Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT

TERHADAP KEGIATAN UKM

Analisis Identifikasi Kebutuhan Dan Harapan Masyarakat Terhadap Kegiatan UKM


dilaksanakan melalui kegiatan Survey Mawas Diri (SMD). Survey dilakukan pada bulan
Desember 2021 di 3 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan yaitu
Kedaung Wetan,Kedaung Baru dan Selapajang Jaya. Pelaksanaan survey mawas diri
menggunakan Kuisioner Identifikasi Masalah Kesehatan.
I. Penentuan Sampel
Penentuan besar sampel menggunakan system pengambilan sampel Simple
Random Sampling dari referensi buku Populasi, Sampling dan Besar Sampel (Didik
Pudijanto, Pusdatin- Kemenkes) dengan ketentuan sebagai berikut : sampel yang
terdiri dari unit/ individu yang mudah ditemui pada saat survey dilaksanakan,
Metode ini tidak mempermasalahkan apakah sampel yang diambil mewakili
populasi atau tidak, Dirancang untuk melihat fenomena (dalam hal ini identifikasi
masalah kesehatan) di masyarakat secara mudah.
II. Quesioner SMD Identifikasi Masalah Kesehatan
A. Kelurahan Kedaung Wetan
Dari 41 responden didapatkan hasil Identifikasi Masalah sebagai berikut: K4 85,3
%, Salin Nakes 91.2 %, BBLR 88.2 %, Imunisasi 57.3%, Asi Eksklusif 41.2%,
Timbang Balita 85,3%, Mengikuti Program KB 85.3%, kebiasaan Sarapan Pagi
97.1%, Menu Gizi Seimbang 100 %, Penggunaan Garam ber Yodium 94.1%,
Kepemilikan Jamban 97,1 %, Akses Air Bersih 91.2 %, Tempat Sampah 76,5 %,
Septic Tank 94.1 %, Septic Tank 94.1%, Sirkulasi Udara 100%,.Ventilasi Udara
100%, Kepadatan Hunian 70.6%, Aktifitas Fisik 100%, Rumah Bebas Asap
Rokok sebanyak 20,6 %, Cuci Tangan Pakai Sabun 100%, Gosok Gigi 100%,
Tidak Miras/Narkoba 100%, Kepemilikan JPK/ Jamkesmas/BPJS 70,6%,
Kegiatan PSN 79,4 % .

B. Kelurahan Kedaung Baru


Dari 41 responden didapatkan hasil Identifikasi Masalah sebagai berikut: K4 80,6
%, Salin Nakes 87,1 %, BBLR 83,9 %, Imunisasi 41.9%, Asi Eksklusif 29%,
Timbang Balita 51,6%, Mengikuti Program KB 80,6%, kebiasaan Sarapan Pagi
93,5%, Menu Gizi Seimbang 100 %, Penggunaan Garam ber Yodium 93,5%,
Kepemilikan Jamban 83,9 %, Akses Air Bersih 96,8 %, Tempat Sampah 71 %,
Septic Tank 64,5 %, Sirkulasi Udara 100%,.Ventilasi Udara 96,8%, Kepadatan
Hunian 67,7%, Aktifitas Fisik 100%, Rumah Bebas Asap Rokok sebanyak 9,7 %,
Cuci Tangan Pakai Sabun 100%, Gosok Gigi 100%, Tidak Miras/Narkoba 100%,
Kepemilikan JPK/ Jamkesmas/BPJS 74,2%, Kegiatan PSN 93,5 % .
C. Kelurahan Selapajang Jaya
Dari 41 responden didapatkan hasil Identifikasi Masalah sebagai berikut: K4 90
%, Salin Nakes 83,3 %, BBLR 83,3 %, Imunisasi 55,9%, Asi Eksklusif 36,7%,
Timbang Balita 86,7%, Mengikuti Program KB 66,7%, kebiasaan Sarapan Pagi
100%, Menu Gizi Seimbang 100 %, Penggunaan Garam ber Yodium 86,7%,
Kepemilikan Jamban 93,3 %, Akses Air Bersih 96,7 %, Tempat Sampah 60 %,
Septic Tank 86,7 %, Sirkulasi Udara 100%, ., Kepadatan Hunian 56,7%, Aktifitas
Fisik 96,7%, Rumah Bebas Asap Rokok sebanyak 6,7 %, Cuci Tangan Pakai
Sabun 100%, Gosok Gigi 93,3%, Tidak Miras/Narkoba 100%, Kepemilikan JPK/
Jamkesmas/BPJS 86,7%, Kegiatan PSN 93,3 %.

Tahap selanjutnya setelah SMD adalah penentuan prioritas masalah di tiga


kelurahan. Hasil yang didapatkan sebagai berikut :
A. Kelurahan Kedaung Wetan
1. Berdasarkan data hasil SMD didapatkan prioritas masalah yaitu terkait
Perilaku merokok dimana Rumah yang bebas asap rokok hanya 20,6%, bayi
ASI Eksklusif 41,2% ,Balita/ bayi yang diberi Imunisasi 57,3 %, Warga yang
mempunyai tempat pembuangan sampah 76,5 %.
2. Permasalahan sampah agar ada solusi yaitu pengadaan mobil sampah untuk
mengangkut sampah yang ada disekitar lingkungan warga dan pengadaan
tempat sampah.
3. Usulan dari Kepala Kelurahan Kedaung Wetan adalah pelayanan kesehatan
untuk lansia terutama di RW yang jauh dari Puskesmas diharapkan agar
lebih maksimal.
4. Usulan dari Lurah Kedaung Wetan, harus ada koordinasi antara kader
dengan pembina desa tentang kegiatan – kegiatan khususnya kegiatan yang
berkaitan dengan masalah kesehatan .
5. Masyarakat meminta sosialisasi atau penyuluhan langsung baik dari kader
maupun petugas kesehatan terkait masalah PHBS, ASI Eksklusif dan
Imunisasi.

B. Kelurahan Kedaung Baru


1. Berdasarkan data hasil SMD didapatkan prioritas masalah yaitu terkait
Perilaku merokok dimana Rumah yang bebas asap rokok hanya 9,7%, bayi
ASI Eksklusif 29,0% ,Balita/ bayi yang diberi Imunisasi 41,9 %, Balita/ bayi
yang ditimbang di Posyandu 51,6%, Warga yang mempunyai Septictank
64,5 %, Warga yang dirumahnya memiliki tempat sampah 71 %.
2. Penambahan jadwal penyuluhan di masyarakat tentang PHBS, ASI
Eksklusif, Imunisasi, Pentingnya monitoring pertumbuhan dan
perkembangan bayi dan balita di posyandu
3. Penanganan sampah  akan ditambah tempat penampungan sampah yang
akan difasilitasioleh kelurahan (pengajuan ke DLH).
4. Kordinasi masalah dan info kesehatan Antara kader dan pembina desa untuk
diteruskan ke masyarakat

C. Kelurahan Selapajang Jaya


1. Berdasarkan data hasil SMD didapatkan prioritas masalah yaitu terkait
Perilaku merokok dimana Rumah yang bebas asap rokok hanya 6,7%, bayi
ASI Eksklusif 36,7% , Imunisasi 55,9%, Warga yang mempunyai tempat
pembuangan sampah 60%, keikutsertaan BPJS/ JKN hanya 56,7 %.
2. Penambahan jadwal penyuluhan di masyarakat tentang PHBS, ASI
Eksklusif, Imunisasi, Pentingnya monitoring pertumbuhan dan
perkembangan bayi dan balita di posyandu
3. Koordinasi Antara kader dan pembina desa mengenai informasi kesehatan
untuk diteruskan di masyarakat

III. SMD Kepuasan Pelayanan di Puskesmas


Besar pengambilan sampel sebesar 123 responden. Dari hasil survey di
dapatkan hasil sebagai berikut :
A. Keramahan petugas
Keramahan petugas puskesmas terutama bagian pendaftaran agar ditingkatkan

B. Alur Pelayanan Puskesmas


Alur pelayanan Puskesmas agar diperjelas supaya pengunjung puskesmas
dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan di puskesmas

C. Pelayanan UGD dan Persalinan


Agar diinfokan kepada masyarakat tentang jam pelayanan persalinan dan UGD
di Puskesmas Kedaung Wetan

D. Penambahan sarana pelayanan


Penambahan sarana pelayanan di puskesmas, seperti THT dan USG

E. Dokter memberikan penjelasan dengan baik


Dari 123 responden, ada sekitar 75 responden yang menjawab puas terhadap
penjelasan yang diberikan dokter, dan sekitar 48 responden menyatakan sangat
puas terhadap penjelasan dokter yang disampaikan secara baik.
F. Dokter melakukan pemeriksaan fisik pasien
Dari 123 responden, ada 23 responden yang menyatakan antara puas dan tidak
puas, 99 responden menjawab puas dan 1 orang responden menjawab sangat
puas terkait dengan dokter yang melakukan pemeriksaan fisik pasien.

G. Ruang tunggu nyaman


Dari 123 responden, ada 2 orang yang menyatakan ketidak puasannya karena
dinilai ruang tunggu kurang nyaman, 29 responden menjawab antara puas dan
tidak puas, 69 responden menjawab puas , dan 2 responden menjawab sangat
puas terkait dengan kenyamanan ruang tunggu yang ada di Puskesmas
Kedaung Wetan.

H. Ada Sarana Informasi


Dari 123 responden, ada 1 orang yang menyatakan ketidak puasannya karena
dinilai tidak ada sarana informasi, 2 responden menjawab antara puas dan tidak
puas, 119 responden menjawab puas , dan 1 responden menjawab sangat puas
terkait dengan ketersedian sarana informasi yang ada di Puskesmas Kedaung
Wetan.

I. Tersedia Kotak Saran


Dari 123 responden, ada 0 orang yang menyatakan ketidak puasannya karena
dinilai tidak tersedia kotak saran, 3 responden menjawab antara puas dan tidak
puas, 100 responden menjawab puas , dan 20 responden menjawab sangat
puas terkait dengan ketersedian kotak saran yang ada di Puskesmas Kedaung
Wetan.

Dari hasil SMD terkait dengan kepuasan pelayanan di Puskesmas :


1. Keramahan petugas puskesmas perlu ditingkatkan
2. Agar setiap hari dijaga selalu kebersihan lingkungan di sekitar Puskesmas
3. Alur pelayanan dan jam pelayanan serta jenis2 pelayanan Puskesmas perlu
diperjelas untuk memudahkan pengunjung dan pasien berkunjung ke
puskesmas.
4. Penambahan sarana dan prasarana dipuskesmas untuk peningkatan mutu
pelayanan
5. Kotak saran agar aksesnya dipermudah bagi pengunjung supaya bisa memberi
masukan untuk pelayanan puskesmas
6. Media komunikasi puskesmas agar disosialisasikan agar masyarakat tahu
tentang informasi pelayanan puskesmas