Anda di halaman 1dari 11

BAB I

TINJAUAN UMUM
1.1 Hydropower
Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat, karena pada
air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir).
Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir. Energi
yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis
maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air banyak dilakukan dengan menggunakan
kincir air atau turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di
sungai. Sejak awal abad 18 kincir air banyak dimanfaatkan sebagai penggerak
penggilingan gandum, penggergajian kayu dan mesin tekstil. Memasuki abad 19 turbin
air mulai dikembangkan.
Besarnya tenaga air yang tersedia dari suatu sumber air bergantung pada besarnya
head dan debit air. Dalam hubungan dengan reservoir air maka head adalah beda
ketinggian antara muka air pada reservoir dengan muka air keluar dari kincir air/turbin
air. Total energi yang tersedia dari suatu reservoir air adalah merupakan energi potensial
air yaitu :
E = mgh .............................................................................(1.1)

dengan
m adalah massa air
h adalah head (m)
m
g adalah percepatan gravitasi  2 
s 
E 
Daya merupakan energi tiap satuan waktu   , sehingga persamaan (1.1) dapat
t 
dinyatakan sebagai :
E m
= gh
t t
E  m 
Dengan mensubsitusikan P terhadap   dan mensubsitusikan ρQ terhadap  
t  t 
maka :
P = ρQgh ..........................................................................(1.2)

1
dengan
P adalah daya (watt) yaitu
m  3

Q adalah kapasitas aliran  

 s 

ρ adalah densitas air  kg3 


m 
Selain memanfaatkan air jatuh hydropower dapat diperoleh dari aliran air datar. Dalam
hal ini energi yang tersedia merupakan energi kinetik
1
E= mv 2 ..........................................................................(1.3)
2
dengan
m 
v adalah kecepatan aliran air  
s
Daya air yang tersedia dinyatakan sebagai berikut :
1
P= ρQv 2 ......................................................................(1.4)
2
atau dengan menggunakan persamaan kontinuitas Q = Av maka
1
P= ρAv 3 ......................................................................(1.5)
2

dengan
A adalah luas penampang aliran air (m 2 )

1.2 Kincir Air (Water Wheel)


Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik
berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa tipe kincir air yaitu :
1. Kincir Air Overshot
2. Kincir Air Undershot
3. Kincir Air Breastshot
4. Kincir Air Tub

2
1.2.1 Kincir Air Overshot
Kincir air overshot bekerja bila air yang mengalir
jatuh ke dalam bagian sudu-sudu sisi bagian atas,
dan karena gaya berat air roda kincir berputar.
Kincir air overshot adalah kincir air yang paling
banyak digunakan dibandingkan dengan jenis
Gambar 1.1 Kincir air Overshot
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower kincir air yang lain.

Keuntungan
► Tingkat efisiensi yang tinggi dapat mencapai 85%.
► Tidak membutuhkan aliran yang deras.
► Konstruksi yang sederhana.
► Mudah dalam perawatan.
► Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.
Kerugian
► Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air,
sehingga memerlukan investasi yang lebih banyak.
► Tidak dapat diterapkan untuk mesin putaran tinggi.
► Membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penempatan.
► Daya yang dihasilkan relatif kecil.

3
1.2.2 Kincir Air Undershot
Kincir air undershot bekerja bila air yang
mengalir, menghantam dinding sudu yang
terletak pada bagian bawah dari kincir air. Kincir
air tipe undershot tidak mempunyai tambahan
keuntungan dari head.Tipe ini cocok dipasang
pada perairan dangkal pada daerah yang rata.
Tipe ini disebut juga dengan ”Vitruvian”. Disini
aliran air berlawanan dengan arah sudu yang
Gambar 1.2 Kincir air Undershot
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower memutar kincir.

Keuntungan
 Konstruksi lebih sederhana
 Lebih ekonomis
 Mudah untuk dipindahkan
Kerugian
 Efisiensi kecil
 Daya yang dihasilkan relatif kecil

1.2.3 Kincir Air Breastshot


Kincir air Breastshot merupakan perpaduan
antara tipe overshot dan undershot dilihat dari
energi yang diterimanya. Jarak tinggi jatuhnya
tidak melebihi diameter kincir, arah aliran air
yang menggerakkan kincir air disekitar sumbu
Gambar 1.3 Kincir air Breastshot poros dari kincir air. Kincir air jenis ini
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower
menperbaiki kinerja dari kincir air tipe under shot
Keuntungan
► Tipe ini lebih efisien dari tipe under shot
► Dibandingkan tipe overshot tinggi jatuhnya lebih pendek
► Dapat diaplikasikan pada sumber air aliran datar

4
Kerugian
► Sudu-sudu dari tipe ini tidak rata seperti tipe undershot (lebih rumit)
► Diperlukan dam pada arus aliran datar
► Efisiensi lebih kecil dari pada tipe overshot

1.2.4 Kincir Air Tub


Kincir air Tub merupakan kincir air yang
kincirnya diletakkan secara horisontal dan sudu-
sudunya miring terhadap garis vertikal, dan tipe
ini dapat dibuat lebih kecil dari pada tipe overshot
maupun tipe undershot. Karena arah gaya dari
pancuran air menyamping maka, energi yang

Gambar 1.4 Kincir air Breastshot diterima oleh kincir yaitu energi potensial dan
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower
kinetik.
Keuntungan
• Memiliki konstruksi yang lebih ringkas
• Kecepatan putarnya lebih cepat
Kerugian
• Tidak menghasilkan daya yang besar
• Karena komponennya lebih kecil membutuhkan tingkat ketelitian yang
lebih teliti

1.2.5 Penggunaan Kincir Air


Mesin penggiling gandum
Mesin penggiling gandum dengan penggerak kincir air sudah digunakan sejak
abad pertama sebelum masehi, pada jaman kerajaan Romawi dan walaupun terkesan
kuno tapi mesin penggiling ini masih tetap dipakai sampai sekarang.
Mesin pemintal benang
Mesin pemintal benang yang digerakan oleh kincir air ini pertama kali
diperkenalkan oleh dua insinyur Inggris, adalah Richards Arkwright dan James
Hargreaves yang pada tahun 1773. dan mulai dibuat di USA pada tahun 1780-an. Pada

5
abad ke-19 penggunaan mesin ini sudah digunakan untuk pembuatan secara massal, jadi
orang tidak lagi membuat pakaiannya sendiri.
Mesin gergaji kayu
Mesin gergaji kayu dengan penggerak kincir air banyak ditemukan di New
England,USA, pada tahun 1840-an
Mesin tekstil
Mesin tekstil dengan penggerak kincir air ini digunakan oleh industri tekstil pada
abad ke-19. karena sumber energinya berupa air, maka pengeluaran untuk produksi dapat
diminimalisir. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, lambat laun mesin ini
mulai ditinggalkan

1.3 Turbin air


Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan digunakan secara luas untuk
pembangkit tenaga listrik.. Turbin air mengubah energi potensial air menjadi energi
mekanis. Energi mekanis diubah dengan generator listrik menjadi tenaga listrik.
Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi
mekanis, turbin air dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin
reaksi.
Tabel 1.1 Pengelompokan Turbin

high head medium head low head

impulse turbines Pelton cross-flow cross-flow


Turgo multi-jet Pelton
Turgo

reaction turbines Francis propeller


Kaplan

1.3.1. Turbin Impuls


Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pda nozle. Air keluar nozle
yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu arah
kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impulse). Akibatnya
roda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah turbin tekanan sama karena aliran air

6
yang keluar dari nosel tekanannya adalah sama dengan tekanan atmosfir sekitarnya.
Semua energi tinggi tempat dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah
menjadi energi kecepatan.

1.3.1.12 Turbin Pelton

Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton


terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran
air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang
disebut nosel. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis
Gambar 1.5 Turbin Pelton turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin
Sumber.
yang cocok digunakan untuk head tinggi.
http://en.wikipedia.org/wiki/pelton_whee
l

Gambar 1.6a. Nozle


Sumber: http://europa.eu.int/en/comm/dg17/hydro/layman2.pdf

Gambar 1.6b. Nozle


Sumber: http://europa.eu.int/en/comm/dg17/hydro/layman2.pdf

Bentuk sudu turbin terdiri dari dua bagian yang simetris. Sudu dibentuk sedemikian
sehingga pancaran air akan mengenai tengah-tengah sudu dan pancaran air tersebut akan
berbelok ke kedua arah sehinga bisa membalikkan pancaran air dengan baik dan
membebaskan sudu dari gaya-gaya samping. Untuk turbin dengan daya yang besar,

7
sistem penyemprotan airnya dibagi lewat beberapa nosel. Dengan demikian diameter
pancaran air bisa diperkecil dan ember sudu lebih kecil.

Gambar 1.7 Turbin Pelton dengan banyak nozle


Sumber. http://en.wikipedia.org/wiki/pelton_wheel

Turbin Pelton untuk pembangkit skala besar membutuhkan head lebih kurang 150 meter
tetapi untuk skala mikro head 20 meter sudah mencukupi.

1.3.1.12 Turbin Turgo


Turbin Turgo dapat beroperasi pada head 30 s/d 300 m. Seperti turbin pelton
turbin turgo merupakan turbin impulse, tetapi sudunya berbeda. Pancaran air dari nozle
membentur sudu pada sudut 20 o. Kecepatan putar turbin turgo lebih besar dari turbin
Pelton. Akibatnya dimungkinkan transmisi langsung dari turbin ke generator sehingga
menaikkan efisiensi total sekaligus menurunkan biaya perawatan.

Gambar 1.8. Sudu turbin Turgo dan nozle


Sumber: http://europa.eu.int/en/comm/dg17/hydro/layman2.pdf

8
1.3.1.12 Turbin Crossflow
Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell-Banki
yang merupakan penemunya. Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang merupakan
perusahaan yang memproduksi turbin crossflow. Turbin crossflow dapat dioperasikan
pada debit 20 litres/sec hingga 10 m3/sec dan head antara 1 s/d 200 m.

Gambar 1.9. Turbin Crossflow


Sumber: http://europa.eu.int/en/comm/dg17/hydro/layman2.pdf

Turbin Zcrossflow menggunakan nozle persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan
lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi
energi kinetik menjadi energi mekanis. Air mengalir keluar membentur sudu dan
memberikan energinya (lebih rendah dibanding saat masuk) kemudian meninggalkan
turbin. Runner turbin dibuat dari beberapa sudu yang dipasang pada sepasang piringan
paralel.

Gambar 1.10. Turbin Crossflow


Sumber: http://home.carolina.rr.com/microhydro

9
1.3.2. Turbin Reaksi
Sudu pada turbin reaksi mempunyai profil khusus yang menyebabkan terjadinya
penurunan tekanan air selama melalui sudu. Perbedaan tekanan ini memberikan gaya
pada sudu sehingga runner (bagian turbin yang berputar) dapat berputar. Turbin yang
bekerja berdasarkan prinsip ini dikelompokkan sebagai turbin reaksi. Runner turbin
reaksi sepenuhnya tercelup dalam air dan berada dalam rumah turbin.

1.3.2. Turbin Francis


Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara
sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar.
Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu pengarah mengarahkan air masuk
secara tangensial. Sudu pengarah pad turbin Francis dapat merupakan suatu sudu
pengarah yang tetap ataupun sudu pengarah yang dapat diatur sudutnya. Untuk
penggunaan pada berbagai kondisi aliran air penggunaan sudu pengarah yang dapat
diatur merupakan pilihan yang tepat.

Keterangan gambar ;
1. Generator Rotor
2. Generator Stator
3. Turbine Shaft
4. Runner
5. Turbine Head Cover
6. Stay Ring Discharge Ring
7. Supporting Cone
8. Guide Vane
9. Operating Ring
10. Guide Vane Servomotor
11. Lower Guide Bearing
12. Thrust Bearing
13. Upper Guide Bearing
14. Spiral Case
15. Draft Tube Cone

Gambar 1.10. Turbin Francis


Sumber. http://en.wikipedia.org/wiki/francis_turbine

10
Gambar 1.11. Sketsa Turbin Francis
Sumber : http://lingolex.com/bilc/engine.html

1.3.2. Turbin Kaplan & Propeller


Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial. Turbin ini tersusun
dari propeller seperti pada perahu.. Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga
enam sudu.

Gambar 1.11. Turbin Kaplan


Sumber. http://en.wikipedia.org/wiki/Kaplan_turbine

11