Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

Mata Kuliah: Evaluasi Pembelajaran

Dosen Pengampu: Drs. Andika Setyo BudiLestari., S.Pd., M.Pd.

Oleh:

Dinda Retno P. 19184202021


Dewi Rizki Noviyanti 19184202028

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA
2021/2022
PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI
1. Pengukuran
1.1 Definsi
Pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu atribut
atau karakter tertentu yang dimiliki oleh seseorang, atau suatu obyek
tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Aturan atau
formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli
(Zainul&Nasution, 2001). Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan
pengertian pengukuran sebagai kegiatan membandingkan suatu hal
dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.
1.2 Pengukuran bersifat kuantitatif
Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu dapat dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu: (1) Pengukuran yang dilakukan bukan untuk menguji
sesuatu, seperti pengukuran yang dilakukan oleh seorang penjahit
mengenai panjang lengan, kaki, lebar bahu, ukuran pinggang dan lain-
lain. (2) Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu, seperti
pengukuran untuk menguji daya tahan mesin sepeda motor, pengukuran
untuk menguji daya tahan lampu pijar, dan lain-lain. (3) Pengukuran
untuk menilai yang dilakukan dengan menguji sesuatu, seperti
pengukuran kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai
rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil
belajar. Pengukuran jenis ketiga inilah yang dikenal dalam dunia
pendidikan (Anas Sudiyono, 1996).
Hal-hal yang termasuk evaluasi hasil belajar meliputi alat ukur
yang digunakan, cara menggunakan, cara penilaian, dan evaluasinya.
Alat ukur yang digunakan bisa berupa tugas-tugas rumah, kuis, ujian
tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS). Pada
prinsipnya, alatukur yang digunakan harus memiliki bukti kesahihan
(validitas) dan kehandalan (reliabilitas) yang tinggi.
Hasil pengukuran harus memiliki kesalahan yang sekecil mungkin.
Tingkat kesalahan ini berkaitan dengan kehandalan alat ukur. Alat ukur
yang baik memberi hasil konstan bila digunakan berulang-ulang, asalkan

2
kemampuan yang diukur tidak berubah. Kesalahan pengukuran ada yang
bersifat acak dan ada yang bersifat sistematik. Kesalahan acak
disebabkan situasi saat ujian, kondisi fisik-mental yang diukur dan yang
mengukur bervariasi. Kondisi mental termasuk emosi seseorang bisa
bersifat variatif, dan variasinya diasumsikan acak.
2. Penilaian. 
2.1 Definisi
Suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakanin
formasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik dengan
menggunakan instrument tes atau non tes. 
2.2 Penilaian Hasil Belajar memiliki 3 domain:
 Domain kognitif (ranah kognitif)
Meliputi aspek intelektual: pengetahuan, pengertian, dan
keterampilan berfikir, kecerdasan bahasa dan logika - matematika
 Domain afektif (ranahafektif)
Meliputi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan
emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
(kecerdasan emosi)
 Domain psikomotor (ranah psikomotor)
Meliputi perilaku - perilaku yang menekankan aspek keterampilan
motorik seperti tulisan tangan, mengetik, dan mengoperasikan mesin.
Kecerdasan kinestetik, dan musical
3. Evaluasi
3.1 Definisi
Evaluasi adalah usaha untuk memperolehin formasi secara berkala,
berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses hasil belajar,
pertumbuhan serta perkembangan sikap dan perilaku peserta didik.
3.2 Prinsip evaluasi
Evaluasi Pendidikan juga harus mengikuti prinsip-prinsip sbb :
a. Prinsip keterpaduan
Harus ada keterpaduan antara tujuan instruksional ,metode
pembelajaran, materi pelajaran

3
b. Prinsip keterlibatan siswa
Harus memperhatikan segi keterlibatan siswa, Karena evaluasi
merupakan bagi siswa. Siswa perlu akan informasi mengenai
kemajuan dalam program pembelajaran.
c. Prinsip Koherensi
Evaluasi harus berkaitan dengan materi yang sudah disajikan dan
sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Sesuai pula dengan alat
evaluasi yang digunakan serta cara penyelenggaraannya
d. Prinsip Pedagogis
Evaluasi diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap, member motivasi ,
dan sebagai reward ataupun punishment
e. Prinsip Akuntabilitas 
Evaluasi pembelajaran sebagai pertanggungjawaban sekolah kepada
orang tua, masyarakat dan departemen/dinasterkait.
Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah
ditentukan serta menilai proses pembelajaran secara keseluruhan 
3.3 Fungsi Evaluasi Pendidikan
a. Fungsi Perbaikan.
Fungsi perbaikan merupakan salah satu benang merah yang terabaikan
selama ini. Para pengambil kebijakan lebih banyak melihat kondisi
momentum hasil evaluasi dari hasil belajar, namun sangat jarang yang
menggunakan sebagai informasi untuk perbaikan pendidikan. Ujian
akhir nasional sebagian besar sekolah tahun 2003, dibawah 5, bahkan
mata pelajaran tertentu mendapat nilai 2 atau 3. namun yang langsung
di ubah adalah kurikulum tanpa melihat apa yang sesungguhnya
terjadi dan mengapa hal itu terjadi.  Tidak ada evaluasi yang
mendalam tentang kurikulum yang sedang berlaku. Apakah kurikulum
itu sudah dilaksanakan dengan tepat dan benar, mana yang tidak
dikuasai, materi apa yang dirasa sulit atau apakah guru telah berfungsi
dengan baik sesuai dengan tuntutan kurikulum? Informasi itu perlu
disediakan dengan melakukan evaluasi pendidikan, sehingga apa yang
ingin diperbaiki tergambar dengan jelas.

4
b. Fungsi pengendalian proses dan mutupendidikan.
Melalui evaluasi pendidikan yang terfokus, terkendali, komprehensif
dan terus menerus dapat tersedia informasi untuk mengendalikan mutu
pendidikan, karena sesuatu yang salah dalam pelaksanaan dapat
diperbaiki dan dibetulkan dalam penyusunan rencana atau pertemuan
berikutnya.
c. Fungsi pengambilan keputusan yang berkaitan dengan peserta didik.
Berdasarkan hasil evaluasi pendidikan dimungkinkan memberikan
berbagai keputusan yang tepat kepada peserta didik, seperti
mengidentifikasikan kondisi dan kebutuhan tiap peserta didik dan
selanjutnya menyesuaikan perencanaan pembelajaran dengan
kebutuhan mereka, menempatkan mereka dalam kelompok belajar,
penerapan nilai-nilai siswa untuk tujuan seleksi atau pemahaman
siswa dan kemajuan belajar yang dicapainya.
3.4 Tujuan
Tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
a. Tujuan Umum
Untuk menghimpun data dan informasi yang akan dijadikan sebagai
bukti mengenai taraf perkembangan atau kemajuan yang dialami
peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam
jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, tujuan umum evaluasi adalah
untuk memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk
sampai dimana tingkat pencapaian kemajuan peserta didik terhadap
tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkan setelah mereka
menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.Untuk
mengetahui tingkat efektifitas proses pembelajaran yang telah
dilakukan oleh guru dan peserta didik.
b. Tujuan Khusus
Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program
pendidikan. Tanpa ada evaluasi maka tidak mungkin. Timbul
kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki

5
dan meningkatkan prestasinya masing-masing. Untuk mencari dan
menemukan factor - faktor penyebab keberhasilan dan ketidak-
berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan,
sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara
perbaikannya.
3.5 Proses evaluasi hasil belajar
1. Tes :
Alat  pengumpul  data  yang  dirancang  secara  khusus atau alat ukur
2. Pengukuran:
Penetapan angka dengan cara sistematik untuk menyatakan keadaan
objek/individu
3. Penilaian:
- Penafsiran atau pendeskripsian hasil pengukuran untuk
menunjukkan tinggi rendahnya kemampuan peserta didik
- Menafsirkan hasil pengukuran
4. Evaluasi :
- Proses pemberian pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu
yang dipertimbangkan
- Informasi tentang tingkat keberhasilan pembelajaran dapat
diungkap apabila alat evaluasi (instrumen) yang digunakan sesuai
dan dapat mengukur setiap tujuan. Alat ukur (instrumen) yang
tidak relevan dapat mengakibatkan hasil pengukuran tidak tepat
bahkan salah sama sekali.
4. Perbedaan Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi
Hubungan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi (evaluation)
bersifat hirarkis. Pengukuran membandingkan hasil pengamatan dengan
criteria tertentu, missal pemberian skor1-100 atau dengan D-A. Penilaian
menjelaskan dan menafsirkan hasil pengukuran, sedangkan evaluasi adalah
penetapan nilai atau implikasi suatu perilaku, bias perilaku individu atau
lembaga. Sifat yang hirarkis ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan evaluasi
melibatkan penilaian dan pengukuran. Penilaian berarti menilai sesuatu,

6
sedangkan menilai itu mengandung arti mengambil keputusan terhadap
sesuatu dengan mendasarkan diri pada ukuran atau criteria tertentu.

7
DAFTAR PUSTAKA
MardapiDjemari. 2012. Pengukuran, Penilaian dan evaluasi pendidikan. Yogyakarta:
Nuha Medika
https://www.academia.edu/8478311/Pengukuran_Penilaian_dan_Evaluasi_Pendidikan
?email_work_card=titlediaksestanggal 25 september 2021 pukul 11:55

Anda mungkin juga menyukai