Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

PENGUJIAN KOMPONEN ELEKTRONIS


UNIT : 1

NAMA : I NYOMAN YULIARSA


NIM : 33661
HARI : RABU
TANGGAL : 01-03-2011

LABORATORIUM ELEKTONIKA DASAR


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2011
I. Pendahuluan
A. Tujuan
a) Pada praktikum kali ini diadakan pengukuran terhadap komponen-komponen
elektronika seperti resistor, kapasitor, dioda, dan transistor.
b) Nilai dari hasil pengukuran komponen akan dituangkan dalam makalah ini dan
akan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan dari praktikum yang telah
dilakukan.

B. Landasan Teori
Resistor
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi
jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor
bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon.
Hukum Ohm:
V = IR
- Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh
suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya
udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain.
Kapasitor terdiri dari kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.
- Dioda
Dioda termasuk komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor.
Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah
saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu
sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N.
Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi
N.
P N

Anoda Katoda

- Transistor
Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai
prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped
yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua
jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara
emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah
transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda
emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau
disingkat dengan dioda kolektor.

- Potensiometer
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang
membentuk pembagi tegangan dapat disetel.[1] Jika hanya dua terminal yang
digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan
sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk
mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat.
Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai
transduser, misalnya sebagai sensor joystick.

II. Alat dan bahan


- Avometer
- Resistor
- Kapasitor
- Dioda
- Transistor
- Kawat penghubung
- Kabel jumper

III.Hasil pengujian
a. Pengujian resistor
No Kode warna Nilai Nilai Toleransi Nilai susut
terbaca terukur
1. coklat - hitam – 100 Ω 98,1 Ω 10% 1,9 Ω
coklat - perak
2. merah – merah – 2200 Ω 2,160 KΩ 10% 40 Ω
merah– perak
3. Coklat – hitam – 10 x 103 Ω 9,80 KΩ 5% 120 Ω
orange – emas
4. coklat – hitam – 1000 Ω 992 Ω 5% 8Ω
merah - emas
5. Coklat – hitam – 1 MΩ 0,997 MΩ 10% 3 KΩ
hijau - perak

b.Pengujian Potensio
Posisi 45 derajat = 1,55 KΩ Posisi 135 derajat = 5,49 KΩ
Posisi 90 derajat = 3,04 KΩ Posisi max = 10,77 Ω

C. Pengujian Light Dependent Resistor (LDR)


a. Keadaan terbuka = 242,2 Ω
b. Keadaan terhalang telapak tangan = 0,4 KΩ
c. Keadaan tertutup jari secara rapat = 2,1 KΩ
D. Pengujian Tahanan Transformator (Trafo)
No. Kumparan Besarnya Tahanan Kumparan Sekunder Besarnya tahanan
Primer
1 0 dengan 110 132 Ω 0 dengan 12 4Ω
2 0 dengan 220 272 Ω 0 dengan 9 2,3 Ω
3 110 dengan 220 145 Ω 12 dengan 12 4,7 Ω
4 15 dengan 15

E. Pengujian NTC dan PTC


Posisi netral NTC = 2,0 Ω Posisi dipanasi NTC = 1,4 Ω
Posisi netral PTC = 2,5 Ω Posisi dipanasi PTC = 2,8 Ω

e. Pengujian kapasitor
Kapasitor 10 K 100 K 220 K 1 µF
Terukur 10,22 nF 52 nF 227 nF 0,9 nF
F. Pengujian diode
Merah dengan anoda, hitam dengan Hitam dengan anoda, Merah dengan
katoda katoda
2,2 MΩ ~ (Over load)

g. Pengujian transistor PNP


Merah ke basis, Merah ke basis, Merah ke kolektor,
Transistor PNP hitam ke kolektor hitam ke emitor hitam ke emitor
~ (Over load) ~ (Over load) ~ (Over load)
2SA 671
Hitam ke basis, Hitam ke basis, Hitam ke kolektor,
merah ke kolektor merah ke kolektor merah ke emitor
3,6 MΩ 3,71 MΩ ~ (Over load)

Pengujian transistor NPN


Merah ke basis, Merah ke basis, Merah ke kolektor,
Transistor NPN hitam ke kolektor hitam ke emitor hitam ke emitor
3,63 MΩ 3,69 MΩ ~ (Over load)
2SC 1061
Hitam ke basis, Hitam ke basis, Hitam ke kolektor,
merah ke kolektor merah ke kolektor merah ke emitor
~ (Over load) ~ (Over load) ~ (Over load)

163 Analisa hasil pengujian


a. Pengujian resistor
Pada pengujian resistor dapat dilihat bahwa didalam kehidupan sebenarnya nilai
resistansi suatu resistor tidak selalu sesuai dengan spesifikasi warna gelang resistor
tersebut. Resistor memiliki nilai toleransi yang dapat memberikan nilai kerja
resistansi minimal dan maksimal.

b. Pengujian potensio
Pada pengujian potensio nilai hambatan dapat diubah – ubah berdasarkan putaran dari
potensio tersebut. Dengan putaran ke kanan pada sudut 45 derajat sampai putaran max,
hambatan menjadi semakin tinggi.

c. Pengujian LDR
LDR bekerja berdasarkan terang dan redupnya keadaan sekitar. Dengan menutup LDR
berarti hambatan yang diperolehnya akan semakin besar.

d. Pengu jian Trafo


Pada pengujian trafo tanpa tegangan hanya dihitung hambatan pada setiap kumparan
primer dan sekunder, pada kumparan primer hambatan yang diperoleh lebih besar dari
pada sisi sekunder. Hal ini disebabkan Tegangan yang akan dihasilkan pada kumparan
sekunder jauh lebih besar.

e. Pengujian Kapasitor
Pengujian kapasitor dengan menghitung besarnya dalam satuan Farad .

f. Pengujian dioda
Pada pengujian dioda, jika kaki anoda dihubungkan dengan probe merah dan kaki
katoda di hubungkan dengan probe hitam, maka dioda akan bekerja dalam mode
forward bias, sehingga arus pun dapat mengalir yang juga dapat menyebabkan suatu
hambatan (tergantung dari jenis dioda itu). Sedangkan jika kaki anoda dihubungkan
dengan probe hitam dan kaki katoda di hubungkan dengan probe merah, maka dioda
akan bekerja dalam mode reverse bias, yaitu arus akan terblokir sesuai sifat dioda.
Dapat dilihat dari hasil pengukuran akan terukur Over Load.

g. Pengujian transistor PNP


Dari hasil pengujian didapat bahwa transistor jenis PNP dapat mengalirkan arus
hanya pada saat probe merah (+) dihubungkan ke emitor atau ke kolektor dan probe
hitam (-) dihubungkan ke basis. Sedangkan pada keadaan lain tidak didapatkan suatu
nilai ( Over Load). Transistor di bentuk dari 2 buah dioda yang dibentuk sedemikian
rupa untuk masing-masing fungsi. Jika kita gabungkan hasil pengukuran transistor
terhadap fakta, maka hal ini dapat di asumsikan dalam bentuk gambar berikut.
Misalnya ada arus dari probe merah (+) masuk lewat basis menuju ke kolektor, maka
arus itu akan terblokir oleh dioda pada kolektor, hal ini sesuai dengan apa yang telah
diuji coba sebelumnya.

Pengujian transistor NPN


Berbeda dengan jenis transistor PNP, jika pada NPN arus akan selalu mengalir jika
probe merah (+) selalu dihubungkan ke basis dan probe hitam (-) dihubungkan ke
kolektor ataupun emitor. Maka dapat diasumsikan dalam gambar berikut.

Misalnya ada arus dari probe merah (+) masuk lewat kolektor ataupun emitor menuju
ke basis, maka arus itu akan terblokir oleh dioda, hal ini sesuai dengan apa yang telah
diuji coba sebelumnya.
h. Kesimpulan

1. Pada pengujian komponen elektronika nilai yang tertera pada komponen itu bisa saja
tidak sesuai, hal ini dikarenakan faktor kualitas komponen, faktor penghitungan,
faktor alat penghitung, faktor toleransi komponen tersebut.

2. Hambatan dalam pada sebuah alat pengukur dan alat bantu ukur dapat menjadi faktor
penambah jumlah resistansi komponen.

3. Potensiometer adalah pengatur besaran output, semakin besar putaran maka hambatan
yang diperoleh semakin besar.

4. Trafo terdiri dari dua jenis Trafo step up dan step down, pada trafo kali ini bagian
primer memiliki hambatan yang lebih besar dari sekunder yang menandakan Trafo
step down.

5. LDR sangat berpengaruh terhadap cahaya,semakin gelap maka hambatan akan


semakin besar, kemudian arus pun akan semakin besar juga. Sehingga dapat
diaplikasikan pada penerangan jalan.

6. Dioda normal (biasa) akan mengalirkan arus jika pada kaki anoda dihubungkan
dengan kutub (+) dan kaki katoda kutub (-) yaitu pada mode forward bias.
7. Transistor PNP dapat mengalirkan arus jika kaki positif dihubungkan pada emitor
ataupun kolektor dan kaki negatif dihubungkan pada basis.

8. Transistor NPN dapat mengalirkan arus jika kaki positif dihubungkan pada basis dan
kaki negatif dihubungkan pada emitor ataupun kolektor.

i. Lampiran
a. Jawaban pertanyaan
1.
Komponen Lambing
Resistor

Kapasitor

Termistor

SCR

TRIAC

Sekring pengaman

2. a. Resistor berfungsi untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu
rangkaian.
b. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Dapat berfungsi sebagai
tapis perata dalam rangkaian adaptor AC-DC
3. Potensiometer berfungsi sebagai pembagi tegangan, dimana pada rangkaian
amplifier dapat merubah hambatan secara variable.

4. LDR bisa digunakan pada robot line follower analog.

5. Macam – macam dioda :


a. LED sebagai indikator pada alat elektronika.
b. Dioda photo sebagai pendeteksi cahaya, semakin besar cahaya maka semakin
besar arus balik dioda.
c.Dioda Zener sebagai regulator tegangan, dipasang pararel dengan beban.
d. Dioda bridge menggunakan 4 dioda untuk menghailkan rangkaian rectifier satu
gelombang penuh.

6. Perbedaan terletak pada komponen dioda yang berada didalam transitor tersebut
yang mengakibatkan perbedaan besar dalam pengoperasian.
Pada transistor PNP dioda pada kolektor dan emitor mengarah ke basis
(kedalam), sedangkan pada transistor NPN dioda pada kolektor dan emitor
mengarah keluar basis.

7. Transistor dapat dikatakan masih baik jika diukur dalam keadaan kaki probe
merah (+) ke basis dan kaki probe hitam (-) ke emitor ataupun kolektor maka
tidak ada arus yang lewat (arus tidak bocor), ini dalam keadaan transistor PNP.
Sedangkan dalam keadaan kaki probe merah (+) ke emitor ataupun kolektor dan
kaki probe hitam (-) ke basis maka tidak ada arus yang lewat (arus tidak bocor),
ini dalam keadaan transistor NPN.
.