Anda di halaman 1dari 91

LAPORAN MANAJEMEN INTERVENSI GIZI DESA KAWUNGCARANG

KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH

Oleh :

DESTYA ANDRIYANI P23131016019

DWI MUNIKA SARI P23131016022

HUSNUL KHATIMAH P23131016038

LISTIA WINDA SARI P23131016045

SALWA HANIFA NURHADI P23131016064

PRODI DIII JURUSAN GIZI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II

TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Laporan Manajamen Intervensi Gizi (MIG), dalam


rangka pengabdian masyarakat di Desa Kawungcarang, Kecamatan Sumbang,
Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah pada Tanggal 3 Februari 2019 –
23 Februari 2019. Telah diperiksa dan mendapat persetujuan pembimbing.

Jakarta, April 2019

Menyetujui,

Pritasari, SKM, M.Sc

NIP. 196404121986032001

2
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan
kelancaran sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan dengan judul “Laporan
Manajemen Intervensi Gizi Desa Kawungcarang, Kecamatan Sumbang,
Kabupaten Banyumas” tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa, staff serta
masyarakat Desa Kawungcarang yang telah menerima kami dengan baik dan
turut berpartisipasi dalam serangkaian acara yang kami laksanakan. Ucapan
terimakasih juga kami sampaikan kepada Ketua Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Jakarta II beserta para dosen yang membimbing kami dalam
melaksanakan manajemen intervensi gizi di Desa Kawungcarang.
Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Pritasari, SKM, M.Sc,
yang telah membimbing kami saat pengambilan data di desa sampai
penyusunan laporan ini, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini tepat
pada waktunya.
Kami sadar bahwa penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan
kesalahannya. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Jakarta, April 2019

1. Destya Andriyani
2. Dwi Munika Sari
3. Husnul Khatimah
4. Listia Winda Sari
5. Salwa Hanifa N

3
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN..............................................................................................ii

KATA PENGANTAR......................................................................................................iii

DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii

DAFTAR TABEL.............................................................................................................v

DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................................................vi

BAB I.................................................................................................................................1

BAB II...............................................................................................................................4

BAB III............................................................................................................................19

BAB IV............................................................................................................................61

BAB V.............................................................................................................................74

Daftar Pustaka..............................................................................................................76

4
DAFTAR TABEL

Tabel 1 …………………………………………………………………………… 4

Tabel 2 …………………………………………………………………………… 8

5
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 ………………………………………………………………………….. 77

6
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat


utama di Indonesia. Dampak kekurangan gizi yang paling ditakutkan
adalah gagal tumbuh, terutama gagal tumbuh kembang otak. Anak yang
menderita kekurangan gizi tidak saja menurunkan kecerdasan otaknya.
Tetapi menyimpan potensi terkena penyakit degenerative ketika
memasuki usia dewasa. Demikian pula kondisi kelompok rentan ibu dan
anak masih mengalami berbagai masalah kesehatan dan gizi, yang
ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian
neonatal, prevalensi gizi kurang (BB/U) dan pendek (TB/U) pada anak
balita.

Berdasarkan data yang diperoleh pada saat Perencanaan


Program Gizi, secara garis besar masalah gizi yang ada di Desa
Kawungcarang memiliki mata rantai yang sama dengan masalah
kesehatan yang utama di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan adanya
tindakan khusus untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut.
Manajemen Intervensi Gizi (MIG) merupakan tindak lanjut dari
penanggulangan masalah gizi yang ada di Desa Kawungcarang.
Intervensi tersebut berupa penyuluhan, konseling dan demontrasi sesuai
dengan masalah gizi yang ingin diintervensi. Kegiatan intervensi ini
diharapkan dapat mengurangi masalah di Desa Kawungcarang maupun
di Indonesia.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu melakukan intervensi intervensi gizi secara


terpadu yang direncanakan di Desa Kawungcarang, Kecamatan
Sumbang, Kabupaten Banyumas.

7
2. Tujuan Khusus

a) Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sebelum


memulai intervensi di Desa Kawungcarang. KIKI
b) Melakukan penyuluhan gizi pada sasaran yang berbeda dengan
menggunakan berbagai metode
c) Memberikan pengetahuan dan melatih kader gizi sebagai pelaksana
intervensi gizi di Desa Kawungcarang
d) Melakukan demontrasi teknologi tepat guna dengan tujuan
mengolah potensi alam berupa bahan makanan yang ada di Desa
Kawungcarang menjadi suatu produk yang memiliki nilai gizi yang
lebih baik.
e) Menyampaikan permasalahan gizi yang ada di Kecamatan
Sumbang melalui Pameran Gizi
f) Mengadakan lomba ranking 1 untuk kader dalam rangka memilih
perwakilan untuk mengikuti lomba ranking 1 yang akan
dilaksanakan dalam Pameran Gizi.
g) Melakukan evaluasi pada setiap kegiatan intervensi
h) Menyusun dan menyajikan laporan dan penilaian program
intervensi gizi masyarakat.
C. Manfaat

1. Bagi masyarakat

a) Mengetahui masalah gizi yang ada di Desa Kawungcarang.


b) Mendapatkan pengetahuan tentang gizi ibu hamil, gizi anak
sekolah dan gizi anak baduta.
c) Mengetahui penyebab masalah gizi yang ada di lingkungan.
d) Mampu mengetahui masalah gizi dan kesehatan secara
sederhana dengan sendiri maupun dengan petugas kesehatan

2. Bagi Kader

a) Mendapatkan informasi baru mengenai kaidah yang benar dalam


melakukan pengukuran antropometri
b) Mengetahui lebih jelas pentingnya sosialisasi gizi bagi ibu hamil
dan baduta dalam siklus kehidupan.

8
c) Kader mampu mengembangkan pengetahuan dan kemampuan
serta ketrampilan dalam melaksanakan tugasnya sebagai kader
posyandu.
d) Mampu menyampaikan pesan-pesan gizi secara sederhana
kepada masyarakat.

3. Bagi mahasiswa

a) Melatih ketrampilan dalam melakukan penyuluhan, konseling,


demontrasi dan sosialisasi gizi di masyarakat
b) Menambah pengalaman dalam melakukan intervensi gizi
masyarakat secara langsung
c) Belajar berkoordinasi dengan baik dalam melakukan kegiatan
intervensi kepada masyarakat.
d) Membagi pengetahuan dan informasi dalam bidang gizi dan
kesehatan kepada masyarakat.

9
BAB II
RENCANA INTERVENSI

A. Analisis Situasi
1. Baduta
Tabel 1
Analisis Situasi Baduta Desa Kawungcarang

Dimana
Berapa Rencana
Masalah Siapa (terkena) Faktor penyebab Sumber daya
(prev.) intervensi
(rt, rw)

1 posyandu:

Baduta yang  Pala 2 Terdapat 6 Penyuluhan/kons


Status gizi BB/U RT 3/ RW 01, kader
berusia 8 bulan, Asupan energi dan eling mengenai
3 (10%) RT 4/ RW 01,
19 bulan dan 24 protein yang kurang  Pala 3 Terdapat 6 gizi seimbang,
- Kurang RT 03/ RW 02
bulan Kader Keluarga binaan
 Bidan Desa
 Kebun Jagung

Baduta dengan 6 (25%) Baduta yang RT 3/RW 01, Asupan protein dan 1 posyandu: Penyuluhan/kons

10
kalsium yang
eling mengenai
kurang, ASI tidak
gizi seimbang
ekslusif, pmberian
 Pala 3 Terdapat 6 ASI eksklusif,
status gizi pendek berusia 16 bulan MPASI yang tidak
Kader MP ASI dan
menurut indeks dan baduta yang RT 4/RW 01 tepat jenis,
 Bidan Desa Perilaku Hidup
PB/U berusia 18 bulan imunisasi yang tidak
 Kebun Jagung Bersih dan Sehat
sesuai umur, dan
(PHBS),
kesehatan
Keluarga Binaan
lingkungan baduta

Penyuluhan/kons
eling mengenai
1 posyandu:
gizi seimbang
Baduta dengan
1 (3,3%)  Pala 1 Terdapat 7 ASI eksklusif,
status gizi kurus Baduta yang Asupan energi dan
RT 2/RW 02 kader MP ASI dan
menurut indeks berusia 16 bulan protein yang kurang
Perilaku Hidup
BB/PB  Bidan Desa
Bersih dan Sehat
 Kebun Jagung
(PHBS),
Keluarga Binaan

Baduta dengan 1 (3,3%) Baduta yang RT 2/ RW 02 ASI tidak eksklusif, 1 posyandu: Penyuluhan/kons

11
eling mengenai
MP ASI tidak tepat gizi seimbang
sesuai usia,  Pala 1 Terdapat 7 ASI eksklusif,
status gizi kurus
kesehatan kader MP ASI dan
menurut indeks berusia 16 bulan
lingkungan baduta  Bidan Desa Perilaku Hidup
IMT/U
tergolong sangat  Kebun Jagung Bersih dan Sehat
kurang (PHBS),
Keluarga Binaan

1 posyandu: Penyuluhan
Baduta dengan
Baduta yang mengenai gizi
status gizi resiko RT 03/RW 01, Asi tidak ekslusif,  Pala 1 Terdapat 7
berusia 6 bulan, seimbang, ASI
gemuk/gemuk/ob 3 (10%) RT 01/RW 02, MPASI yag tidak kader
7 bulan dan 16 ekslusif dan
es menurut indeks RT 02/RW 02 tepat jenis
bulan  Bidan Desa MPASI, keluarga
IMT/U
 Kebun Jagung binaan

Baduta yang 15 (50%) Baduta yang RT 02/RW 02 Status sosial 1 posyandu: Penyuluhan/kons
asupan energinya berusia dibawah ekonomi dibawah eling mengenai
 Pala 2 Terdapat 6
kurang 21 bulan garis kemiskinan, gizi seimbang
kader
riwayat MPASI yang dan MP ASI
tidak tepat waktu  Bidan Desa
 Kebun Jagung

12
dan jenis,
Pengetahuan gizi
ibu baduta

Status sosial
ekonomi dibawah 1 posyandu: Penyuluhan/kons
garis kemiskinan, eling mengenai
Baduta yang Baduta yang  Pala 1 Terdapat 7
RT 01/RW 01, riwayat MPASI yang gizi seimbang
asupan proteinnya 7 (23%) berusia dibawah kader
RT 02/RW 02 tidak tepat waktu dan MP ASI,
kurang 17 bulan
dan jenis,  Bidan Desa Teknologi Tepat
Pengetahuan gizi  Kebun Jagung Guna
ibu baduta

1 posyandu:
Status sosial Penyuluhan/kons
Baduta yang
Baduta yang ekonomi dibawah  Pala 1 Terdapat 7 eling mengenai
asupan
22 (73%) berusia 17 bulan RT 02/RW 02 garis kemiskinan, kader gizi seimbang,
kalsiumnya
dan 20 bulan Pengetahuan gizi Teknologi Tepat
kurang  Bidan Desa
ibu baduta Guna
 Kebun Jagung

Baduta yang 20 (67%) Baduta yang RT 02/RW 02 Status sosial 1 posyandu: Penyuluhan/kons
asupan zat berusia 17 bulan ekonomi dibawah eling mengenai
 Pala 1 Terdapat 7

13
garis kemiskinan, gizi seimbang,
besinya kurang dan 20 bulan Pengetahuan gizi kader Teknologi Tepat
ibu baduta Guna

2. Ibu Hamil
Tabel 2
Analisis Situasi Ibu Hamil Desa Kawungcarang

Apa Berapa
Siapa Dimana Perkiraan Penyebab Sumber Daya Rencana Intervensi
(masalahnya) (prevalensi)
Asupan zat gizi Ibu hamil Desa Akibat kurangnya Ibu hamil, Penyuluhan gizi
 6 (60%) asupan
makro kurang Kawungcarang konsumsi makanan seimbang, dan Demo
energi ibu Keluarga,
(energy, protein, RW 01 dan dalam jumlah, frekuensi masak PMT untuk ibu
hamil kurang Bidan,
lemak, RW 02 dan jenis pangan, hamil serta games
karbohidrat) pengetahuan tentang Kader cerdas cermat bumil
 6 (60%) asupan
gizi seimbang serta posyandu,
protein ibu
faktor ekonomi
hamil kurang
Bahan pangan
local,
 5 (50%) asupan

14
energi ibu
hamil kurang

 6 (60%) asupan mahasiswa


karbohidrat
ibu hamil
kurang

Asupan zat gizi Ibu hamil Desa Akibat kurangnya Ibu hamil, Penyuluhan gizi
 10 (100%)
mikro kurang Kawungcarang konsumsi makanan seimbang, dan Demo
kurang vitamin Keluarga,
(vitamn A, RW 01 dan dalam jumlah, frekuensi masak PMT untuk ibu
A Bidan,
vitamin C, RW 02 dan jenis pangan, hamil, serta games
vitamin K, pengetahuan tentang Kader cerdas cermat bumil
 9 (90%) kurang
kalsium, zat gizi seimbang serta posyandu,
Kalsium
besi, faktor ekonomi
Bahan pangan
magnesium,  8 (80%) kurang
local,
iodium, seng) vitamin K
mahasiswa
 10 (100%)
kurang zat besi

 6 (60%) kurang

15
magnesium

 10 (100%)
kurang iodium

 10 (100%)
kurang zinc

Pengetahuan mengenai
ibu hamil,
Desa pentingnya
Imunisasi yang Kawungcarang melaksanakan imunisasi keluarga, Penyuluhan/konseling
5 (50%) Ibu hamil
tidak lengkap RW 01 dan dan ketersediaan waktu bidan, mengenai imunisasi
RW 02 untuk melakukan
mahasiswa
imunisasi
Masih ditemukan 6 (60%) Ibu hamil Desa Kurangnya pengetahuan Ibu hamil, Penyuluhan mengenai
kategori Kawungcarang tentang Perilaku Hidup Perilaku Hidup Bersih
Kader
keluarga bumil RW 01 dan Bersih dan Sehat dan Sehat (PHBS)
posyandu,
yang Kesehatan RW 02 (PHBS) serta games cerdas
lingkungan Mahasiswa cermat bumil
keluarganya

16
kurang baik
meliputi

17
B. Bagan Masalah
1. Baduta
a. Berdasarkan indeks BB/U, status gizi baduta kurang dan sangat
kurang sebanyak 3 orang (10%).
b. Berdasarkan indeks PB/U atau TB/U, status gizi baduta sangat
pendek dan pendek sebanyak 6 orang (25%).
c. Berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB, status gizi baduta kurus
sebanyak 1 orang (3,3%).
d. Berdasarkan indeks IMT/U, status gizi baduta sangat kurus dan
kurus sebanyak 1 orang (3%). Sedangkan resiko gemuk dan
sangat gemuk sebanyak 3 orang (10,0%).
e. Pemberian ASI yang tidak ekslusif sebanyak 11 baduta atau
34%
f. Pemberian MP-ASI tidak tepat waktu dan jenis pada baduta
sebanyak 5 baduta (17%).
g. Sebanyak 14 baduta (47%) tidak diberikan suplemen
h. Asupan energi baduta kurang sebesar 50% atau 15 baduta,
asupan protein kurang sebesar 23% atau 7 baduta, asupan
lemak kurang sebesar 53% atau 16 baduta, asupan karbohidrat
kurang sebesar 47% atau 14 baduta.
i. Asupan Vitamin A kurang sbesar 3% atau sebanyak 1 baduta,
asupan vitamin D kurang sebesar 56% atau 17 baduta, asupan
vitamin C kurang sebesar 46,7% atau 14 baduta, asupan vitamin
K kurang sebesar 60% atau 18 baduta, asupan Ca kurang
sebesar 73%, atau 22 baduta, asupan Fe kurang sebesar 67%,
atau 20 baduta, asupan Mg kurang sebesar 23,0% atau
sebanyak 7 baduta, asupan Iodium kurang sebesar 100%, atau
30 baduta, dan asupan seng kurang sebesar 60%, atau 18
baduta.
j. Baduta yang menderita penyakit diare sebesar 23% atau 7
baduta.
k. Baduta yang menderita penyakit ISPA sebesar 3% atau 1
baduta.
l. Baduta yang menderita penyakit campak sebesar 3% atau 1
baduta.

18
m. Baduta dengan status imunisasi tidak lengkap sebesar 10% atau
sebanyak 3 orang. Sedangkan baduta dengan status imunisasi
lengkap tidak sesuai umur sebesar 6,7% atau sebanyak 2
baduta.
n. Kebersihan diri baduta sebesar 10% atau 3 baduta tergolong
kurang bersih.
o. Kesehatan lingkungan keluarga baduta menurut aspek rumah
sehat sebesar 20% yang tergolong kurang sehat dan menurut
aspek perilaku penghuni sebesar 70% tergolong kurang baik.
p. Baduta dengan kategori rumah tangga miskin sebesar 33,3%
atau sebanyak 10 baduta.
2. Ibu Hamil
a. Usia ibu hamil di Desa Kawungcarang terdapat 40% ibu hamil
berusia >30 tahun.
b. Usia pertama kali menikah sebanyak 20% berusia <20 tahun,
dan terdapat 10% berusia >30.
c. Status kehamilan saat ini terdapat 10% status kehamilan pada
anak ke-8
d. Sebanyak 50% ibu hamil tidak mengonsumsi PMT dari
pemerintah
e. Rata-rata ibu hamil di Desa Kawungcarang 20% yang tidak
mengonsumsi TTD secara teratur.
f. Sebanyak 90% ibu hamil terdapat 10% ibu hamil yang
mempunyai makanan pantangan.
g. Asupan energy ibu hamil di Desa Kawungcarang 60% termasuk
kategori kurang
h. Asupan protein ibu hamil di Desa Kawungcarang 60% termasuk
kategori kurang
i. Asupan lemak ibu hamil di Desa Kawungcarang sebanyak 50%
termasuk kategori kurang
j. Asupan karbohidrat ibu hamil di Desa Kawungcarang sebanyak
60% termasuk kategori kurang,
k. Asupan vitamin A pada ibu hamil sebanyak 100% termasuk
kategori kurang

19
l. Asupan kalsium pada ibu hamil 90% termasuk pada kategori
kurang
m. Asupan vitamin C pada ibu hamil 40% termasuk pada kategori
kurang.
n. Asupan vitamin K pada ibu hamil 80% termasuk pada kategori
kurang.
o. Asupan fe pada ibu hamil 100% termasuk pada kategori kurang.
p. Asupan magnesium pada ibu hamil sebanyak 60% termasuk
pada kategori kurang.
q. Asupan iodium pada ibu hamil 100% termasuk pada kategori
kurang.
r. Asupan zinc pada ibu hamil 100% termasuk pada kategori
kurang.
s. Sebannyak 70% ibu hamil diduga menderita penyakit diabetes
melitus.
t. Sebanyak 20% ibu hamil diduga menderita penyakit hipertensi.
u. Status imunisasi ibu hamil sebanyak 50% tidak lengkap dan
50% lainnya tidak ada data
v. Kesehatan lingkungan ibu hamil sebanyak 60% termasuk
kategori kurang baik
w. Kategori rumah tangga ibu hamil 50% termasuk kategori miskin.

C. Rencana Intervensi
1. MMD (Musyawarah Masyarakat Desa)
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sebagi sarana
perizinan, perkenalan dan sosialisasi tentang rencana kegiatan
intervensi yang akan dilakukan di Desa Kawungcarang. Kegiatan
ini bertujuan untuk mencari kesepakatan kegiatan - kegiatan yang
sudah dirancang oleh mahasiswa sesuai dengan masalah gizi dan
kesehatan yang ada di Desa Kawungcarang dan akan dilakukan
selama 20 hari di desa.
Kegiatan pada acara ini, mahasiswa akan memaparkan
hasil pengumpulan data dasar yang sudah dilakukan, program -
program intrevensi yang akan mahasiswa laksanakan dan
mendapatkan suatu kesepakatan dan dukungan dari masyarakat

20
agar program yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan
lancar serta menguntungkan di semua pihak.
2. Pelatihan atau Penyegaran Kader
Penyegaran kader merupakan suatu upaya meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan kader. Upaya ini dilakukan untuk
menggali pegetahuan yang dimiliki oleh kader dan melatih kembali
keterampilan mengenai kegiatan posyandu yang sudah diberikan.
Dalam penyegaran kader ini dibantu dengan metode belajar
terbaru, dimana tidak hanya mahasiswa saja yang berperan dalam
kegiatan ini namun kader juga harus ikut serta guna mengasah
kemampuannya dalam kegiatan posyandu dengan melakukan
mengisi KMS, mengisi balok SKDn. Mahasiswa memaparkan
informasi mengenai cara pengisian KMS, pengisian balok SKDN.
3. Penyuluhan-penyuluhan
Penyuluhan gizi merupakan penyampaian informasi dari
satu orang atau sekelompok orang mengenai gizi dan dilakukan
secara sistematis yang bertujuan untuk mempengaruhi dan
mengubah perilaku gizi individu atau masyarakat dalam rangka
meningkatkan status gizi.
Penyuluhan gizi dan kesehatan dilakukan dengan
beberapa topik penyuluhan yaitu :
· Gizi Seimbang Ibu hamil
· Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)
· PHBS Penanganan Sampah
· PHBS Cuci Tangan
Penyuluhan gizi seimbang ibu hamil dan PHBS
penanganan sampah dilakukan dengan sasaran remaja putri,
wanita usia subur, dan ibu hamil. Penyuluhan Pemberian Makan
Bayi dan Anak (PMBA) dilakukan dengan sasaran ibu hamil, ibu
menyusui, dan ibu baduta sedangkan penyuluhan PHBS cuci
tangan dilakukan dengan sasaran anak sekolah dasar (SD).

4. TTG (Demonstrasi Pembuatan Wingko Jagung)


Teknologi Tepat Guna merupakan suatu upaya
memodifikasi bahan pangan yang banyak terdapat di desa
tersebut dan diolah secara sederhana menjadi suatu makanan

21
yang kaya akan gizi, memiliki nilai jual yang tinggi serta dapat
menjadi makanan yang menarik bagi masyarakat. Bahan pangan
yang dapat diolah yaitu jagung, kelapa parut dan wortel. Bahan
pangan tersebut biasa diolah masyarakat setempat dengan cara
merebus ataupun dibuat sayur, kelapa dijadikan santan atau
taburan kue tradisional. Oleh karena itu mahasiswa
merencanakan untuk membuat makanan yang berbeda dari ketiga
bahan tersebut. Bahan tersebut akan diolah menjadi wingko
jagung.
Makanan tersebut akan didemonstrasikan kepada
masyarakat mengenai cara membuat, informasi nilai gizi yang
terkandung didalamnya, dan manfaat dari pembuatan makanan
tersebut sehingga masyarakat dapat memperkaya
pengetahuannya, dan dapat mengimplementasikan makanan
tersebut untuk keluarganya khususnya pada masyarakat. Produk
ini dapat menjadi nilai jual bagi warga yang ingin berjualan
sehingga dapat menambahkan pemasukan keluarga.
5. Lomba Cerdas Cermat Ibu Baduta
Kegiatan cerdas cermat ibu baduta merupakan kegiatan
berupa games cerdas cermat dengan sasaran perwakilan ibu
yang memiliki anak baduta dari wilayah posyandu berbeda yang
tersebar di desa Kawungcarang, didalam games cerdas cermat
tersebut terdapat soal-soal mengenai prinsip gizi seimbang bagi
baduta di usia yang tepat, pemilihan MP-ASI yang tepat bagi
baduta sesuai usianya, dan pengolahan bahan makanan menjadi
MP-ASI yang sesuai anjuran, pemberian ASI eksklusif, dan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), games ini dibagi
menjadi 3 sesi (mahasiswa memberikan soal berupa pertanyaan
yang terbagi ke dalam 3 sesi).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui dan menggali
pengetahuan yang dimiliki oleh ibu baduta, sebagai sarana untuk
edukasi bagi ibu baduta, dan kegiatan ini juga sebagai bentuk
apresiasi bagi ibu baduta yang telah ikut berpartisipasi aktif, serta
untuk memperoleh juara cerdas cermat ibu baduta dengan skor
tertinggi.

22
6. Lomba Cerdas Cermat Kader
Kegiatan cerdas cermat kader merupakan kegiatan berupa
games cerdas cermat dengan sasaran perwakilan ibu kader dari
wilayah posyandu berbeda yang tersebar di desa Kawungcarang,
didalam games cerdas cermat tersebut terdapat soal-soal
mengenai prinsip gizi seimbang, gizi daur kehidupan (ibu hamil,
ibu menyusui, bayi, dan baduta), pola asuh, PHBS, ASI eksklusif
dan MP-ASI, pengetahuan tentang SKDN dan berbagai kegiatan
posyandu yang harus diketahui oleh kader, games ini dibagi
menjadi 3 sesi (mahasiswa memberikan soal berupa pertanyaan
yang terbagi ke dalam 3 sesi).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui dan menggali
pengetahuan yang dimiliki oleh kader posyandu, sebagai sarana
untuk review atau mengingat kembali pengetahuan yang telah
dimiliki oleh kader posyandu, dan kegiatan ini juga sebagai bentuk
apresiasi bagi kader posyandu yang telah ikut berpartisipasi aktif,
serta untuk memperoleh juara cerdas cermat kader dengan skor
tertinggi.

Kegiatan Tambahan
1. Posyandu Balita
Masalahnya tidak semua baduta di desa Kawungcarang
mengkonsumsi kapsul vitamin A, Prevalensi baduta dan balita
yang mengkonsumsi kapsul vitamin A adalah 13,3%. Hal ini
dikarenakan anak tidak datang ke posyandu ketika pemberian
kapsul vitamin A, anak menolak ketika diberikan kapsul vitamin A
dan ibu yang menginginkan kapsul vitamin A dibawa pulang saja
sementara belum tentu diberikan kepada anak. Kejadian ini terjadi
di seluruh poysandu di desa Kawungcarang mulai dari posyandu
Pala I, Pala II dan Pala III. Dengan melihat sumber daya yang ada
seperti bidan, kader posyandu dan mahasiswa PKL hidarapkan
intervensi dalam bentuk pemberian kapsul vitamin A dapat
berjalan dengan semestinya sampai mencapai 100% anak yang
mengkonsumsi kapsul vitamin A.

23
Pelaksaan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang
dilakukan setiap bulannya. Pada tangga 10 Februari 2019
dilaksanakan juga pemberian kapsul vitamin A serentak di setiap
posyandu. Sehingga susunan acara kegiatan posyandu ini adalah
penimbangan BB, pengukuran TB atau PB, pemberian kapsul
vitamin A dan pemberian PMT.
Pada kegiatan ini mahasiswa membantu kader dalam
pembuatan PMT, penimbangan BB, pengukuran TB atau PB, dan
pemberian kapsul vitamin A.
2. Posbindu

Posbindu adalah singkatan dari Pos Pembinaan Terpadu.


Posbindu merupakan kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular.
Kegiatan posbindu adalah kegiatan yang melibatkan peran serta
masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak
lanjut dini faktor resiko penyakit tidak menular secara mandiri dan
berkesinambungan. Tujuan kegiatan posbindu adalah untuk
meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan
penemuan dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM).
Sasaran utama kegiatan posbindu adalah kelompok masyarakat
sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun keatas.
Didalam kegiatan posbindu ada beberapa tahapan kegiatan yang
dibagi di lima meja :

a. Meja 1 : Pendaftaran, Pencatatan


b. Meja 2 : Teknik wawancara terarah
c. Meja 3 : Pengukuran TB,BB, IMT, Lingkar perut dan Analisa
lemak tubuh.
d. Meja 4 : Pengukuran tekanan darah, gula, kolestrol total dan
trigliserida darah.
e. Meja 5 : Konseling dan Edukasi serta tindak lanjut lainnya.
3. Penyuluhan Tentang PTM di Acara Arisan Warga
Kegiatan penyuluhan ini merupakan kegiatan tambahan,
adanya kegiatan ini karena hasil saran dari masyarakat Desa
Kawungcarang pada saat melakukan kegiatan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal

24
10 Februari 2019 pukul 14.00, bertempat dirumah Ibu Yus Rt. 2
Rw. 2. Pada kegiatan ini mahasiswa memberikan materi
mengwnai diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat. Susunan
acara ppada kegiatan penyuluhan ini adalah pembukaan dan
perkenalan, pemberian materi d3ngan metode ceramah dah tanya
jawab, penutup.
4. Penyuluhan Tentang GGL di Acara Arisan Warga

Kegiatan penyuluhan ini merupakan kegiatan tambahan.


Pelaksanaan kegiatan ini didasari karena pada saat MMD,
masyarakat Desa Kawungcarang memberikan saran kepada
mahasiswa untuk melakukan kegiatan penyuluhan di acara arisan
warga dengan materi bebas. Kemudian mahasiswa memutuskan
untuk memberikan penyuluhan mengenai anjuran konsumsi gula,
garam dan lemak.

Susunan acara kegiatan penyuluhan ini adalah


perkenalan, pemberian materi dengan metode ceramah dan tanya
jawab, penutup.

Pada kegiatan ini mahasiswa memberikan penyuluhan


dengan materi Anjuran Konsumsi Gula, Garam Dan Lemak dalam
sehari, dengan adanya sesi tanya jawab/diskusi.

25
BAB III
PELAKSANAAN

A. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)


1. Latar Belakang
Berdasarkan hasil survei data dasar yang dilakukan di
Desa Kawungcarang pada tanggal 21-27 Oktober 2018 diperoleh
data penyakit yang meliputi :
Asupan energy kurang pada baduta 50%, asupan protein
kurang pada baduta 23%, asupan zat besi kurang pada baduta
67%, asupan Ca kurang pada baduta 73%, asupan vit.C kurang
pada baduta 47%, pemberian ASI non ekslusif 37%, gizi sangat
kurang dan kurang 10%, gizi sangat pendek dan pendek 25%, gizi
gemuk 6,7%, gizi sangat kurus dan kurus 3%, KEK pada ibu hamil
0%, asupan energy kurang pada bumil 60%, asupan protein
kurang pada bumil 60%, asupan zat besi kurang pada bumil
100%, dan asupan vit.C kurang pada bumil 40%
Masyarakat desa setempat harus mengetahui masalah gizi
dan kesehatan apa yang sedang terjadi diwilayahnya, agar
masyarakat desa tersebut mampu mengenali dan mengatasi
masalah tersebut. Sebagai mahasiswa kesehatan kami hanya
dapat menjadi fasilitator dalam mengatasi tersebut, salah satu nya
dengan menyusun rencana program intervensi. Ada beberapa
kegiatan yang telah dipertimbangkan oleh mahasiswa, tetapi tentu
saja pertimbangan tersebut belum tentu sesuai dengan kegiatan
yang sedang atau yang akan berlangsung di Desa.
Maka dari itu perlu diadakannya kegiatan MMD
(Musyawarah Masyarakat Desa) sebagai wadah dalam
menyampaikan informasi gizi dan kesehatan, musyawarah antara
mahasiswa dan perwakilan rakyat dalam menyepakati
pelaksanaan program intervensi yang sudah disusun untuk dapat
dijalankan sesuai rencana, situasi dan kondisi di Desa.

26
2. Tujuan
1. Tujuan Pelaksanaan
a. Tujuan Umum
Membuat kesepakatan kegiatan intervensi yang akan
dilaksanakan di Desa Kawungcarang berdasarkan
pengalaman yang diketahui dari pengambilan data dasar.
b. Tujuan Khusus
1) Peserta MMD (Musyawarah Masyarakat Desa)
mengetahui masalah gizi dan kesehatan serta rencana
intervensi yang sudah disetujui bersama.
2) Mahasiswa dan perwakilan masyarakat mendiskusikan
kegiatan intervensi yang akan dilakukan untuk
mengatasi masalah gizi dan kesehatan di Desa
Kawungcarang.
3) Mendapat kesepakatan kegiatan intervensi yang akan
dilakukan beserta lokasi, waktu dan penanggung jawab
pelaksana untuk masing-masing kegiatan intervensi.
4) Mendapat dukungan dari masyarakat terhadap
pelaksanaan kegiatan intervensi dapat berjalan sesuai
rencana.
3. Target, Waktu, Tempat dan Sumber Daya
A. Target
Kepala Desa, aparat desa, tokoh masyarakat di Desa
Kawungcarang, tokoh agama di Desa Kawungcarang, kader,
ketua PKK tetapi kegiatan ini hanya dihadiri oleh aparat desa
sebanyak 5 orang, kader sebanyak 10 orang, anggota PKK
sebanyak 3 orang, tokoh masyarakat 1 orang, tokoh agama 1
orang, 3 orang ketua RT/RW.
B. Waktu
Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa pada hari Rabu
tanggal 6 Februari 2019 pada pukul 09.00 WIB.
C. Tempat
Dilaksanakan di Balai Desa Kawungcarang, Kecamatan
Sumbang.

27
D. Sumber Daya
Sumber Daya yang digunakan seperti media (PPT dan hard
copy materi), bahan presentasi, undangan, daftar hadir untuk
peserta, dan konsumsi. Sedangkan yang berasal dari Desa
Bantar yaitu ruangan atau balai Desa Bantar, kursi, meja,
pengeras suara, LCD, dan proyektor.
4. Persiapan
Sebelum kegiatan berlangsung kami telah mendiskusikan
pelaksaan MMD dan mempersiapkan susunan panitia acara yaitu :
a. MC dan Moderator : Listia Winda Sari
b. Presentan : Destya Andriyani
c. Notulen dan Operator : Dwi Munika Sari
d. Konsumsi, Absensi, dan Dokumentasi : Salwa Hanifa Nurhadi
dan Husnul Khatimah.
Selanjutnya mempersiapkan undangan, konsumsi peserta,
bahan presentasi, alat dan perlengkapan yang akan digunakan
dalam MMD.

- Menyiapkan materi hasil pengumpulan data dasar PPG


lalu.
- Menyiapkan rincian kegiatan intervensi gizi yang
direncanakan.
- Menyiapkan konsumsi untuk peserta.
- Menyiapkan tempat (lokasi balai desa).
- Membuat absensi.
- Membuat undangan untuk warga.
5. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa
dilakukan pada hari Rabu tanggal 6 Februari 2019 pukul 09.00
WIB di Balai Desa Kawungcarang dengan susunan acara sebagai
berikut :
1) Sambutan oleh Perwakilan Kepala Desa oleh Dwi Yonanto
2) Perkenalan mahasiswa
3) Presentasi hasil PPG dan rencana kegiatan intervensi oleh
Destya Andriyani

28
4) Tanya jawab dan diskusi program intervensi yang akan
dilaksanakan
5) Kesepakatan program kegiatan intervensi
6) Penutupan
Beberapa hal yang disampaikan dalam kegiatan MMD
diantaranya adalah proses pengambilan data dasar pada tanggal
21 Oktober 2018 – 27 Oktober 2018, hasil pengambilan data
dasar berupa permasalahan gizi dan kesehatan Baduta dan Ibu
Hamil di Desa Kawungcarang dan kegiatan intervensi yang akan
kami laksanakan selama masa praktik kerja lapangan Program
Intervensi Gizi Masyarakat (PIGM).

Selama MMD berlangsung masyarakat ikut aktif dalam


memberikan pendapat, arahan serta saran agar program
intervensi berjalan dengan lancar. Hampir semua peserta yang
datang mengutarakan pendapatnya tentang kegiatan program
intervensi, hanya saja memang lebih banyak ibu-ibu yang aktif
dalam memberikan pendapat. Diakhir acara kami mendapat
kesepakatan pelaksanaan program kegiatan intervensi berupa
teknis pelaksanaan kegiatan yang semuanya telah disesuaikan
dengan kegiatan desa.

6. Monitoring
a. Monitoring
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami sehingga
perlu dilakukan monitoring diantaranya :
1) Kehadiran peserta MMD
Kehadiran peserta belum memenuhi target 80%. Yang
hadir hanya 23 orang sedangkan target sebanyak 30 orang
jadi hanya 76% yang hadir.
2) Pemahaman masyarakat terhadap masalah gizi dan
kesehatan serta program yang akan dijalankan
Semua peserta dapat memahami masalah gizi dan
kesehatan yang ada diwilayahnya dan memahami program
intevensi yang akan dilaksanakan terlihat dari banyaknya
partisipasi aktif peserta terhadap program intevensi.

29
3) Hasil musyawarah yang disepakati
Hasil yang disepakati yaitu seluruh program yang
diusulkan telah disetujui namun jadwal disesuaikan dengan
jadwal kegiatan masyarakat di desa.
b. Evaluasi
Dari hasil MMD ada beberapa yang harus dievaluasi,
diantaranya :
1) Untuk mengantisipasi keterlambatan acara maka penetapan
waktu di dalam undangan lebih awal.
2) Untuk mendapatkan hasil yang tidak jauh beda dengan yang
diharapkan, MMD selanjutnya harus terlebih dahulu
dikonsultasikan oleh pihak desa agar mendapatkan gambaran
bagaimana situasi dan kondisi desa.
7. Faktor Pendukung dan Penghambat
a. Faktor Pendukung
1) Tersedianya sarana dan prasarana pelaksanaan MMD
2) Sebagian masyarakat Desa Kawungcarang mau berpartisipasi
dan aktif dalam menyampaikan pendapat selama MMD
b. Faktor Penghambat
1) Masyarakat datang tidak tepat waktu
2) Kurangnya partisipasi kehadiran karena sebagian masyarakat
memilih bekerja.
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan MMD antara mahasiswa dan perwakilan
masyarakat Desa Kawungcarang berjalan lancar dan sesuai
rencana serta mengahasilkan kesepakatan yaitu kerja sama yang
baik dalam menjalankan program intevensi.
b. Saran
Sebelum membuat perencanaan sudah menghubungi
kepala desa atau pihak terkait tentang pelaksanaan program
intervensi selain itu selalu siap dengan segala kemungkinan yang
akan terjadi seperti perubahan jadwal yang berubah-ubah sesuai
dengan kesepakatan peserta MMD.

30
B. Pelaksanaan Kegiatan Penyegaran Kader
1. Latar Belakang
Kader adalah tenaga sukarela tanpa pamrih yang merasa
terpanggil atau dipercaya oleh warga atau pimpinan desa untuk
memajukan masyarakat di lingkungannya. Sebagai salah satu syarat
menjadi seorang kader, diharuskan mengikuti pelatihan kader
pembangunan kesehatan. Pelatihan kader terdiri dari 3 jenis, yaitu
pelatihan dasar, penyegaran, dan pembinaan.
Dalam kesempatan ini, pelatihan yang akan diberikan adalah
pelatihan penyegaran. Penyegaran ini dilaksanakan berhubungan
dengan banyaknya masalah gizi yang muncul akhir-akhir ini sehingga
menuntut para kader untuk memberikan pelayanan kesehatan
masyarakat secara optimal. Dimana seorang kader harus mampu
menjadi fasilitator dan motivator bagi anggota masyarakat. Sehingga
dengan penyegaran kader ini dapat menciptakan kader-kader yang
mempunyai potensi dan kesadaran yang tinggi akan masalah-
masalah kesehatan yang muncul di daerah tempat tinggalnya.
Jumlah kader yang ada di Desa Kawungcarang sebanyak 19
orang yang tersebar dalam 3 posyandu yaitu posyandu pala 1,
posyandu pala 2, dan posyandu pala 3. Hampir seluruh kader aktif
dalam kegiatan posyandu. Di Desa Kawungcarang, hampir semua
kader tidak mengerti tentang SKDN.
Dikarenakan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam
kegiatan penimbangan di posyandu dan rendahnya balita yang
mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI yang sesuai gizi seimbang,
maka perlunya kegiatan penyegaran kader yang diadakan mahasiswa
PKL Desa Kawungcarang untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan kader dalam bidang SKDN, dan pengisian KMS. Dan
pada akhirnya diharapkan dari keaktifan kader yang ada di setiap
posyandu ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
melakukan penimbangan di posyandu.

31
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Menjadikan kader Desa Kawungcarang menjadi lebih terampil
dalam menjalankan kegiatan posyandu.
b. Tujuan Khusus :
- Kader menjadi terampil dalam menimbang berat badan, mengukur
tinggi badan dan panjang badan
- Kader menjadi terampil dalam mengisi KMS
- Kader menjadi terampil dalam menghitung SKDN
- Jumlah kader bertambah
- Posyandu menjadi lebih aktif
3. Target, Waktu, Tempat dan Sumber Daya
a. Target
Seluruh kader posyandu Desa Kawungcarag yang berjumlah 19
orang.
b. Waktu
Kegiatan penyegaran kader dilakukan dalam 1 kali pertemuan,
yakni dari hari Jumat, 8 Februari 2019, pukul 09.00 – 10.30.
c. Tempat
Tempat pelaksaan kegiatan penyegaran kader yaitu di Posyandu
Pala 1.
d. Sumber daya
Adanya dukungan dari aparat dan kader desa Dawuhan Kulon.
4. Persiapan
Sebelum pelaksanaan kegiatan penyegaran kader, dilakukan
beberapa langkah persiapan, diantaranya :
a. Menyiapkan surat undangan untuk kader
b. Menyiapkan materi, soal pre-test post-test, dan daftar hadir
c. Menyiapkan konsumsi
d. Menyiapkan peralatan dan tempat yang akan digunakan untuk
penyegaran kader

32
5. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan penyegaran kader ini, kegiatan yang dilakukan
adalah :
1. Melakukan pretest
2. Pemberian materi tentang pengisian KMS
3. Pemberian contoh soal untuk pengisian KMS
4. Pemberian materi tentang SKDN
5. Pemberinan contoh menghitung SKDN
6. Melakukan post test
7. Penutupan.
6. Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan monitoring dilaksanakan selama kegiatan penyegaran
kader, sedangkan evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil
pre-test dengan post-test serta tanya jawab dengan kader, jumlah
peserta yang hadir, serta keseluruhan dari kesungguhan kader dalam
pelaksanaan penyegaran kader.
7. Faktor Pendukung dan Penghambat
a. Faktor Pendukung
1) Sikap kader yang terbuka dalam menerima materi dan nasihat
dari mahasiswa.
2) Partisipasi ibu kader.
3) Bantuan dari Perangkat Desa dalam penyediaan tempat, dan
peralatan yang dibutuhkan selama kegiatan penyegaran kader
berlangsung.
b. Faktor Penghambat
1) Jumlah ibu kader yang hadir tidak memenuhi target (sebanyak
11 orang atau 57,8% dari 19 orang).
2) Kehadiran ibu kader yang tidak tepat waktu.
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Dari kegiatan penyegaran kader ini dapat meningkatkan
pengetahuan para kader mengenai materi KMS, dan SKDN.
Indikator peningkatan pengetahuan mereka dapat dilihat dari hasil
pre-test post-test yang dilakukan. Ternyata masih banyak yang
belum mereka ketahui mengenai SKDN.

33
b. Saran
Ilmu yang para kader peroleh dapat disebarkan melalui setiap
posyandu dimana mereka bertugas. Dan pelaksanaan kegiatan
penyegaran kader ini harus dilakukan rutin untuk meningkatkan
pengetahuan kader.
C. Penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil
1. Latar belakang
Dari hasil pengumpulan data dasar yang telah dilkakukan pada
bulan Oktober 2018, tingkat asupan energi, protein, lemak dan
karbohidrat warga Desa Kawungcarang, Kecamatan Sumbang
khususnya ibu hamil masih memiliki asupan yang kurang.
Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS), salah satu prinsipnya
yaitu variasi makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani,
lauk nabati, sayur dan buah. Tetapi variasi makanan pada ibu hamil
belum sesuai Pedoman Gizi Seimbang. Salah satu penyebab
kurangnya variasi makanan yaitu karena kurangnya pengetahuan
tentang gizi dan kesehatan pada ibu hamil.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan mengenai isi piringku kepada
ibu hamil, remaja putri, dan WUS.
b. Tujuan khusus
1) Masyarakat mengetahui dan memahami tentang pedoman gizi
seimbang.
2) Masyarakat dapat menerapkan Isi Piringku dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Target,waktu, tempat dan sumber daya
a. Target
Target dan Sasaran langsung dari kegiatan Penyuluhan
Gizi Seimbang adalah 20 Ibu hamil, remaja putri, dan wanita usia
subur (WUS).

34
b.Waktu
Pelaksanaan Penyuluhan Gizi Seimbang pada Ibu hamil,
remaja putri dan wanita usia subur (WUS) yaitu pada tanggal 9
Februari 2019 selama 60 menit.
c. Tempat
Kegiatan Penyuluhan Gizi Seimbang ibu hamil
dilaksanakan di Balai Desa Kawungcarang.
d. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
Penyuluhan Gizi Seimbang adalah mahasiswa, perangkat desa,
ibu kader posyandu dan PKK.
4. Persiapan
a. Meminta izin kepada perangkat desa untuk mengadakan
penyuluhan gizi seimbang di balai desa Kawungcarang
b. Membuat dan menyebar undangan penyuluhan gizi seimbang
c. Mempersiapkan materi dan media penyuluhan
d. Mempersiapkan konsumsi.
5. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan gizi seimbang dilakukan di
balai desa Kawungcarang dengan peserta yang hadir yaitu 1 Ibu
hamil, 1 remaja putri dan 14 wanita usia subur (WUS). Penyuluhan
gizi seimbang ibu hamil digabung dengan penyuluhan PHBS
sehingga waktunya hanya 60 menit. Adapun susunan acara kegiatan
penyuluhan yang dilakukan, meliputi :
a. Pembukaan dan perkenalan
b. Penyuluhan gizi seimbang (pre test, pemberian materi, post test)
dengan media power point dan leaflet.
c. Diskusi dan tanya jawab
d. Penutup

35
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Terdapat beberapa hal yang perlu dimonitoring, diantaranya :
1) Kehadiran peserta penyuluhan
Kehadiran peserta penyuluhan gizi seimbang ibu hamil
adalah 80% yaitu 16 orang yang terdiri dari Ibu hamil, remaja
putri dan wanita usia subur (WUS) dari target 20 orang.
2) Ketepatan waktu
Penyuluhan gizi seimbang dilakukan tepat waktu sesuai
rencana
3) Pemahaman materi yang diberikan tentang gizi seimbang
Berdasarkan hasil post test yang dilakukan saat
penyuluhan, Ibu balita dan ibu hamil dapat memahami materi
yang diberikan tentang gizi seimbang
b. Evaluasi
Penyuluhan gizi seimbang pada balita dan ibu hamil dapat
dikatakan berhasil karena peserta yang hadir mencapai 80%,
ketepatan waktu yang sudah sesuai dan peserta paham dengan
materi yang diberikan.
7. Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1) Dukungan dari ibu kader posyandu dan Ibu PKK desa
Kawungcarang
2) Izin pemakaian tempat yang dipermudah untuk malaksanakan
penyuluhan gizi seimbang di balai desa.
3) Partisipasi para Ibu hamil, remaja putri dan wanita usia subur
(WUS) untuk mengikuti penyuluhan.
b. Faktor penghambat
Ada beberapa ibu yang membawa balitanya sehingga
suasana kurang kondusif.

36
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan gizi seimbang ibu hamil berjalan
lancar dilihat berdasarkan hasil post test bahwa sasaran sudah
paham dengan materi yang diberikan dan aktif dalam proses
diskusi.
b. Saran
Masyarakat desa Kawungcarang dapat menerapkan Isi
Piringku sesuai dengan pedoman gizi seimbang dalam kehidupan
sehari-hari.
D. Penyuluhan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)
1. Latar belakang
Dari hasil pengumpulan data dasar yang telah dilkakukan pada
bulan Oktober 2018, Pemberian ASI dan MP-ASI warga Desa
Kawungcarang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas masih
tidak tepat jenis, waktu, dan frekuensi.
ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja yang diberikan
kepada bayi sampai berusia 6 bulan tanpa makanan atau minuman
lain. Setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI didampingi dengan
pemberian MP-ASI dan dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai
berusia 2 tahun,
Pemberian MP-ASI yang baik yaitu sesuai dengan jenis, waktu
dan frekuensi pemberian. Pemberian MP-ASI dimaksudkan agar bayi
mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang
pertumbuhan serta memperkenalkan makanan kepada bayi guna
melatih kemampuan bayi untuk mengunyah, mencium, dan menelan.
Salah satu penyebab tidak tepatnya pemberian makanan bayi dan
anak yaitu karena kurangnya pengetahuan Ibu tentang gizi dan
kesehatan.

2. Tujuan

a. Tujuan Umum

Meningkatkan pengetahuan mengenai ASI dan MP-ASI


yang tepat sesuai dengan jenis, waktu, dan frekuensi pemberian.

37
b. Tujuan khusus

1) Masyarakat mengetahui tentang pengertian ASI Eksklusif dan


MP-ASI
2) Masyarakat mengetahui tentang manfaat pemberian ASI
Eksklusif dan MP-ASI
3) Masyarakat mengetahui tentang akibat tidak diberikan ASI
Eksklusif dan MP-ASI
4) Masyarakat mengetahui tentang cara menyusui yang benar
5) Masyarakat mengetahui tentang cara memberikan MP-ASI
yang tepat sesuai dengan usia
6) Masyarakat mengetahui tentang macam-macam MP-ASI dan
cara pembuatannya.
3. Target,waktu, tempat dan sumber daya
a. Target
Target dan Sasaran langsung dari kegiatan PMBA adalah
20 orang yang terdiri dari Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Ibu
baduta yang tinggal di desa Kawungcarang.
b. Waktu
Pelaksanaan Penyuluhan PMBA yaitu pada tanggal 11
Februari 2019 selama 60 menit.
c. Tempat
Kegiatan Penyuluhan PMBA dilaksanakan di Polindes desa
Kawungcarang
d. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
Penyuluhan PMBA adalah mahasiswa, perangkat desa, bidan
desa, dan kader posyandu.
4. Persiapan
a. Meminta izin kepada perangkat desa untuk mengadakan
penyuluhan gizi seimbang di balai desa Kawungcarang.
b. Membuat dan menyebar undangan penyuluhan PMBA
c. Mempersiapkan materi dan media penyuluhan
d. Mempersiapkan konsumsi.

38
5. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pmba dilakukan di Polindes desa
Kawungcarang dengan peserta yang hadir yaitu 18 orang yang terdiri
dari Ibu hamil, Ibu baduta dan Ibu menyusui. Penyuluhan PMBA
digabung dengan kegiatan Imunisasi sehingga waktunya dipersingkat
hanya 60 menit. Adapun susunan acara kegiatan penyuluhan yang
dilakukan, meliputi :
a. Pembukaan dan perkenalan
b. Penyuluhan PMBA (pemberian materi) dengan media poster dan
leaflet.
c. Diskusi dan tanya jawab
d. Penutup
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Terdapat beberapa hal yang perlu dimonitoring, diantaranya :
1) Kehadiran peserta penyuluhan
Kehadiran peserta penyuluhan PMBA sudah lebih dari
80% yaitu 18 orang dari target 20 orang yang terdiri dari Ibu
hamil, Ibu menyusui, dan Ibu baduta,
2) Ketepatan waktu
Penyuluhan PMBA dilakukan tepat waktu sesuai rencana
3) Pemahaman materi yang diberikan tentang PMBA
Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab yang dilakukan
saat penyuluhan , Sasaran dapat memahami materi yang
diberikan tentang PMBA.
b. Evaluasi
Penyuluhan PMBA dapat dikatakan berhasil karena
peserta yang hadir lebih dari 80%, ketepatan waktu yang sudah
sesuai walaupun dipersingkat, peserta aktif saat berdiskusi dan
paham dengan materi yang diberikan.
7. Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1) Dukungan dari bidan desa dan kader Posyandu desa
Kawungcarang.

39
2) Izin pemakaian tempat yang dipermudah untuk
malaksanakan penyuluhan PMBA di Polindes Kawungcarang.
3) Partisipasi para ibu hamil, ibu baduta , dan ibu menyusui
untuk mengikuti penyuluhan.
b. Faktor penghambat
Karena sasaran penyuluhan pada ibu baduta dan ibu
menyusui, maka ibu membawa masing masing anak sehingga
suasana kurang kondusif.
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan PMBA pada ibu hamil, ibu
menyusui, dan ibu baduta berjalan lancar dilihat berdasarkan
proses diskusi dan pertanyaan yang ditanyakan kepada sasaran
bahwa sasaran sudah paham dengan materi yang diberikan.
b. Saran
Ibu hamil, ibu menyusui, dan Ibu baduta desa
Kawungcarang dapat menerapkan Pemberian ASI dan MP-ASI
dengan baik
E. Penyuluhan PHBS (Penanganan Sampah)
1. Latar belakang
Dari hasil pengumpulan data dasar yang telah dilakukan pada
bulan Oktober 2018, penangan sampah masyarakat Desa
Kawungcarang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas masih
banyak yang tidak melakukan penanganan sampah dengan benar.
Sampah merupakapan suatu bahan atau benda yang sudah
tidak dipakai lagi oleh manusia. Sedangkan penanganan sampah
merupakan suatu upaya untuk mengurangi jumlah sampah menjadi
material yang berguna dan tidak berbahaya.
Jenis sampah dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Sampah anorganik (kering)
Sampah yang berasal dari sumber daya alam atau dari proses
industri, contoh : plastik, botol. Gelas, dll.
2. Sampah organik (basah)
Sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusunan tumbuhan
dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari suatu

40
kegiatan, contohnya: bahan makanan yang dikonsumsi seperti
kulit buah dan sayur.
Cara penanganan sampah
1. Reuse
Penggunaan kembali sampah secara langsung, baik
fungsi yang sama maupun fungsi lain.
2. Reduce
Mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan
timbulnya sampah.
3. Recycle
Memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami
proses pengolahan.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan ibu hamil, WUS, dan remaja
putri mengenai penanganan sampah
b. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai jenis sampah
2. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai cara
penanganan sampah
3. Meningkatkan pengetahuan peserta dalam penanganan
sampah
4. Menerapkan penanganan sampah di kehidupan sehari-hari
3. Target, waktu, tempat, dan sumber daya
a. Target
Target dan sasaran langsung dari kegiatan penyuluhan
penanganan sampah adalah 20 ibu hamil, WUS, dan remaja
putri.
b. Waktu
Pelaksanaan penyuluhan penanganan sampah ibu hamil,
WUS, dan remaja putri yaitu pada tanggal 9 Februari 2019
selama 60 menit.
c. Tempat
Kegiatan penyuluhan penanganan sampah dilaksankan di Balai
Desa Kawungcarang.

41
d. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
penyuluhan penanganan sampah adalah mahasiswa,
perangkat desa, ibu kader posyandu dan PKK.
4. Persiapan
1. Meminta izin kepada perangkat desa untuk mengadakan
penyuluhan penanganan sampah di Balai Desa Kawungcarang.
2. Membuat dan menyebar undangan penyuluhan penanganan
sampah
3. Mempersiapkan materi dan media penyuluhan
4. Memeprsiapkan konsumsi
5. Mempersiapak sarana dan prasarana
5. Pelaksanaan
Kegiatan penyuluhan penanganan sampah dilakukan di Baalai
Desa Kawungcarang dengan peserta yang hadir 1 Ibu hamil. 1
remaja putri, dan 14 wanita usia subur (WUS). Penyuluhan
penanganan sampah ini digabung dengan penyuluhan gizi
seimbang ibu hamil dengan waktu 60 menit. Susunan acara
kegiatan ini meliputi:
a. Pembukaan san perkenalan
b. Melakukan pretest
c. Penyampaian materi dengan meida power point dan leaflet,
metode ceramah dan tanya jawab tentang penanganan
sampah.
d. Melakukan posttest
e. Penutupan.
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Terdapat beberapa hal yang perlu dimonitoring, diantaranya:
1. Kehadiran peserta penyuluh
Kehadiran peserta penyuluhan penanganan sampah
adalah 80% yaitu 16 orang yang terdiri dari Ibu hamil, wanita
usia subur (WUS), dan remaja putri dengan target 20 orang.

42
2. Ketepatan waktu
Penyuluhan penanganan sampah dilakukan tepat
waktu sesuai rencana
3. Pemahaman materi yang diberikan tentang penanganan
sampah
Berdasarkah hasil posttest yang dilakukan saat
penyuluhan, Ibu hamil, wanita usia subur (WUS), dan remaja
putri dapat memahami materi yang diberikan tentang
penanganan sampah.
b. Evaluasi
Penyuluhan penanganan sampah pada Ibu hamil, wanita
usia subur (WUS), dan remaja putri dapat dikatakan berhasil
karena peserta yang hadir mencapai 80%, ketepatan waktu yang
sesuai rencana dan peserta memahami materi yang diberikan.
7. Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1. Dukungan dari ibu kader posyandu dan PKK Desa
Kawungcarang.
2. Perizinan pemakaian tempat yang dipermudah untuk
melaksanakan penyuluhan di Bali Desa Kawungcarang.
3. Partisipasi para Ibu hamil, wanita usia subur (WUS), dan
remaja putri dalam mengikuti penyuluhan.
b. Faktor penghambat
Ada beberapa ibu yang membawa balitanya sehingga
suasana kurang kondusif.
8. Kesimpulan dan saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan penanganan sampah pada Ibu
hamil, wanita usia subur (WUS), dan remaja putri berjalan lancar
dilihat berdasarkan hasil postest bahwa sasaran sudah paham
dengan materi yang diberikan dan aktif dalam proses diskusi.
b. Saran
Masyarakat Desa Kawungcarang dapat menerapkan
penanganan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

43
F. Penyuluhan PHBS (Cuci Tangan) Kepada Anak SD
1. Latar belakang
Cuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu
secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai
sabun dan air. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran dan
debu secara mekanis dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah
mikroorganisme sementara (Dahlan dan Umrah, 2013). Kebersihan
tangan yang tak memenuhi syarat juga berkontrubusi menyebabkan
penyakit terkait makanan, seperti infeksi bakteri salmonella dan E.
Coli infection. Mencuci tangan dengan sabun akan membuat bakteri
lepas dari tangan (IKAPI, 2007).
Cuci tangan merupakan salah satu cara untuk menghindari
penyakit yang ditularkan melalui makanan. Kebiasaan mencuci
tangan secara teratur perlu dilatih pada anak. Jika sudah terbiasa
mencuci tangan sehabis bermain atau ketika akan makan maka
diharapkan kebiasaan tersebut akan terbawa sampai tua
(Samsuridjal, 2009).
Terdapat 5 langkah mencuci tangan menggunakan sabun
dengan air mengalir:
1. Basahi seluruh tangan dengan air mengalir
2. Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari
3. Bersihkan bagian bawah kuku-kuku
4. Bilas tangan dengan air bersih mengalir
5. Keringkan tangan dengan handuk/tisu atau keringkan
dengan diangin-anginkan
2. Tujuan
2.1. Tujuan umum
Meningkatkan pengetahuan anak sekolah mengenai cuci
tangan pakai sabun.
2.2. Tujuan khusus
1) Meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat mencuci
tangan.
2) Meningkatkan pengetahuan mengenai langkah mencuci
tangan yang baik dan benar.

44
3. Target, waktu, tempat dan sumber daya
3.1 Target
Target dan sasaran langsung dari kegiatan penyuluhan
cuci tangan pada anak SD adalah 25 anak SD.
3.2. Waktu
Pelaksanaan penyuluhan cuci tangan pada anak SD ini
berlangsung pada hari Senin, 11 Februari 2019 pukul 08.30 –
09.00 WIB.
3.3. Tempat
Kegiatan penyuluhan cuci tangan pada anak SD
dilaksankan di ruang kelas III SDN Kawungcarang
3.4. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung penyuluhan ini
adalah mahasiswa, guru-guru serta siswa SDN Kawungcarang
Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah.
4. Rincian kegiatan
4.1 Persiapan
1) Melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan pihak
sekolah terkait waktu kegiatan dan sarana serta prasarana
yang dibutuhkan.
2) Menyiapkan materi tentang cuci tangan.
3) Menyiapkan media penyuluhan tentang cuci tangan.
4) Membuat absensi.
5) Menyiapkan konsumsi.
6) Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
5. Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas SDN
Kawungcarang Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas,
Provinsi Jawa Tengah. Susunan acara kegiatan ini meliputi :
1) Pembukaan dan perkenalan.
2) Melakukan pretest
3) Penyampaian materi dengan metode ceramah dan tanya
jawab tentang cuci tangan.
4) Melakukan games yang berkaitan dengan cuci tangan.
5) Demonstrasi dan praktik cuci tangan yang baik dan benar.

45
6) Melakukan posttest
7) Membagikan konsumsi.
8) Penutupan.
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Terdapat beberapa hal yang perlu dimonitoring, diantaranya:
1. Kehadiran peserta penyuluh
Kehadiran peserta penyuluh cuci tangan pada anak SD
sudah 100% yaitu 33 orang dari target 25 orang
2. Ketepatan waktu
Penyuluhan cuci tangan pada anak SD dilakukan tepat
waktu sesuai rencana
3. Pemahaman materi yang diberikan tentang cuci tangan
Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab yang
dilakukan saat penyuluhan, sasaran dapat memahami
yang materi yang diberikan
b. Evaluasi
Penyuluhan cuci tangan pada anak SD dapat dikatakan
berhasil karena peserta yang hadir sudah 100%,
ketepatan waktu sudah sesuai dengan rencana
7. Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1. Dukungan dari kepala desa, kepala sekolah serta guru-
guru SDN Kawungcarang
2. Perizinan untuk melakukan penyuluhan di SDN
Kawungcarang dipermudah
3. Partisipasi peserta dalam penyuluhan
b. Faktor penghambat
Cukup sulit untuk menenangkan anak SD yang ingin maju
mempraktekan cuci tangan
8. Kesimpulan dan saran
A. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan cuci tangan pada anak SD berjalan
dengan lancar dapat dilihat dari proses diskusi dan

46
pertanyaan yang ditanyakan kepada sasaran bahwa sasaran
sudah paham dengan materi yang diberikan.
B. Saran
Anak SDN Kawungcarang dapat menerapkan 5 langkah
mencuci tangan pakai sabun.
G. Pelatihan Teknologi Tepat Guna
1. Latar Belakang
Pelaksanaan kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan
suatu upaya kegiatan yang dilakukan untuk membuat suatu
fortifikasi/modifikasi makanan dari sumber alam yang ada di wilayah
tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pada masyarakat.
Salah satu bahan makanan yang tersedia banyak di Desa
Kawungcarang adalah Jagung. Jagung merupakan jenis tanaman biji-
bijian dari keluarga rumput-rumputan. Jagung adalah bahan makanan
sumber karbohidrat yang menjadi makanan pokok kedua di Indonesia.
Dalam 100 gram jagung mengandung 355 kalori, 9,2 gr protein, 3,9 gr
lemak, 73,7 gr karbohidrat, 10 mg kalsium, 256 mg fosfor, 2,4 mg
ferrum, 0,38 mg Vitamin B1, 12 gr air. Biasanya masyarakat Desa
Kawungcarang hanya mengkonsumsi jagung dengan cara direbus
atau menjadi sayur seperti sayur asem, sayur lodeh, dan sayur
bening. Melalui kegiatan teknologi tepat guna, kami memodifikasi
jagung menjadi wingko jagung. Modifikasi jagung menjadi wingko
jagung karena masyarakat desa Kawungcarang banyak yang
menyukai kue wingko babat, tekstur wingko babat yang lunak
sehingga dapat dikonsumsi berbagai kalangan dari balita sampai
lansia. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat wingko
jagung juga mudah ditemukan di masyarakat sekitar.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Memanfaatkan potensi desa yaitu jagung manis sebagai produk
olahan yang bergizi, disukai masyarakat dan tinggi daya jual.
b. Tujuan Khusus
Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat wingko
jagung yang bernilai gizi baik, disukai masyarakat, murah dan
dapat dipasarkan.

47
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kandungan
gizi wingko jagung
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap manfaat
wingko jagung untuk mengatasi masalah gizi yang ada di desa
Kawungcarang
3. Meningkatkan perekonomian masyarakat di desa
Kawungcarang
4. Meningkatkan Keterampilan masyarakat dalam membuat PMT
yang bervariasi untuk anak balita
5. Target, Waktu, Tempat dan Sumber Daya
a. Target
Sasaran dari kegiatan teknologi tepat guna adalah ibu hamil,
ibu yang memiliki anak balita dan ibu-ibu PKK Desa
Kawungcarang dengan target sebanyak 25 orang.
b. Waktu
Pelaksanaan teknologi tepat guna dilaksanakan pada tanggal
Sabtu, 16 Februari 2019 pukul 09.00-11.00 WIB.
c. Tempat
Kegiatan teknologi tepat guna dilaksanakan di Posyandu Pala
III (Rumah Ibu Puji).
d. Sumber Daya
Sumber daya yang mendukung berasal dari masyarakat yaitu
bahan makanan (Jagung manis, wortel dan tepung beras ketan),
peralatan masak (Kompor gas, Teflon, panci, piring, mangkok,
sendok, irus kayu dan blender) dan dari mahasiswa yaitu bahan
makanan (Susu, kelapa parut, gula pasir dan margarine),
Peralatan masak (spatula dan kuas), leaflet dan konsumsi untuk
peserta demo masak. Sedangkan sumber daya yang mendukung
yang berasal dari warga yaitu tempat, meja dan karpet.
6. Persiapan
a. Uji coba resep
b. Pembuatan daftar hadir undangan dan leaflet
c. Belanja bahan-bahan makananan yang diperlukan
d. Menyebar undangan
e. Menyiapkan peralatan yang digunakan

48
7. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan teknologi tepat guna dilakukan di
Posyandu Pala III (Rumah Ibu Puji) Desa Kawungcarang dengan
peserta yang datang sebanyak 21 orang berasal dari ibu hamil, ibu
yang memiliki anakbalita dan ibu-ibu PKK. Adapun susunan acara
kegiatan yang dilakukan, meliputi:
a. Pembukaan dan perkenalan
b. Penjelasan yang berkaitan dengan produk yang akan dibuat
dengan alat bantu media leaflet (masalah gizi yang ada di desa
Kawungcarang, potensi desa yaitu jagung, manfaat dan
kandungan gizi yang ada pada jagung manis, kelebihan wingko
jagung)
c. Demonstrasi pembuatan wingko jagung oleh mahasiswa dibantu
oleh peserta demo masak.
d. Menjelaskan dan mempraktikan bagaimana cara mengemas
wingko jagung agar menarik.
e. Mencoba hasil masakan dan pemberian nilai serta saran terhadap
produk.
f. Tanya jawab
g. Penutup
8. Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan teknologi tepat
guna berlangsung. Sedangkan kegiatan evaluasi dilakukan dengan
melihat antusiasme para peserta, jumlah peserta yang hadir, dapat
menjelaskan kembali prosedur pembuatan resep dan hasil penilaian
terhadap produk.
9. Faktor Pendukung dan Penghambat
a. Faktor Pendukung
1) Bahan-bahan yang dibutuhkan mudah didapat
2) Izin pemakaian tempat dan waktu penyuluhan
3) Bantuan dari peserta demo masak dalam pembuatan produk
b. Faktor Penghambat
1) Waktu terbatas
2) Kehadiran peserta yang tidak memenuhi target

49
3) Banyak peserta yang membawa anak kecil sehingga fokus
peserta terhambat.
10. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Kegiatan ini cukup bermanfaaat bagi ibu-ibu karena masih
banyak ibu-ibu yang tidak mengetahui bagaimana cara
pengembangan bahan dasar jagung manis menjadi lebih
bervarias dan bermanfaat, bagi kader untuk menambah variasi
menu PMT untuk balita saat kegiatan posyandu dan juga
menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
menciptakan pangan olahan yang dapat dipasarkan.
b. Saran
Perlu diadakan pelatihan kembali untuk masyarakat dalam
pengembangan resep lainnya demi meningkatkan pengetahuan,
keterampilan dan penghasilan warga dikemudian hari. Dan perlu
diadakan pelatihan bukan hanya pada ibu-ibu melainkan remaja
dan bapak-bapak untuk membuat pengembangan variasi
makanan yang dapat dipasarkan.
H. Lomba Cerdas Cermat Ibu Baduta
1. Latar Belakang
Ibu Baduta merupakan sosok yang penting bagi pembangunan
generasi emas penerus bangsa. Karena, tingkat pengetahuan ibu
baduta mempengaruhi cara merawat dan memberikan asupan yang
tepat bagi baduta yang sedang dalam periode emas pertumbuhan
dan perkembangan. Seperti pertumbuhan fisik, dan perkembangan
mental baduta, yang sangat berpengaruh terhadap masa depan
baduta. Selain itu, tingkat kekebalan fisik baduta dari penyakit di masa
yang akan datang, juga ditentukan dari apa yang baduta peroleh di
usia ini.
Pengetahuan ibu baduta yang baik tentang prinsip gizi seimbang
bagi baduta di usia yang tepat, pemilihan MP-ASI yang tepat bagi
baduta, pemberian ASI eksklusif, dan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) merupakan hal penting yang harus ibu baduta ketahui
untuk pertumbuhan dan perkembangan baduta. Kegiatan cerdas
cermat ibu baduta sangat diperlukan, dengan ini dapat mengetahui

50
sampai mana pengetahuan yang dimiliki oleh ibu baduta serta
sebagai bentuk apresiasi kepada ibu baduta yang telah ikut
berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan/wawasan ibu baduta
tentang prinsip gizi seimbang bagi baduta di usia yang tepat,
pemilihan MP-ASI yang tepat bagi baduta, pemberian ASI
eksklusif, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta
sebagai bentuk apresiasi kepada ibu baduta yang telah
berpartisipasi aktif
b. Tujuan Khusus
1) Mendapatkan pemenang lomba cerdas cermat, juara 1,2 dan
3
2) Meningkatkan kekompakan antar peserta lomba cerdas
cermat dan meningkatkan silaturrahim antar antar ibu baduta
dari tempat asal yang berbeda
3) Menambah pengalaman bagi peserta lomba cerdas cermat
4) Membantu serta memberikan pengetahuan dan keterampilan
ibu baduta yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari.
3. Target, waktu, tempat, dan sumber daya.
a. Target
Sasaran dari Cerdas Cermat Ibu baduta adalah perwakilan
3 orang dari masing-masing wilayah posyandu dengan target
sebanyak 9 orang.
b. Waktu
Pelaksanaan Cerdas Cermat Kader dilaksanakan pada
hari Kamis, tanggal 14 Februari 2019 pukul 09.00 – 11.00 WIB.
c. Tempat
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Balai Desa
Kawungcarang.

51
d. Sumber Daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
Cerdas Cermat Ibu baduta adalah mahasiswa, ibu baduta, ibu
kader posyandu, serta perangkat desa.
4. Persiapan
a. Menyiapkan undangan bagi perwakilan ibu baduta yang akan
mengikuti lomba.
b. Menyiapkan perwakilan ibu baduta yang akan mengikuti lomba
dari setiap wilayah posyandu.
c. Menyiapkan soal-soal untuk pertanyaan cerdas cermat.
d. Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
e. Menyiapkan hadiah untuk pemenang.
5. Pelaksanaan
Adapun susunan kegiatan Cerdas Cermat Ibu baduta yang dilakukan
meliputi :
a. Registrasi kehadiran.
b. Pembukaan (sambutan dan membacakan peraturan permainan).
c. Sesi cerdas cermat (memberikan soal berupa pertanyaan yang
terbagi ke dalam 3 sesi).
d. Pemberian hadiah kepada pemenang 1, 2 dan 3.
e. Penutup.
6. Monitoring dan evaluasi
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan cerdas cermat
berlangsung. Sedangkan kegiatan evaluasi dilakukan dengan melihat
sasaran kegiatan lomba cerdas cermat ibu baduta yang hadir sesuai
dengan target.
7. Faktor pendukung dan penghambat.
a. Faktor pendukung
1) Dukungan kader dari masing-masing wilayah posyandu yang
mengirimkan perwakilan ibu baduta untuk mengikuti kegiatan
ini.
2) Kehadiran ibu baduta dari berbagai wilayah posyandu berbeda
yang sesuai target.
3) Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan
cerdas cermat ini.

52
b. Faktor penghambat
Ibu baduta sibuk dengan kegiatan sehari-harinya, seperti
kegiatan ibu rumah tangga yang dilakukan di pagi hari (mengurus
anak, memasak, membantu menyiapkan anak sebelum pergi ke
sekolah, dan membersihkan rumah).
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
1) Peserta yang mengikuti lomba CCIB adalah ibu yang memiiki
baduta yang berasal dari setiap perwakilan di 3 wilayah
Posyandu yang terdapat di Desa Kawungcarang.
2) Target peserta yaitu 9 ibu baduta, dan target peserta kegiatan
ini telah terpenuhi yakni 9 ibu baduta hadir, namun waktu
dimulainya mengalami kemunduran karena para ibu baduta
memiliki kesibukan yang beragam sebagai ibu rumah tangga di
pagi hari.
3) Hasil dari penilaian: juara I yaitu ibu baduta dari wilayah
posyandu pala II, juara II yaitu ibu baduta dari wilayah
posyandu pala I, juara III yaitu ibu baduta dari wilayah
posyandu pala III. Dari pendampingan kegiatan cerdas cermat
masih terdapat hal – hal yang kurang tepat yang dijawab oleh
ibu baduta seperti prinsip gizi seimbang bagi baduta, dan
pemilihan bentuk MP-ASI yang tepat sesuai umur baduta.
Sehingga masih kurangnnya pengetahuan dan keterampilan
ibu baduta dalam pemilihan bahan makanan yang tepat dan
pengolahan MP-ASI yang tepat sesuai usia baduta.
b. Saran
Ibu baduta dapat lebih sering hadir dalam kegiatan
posyandu, kemudian sharing pengetahuan dengan kader
posyandu dan bidan desa sehingga tingkat pengetahuan dan
wawasan serta keterampilan ibu baduta dapat meningkat.

I. Lomba Cerdas Cermat Kader


1. Latar Belakang
Jumlah posyandu yang terdapat di desa Kawungcarang
sebanyak 3 posyandu. Jumlah kader di desa Kawungcarang terdapat
19 orang yang pada setiap posyandu terdapat 6-7 orang kader.

53
Seluruh kader aktif dalam kegiatan posyandu walaupun terdapat
beberapa kader yang sudah berusia lanjut.
Pengetahuan kader posyandu yang baik tentang berbagai
macam jenis pengukuran (tinggi badan, dan LILA), penimbangan
berat badan, SKDN, buku KIA, serta pengetahuan tentang beragam
kegiatan posyandu sangat diperlukan dalam dunia kesehatan.
Kegiatan cerdas cermat kader posyandu sangat diperlukan, dengan
ini dapat mengetahui sampai mana pengetahuan yang dimiliki oleh
kader serta sebagai bentuk apresiasi kepada kader yang telah ikut
berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan/wawasan kader tentang
gizi seimbang, gizi daur kehidupan (ibu hamil,ibu menyusui, bayi,
dan baduta), pola asuh, PHBS, ASI eksklusif dan MP-ASI,
pengetahuan tentang SKDN dan kegiatan posyandu, serta
sebagai bentuk apresiasi kepada kader yang telah berpartisipasi
aktif
b. Tujuan Khusus
1) Mendapatkan pemenang lomba cerdas cermat, juara 1,2 dan 3
2) Meningkatkan kekompakan antar peserta lomba cerdas cermat
dan meningkatkan silaturrahim antar kader setiap posyandu
berbeda
3) Menambah pengalaman bagi peserta lomba cerdas cermat
4) Membantu serta memberikan pengetahuan dan keterampilan
kader yang dapat diterapkan dalam kegiatan di posyandu.
3. Target, waktu, tempat, dan sumber daya.
a. Target
Sasaran dari Cerdas Cermat Kader adalah perwakilan 3
orang dari masing-masing posyandu dengan target sebanyak 9
orang.
b. Waktu
Pelaksanaan Cerdas Cermat Kader dilaksanakan pada
hari Jumat, tanggal 15 Februari 2019 pukul 09.00 – 11.00 WIB.

54
c. Tempat
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Balai Desa
Kawungcarang.
d. Sumber Daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
Cerdas Cermat Kader adalah mahasiswa, ibu kader posyandu,
serta perangkat desa.
4. Persiapan
a. Menyiapkan undangan bagi perwakilan kader
b. Menyiapkan perwakilan kader dari setiap posyandu
c. Menyiapkan soal-soal untuk pertanyaan cerdas cermat
d. Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
e. Menyiapkan hadiah untuk pemenang
5. Pelaksanaan
Adapun susunan kegiatan Cerdas Cermat Kader yang dilakukan
meliputi :
a. Registrasi kehadiran
b. Pembukaan (sambutan dan membacakan peraturan permainan)
c. Sesi cerdas cermat (memberikan soal berupa pertanyaan yang
terbagi ke dalam 3 sesi)
d. Pemberian hadiah kepada pemenang 1, 2 dan 3
e. Penutup
6. Monitoring dan evaluasi
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan cerdas cermat
berlangsung. Sedangkan kegiatan evaluasi dilakukan dengan melihat
sasaran kegiatan lomba cerdas cermat kader yang hadir sesuai
dengan target.
7. Faktor pendukung dan penghambat.
a. Faktor pendukung
1) Dukungan dari ketua kader dari masing-masing posyandu
yang mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kegiatan ini.
2) Kehadiran kader posyandu yang sesuai target.
3) Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung
kegiatan cerdas cermat ini.

55
b. Faktor penghambat
Kader posyandu sibuk dengan kegiatan sehari-harinya,
seperti kegiatan ibu rumah tangga yang dilakukan di pagi hari
(memasak, membantu menyiapkan anak sebelum pergi ke
sekolah, dan membersihkan rumah).
8. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
1) Peserta yang mengikuti lomba CCK berasal dari setiap
perwakilan di 3 Posyandu yang terdapat di Desa
Kawungcarang.
2) Target peserta yaitu 9 kader, dan target peserta kegiatan
ini telah terpenuhi yakni 9 kader hadir, namun waktu
dimulainya mengalami kemunduran karena para kader
memiliki kesibukan yang beragam sebagai ibu rumah
tangga di pagi hari.
3) Hasil dari penilaian: juara I yaitu kader dari posyandu pala
I, juara II yaitu posyandu pala III, juara III yaitu posyandu
pala II. Untuk pemenang juara I yang terpilih akan mewakili
lomba ranking 1 di Kecamatan Sumbang. Dari
pendampingan kegiatan posyandu, sejauh ini sudah cukup
baik tingkat keterampilan kader dalam pengukuran,
penimbangan, dan pencatatan. Hanya saja, masih kurang
teredukasi mengenai SKDN.
b. Saran
Kader posyandu dapat aktif dalam setiap kegiatan
posyandu termasuk kegiatan cerdas cermat kader agar setiap
kader mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan kader dan
keterampilan kader yang sudah dimiliki.

56
Kegiatan Tambahan

1. Posyandu Balita

1. Latar belakang

Posyandu dilakukan untuk memantau tumbuh dan


kembang balita-balita yang ada di Desa Kawungcarang.
Pertumbuhan dan perkembangan balita harus dipantau karena jika
ditemukan masalah dapat langsung diatasi, sehingga diharapkan
balita-balita di Desa Kawungcarang tidak memiliki masalah gizi.

Kapsul vitamin A diberikan pada anak balita, untuk usia 0-6


bulan berwarna biru dan untuk 6bl – 5 tahun berwarna merah.
Manfaat vitamin A ini untuk menambah daya tahan tubuh anak,
membantu perkembangan otak anak

2. Tujuan Pelaksanaan

a. Tujuan Umum

Melakukan penimbangan dan pengukuran, pemberian


kapsul vitamin A dan pemberian PMT pada balita Desa
Kawungcarang

b. Tujuan Khusus

1. Balita desa Kawungcarang terpantau berat badannya

2. Balita desa Kawungcarang mendapatkan kapsul vitamin A

3. Balita desa Kawungcarang mendapatkan PMT

3. Target, Waktu, Tempat dan Sumber Daya

a. Target

Target dalam pelaksaan kegiatan posyandu ini adalah balita


yang terdapat di desa Kawungcarang

57
b. Waktu

Pelaksaan posyandu dilaksanakan pada hari Minggu tanggal


10 Februari 2019 pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga
selesai.

c. Tempat

setiap posyandu yaitu posyandu Pala I, posyandu Pala II,


dan posyandu Pala III

d. Sumber Daya

Sumber daya yang digunakan berupa daftar hadir, dacin,


meteran, kapsul vitamin A dan PMT yang semuanya berasal
dari masing-masing posyandu.

4. Persiapan

Sebelum kegiatan berlangsung kami telah mendiskusikan


pelaksaan posyandu dan mempersiapkan tugas masing-masing
mahasiswa:

a. Bagian penimbangan BB: Kader dan Dwi

b. Bagian pengukuran TB: Kader dan Salwa

c. Bagian plotting KMS: Kader dan Husnul

d. Bagian pemberian kapsul vitamin A: Destya dan Listia

5. Pelaksanaan

Kegiatan posyandu ini dilakukan di setiap posyandu yaitu


posyandu pala I, posyandu pala II, dan posyandu pala III yang
dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh balita-balita desa
Kawungcarang.

Alur pelaksaan kegiatan posayndu dimulai dengan pengisian


daftar hadir terlebih dahulu. Susunan acara kegiatan ini adalah:

1) Penimbangan Berat Badan

2) Pengukuran Tinggi atau Panjanng Badan

58
3) Pemberian Kapsul Vitamin A

4) Pemberian PMT

Selama kegiatan ini berlangsung, mayoritas balita bersikap baik


dan ibu balita membantu pada saat pemberian kapsul vitamin A.

6. Monitoring dan Evaluasi

a. Monitoring

Ada beberapa hal yang kami perhatikan sehingga perlu dilakukan


monitoring diantaranya:

1) Kehadiran peserta posyandu

Masih ada ibu yang tidak membawa anak balitanya ke


posyandu sehingga anaknya tidak mendapatkan kapsul
vitamin A

2) Pemberian kapsul vitamin A

Ada beberapa anak yang menangis atau menolak saat


diberikan vitamin A sehingga kami menitipkan kapsulnya
kepada ibu balita tersebut.

b. Evaluasi

1) Untuk mengundang ibu-ibu balita ke posyandu, kader dari


jauh hari sudah mengingatkan adanya posyandu dan
pemberian kapsul vitamin A pada hari yang ditetapkan
2) Pemberian kapsul vitamin A harus dilakukan ditempat
karena kader tidak akan tahu apakah balita tersebut
diberikan kapsul vitamin A di rumah atau tidak.

7. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat

a. Faktor pendukung

1) Tersedianya sarana pelaksaan kegiatan posyandu.


2) Sebagian besar masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan
ini.

59
b. Faktor penghambat

1) Masyarakat tidak datang ke posyandu

8. Kesimpulan dan Saran

a. Kesimpulan

Pelaksanaan kegiatan posyandu antara mahasiswa dengan


pihak desa (bidan, kader) berjalan dengan lancer dan sesuai
rencana.

b. Saran

Lebih baik diadakan ditempat yang agak luas karena pada


kegiatan ini sangat banyak yang hadir.

2. Posbindu
1. Latar Belakang
Dari hasil diskusi pada saat Musyawarah Masyarakat Desa
(MMD). Masyarakat desa kawungcarang dapat memberikan usulan
atau kegiatan tambahan untuk mahasiswa. Mahasiswa diminta oleh
bidan desa untuk membantu kegiatan Posbindu yang dilakukan di
Balai Desa Kawungcarang.
Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah
meningkatnya kasus penyakit tidak menular (Posbindu). Posbindu
dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam
pencegahan dan penemuan dini faktor resiko penyakit tidak menular
(PTM), untuk itu potensi dan partisipasi masyarakat dapat digali
dengan maksimal sehingga solusi masalah lebih efektif dan dapat
menjamin kesinambungan kegiatan.
2. Tujuan
A. Tujuan Umum
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan
dan penemuan dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM).
B. Tujuan Khusus
 Memberikan pengetahuan tentang PTM, faktor risiko, dampak,
dan pengendalian PTM.

60
 Memberikan kemampuan dan keterampilan dalam memantau
faktor risiko PTM.
 Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

3.Target,waktu, tempat dan sumber daya

A. Target
Target dan Sasaran langsung dari kegiatan Posbindu
adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang
PTM berusia 15 tahun keatas yang tinggal di desa
Kawungcarang.
B. Waktu
Pelaksanaan Posbindu yaitu pada tanggal 20 Februari
2019 selama 120 menit.
C. Tempat
Kegiatan Penyuluhan Posbindu dilaksanakan di Balai Desa
Kawungcarang
D. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung terlaksananya
Posbindu adalah mahasiswa, perangkat desa, bidan desa,
petugas puskesmas, dan kader posyandu.

4. Persiapan

a. Mempersipakan alat seperti timbangan digital, microtoise, dan


meteran.
b. Mempersipakan meja dan kursi
c. Mempersiapkan pengeras suara

5. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan Posbindu dilakukan di Balai desa


Kawungcarang. Didalam kegiatan posbindu ada beberapa tahapan
pelaksanaan yang dibagi menjadi lima meja yaitu :
 Meja 1 : Pendaftaran, Pencatatan
 Meja 2 : Teknik wawancara terarah
 Meja 3 : Pengukuran TB,BB, IMT, dan Lingkar perut.

61
 Meja 4 : Pengukuran tekanan darah, gula, kolestrol total dan
trigliserida darah.
 Meja 5 : Konseling dan Edukasi serta tindak lanjut lainnya.
Warga yang telah mendaftar akan diberikan nomor urut yang
selanjutnya akan melakukan tahapan kegiatan diberbagai meja.
6. Monitoring dan evaluasi
 Monitoring
Terdapat beberapa hal yang perlu dimonitoring, diantaranya :
- Kehadiran masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat baik dilihat dari jumlah
peserta yang hadir dalam kegiatan posbindu mencapai 70
orang.
- Ketepatan waktu
Penyuluhan Posbindu dilakukan tepat waktu sesuai
rencana
 Evaluasi
Penyuluhan Posbindu dapat dikatakan berhasil karena
warga yang hadir cukup banyak dan warga sangat antusias
dengan kegiatan posbindu serta ketepatan waktu kegiatan yang
sudah sesuai.
7. Faktor pendukung dan penghambat
A. Faktor pendukung
 Adanya dukungan dari bidan desa, kader, perangkat desa
dan petugas puskesmas lainnya
 Adanya sarana dan prasarana yang telah disediakan
 Partisipasi masyarakat dalam kegiatan
B. Faktor penghambat
1) Suasana terganggu dan kurang kondusif karena ada
beberapa anak yang menangis.
2) Alat yang sedikit dan jumlah warga yang hadir cukup banyak
sehingga memperlama waktu kegiatan.

62
8. Kesimpulan dan Saran
 Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan Posbindu berjalan sukses dilihat
berdasarkan kehadiran warga dan antusias warga dalam
bertanya perihal penyakit PTM.
 Saran
Alat-alat untuk kegiatan posbindu seperti meteran dan alat
untuk mengecek lab diperbanyak sehingga mempercepat waktu
pelaksanaan.
3. Penyuluhan tentang PTM di Acara Arisan Warga
1. Latar Belakang
Dari hasil diskusi pada saat melakukan kegiatan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD), masyarakat Desa Kawungcarang
memberikan saran kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan
penyuluhan mengenai diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes
melitus, hipertensi, dan asam urat dengan ini masyarakat meminta
mahasiswa untuk memberikan penyuluhan mengenai penyakit
tersebut. Agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat dan dapat
mencegah penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat
2. Tujuan
a. Tujuan umum : Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit
diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat pada masyarakat
Desa Kawungcarang
b. Tujuan Khusus :
 Masyarakat mampu mengetahui tentang penyakit diabetes
melitus
 Masyarakat mampu mengetahui tentang penyakit hipertensi
 Masayarakat mampu mengetahui tentang penyakit asam urat
 Masyarakat mampu mengetahui gejala-gejala dari penyakit
diabetes melitus
 Masyarakat mampu mengetahui gejala-gejala dari penyakit
hipertensi
 Masyarakat mampu mengetahui gejala-gejala dari penyakit
asam urat

63
 Masyarakat mampu mengetahui cara mencegah penyakit
diabetes melitus
 Masyarakat mampu mengetahui cara mencegah penyakit
diabetes melitus
 Masyarakat mampu mengetahui cara mencegah penyakit
hipertensi
 Masyarakat mampu mengetahui cara memcegah penyakit
asam urat
3. Target, waktu, dan sumber daya
a. Target
Sasaran dari kegiatan penyuluhan adalah masyarakat Desa
Kawungcarang, peserta yang hadir sebanyak 10 orang.
b. Waktu
Pelaksanaan penyuluhan pada tanggal 10 Februari 2019 pukul
14.00
c. Tempat
Kegiatan penyuluhan dilakukan di rumah ibu Yus RT. 2 RW. 2
Desa Kawungcarang
d. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendulung tatalaksan kegiatan
penyuluhan adalah mahasiswa, ibu kader dan ibu PKK.
4. Persiapan
a. Mempersiapkan materi penyuluhan, berupa powerpoint
b. Menyiapkan pertanyaan
c. Mempersiapkan tempat penyuluhan
5. Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu Yus RT.2 RW 2 Desa
Kawungcarang, susunan acara kegiatan ini meliputi :
 Pembukaan dan perkenalan
 Penyampaian materi dengan metode ceramah dan tanya
jawab
 Penutup

64
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Pemahaman materi yang diberikan
Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab yang dilakukan
saat pemyuluhan, sasaran dapat memahami materi yang
diberikan
b. Evaluasi
Penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan
asam urat dapat dikatakan berhasil karena sasaran dapat
memahami materi dan dapat menjawab pertanyaan.
7. Faktor pendulung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1. Dukungan dari perangkat desa, bidan desa, ibu kader dan
PKK
2. Partisipasi masyarakat Desa Kawungcarang
b. Faktor penghambat
Faktor cuaca yang menjadi hambatan
8. Kesimpulan dan saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan penyakit diabetes melitus, hipertensi
dan asam urat pada masyarakat Desa Kawungcarang
bertenpat di rumah Ibu Yus berjalan d3ngan lancar walaupun
terhambat dengan faktor cuaca. Dapat dilihat dari hasil diskusi
dan tanya jawab masyarakat sudah memahami materi yang
diberikan.
b. Saran
Masyarakat Desa Kawungcarang dapat mencegah penyakit
diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat.
4. Penyuluhan tentang GGL di Acara Arisan Warga
1. Latar Belakang
Dari hasil diskusi pada saat melakukan kegiatan
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), masyarakat Desa
Kawungcarang memberikan saran kepada mahasiswa untuk
melakukan kegiatan penyuluhan dengan materi bebas. Kemudian

65
mahasiswa memutuskan untuk memberikan penyuluhan
mengenai anjuran konsumsi gula, garam dan lemak.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai anjuran
konsumsi gula, garam dan lemak yang tepat dalam sehari, maka
mahasiswa inisiatif untuk memberikan penyuluhan mengenai hal
tersebut. Agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat dan
dapat mencegah penyakit tidak menular akibat konsumsi gula,
garam, dan lemak yang tidak sesuai anjuran.
2. Tujuan
a. Tujuan umum : Meningkatkan pengetahuan tentang anjuran
konsumsi gula, garam dan lemak yang tepat dalam sehari
pada masyarakat Desa Kawungcarang
b. Tujuan Khusus :
 Masyarakat mampu mengetahui tentang anjuran
konsumsi gula yang tepat dalam sehari
 Masyarakat mampu mengetahui tentang anjuran
konsumsi garam yang tepat dalam sehari
 Masyarakat mampu mengetahui tentang anjuran
konsumsi lemak yang tepat dalam sehari
 Masyarakat mampu mengetahui cara mencegah penyakit
tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak
yang tidak sesuai anjuran.
3. Target, waktu, dan sumber daya
a. Target
Sasaran dari kegiatan penyuluhan adalah masyarakat
Desa Kawungcarang, peserta yang hadir sebanyak 10
orang.
b. Waktu
Pelaksanaan penyuluhan pada tanggal 8 Februari 2019
pukul 16.30
c. Tempat
Kegiatan penyuluhan dilakukan di rumah ibu Supini RT.
1 RW. 2 Desa Kawungcarang

66
d. Sumber daya
Sumber daya manusia yang mendukung tatalaksana
kegiatan penyuluhan adalah mahasiswa, ibu kader dan
ibu PKK.
4. Persiapan
a. Mempersiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan pertanyaan
c. Mempersiapkan tempat penyuluhan
5. Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah ibu Supini RT. 1 RW. 2 Desa
Kawungcarang, susunan acara kegiatan ini meliputi :
1. Pembukaan dan perkenalan
2. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan tanya
jawab
3. Penutup
6. Monitoring dan evaluasi
a. Monitoring
Pemahaman materi yang diberikan
Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab yang dilakukan
saat pemyuluhan, sasaran dapat memahami materi yang
diberikan
b. Evaluasi
Penyuluhan tentang anjuran konsumsi gula, garam, dan
lemak dalam sehari dapat dikatakan berhasil karena sasaran
dapat memahami materi dan dapat menjawab pertanyaan.
7. Faktor pendulung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1. Dukungan dari perangkat desa, bidan desa, ibu kader dan
PKK
2. Partisipasi masyarakat Desa Kawungcarang
b. Faktor penghambat
Faktor cuaca yang menjadi hambatan, karena sore hari sering
terjadi hujan

67
8. Kesimpulan dan saran
a. Kesimpulan
Pelaksanaan penyuluhan anjuran konsumsi gula, garam
dan lemak yang tepat dalam sehari pada masyarakat
Desa Kawungcarang bertempat di ibu Supini RT. 1 RW.
2 berjalan dengan lancar walaupun terhambat dengan
faktor cuaca. Dapat dilihat dari hasil diskusi dan tanya
jawab masyarakat sudah memahami materi yang
diberikan.
b. Saran
Masyarakat Desa Kawungcarang dapat mencegah
penyakit tidak menular akibat mengkonsumsi gula,
garam, dan lemak yang belum sesuai anjuran.

68
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Musyawarah Masyarakat Desa


Kegiatan MMD ini dilakukan pada tanggal 6 Februari 2019 pukul
09.00 WIB di Balai Desa Kawungcarang, dihadiri oleh 23 orang, kegiatan
MMD ini menghasilkan kesepakatan antara perwakilan warga dan aparat
desa dengan mahasiswa untuk melakukan rencana kegiatan-kegiatan
intervensi gizi di Desa Kawungcarang. Selama kegiatan berlangsung
peserta hanya sedikit yang mengeluarkan pendapatnya sehingga dari
kami mahasiswa menyebarkan kertas kecil kepada peserta untuk
menulis usulan kegiatan atau saran tentang kegiatan yang kami usulkan,
sehingga kami mendapatkan 2 usulan kegiatan.
Kegiatan monitoring dilaksanakan selama kegiatan Musyawarah
Masyarakat Desa. sedangkan evaluasi dilakukan dengan melakukan
tanya jawab dengan warga mengenai kegiatan intervensi gizi.
- Faktor Pendukung dan Penghambat
A. Faktor Pendukung
 Semangat dan antusias warga dalam mengikuti kegiatan MMD
 Partisipasi mahasiswa sekelompok dalam menyelenggarakan
kegiatan MMD ini.
 Bantuan dari aparat desa dalam penyediaan fasilitas, tempat
dan peralatan yang dibutuhkan
B. Faktor Penghambat
 Ketidakaktifan warga dalam menanggapi penjelasan dari
mahasiswa ,mengenai rencana kegiatan intervensi gizi
 keterlambatan peserta ketika menghadiri kegiatan ini
 jumlah peserta tidak sesuai dengan target karena warga yg
diundang ada yang bekerja

B. Pelaksanaan Kegiatan Penyegaran Kader


Pelaksanaan Penyegaran dan Pelatihan Kader pada saat MMD
(Musyawarah Masyarakat Desa) telah disepakati bersama oleh warga
yang dilakukan pada tanggal 8 Februari 2019 pukul 09.00 WIB di
Posyandu Pala 1. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 11 orang
dari seluruh posyandu di Desa Kawungcarang.

69
Kegiatan pelatihan dan penyegaran kader terdiri dari pengisian
KMS dan SKDN. Pada kegiatan pengisian KMS, Ibu kader diberikan
lembaran KMS, lalu mahasiswa memberikan soal cerita terkait pengisian
KMS, lalu ibu kader mengisi KMS sesuai dengan soal. Setelah semua
kader selesai mengisi KMS, mahasiswa mengajak ibu-ibu kader untuk
membahas bersama soal tersebut. Lalu dilanjuti dengan pemberian
materi SKDN.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, ibu-ibu kader
aktif pada saat tanya jawab dan pada saat demonstrasi.
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan penyuluhan
berlangsung. Dan kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi
mengenai jumlah peserta, daya tangkap peserta penyuluhan dengan
mengajukan pertanyaan, serta keseriusan peserta dalam memperhatikan
dan menangkap materi yang diberikan.
- Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
 Dukungan dari kepala desa
 Partisipasi dari para kader posyandu Pala 1 - Pala 3
b. Faktor penghambat
Lokasi posyandu pala 1 yang jauh dari Posyandu pala 2 dan
posyandu pala 3 sehingga partisipasi kurang.

C. Penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil


Pelaksanaan penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil dengan sasaran
remaja putri, wanita usia subur, dan ibu hamil diselenggarakan pada
tanggal 9 Februari 2019 pukul 09.00-10.00 di Balai Desa Kawungcarang,
Kecamatan Sumbang, Banyumas. Penyuluhan ini bertujuan agar sasaran
mengetahui tentang pedoman gizi seimbang dan dapat mempraktekan
susunan makan isi piringku dalam kehidupan sehari-hari.
Sasaran yang hadir sejumlah 13 orang. Sebelum pemberian materi,
peserta diberikan pre-test berupa soal pilihan ganda. Materi yang
diberikan saat penyuluhan mengenai pengertian gizi seimbang, susunan
menu gizi seimbang, manfaat gizi seimbang untuk kehamilan, bahan
makanan yang dianjurkan, hal-hal yang perlu diperhatikan semasa
kehamilan, dampak kekurangan gizi pada ibu hamil, dan contoh menu
sehari. Materi disampaikan menggunakan media ppt dan leafleat.

70
Selama berlangsungnya proses penjelasan materi, peserta sangat
antusias dan memperhatikan dengan baik. Peserta juga terlihat aktif dan
banyak bertanya. Setelah dilakukan penyuluhan dilakukan evaluasi
dengan cara melakukan post-test.
a. Monitoring
 Mengecek kehadiran peserta dengan mengisi daftar hadir
b. Evaluasi
 Melihat jumlah peserta yang hadir apakah sudah sesuai dengan
target sasaran.
 Melihat keaktifan peserta saat proses diskusi
 Ketepatan waktu pelaksanaan penyuluhan
c. Faktor pendukung dan Faktor Penghambat
- Faktor pendukung
 Adanya dukungan dari kader posyandu dan PKK desa
Kawungcarang dalam kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang Ibu
Hamil.
 Adanya sarana dan prasarana yang disediakan oleh perangkat
desa
 Partisipasi peserta dalam berlangsungnya kegiatan
 Keaktifan, antusias serta keseriusan peserta dalam menerima
materi penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Faktor penghambat
 Karena sasaran penyuluhan pada ibu baduta dan ibu menyusui,
maka ibu membawa masing masing anak sehingga suasana
kurang kondusif.

D. Penyuluhan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak)


Pelaksanaan penyuluhan PMBA pada ibu hamil, ibu menyusui, dan
ibu baduta diselenggarakan pada tanggal 11 Februari 2019 pada pukul
09.00 - 10.00 WIB di Polindes Desa Kawungcarang, Kecamatan
Sumbang, Banyumas. Penyuluhan ini membahas tentang pemberian
makan bayi dan anak yang mencakup pemberian ASI Eksklusif dan MP-
ASI. Penyuluhan ini bertujuan agar ibu-ibu mengetahui dan dapat
mempraktekan pemberian ASI Eksklusif yang mencangkup pelekatan dan
posisi menyusui yang benar. Tujuan lain agar ibu-ibu mengerti manfaat
diberikan ASI Eksklusif dan akibat jika tidak diberikan ASI Eksklusif.

71
Selain itu, penyuluhan ini membahas tentang MP-ASI agar ibu-ibu
mengetahui tentang MP-ASI yang tepat sesuai dengan usia, frekuensi,
jumlah, tekstur, variasi dan kebersihan dan mengetahui manfaat diberikan
MP- ASI bagi anak serta menjelaskan cara memberikan makan kepada
anak.
Ibu- ibu yang hadir sejumlah 18 orang. Materi yang diberikan
mengenai pengertian ASI ekslusif dan MP-ASI, manfaat diberikan ASI
Eksklusif dan MP-ASI, akibat jika tidak berikan ASI eksklusif dan MP-ASI,
cara menyusui yang benar, cara memberikan MP-ASI yang tepat sesuai
dengan usia dan macam-macam MP-ASI dan cara membuatnya. Materi
yang disampaikan menggunakan media poster dan leaflet.
Selama berlangsungnya proses penjelasan materi, peserta sangat
antusias dan memperhatikan dengan baik. Peserta juga terlihat aktif dan
banyak bertanya. Setelah dilakukan penyuluhan dilakukan evaluasi
dengan cara menanyakan kembali materi yang telah diberikan, dan
peserta mampu menjawab pertanyaan secara tepat dan benar.
a. Monitoring dilakukan dengan :
 Mengecek kehadiran peserta dengan mengisi daftar hadir
b. Evaluasi dilakukan dengan :
 Melihat jumlah peserta yang hadir apakah sudah sesuai dengan
target sasaran.
 Melihat keaktifan peserta saat proses diskusi
 Ketepatan waktu pelaksanaan penyuluhan
c. Faktor pendukung dan Faktor Penghambat
1. Faktor pendukung
 Adanya dukungan dari bidan desa dan kader posyandu desa
Kawungcarang dalam kegiatan penyuluhan PMBA
 Adanya sarana dan prasarana yang disediakan oleh perangkat
desa
 Partisipasi peserta dalam berlangsungnya kegiatan
 Keaktifan, antusias serta keseriusan peserta dalam menerima
materi penyuluhan PMBA

72
2. Faktor penghambat
 Karena sasaran penyuluhan pada ibu baduta dan ibu
menyusui, maka ibu membawa masing masing anak sehingga
suasana kurang kondusif.

E. Penyuluhan PHBS (Penanganan Sampah)


Penyuluhan ini dilakukan di Balai Desa Kawungcarang.
Sebelumnya kegiatan ini telah disepakati bersama pada saat MMD
(Musyawarah Masyarakat Desa) oleh perangkat desa, bidan desa, ibu
kader dan PKK.
Kegiatan penyuluhan penanganan sampah dilakukan pada
tanggal 9 Februari 2019 pukul 10.00-11.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan
yaitu, perkenalan, melakukan pretest, menyanyikan yel-yel, pemberian
materi tentang penanganan sampah dilakukan secara diskusi dan tanya
jawab. Diakhir pertemuan kami memberikan pouch bagi peserta yang
bertanya, setelah itu dilakukan postest.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, peserta aktif dalam
mengikuti kegiatan penyuluhan. Monitoring dilakukan selama proses
kegiatan berlangsung, dan evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi
mengenai jumlah peserta,ketepatan waktu, peserta dapat memahami
materi yang telah disampaikan.
Faktor Pendukung dan Penghambat
 Faktor Pendukung
1. Dukungan dari ibu kader dan PKK Desa Kawungcarang
2. Tersedianya sarana dan prasarana untuk melakukan
Penyuluhan penanganan sampah.
3. Adanya partisipasi dari peserta dalam mengikuti
penyuluhan.
 Faktor Penghambat
 Ada beberapa ibu yang membawa balitanya sehingga
suasana kurang kondusif.

73
F. Penyuluhan PHBS (Cuci Tangan) Kepada Anak Sekolah

Penyuluhan ini dilakukan di SDN Kawungcarang. Sebelum kami


melakukan kegiatan, kami meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala
Sekolah, dan guru-guru disekolah. Pihak sekolah pun menerima kami
dengan sangat baik dan mendukung kegiatan kami.
Kegiatan penyuluhan cuci tangan dilakukan pada tanggal 11 Februari
2019 pukul 08.30-09.00 WIB, sesuai dengan kesepakatan kami
melakukan penyuluhan kepada kelas 3, dengan peserta sebanyak 33
orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu, perkenalan, menyanyikan yel-yel,
pemberian materi tentang cuci tangan, dan mempraktekkan langkah cuci
tangan. Diakhir pertemuan kami memberikan minuman rasa buah dan
biskuit
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, sisw/i aktif dalam
mengikuti kegiatan penyuluhan. Monitoring dilakukan selama proses
kegiatan berlangsung, dan evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi
mengenai jumlah peserta,ketepatan waktu, peserta dapat memahami
materi yang telah disampaikan.
Faktor Pendukung dan Penghambat
 Faktor Pendukung
 Dukungan dari kepala desa, kepala sekolah serta guru-
guru SDN Kawungcarang
 Tersedianya sarana dan prasarana untuk melakukan
Penyuluhan cuci tangan.
 Adanya partisipasi dari siswa/i dalam mengikuti
penyuluhan.
 Faktor Penghambat
Murid-murid masih ada yang berisik saat proses penyuluhan
berlangsung dan saat melakukan praktek cuci tangan.

G. Pelaksanaan Kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG)


Pelaksanaan kegiatan teknologi tepat guna pada saat MMD
(Musyawarah Masyarakat Desa) telah disepakati bersama oleh warga
yang dilakukan tanggal 16 Februari 2019, pada pukul 08.00 WIB di
Posyandu Pala I (Rumah Ibu Puji) desa Kawungcarang, Kecamatan
Sumbang. Peserta yang mengikuti kegiatan teknologi tepat guna dihadiri

74
oleh 21 orang dari masing-masing perwakilan tiap posyandu. Peserta
merupakan golongan ibu hamil, ibu yang memiliki anak balita dan kader
PKK.
Kegiatan dimulai dengan menjelaskan tujuan TTG, alasan
penggunaan bahan makanan dari jagung manis, tepung beras ketan,
kelapa parut dan wortel dan penjelasan manfaat dari produk makanan
yang akan dibuat sebagai alternatif penyelesaian masalah gizi di desa
Kawungcarang. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cara membuat
wingko jagung dengan mengikut sertakan peserta dalam demonstrasi
tersebut. Bahan dan alat yang digunakan bersumber dari masyarakat dan
mahasiswa. Setelah melakukan demonstrasi peserta diberikan
kesempatan untuk mencicipi makanan yang telah dibuat dan diberikan
formulir penilaian atas produk yang dibuat.
Dalam kegiatan TTG tersebut, kegiatan berjalan dengan lancar
dan peserta berperan sangat aktif baik ketika tanya jawab dan pada saat
demonstrasi. Ada beberapa peserta yang memberikan saran saat
melakukan demonstrasi dikarenakan dari segi umur peserta lebih
berpengalaman dalam memasak dibanding mahasiswa.
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan penjelasan dan
demonstrasi berlangsung. Dan kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah
evaluasi mengenai jumlah peserta, daya tangkap peserta dengan
mengajukan pertanyaan, serta nilai produk yang didapat dari formulir
penilaian yang diberikan oleh mahasiswa. Peserta sangat antusias dan
aktif terhadap kegiatan ini dan nilai yang diberikan peserta terhadap
produk yang dibuat bersama cukup tinggi yaitu 85.
Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
1. Dukungan dari kepala desa
2. Dukungan dari para kader posyandu Pala III (Rumah Ibu Puji)
3. Dukungan dari masyarakat Kawungcarang (Ibu Riaty dan Ibu
Aminah)
4. Pasar dekat dari desa Kawungcarang sehingga mudah untuk
membeli bahan-bahan yang digunakan
5. Partisipasi masyarakat.

75
b. Faktor penghambat
1. Lokasi Posyandu Pala III yang cukup jauh dijangkau oleh
warga yang tinggal di posyandu Pala I dan II sehingga ada
beberapa warga Posyandu Pala I dan II yang tidak datang
saat kegiatan diadakan.
2. Peserta membawa anak kecil sehingga saat demo masak
berlangsung suasana kurang kondusif karena ada beberapa
anak yang menangis dan timbulnya keramaian.
3. Bahan yang disediakan banyak namun saat demonstrasi
hanya memasak ½ resep sehingga ada peserta yang
mencicipi wingko jagung ½ buah saja dan membuat
mahasiswa melakukan demo masak dua kali.
H. Pelaksanaan Kegiatan Cerdas Cermat Ibu Baduta
Pelaksanaan Kegiatan Cerdas Cermat ibu baduta sebelumnya
telah disepakati dalam kegiatan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa).
Kemudian, kegiatan cerdas cermat kader dilaksanakan pada Kamis,
tanggal 14 Februari 2019 pukul 09.00 – 11.00 WIB.
Kegiatan cerdas cermat ibu baduta merupakan kegiatan berupa
games cerdas cermat dengan sasaran 9 orang perwakilan ibu baduta dari
3 wilayah posyandu yang tersebar di desa Kawungcarang, didalam
games tersebut terdapat soal-soal mengenai prinsip gizi seimbang bagi
baduta di usia yang tepat, pemilihan MP-ASI yang tepat bagi baduta
sesuai usianya, pemberian ASI eksklusif, dan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS), yang dibagi menjadi 3 sesi cerdas cermat (memberikan
soal berupa pertanyaan yang terbagi ke dalam 3 sesi).
Sesi pertama, setiap kelompok masing – masing diberikan 5 soal
pilihan ganda yang berbeda, dan diberikan waktu 10 detik untuk
menjawab satu soal. Setiap soal yang dijawab dengan tepat mendapat 2
poin pada sesi ini.
Pada sesi kedua, diberikan 10 soal pilihan ganda, kemudian
peserta menjawab dengan sistem siapa kelompok yang mampu
memberikan jawaban lebih dulu (sistem rebutan). Setiap soal yang
dijawab dengan tepat mendapat 5 poin pada sesi ini.
Kemudian pada sesi ketiga, diberikan 3 amplop yang berisi soal
cerdas cermat yang berbeda jenis, lalu kelompok yang memperoleh poin

76
tertinggi dipersilahkan memilih amplop soal terlebih dahulu. Setiap soal
yang dijawab dengan tepat mendapat 7 poin pada sesi ini.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar meskipun waktu
dimulainya mengalami kemunduran, tetapi ibu-ibu baduta aktif dan
bersemangat dalam menjawab pertanyaan pada saat cerdas cermat
berlangsung.
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan cerdas cermat ibu
baduta berlangsung. Dan kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah
evaluasi mengenai jumlah peserta, partisipasi aktif peserta cerdas cermat
menjawab pertanyaan dengan benar, serta keseriusan peserta selama
kegiatan cerdas cermat ibu baduta ini berlangsung.
Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
 Dukungan dari kepala desa dan perangkat desa
 Partisipasi dari para perwakilan ibu baduta di wilayah
posyandu Pala 1 - Pala 3
 Mahasiswa
b. Faktor penghambat
Ibu baduta sibuk dengan kegiatan sehari-harinya, seperti kegiatan
ibu rumah tangga yang dilakukan di pagi hari (memasak,
mengurus anak, membantu menyiapkan anak sebelum pergi ke
sekolah, dan membersihkan rumah) sehingga waktu dimulainya
cerdas cermat ibu baduta mengalami kemunduran 30 menit.
I. Pelaksanaan Kegiatan Cerdas Cermat Kader
Pelaksanaan Kegiatan Cerdas Cermat sebelumnya telah
disepakati dalam kegiatan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa).
Kemudian, kegiatan cerdas cermat kader dilaksanakan pada Jumat,
tanggal 15 Februari 2019 pukul 09.00 – 11.00 WIB
Kegiatan cerdas cermat kader merupakan kegiatan berupa games
cerdas cermat dengan sasaran 9 orang perwakilan ibu kader dari 3
posyandu yang tersebar di desa Kawungcarang, didalam games tersebut
terdapat soal-soal mengenai gizi seimbang, gizi daur kehidupan (ibu
hamil, ibu menyusui, bayi, dan baduta), pola asuh, PHBS, ASI eksklusif
dan MP-ASI, pengetahuan tentang SKDN dan berbagai kegiatan

77
posyandu, yang dibagi menjadi 3 sesi cerdas cermat (memberikan soal
berupa pertanyaan yang terbagi ke dalam 3 sesi).
Sesi pertama, setiap kelompok masing – masing diberikan 5 soal
pilihan ganda yang berbeda, dan diberikan waktu 10 detik untuk
menjawab satu soal. Setiap soal yang dijawab dengan tepat mendapat 2
poin pada sesi ini.
Pada sesi kedua, diberikan 10 soal pilihan ganda, kemudian
peserta menjawab dengan sistem siapa kelompok yang mampu
memberikan jawaban lebih dulu (sistem rebutan). Setiap soal yang
dijawab dengan tepat mendapat 5 poin pada sesi ini.
Kemudian pada sesi ketiga, diberikan 3 amplop yang berisi soal
cerdas cermat yang berbeda jenis, lalu kelompok yang memperoleh poin
tertinggi dipersilahkan memilih amplop soal terlebih dahulu. Setiap soal
yang dijawab dengan tepat mendapat 7 poin pada sesi ini.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar meskipun waktu
dimulainya mengalami kemunduran, tetapi ibu-ibu kader aktif dan
bersemangat dalam menjawab pertanyaan pada saat cerdas cermat
berlangsung.
Kegiatan monitoring dilakukan selama kegiatan cerdas cermat
kader berlangsung. Dan kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah
evaluasi mengenai jumlah peserta, partisipasi aktif peserta cerdas cermat
menjawab pertanyaan dengan benar, serta keseriusan peserta selama
kegiatan cerdas cermat kader ini berlangsung.
Faktor pendukung dan penghambat
a. Faktor pendukung
 Dukungan dari kepala desa dan perangkat desa
 Partisipasi dari para perwakilan kader posyandu Pala 1 - Pala
3
 Mahasiswa
b. Faktor penghambat
Kader posyandu sibuk dengan kegiatan sehari-harinya, seperti
kegiatan ibu rumah tangga yang dilakukan di pagi hari (memasak,
membantu menyiapkan anak sebelum pergi ke sekolah, dan
membersihkan rumah) sehingga waktu dimulainya cerdas cermat
kader mengalami kemunduran 30 menit

78
Kegiatan Tambahan

1. Posyandu Balita
Posyandu ini dilakukan sebagai kegiatan rutin tiap bulannya untuk
mengetahui tumbuh dan kembang anak balita di Desa Kawungcarang.
Pada kegiatan ini akan diperlihatkan pertumbuhan anak sesuai dengan
KMS, sehingga berat badan balita tiap bulannya dapat terpantau. Jika
terpantau maka apabila ada masalah gizi dapat langsung ditangani. Pada
kegiatan ini mahasiswa hanya membantu saja karena bukan merupakan
kegiatan intervensi, sehingga mahasiswa fungsinya hanya membantu
pelaksaan pembuatan PMT, penimbangan BB, pengukuran TB,
pemberian kapsul vitamin A, plotting KMS dan pemberian PMT.
2. Posbindu
Pelaksanaan kegiatan posbindu diselenggarakan pada tanggal 20
Februari 2019 pukul 08.00-11.00 WIB di Balai Desa Kawungcarang,
Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sasaran dari kegiatan ini
adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM
berusia 15 tahun keatas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor
resiko penyakit tidak menular (PTM).
Posbindu yang dilakukan dibalai desa Kawungcarang merupakan
posbindu yang pertama kali diadakan. Posbindu merupakan kegiatan
utama puskesmas sehingga peran mahasiswa gizi adalah untuk bertugas
dimeja 3 yaitu membantu pengukuran berat badan, tinggi badan dan
lingkar perut.
Faktor pendukung dan penghambat
a) Faktor pendukung
Ø Adanya dukungan dari bidan desa, kader, perangkat desa
dan petugas puskesmas lainnya
Ø Adanya sarana dan prasarana yang telah disediakan
Ø Partisipasi masyarakat dalam kegiatan
b) Faktor penghambat
· Suasana terganggu dan kurang kondusif karena ada
beberapa anak yang menangis.
· Alat yang sedikit dan jumlah peserta yang banyak sehingga
memperlama waktu kegiatan.

79
3. Penyuluhan PTM di Acara Arisan Warga
Penyuluhan penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan
asam urat Penyuluhan ini dilakukan dirumah Ibu Yus Rt. 2 Rw. 2 Desa
Kawungcarang pada tanggal 10 Februari 2019 pukul 14.00 WIB, dengan
peserta 10 orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu, perkenalan, pemberian
materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, penutup.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, masyarakat aktif
dalam mengikuti kegiatan pemyuluhan. Monitoring dilakukan selama
proses kegiatan berlangsung dan evaluasi yang dilakukan memgenai
pemahaman materi yang telah disampaikan.
Faktor pemdukung dan penghambat
- Faktor pendukung
1. Dukungan dari perangkat desa, bidan desa, ibu kader dan PKK
2. Partisipasi masyarakat Desa Kawungcarang
 Faktor penghambat
1. Faktor cuaca yang menjadi hambatan
4. Penyuluhan GGL di Acara Arisan Warga
Penyuluhan ini dilakukan dirumah ibu Supini RT. 1 RW. 2 Desa
Kawungcarang pada tanggal 8 Februari 2019 pukul 16.30 WIB, dengan
peserta 10 orang. Kegiatan yang dilakukan yaitu, perkenalan, pemberian
materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, penutup.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, masyarakat aktif
dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Monitoring dilakukan selama
proses kegiatan berlangsung dan evaluasi yang dilakukan mengenai
pemahaman materi yang telah disampaikan.
Faktor pendukung dan penghambat
Faktor pendukung
1. Dukungan dari perangkat desa, bidan desa, ibu kader dan PKK
2. Partisipasi masyarakat Desa Kawungcarang

Faktor penghambat

1. Faktor cuaca yang menjadi hambatan

80
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
 Kegiatan MMD dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2019 di Balai Desa
dan dihadiri oleh 23 orang
 Kegiatan pelatihan dan penyegaran kader dilaksanakan pada tanggal 8
Februari di Posyandu Pala 1 dan dihadiri oleh 11 orang
 Penyuluhan gizi garam, gula, dan lemak dilaksanakan pada tanggal 8
Februari di rumah Ibu Supini dan dihadiri oleh ibu-ibu arisan.
 Kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil dilaksanakan pada tanggal
9 Februari 2019 di Balai Desa dan dihadiri oleh 16 ibu hamil, WUS dan
rematri.
 Kegiatan penyuluhan PHBS penanganan sampah dilaksanakan pada
tanggal 9 Februari 2019 di Balai Desa dan dihadiri oleh 16 ibu hamil, WUS
dan rematri.
 Posyandu dan pemberian kapsul vitamin A dilaksanakan pada tanggal 10
Februari 2019 di setiap posyandu
 Penyuluhan gizi penyakit tidak menular dilaksanakan pada tanggal 10
Februari 2019 di rumah Ibu Yus dan dihadiri oleh ibu-ibu arisan.
 Penyuluhan PHBS anak SD dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2019
di SDN Kawungcarang dan dihadiri oleh 33 siswa.
 Penyuluhan PMBA dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2019 di
Polindes dan dihadiri oleh 18 ibu baduta, ibu hamil, ibu menyusui.
 Kegiatan cerdas cermat ibu baduta dilaksanakan pada tanggal 14 Februari
2019 di Balai Desa dan dihadiri oleh 9 ibu baduta.
 Kegiatan cerdas cermat kader dilaksanakan pada tanggal 15 Februari
2019 di Balai Desa dan dihadiri oleh 9 kader
 Kegiatan TTG dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2019 di posyandu
pala 3 dan dihadiri oleh 21 peserta.
 Kegiatan posbindu dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2019 di Balai
Desa

81
B. Saran

 Sebaiknya sebelum memulai kegiatan sehari sebelumnya telah disebar


undangan kegiatannya
 Sebaiknya acara kegiatan dilakukan jam 09.30 WIB namun diundangan
tetap ditulis jam 08.30 WIB
 Sebaiknya balai desa merupakan indoor sehingga ketika menggunakan
proyektor, hasilnya dapat terlihat jelas.

82
Daftar Pustaka

Depkes RI. 2006 a. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga, Depkes


RI, Jakarta.
Laporan PPG Desa Kawungcarang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Tahun 2018. 2018
Mustari, A. (2006), Persepsi Stakeholder terhadap pembentukan Kelurahan siap
antar saga (SiAGa) di Kota Tasikmalaya tahun 2006, Tesis, Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta
Ndraha, T, (1990), Pembangunan Masyarakat, Reneka Cipta, Jakarta.
Ramlan, D. (2007), Penyediaan SDM Kesehatan Untuk Desa Siaga, Majalah
Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan BPPSDM Kes, Vol 3, No 2
April, hal 34 – 37
Salman, D , 2005 Pembangunan Partisipatoris, Modul Konsentrasi Manajemen
Perencanaan, Program Studi Manajemen Pembangunan. Unhas, Makassar.

83
LAMPIRAN
Dokumentasi
Musyawarah Masyarakat Desa

Pelatihan dan Penyegaran Kader

Penyuluhan Gizi Seimbang Ibu Hamil

84
Penyuluhan PMBA PenyuluhanPHBS
(Penanganan Sampah)
Penyuluhan PHBS (Cuci Tangan) Kepada Anak Sekolah

85
TTG (Demonstrasi Pembuatan Wingko Jagung)

Lomba Cerdas Cermat


Ibu Baduta

86
Lomba Cerdas Cermat Kader

Pembuatan PMT Balita Posyandu

87
Pelaksanaan Kegiatan Posyandu

88
Penyuluhan saat
Kegiatan Arisan Warga

89
Rapat Koordinasi PKK Desa Kawungcarang

90
91