Anda di halaman 1dari 30

BELT CONVEYOR

DISUSUN OLEH:

Muhammad sahil 912020048

PROGRAM STUDI D3 ALAT BERAT

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN


BAB1

TEORI BELT CONVEYOR


Konveyor Konveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan
barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Konveyor banyak dipakai di industri untuk
transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan. Dalam kondisi tertentu,
Konveyor banyak dipakai karena mempunyai nilai ekonomis dibanding transportasi berat seperti
truk dan mobil pengangkut. Jenis Konveyor membuatpenanganan alat berat tersebut / produk
lebih mudah dan lebih efektif. Banyak konveyorrol dapat bergerak secepat 75 kaki / menit.
Konveyor dapat memobilisasi barang dalam jumlah banyak dan kontinyu dari satu tempat ke
tempat lain. Perpindahan tempat tersebut harus mempunyai lokasi yang tetap agar sistem
conveyor mempunyai nilai ekonomis. Kelemahan sistem ini adalah tidak mempunyai
fleksibilitas saat lokasi barang yang dimobilisasi tidak tetap dan jumlah barang yang masuk tidak
kontinyu. Banyak sekali macam jenis dan kateristik conveyor untuk keperluan banyak macam
proses produksi. Sebelum memutuskan untuk mendesain suatu conveyor. Sebelumnya harus
dipahami terlebih dahulu bagaimana alur proses produksi yang nantinya akan dilewati conveyor,
serta tipe produk atau bentuk barang yang akan melewati Konveyor .
Belt conveyor atau ban berjalan adalah alat transportasi yang paling efisien dalam
pengoperasiannya jika dibanding dengan alat berat / truk untuk jarak jauh, karena dapat
mentransport material lebih dari 2 kilometer, tergantung disain belt itu sendiri. Material yang
ditransport dapat berupa powder, granular atau lump dengan kapasitas lebih dari 2000 ton/jam,
hal ini berkembang seiring dengan kemajuan disain belt itu sendiri. Saat ini sudah dikembangkan
belt conveyor jenis long curve, yaitu belt dengan lintasan kurva horizontal maupun vertikal
dengan radius minimum 400 m, sehingga sangat cocok untuk medan berliku dan jarak jauh.
Keuntungan lainnya penggunaan belt adalah kemudahan dalam pengoperasian dan pemeliharaan,
tetapi belt tidak tahan temperatur di atas 200 0C. Dengan belt conveyor, material dapat diumpan
disepanjang lintasan, begitu juga pengeluarannya. Jenis belt bisa berupa textil rubber belt, metal
belt, steel cord belt. Jenis yang paling banyak dipakai adalah jenis textil rubber belt. Lintasan belt
dapat direncanakan horizontal, inklinasi, kombinasi inklinasi dan horizontal. Sudut
kemiringannya tergantung koefisien gesek antara material yang diangkut. Dalam prakteknya
sudut inklinasi berkisar antara 7o – 10o lebih kecil dari sudut gesek material belt. Hal ini
disebabkan karena adanya penurunan belt (belt sag) antara idler roller, sehingga inklinasi lebih
besar dari inklinasi belt itu sendiri. Prinsip kerja belt conveyor adalah mentransport material
yang ada di atas belt, dimana umpan atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan chute dan
setelah sampai di head material ditumpahkan akibat belt berbalik arah. Belt digerakkan oleh
drive / head pulley dengan menggunakan motor penggerak. Head pulley menarik belt dengan
prinsip adanya gesekan antara permukaan drum dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung
gaya gesek tersebut.
Roller Conveyor

Roller Conveyor ini adalah conveyor yang paling umum digunakan karena lintasan
geraknya tersusun dari beberapa tabung (roll) yang tegak lurus terhadap arah lintasannya dimana
plat datar yang ditempatkan untuk menahan beban vakan bergerak sesuai dengan arah putaran roll.
Roler conveyor ini bisa digerakkan dengan rantai atau belt ,ataupun dengan menggunakan gaya
gravitasi tetapi harus juga diperhitungkan kemiringan maksimumnya.
Roller conveyor merupakan suatu sistem conveyor yang penumpu utama barang yang
ditransportasikan adalah roller. Roller pada sistem ini sedikit berbeda dengan roller pada conveyor
jenis yang lain. Roller pada sistem roller conveyor didesain khusus agar cocok dengan kondisi
barang yang ditransportasikan, misal roller diberi lapisan karet, lapisan anti karat, dan lain
sebagainya. Sedangkan roller pada sistem jenis yang lain didesain cocok untuk sabuk yang
ditumpunya.

Gambar 2. 2. Arah gerak sistem roller conveyor

Ketika seseorang bekerja di sebuah pabrik besar atau gudang, ia akan di beberapa titik
atau lain memiliki kebutuhan untuk mengangkut jumlah beberapa item sederhana untuk titik ke
titik atau bahkan tumpukan mereka yang tinggi pada sistem rak. Untuk semua yang disebutkan di
atas tujuan, itu memang akan berguna bagi seseorang untuk memiliki beberapa jenis transportasi
Conveyor Roller memiliki berbagai kegunaan dan aplikasi. Meskipun mereka yang paling sering
ditemukan dengan pabrik industri atau beberapa kategori lain jika sistem industri, mereka juga
memiliki aplikasi praktis lainnya dalam dunia yang lebih luas juga. Beberapa dari mereka
bahkan dapat dioperasikan tanpa menggunakan tambahan apapun kekuasaan, apakah itu mekanis
atau bahkan listrik. Conveyor secara umum dapat sangat meningkatkan produktivitas individu dan
industri secara umum, karena jumlah waktu yang dibutuhkan fisik bagi pekerja untuk mengangkut
item dari satu lokasi ke lokasi lain akan berkurang drastis. Salah satu varian yang paling
populer dari produk ini akan menjadi gravitasi Roller Coaster sistem karena mereka adalah
sederhana untuk satu secara fisik menginstal dan sering menyediakan satu dengan jenis yang sesuai
struktur bangunan untuk menggunakan pekerja. Namun, jika seseorang ingin untuk mengangkut
benda-benda di atas permukaan datar atau bahkan sampai lereng
. Maka ia dengan kebutuhan akan memerlukan penggunaan Conveyor Belt mekanis
dengan permukaan karet yang akan memungkinkan untuk nilai gesekan tinggi. Hal ini diperlukan
karena tidak akan diinginkan untuk memiliki objek yang sedang diangkut untuk tiba-tiba tergelincir
dari Conveyor atau lebih buruk masih off sebuah lereng seperti yang sedang diangkut. Dengan
berbagai produk, Anda dapat mengatur Conveyor Rol untuk ringan, kecil dan, sampai batas
tertentu, menengah-berat bahan yang akan diangkut,

Komponen utama alat dan fungsi dalam sistem roller conveyor adalah sebagai berikut:

2.1.1 Kerangka Badan

Kerangka badan mempunyai fungsi untuk menopang roller agar lokasi roller tidak
berpindah-pindah. Pemasangan roller dengan kerangka badan ini harus pas agar tidak terjadi
getaran yang tidak diinginkan saat roller berputar. Selain itu, kerangka badan ini juga menentuka
jarak antar roller yang sesuai agar unit yang akan ditransportasikan tidak jatuh.
Gambar 2.3. Kerangka badan roller conveyor

2.1.2 Tiang Penyangga

Tiang peyangga mempunyai fungsi untuk pondasi kerangka badan sistem roller conveyor.
Kerangka badan ini didesain sebagai tumpuan roller conveyor terhadap tanah yang dilalui oleh
sistem conveyor.

Gambar 2.4. Tiang penyangga roller conveyor

Jenis Jenis Conveyor Belt

Belt Conveyor adalah peralatan yang digunakan untuk mengangkut benda yang
mempunyai kapasitas besar. Belt Conveyor terdiri dari sabuk yang tahan terhadap bobot serta
jenis benda yang harus diangkut. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat
dari berbagai jenis bahan. Seperti bahan karet, plastik, kulit atau logam baja tergantung dari
jenis dan sifat bahan yang akan diangkut. Contohnya untuk mengangkut bahan-bahan yang
panas, maka jenis jenis conveyor yang digunakan harus terbuat dari bahan logam yang tahan
terhadap panas.
Belt Conveyor terdiri dari bagian-bagian standard dengan teknologi maju, sederhana,
serta mudah dalam pemeliharaan. Mesin ini secara luas digunakan dalam industri
pertambangan, metalurgi dan batu bara, mentransfer pasiran, material besar, atau material
dalam kemasan. Berdasarkan perbedaan barang yang akan ditransfer, sistem transfer dapat
berdiri sendiri ataupun digabungkan dengan alat transfer lainnya. Belt conveyor dapat
dipasang secara horisontal atau tertidur untuk memenuhi kebutuhan transfer yang berbeda.
Belt Conveyor beroperasi secara continue dan kecepatannya bisa sampai dengan 600 ft/m.

Bagian – bagian Belt Conveyor

1. Feed hopper berfungsi untuk menjaga agar bahan dapat dibatasi untuk melebihi kapasitas
pada waktu inlet.
2. Outlet chuter berfungsi untuk pengeluaran material

3. Idle drum berfungsi mengikuti putaran drum yang lain

4. Belt cleaner berfungsi untuk membersikan belt agar belt selalu dalam keadaan bersih.
5. Belt cleaner berfungsi untuk membersikan belt agar belt selalu dalam keadaan bersih.

6. Skrapper depan berfungsi agar jangan sampai ada material masuk pada idle drum dengan
belt.

. Karakteristik belt conveyor


 Berkapasitas tinggi
 Kapasitasnya dapat diatur
 Mampu beroperasi mendatar atau miring dengan sudut 18 derajat
 Sabuk ditahan oleh plat roller conveyor sehingga aman untuk membawa bahan
 Bersifat kontinu
 Kecepatan 600 ft/m
 Bisa naik dan turun
 Perawatan belt conveyor mudah

 Prinsip kerja conveyor belt


Belt conveyor berfungsi memindahkan barang dengan putaran dari motornya. Penggerak utama
motor terhubung dengan drum yang disebut pulley. Drum tersebutlah yang diselubungi oleh
sabuk yang lebar dan panjangnya menyesuaikan dengan kapasitas dan jarak angkut.

Fungsi belt conveyor


Belt conveyor dapat mengangkut material berkapasitas besar, sedangkan konstruksi dari belt
conveyor antara lain:
 Pengangkutan arah horizontal
 Pengangkutan arah diagonal atau miring
 Pengangkutan arah horizontal dan diagonal

Chain Conveyor

Chain conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis conveyor, yaitu :

a. Scraper Conveyor
b. Apron Conveyor
c. Bucket Conveyor
d. Bucket Elevator
Keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai sebagai alat bantu untuk
menggerakkan material.

Scraper Conveyor

Scraper conveyor merupakan konveyor yang sederhana dan paling murah

diantara jenis – jenis conveyor lainnya. Conveyor jenis ini dapat digunakan dengan kemiringan
yang besar. Conveyor jenis ini digunakan untuk mengangkut material – material ringan yang
tidak mudah rusak, seperti : abu, kayu dan kepingan.

1. Karakteristik dan performance dari scaper conveyor:

a. Dapat beroperasi dengan kemiringan sampat 45°.


b. Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m.
c. Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam.
d. Harganya murah.

2. Kelemahan – kelemahan pada scraper conveyor:

a. Mempunyai jarak yang pendek.


b. Tenaganya tidak konstan.
c. Biaya perawatan yang besar seperti service secara teratur.
d. Mengangkut beban yang ringan dan tidak tetap.

Apron Conveyor

Apron Conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan untuk beban yang lebih berat
dengan jarak yang pendek. Apron Conveyor yang sederhana terdiri dari dua rantai yang dibuat
dari mata rantai yang dapat ditempa dan ditanggalkan

dengan alat tambahan A. Palang kayu dipasang pada alat tambahan A diantara rantai dengan
seluruh tumpuan dari tarikan conveyor. Untuk bahan yang berat dan

pengangkutan yang lama dapat ditambahkan roda (roller) pada alat tambahan A.
Selain digunakan roller, palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja untuk mengangkut
bahan yang berat.

1. Karakteristik dan performance dan apron conveyor:

a. Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 25°.


b. Kapasitas pcngangkutan hingga 100 ton/jam.
c. Kecepatan maksimum 100 ft/m.
d. Dapat digunakan untuk bahan yang kasar, berminyak maupun yang besar.
e. Perawatan murah.

2. Kelemahan -kelemahan apron konveyor :

a. Kecepatan yang relatif rendah.


b. Kapasitas pengangkutan yang kecil
c. Hanya satu arah gerakan

Bucket Conveyor

Bucket Conveyor sebenarnya merupakan bentuk yang menyerupai conveyor apron yang dalam.

1.Karakteristik dan performance dari bucket conveyor:

a. Bucket terbuat dari baja


b. Bucket digerakkan dengan rantai
c. Biaya relatif murah.
d. Rangkaian sederhana.
e. Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan.
f. Kecepatan sampai dengan 100 ft/m.
g. Kapasitas kecil 100 ton/jam.

2. Kelemahan -kelemahan bucket conveyor:

a. Ukuran partikel yang diangkut 2-3 in.


b. Investasi mahal.
c. Kecepatan rendah.

Bucket Elevator

Belt, scraper maupun apron conveyor mengangkut material dengan kemiringan yang terbatas.
Belt conveyor jarang beroperasi pada sudut yang lebih besar dari 15-20° dan scraper jarang
melebihi 300. Sedangkan kadangkala diperlukan pengangkutan material dengan kemiringan yang
curam. Untuk itu dapat digunakan Bucket Elevalor. Secara umum bucket elevator terdiri dari
timba – timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak. Timba -timba (bucket)
yang digunakan memiliki beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masing -masing.

Bentuk – bentuk dari timba -timba (bucket) dapat dibagi atas :

a. Minneapolis Type
b. Buckets for Wet or Sticky Materials
c. Stamped Steel Bucket for Crushed Rock
d. Minneapolis Type

Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia.

Dipergunakan untuk mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat.

e. Buckets for Wet or Sticky Materials.

Bucket yang lebih datar Dipergunakan untuk mengangkut material yang cenderung lengket.

f. Stamped Steel Bucket for Crushed Rock

Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan –  bongkahan besar dan material yang berat.
Screw Conveyor

Jenis konveyor yang paling tepat untuk mengangkut bahan padat berbentuk halus atau bubur
adalah konveyor sekrup (screw conveyor)Alat ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin
mengelilingi suatu sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight.

1. Macam-macam flight adalah:

a. Sectional flight
b. Helicoid flight
c. Special flight, terbagi:
d. cast iron flight
e. ribbon flight
f. cut flight

Konveyor berfight section  dibuat dari pisau-pisau pendek yang disatukan -tiap pisau berpilin
satu putaran penuh- dengan cara disimpul tepat

            Pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku keling sehingga akhirnya akan membentuk
sebuah pilinan yang panjang.

Sebuah helicoid flight, bentuknya seperti pita panjang yang berpilin mengelilingi suatu poros.
Untuk membentuk suatu konveyor, flight-flight itu disatukan dengan cara dilas tepat pada poros
yang bersesuaian dengan pilinan berikutnya. Flight khusus digunakan dimana suhu dan tingkat
kerusakan tinggi adalah flight cast iron. Flight-flight ini disusun sehingga membentuk sebuah
konveyor

Pneumatic Conveyor

Konveyor yang digunakan unluk mcngangkul bahan yang ringan atau berbentuk bongkahan kecil
adalah konvenyor aliran udara (pneumatic conveyor).

Pada jenis konveyor ini bahan dalam bentuk suspensi diangkut oleh aliran udara.
Pada konveyor ini banyak alat dipakai, antara lain:

a. Sebuah pompa atau kipas angin untuk menghasilkan aliran udara.


b. Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.
c. Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu.

Pada tipe yang sederhana, sebuah pompa cycloida akan menghasilkan kehampaan yang sedang
dan sedotannya dihubungkan dengan sistem pengangkulan. Bahan -bahan akan terhisap naik
melalui selang yang dapat dipindah-pindahkan ujungnya.

            Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk suspensi akan
menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa Jika bahan-bahan ini mengandung debu, debu
ini tentunya akan merusak pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara,
dengan kata lain debu adalah produk yang tidak diinginkan. Karenanya, sebuah kotak penyaring
ditempatkan diantara siklon dan pompa.

            Jenis konveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang kebersihannya
harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan lumat seperti soda abu, dan lain-lain)
supaya keadaannya tetap baik dan tidak mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan arsen.  

Konveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang berbentuk bongkahan
kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan bahan lainnya yang sejenis. Kadang-kadang juga
digunakan bila jalan yang dilalui bahan berkelok-kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-
lain hal yang pada tipe konveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian lebih tinggi.

            Kerugian menggunakan jenis konveyor ini adalah pemakaian energinya lebih besar
dibanding jenis konveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang sama.

Perhitungan-perhitungan pada konveyor pneumatik sama sekali empiris dan memuat faktor-
faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik.
Di Mana Sistem Konveyor Digunakan?

Conveyor digunakan di hampir setiap industri di mana bahan perlu dipindahkan.


Dalam hal ini termasuk pabrik pembotolan, pusat daur ulang, pabrik pembuatan plastik dan
sebagainya. Sistem ini dapat digunakan di setiap industri yang memiliki beberapa proses
yang butuh pergerakan barang dan bahan secara berkala.
Dengan sistem ini, kita dapat mengotomatiskan banyak tugas manusia, khususnya dalam
memindahkan, memuat dan menurunkan bahan. Jika perusahaan atau pabrik memiliki
kegiatan kerja ini, maka conveyor system merupakan sesuatu yang harus diinvestasikan.

Konveyor dan Sistem Integrasi

Sistem Integrasi (SI) dalam industri membutuhkan koordinasi antar setiap komponen
produksinya, termasuk sistem konveyor. Pabrik masa kini membutuhkan sistem konveyor
berkualitas untuk kelancaran proses produksi. Anda membutuhkan penyedia produk dan jasa
pemasangan sistem konveyor berkualitas untuk bersaing dengan perusahaan lain.
PT Dinamika Nusa Mandiri (DNM) adalah penyedia sistem dan komponen untuk melengkapi
aktivitas otomatisasi dengan teknologi pintar. Layanan ini termasuk penyediaan system konveyor
serta aksesorinya. DNM menyediakan berbagai produk bermutu, mulai
dari belthingga floor conveyor. Lengkapi proses produksi perusahaan Anda dengan sistem
berkualitas, dan bersiaplah menghadapi persaingan di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Bagian-bagian Mesin Conveyor Belt

1. Belt
Belt merupakan sabuk yang berfungsi untuk membawa material yang diangkut oleh mesin
penggerak.

2. Idler
Idler merupakan penyangga yang berfungsi untuk menahan belt. Idler terletak di beberapa bagian
seperti:
 Idler atas yang berfungsi sebagai penahan belt yang bermuatan
 Idler penahan yakni yang ditempatkan pada pemuatan
 Idler penengah yakni yang digunakan sebagai menahan belt agar tidak bergeser dari
jalurnya
 Idler bawah yakni yang memiliki fungsi untuk menahan belt yang kosong
3. Centering Device
Centering device berguna untuk mencegah agar belt tidak melaju terlalu kencang dari rollernya.

4. Unit Penggerak (Drive Units)


Pada conveyor belt tenaga gerak yang digunakan akan dipindahkan ke sabuk atau belt karena
adanya gesekan antara belt dengan “pulley” penggerak atau drive pulley. Hal itu dikarenakan
belt melekat dan dikelilingi pully yang diputar oleh motor.

5. Bending the Belt


Alat pelengkung belt atau bending belt atau sabuk yakni pulley terakhir dan pertengahan,
kemudian susunan roller, beban dan sifat kelenturan dari belt itu sendiri.

6. Pengumpan (Feeder)
Pengumpan merupakan alat yang berguna untuk pemuatan material ke bagian atas belt dengan
menggunakan kecepatan teratur.
7. Trippers
Trippers merupakan alat yang berfungsi sebagai penempatan muatan yang ditumpahkan pada
suatu tempat tertentu.

8. Pembersih Belt (Belt Cleaner)


Pembersih belt biasanya diletakkan pada bagian ujung bawah belt supaya material tidak kembali
melekat pada belt.

9. Skirt
Skirt atau dikenal dengan sekat atau pembatas yang dipasang pada bagian kiri dan kanan belt
pada tempat pemuatan. Sekat ini biasanya terbuat dari logam maupun kayu sehingga dapat
dipasang tegak atau miring, guna dari sekat ini adalah untuk mencegah terjadinya ceceran barang
yang diangkut.
10. Holdback
Fungsi dari holdback ini adalah sebagai pencegah agar sabuk yang membawa muatan ke atas
tidak berputar kembali ke arah bawah jika tiba-tiba tenaga geraknya rusak atau dihentikan.

11. Kerangka (Frame)


Kerangka merupakan konstruksi baja yang berfungsi sebagai penyangga seluruh susunan dari
mesin conveyor belt sehingga gerakan belt di atasnya tidak akan terganggu.

12. Motor Penggerak


Fungsi motor penggerak adalah untuk menjalankan conveyor belt sesuai dengan keperluannya.
Material Belt Conveyor
a. Kualitas Kualitas belt conveyor bisa kita lihat dari spesifikasi belt conveyor itu sendiri. Di
PLTU UJP 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu sendiri menggunakan belt conveyor tipe multiply
conveyor belt dengan carsass polyester fabric dengan rubber grade M, dengan tensile strength
keseluruhan 1000 kg/cm². Belt conveyor ini mengacu pada standart jerman (DIN), BS, AS [2].

b. Life Time Life time dari belt conveyor sangat bergantung dari frekuensi pemakaian, pola
operasi, pola perawatan, permasalah dan faktor lingkungan lainnya. Untuk mengetahui layak
tidaknya belt conveyor untuk beroperasi maka dapat kita lukukan pengecekan/inspeksi secara
visual sebelum belt conveyor digunakan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan cara
mengukur ketebalan belt conveyor dan kekenyalannya

Belt Conveyor Jogging Jogging adalah posisi belt conveyor tidak senter pada lintasannya
baik posisi belt lari ke kiri ataupun ke kanan yang berlebihan [2]. Berdasarkan pengamatan
lapangan belt conveyor jogging ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai
berikut :
 Roller Macet Roller adalah bagian yang berputar sebagai tumpuan atau lintasan ketika belt
conveyor sedang beroperasi [2]. Dari hasil pengamatan di lapangan, roller macet hanya membuat
kondisidari bagian top cover dan bottom cover dari belt conveyor lebih dari biasanya. Ini adalah
berdasarkan hasil pengamatan, dan untuk kejadian roller macet ini selalu ditangani dengan cepat
yaitu dengan melakukan penggantian ketika ada idler macet.

 Steering idler macet


Steering idler merupakan idler yang berfungsi untuk menjaga kelurusan belt agar tidak bergerak
ke kanan dan ke kiri hanya untuk bagian yang berbeban saja [2]. Dalam proses pengamatan
dilpangan jogging pada pada bagian yang berbeban tidak akan mengakibatkan kerusakan pada
belt conveyor. Karena dibagian sisi kanan dan kiri untuk bagian yang berbeban atau bagian atas
pada BC 6 System memiliki betl sway yaitu pengaman ketika belt jogging sudah melewati batas.
Ketika belt conveyor jogging menyentuh belt sway maka BC 6 System akan off.
 Steering return idler macet Fungsi steering return idler ialah sama persis dengan steering idler
perbedaan adalah untuk penempatannya saja, untuk steering return idler barada di bawah atau
arah balikan atau juga pada bagian yang tidak berbeban pada belt conveyor [2]. Macetnya
steering return ini bisa disebabkan oleh kondisi bearing yang sudah aus (karat) atau dari
lingkungan seperti yang terlihat di lapangan steering return yang tertimbun oleh batubara. Jika
steering return ini macet maka secara otomatis belt conveyor tidak bisa diarahkan, jika terus
dibiarkan akan membuat belt jogging dan kalau terus dibiarkan lagi bisa terjadi kontak antara
frame idler dengan belt conveyor Dalam waktu tertentu jika tidak segera dilakuka perbaikan
pada return stering yang macet akan mebuat frame menjadi tajam, karena kondisi frame yang
sudah tajam akan mepermudah untuk menyobek bagian samping belt conveyor.
Sambungan Terkelupas Belt conveyor yang terpasang pada BC 6 System sepanjang 268
meter, sedangkan panjang belt conveyor maksimal 200 meter dalam 1 roll [2]. Maka kita harus
melakukan proses penyambungan. Sambungan akan terbuka atau terkelupas akibat terjadi
singgungan atau gesekan dengan frame retur idler jadi sambungan seperti dikupas oleh frame
sehingga terbuka.

Human Operator mempunyai standar operasional dalam pengopersian BC 6 System yang


baik dan benar agar life time dari peralatan dapat terjaga termasuk life time dari belt conveyor
BC 6 System dan teknisi mempunyai jadwal preventive maintenance yang dilakukan tiap 1
minggu, 2 minggu, 3 minggu 4 minggu dan seterusnya yang bertujuan untuk menjaga life time
dari peralatan termasuk life time

Muatan Conveyor Pada BC 6 System berdasarkan data dari manual book ―Fuel Oil and
Coal Handling Maintenance Manual‖ kapasitas angkut dari belt conveyor adalah 1250 T/h.
Sedangkan muatan maksimum pada saat operasional adalah 700 – 800 T/jam [4]. Sehingga
masih dikatakan aman.
Salah Desain (steering return idler) pada area return belt atau balikan belt tidak
menunjukkan perubahan meskipun telah dipasang steering return tersebut. Setalah diteliti lebih
lanjut didapati bahwa steering return terlalu tinggi, jadi belt conveyor hanya pinggirnya saja yang
menyentuh dengan roller

Faktor Cuaca BC 6 System ini berada di luar ruangan berbeda dengan BC System yang
lainnya, karena dia harus mengumpan batubara yang ditimbun di caol yard. Jadi setiap hari BC
System ini terpapar sinar matahari dan terkena air hujan. Kondisi ini dapat membuat rubber pada
belt conveyor
getas, namun untuk faktor cuaca ini masih dikatakan aman karena ketika belt dilakukan
penggantian sesuai life limit tidak pernah ada permasalah belt sudah getas.

. Adanya Material Asing Dalam proses bongkar muat batubara dari tongkang yang menuju
bunker maupun stock area (coal yard) itu semuanya tidak sepenuhnya adalah batubara murni.
Biasamya terdapat beberapa benda asing meskipun hanya sebagia kecil, contohnya seperti batu,
besi, dan lain-lain. Tetapi BC 6 System terpasang alat yang berfungsi untuk menangkap benda
asing yang terdapat batubara saat melakukan pembongkaran khususnya material logam yaitu
Magnetic Separator.
Fungsi alat
Belt conveyor atau ban berjalan adalah alat transportasi yang paling efisien dalam
pengoperasiannya jika dibanding dengan alat berat / truck untuk jarak jauh, karena dapat
mentransport material lebih dari 2 kilometer, tergantung disain belt itu sendiri. Material yang
ditransport dapat berupa powder, granular atau lump dengan kapasitas lebih dari 2000 ton/jam,
hal ini berkembang seiring dengan kemajuan disain belt itu sendiri. Saat ini sudah dikembangkan
belt conveyor jenis long curve, yaitu belt dengan lintasan kurva horizontal maupun vertikal
dengan radius minimum 400 m, sehingga sangat cocok untuk medan berliku dan jarak jauh.
Keuntungan lainnya penggunaan belt adalah kemudahan dalam pengoperasian dan pemeliharaan,
tetapi belt tidak tahan temperatur di atas 200 0C. Dengan belt conveyor, material dapat diumpan
disepanjang lintasan, begitu juga pengeluarannya.

Jenis belt bisa berupa textil rubber belt, metal belt, steel cord belt. Jenis yang paling banyak
dipakai adalah jenis textil rubber belt. Lintasan belt dapat direncanakan horizontal, inklinasi,
kombinasi inklinasi dan horizontal. Sudut kemiringannya tergantung koefisien gesek antara
material yang diangkut. Dalam prakteknya sudut inklinasi berkisar antara 7 o – 10o lebih kecil dari
sudut gesek material belt. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan belt (belt sag) antara idler
roller, sehingga inklinasi lebih besar dari inklinasi belt itu sendiri.

Prinsip kerja
Prinsip kerja belt conveyor adalah mentransport material yang ada di atas belt, dimana umpan
atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan chute dan setelah sampai di head material
ditumpahkan akibat belt berbalik arah. Belt digerakkan oleh drive / head pulley dengan
menggunakan motor penggerak. Head pulley menarik belt dengan prinsip adanya gesekan antara
permukaan drum dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung gaya gesek tersebut.
BAB 2
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN
PENYELESAIAN.

Identifikasi Masalah

Sebagaimana yang telah sampaikan pada rumusan masalah, disebutkan bahwa Pada saat ini,
salah satu masalah yang terjadi dalam sistem belt conveyor yaitu tidak maksimalnya kinerja
return idler belt conveyor yang digunakan untuk mengangkut coke. Return idler tersebut sering
mengalami kerusakan dalam jangka waktu yang singkat, sehingga menyebabkan terganggunya
proses produksi. Return idler yang dimaksud adalah merupakan salah satu komponen dari belt
conveyor yang terdata dengan no fasilitas B/C K-151, dimana conveyor tersebut berfungsi untuk
mengirimkan coke yang telah ditiriskan ke coke bunker yang selanjutnya akan diteruskan untuk
dipakai di bagian blast furnace, setelah sebelumnya melaluai proses oven dan quenching. Selain
itu, posisi dari equipment tersebut adalah 2 m di bawah permukaan tanah (under ground).
Sehingga coke yang diangkut dengan conveyor tersebut masih memiliki kadar air yang cukup
banyak (basah). Identifikasi masalah yang akan dilakukan adalah mengenai penyebab terjadinya
kerusakan pada return idler pada sistem belt conveyor, dan menentukan spesifikasi belt conveyor
serta karakteristik material yang diangkut .

Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, maka langkah pertama yang perlu kita ambil adalah
dengan memahami mengenai uraian proses produksi, selanjutnya kita juga perlu mengtahui
spesifikasi dan fungsi dari equipment yang akan kita bahas, yaitu Return idler pada sistem belt
conveyor BC K-151. Setelah kita memahami mengenai aliran proses produksi dan fungsi dari
equipment, maka kita langsung melakukan observasi ke lapangan untuk mengtahui penyebab
dari masalah tersebut, dan meninjau kembali apakah equipment yang saat ini digunakan apakah
sudah tepat atau belum sesuai dengan standar CEMA. Dengan demikian kita dapat menetukan
jenis Return idler yang tepat, sehingga performa dan umur pakai dari Return idler tersebut
meningkat. 3.2 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh acuan dan
referensi dalam melakukan penyelesaian tugas akhir ini. Adapun metoda yang kami lakukan
untuk memperoleh data tersebut diantaranya: 1. Observasi Pengumpulan data yang kami lakukan
dengan metode ini adalah dengan cara mencatat seluruh data yang kami peroleh dilapangan.

Adapun data yang berhasil dikumpulkan adalah sebagai berikut:


A. Spesifikasi Return idler
 Jenis Return idler : Flat Return idler
 Material Return idler : STK 400 (High SpeedConveyor Tube)

L1 = 1510 mm d =30 mm

L2 = 1585 mm B = 11,5 mm

D = 165,2 mm W =22 m

1. Spesifikasi Belt conveyor

 Ukuran belt : P = 90010 mm , L = 1400 mm

 Kapasitas belt : 350 t/h

 Jenis material : Styrene butadiene rubber with steel cord


 Jumlah carrying idler : 146 buah

 Jumlah Return idler : 35

buah Data ini yang nantinya menjadi salah satu data acuan dalam proses pengolahan data.

2. Wawancara Pada metode ini penulis melakukan tanya jawab terhadap operator pekerja, dan
tim maintenance, data tersebut adalah sebagai berikut:

 LifetimeReturn idler saat ini Berdasarkan data yang dilihat dari tim maintenance pada tahun
2015-2016 rata-rata umur pakai atau lifetime adalah hanya bertahan selama 1-2 bulan, padahal
dalam keadaan standar return idler dapat digunakan minimal selama 6 bulan.

 Metode pemeliharaan Berdasarkan hasil tanya jawab dengan operator dan tim maintenance
metoda pemeliharan dari return idler saat ini adalah berdasarkan break down, yaitu suatu metode
pemeliharaan dengan cara membiarkan komponen tersebut bekerja sampai terjadi kerusakan,
setelah terjadi kerusakan komponen tersebut langsung diganti dengan komponen yang baru, satu-
satunya proses pencegahannya yang dilakukan adalah dengan memkasimalkan peran dari cleaner
belt yang berfungsi mengurangi material sisa yang menempel pada permukaan belt.

 Metoda penggatian Metoda penggantian return idler yang digunakan adalah menggunakan
proses manual oleh satu grup tim mekanik yang terdiri dari 4 orang pekerja dan 1 orang leader.
Dengan menggunakan tools seperti kunci pas 19, palu, pipa, scafholding dan chain blok (bila
diperlukan).

3. Studi literatur Pengumpulan data dengan metoda ini dilakukan dengan mencari
sejumlah data atau informasi yang dibutuhkan melalui sejumlah buku yang memiliki hubungan
yang relevan dengan tugas akhir ini,data tersebut adalah sebagai berikut:

 Komponen-Komponen
Return idler Seperti yang sudah di bahas pada bab 2, komponen-komponen return idler teridiri
dari: shell, bearing housing, shaft, bearing, deflector, labyrint seal, rear seal, dust cover, safety
ring, dan cover plate.

 Jenis-Jenis Return idler

Berdasarkan data yang diambil seperti yang telah disebutkan pada bab 2, bahwa return idler
yang digunakan pada sistem belt conveyor ada 3 jenis, yaitu flat return idler, rubber disc Return
idler, dan spiral Return idler.

 Fungsi dan Kegunaan

Adapun fungsi dan kegunaan dari return idler adalah sebagai roda pengantar belt conveyor balik
tanpa membawa material, menggunakan bearing di kedua sisinya.

 Cara Pemilihan

Return idler Untuk pemilihan idler, standar yang digunakan adalah dengan mengikuti standar
yang telah ditetapkan oleh CEMA (Conveyor Equipment Manufacturers Assosiation) seperti
yang sudah di jelaskan pada bab 2.3, untuk mengetahui lifetime dari return idler rumus yang
digunakan adalah sebagai beikut: L10 = L10 rating x K2 x K3A xK3B x K4A x K4B x K4C
Indentifikasi penyelesaian

Perawatan preventif melibatkan pemeriksaan terperinci mesin untuk memeriksa bagian-


bagian yang tidak berfungsi atau menjadi lemah karena aus. Mengetahui masalah sejak awal bisa
menciptakan peluang untuk menyelesaikan masalah sebelum dimulai. Koreksi dapat lebih mudah
dilakukan dan tindakan dapat diambil untuk mencegah masalah produksi di masa depan. Ini
memungkinkan keandalan yang lebih tinggi dan mengoptimalkan masa pakai conveyor belt.

Beberapa masalah yang mungkin harus dicari adalah belt yang tidak berjalan lurus, gulungan
yang tersumbat, bantalan yang rusak, komponen yang rusak, atau belt yang sering tergelincir.
Tak satu pun dari situasi ini yang berarti bahwa belt Anda rusak. Meskipun belt sering
disalahkan ketika mesin rusak, bisa jadi bantalan atau komponen lain dari conveyor itu sendiri
yang menyebabkan masalah. Jika belt berada dalam kondisi baik tetapi masalahnya tetap ada,
maka setiap bagian dari mesin harus diperiksa dengan cermat.

Berikut adalah beberapa hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk menjaga conveyor
system Anda berjalan dengan lancar.:

1. Periksa tumpukan kotoran

Sebagai bagian dari pemeriksaan rutin yang harus Anda lakukan pada conveyor belt Anda, Anda
harus melakukan pemeriksaan kebersihan rutin. Periksa dengan hati-hati seluruh sistem Anda
dari atas ke bawah, dari sisi ke sisi, dan dari segala cara yang dapat Anda pikirkan. Cari
penumpukan kotoran, puing-puing, atau residu jenis apa pun. Di mana pun Anda menemukan
jenis penumpukan ini, bersihkan sebanyak mungkin yang Anda bisa.

Puing-puing adalah penyebab umum kerusakan sistem. Ini dapat menyebabkan belt tidak sejajar
dan juga dapat menyebabkan penyumbatan di sistem Anda.

2. Bersihkan Sistem Anda Secara Teratur

Proses ini berjalan seiring dengan memeriksa penumpukan kotoran. Namun jika Anda
membersihkan secara teratur, Anda mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan kotoran
sejak awal. Biasakan membersihkan sistem conveyor Anda secara rutin. Anda akan lebih
mungkin untuk mengetahui masalah sejak dini dan mencegah masalah yang akan timbul sebagai
akibat dari kotoran atau penumpukan material berlebih.

3. Periksa Frame

Sulit bagi conveyor belt Anda untuk berjalan dengan baik jika seluruh sistem miring pada sudut
yang tidak biasa atau terlempar keluar dari jalurnya, yang dapat terjadi hanya dari gerakan
reguler mesin serta sejumlah faktor lainnya. Bahkan ini mungkin terjadi ketika sistem sedang
disesuaikan untuk mengangkut produk atau bahan yang berbeda.

Sangat penting untuk memeriksa secara teratur untuk memastikan frame conveyor tersusun rapi
dan semuanya terpasang dengan benar. Anda dapat dengan mudah mengonfirmasi menggunakan
level standar dan memeriksa untuk memastikan bahwa kedua seimbang
4. Periksa Pulley

Pulley mudah diperiksa pada saat yang sama ketika Anda memeriksa frame. Pastikan setiap
pulley berada dalam sistem sejajar dengan frame conveyor. Jika pulley ini tidak aktif, ini dapat
menyebabkan masalah yang lebih besar dengan belt yang tergelincir dan bagian yang cepat aus..

5. Periksa kelurusan belt Conveyor

Fitur ini bukanlah sesuatu yang perlu Anda periksa setiap kali Anda melakukan pemeliharaan
karena melihatnya sekali sudah cukup. Namun Anda masih perlu melakukan analisis ini.
Meskipun idealnya setiap belt dipotong dan dibentuk dengan sempurna, bukan tidak mungkin
Anda mendapatkan belt yang rusak yang tidak lurus. Jika Anda tidak tahu tentang cacat ini, itu
bisa mendatangkan malapetaka dalam sistem conveyor Anda melalui mistracking.

Untuk memeriksa apakah belt Anda lurus atau tidak, coba lakukan trik ini. Lepaskan belt dari
frame conveyor dan letakkan rata di lantai. Jika belt melengkung atau bengkok dengan cara apa
pun, itu berarti tidak lurus dan itu perlu diganti.

.
BAB 3

KESIMPULAN
Setelah pembahasan-pembahasan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yang menjadi
pokok dari pembahasan, yaitu :

. Berdasarkan dari adanya proses handling sulphur maka hasil pengukuran paparan debu (PD)
yang di lakukan pada daerah sekitar melter pengisian dengan menggunakan alat Dust Sampler
jenis Sartorius MD 8 Airscan dan Tranducer yang dilakukan pada tanggal 20 April 2009 maka
dapat diperoleh hasil Paparan Debu yang ada sebesar 12 mg/m3 yang mana melebihi Nilai
Ambang Batas (NAB) untuk Paparan Debu terhadap manusia yaitu sebesar 10 mg/m3.
Penempatan conveyor di tempatkan pada daerah Storage Sulphur dan area melter pengisian,
conveyor 1 memiliki panjang 30m, yang dipasang pada ketinggian 1m di atas tanah, Conveyor 2
memiliki panjang 200m, yang dipasang pada ketinggian 3m di atas tanah, sedang conveyor 3
memiliki panjang 50m yang di pasang pada ketinggian 2,5m di atas tanah yang mana untuk
denah penempatan bisa di lihat pada gambar 4.1 Conveyor yang dirancang adalah jenis Belt
Conveyor yang dapat digunakan untuk memindahkan muatan curah atau muatan satuan,
memiliki kapasitas antara 500-5000 m3 /jam dengan perencanaan yang sederhana, berat mesin
relatif ringan, pemeliharaan dan operasional yang mudah. Untuk muatan yang akan di pindahkan
berupa belerang serbuk yang tergolong dalam muatan curah dengan kebutuhan produksi per hari
sebanyak 600 Metric Ton Per Day (MTPD) atau sama dengan 25 ton/jam. . Belt conveyor yang
di rancang memiliki kapasitas sebesar 551 ton/jam, dengan berat per meter dari beban sebesar
126,2646 kg/m3 , untuk berat belt per meter adalah 9,24 kg/m. 48 Bahwa tarikan efektif dan
daya motor Conveyor 1 sebesar 133,34 kg, dan untuk transmisi daya sebesar 1,875 kw, serta
untuk daya total sebesar 6,23 kw, Conveyor 2sebesar 775,89 kg, dan untuk transmisi daya
sebesar 10,86 kw, serta untuk tahanan total sebesar 0,11 kw, sedangkan pada Conveyor 3 sebesar
208,95 kg, dan untuk transmisi daya sebesar 2,92 kw, serta untuk tahanan total sebesar 0,030 kw.
Dengan adanya perancangan conveyor handling ini maka akan mempermudah proses handling
sulphur sebagai bahan baku sulphurid acid dan diyakinkan bahwa paparan debu akan berkurang
karena ruang lingkup debu untuk bisa beterbangan semakin kecil dan conveyor yang dirancang
dilengkapi dengan penutup namun keberadaan shove loader masih diperlukan sebagai sarana.

Anda mungkin juga menyukai