Anda di halaman 1dari 4

Nama : Listia Winda Sari

Kelas : DIII-2B

Mata Kuliah : Kewarganegaraan

1. Masalah identitas Nasional muncul akhir-akhir ini lebih dikarenakan kekhawatiran sebagian
pihak atas semakin mengikisnya kebanggaan terhadap budaya nasional, atribut nasional yang
mencirikan identitas nasional. Menurut saudara mengapa kekhawatiran itu timbul? Dan
bagaimana mengatasinya?

Jawab :
Sebagai warga negara yang baik, wajar apabila kekhawatiran muncul akibat mengikisnya budaya
nasional, karena banyak pengaruh dari luar yang mengakibatkan sebagian orang menggunakan
hal-hal yang berbau tentang kehidupan orang barat seperti cara berpakaian , tingkah laku bahkan
ada pula yang mengikuti gaya hidup artis luar negeri sehingga kepercayaan terhadap negeri
sendiri berkurang .

2. Identitas nasional tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui evolusi dan proses panjang.
Bagaimanakah proses pembentukan identitas nasional tersebut?

Jawab :
Proses Pembentukan Identitas Nasional adalah Identitas nasional tumbuh dan berkembang
berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas sosial. Suatu identitas
nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling
diakui, yakni kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan
harga diri bersama mereka (Charles F Andrain, 1992). Kesadaran akan penghargaan diri
diwujudkan dalam bentuk nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif yang dianut bersama. Nilai
merupakan konsep yang sangat umum mengenai hal yang bernilai, berharga, diinginkan, suatu
kriteria untuk menentukan tindakan-tindakan mana yang harus diamabil.
Lebih spesifik dari nilai, norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang
menunjukkan bagaimana nilai-nilai diwujudkan. Simbol-simbol ekspresif seperti yang
ditemukan dalam seni, ritual, dan mitos, memberikan ekspresi konkrit pada nilai-nilai dan
norma-norma yang lebih abstrak. Melalui simbol-simbol ekspresif seperti bendera, lagu
kebangsaan dan pahlawan-pahlawan rakyat, nilai-nilai yang abstrak dan tidak tampak menjadi
hangat bagi individu-individu. Nilai, norma dan simbol ekspresif memberikan pembenaran bagi
tindakan-tindakan di masa lalu, menjelaskan perilaku massa sekarang, dan merupakan pedoman
dalam menyeleksi pilihan-pilihan di masa depan. Sumber-sumber identitas bersama yang
kemudian menjadi identitas nasional berupa nilai-nilai primordial, nilai-nilai sakral, nilai-nilai
sakral dan nilai-nilai sipil.

Nilai-nilai primordial menunjukkan keterikan yang didasarkan pada hubungan biologis dan
tempat. Orang-orang yang dikaitkan satu sama lain didasarkan atas ikatan famili dan etnis, serta
sejarah asal usul dan gaya hidup. Mereka berbicara dalam bahasa yang sama, hidup di daerah
geografis yang sama, akan menganut suatu identitas bersama. Nilai-nilai sakral yang meliputi
agama maupun ideologi adalah landasan yang kuat bagi identitas bersama. Nilai-nilai personal
memberikan suatu rasa identitas bersama, melalu ikatan bersama pada seseorang yang seara
biologis tidak berhubungan dengan anggotaanggota komunitas. Sedangkan nilai-nilai sipil telah
menempatkan keterikatan bersama pada peranan politik seorang warganegara kepada lembaga
politik yang berlaku adil pada semua kelompok yang berbeda.

3. Wujud dari identitas nasional antara lain adalah Patriotisme dan Nasionalisme. Jelaskan
perbedaan keduanya dan bagaimana keduanya dapat membentuk identitas nasional?

Jawab :
Patriotisme adalah bangga atas kebajikan suatu negara dan bersemangat untuk memperbaiki
kekurangan tersebut, tetapi juga mengakui patriotisme yang sah dari negara lain, dengan
kebajikan mereka sendiri yang spesifik sedangkan nasionalisme merasa dirinya lebih unggul.
Patriotisme adalah rasa bangga menjadi warga negara sebuah negara, bukan nasionalisme. Tetapi
dipahami oleh Indonesia dan negara Timur sama saja. (Wardhani, 2012). Lalu, dalam
nasionalisme sendiri memiliki berbagai macam seperti civic nationalism yang berbasis pada
tradisi rasionalisme dan kebaikan bersama, dan kontras dengan ethnic nasionalism yang
ditakutkan apabila tidak ada sense of belonging di dalamnya. Selain itu, civic nationalism sudah
menyatu dalam satu negara sedangkan ethnic nasionalism yang masih dalam lingkup bangsa
yang tersebar di dunia. “Nation as if same with state, in fact they are completely different.”

4. Wujud negatif dari identitas nasional adalah Chauvinisme. Jelaskan mengapa sikap ini negatif
pengaruhnya terhadap identitas nasional?

Jawab :
Nasionalisme IndonesiaNasionalime merupakan situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang
secara total diabdikan langsung kepada negara bangsa.
Nasionalisme sangat efektif sebagai alat merebut kemerdekaan dari kolonial. Nasionalisme
menurut Soekarno adalah bukan yang berwatak chauvinisme, bersifat toleran, bercorak
ketimuran, hendaknya dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.4. Integratis NasionalMenurut Mahfud
M.D integrai nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masayarakat
menjadi suatu keseluruhan yang lebih untuh , secara sederhana memadukan masyarakat-
masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Untuk mewujudkan integrasi
nasional diperlukan keadilan, kebijaksanaan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak
membersakan SAR. Ini perlu dikembangkan karena pada hakekatnya integrasi nasional
menunjukkan tingkat kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa.KesimpulanIdentitas Nasional
Indonesia adalah sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa
lain di dunia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan pulau-pulau yang
dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnya pun berbeda-beda.
Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini
penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh sebab itu, nasionalisme
dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar
bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas.
5. Terkadang identitas nasional berseberangan dengan identitas pribadi. Bagaimana sebaiknya
menurut saudara mengharmonisasikan kedua hal tersebut sehingga bisa berjalan berdampingan?

Jawab :
menjadikan identitas nasional paling utama dibandingkan identitas pribadi agar bisa
menyelaraskan dan menjadikan satu hubungan dalam identitas nasonal berjalan harmonis oleh
sebab itu diri sendiri harus menghilangkan rasa egoismena terlebih dahulu .

6. Globalisasi yang melanda dunia saat ini bisa berdampak positif dan negatif bagi identitas
nasional. Agar dapat memanfaatkan gerakan dimaksud untuk sebesar-besar kesejahteraan
masyarakat Indonesia tanpa harus mengancam identitas nasional bangsa Indonesia, menurut
Saudara apa tindakan yang harus diambil?

Jawab :
dengan mengedepankan identitas nasional dan mngebelakangkan globalisasi dari Negara lain
yang mengakibatkan identitas nasional di Indonesia hamper hilang karena pengaruh budaya lain
contohnya : manusia lebih sering membeli barang luar negeri dibandingkan barang dalam negeri.
Harusnya ada peraturan hukum yang melarang agar orang Indonesia sendiri lebih mencintai
produk dalam negri dibandingkan luar negeri .