Anda di halaman 1dari 12

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS

TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2021/22.1 (2021.2)

Nama Mahasiswa : Mulyo Nugroho

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042121795

Tanggal Lahir : 17 Agustus 1993

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4434 / Sistem Informasi Manajemen

Kode/Nama Program Studi : 54 / Manajemen S1

Kode/Nama UPBJJ : 42 / Semarang

Hari/Tanggal UAS THE : Jum’at / 21 / 01 / 2022

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN
UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Mulyo Nugroho


NIM : 042121795
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4434 / Sistem Informasi Manajemen
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : S1 Manajemen
UPBJJ-UT : Semarang

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Pati, 21 Januari 2022

Yang Membuat Pernyataan

Mulyo Nugroho
1. a). Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah
lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Pada data yang diolah
melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat
suatu keputusan, dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan lain yang akan
membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat
suatu model, dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus informasi.
Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data.

Gambar Siklus Informasi

b). Adanya pengendalian pada sistem bertujuan agar sistem dapat menghasilkan informasi yang handal
untuk pengambilan keputusan. Pengendalian berfungsi mendorong efisiensi operasi dan
mengupayakan agar tujuan dari sistem tersebut tercapai. Sistem pengendalian berguna untuk
mencegah dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem pengendalian juga dapat digunakan
untuk mengecek kesalahan-kesalahan yang terjadi sehingga dapat dikoreksi.
Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen adalah sistem untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan
strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Pengendalian manajemen merupakan
tingkatan taktik, yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya
perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yang dijalankan biasanya bersifat jangka
pendek, kurang, atau sama dengan satu tahun.
Dalam pengendalian manajemen, terdapat proses yang menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh
manajer. Proses pengendalian manajemen terdiri atas tahapan pembuatan program kerja
(programming), penyusunan anggaran (budgetting), pelaksanaan dan pengukuran (operating and
measurement), serta pelaporan dan analisis (reporting and analysis)
Pengendalian Operasi
Pengendalian Operasi adalah sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah
dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasi ini merupakan penerapan program yang
telah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi dilakukan di bawah pedoman
proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas-tugas tingkat bawah.
Kegiatan-kegiatan dalam manajemen tingkat atas lebih menjurus ke perencanaan jangka panjang dan
penentuan-penentuan strategi. Lebih bawah tingkatannya, kegiatan manajemen lebih menjurus ke hal-
hal yang sifatnya terperinci dan operasional.

c). Dari beberapa sudut pandangan, sistem terbagi menjadi 4 klasifikasi :


1. Sistem abstrak dan fisik
 Sistem Abstrak : Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara Fisik.
Misalnya : sistem agama.
 Sistem Fisik : Sistem yang keberadaannya dapat dilihat secara fisik. Misalnya : perusahaan,
komputer.
2. Sistem alamiah dan buatan
 Sistem alamiah (natural system) : Sistem yang terbentuk melalui proses alami. Misalnya : sistem
tatasurya, pencernaan.
 Sistem buatan manusia : Sistem yang dirancang dan dibangun oleh manusia yang melibatkan
interaksi dengan mesin. Misalnya : sistem produksi di pabrik.

BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

3. Sistem tertentu dan tidak tertentu (probabilistic system)


 Sistem tertentu (deterministic system) : Sistem yang cara beroperasinya sudah dapat diprediksi,
interaksi-interaksi didalamnya dapat dideteksi dengan pasti dan outputnya dapat diramalkan.
Misalnya : pengolahan data (komputer)
 Sistem tak tentu : Sistem yang outputnya tidak dapat diprediksi dengan pasti karena mengandung
unsur probabilitas.
4. Sistem tertutup dan terbuka (open system)
 Sistem tertutup : sistem yang tidak berhubungan dengan dunia luar dan tidak terpengaruh dengan
lingkungan luarnya (bekerja secara otomatis). Sebenarnya sistem tertutup tidak
ada yang ada adalah relatif tertutup.
 Sistem terbuka : Sistem yang mempunyai hubungan dengan dunia luar dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan ouput
untuk subsistem yang lain.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Bahan Ajar Mandiri


Bahan ajar merupakan komponen penting dalam sistem PTJJ. Mahasiswa sangat bergantung pada
bahan ajar yang tersedia karena mereka banyak belajar mandiri. Oleh karena itu, institusi suatu PTJJ
harus menyediakan bahan ajar yang lengkap dan interaktif bagi mahasiswanya, agar mereka dapat
belajar mandiri. Bagi PTJJ bahan ajar bukan saja dalam bentuk cetak seperti modul atau buku teks,
tetapi juga dilengkapi dengan bahan ajar noncetak seperti audio, video, dan bahan ajar berbasis
komputer seperti CAl, web dan online.
Proses Pembelajaran
Ciri khas PTJJ adalah terpisahnya mahasiswa dengan dosen dalam proses pembelajaran. Mahasiswa
dapat memanfaatkan berbagai bahan belajar yang tersedia dengan pola dan strategi belajar yang
dimilikinya. Terdapat tiga jenis interaksi yang perlu diketahui oleh para praktisi PTJJ, yaitu interaksi
antara mahasiswa-materi bahan ajar, interaksi antara mahasiswa-tutor, dan interaksi antarmahasiswa.
Tugas penyelenggara PTJJ adalah menyediakan fasilitas agar ketiga jenis interaksi tersebut dapat
terjadi, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhannya. Sering ditemukan
bahwa institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh hanya memfokuskan diri untuk mengembangkan
satu jenis interaksi saja, sehingga jenis interaksi yang lain tidak berkembang dengan baik. Hal ini
perlu dihindari mengingat mahasiswa PTJJ memiliki gaya belajar yang berbeda.
1. Tipe informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen :
a). Informasi Pengumpulan Data
Informasi pengumpulan data merupakan informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data
untuk menjawab pertanyaan berikut. (Apakah saya sudah mengerjakannya dengan baik atau belum ?).
Informasi ini berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personel-personelnya
b). Informasi Pengarahan Perhatian
Informasi pengarahan perhatian merupakan informasi untuk membantu manajemen memusatkan
perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang, ketidakberesan, ketidakefisienan, dan
kesempatan-kesempatan yang dapat dilakukan. Informasi ini untuk menjawab pertanyaan berikut.
(Permasalahan apakah yang seharusnya saya amati?) Informasi ini akan membantu manajemen
menengah untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
c). Informasi Pemecahan Masalah
Informasi pemecahan masalah (problem solving information) merupakan informasi untuk membantu
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Informasi ini untuk
menjawab pertanyaan berikut. (Manakah yang terbaik dari beberapa cara melakukan pekerjaan?)
Problem solving biasanya dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulang-ulang serta
situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas.
b). Karakteristik informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan manajemen :
1. Kepadatan Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci (detail) dan kurang
padat karena digunakan untuk pengendalian operasi. Untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, terdapat karakteristik informasi yang semakin tersaring (terfilter), lebih ringkas, dan
padat.
2. Luas Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya terfokus pada suatu masalah tertentu
karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas khusus. Untuk manajemen yang lebih
tinggi tingkatannya, dibutuhkan informasi dengan karakteristik informasi yang semakin luas karena
manajemen atas berhubungan dengan masalah yang luas.
3. Frekuensi Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, frekuensi informasi yang diterimanya adalah rutin karena
digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang terstruktur dengan pola yang berulang-
ulang dari waktu ke waktu. Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, frekuensi informasinya
adalah tidak rutin adhoc (mendadak) karena manajemen atas berhubungan dengan pengambilan
keputusan tidak terstruktur yang pola waktunya tidak jeals.
4. Skedul Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, informasi yang diterimanya mempunyai jadwal atau skedul yang
jelas dan periodik karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang terstruktur.
Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, skedul informasinya adalah tidak terskedul karena
manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak terstruktur.
5. Waktu Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah informasi historis karena
digunakan oleh manajer bawah dalam pengendalian operasi yang memeriksa tugas-tugas rutin yang
sudah terjadi. Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, waktu informasinya lebih ke masa
depan berupa informasi prediksi karena digunakan oleh manajemen atas untuk pengambilan
keputusan strategis yang menyangkut nilai masa depan.

6. Akses Informasi
Manajemen tingkat bawah membutuhkan informasi yang periodenya jelas dan berulang-ulang
sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi yang memberikan dalam bentuk laporan
periodik. Dengan demikian, akses informasi untuk manajemen bawah dapat tidak secara online, tetapi
dapat secara offline. Sebaliknya, untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, periode informasi
yang dibutuhkannya tidak jelas sehingga manajer-manajer tingkat atas perlu disediakan akses online
untuk mengambil informasi kapan punmereka membutuhkannya.

7. Sumber Informasi
Oleh karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pada pengendalian operasi internal perusahaan,
manajer-manajer tingkat bawah lebih membutuhkan informasi dengan data yang bersumber dari
internal perusahaan sendiri. Semakin bawah tingkatannya, manajer-manajer juga membutuhkan
informasi yang sumber datanya berasal dari transaksi keuangan perusahaan. Akan tetapi, manajer-
manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategis yang berhubungan dengan
lingkungan luar perusahaan sehingga membutuhkan informasi dengan data yang bersumber pada
eksternal perusahaan.

c). Tipe dan karakteristik yang mendasari keputusan yang telah diambil oleh manajemen PT Matahari
dalam penutupan beberapa gerai yang dikelolanya :
Informasi Pemecahan Masalah
Informasi pemecahan masalah (problem solving information) merupakan informasi untuk
membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Informasi ini untuk menjawab pertanyaan berikut. (Manakah yang terbaik dari beberapa cara
melakukan pekerjaan?) Problem solving biasanya dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang
tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen
tingkat atas.
Frekuensi Informasi
Untuk manajemen tingkat bawah, frekuensi informasi yang diterimanya adalah rutin karena
digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang terstruktur dengan pola yang
berulang-ulang dari waktu ke waktu. Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, frekuensi
informasinya adalah tidak rutin adhoc (mendadak) karena manajemen atas berhubungan dengan
pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola waktunya tidak jelas.

3. Tapscott et al (2000) menggolongkan tipologi model bisnis secara elektronik (e-business)


ke dalam lima macam model berdasarkan tingkat kontrol ekonomis dan tingkat nilai integrasinya
yaitu agora, agregasi, aliansi, rantai nilai, dan jaringan distribusi.
a). Agora adalah suatu e-business yang merupakan suatu  tempat dimana pembeli dan penjual
bertemu untuk melakukan transaksi.
b). Agregasi (aggregations) adalah e-business yang menggabungkan (Agregasi) beberapa pemasok
kedalam satu buah toko online yang nyaman. (control mengorganisasikan sendiri, agregasi
rendah)
c). Aliansi (alliance) adalah kerjasama beberapa anggota untuk mencapai tujuan teertentu. (control
mengorganisasikan sendiri, agregasi tinggi)
d). Rantai nilai (value chain) adalah jaringan integrasi vertikal yang menambah nilai ke input
berikutnya. Rantai nilai ini akan menyampaikan bagaiman nilai-nilai kepada pelanggan  yaitu
nilai-nilai yang dapat disediakan oleh perusahaan disekitar produk atau jasa yang dijual seperti :
kecepatan layanan, nyaman, personalia, dan harga.
e). Jaringan distrubusi (distrubutiv network) menyediakan jasa mengalokasikan dan
mendistribusikan daripada memproduksi dan mebeli barang-barang, jasa dan informasi

Anda mungkin juga menyukai