Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATKUL EKONOMI MONETER

1
NAMA : Hendra Jaya Dwi Saputra Code Matkul : ESPA4227
NIM : 042619599

TUGAS TUTORIAL II
No Tugas Tutorial Skor
Maksimal
1 Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi. 25

2 Jelaskan dampak dari inflasi menurut anda. 25

3 Jelaskan langkah-langkah atau kebijakan yang diambil 25


pemerintah dalam menanggulangi inflasi.

4 Jelaskan instrumen – instrumen kebijakan moneter yang anda 25


ketahui.
Total 100

Jawab :
1. Faktor yang menyebabkan inflasi :

• Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi akan kemampuan perusahaan dalam


menghassilkan barang dan jasa. Atau bisa dimaksudkan bahwa tingkat pengeluaran
agregat adalah pengeluaran keseluruhan perusahaan, jika pengeluaran
totalperusahaan memlebihi kemampuanya dalam menghailkan barang dan jasa hal ini
akan memicu kenaikan harga barang dan jasa yang dihasilkan.
• Tuntutan kenaikan upah pekerja ketika adanya kenaikan upah karyawan, akan
menyebabkan biaya produksi barang dan jasa meningkat dan juga harga barang dan
jassa juga akan meningkat.
• Kenaikan harga barang impor hal ini akan membawa pengaruh akan harga barang
dalam negri,terlebih lagi ketika barang impor di gunakan sebagai bahan untuk
produksi barang dalam negri.
• Mencetak uang baru jika jumlah uang yang beredar semakin banyak maka akan
semkin meningkatnya harga barang dan jasa, dan juga jika uang yang beredar
semakain banyak dimasyarrakat maka nilai uang akan menjadi lebih tidak stabil.
• Kekacauan ekonomi dan politik ketika suatu negara dalam keadaan yang tidakaman atau
sedang dilanda kekacauan, harg barang di negara yang dilanda kekacauan akan mahal,
seperti yang kita ketahui pada masa 1998 pada masa ini level inflasi indonesia mencapai 70%

Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1463727/10-faktor-penyebab-
inflasi-dalam-perekonomian-hati-hati-utang-nasional

2. Dampak inflasi :
- Efek terhadap pendapatan ( Equity Effect)
Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat, dalam perubahan pendapatan
ini bisamenguntungkan atau merugikan jika seseorang memperoleh
pendapatan tetap akan dirugikan karena adanya inflasi, dan pihak yang
mengalami keuntungan akan adanya inflasi yaitu yang memperoleh kenaikan
pendapat dengan prosentase yang lebih besar dari laju inflasi. Dalam hal ini
inflasi dapat menyebabkan trjadinya perubahan dalam pola pendapatan dan
kekayaan masyarakat.
- Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effect)
Inflasi juga dapat mengubah pola alokassi faktor-faktor produksi, hal ini bisa
terjadi jika kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian
dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang
TUGAS MATKUL EKONOMI MONETER
2
NAMA : Hendra Jaya Dwi Saputra Code Matkul : ESPA4227
NIM : 042619599

tertentu. Karena adanya inflasi permintaan akan barang tertentu mengalami


kenaikan yang jauh lebih besar dari barang lain, dan kemudian mendorong
terjadinya kenaikan produksi barangtertentu.
- Efek terhadap output ( Output Effects )
Inflasi menyebabkan terjadinya kenaikan produksi, karena jika keadaan inflasi
biasanya kenaikan harga barang mendahului kenaikan upah ehingga
keuntungan pengusaha naik, hal ini akan menguntungkan dan mendorong
adanya kenaikan produksi. Akan tetapi inflasi ini cukup tinggi (hyper
inflation) dapat memiliki akibat sebaliknya yakni adanya penurunan output,
dalam keadaan inflasi yang tinggi,nilai uang riil turun dengan drastis. Hal ini
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungannyaanatara inflassi dan output,
inflasi bisa di ikuti dengan penurunan output.
Sumber https://www.pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?
subfolder=ESPA422702/&doc=M6.pdf
3. Langkah-langkah atau kebijakan yang diambil pemerintah dalam menanggulangi inflasi:
- Dalam kebijakan moneter :
a. Kebijakan uang ketat : kebijakan untuk menangulangi jumlah uang yang
beredar, pengurangan jumlah uang beredar diharapkan akan mengurangi
tingkat inflasi
b. Menaikkan suku bunga SBI : dengan meningkatnya suku bunga akan
menyebabkanbanyaknya bank-bank swasta yang ingin memiliki, pada
aakhirnya bank umum akan menaikan suku bunga deposito. Uang yag
berhasil dikumpulkan mereka gunakan untuk pembelian sertifikat Bank
Indonesia.
c. Memperbaiki nilai tukar mata uang : dengan melakukan intervensi akan
mata uangasing, maka nilai tukar akan dapt diatur, sehingga pada akhirnya
akan mempermudah dan mempermudah biaya impor barang- barang
material (input)
- Kebijakan Fisikal
Kebijakan untuk menanggulangi inflasi bisa dilakukan melalui kebijakan fisikal,
kebijaka ini merupakan segala kebijakan pemerintah dlam kegiatan ekonomu riil
yang menyangkut keuangan pemerintah seperti pemungutan pajak, pengeluaran
pemerintah atau pemberian ssubsidi. Dengan menggunakan kebijakan fisikal untuk
menanggulangi inflasi dapat dilakukan dengan menaikan pajak,menekan
pengeluaran pemerintah dan mengurangi ekonomi biaya tinggi.
a. Menaikan pajak : dengan menikan pajak dapat meredam inflassi yang
diakibatkan cost push inflation ddengan mengurangi agregat demand, yakni
dengan menaikan pajak.
b. Menekan pengeluaran pemerintah : dengan menekan pengeluaran
pemerintah sedikit demi sedikit dikurangi agar nantinya masyarakat
menjadi semakin mandiri, dengan pengeluaran pemerintah yang semakin
mengecil dapat mengakibatkan masyarakat semakin menjadi efisien.
c. Mengurangi ekonomi biaya tinggi ; dengan melakukan deregulasi-
deregulasi dalamperizinan dan kemudahan dalam pendistribusian barang
dapat mengakibatkan harga barang menjadi turun atau tetap, sehingga
perekonomian tidak berada dalam keadaan inflasi.
Bank sentral memiliki peran penting untuk mengendalikan inflasi. Beberapa bank
sentral bahkan memili kewenangan yag indepenen dalam artian bahwa kebijakan
tidak boleh diintervebsi oleh pihak luar bank sentral termasuk pemerintah. Bank
sentral mengandalkan jumlah uang yang beredar Dan tingkat suku bunga sebagai
instrumen dalam mengendalikan harga, bank sentral juga memiliki kewajiban
mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena
TUGAS MATKUL EKONOMI MONETER
3
NAMA : Hendra Jaya Dwi Saputra Code Matkul : ESPA4227
NIM : 042619599

nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi)
maupun eksternal (kurs).
Sumber : https://www.pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?
subfolder=ESPA422702/&doc=M6.pdf
4. Instrumen – instrumen kebijakan moneter:
- Operasi Pasar Terbuka ( Open Market Operation) : intsrumen ini memiliki
peran yang cukup penting karena determinan utama antara perubahan
tingkkat suku bunga dan monetary base dan menjaadi sumber utama
untuk mempengaruhi fluktuasi jumlah uang yang beredar. Kebijikan ini
meliputi : membeli surat – ssurat berharga oleh bank sentral, dengan
tindakan ini memiliki 2 pengaruh utaama terhadap kondisi pasar uang :
a. Menaikan cadangan bank-bank umum yang turut dalam transaksi,
dikarenakan dalam pembelian surat berharga contohnya bank sentral
menambah cadangan bank umum yang menjual surat berharga,
akibatnya bank umum dapat menambah jumlah uang yang beredar (
melalui proses penciptaankredit).
Tindakan pembelian atau penjualan surat berharga akan mempengaruhi harga( dan
dengan demikian juga tingat bunga) surat berharga, sehingga mengakibatkan menurunya
jumlah uang yang beredar dan meningktkan tingkat suku bunga.

Dengan operasi pasar terbuka merupakan cara mengendalikan uang yang beredar
dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah ( government securities ).
Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar pemerintah akan membeli surat
berharga pemerintah, akan tetapi jika ingin menambah jumlah uang beredar
pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Akan tetapi jika ingin
mengurangi jumlah uang yanng beredar maka pemerintah akan menjual surat
berharga pemerintah kepada masyarakat, seperti Sertifikat Bank Indonesia dan Surat
Berharga Pasar Uang.
Berdasarkan tujuanya operasi pasar dibagi menjadi 2 jenis :
a. Dynamic open market operation : bertujuan untuk mengubah jumlah
cadangan danmonetary base.
b. Defensif open market operation : bertujuan untuk mengontrol faktor –
faktor lainyang dapet mempengaruhi jumlah cadangan dan monetary base.

- Penetapan tingkat diskonto (Discount Policy )


Dalam kebijakan ini meliputi tindakan untuk mengubah tingkat bunga yang harus
dibayar oleh bank ummum dalam meminjam dana dari bank sentral. Dan kebijakan
ini bertujuan untuk mempengaruhi tingkat diskonto yang selanjutnya akan
berpengaruh terhadap jumlah uang beredar melalui perubahan tingkat bunga
pinjaman. Dengan menaikan diskonto,maka biaya untuk meminjam dana dari bank
sentral akan naik sehingga akan mengurangi keinginan bank umum untuk
melakukan peminjaman kke bank sentral.Dengan hal ini memiliki akibat yakni
jumlah uang yang yang beredar dapat dikurangi. Fasilitas diskonto adalah
pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga sentral
pada bank umum, bank umum kdang – kadang mengalami kekurangan uang
sehinggaharus meminjam ke bank sentral, untuk membuat jumlah uang bertambah,
pemerintah menurunkan tingkaat bunga bank sentral serta sebaliknya menaikan
tingkat bunga demi membuat uang yang beredaar berkurang.
- Penetapan cadangan wajib minimum ( Reserves Requirements )
Kebijakan ini dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar, apabila cadangan
wajib minimum diturnkan maka akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah
deposito sehingga jumlah uang beredar cenderung meningkat dan sebaliknya
apabila cadangan wajib minimum dinaikkan,hal ini akan mengurangi jumlah
TUGAS MATKUL EKONOMI MONETER
4
NAMA : Hendra Jaya Dwi Saputra Code Matkul : ESPA4227
NIM : 042619599

deposito yang akhirnya akan menurunkan jumlah uang yang beredar. Instrumen ini
mengatur jumlah uang yang beredaar dengan memainkan jumlah dana cadangan
perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang
pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib, untuk menurunkan jumlah uang
beredar pemerintah menaikan rasio.
- Himbauan moral ( Moral Persuasion )
Kebijakan ini bertujuan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi
imbauan kepada pelaku ekonomi. Seperti menghimbau pebankan pemberi kredit
untuk berhati - berhati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang
beredar dan mengimbau agar bank memninjam uang lebih ke bank sentral untuk
memperbanyak jmlah uang beredar dalam perekonomian.
Sumber : https://www.pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?
subfolder=ESPA422702/&doc=M6.pdf