Anda di halaman 1dari 10

I. 1.

Latar Belakang Green House

Isu pemanasan global saat ini menjadi masalah utama yg harus dihadapi.
Dikarenakan bumi semakin lama semakin panas, Temperatur udara meningkat
terjadi dimana-mana di seluruh dunia. Es di kutub mencair, Salju di puncak
gunung meleleh, akibatnya permukaan air laut naik, banjir pasang pun terjadi.
Pantai akan semakin menjorok ke daratan.
Sebenarnya proses pemanasan bumi terjadi akibat ulah manusia juga.
Banyak aktifitas kita sehari-hari yang pada akhirnya adalah menyumbangkan
“panas” pada bumi. Penggunaan elektronika penghasil panas yang berlebihan,
pemakaian AC sepanjang hari, pemakaian lemari pendingin, pemakaian
kendaraan bermotor secara masal, pemakaian listrik tidak tepat guna, bahkan
sampai dgn pemakaian kantong plastik yg ternyata dlm proses pembuatannya
memakan energi yg tdk sedikit.
Apakah ini berarti kita harus kembali ke jaman purba? Tidak pakai listrik, tidak
pakai kendaraan bermotor ? Yang dapat kita lakukan sekarang adalah seminimal
mungkin menggunakan energi, apalagi yang bersumber dari fosil.
Topik pemanasan global menjadi hangat diperbincangkan dimana - mana
akhir - akhir ini. Bumi semakin panas, dan kutub es semakin menipis menjadi
alasan untuk sama - sama menyelamatkan bumi, salah satunya menciptakan
rumah tinggal ramah lingkungan.
Rumah bukan hanya tempat berlindung tapi juga mencerminkan status
sosial dan selera penghuninya. Konsep apa pun yang menjadi pilihan Anda, satu
hal yang tidak boleh dikesampingkan, rumah Anda haruslah ramah lingkungan.
Konsep rumah ramah lingkungan (ecofriendly-house) mencuat terutama
setelah bergulirnya Isu pemanasan global. Manusia dengan berbagai cara
berupaya mengatasi dampak pemanasan global, salah satu upaya yang
dilakukan manusia adalah menciptakan hunian yang lebih hijau dan ramah
lingkungan.
Oleh karena itu Para ahli dan ilmuwan berlomba-lomba membicarakan
rumah ramah lingkungan. Mereka mencari dan membuat berbagai arsitektur
yang cocok dengan alam.

I. 2. Konsep Rumah Ramah Lingkungan

Konsep 'green house' menjadi cara untuk menciptakan rumah yang ramah
lingkungan, seperti meminimalisir penggunaan sumber daya alam ketika proses
pembangunan rumah, memilih material bangunan yang ramah lingkungan,
menciptakan sirkulasi udara dan cahaya yang baik, untuk mengurangi
ketergantungan terhadap penggunaan pendingin ruangan, keberadaan taman
dalam rumah, memilih lampu hemat energi yang tepat guna sehingga
menghemat penggunaan listrik secara efisien.
Salah satu kepedulian terhadap pemanasan global ini adalah penemuan
material-material yang ramah lingkungan, penggunaan produk yang hemat
energi dan dalam dunia arsitektur adalah penggunaan rumah ramah lingkungan.
Pada dasarnya rumah ramah lingkungan menerapkan konsep rumah hemat
energi. Yang banyak memanfaatkan pengudaraan alami & pencahayaan alami.
Jika anda takut bahwa rumah ramah lingkungan sama sekali tidak mewah,
anda salah, bahkan bisa tampil sangat mewah. Rumah yang ramah lingkungan
seringkali dianggap sebagai rumah yang mahal, menurut Alex Wilson, hal itu
tidak benar.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah menjadi ramah
lingkungan dan malah lebih murah daripada membangun rumah secara standar.
Arsitek Angela Dean, penulis buku "Green by Design" mengatakan bahwa
bahkan perubahan kecil dapat memiliki dampak yang besar.

Rumah ramah lingkungan bukan hanya menjadi trend. Kini perilaku dan
sikap ramah lingkugan telah menjadi gaya hidup. Banyak yang bisa diubah dari
pola hidup anda untuk bersikap ramah lingkungan, termasuk rumah Anda.
Lingkungan yg seimbang akan memberikan efek positif bagi lingkungan & alam.
Rumah tinggal ramah lingkungan juga tidak bisa dipisahkan dengan pola
hidup penghuni rumah itu sendiri. Penggunaan air dalam bathtub dan juga
gayung ketika mandi menjadi lebih boros apabila dibandingkan dengan
penggunaan shower. Penghematan air juga perlu dilakukan pada proses
memasak, mencuci, menyiram tanaman dsb.

Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi “sumbangan” ke


pemanasan bumi. Kalau kita berbicara dari sudut desain rumah dan kegiatan
sehari-hari di dalam rumah, maka kita bisa mulai dari apa yg dapat kita lakukan.
Jika sedang dalam proses mendesain rumah, sebaiknya kita mulai menerapkan
konsep rumah hemat energi. Kita harus lebih banyak memanfaatkan
pengudaraan alami dan pencahayaan alami. Desain ruang sedemikian rupa
sehingga jika digunakan tidak bergantung sepenuhnya pada AC dan lampu.
Memanfaatkan cahaya matahari harus cermat. Yang kita perlukan adalah
“terang” nya, sedangkan “panas” nya harus kita hindari. Salah satu caranya
adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan.

Jendela kaca harus berkanopi (memiliki “sun shading”), sehingga terpaan


langsung cahaya matahari dapat diminimalkan. Bentuk “sun shading” ada yang
vertikal dan ada yang horisontal. Pemanfaatan keduanya harus disesuaikan
dengan posisi jendela kita, apakah menghadap timur/barat atau utara/selatan.

Energi matahari juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Yang


sudah banyak digunakan adalah pemanfaatan energi matahari untuk
memanaskan air.

Untuk memanfaatkan pengudaraan alami, perlu diperhatikan arah angin.


Agar udara di dalam rumah dapat mengalir maka harus ada lubang ventilasi
pada arah tegak lurus datangnya angin. Jika sejajar dengan arah angin, maka
sedikit sekali kemungkinan angin akan masuk ke dalam rumah.
Jika harus menggunakan sistem pengudaraan buatan (Air Conditioning)
dan penerangan buatan (lampu), sedapat mungkin menggunakan yang hemat
energi. Sekarang ini sudah banyak lampu yang hemat energi.
AC yang digunakan harus rutin dibersihkan. Temperatur AC dipasang pada suhu
ruangan yaitu 18-26 C.

Kita pun harus mulai membiasakan diri untuk selalu bijak dalam
menggunakan listrik. Matikan lampu yg tidak perlu, peralatan elektronik yg
jarang digunakan dimatikan saja, jangan menggunakan mode “standby”.

Tindakan yang kita lakukan menghadapi pemanasan global, sebenarnya


tidak hanya berkaitan dengan hemat energi. Upaya-upaya menjaga lingkungan
harus dimulai dari setiap rumah. Misalnya, jangan hanya berharap akan ada
taman kota yang penuh dengan pohon-pohon hijau sebagai daerah resapan air
dan paru-paru kota.
Mungkin sudah saatnya bagi kita, di setiap rumah, mulai menanam satu
pohon. Lebih banyak tentunya lebih baik. Selain itu, di setiap rumah mulai
membuat sumur resapan. Paling tidak satu sumur resapan. Dengan demikian air
hujan tidak mengalir di permukaan tanah begitu saja, sehingga akan menambah
volume air banjir dan air tanah menjadi semakin kritis.
Ada baiknya pula kalau kita mulai memperhatikan untuk tidak menutup
seluruh permukaan tanah di halaman rumah dengan perkerasan yang kedap air.
Ada rumah tinggal yang seluruh halamannya ditutup adukan semen atau
concrete-block/paving-block beralaskan adukan semen dengan tujuan untuk
mudah dibersihkan. Sebaiknya kita tidak melakukan yang demikian.

I.3. Bagaimana rumah ramah lingkungan itu ?

Model rumah idaman tidak cukup kalau hanya bagus dipandang mata. Itu
pikiran setengah kuno, egois dan cenderung narsistik.
Konsep rumah minimalis, rumah modern, rumah tradisional atau apapun dewasa
ini mesti ditambahi satu unsur yaitu ramah lingkungan!
Setidaknya ada tiga faktor yang harus diperhatikan untuk membangun rumah
ramah lingkungan, yakni :

I. 3. a. Desain rumah :
Alokasikan 30 persen dari luas lahan untuk ditanami dengan berbagai
tanaman. Sifat tanaman yang menghisap karbon dioksida dan mengeluarkan
oksigen tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara di
lingkungan sekitar rumah. Selain Itu ruang hijau ini bisa berfungsi sebagai area
resapan air karena area yang banyak ditumbuhi tanaman akan lebih banyak
menyerap alr. Rumah ramah lingkungan banyak memiliki bukaan untuk sirkulasi
udara, agar selalu mendapatkan pasokan udara bersih.
Prinsip lainnya, memaksimalkan terangnya matahari dan mengurangi
teriknya. Karena itu sedapat mungkin setiap bagian dari rumah mendapatkan
paparan sinar matahari yang cukup. Sementara untuk mengurangi sengatan
matahari bisa disiasati dengan membuat kanopi pada tiap Jendela.
Ciri lain rumah ramah lingkungan adalah bagian atapnya datar dan
menggunakan landskap atau biasa disebut greenroof / roofgarden. Green roof
selain bisa difungsikan sebagai taman juga membantu menurunkan suhu panas
di dalam rumah.

I. 3. b. Pemanfaatan air :
Manusia seharusnya bersikap prihatin, caranya adalah dengan tidak boros
dalam menggunakan air. Dalam hal untuk Lebih memperhatikan konsumsi air,
Jangan biarkan air terlalu lama mengalir, Misalnya saat mandi atau mencuci
piring sebaiknya bila sedang sabunan air dimatikan kerannya.
Hal ini membantu penghematan air secara signifikan.
Ada tiga hal yang bisa dilakukan, yakni :
Hemat dalam penggunaan air, mendaur ulang air & membuat Sumur resapan.
Air bekas mandi atau mencuci sayuran bisa didaur ulang menjadi air untuk
membilas kloset, menyiram tanaman, atau mencuci kendaraan.
Air bekas cuci pakaian atau cuci piring bisa ditampung, disaring
(dinetralisasi). dan diresapkan secara alami ke dalam sumur resapan air yang
dilengkapi filter alami (pasir, kerikil, ijuk, pecahan bata/genteng). Air kotor yang
dialirkan ke dalam septik tank diproses tersendiri.
Air hujanpun dapat ditampung & sbg sirkulator untuk kolam ikan, bisa juga
diserap & dialirkan ke dlm pipa serta diresap-kan ke dlm sumur resapan air.
Jadi hampir tidak ada buangan percuma dari konsep rumah ramah lingkungan.
Semuanya dimanfaatkan sesuai dengan konsep daur ulang. Ucapkan selamat
tinggal pd bak mandi, pakailah shower, karena mandi dgn gayung boros air.

I. 3. c. Pengelolahan Limbah :
Sistim pembuangan limbah perlu diperhatikan juga untuk suatu sistim
rumah ramah lingkungan, dengan melakukan pola pembuangan sampah yang
memisahkan antara sampah kering dan basah menjadi salah satu cara untuk
mengurangi pencemaran lingkungan. Sampah sebagai barang tidak terpakai
dapat difungsikan lagi melalui reduce, reuse dan recycle.
Gunakan bak sampah yg berteknologi, yaitu bak sampah yg dirancang
khusus utk membakar sampah yg sdh sangat tdk dpt digunakan lagi, sehingga
tidak terlalu banyak mengeluarkan asap pada saat pembakarannya. Karena pada
bak khusus ini sampah sudah terlebih dahulu mengalami proses pengeringan
(penguapan) sebelumnya, jadi tidak ada peresapan air limbah kedalam tanah.
Pembuangan sampah kelokasi TPA adalah tidak baik karena ini adalah
bentuk pengalihan limbah secara massal, sehingga sulit untuk diproses, serta
menimbulkan pencemaran lingkungan & tanah yg sangat berat. Karena alam
sulit untuk memproses limbah jika volume limbah sedemikian massal (besar),
lain halnya jika proses pengolahan limbah dikelola secara parsial (mandiri).

I. 4. Konstruksi dan Material Rumah Ramah Lingkungan

Pada dasarnya, konstruksi rumah yang baik adalah konstruksi yang


menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, dalam hal ini rumah ramah
lingkungan. Sangat disayangkan, kurang dari satu persen (1%) bangunan di
Indonesia masih belum menerapkan konsep konstruksi berkelanjutan ini.
Konstruksi berkelanjutan merupakan prinsip pembangunan yang diterapkan
mulai dari pemanfaatan bahan baku, perencanaan, infrastruktur, dan
pengelolaan limbah.

Konsep konstruksi berkelanjutan menekankan peningkatan efisiensi dalam


penggunaan air, energi, dan material bangunan mulai dari desain,
pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu. Selain itu konstruksi
berkelanjutan merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang
merupakan proses pemeliharaan keseimbangan kehidupan secara ekologis,
sosial, dan ekonomis.

Penggunaan bahan material sangat berperan besar dalam pelaksanaan


konstruksi bangunan yang ramah lingkungan. Akibat pemanasan global berbagai
inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia bahan bangunan.
Penggunaan material bangunan yang tepat dapat menghasilkan bangunan
berkualitas yang ramah lingkungan.

Dalam proses pembangunan rumah ramah lingkungan sebaiknya dilakukan


survey terlebih dahulu, untuk menentukan alternatif material bahan bangunan
yang bersifat praktis dan mampu memberi solusi yang tepat bagi kebutuhan
bangunannya. Pemilihan material bahan bangunan berpengaruh pada konsumsi
energi bangunan tersebut. Pada saat didirikan, konsumsi energi bangunan
tersebut berkisar antara 5- 13% sedangkan 87-95% merupakan angka konsumsi
energi bangunan selama masa hidup bangunan tersebut.

Sebagai contoh penggunaan material bahan untuk membangun rumah


ramah lingkungan yaitu pembangunan bangunan hijau. Yang dimaksud
bangunan hijau disini adalah bangunan yang menggunakan material bahan
bangunan yang lebih memperhatikan keadaan alam. Antara lain :

I. 4. a. Rangka atap baja ringan :


Penggunaan baja ringan dan alumunium untuk kerangka bangunan utama
dan atap mulai dilakukan sebagai pengganti material kayu. Beredarnya isu illegal
logging akibat penebangan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan
bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian terhadap
kelestarian bumi. Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin
menipisnya jumlah kayu hutan kita. Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap.
Pengerjaannya lebih efisien dlm wkt & lebih presisi karena buatan pabrik.

Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung


dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan
lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih
ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang
dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil. untuk kerangka
bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material
baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan
yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang
sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan
kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan
aluminium.

I. 4. b. Bahan Kusen :
Penggunaan alumunium / PVC / UPVC untuk kusen, jendela dan pintu juga
sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan
masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan
ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai
gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas
dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak
perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna,
bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).

I. 4. c. Bahan Plafond :
Penggunakan gypsum, rangka besi holow dan atap yang tinggi bermanfaat
utk sirkulasi udara yg baik di dlm rumah.

I. 4. d Bahan Dinding :
Dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata
alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan
lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap
air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.
Penggunaan keramik pada dinding menggeser wallpaper merupakan salah
satu bentuk inovatif desain. Dinding keramik memberikan kemudahan dalam
perawatan, pembersihan dinding (tidak perlu dicat ulang, cukup dilap), motif
beragam dengan warna pilihan eksklusif dan elegan, serta menyuguhkan
suasana ruang yang bervariasi. Bangunan menggunakan bahan bangunan yang
tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Beberapa produsen telah membuat produk
dengan inovasi baru yang meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan,
mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi
bahan baku alternatif, dan menghemat penggunaan energi secara keseluruhan.
I. 4. e. Bahan Lantai :
Selama ini kita mengenal lantai kayu, disini bahan yang lebih ramah adalah
bambu yang mampu lebih cepat untuk tumbuh kembali, sehingga mengurangi
efek perusakan hutan.
Bambu yang dilekatkan di bidang datar (lantai / dinding) akan
memperlihatkan karakter yang mirip dengan kayu mahal. Harga bambu seperti
ini tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan papan kayu aslinya, dan lapisan
terakhir dari papan bambu ini lebih ramah lingkungan daripada lapisan untuk
kayu yang biasanya mengandung racun yang lumayan kuat.
Bayangkan keuntungannya :
Rumah tetap indah, lebih aman untuk ditinggali karena lebih aman dari racun,
dan ramah lingkungan.

I. 4. f. Pemanfaatan lahan terbuka untuk taman secara maksimal :


Fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi
juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah
menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman, tetapi juga
memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi.
Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan
debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.

Bahan baku yang ramah lingkungan berperan penting dalam menjaga


kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi teknologi proses produksi terus
dikembangkan agar industri bahan baku tetap mampu bersahabat dengan alam.
Industri bahan bangunan sangat berperan penting untuk menghasilkan bahan
bangunan yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan. Semen, keramik, batu
bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan
sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah
lingkungan.

Pada akhirnya di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan
krisis ekonomi sekarang, cara pandang merencanakan atau merenovasi
bangunan sudah harus mulai diubah. Bagaimana menghadirkan bangunan yang
hemat (bahan bangunan, waktu, tenaga) yang berujung pada penghematan
anggaran biaya dengan tetap menjaga kualitas dan tampilan bangunan, serta
ramah lingkungan.
Bangunan berkualitas yang ramah lingkungan, beberapa jenis bahan
bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga.
Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang
tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk
mengatur pengeluaran sehingga bangunan tetap berkualitas.

I. 5. Menjadikan Rumah Ramah Lingkungan

Peduli terhadap perubahan iklim bukan berarti kita harus kembali hidup di
zaman batu. Ada beberapa langkah cerdas dengan pilihan yang bebas dari
keruwetan agar kita dapat berpartisipasi mencegah kerusakan lingkungan,
sekaligus meremajakan tubuh, rumah, dan bumi secara bersamaan.
Dibawah ini ada banyak ide yang dapat anda pergunakan untuk mengubah
rumah anda menjadi semakin ramah lingkungan, dan ide yang ada bukanlah ide
yang susah sama sekali untuk di lakukan.
Berikut ada 10 cara sederhana yg dapat kita lakukan utk menghijaukan rumah :
I. 5. a. Pilih perabot rumah yang ramah lingkungan :
Sebelum membeli perabot rumah yang berbahan kayu, periksa apakah
bahan yang digunakannya berasal dari hutan yang dikelola untuk industri. Ini
dapat mengurangi dampak negatif hilangnya hutan yang berfungsi sebagai
penyerap karbon dioksida, pencegah tanah longsor, dan penyedia habitat bagi
berbagai tumbuhan serta hewan.
Selain itu, perabot rumah yang tahan lama juga dapat dipilih karena akan
menghemat pengeluaran di masa depan dan membantu mengurangi tumpukan
sampah di tempat pembuangan.
Membeli perabot antik, jika memungkinkan, juga menjadi alternatif
tersendiri. Karena selain mengurangi volume sampah, gaya yang terdapat pada
barang antik tak lekang oleh zaman.

I. 5. b. Kurangi penggunaan bahan kimia :


Bahan kimia buatan manusia memang ampuh membantu membasmi
serangga dan membuat perabotan berkilau. Namun sebenarnya, kita juga pelan-
pelan dibunuhnya.
Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan 200 senyawa industri, polutan
dan bahan kimia lainnya dalam tali pusar bayi yang baru lahir. Dari jumlah
tersebut, tujuh di antaranya adalah bahan pestisida berbahaya yang sebagian
sudah dilarang penggunaannya di Amerika lebih dari 30 tahun lalu.
Jadi, buang semua racun itu dan beralihlah ke bahan alami, non-racun, dan
sama efektifnya dalam membasmi hama pengganggu. Bahan kimia alami
mungkin saja sudah kita miliki di dapur, jadi tidak terlalu sulit utk
menggunakannya.

I. 5. c. Mulailah mandiri energi :


Meski belum menjadi pilihan populer, namun Indonesia kaya akan sumber
energi alternatif yang bisa jadi pilihan seperti angin, sinar matahari, mikrohidro
hingga panas bumi. Keempat sumber energi itu jauh lebih ramah lingkungan
dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar minyak & tenaga uap yang
menggunakan batu bara sebagai sumber energi. Sebagai catatan, batu bara
adalah salah satu penyumbang besar emisi gas rumah kaca. Dan karena energi
terbarukan seperti sinar matahari dan angin dapat dimanfaatkan secara gratis,
maka beralih ke sumber energi ini dapat mengurangi tagihan listrik.

I. 5. d. Atap Matahari (Panel Solar Sel) :


Salah satu masalah yang muncul dari listrik yang dihasilkan oleh matahari
adalah panel surya yang besar, yang tampak tidak pas jika dipasang di rumah
tradisional. Sekarang anda dapat menggunakan panel surya sebagai bagian atap,
karena adanya teknologi yang disebut thin-film triple-junction amorphous silicon.
Sel surya ini dibentuk seperti genteng dan dapat dipasang seperti genteng
pada umumnya, kemudian dipasangkan sebagai sumber tenaga rumah anda.
Memang tidak seefektif panel surya konvensional, tapi dengan kondisi
Indonesia yang kaya matahari, tidak diragukan lagi bahwa sumber tenaga ini
akan mengurangi banyak sekali ketergantungan daya pada PLN. Mengurangi
ketergantungan kepada PLN berarti akan mengurangi biaya dan beban PLN
untuk menggunakan bahan bakar. Membantu anda menghemat uang, sekaligus
ramah lingkungan, kenapa tidak?

I. 5. e. Lakukan 3 R :
Mulai mengaplikasikan 3 R (reduce, reuse & recycle) dalam kehidupan
sehari-hari. Caranya ;
Kurangi (reduce) konsumsi personal kita dari barang-barang yang tidak
bisa digunakan kembali (reuse). Akan tetapi, menggunakan kembali sebuah
produk adalah sebuah tindakan yang lebih bersahabat dengan lingkungan
dibanding mendaur ulang (recycle). Sedangkan langkah daur ulang dengan
memilah sampah yang bisa diproses kembali menjadi produk baru merupakan
tindakan yang mudah untuk membantu menjaga lingkungan.

I. 5. f. Beli bahan pangan lokal :


Tahukah Anda kalau kembang kol / brokoli adalah sayur yang sering
menempuh perjalanan keliling dunia? Dan tomat merupakan salah satu buah
yang sering naik pesawat terbang? Belum lagi buah-buahan lainnya yang juga
diimpor dari negara lain. Tanpa kita sadari, perjalanan buah dan sayur-mayur itu
telah menyumbang polusi dan emisi gas rumah kaca selama perjalanannya.
Oleh karena itu, membeli buah dan sayur-mayur lokal yang ditanam para
petani setempat akan mengurangi food miles (jarak yang harus ditempuh dari
kebun sampai ke piring Anda) yang berarti akan mengurangi polusi dan emisi
gas rumah kaca yang dikeluarkan alat trasnportasi selama perjalanan. Selain itu,
dengan membeli buah dan sayur-mayur lokal anda akan mendapatkannya dalam
kondisi yang lebih segar & membantu kehidupan petani.

I. 5. g. Gunakan internet :
Beralih ke internet dapat membantu menyelamatkan hutan dari
deforestrasi. Sebab, lebih dari 34 juta acre (setara 157.964 hektar) pohon
ditebang setiap tahun untuk berbagai kebutuhan, termasuk memproduksi kertas
yg mengakibatkan emisi karbon yang dilepas ke atmosfir naik hingga 25%.
Maka, beralihlah ke internet untuk melakukan surat menyurat, membaca
artikel2, membaca berita dlsbnya, sehingga mengurangi tumpukan kertas surat,
kertas katalog, koran maupun kertas-kertas lainnya.

I. 5. h. Tolak kantong plastik :


Kita sudah sangat terbiasa menerima kantong plastik saat berbelanja di
toko, supermarket atau pasar tradisional. Padahal kantong plastik yang beredar
saat ini sebagian besar berbahan dasar minyak tanah sehingga sulit terurai
secara alami. Perlu waktu ratusan tahun agar sebuah kantong plastik dapat
terurai. Kantong plastik yang dibuang ke laut juga seringkali membuat hewan
laut mati tersedak karena mengiranya sebagai potongan makanan.
Di Indonesia saat ini sudah mulai tersedia produk kantong plastik yang
dapat terurai secara alami dalam waktu dua tahun. Namun, mengingat waktu
penguraian itu masih terlalu lama sehingga masih berpotensi menimbulkan
tumpukan sampah plastik yang menggunung, sebaiknya kita mulai menjauhkan
diri dari kantong plastik.
Dengan membawa tas kanvas yang dapat digunakan kembali ketika
berbelanja ke toko / supermarket & menggunakannya utk membawa belanjaan,
maka kita sdh berpartisipasi dlm mengurangi sampah plastik.

I. 5. i. Carilah logo bintang :


Sebuah rumah rata-rata menghasilkan emisi gas rumah kaca dua kali lebih
banyak dibandingkan mobil. Sumbernya adalah perangkat elektronik yang boros
energi dan belum memenuhi standar ramah lingkungan seperti energy star yang
berlogo bintang. Dengan membeli perangkat elektronik berlogo bintang tersebut
berarti kita sudah ikut berperan mengurangi emisi gas rumah kaca sambil
memangkas sepertiga total tagihan listrik.
I. 5. j. Perhatikan Penggunaan listrik :
Pilihlah peralatan listrik dengan energi yang rendah, Menurunkan konsumsi
energi berdampak baik untuk lingkungan selain itu dapat lebih menghemat
dalam pembayaran listrik.

Tambahkan jendela di rumah Anda, banyak jendela berarti akan lebih


banyak cahaya yang masuk dan udara juga akan terasa sampai ke dalam rumah.
Sehingga tidak perlu banyak menyalakan lampu dan memakai AC.
Solusi lain dengan mengurangi sekat atau dinding rumah atau membuat
satu atau beberapa ruangan multifungsi. Cara ini selain bisa menghemat listrik
juga akan memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah, sehingga rumah bisa
lebih sejuk dan nyaman. Ventilasi memungkinkan ruangan yang tidak
membutuhkan pencahayaan intensif seperti ruang tamu, kamar mandi, atau
gudang, akan semakin irit menggunakan energi listrik.
Jadi Rumah dengan banyak ventilasi, berpeluang lebih besar melakukan
aksi hemat listrik.

Ganti lampu rumah dengan bola lampu dengan watt lebih rendah.
Lampu ini memang lebih mahal dari yang biasa, namun bola lampu ini bertahan
lebih lama. Telah terbukti bahwa jenis bola lampu ini tidak hanya rendah energi,
pencahayaannya pun lebih terang.

Gunakan lampu pijar hemat energi, kalau Anda ingin berperan serta
menjaga bumi melalui satu langkah mudah, gunakan lampu compact fluorescent
lightbulbs (CFL). Lampu CFL umumnya dapat digunakan pada dudukan lampu
bohlam namun menggunakan sumber pencahayaan yang berasal dari pendaran
fluor saat dialiri arus listrik, mirip seperti lampu neon. Sedangkan lampu bohlam
menggunakan kawat filamen yang berpijar saat dialiri arus listrik sebagai sumber
cahayanya. Produk lampu CFL ini di Indonesia sudah banyak beredar di pasar
dengan berbagai merek, variasi serta beragam pilihan daya sebagai lampu
hemat energi. Meski harganya lebih mahal dari lampu bohlam, lampu ini memiliki
masa pakai hingga 10 kali lebih lama.
Lampu ini dapat menyala dengan sangat cepat dan tidak lagi berdengung.
Lampu jenis ini dipergunakan pada awal 1980an, ternyata Lampu CFL juga 75%
lebih hemat energi sehingga mengganti satu lampu bohlam saja dapat
mereduksi 227 kg emisi karbon dioksida dalam setahun.
Sementara mengganti 17 lampu bohlam dengan lampu CFL memberi efek yang
setara dengan mengurangi satu mobil dari jalan raya dalam setahun.
Seperti diatas, lampu ini sangat sedikit mengeluarkan emisi dan juga hemat
energi, jadi akan sangat membantu anda dalam menciptakan zona hijau di
rumah anda. Tidak sadarkan betapa anda sudah membantu lingkungan hanya
dengan satu cara sederhana seperti itu?
Gunakan lampu listrik seperlunya dan segera matikan jika ruangan sudah
tidak digunakan. Hal sederhana Ini rasanya tidak sulit diterapkan.

Pembatas arus listrik, bantai si vampir energi, Alat-alat rumah tangga


elektronik, merekalah para vampir energi. Taring buas mereka yang selalu
menancap tajam ke colokan listrik, siang dan malam sepanjang hari, tetap
menyedot listrik meskipun kita sudah mematikannya. Beberapa perangkat yang
tetap memangsa listrik hingga mencapai 1.000 kilowatt jam setahun di setiap
rumah tangga adalah pemanggang roti, penyeduh kopi, pengering rambut,
komputer, printer & pengisi ulang baterai ponsel.
Langkah mudah dan praktis untuk membantai si vampir energi ini adalah
dengan menggunakan colokan yang dilengkapi dengan pembatas arus listrik dan
surge protector (pelindung dari naik-turun tegangan listrik secara drastis dan
tiba-tiba). Dengan perangkat ini, kita tak perlu memeriksa dan mencabut setiap
perangkat yang masih terhubung ke colokan listrik. Saat hendak beristirahat atau
bepergian kita hanya tinggal menekan tombol pemutus arusnya ke posisi off.

Pemanas Air, coba gunakan pemanas air yang memanaskan air pada saat
dibutuhkan. Banyak rumah yang masih memiliki pemanas air yang memanaskan
air secara terus menerus, dan menyimpan air panas sampai dengan 40-80 galon
(200-400 liter air) secara terus menerus. Hal ini sangat tidak efektif dan akan
menghabiskan banyak sekali bahan bakar. Kenapa tidak menggunakannya?
dengan cara ini anda mendapatkan air hangat untuk mandi atau mencuci, dan
jika dikombinasikan dengan pemanas matahari, tentunya akan sangat hemat
energi dan ramah lingkungan.

Saklar Otomatis, peneliti sudah mulai memikirkan cara agar kita tidak perlu
lagi mematikan atau menyalakan lampu dalam rumah. Caranya adalah dengan
menciptakan saklar otomatis yang mampu mematikan dan menyalakan lampu
sendiri dengan cara mencari tanda-tanda keberadaan manusia di dalam ruangan.
Model lama yang menggunakan sistem suara, dimana level tertentu akan
menyalakan lampu, dianggap tidak pas, sehingga sistem yang ada sekarang
menggunakan gabungan teknologi infra merah dan sinyal ultrasonik.
Penggunaan saklar seperti ini, akan mengurangi kemalasan orang untuk memati-
nyalakan saklar dan jelas sangat hemat energi.

Dengan membatasi penggunaan peralatan listrik yang tidak terlalu


diperlukan, secara masal akan sangat dapat mengurangi dampak global warming
secara signifikan.

I. 6. Kesimpulan, Saran & Harapan

Penggunaan sesuatu yang efektif, perilaku hemat dan tidak boros energi
menjadi bagian penting terciptanya rumah tinggal ramah lingkungan.

Diperlukan banyak ahli-ahli untuk menemukan material-material baru yang


ramah lingkungan. Dan banyak produsen-produsen yang dapat menghasilkan
alat-alat dan perangkat yang hemat energi.

Banyak hal yang dapat kita lakukan. Kita mulai dari yang mudah bagi kita.
Sedikit tindakan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Perlunya menjaga keseimbangan dengan ekologi dalam kondisi saat ini.

Hidup itu ibarat membangun sebuah rumah, pada akhir perjalanan kita
akan 'terpana' dan mungkin 'terkejut', saat melihat apa yang telah kita pilih dan
kita lakukan, sampai akhirnya menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah
yang kita ciptakan sendiri.

Hormat Saya

( Ir. Achmad Priyadi )


(021) 99083421 & 08881497113
priyadi_epi@yahoo.com