Anda di halaman 1dari 17

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelaitian yang dilakukukan oleh Lidia Widiasworo, 2014

Universitas Indonesia, Jakarta dengan judul: Pengaruh Lingkungan Kerja

Terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Tokopedia. Peneltian ini dilakukan

dikantor PT. Tokopedia dengan jumlah responden sebanyak 65 orang.

Pengolahan dari data yang terkumpul menggunakan regresi linier sederhana

dan didapat hasil penelitian bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 61,4 % , sedangkan sisanya

sebesar 38,6 % dipengaruhi faktor lain.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Windy Desyana Pratiwi

dan Mawarta Onida Sinaga (2014), Politeknik Negeri Jakarta. Penelitian ini

menganalisa pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja kerja karyawan

kontrak pada divisi Area Jakarta di PT Indosat, Tbk. Penelitian ini

menggunakan metode kuantitatif dan analisis data menggunakan Skala Likert.

Peneliti juga melakukan observasi untuk melengkapi data pada penelitian ini.

Objek penelitian ini adalah seluruh karyawan kontrak divisi Area Jakarta di PT

Indosat, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan fisik dan non

fisik divisi Area Jakarta PT Indosat, Tbk dinilai dengan indikator penerangan,

temperatur, keamanan di tempat kerja, hubungan kerja dan dekorasi dinilai

baik oleh karyawan kontrak dengan dominasi penilaian 4 (57,3%) dalam skala

9
2

5, yang memiliki tingkat nilai baik paling tinggi pada indikator penerangan

dengan nilai prosentase 67, 86 %. Kinerja karyawan kontrak Divisi Area

Jakarta PT Indosat, Tbk dinilai dengan indikator kesetiaan, prestasi kerja,

kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab dinilai baik oleh karyawan

kontrak dengan dominasi penilaian 4 (43,02%) dalam skala 5, yang memiliki

tingkat nilai baik paling tinggi pada indikator kedisiplinan dengan nilai

prosentase 68,25%.

Kemudian penelitian oleh Mohammad Rizal Nuryadin (2014) dengan

judul: Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank

Tabungan Pensiunan Nasional Kantor Cabang Pembantu Gorontalo. Penelitian

menggunakan metode kuantitatif, melalui analisis regresi linier sederhana dan

uji korelasi antara lingkungan kerja (X) dan kinerja karyawan (Y). Teknik

pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui angket atau pembagian

kuisioner. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa lingkungan kerja memiliki

pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank BTPN

KCP Gorontalo. Dimana nilai koefisien determinasi sebesar 0,633 artinya

pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan sebesar 63,3 % dan

sisanya sebesar 36,7 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam

penelitian ini.

2.2 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut Umar (2013: 20) Manajemen sumber daya manusia merupakan

bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber
3

daya manusia. Adalah tugas MSDM untuk mengelola unsur sumber daya manusia

secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya.

Menurut Mangkunegara (2011:2) manajemen sumber daya manusia

merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan,

dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan pemberian balas jasa,

pengitegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai

tujuan organisasi.

Menurut Hasibuan ( 2016: 10 ) yaitu : “Manajemen sumber daya manusia

adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif

dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan

masyarakat.“

Berdasarkan penjelasan diatas bahwa sumber daya manusia kini makin

berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak organisasi menyadari

bahwa unsure manusia sasaran suatu organisasi dapat memberikan keunggulan

bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan

organisasi. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia merupakan salah satu unsur

yang paling vital bagi organisasi..

2.3 Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia meliputi perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan,

kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian

(Hasibuan 2016:21).
4

a. Perencanaan, Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif

dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalammembantu

terwujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan denganmenetapkan program

kepegawaian. Program kepegawaian meliputi pengorganisasian, pengarahan,

pengendalian,pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,

pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan. Program

kepegawaian yang baik akan membantu tercapainya tujuan perusahaan,

karyawan dan masyarakat.

b. Pengorganisasian, Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi

semuakaryawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungankerja,

delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi dalambagan organisasi.

Organisasi hanya merupakan alat untukmencapai tujuan. Dengan organisasi

yang baik akan membantuterwujudnya tujuan secara efektif.

c. Pengarahan, Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan,agar

mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalammembantu

tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, danmasyarakat. Pengarahan

dilakukan pimpinan denganmenugaskan bawahan agar mengerjakan semua

tugasnya dengan baik.

d. Pengendalian, Pengendalian adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan

agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan

rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan

perbaikan dan penyempurnaan rencana.


5

e. Pengadaan, Pengadaan adalah proses peningkatan penarikan, seleksi,

penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai

dengan kebutuhan perusahaan. Pengadaan yang baik akan membantu

terwujudnya tujuan.

f. Pengembangan, Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan

teknis, teoretis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan

pelatihan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan

kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.

g. Kompensasi, Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak

langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang

diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak.

h. Pengintegrasian, Pengintegrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan

kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama

yang serasi dan saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba,

karyawan dapat memenuhi kebutuhan dan hasil pekerjaannya.

i. Pemeliharaan, Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau

meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan, agar tetap mau

bekerja sama sampai pensiun.

j. Kedisiplinan, Kedisiplinan merupakan fungsi manajemen sumber daya

manusia yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa disiplin

yang baik sulit terwujud tujuan yang maksimal.


6

k. Pemberhentian, Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang

dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan

karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebab -

sebab lainnya.

2.4 Kinerja

2.4.1 Pengertian Kinerja

Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang

dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan

tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2011:67). Kinerja

sering kali dipikirkan sebagai pencapaian tugas, dimana istilah tugas sendiri

berasal dari pemikiran aktivitas yang dibutuhkan oleh pekerja.

Kinerja menurut Robert L. Mathis dan John H. Jackson (2006:378)

adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan. Dari beberapa

pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja yang

dilakukan oleh seseorang dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan yang

diiginkan suatu organisasi dan meminimalisir kerugian.

Cardoso (2003: 142) mengatakan bahwa kinerja adalah catatan hasil

produksi pada fungsi pekerjaan yang spesifik atau aktivitas selama periode waktu

tertentu. Selain itu bahwa kinerja karyawan haruslah terencana secara

berkesinambungan, sebab peningkatan kinerja pegawai bukan merupakan

peristiwa seketika tetapi memerlukan suatu perencanaan dan tindakan yang tertata

dengan baik untuk kurun waktu tertentu. Lebih lanjut dikatakan bahwa kinerja
7

pegawai perlu dan mutlak ditingkatkan sesuai dengan tuntunan dan perkembangan

saat ini. Dalam hal ini kinerja karyawan mempunyai beberapa dimensi yakni :

1. Kemampuan menyesuaikan diri

2. Keuletan dalam bekerja

3. Produktifitas

4. Kemampuan beradaptasi

Beberapa pengertian kinerja yang dikemukakan beberapa pakar lain

(dalam Sinambela, 2012:7-8)) dapat disajikan berikut ini:

1. Kinerja adalah seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan

pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta (Stolovitch,

Keeps:1992).

2. Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri

pekerja (Griffin:1987).

3. Kinerja dipengaruhi oleh tujuan (Mondy, Premeaux:1993).

4. Kinerja merupakan salah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk

menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Seseorang harus memiliki derajat

kesediaan dari tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan

seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman

yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya

(Hersey, Blanchard:1993).

5. Kinerja merujuk pada pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang diberikan

kepadanya (Casio:1992).
8

6. Kinerja sebagai kualitas dan kuantitas dari pencapaian tugas-tugas, baik yang

dilakukan oleh individu, kelompok maupun perusahaan (Schermerhorm, Hunt

dan Osborn:1993).

2.4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Informasi mengenai kinerja dan faktor-faktor yang ikut berpengaruh

terhadap kinerja karyawan sangat penting untuk diketahui sebagai suatu kegiatan

evaluasi untuk menilai dan melihat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan tugas

dan fungsi yang dibebankan kepadanya.

Menurut Gibson (2004 : 164) faktor–faktor yang mempengaruhi kinerja

sebagai berikut :

a. Faktor Individu Faktor individu meliputi: kemampuan, ketrampilan, latar

belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang.

b. Faktor Psikologis Faktor–faktor psikologis terdiri dari: persepsi, peran, sikap,

kepribadian, motivasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja.

c. Faktor Organisasi Struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan dan

imbalan.

Selain itu juga, menurut Narmodo (2009) dalam Umar (2016: 4-7) adapun

faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut:

a. Kepuasan kerja

Kepuasan kerja mempunyai peran penting dalam rangka mendukung

tercapainya tujuan perusahaan. Kepuasan kerja memberikan sumbangan yang

besar terhadap keefektifan organisasi, serta merangsang semangat kerja dan

kinerja karyawan.
9

b. Komitmen organisasional

Komitmen organisasional merupakan suatu keadaan atau derajat sejauh mana

seorang pegawai memihak pada suatu organisasi tertentu dengan tujuan-

tujuan serta memelihara keanggotaan dalam organisasi.

c. Motivasi

Pimpinan organisasi perlu mengetahui motivasi kerja dari anggota organisasi

(karyawan). Dengan mengetahui motivasi itu maka pimpinan dapat

mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.

d. Leader member exchange / kepemimpinan

Merupakan hubungan antara dua orang yang berbeda dalam suatu organisasi

yaitu hubungan yang terjadi antara atasan dan bawahan. Apabila hubungan

kedua belah pihak baik maka akan mempengaruhi kinerja masing-masing.

e. Pendidikan

Pada umumnya seseorang yang mempunyai pendidikan lebih tinggi akan

mempunyai kinerja yang lebih baik, hal demikian ternyata merupakan syarat

yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Tanpa bekal pendidikan

mustahil orang akan mudah mempelajari hal-hal yang bersifat baru di dalam

cara atau sistem kerja.

f. Disiplin Kerja

Disiplin kerja adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang

senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau mematuhi segala peraturan

yang telah ditentukan. Disiplin kerja mempunyai hubungan yang sangat erat

dengan motivasi, kedisiplinan dengan suatu latihan antara lain dengan bekerja
10

menghargai waktu dan biaya akan memberikan pengaruh yang positif

terhadap kinerja karyawan.

g. Ketrampilan

Ketrampilan banyak pengaruhnya terhadap kinerja karyawan, ketrampilan

karyawan dalam perusahaan dapat ditingkatkan melalui training, kursus-

kursus, dan lain-lain

h. Sikap Etika Kerja

Sikap seseorang atau kelompok orang dalam membina hubungan yang serasi,

selaras, dan seimbang didalam kelompok itu sendiri maupun dengan

kelompok lain. Etika dalam hubungan kerja sangat penting karena dengan

tercapainya hubungan yang selaras dan serasi serta seimbang antara perilaku

dalam proses produksi akan meningkatkan kinerja.

i. Gizi dan Kesehatan

Daya tahan tubuh seseorang biasanya dipengaruhi oleh gizi dan makanan

yang didapat, hal itu akan mempengaruhi kesehatan karyawan, dengan semua

itu maka akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

j. Tingkat gaji

Penghasilan yang cukup berdasarkan kinerja karyawan karena semakin tinggi

prestasi karyawan akan makin besar gaji yang diterima. Dengan itu maka

akan memberikan semangat kerja tiap karyawan untuk memacu prestasi

sehingga kinerja karyawan baik.


11

k. Lingkungan Kerja dan Iklim Kerja

Lingkungan kerja dari karyawan disini termasuk hubungan kerja antar

karyawan, hubungan dengan pimpinan, suhu serta lingkungan kerja,

penerangan, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan

perhatian dari perusahaan karena sering karyawan enggan bekerja karena

tidak ada kekompakan dalam kelompok kerja atau ruang kerja yang tidak

menyenangkan, hal ini akan mengganggu kerja karyawan.

l. Teknologi

Dengan adanya kemajuan teknologi yang meliputi peralatan yang semakin

otomatis dan canggih, akan dapat mendukung tingkat produksi dan

mempermudah manusia dalam melaksanakan pekerjaan.

m. Sarana Produksi

Faktor-faktor produksi harus memadai dan saling mendukung dalam proses

produksi.

n. Jaminan Sosial

Perhatian dan pelayanan perusahaan kepada setiap karyawan, menunjang

kesehatan dan keselamatan. Dengan harapan agar karyawan semakin

bergairah dan mempunyai semangat untuk bekerja.

o. Manajemen

Dengan adanya manajemen yang baik maka karyawan akan berorganisasi

dengan baik, dengan demikian kinerja karyawan akan baik.


12

p. Kesempatan promosi jabatan

Setiap orang dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dengan

diberikan kesempatan promosi jabatan, maka karyawan akan meningkatkan

kinerja.

Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang

mempengaruhi kinerja dapat bersumber dari dalam individu pegawai maupun dari

luar individu, tinggal bagaimana kebijakan organisasi mampu menyelaraskan

antara faktor-faktor tersebut.

2.4.3 Indikator-Indikator Kinerja

Menurut John Miner (1988) dalam Sudarmanto (2014:11-12)

mengemukakan bahwa indikator kinerja yaitu:

1. Kualitas, yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, kecermatan.

2. Kuantitas, yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan .

3. Penggunaan waktu dalam bekerja, yaitu tingkat kehadiran, keterlambatan,

waktu kerja yang efektif/jam kerja hilang.

4. Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja, merupakan pertanggung

jawaban atau sikap karyawan terhadap perusahaan, terhadap rekan sekerja,

pekerjaan, serta kerjasama dengan karyawan lain

2.5 Lingkungan Kerja

2.5.1 Pengertian Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam

menciptakan kinerja karyawan. Karena Lingkungan kerja mempunyai pengaruh

langsung terhadap karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan yang pada


13

akhirnya akan meningkatkan kinerja oragnisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja

dikatakan baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal,

sehat, aman, dan nyaman. Oleh karena itu penentuan dan penciptaan lingkungan

kerja yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan

organisasi. Sebaliknya apabila lingkungan kerja yang tidak baik akan dapat

menurunkan motivasi serta semangat kerja dan akhirnya dapat menurunkan

kinerja karyawan.

Menurut Robbins (2003:86) lingkungan adalah lembaga-lembaga atau

kekuatan-kekuatan diluar yang berpotensi mempengaruhi kinerja organisasi,

lingkungan dirumuskan menjadi dua yaitu lingkungan umum dan lingkungan

khusus. Lingkungan umum adalah segala sesuatu di luar organisasi yang memilki

potensi untuk mempengaruhi organisasi. Lingkungan ini berupa kondisi sosial dan

teknologi. Sedangkan lingkungan khusus adalah bagian lingkungan yang secara

langsung berkaitan dengan pencapaian sasaran-sasaran sebuah organisasi.

2.5.2 Faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja

Menurut Sedarmayanti (2001:21) bahwa faktor-faktor yang dapat

mempengaruhi terbentuknya lingkungan kerja adalah sebagai berikut:

1. Penerangan/ Cahaya, Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi

pegawai guna mendapat keselamatan dan kelancaran bekerja. Oleh sebab itu

perlu diperhatikan adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak

menyilaukan.

2. Suhu Udara, Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup

untuk menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Udara


14

disekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen, dalam udara tersebut telah

berkurang dan telah bercampur dengan gas atau bau-bauan yangberbahaya bagi

kesehatan tubuh. Rasa sejuk dan segar dalam bekerja akan membantu

mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.

3. Suara Bising, Salah satu populasi yang cukup menyibukkan para

pakar untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak

dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena terutama dalam jangka

panjang bunyi tersebut dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak

pendengaran dan menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan

menurutpenelitian, kebisingan yang serius bias menyebabkan kematian. Karena

pekerjaan membutuhkan konsentrasi, maka suara bising hendaknya

dihindarkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien

sehingga produktivitas kerja meningkat.

4. Keamanan Kerja, Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja

tetap dalam keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keberadaannya.

Salah satu upaya untuk menjaga keamanan di tempat kerja, dapat

memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Keamanan (SATPAM).

5. Hubungan Pegawai, Lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawan

melalui pengikatan hubungan yang harmonis dengan atasan, rekan kerja,

maupun bawahan serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai

yang ada di tempat bekerja akan membawa dampak yang positif bagi

karyawan, sehingga kinerja karyawan dapat meningkat.


15

2.5.3 Indkator Lingkungan Kerja

Menurut Sedarmayanti (2009:28) indikator-indikator lingkungan kerja

yaitu sebagai berikut :

1. Penerangan/cahaya di tempat kerja.

Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna

mendapat keselamatan dan kelancaran kerja, oleh sebab itu perlu diperhatikan

adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak menyilaukan. Cahaya

yang kurang jelas (kurang cukup) mengakibatkan penglihatan menjadi kurang

jelas, sehingga pekerjaan akan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan pada

akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan,

sehingga tujuan organisasi sulit tercapai.

2. Sirkulasi udara ditempat kerja.

Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menjaga

kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Udara di sekitar

dikatakan kotor apabila kadar oksigen dalam udara tersebut telah berkurang

dan telah bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi

kesehatan tubuh. Sumber utama adanya udara segar adalah adanya tanaman

disekitar tempat kerja. Tanaman merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan

oleh manusia.

3. Kebisingan di tempat kerja.

Salah satu polusi yang cukup menyibukkan para pakar untuk mengatasinya

adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak

dikehendaki, karena terutama dalam jangka panjang bunyi tersebut dapat


16

mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan

kesalahan komunikasi, bahkan menurut penelitian, kebisingan yang serius

dapat menyebabkan kematian.

4. Bau tidak sedap di tempat kerja.

Adanya bau-bauan di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran,

karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja, dan bau-bauan yang terjadi

terus-menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian “air

condition” yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk

menghilangkan bau-bauan yang mengganggu disekitar tempat kerja.

5. Keamanan di tempat kerja.

Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman

maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja. Oleh karena itu

faktor keamanan perlu diwujudkan keberadaannya. Salah satu upaya untuk

menjaga keamanan ditempat kerja, dapat memanfaatkan tenaga Satuan Petugas

Pengaman (SATPAM).

2.6 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.

Menurut Kasmir (2016:192) lingkungan kerja merupakan suasana atau

kondisi disekitar lokasi tempat bekerja. Lingkungan kerja dapat berupa ruangan,

layout, sarana dan prasarana, serta hubungan kerja dengan sesama rekan kerja.

Jika lingkungan kerja dapat membuat suasana nyaman dan memberikan

ketenangan maka akan membuat suasana kerja menjadi kondusif, sehingga dapat

meningkatkan hasil kerja seseorang menjadi lebih baik, karena bekerja tanpa

gangguan. Namun sebaliknya jika suasana atau kondisi lingkungan kerja tidak
17

memberikan kenyamana atau ketenangan, maka akan berakibat suasana kerja

menjadi terganggu yang pada akhirnya akan mempengaruhinya dalam bekerja.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan mempengaruhui kinerja

seseorang.

2.7 HIPOTESIS

Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: diduga ada

pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada

PT.Panca Mixindo Abadi .

2.8 VARIABEL PENELITIAN

Variabel penelitian dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependent

/terikat dan independent/bebas, yaitu terdiri dari :

a. Variabel Dependent : Kinerja Pegawai (Y)

b. Variabel Independent : lingkungan Kerja (X)