3.279,18 $ 1.061,03

Sistem Pricing Baru (Total Cost + Markup 20%)


THT Katarak
Total Biaya 3.518 875
Markup (20%) 704 175
Harga $ 4.221,99 $ 1.049,46

99
Hak Cipta © 2020 PPA FEB UI

PPA SALEMBA
Gedung PPA UI
Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya No. 4
Jakarta Pusat 10430
Telp : 021-391-7279

Terima Kasih
Fax : 021-390-8967

PPA FEB UI
PPA DEPOK
Gedung Departemen Akuntansi Lt. 1
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
Depok 16424
Telp : 021-78886407
Fax : 021-78849169

Web : www.ppa-feui.com
Email : mail@ppa-feui.com
Instagram : ppafebui
Facebook : ppafebui
Twitter : @ppafebui
PUSAT PENGEMBANGAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS INDONESIA