Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

KESIMPULAN

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronik yag menyerang berbagai


organ tubuh yang terutama adalah organ paru-paru. Penyakit TB disebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis yang merupakan bakteri tahan asam. Dengan
peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya menjadikan TB sebagai salah
satu penyebab kematian di negara negara berkembang seperti Indonesia.
Pengobatan yang lama dan kurang nya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit
ini menjadikan kesulitan dalam mengurangi penyakit ini.
Penyakit Tuberkulosis ditegakkan berdasarkan anamnesis yaitu ditemukan
gejala respiratorik dan sistemik, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
yaitu dengan pemeriksaan dahak dan dan foto rontgen thorak. Penegakan
diagnosa dan tatalaksana TB paru yang diterapkan pada pasien ini sudah sesuai
dengaan panduan yang ada. Penatalaksanan yang diberikan berupa
penatalaksanaan farmakologi yaitu berupa 2HRZE dan nonfarmakologi berupa
edukasi kepada pasien dan keluarganya terhadap penyakitnya.
Sedangkan pada pengobatan pasien TB dengan gizi buruk dibutuhkan
tatalaksana khusus dimana TB paru sendiri dapat menyebabkan atau
memperburuk keadaan gizi buruk dari pasien, sehingga selain mengobati TB paru
diperlukan tatalaksana seperti suplementasi multivitamin dan mineral agar dapat
menggantikan kebutuhan yang tidak didapatkan pada dieat makanan saja seperti
vitamin A, B, C, dan E, kemudian zinc dan selenium.

35