Anda di halaman 1dari 6

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI


KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI
TIPE MADYA PABEAN BELAWAN
Standar Operasional Prosedur
Pemeriksaan Fisik Barang Impor di Tempat Penimbunan
Sementara

No. SOP: Tanggal Penetapan Tanggal Revisi: Revisi Ke –


15 Maret 2019

1. Deskripsi
a. SOP ini menggambarkan pemeriksaan fisik atas barang impor berdasarkan
pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir yang dimulai sejak
Pejabat Pemeriksa Barang (PPB) menerima Instruksi Pemeriksaan (IP)
beserta lampirannya sampai dengan penyerahan dokumen Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) dan lampirannya, serta pendukung pemeriksaan barang
lainnya (barang contoh dan/atau foto) kepada petugas Administrasi / Kurir.
b. Pejabat Pemeriksa Barang adalah Pejabat Direktorat Jenderal yang
berwenang untuk melakukan Pemeriksaan Fisik dan ditunjuk secara
langsung melalui Aplikasi Pelayanan Kepabeanan atau oleh Pejabat Seksi
Kepabeanan dan Cukai.
c. Pemeriksaan Fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa
Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa
guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean.
d. Pemeriksaan fisik dilakukan berdasarkan tingkat pemeriksaan fisik yaitu
10%, 30% dan 100%;
e. Unit pelaksana SOP Pemeriksaan Fisik Barang Impor yang menggunakan
PIB PDE di Tempat Penimbunan Sementara adalah Seksi Pelayanan
Kepabeanan dan Cukai pada KPPBC Tipe Madya Pabean.

2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.
b. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.
c. Peraturan Menteri Keuangan nomor 139/PMK.04/2007 tentang
Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor.
d. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-12/BC/2016
tentang Pemeriksaan Fisik Barang Impor.
e. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-16/BC/2016
tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Barang Untuk Dipakai.

3. Ketertautan
Sop ini memiliki keretautan dengan prosedur pemenuhan ketentuan
larangan dan/ atau pembatasan dan pemeriksaan dokumen.
-2-

4. Pihak-Pihak yang Telibat


a. Importir
b. Pengusaha TPS
c. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai
d. Sistem Komputer Pelayanan (SKP)
e. Kasubsi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai
f. Pelaksana pada Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai
g. Pejabata Pemeriksa Barang
h. Pejabat Pemeriksa Dokumen

5. Persyaratan dan Perlengkapan


Persyaratan:
a. PIB yang telah diberi nomor dan tanggal
b. Dokumen pelengkap pabean
c. Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM)

d. Instruksi Pemeriksaan (IP)

6. Keluaran (Output)
a. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP
b. Berita Acara Pemeriksaan Fisik (BAP Fisik)

7. Jangka Waktu Penyelesaian


Norma waktu layanan SOP ini adalah:
a. Pemeriksaan Barang dimulai paling lama 1 jam setelah diterima
Instruksi pemeriksaan dari pelaksana pada seksi Pelayanan
Kepabeanan dan Cukai
b. Pemeriksaan barang tergantung jumlah dan jenis barang yang
diperiksa dengan ketentuan:
1. 120 Menit (Jenis barang tidak melebihi 50 item);atau
2. 150 Menit (jenis barang dari 51 item dan tidak lebih dari 100 item);
3. 180 Menit (Jenis barang lebih dari 150 item).
c. Pembuatan LHP dan Berita Acara sampai dengan pernyerahan berkas
kepada pelaksana pada Seksi Kepabeanan dan Cukai paling lama 60
menit.

8. Perhatian
SOP ini bermanfaat bagi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Dalam hal SOP ini tidak terlaksana dengan baik, maka proses
pemeriksaan fisik akan terhambat.

9. Matriks RASCI
Pemeriksaan Fisik di Importir Pengusah SKP Kepala Pelaksana Pejabat PFPD
Tempat Penimbunan a TPS Seksi Pemeriksa
Sementara PKC Barang
Penerbitan SPJM I I S R/A S
Penerbitan IP I R/A S I
Penyiapan Barang S
Pemeriksaan Fisik S R
Penyampaian LHP dan s R/A I
BAP Fisik

10. Prosedur Kerja


a. Importi melakukan submiit dokumen elektronik dan SKP mengirim
respons Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan Status
kesiapan Barang, Importir mencetak konsep SPJM.
b. Importir atau PPJK akan mengajukan SPJM kepada Pengusaha TPS
untuk dilakukan penyiapan barang serta mengajukan dokumen PIB
dan pelengkap kepada staff Seksi Pelayanan Pabean dan Cukai untuk
dilakukan pendaftaran pemeriksaan Fisik.
c. Dalam hal dokumen pelengkap pabean telah diterima, staff Seksi
Pelayanan Pabean dan Cukai akan mendaftarkan dokumen sistem
komputer pelayanan tersebut untuk ditunjuk Petugas Pemeriksa
Barang.
d. Sistem komputer pelayanan akan menunjuk salah satu Petugas
Pemeriksa yang siap bertugas untuk melakukan pemeriksaan, dan
staff Seksi Pelayanan Pabean dan Cukai akan mencetak Instruksi
Pemeriksaan
e. staff Seksi Pelayanan Pabean dan Cukai akan memberikan dokumen
PIB dan Intruksi Pemeriksaan untuk kepada Petugas pemeriksa
barang yang ditunjuk untuk dilakukan Pemeriksaan Barang.
f. Petugas Pemeriksa Barang barang akan melakukan pemeriksaan fisik
barang dan mengambil barang contoh di tempat TPS disakasikan oleh
Importir atau PPJK.
g. Pejabat pemeriksa barang selanjutnya membuat Laporan hasil
Pemeriksaan (LHP) dan membuat Berita Acara Pemeriksaan Fisik (BAP
Fisik).
h. Pejabat pemeriksa barang merekam LHP dan foto pemeriksaan ke
dalam SKP, kemudian mengirim LHP dan BAP Fisik kepad PFPD.
-3-

11. Bagan Alir (Flowchart)


SOP Pemeriksaan Fisimk Brang Impoir di Tempat Penimbunan Sementara

SOP Pemeriksaan Fisimk Brang Impoir di Tempat Penimbunan Sementara


IMPORTIR PELAKSANA SKP Pengusaha TPS PEJABAT PFPD
PEMERIKSA
BARANG

MULAI

MENGSUBMIT PIB
MENERBITKAN
SPJM

SPJM

SPJM

Mengajukan
Dokumenn

MENERBITKAN Melakukan
IP Pembayaran

LHP
IP IP BAP

Menyiapkan
Barang
Mendampingi Melakukan
Pemeriksaan Pemeriksaan

Membuat LHP
dan BAP

Perekaman
LHP dan BAP
LHP
BAP
LHP
BAP

SELESAI