Anda di halaman 1dari 21

HUBUNGAN TINGKAT KADAR KOLESTEROL HIGH DENSITY LIPOPROTEIN

DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK

Disusun oleh
Kelompok 2
1. Anastaya Cahya Lestari (1914301061)
2. Herma Yanti (1914301062)
3. Mala Sari (1914301063)
4. Devi Fitriyani (1914301064)
5. Sindi Artika (1914301065)
6. Alfiaturahmi (1914301066)
7. Rheinabila (1914301067)
8. Mustika Ayu Pitaloka (1914301068)
9. Marisa Yusro Asri (1914301069)
10. Rely Alfina (1914301070)

KEMENTRIAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNG KARANG
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami selaku penulis dapat menyusun
makalah ini yang berjudul " Hubungan Tingkat Kadar Kolesterol High Density
Lipoprotein Dengan Kejadian Stroke Iskemik" tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk
itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan makalah.

Bandar Lampung, 18 Februari 2020


Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kolesterol......................................................................2
2.2 Klasifikasi Kolesterol......................................................................2
2.3 Penyebab Kolesterol........................................................................2
2.4 Penyakit Kolesterol.........................................................................5
2.5 Asuhan Keperawatan.......................................................................5

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan....................................................................................17
3.2 Penutup..........................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................18

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kolesterol merupakan masalah kompleks dalam tubuh manusia. Menjadi sebuah
dilema bagi siapapun yang belum tahu betul dengan manfaat dan bahaya
kolesterol. Di satu sisi memiliki manfaat yang tak tergantikan dalam tubuh
manusia di lain sisi kolesterol sangat berbahaya dalam tubuh. Apabila jumlah
kolesterol jahat mendominasi jumlah kolesterol baik bisa jadi itu bisa
menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, stroke dan penyakit serangan
jantung. Fokus kita kali ini adalah tentang hubungan tingkat kadar kolesterol high
density lipoprotein dengan kejadian stroke iskemik.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari kolesterol?
2. Bagaimana klasifikasi kolesterol?
3. Apa penyebab kolesterol itu sendiri?
4. Apa contoh penyakit akibat kolesterol?
5. Bagaimana asuhan keperawatan untuk penyakit tersebut?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui pengertian kolesterol.
2. Untuk mengetahui klasifikasi kolesterol.
3. Untuk mengetahui penyebab kolesterol.
4. Untuk mengetahui penyakit akibat kolesterol.
5. Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang tepat pada penyakit tersebut.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kolesterol


kolesterol atau yang disebut juga dengan lemak tak jenuh merupakan substansi
seperti lilin yang warnanya putih, kolesterol secara alami sudah ada dalam tubuh
kita. Hati adalah yang memproduksi kolesterol, kolesteorol berfungsi untuk
membangun dinding sel dan juga untuk membuat hormon-hormon tertentu.
Sebenarnya tubuh manusia sudah bisa menghasilkan kolesterol sendiri, namun
karena manusia mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung lemak
sehingga menyebabkan seseorang kadar lemak dalam tubuhnya sangat berlebih.

2.2 Klasifikasi Kolesterol


Tingkat kolesterol sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu:
• Kolesterol HDL singkatan dari High-Density Lipoprotein, HDL adalah
"kolesterol baik" karena memiliki kemampuan untuk membersihkan
pembuluh darah arteri.
• Kolesterol LDL singkatan dari Low-Density Lipoprotein, LDL adalah
"kolesterol jahat" yang membuat endapan dan menyumbat pembuluh darah
arteri.

2.3 Penyebab Kolesterol


Ada banyak hal yang menjadi penyebaeb atau pemicu timbulnya kolesterol tinggi
dalam darah. Penyebab meningktaknnya kadar kolesterol paling banyak
disebabkan oleh asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, pola
hidup yang tidak sehat dan seimbang, gaya hidup yang salah dan kebiasaan buruk
yang menjadi rutinitas sehari-hari.
Berikut ini ada 2 faktor penting yang menjadi penyebab dari kolesterol yang
semakin meningkat, diantaranya adalah:

2
1. Faktor yang tidak dapat dikontrol
a. Keturunan
Apabila ada keluarga yang berkolesterol tinggi, maka besar
kemungkinannya anak memiliki bakat unutk mempunyai kolesterol yang
tinggi, resiko adanya suatu gangguan kesehatan biasa 6 kali lebih besar
menimpa anak dibanding orang tua.

b. Usia
Setelah usia 20, kolesterol cenderung meningkat. Pada pria, kolesterol
akan mudah naik setelah umur 50 tahun. pada wanita, kolesterol akan
mudah untuk naik setelah menopause.

2. Faktor yang dapat dikontrol


a. Makanan telalu banyak lemak jenuh, seperti mentega, biskuit, dan fast
food (makanan siap saji)
b. kelebihan berat badan
c. Kurang berolahraga
d. Merokok
e. Gaya hidup yang tidak sehat
f. Stress
g. Diabetes mellitus
h. Minum kopi berlelbihan
i. Diet yang salah
j. Obesitas

Adapula penyebab lainnya dari timbulnya kolesterol jahat dalam tubuh atau darah,
yaitu:
1. Konsumsi makanan yang tidak sehat
Banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat hanya akan membuat tubuh
semakin mudah terserang penyakit dan mengalami banyak keluhan gangguan

3
kesehatan. Makanan yang umumnya kita konsumsi sehari-hari pastinya
mengandung lemak, namun lemak tak selamanya buruk bagi tubuh asalkan kadar
lemak yang kita peroleh dari berbagai sumber makanan tak melebihi batas
normal. Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak atau lemak jenuh
akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh yang salah satunya adalah
kolesterol.

2. Kurang aktivitas fisik


Terlalu banyak diam atau jarang bergerak hanya akan membuat tubuh semakin
lemah dan fungsi kerja organ tubuh tidak optimal. Lakukanlah olahraga fisik
minimal 2-3 kali dalam seminggu selama 30 menit per session. Olahraga yang
teratur dan sesuai dengan kemampuan dapat membantu dalam menurunkan kadar
kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

3. Merokok
Rokok yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh yang juga
mempengaruhi sistem kardiovaskular dalam berbagai cara, termasuk
menurunkan kadar oksigen dan memicu kerusakan pada jantung. Dalam sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Dr. Adam Gepner dari sebuah University of
Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, Amerika Serikat,
mengungkapkan bahwa rokok dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah
dan membunuh kolesterol baik.

4. Umur dan jenis kelamin


Umur dan jenis kelamin juga mempengaruhi seseorang untuk terserang
kolesterol. Kolesterol dulu menghinggapi seseorang ketika usia tua, namun kini
usia muda pun rentan dengan kolesterol yang secara perlahan mulai meningkat.
Umumnya kolesterol hinggap pada pria ketika memasuki usia 40 tahun keatas
dan pada wanita umumnya ketika memasuki masa menopause.

4
5. Berat badan lebih
Jika seseorang kelebihan berat badan identik dengan tubuh yang menyimpan
banyak lemak dan kalori. Seseorang yang kelebihan berat badan pastinya rentan
terhadap suatu penyakit, bahkan penyakit kolesterol pun siap mengintai. Semakin
banyak lemak dan kolesterol yang terkandung dalam darah, semakin buruk
keadaan dan tingkat kesehatan akan mengalami gangguan. Untuk itu disarankan
melakukan diet sehat, mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak
jenuh.

2.4 Penyakit Kolesterol


Faktor risiko yang diperkirakan menjadi penyebab stroke adalah penurunan high
density lipoprotein (HDL) dan peningkatan low density lipoprotein (LDL).
Menurut Yuliaji Siswanto pada penelitiannya yang dilakukan di RS Dr. Kariadi
Semarang peningkatan kadar kolesterol LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL
merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung koroner
sendiri merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke (Siswanto, 2005).

2.5 Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
.
1. DS : - Gangguan Perubahan
DO : oklusi perfusi
      kesadaran koma, GCS 3 jaringan
      Vital sign : TD : 148/ 84 cerebral
mmhg, HR : 108 x/m, RR :
27x/m, Temp : 37,4 ° C
      Saturasi 02 : 78 %
      Sungkup O2 terpasang 8 ltr/m

5
      Hasil Ct scan : infark didaerah
basal ganglia kanan dan
perifentrikuler kiri, juga tampak
mild cerebral atrofi
2. Kelemahan,
DS :- penurunan Resiko tinggi
DO : kesadaran terhadap
   tingkat kesadaran kerusakan
koma,GCS:3 integritas kulit
3.    bedrest total Kurang
informasi Kurang
DS :- pengetahuan
DO :
   keluarga sering bertanya
tentang
penyakit dan prosedur
pengobatan

2. Diagnosa

1. Perubahan perfusi jaringan cerebral b/dermis gangguan oklusi d/d


kesadaran koma GCS 3, TD : 148/ 84 mmhg, HR : 108X/m,RR :27X/m,
Temp :37,4 ° C, saturasi 02 ; 78 %, sungkup o2 terpasang 8 ltr/m, hasil Ct
scan : infark didaerah basal gangli kanan dan perifentrikuler kiri, juga
tampak mild cerebral atrofi
2. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d kelemahan d/d
tingkat kesadaran koma, bedrest total
3. Kurang pengetahuan b/d kurang informasi d/d keluarga sering bertanya
tentang penyakit dan prosedur pengobatan

6
PERENCANAAN KEPERAWATAN

Nama : Tn. R S
Umur : 59 thn
Diagnosa medis : Stroke iskemik
Ruangan : A4

No Tujuan/ kriteria Rencana keperawatan


Diagnosa keperawatan Intervensi Rasional
hasil
1. Perubahan perfusi jaringan cerebral Tujuan : Mandiri
b/dermis gangguan oklusi d/d Perfusi jaringan     Kaji/ pantau tingkat      Mengetahui kecenderungan tingkat
kesadaran koma GCS 3, TD : 148/ cerebral kembali status neurologi. kesadaran
84 mmhg, HR : 108X/m,RR : normal     Pantau tanda- tanda      Variasi mungkin terjadi oleh karena
27X/m, Temp :37,4 ° C, saturasi KH : tanda- vital tekanan pada daerah vasomotor otak
02 ; 78 %, sungkup o2 terpasang 8 tamda vital      Reaksi pupil berguna untuk
ltr/m, hasil Ct scan : infark didaerah dalam batas     Evaluasi pupil dan menentukan apakah batang otak
basal gangli kanan dan normal, GCS catat ukuran, bentuk dan masih berfungsi atau tidak
perifentrikuler kiri, juga tampak normal reaksi terhadap cahaya      Menurunkan tekanan arteri dengan
mild cerebral atrofi     Letakkan kepala pada meningkatkan drainase dan
posisi agak ditinggikan meningkatkan sirkulasi/ perfusi
dan dalam posisi serebral
anatomis

7
Kolaborasi      Menurunkan hipoksia
     Berikan 02 sesuai
indikasi
     Membantu vasodilatasi pembuluh
     Berikan obat darah
-    anti hipertensi      Mencegah pembekuan saat
(Captopril), embolus
-    anti trombosit.(asam
acetil salicilat)      Mempertahankan volume sirkulasi
     Berikan infuse (RL
2. dan Nacl 0,9 %)
Resiko tinggi terhadap kerusakan Tujuan :
integritas kulit b/d kelemahan d/d Kerusakan
tingkat kesadaran koma, bedrest integritas kulit Mandiri      Menurunkan resiko terjadinya
total tidak terjadi      Ubah posisi setiap 2 jam trauma/ iskemia jaringan yang dapat
KH : kulit tetap menimbulkan kerusakan pada kulit
utuh, dekubitus (dekubitus )
tidak terjadi      Lakukan latihan rentang      Meningkatkan sirkulasi dan
gerak pasif membantu mencegah kontraktur
     Tinggikan tangan dan      Meningkatkan aliran balik vena
kepala
     Bantu dalam      Untuk memenuhi kebutuhan

8
pemenuhan ADL klien dan membantu mencegah
3. (makan minum, terjadinya kelembaban kulit
Keluarga BAB/BAK, mandi)
Kurang pengetahuan b/d kurang memiliki
informasi d/d keluarga sering pengetahuan
bertanya tentang penyakit dan tentang penyakit Mandiri      Meningkatkan pemahaman terhadap
prosedur pengobatan dan pengobatan      Diskusikan keadaan keadaan dan kebutuhan saat ini
Kh : keluarga patologis yang dialami      Berbagai tingkat bantuan mungkin
mengerti tentang klien diperlukan berdasarakan pada
penyakit dan      Diskusikan rencana kebutuhan secara individual
pengobatan untuk memenuhi      Merupakan suatu hal yang penting
kebutuhan klien pada kemajuan pemulihan komplikasi
     Berikan penjalasan
mengenai prosedur
perawatan dan
pengobatan

9
CATATAN PERKEMBANGAN

NAMA PASIEN : Tn.RS Dx. MEDIS : STROKE ISKHEMIK


UMUR : 59 THN RUANGAN : A4

NO.D TGL/ JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


x KEP
24 Mei 2010

I 08.00     Mengkaji / memantau S: -


tingkat status neurologi. O:kesadaran koma
08.15     Memantau tanda- tanda ( GCS 3 ), vital
08.30 vital sign
    Mengevaluasi pupil dan 90/ 60 mmhg,
mencatat ukuran, bentuk HR:92X/m,
08.40 dan reaksi terhadap RR:21X/m,
cahaya Temp:37,4°C,
    Meletakkan kepala pada Saturasi 02 ; 71 %
posisi agak ditinggikan A:masalah perfusi
dan dalam posisi anatomis Jaringan belum
08.50 teratasi
Kolaborasi P: intervensi
09.00      Memberikan 02 sesuai dilanjutkan
09.00 indikasi
     Memberikan obat
09.15 -    anti hipertensi
(Captopril),
-    anti trombosit.(asam
acetil salicilat)
II 09.30      Memberikan infuse (RL
09.40 dan Nacl 0,9 %)
S: -

10
10.00 O:tidak tampak
12.00      Mengubah posisi adanya kerusakan
     Melakukan latihan integritas kulit
rentang gerak pasif A:masalah belum
     Meninggikan tangan terjadi
dan kepala P:intervensi
III 12.30      Membantu dalam dilanjutkan
pemenuhan ADL (makan
12.50 minum, BAB/BAK, mandi) S: keluarga memiliki
pengetahuan yang
13.00 cukup mengenai
     Mendiskusikan penyakit dan
keadaan patologis yang pengobatan
dialami klien O:mau mengikuti
     Mendiskusikan rencana instruksi
untuk memenuhi kebutuhan A:masalah teratasi
klien P:observasi
25 Mei 2010      Memberikan penjelasan selanjutnya
I 08.00 mengenai prosedur
perawatan dan pengobatan
08.15 S: -
08.30 O:kesadaran koma
( GCS 3 ), vital
sign
08.40 90/ 60 mmhg,
    Mengkaji / memantau HR:92X/m,
tingkat status neurologi. RR:21X/m,
    Memantau tanda- tanda Temp:37,4°C,
vital Saturasi 02 ; 71 %
08.50     Mengevaluasi pupil dan A:masalah perfusi
mencatat ukuran, bentuk Jaringan belum
09.00 dan reaksi terhadap cahaya teratasi

11
09.00     Meletakkan kepala pada P: intervensi
posisi agak ditinggikan dan dilanjutkan
09.15 dalam posisi anatomis

Kolaborasi
II 09.30      Memberikan 02 sesuai
09.40 indikasi
     Memberikan obat
10.00 -    anti hipertensi S: -
12.00 (Captopril), O:tidak tampak
-    anti trombosit.(asam adanya kerusakan
acetil salicilat) integritas kulit
     Memberikan infuse A:masalah belum
(RL dan Nacl 0,9 %) terjadi
26 Mei 2010 P:intervensi
     Mengubah posisi dilanjutkan
I 08.00      Melakukan latihan
rentang gerak pasif
08.15      Meninggikan tangan dan
08.30 kepala S: -
     Membantu dalam O:kesadaran koma
pemenuhan ADL (makan ( GCS 3 ), vital
08.40 minum, BAB/BAK, mandi) sign
90/ 60 mmhg,
HR:92X/m,
RR:21X/m,
Temp:37,4°C,
08.50     Mengkaji / memantau Saturasi 02 ; 71 %
tingkat status neurologi. A:masalah perfusi
09.00     Memantau tanda- tanda Jaringan belum
09.00 vital teratasi
    Mengevaluasi pupil dan P: intervensi

12
09.15 mencatat ukuran, bentuk dilanjutkan
dan reaksi terhadap cahaya
    Meletakkan kepala pada
II 09.30 posisi agak ditinggikan dan
09.40 dalam posisi anatomis

10.00 Kolaborasi
12.00      Memberikan 02 sesuai S:
indikasi O:tidak tampak
     Memberikan obat adanya kerusakan
-    anti hipertensi integritas kulit
(Captopril), A:masalah belum
-    anti trombosit.(asam terjadi
acetil salicilat) P:intervensi
     Memberikan infuse dilanjutkan
(RL dan Nacl 0,9 %)

     Mengubah posisi


     Melakukan latihan
rentang gerak pasif
     Meninggikan tangan dan
kepala
     Membantu dalam
pemenuhan ADL (makan
minum, BAB/BAK, mandi)

Setelah penulis menerapkan asuhan keperawatan pada pasien Tn.RS


dengan gangguan system persyarafan stroke iskemik di ruang RA4 RSUP Haji

13
Adam malik Medan, maka penulis membahas kesenjangan antara teoritis dan
kasus secara nyata. Pembahasan ini sesuai dengan tahap proses keperawatan mulai
dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Asuhan keperawatan pada Tn. P dilaksanakan selama 3 hari, yaitu dari
tanggal 24 Mei 2010 sampai 26 Mei 2010. Dalam hal ini penulis berperan sebagai
perawat pelaksana asuhan keperawatan dan kerja sama dengan tim kesehatan
lainnya.
Adapun uraian pembahasan mengenai asuhan keperawatan yang telah
diberikan kepada pasien adalah:

A.    Tahap Pengkajian


Dalam tahap pengkajian pasien dengan apendiktomi dimana pada tinjauan
teoritis terdapat kelelahan, nyeri post operasi, cemas, lemah, lelah, dan pada
laporan kasus ditemukan hal – hal tersebut.

B.     Diagnosa Keperawatan


Adapun diagnosa keperawatan yang terdapat di landasan teoritis adalah:
1. Perubahan perfusi jaringan serebral b/d gangguan oklusif, haemorrhagic,
vasospasme serebral, edema serebral, d/d perubahan tingkat kesadaran,
kehilangan memori, perubahan dalam respon motorik/ sensorik, gelisah
defisit sensori, bahasa, intelektual, dan emosi, perubahan tanda-tanda vital.
2. Kerusakan mobilitas fisik b/d kelemahan, parestesia, kerusakan perceptual/
kognitif d/d ketidakmampuan bergerak, kerusakan kordinasi, keterbatasan
rentang gerak, penurunan kekuatan/ kontrol otot.
3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan pengobatan b/d keterbatasan
kognitif, kesalahan interpretasi informasi, kurang mengingat, tidak
mengenal sumber-sumber informasi d/d meminta informasi, pernyataan
kesalahan informasi.

Berdasarkan landasan teoritis pada pasien dengan stroke iskemik terdapat tiga
diagnosa keperawatan dan yang ditemukan pada kasus terdapat tigat diagnosa
keperawatan.

14
C.    Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan pada kasus didasarkan pada prioritas masalah yang
sebelumnya telah dilakukan setelah pelaksanaan analisa data yang antara lain:
1.  Prioritas tertinggi diberikan kepada masalah kesehatan yang mengancam
keselamatan / kehidupan px antara lain:
         Perubahan perfusi jaringan cerebral
         Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit
         Kurang pengetahuan

2.  Prioritas masalah juga disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dasar manusia


menurut hirarki Maslow.

D.    Tahap Pelaksanaan


Dalam melaksanakan tindakan keperawatan disesuaikan dengan masalah yang
dihadapi pasien sehingga masalah tersebut dengan mudah dapat diatasi. Secara
garis besar, tindakan yang diberikan pada pasien antara lain:
         Mengatur posisi klien dengan posisi semi fowler
         Memantau O2 yang terpasang
         Mengukur tanda-tanda vital
         Mengajarkan klien untuk rentang gerak ekstremitas aktif
         Memantau keluaran urine
         Memberi lingkungan yang tenang
         Memberi obat sesuai indikasi

E.     Tahap Evaluasi


Adapun hasil evaluasi terhadap tindakan keperawatan dapat dikatakan bahwa
ketiga diagnosa keperawatan dapat diantara:
         Nyeri semakin berkurang
         Dapat mencapai peningkatan toleransi aktivitas
         Dapat mengetahui tentang stroke iskemik

15
BAB III
PENUTUP

16
3.1 Kesimpulan
4. Pada tahap pengkajian penulis melakukan pendekatan terhadap pasien dan
keluarga sehingga data yang mencakup bio, psiko, sosial, dan spiritual
dapat dikumpulkan dengan baik.
5. Pada tahap diagnosa keperawatan penulis menemukan enam diagosa pada
Tn. RS yaitu: Perubahan perfusi jaringan cerebral, Resiko tinggi terhadap
kerusakan integritas kulit , Kurang pengetahuan
6. Pada tahap perencanaan penulis memfokuskan pada rencana tindakan
sesuai dengan masalah dan kondisi klien.
7. Pada tahap pelaksanaan penulis melaksanakan tindakan sesuai dengan
rencana yang telah ditentukan.
8. Pada tahap evaluasi penulis melakukan penilaian terhadap implementasi
yang telah dilakukan.

3.2 Saran
Penulis menyadari,dalam penyusunan makalah ini belum sepenuhnya
sempurna.untuk itudapat kiranya memberikan kritik dan saran mengenai
makalah ini. Walaupun demikian penulis berharap semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

1.Dali S. Naga, Pengantar Teori kolesterol(Jakarta: Besbats, 1992),h.306.

17
2.Ronald K. Hambleton, H. Swaminathan dan H. Jane Rogers,
3.Fundamentals keperawatan(London: Sage Publications, 1991), hh. 12-13.
Hambleton, Ronald K., H. Swaminathan, dan H. Jane Rogers.
Fundamentals of Item Response Theory (London: Sage
Publications, 1991),

file:///E:/FD/SEMESTER%202/BIOKIMIA/TUGAS%20KELOMPOK
%2003/referensi/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

file:///E:/FD/SEMESTER%202/BIOKIMIA/TUGAS%20KELOMPOK
%2003/referensi/1596-3272-2-PB.pdf

18