Anda di halaman 1dari 1

Kulit adalah organ terbesar tubuh manusia dijajah oleh komunitas mikroorganisme yang

heterogen, termasuk bakteri,jamur, virus yang sebagian besar tidak berbahaya atau bahkan
bermanfaat bagi inangnya, respon imun bawaan dan adaptif dapat memodulasi mikrobiota kulit,
tetapi juga berfungsi dalam mendidik sistem imun.
Folikel sebasea adalah target jerawat. Mikrobiooma dari unit pilosebaceous serupa dengan
komposisi permukaan yang terdiri dari dua penghuni utama yaitu C. acnes dan Stapylococcus
epidermis, tetapi dapat terdriri dari jumlah variabel lainnya Cutiba spp. Suka C. granulosum dan
C. avidum, serta spesies milik Staphylococcus, Corneybacterium, Pseudomonas, dan jamur
komensal Malassezia. Mikroba ini memliki kemampuan membentuk pilosebasea, matriks
biofilm dapat bertindak sebagai perekat bioogis untuk membatasi aliran sebum ke infundibulum
dan meningkatkan retensi dan akumulasi corneocytes dalam lumen, menghasilkan sumbatan
keratin dan menyebabkan komedo.

Mikroorganisme lain yang berhubungan dangan akne vulgaris dimana sebuah sebuah studi yang
dilalukan oleh N. Jusuf dkk. Pada tahun 2020 dilaporkan bahawa terdapat perbedaan mikrobiom
yang terdapat pada lesi non inflamasi dan inflamasi pada acne vulgaris. C. acnes,
Staphylococcus epidermidis, S. haemolyticus, Leuconostoc mesentroides dan Staphylococcus
aureus terisolasi di semua jenis lesi akne tetapi dengan perbedaan kuantitif yang signifikan. Di
sisi lain, Micrococcus luteus, Kocuria varians dan Staphylococcus vitulinus hanya hadir di non
lesi inflamasi,sementara Staphylococcus cohnii, Staphylococcus arlettae dan Dermatcoccus
nishino-myaensis diisolasi hanya dari lesi inflamasi.
dari 40 jenis bakteri telah diidentifikasi pada kulit terutama actinobacteria (Corynebacterineae,
Propionibacterieae), firmut (Staphylococcaceae), Proteobacteria dan Bacteriodetes. Proposi
bakteri inibervariasi tergantung pada individu, lokasi tubuh, serta lingkungan mikro kulit. Faktor
lingkungan seperti suhu, perkerjaan, paparan radiasi ultraviolet, kelembapan atau penggunaa
antibiotik, sabun, kosmetik, dapat mempengaruhi kolonisasi pada mikroba di kulit. Kepadatan
dan komposisi mikroba juga berubah seiring bertambah usia. Pada neonatus, mikrobiota
bergantung pada jalur persalinan, dan pada masa bayi yang dominan adalah firmicutes.
Mikrobiota dari situ sebaceous terbentu selama masa pubertas ketika perubahan hormonal
mengaktifkan sebaceous. Daerah kulit di bagi menjadi tiga kategori : daerah lembab, daerah
kering dan daerah sebasea ( kepala, terutama dahi, lipatan hidung dan retroaurikular, alat
kelamin).