Anda di halaman 1dari 2

Nama Mahasiswa NPM Nilai

Sri Yunita K. Bungi 2120192028 91


Pebri M. Talib 2120192019 78
Dianingsi Hipi 2120192005 77
Silvani urfin sini 2120192026 81
Puteri Muzdalifa Hamid 2120192020 79
Nur Afni M Nento 2120192016 81
Hasrul abdullah 2120192009 81
Afridianto Rasid 2120192034 51
Moh. Hadjrin Ma'ruf 2120192014 71
Nurul pratiwi sompah 2120192017 67
Inang Bumulo 2120192010 42
Nikom S. Ardhan 2120192058 39
MAULINA PUTRI MANTULANGI 2120192012 45
Sri ainun tahir 2120192054 80
Yustika yusuf 2120192032 60
Sri Dewita Dunggio 2120192027 77
Dwi Mulyana Salsabila Baladraf 2120192033 75
Suryaningsi umaili 2120192029 75
Nilawati Nurkamiden 2120192015 41
Aprilia putri efendy 2120192003 41
Deyke k. Baderan 2120192004 39
Melanda Niuwa 2120192013 68
Findriyani Paus 2120192007 59
Rini Mahmud 2120192022 74
Lilis Ela Pujiati 2120192011 63
Anggriyani ahmad 2120192002 52
Safitriyanti gaghaube 2120192024 52
enisa kobandaha 2120192037 52
Orin Hasania 2120192018 64
Rahmatia ibrahim 2120192021 64
Saraswaty J Kadir 2120192025 64
Rizka Veronika Kidam 2120192023 30
Interaksi Obat didefinisikan sebagai modifikasi efek/akktivitas farmakologi satu obat akibat obat lain yang diebrikan pada awalnya atau
1
diberikan bersamaan atau bila dua atau lebih obat berinteraksi yang menyebabkan keefektivan atau toksisitas dapat berubah

Interaksi dikatakan bermakna klinis jika kombinasi terapeutik mengakibatkan perubahan yang tidak diinginkan atau komplikasi terhadap
2
kondisi pasien

Tugas penting farmasis dalam pelaksanaan IO: Memantau terapi, memberikan rekomendasi pengobatan kepada dokter jika terjadi interaksi
3
yang bermakna klinis, dan memberikan konseling pada pasienmengenai cara menggunakan obat dengan benar

Faktor Variasi DIurnal mempengaruhi Interaksi Obat: Kondisi fisiologis tubuh, keadaan bangun dan tidur dapat mempengaruhi efektivitas
4
obat

ACTH pada pagi hari ---> Aktivitasnya meningkat.

ACTH menginduksi pelepasan hormon kortison . sehingga pada pagi hari. hormon kortison meningkat dan kadar menurun pada malam
hari.

olehnya untuk pengoatan arthritis reumatoid + kortison, dosisnya harus lebih tinggi pada malam hari

Cara agar interaksi Farmasetika obat infus dapat dihindari: Jalur IV harus dibersihkan dari obat sebelumnya, sebelum memasukkan obat
5
lain yang memiliki ketidakcocokan. Biasanya digunakan NaCl untuk membersihkan jalur IV

Interaksi Farmakokinetik: Terjadinya perubahan derajat ADME satu obat oleh obat lain. Dimana perubahan obat satu tidak
6
diekstrapolasikan pada obat lain meskipun dalam satu kelas terapi

Interaksi Farmakodinamik: terjadinya perubahan efek tanpa adanya perubahan kadar/konsentrasi. Interaksi ini umumnya dapat
diektrapolasikan ke obat yang segolongan.

7 Keparahan IO: 3 bagian: mayor, moderate, minor

Signifikansi IO: 5 bagian: Sig 1,2,3,4,5

8 Omeprazole + Cefpodoxime --> Absorpsi Cefpodoxime berkurang

Omeprazole meningkatkan pH lambung dari asam --> basa, sehingga cefpodoxime yang bersifat asam lemah akan terionisasi dan
membuat cefpodoxomi akan sulit terabsorpsi.

9 Antikolinergik + Levodopa --> Menurunkan konsentrasi serum levodopa

Antikolnergik memperpanjang waktu pengosongan lambung sehingga memperlambat absorpsi levodopa yang mengakibatkan penurunan
konsentrasi serum levodopa

10 Kontrasepsi oral + Amoksisilin --> Mengubah flora usus.

Kontrasepsi oral oleh flora usus dimetabolisme menjadi bentuk aktif. namun flora usus yang dihambat oleh amoksisilin membuat
kontrasepsi oral tidak aktif dan tidak dapat memberikan efek.

Anda mungkin juga menyukai