Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI

Nama perguruan tinggi : Universitas Sembilanbelas November Kolaka


Alamat : Jalan Pemuda No. 339 Kolaka
Tanggal asesmen : 2020-10-19
Panel asesor : 1. Prof. Dr. Ir. Herman Parung, M.Sc.
2. Dr., Ir. Bambang Supriyadi, CES.,DEA.

BAB I. PENDAHULUAN

Pendahuluan
a. Latar belakang
Berdasarkan keputusan rapat Dewan Eksekutif Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tentang hasil asesmen
kecukupan, bahwa Program Studi Teknik Sipil pada program S1
Universitas 19 November Kolaka dinyatakan lolos ke tahap
asesmen lapangan.
b. Tujuan
Asesor BAN-PT akan melaksanakan asesmen lapangan secara daring
pada tanggal 19 – 20 Oktober, dengan tujuan untuk melakukan
klarifikasi dan diskusi terkait permohonan akreditasi Prodi yang
diajukan oleh PT.
c. Panel asesor
Dalam rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2020, Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi menugaskan Prof. Dr.-Ing. Herman
Parung, M.Eng - Universitas Hasanuddin, dan Dr. Ir. Bambang
Supriyadi, CES.,DEA. - Universitas Gadjah Mada, sebagai Tim
Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
d. Pelaksanaan
Asesmen asesmen lapangan secara daring pada tanggal 9 – 10
Oktober 2020., dengan agenda sesuai dengan jadwal template yang
disiapkan BAN PT serta disesuaikan dengan kondisi PT / prodi di
lapangan

BAB II. PROFIL PERGURUAN TINGGI/PROGRAM STUDI

a. Identitas perguruan tinggi,

Universitas 19 November Kolaka -yang beralamat di Jalan Pemuda


No. 339 Kolaka, berdiri berdasarkan SK Pendirian PT No.22 Tahun 2014
tertanggal 4 April 204. PT ini mulai menerima mahasiswa tahin 2005.
2

b. Informasi tentang fakultas/jurusan dan program studi,

Dalam dokumen, tidak ada penjelasan yang lengkap mengenai


aspek Profil Fakultas. Pada bagian halaman pengesahan, hanya ada
pernyataan bahwa Prodi Teknik Sipil berada di bawah naungan Fakultas
Sains dan Teknologi. Informasi lain yang terkait hanya table status
akreditasi Prodi, masing-masing Sarjana Teknik Sipil Terakreditasi C,
Sarjana Teknik Pertambangan Terakreditasi C, Sarjana Kimia
Terakreditasi minimum, Sarjana Farmasi Terakreditasi minimum, serta
Diploma III Keperawatan Terakreditasi C.

c. Profil mahasiswa dan lulusan


Berdasarkan Tabel 2.a LKPS, terlihat bahwa jumlah mahasiswa Teknik
Sipil dari TA 2014/2015 sampai TA 2018/2019 sebanyak 611 mahasiswa.
Sejak TA 2015/2016 daya tampung Program Studi Teknik Sipil dinaikan
sebesar 30% - 40% dari daya tampung sebelumnya dan diharapkan
jumlah mahasiswa per kelas rata-rata 40 orang, tetapi pada TA
2017/2018 jumlah daya tampung dikurangi sebesar 30% - 40%
dikarenakan perpindahan Program Studi Teknik Sipil ke lokasi kampus
baru yaitu di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Berdasarkan
data 5 tahun terakhir (TA 2014/2015 s.d TA 2018/2019) jumlah calon
mahasiswa baru yang mendaftar ulang dalam 5 tahun terakhir rata –
rata 89,56% dari daya tampung yang tersedia.

d. Profil dosen,

Tabel 3.a.1 LKPS menunjukkan data kuantitatif dosen tetap yang


dimiliki Prodi Teknik Sipil USN Kolaka. Kualifikasi dosen tetap Prodi
Teknik Sipil adalah S2 sebanyak 13 orang, dosen tetap yang lanjut S2
berjumlah 1 orang dan dosen tetap yang lanjut S3 berjumlah 1 orang.
Berdasarkan pengamatan terhadap data dosen, terlihat bahwa ada 2
dosen yang bidang studi S2 tidak sesuai dengan keahlian Prodi, yaitu S2
Teknik Pertambangan dan S2 Ilmu Fisika. Belum ada dosen yang
memiliki jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar.

e. Profil tenaga kependidikan,

Berdasarkan data yang ada, tersedia 8 orang tenaga kependidikan


yang bekerja pada level Fakultas, masing-masing 4 tenaga
administrasi bergelar S1, 1 pustakawan bergelar S1, serta 3 orang
pada bisang lainnya dengan gekar S1 sebanyak 1 orang dan S21
sebanyak 2 orang.
3

f. Profil sumberdaya keuangan,

Tersedia table data keuangan, yang memperlihatkan bahwa secara total,


jumlah dana yang dipergunakan per tahun adalah Rp 1602 juta, terdiri
antara lain biaya operasional Rp 585 juta, biaya penelitian dan pkM
sebesar Rp 10 juta (terlalu minim), serta biaya investasi Rp 1006 juta.
Sebagai perbandingan, besarnya dana yang dikelola per tahun oleh
UPPS adalah Rp 9773 juta

g. Asset fasilitas,
Penjelasan yang tersedia dalam Tabel LED, antara lain keberadaan
Lab Beton, Hidrolika, Transportasi, dengan peralatan yang masih untuk
kebutuhan praktikum saja. Untuk prasarana, tersedia table yang
memperlihatkan keberadaan Ruang Kuliah sebanyak 5 buah a 72 m2,
Ruang Lab, kantor, ruang dosen, ruang kantor, dll. Jumlah buku teks
tersedia 282 judul, sedang jurnal belum ada yang lengkap.

h. Sistem informasi
Sistem informasi yang tersedia masih terbatas, dan dalam Tabel, hanya
ada satu item yang terhubung ke WAN yaitu informasi dosen. Aspek lain
diakui masih terhubung dengan Komputer Tanpa Jaringan atau dengan
Komputer Jaringan Lokal (LAN). Informasi lain tentang SI yang tersedia
belum tersedia dalam LED.

i. Program dan capaian unggulan perguruan tinggi


Dalam LED, tidak ada pembahasan yang secara khusus
mendiskusikan mengenai capaian unggulan. Tersedia analisis capaian
per kriteria, yang didukung dengan data seperti waktu tunggu lulusan,
rata-rata IPK serta keberhasilan studi. Terlihat bahwa secara jujur Prodi
mengaku banyak kekurangan, antara lain kurangnya kapasitas dan
Sarana laboratorium serta fasilitas lain. Capaian yang dianggap baik,
walaupun masih perlu diklarifikasi, adalah pernyataan bahwa
“Persentase lulusan yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan
keahliannya yaitu = 100,00 %.

BAB III. PROSES ASESMEN

Asesmen lapangan secara daring dilakukan menggunakan fasilitas Zoom


yang disiapkan oleh BAN PT. Sesuai dengan kesepakatan bersama maka
jadwal yang diikuti selama 2 hari adalah sebagai berikut:
4

Hari/ Waktu Sesi Agenda Nama Yang terlibat


Tanggal
5

Senin, 08.00 Pembukaan Pembukaan asesmen, 1. Prof . Dr. Ir.


19 – asesmen pengenalan panel Herman Parung, M,Sc (
Oktober 08.15 asesor, pembacaan dan Asesor BAN PT)
2020 penandatangan 2. Dr. Ir. Bambang
Pernyataan Asesmen Supriyadi, CES,.DEA
Lapangan (Asesor BAN PT)
3. Rina Rembah,
ST.,MT (WD 1 FST-
Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
4. H. Suwarto. S,
ST.,MM (WD 2 FST-
Bidang Keuangan dan
Umum)
5. Undangan (KTU,
Kasubag FST, Kaprodi
Lingkup FST, Dosen
Lingkup FST, Tendik
Lingkup FST, Perwakilan
Mahasiswa PS)
08.15 Sesi Konfirmasi terkait : 1. Rina Rembah,
– dengan rencana ST.,MT (WD 1 FST-
09.30 Pimpinan pengembangan UPPS, Bidang Akademik dan
Unit system tatapamong, Kemahasiswaan)
Pengelola system pengelolaan, 2. H. Suwarto,
Program capaian UPPS yang ST.,MM (WD 2 FST-
Studi dilaporkan, dan Bidang Keuangan dan
rencana Umum)
pengembangan PS 3. Isramyano
yang diakreditasi Yatjong, ST.,MT (Kaprodi
Teknik Sipil)
09.30 Konfirmasi Penetapan data LKPS 1. Rina Rembah,
– Data LKPS final yang akan ST.,MT (WD 1 FST-
11.00 / Excel dijadikan dasar Bidang Akademik dan
Data PS penilaian butir Kemahasiswaan)
kuantitatif 2. H. Suwarto,
ST.,MM (WD 2 FST-
Bidang Keuangan dan
Umum)
3. H.
Muhdar,S.ST.,M.Kes
(Jaminan Mutu)
4. Ns. Evodius Nasus,
S.Kep (Jaminan Mutu)
5. Tim Akreditasi
(Terlampir),
6. Eko Bambang M,
S.Pd.,M.Pd (Pengelola
Sistem Informasi)
11.00 Sesi Konfirmasi 1. H.
– dengan pelaksanaan, hasil dan Muhdar,S.ST.,M.Kes
12.00 Pelaksana efektivitas proses (Jaminan Mutu)
Penjaminan SPMI di UPPS yang 2. Ns. Evodius Nasus,
Mutu meliputi seluruh siklus S.Kep (Jaminan Mutu)
Internal PPEPP. 3. Mursalim Ninoy La
Pengecekan dokumen Ola, ST.,M.Eng (Jaminan
standar, manual, Mutu)
instrument/tools, dan
laporan berkala hasil
SPMI di Unit Pengelola
Program Studi
12.00 Ishoma

13.00
6

Hari/ Waktu Sesi Agenda Nama Yang terlibat


Tangg
al
Senin, 13.00 – Sesi Konfirmasi data dan Tim Akreditasi (Terlampir)
19 15.00 dengan informasi dalam
Oktobe Tim Laporan Evaluasi Diri
r 2020 AKreditasi (LED) / Borang IIIA
15.00 – Sesi , Konfirmasi aspek yang Arya Dirgantara,
16.00 terkait dengan ST.,M.Sc (Pj.
denga pelaksanaan Laboratorium)
n pengelolaan Fathur Rahman
(middl perguruan tinggi Rustan, ST.,MT (Pj.
e) untuk area fungsional Laboratorium)
Manaj : program akademik Bagus Eko Prasetyo,
emen (tridarma) dan ST.,MT (Keahlian
di pengelolaan Geoteknik)
UPPS sumberdaya (SDM, Mursalim Ninoy La
keuangan, asset dan Ola, ST.,M.Eng
fasilitas, serta system (Keahlian Struktur)
informasi) Al Tafakur La ode,
ST.,MT (Keahlian
Transportasi)
Fathur Rahman
Rustan, ST.,MT
(Keahlian Keairan)
Retno Puspaningtyas,
ST.,MT (Keahlian
Manajemen)
Eko Bambang M,
S.Pd.,M.Pd (Sistim
Informasi)
16.00 – Sesi Konfirmasi harapan, Dinas PUPR
17.00 denga kepuasan atau Kabupaten Kolaka
n masukan dari PT. Satria Jaya Sultra
alumni stakeholders eksternal CV. Portal
pengg terkait outputs Unit Engineering
una Pengelola Program
ekster Studi
nal
CV. Boboho
7

Alumni (1. Harisa,


ST, 2. Muh. Veril
Zanriad, ST ,3.
Latanza Dealova, ST ,
4. Agung Imanuddin,
ST, Muh. Said
Waristo, ST , 7. Arya
Dirgantara, ST.,M.Sc,
8. Arham, ST)
Selasa, 08.00 – Sesi Konfirmasi kinerja, Arya Dirgantara, ST.,M.Sc
20 09.00 dengan keterlibatan, Mursalim Ninoy La Ola,
Oktobe Dosen pelayanan, dan ST.,M.Eng
r 2020 kepuasan dosen Bagus Eko Prasetyo, ST.,MT
Al Tafakur La Ode. ST.,MT
Retno Puspaningtyas, ST.,MT
Gunawansyah, ST.,MT
09.00 – Sesi Konfirmasi Hafiluddin ST
10.00 dengan keterlibatan, prestasi, Eko Bambang M, S.Pd.,MPd
Tenaga pelayanan dan Rusni, S.Pd
Kependidi kepuasan tenaga
kan kependidikan

Hari/ Waktu Sesi Agenda Nama Yang terlibat


Tangga
l
Selasa, 10.00 – Sesi dengan Konfirmasi keterlibatan, Nurul Huda Kasmis (2018)
20 11.00 mahasiswa prestasi, pelayanan, dan Ahmad Al Islami (2018)
Oktobe kepuasan mahasiswa Ahmad Fauzi Alparidsi
r (2017)
2020 Andi Ishaq Biris (2017)
Gelly Saputra (2016)
Khaerul Iksan (2016)
Firda Ayu Rahman (2016)
Andi Ilda Ramadhani (2015)
M. Novryzal Ramli (2015)

11.00 – Kerja Penyiapan draft berita Pan el Asesor


13.00 mandiri Tim acara dan rekomendasi
Asesor hasil akreditasi
13.00 – Penyampaia Penyampaian Berita Panel Asesor
15.00 n feedback Acara ke Pimpinan Rina Rembah, ST.,MT
dan UPPS dan Pengecekan (WD 1 FST- Bidang
Penandatan Berita Acara asesmen Akademik dan
gan Berita lapangan oleh pimpinan Kemahasiswaan)
Acara PT
AL
8

H. Suwarto. S, ST.,MM
(WD 2 FST- Bidang
Keuangan dan Umum)
Tim Akreditasi
(terlampir)
15.00 – Wrap Up Penandatanganan Berita Panel Asesor BAN PT
15.30 Acara Asesmen Rina Rembah, ST.,MT
Lapangan dan (WD 1 FST- Bidang
Wrap Up Akademik dan
Kemahasiswaan)
H. Suwarto. S, ST.,MM
(WD 2 FST- Bidang
Keuangan dan Umum)
Undangan (KTU,
Kasubag FST, Kaprodi
Lingkup FST,
Dosen Lingkup FST,
Tendik Lingkup FST,
Perwakilan Mahasiswa
Lingkup PS)

Secara singkat, dapat dijelaskan pelaksanaan dan Minutes of Meeting


untuk setiap sesi:

1. Sesi dengan Pengelola:

Dalam diskusi dengan pengelola, yang dihadiri oleh Wakil Dekan


dan Kaprodi, dibicarakan mengenai program pengembangan dan
keberlanjutan Prodi, ditinjau dari sisi SDM dan Keuangan. Jumlah prodi
ada 8, ditangani oleh Dekan, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan, serta Wakil Dekan 2 Bidang Keuangan.
Sesuai penjelasan dari WD1, program pengembangan yang tersedia
diarahkan ke penegmbangan SSM, Laboratorium serta Perpustakaan.
Untuk menjamin keberlanjutan, diupayakan peningkatan animo serta
kerja sama dengan pihak eksternal. Status PT sebagai PTN yang baru
berdiri tahun 2014 adalah Satker, di mana system pengelolaan
keuangan masih terpusat di Universitas.
Tersedia Renstra, dilengkapi dengan berbagai indicator kinerja
tahunan. Dalam diskusi terungkap bahwa indicator kinerja yang dibuat
masih berdasarkan jumlah Prodi sebanyak 2 buah. Namun demikian,
9

target yang dicantumkan dalam Renstra tidak akurat dan dibuat tidak
berdasarkan analisis yang baik. Contohnya adalah target jumlah dosen
S3 sebanyak 80 % pada tahun 2019, akan tetapi saat ini baru mencapai
3 orang dari total 60 dosen. Belum ada mekanisme control pencapaian
target.

2. Sesi dengan Team Penjaminan Mutu:

Dalam diskusi dengan Team Penjaminan Mutu, terungkap bahwa


pada level fakultas ada Unit Penjaminan Mutu dan pada level jurusan,
ada Gugus Penjaminan Mutu. Ada bukti keberadaan berbagai dokumen,
termasuk standar-standar yang mengacu kepada standar Dikti.
Penjaminan Mutu memiliki 2 divisi yaitu Audit Mutu Internal untuk
Monev Tridarma serta Bidang Akreditasi.
Tersedia bukti Monev tahun 2018 – 2019 berupa Laporan hasil
Monev, yang disebuykan sudah ada tindak lanjut. Contohnya berupa
pembinaan terhadap dosen yang performancenya dianggap belum
memiliki syarat. Untuk bidang Akreditasi, ada penjelasan bahwa team
ikut membantu penyusunan LED Teknik Sipil yang sedang diakreditasi.
Namun ada pengakuan bahwa kemampuan masih terbatas, sehingga
kualitas LED termasuk kesalahan data dalam LKPS, belum terdeteksi
oleh Penjaminan Mutu.

3. Sesi dengan Team Akreditasi:

Dalam diskusi dengan Team Akreditasi, ditemukan fakta bahwa


sebagian data tidak akurat. Tabel jumlah EWMP, jumlah penelitian,
PkM, serta beberapa data lain salah isi sehingga asesor meminta untuk
diperbaiki sesuai masukan yang diberikan saat AL. Revisi table
dimasukkan sebagai lampiran dari Laporan akreditasi ke SAPTO.
Untuk beberapa aspek dalam LED, terungkap bahwa team
akreditasi masih memiliki keterbatasan dalam memahami Panduan
sehingga ada butir yang penjelasannya tidak sesuai descriptor yang
terdapat dalam matriks penilaian. Secara detail, hal ini disampaikan
dalam Berita Acara Asesmen Lapangan yang disampaikan ke DE BAN
PT.

4. Sesi dengan Middle Management:

Dalam diskusi dengan Middle Management yang dihadiri oleh


Pustakawan, Tenaga Admiistrasi, Pengelola Laboratorium serta
Kasubag, dijelaskan tentang peran masing-masing unit dalam
menyediakan layanan kepada mahasiswa. Untuk perpustakaan,
10

terungkap bahwa tersedia Ruang Baca di Fakultas, namun jumlah


koleksi masih terbatas. Untuk laboratorium, terungkap bahwa pada
Juruan Teknik Sipil tersedia 4 laboratorium, yang penanganannya
dilakukan oleh Penanggung Jawab Laboratorium (jumlahnya 2 orang
untuk 4 laboratorium). Tersedia berbagai alat baru, akan tetapi belum
dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masih tersimpan dengan rapih dalam
kotak / lemari.

5. Sesi dengan alumni dan pengguna:

Dalam diskusi dengan alumni dan pengguna, diperoleh beberapa


data tambahan yang terkait. Alumni yang hadir menyatakan bahwa lama
studi hanya 4 tahun dan lama penulisan Skiripsi hanya 3 bulan, dengan
topik skiripsi terkait Analisis Gedung menggunakan Software SAP 2000.
Alumni yang lain menyatakan bahwa mereka tidak mengalami kesulitan
saat mulai bekerja karena ilmu yang dipelajari sudah sesuai kebutuhan
di lapangan. Hal ini dijelaskan oleh alumni yang bekerja di PU serta
Konsultan, yang mengerjakan pekerjaan terkait jalan Raya.
Pengguna yang hadir dari konsultan dan PU CVipta Karya
menyatakan bahwa keberadaan Prodi ini cukuip penting untuk Kolaka,
karena alumninya dibutuhkan. Usulan pengguna yang konkrit adalah
penambahan fasilitas laboratorium sehingga pekerjaan yang terkait di
lapangan, dapat dikerjasamakan dengan Teknik Sipil USN Kolaka.

6. Sesi dengan dosen:

Dalam diskusi dengan dosen terungkap bahwa masih ada dosen


yang memperoleh gelarS2 di luar Bidang Teknik Sipil, misalnya S2 Ilmu
Fisika. Alasan pemilihan Prodi Ilmu Fisika adalah alasan beasiswa untuk
daerah 3 T, yang fokusnya hanya untuk bidang MIPA. Walaupun alasan
ini dapat diterima, akan tetapi ada kesepahaman bahwa seharusnya MK
yang diajarkan harus sesuai bidang tersebut.
Jumlah kegiatan penelitian dan PkM yang dilakukan dosen masih
sangat terbatas, sehingga publikasi dosen juga menjadi sangat terbatas.
Ada beberapa alasan yang disebutkan menjadi penyebab, antara lain
peralatan lab yang masih belum memadai, kesibukan dosen Teknik Sipil
untuk pengajaran dan Team Teknis USN Kolaka, serta ketersediaan
pendanaan.
Untuk aspek pembelajaran, terungkap bahwa pemahaman dosen
tentang CPL belum memadai sehingga pengukuran CPL juga menjadi
pertanyaan. Ada pernyataan bahwa revisi kurikulum sudah dilakukan
melalui lokakarya, walaupun sejak tahun 2018 belum ada kegiatan
terkait review kurikulum.
11

7. Sesi dengan tenaga kependidikan:

Dalam diskusi dengan tenaga kependidikan, terungkap bahwa


pelayanan terhadap mahasiswa masih dilakukan melalui kombinasi
online dan offline. Masing-masing tendik yang hadir bisa menjelaskan
dengan lancar pekerjaan mereka, walaupun diakui belum pernah
dilakukan survey mengenai kepuasan mahasiswa atas layanan yang
mereka berikan. Pustakawan yang hadir menjelaskan bahwa jumlah
kunjungan ke Ruang baca di Fakultas masih terbatas, terutama saat
pandemic.

8. Sesi dengan mahasiswa:

Dalam diskusi dengan mahasiswa, terungkap bahwa sebagian besar


mahasiswa berasal dari daerah Kolaka. Hanya ada 1 mahasiswa yang
berasal dari Bulukumba – Sulsel, karena mendapat beasiswa Bidik Misi.
Mahasiswa mengakui bahwa sudah ada layanan untuk mereka, termasuk
Bimbingan Konseling serta Layanan Kesehatan melalui Poliklinik. Dalam
tampilan Vieo, terlihat bahwa Klinik memiliki cukup obat dasar, yang dapat
dipergunakan untuk pertolongan awal. Untuk layanan asrama, belum tersedia.
Kegiatan Himpunan Mahasiswa masih terbatas, terutama saat pandemic,
sehingga kegiatan yang dilakukan adalah webinar tingkat local. Prestasi
mahasiswa baik akademik mauoun non-akademik juga diakui masih terbatas

BAB IV. HASIL ASESMEN LAPANGAN

1. Deskripsi S/W/O/T perguruan tinggi,


UPPS melakukan analisis SWOT yang tercantum pada setiap kriteria,
namun beberapa aspek penempatannya kurang tepat. Berdasarkan
pengamatan terhadap komponen SWOT, terlihat bahwa UPPS belum
memahami dengan baik pengertian komponen S, W, O dan T.
Contohnya dalam aspek "strength", di mana dituliskan bahwa PS
Teknik Sipil USN Kolaka telah menjalin kerjasama dengan
pemerintah daerah, swasta dan stakeholder di lingkup Kabupaten
Kolaka, baik di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan
teknologi maupun pengabdian kepada masyarakat (S1). Aspek
tersebut seharusnya masuk dalam "opportunity". Minimnya fasilitas
pendidikan yang tersedia di Universitas juga dianggap sebagai
"threat", bukan "Weakness". Hasil SWOT telah dipergunakan untuk
merumuskan strategi pengembangan, walaupun belum semuanya
terumuskan dengan baik.

2. Laporan hasil asesmen


12

A. Penilaian atas proses evaluasi diri yang telah dilakukan


dan kualitas laporan evaluasi diri UPPS.
Sebagian besar data yang tercantum dalam Tabel LKPS tidak
akurat sehingga harus direvisi, termasuk besaran dana, jumlah
lulusan, IPK rata-rata serta lama studi rata-rata. UPPS hanya
menyatakan bahwa setiap bagian dari LED harus memuat aspek-
aspek tertentu, seperti terlihat pada halaman 2 dari LED. Namun
demikian, tidak ditemukan dekripsi yang jelas dalam bagian
tersebut, termasuk Profil Fakultas secara lengkap. Yang ada hanya
table mengenai status skreditasi prodi yang ada, tanpa dukungan
data memadai.
Laporan Evaluasi Diri secara umum masih terbatas analisisnya.
Sebagai konsekuensi, ketajaman anaisis tidak terlihat, dan penyusun
LED secara umum hanya mampu membuat “narasi” terhadap data
yang tersedia. Pada bagian akhir LED, tidak ditemukan secara jelas
keberadaan Analisis SWOT secara keseluruhan, keberadaan
prioritas pengembangan serta keberadaan kebijakan dan upaya
yang diturunkan ke dalam berbagai peraturan untuk menjamin
keberlanjutan program yang mencakup alokasi sumber daya,
kemampuan melaksanakan, rencana penjaminan mutu yang
berkelanjutan, dan keberadaan dukungan stakeholders eksternal.

B. Penilaian atas kualitas penyelenggaraan program studi


yang diases secara keseluruhan.

Berdasarkan diskusi dengan semua pemangku kepentingan,


dapat disadari bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan belum
baik (namun dapat dinilai cukup memadai). Terlihat bahwa salah
satu penyebabnya adalah masih terbatasnya kualifikasi dosen dalam
bidang yang sesuai dengan Keahlian Prodi (Teknik Sipil). Belum ada
dosen yang bergelar S3, padahal target sesuai Renstra adalah 80 %
S3 pada tahun 2019.
Kegiatan penelitian dan PkM serta publikasi dosen masih
terbatas, dan disebutkan akibat terbatasnya sarana laboratorium
serta kesibukan para dosen untuk kegiatan pengajaran serta
kegiatan sebagai Tim Teknis pada pembangunan kampus baru.
Jumlah lulusan tepat waktu masih sedikit, demikian pula dengan
prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik yang
juga masih terbatas.

C. Penilaian atas masing-masing kriteria.

C.1 Kriteria Visi, Misi, Tujuan dan Strategi


13

Visi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) adalah untuk


Mewujudkan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
Sembilanbelas November Kolaka pada tahun 2025 menjadi Fakultas
yang bermutu dalam bidang Sains dan Teknologi dan untuk
meningkatkan kualitas hidup dalam rangka pembangunan
berkelanjutan. Visi ini selaras dengan Visi Program Studi Teknik
Sipil "Sebagai pusat pengembangan sumberdaya manusia yang
handal dalam bidang Teknik Sipil, sesuai dengan kaidah ilmu teknik
yang berwawasan lingkungan. Misi, Tujuan dan sasaran UPPS juga
selaras dengan prodi.
Berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola, dapat disimpulkan
bahwa Visi masih kurang mencerminkan visi perguruan tinggi.
Selain itu, belum terlihat keunikan dari Prodi, yang sebaiknya
disesuaikan dengan kondisi lingkungan di mana kampus berada.

C.2 Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

UPPS telah memiliki dokumen formal struktur organisasi dan


tata kerja yang dilengkapi tugas dan fungsinya, yaitu Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 134 Tahun 2014
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Sembilanbelas
November Kolaka. Ada uraian yang jelas tentang tupoksi Dekan,
KPS, dan Kepala Lab. UPPS memiliki praktek baik (best practices)
dalam menerapkan tata pamong yang memenuhi 5 kaidah good
governance.

Telah ada Unit Penjaminan Mutu pada tingkat fakultas dan


Gugus penjaminan Mutu pada level Jurusan, yang telah melakukan
kegiatan tahunan seperti yang tercantum dalam Laporan Hasil
Monev. Siklus PPEPP belum berjalan dengan baik, dan diakui bahwa
masih ada keterbatasan UJM dan GPM. Pengukuran kepuasan
layanan manajemen dijelaskan dengan cara mengirimkan kuesioner
kepada perusahaan/institusi tempat alumni bekerja dengan
menggunakan media sosial, yang kemudian alumni meneruskan ke
pimpinan perusahaan. Tersedia tabel hasil kepuasan, namun belum
dilengkapi dengan analisis mendalam terhadap hasil, yang dapat
dipergunakan untuk menyusun Tindak lanjut. Belum ada review
terhadap pelaksanaan pengukuran kepuasan dosen dan mahasiswa.
Kerja sama yang ada masih sangat terbatas, padahal potensi
kerja sama ada, anatara lain dengan PT Aneka Tambang,
perusahaan konsultan, kontraktor dan PU yang ada di seluruh
wilayah kabupatan.
14

C.3 Mahasiswa

Sebagai PTN yang baru, USN telah melakukanberbagai upaya


untuk meningkatkan animo calon mahasiswa. Namun hasil upaya
belum maksimal, terlihat antara lain dari penurunan pendaftar pada
TS-1 = 125 orang dan pada TS = 104 orang. Untuk daya tampung,
terlihat bahwa pada TA 2017/2018 jumlah daya tampung dikurangi
sebesar 30% - 40% dikarenakan perpindahan Program Studi Teknik
Sipil ke lokasi kampus baru yaitu di Kecamatan Tanggetada
Kabupaten Kolaka.

Tersedia berbagai layanan kemahasiswaan di bidang penalaran,


minat dan bakat, kesejahteraan (bimbingan dan konseling, layanan
beasiswa, dan layanan kesehatan). Ada bukti keteersediaan klinik
kesehatan yang dapat memberikan pertolongan pertama kepada
seluruh mahasiswa dan dosen, sesuai dengan bukti Video yang ada.
Secara umum akses dan mutu layanan cukup baik.

C.4. Sumber Daya Manusia

Jumlah dosen tetap sebanyak 14 orang, semuanya sudah


bergelar S2. Ada 2 orang dosen tersebut yang gelar S2 bukan dari
Teknik Sipil, yaitu S2 Teknik Pertambangan dan S2 Ilmu Fisika.
Jumlah mahasiswa pada saat TS = 392 orang, sehingga ratio
mahasiswa / dosen = 28. Dari segi jabatan fungsional, baru ada 1
dosen yang Lektor, belum ada LK dan GB.
Dari segi pelaksanaan kegiatan Tridarma, terlihat bahwa masih
ada kelemahan mencolok yang dimiliki. Secara rata-rata jumlah
EWMP masih < 9 sks, memperlihatkan bahwa keaktifan masih
kurang. Hal ini sangat nampak dalam jumlah penelitian dan PkM
selama 3 tahun yang jumlahnya masing-masing hanya satu dan
empat buah (revisi data saat AL karena tidak ada bukti). Hal ini
konsisten dengan bukti publikasi ilmiah baik dalam jurnal maupun
seminar yang hampir tidak ada.

C.5. Keuangan, Sarana dan Prasarana

UPPS menyediakan sarana dan prasarana yang cukup menjamin


pencapaian capaian pembelajaran dan meningkatkan suasana
akademik. Terlihat bahwa Prodi telah memiliki gedung baru yang
bertingkat, dalam kondisi yang masih bersih. Ruang laboratorium
cukup memadai dan telah diisi berbagai peralatan laboratorium,
15

walaupun sebagian belum dipergunakan oleh mahasiswa dan masih


tersimpan dalam box / lemari.
Data keuangan memperlihatkan bahwa kecukupan dana belum
memuaskan. Secara rata-rata, besarnya DOM per mahasiswa per
tahun hanya Rp 1.478 juta. Dana penelitian dan PkM selama 3 tahun
masing-masing hanya Rp 23,5 juta dan Rp 7 juta. Jumlah ini kurang
layak untuk sebuah PTN. Dana terbesar kelihatan masih
dialokasikan untuk investasi, karena prodi ini masih dalam
pengembangan setelah pindah ke kampus baru.

C.6. Pendidikan

PS Teknik Sipil USN menggunakan kurikulum berbasis


kompetensi dan telah diadakan penyesuaian dan peninjauan
kurikulum di tahun 2014, 2015, dan 2017 (versi siakad).
Penyusunan kurikulum disebutkan wajib membuat capaian
pembelajaran. Struktur kurikulum memuat keterkaitan antara
matakuliah dengan capaian pembelajaran lulusan yang digambarkan
dalam peta kurikulum yang jelas, capaian pembelajaran lulusan
dipenuhi oleh seluruh capaian pembelajaran matakuliah, serta tidak
ada capaian pembelajaran matakuliah yang tidak mendukung
capaian pembelajaran lulusan.
Ada penjelasan bahwa semua MK telah memiliki RPS, namun
saat diskusi dengan para dosen, ada kesan bahwa pengertian CPL
belum dipahami dengan benar. Tanpa pengertian yang jelas
mengenai CPL, proses pembelajaran serta proses penilaian untuk
pencapaian target CPL belum bisa terlaksana dengan baik.
Untuk peningkatan suasana akademik, PS Teknik Sipil USN
berusaha untuk melaksanakan secara rutin dan berkala program
dan kegiatan akademik di luar kegiatan pembelajaran terstruktur.
Kebijakan untuk menciptakan suasana akademik (atmosfir
akademik) yang sehat telah diatur dalam Misi USN Kolaka yang
termaksud dalam Statuta Universitas Sembilanbelas November
Kolaka Permenritek dikti RI Nomor 18 Tahun 2017 Bab V tentang
Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi
Keilmuan. Ada 7 kegiatan yang dilakukan setiap tahun, antara lain
Seminar, Simposium, dan Lokakarya di Tingkat Lokal, Nasional dan
Internasional, serta EXPO.

C.7 Penelitian

Ada pernyataan ketersediaan road map penelitian, akan tetapi


saat AL tidak ada buktinya. Hal ini tercermin juga dalam kegiatan
penelitian yang masih sangat terbatas. Dengan demikian, aspek
16

Relevansi penelitian belum dapat dinilai sesuai descriptor penilaian


yang antara lain mencantumkan aspek pelaksanaan evaluasi
kesesuaian penelitian dosen dan mahasiswa dengan peta jalan
termasuk hasil evaluasi dan tidaklanjutnya.

C.8 Pengabdian kepada Masyarakat

Ada pernyataan ketersediaan road map PkM, akan tetapi saat


AL tidak ada buktinya. Hal ini tercermin juga dalam kegiatan PkM
yang masih sangat terbatas. Dengan demikian, aspek Relevansi PkM
belum dapat dinilai sesuai descriptor penilaian yang antara lain
mencantumkan aspek pelaksanaan evaluasi kesesuaian kegiatan
PkM dosen dan mahasiswa dengan peta jalan termasuk hasil
evaluasi dan tidaklanjutnya.

C.9 Luaran dan Capaian Tridharma

Analisis pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara


mendalam belum tersaji dalam LED, dan hanya berupa sajian Tabel
saja. Data terkait capaian pembelajaran lulusan yang ditemukan
datanya adalah Tabel IPK, Prestasi Akademik, Prestasi Non-
Akademik, Efektifitas pendidikan, daya saing lulusan dan kinerja
penelitian dan PkM. Sebagai catatan tambahan, data yang tersedia
dalam Tabel LKPS terkait aspek ini banyak yang salah isi, sehingga
harus diperbaiki saat AL. Contohnya adalah lama studi rata-rata,
jumlah lulusan per tahun, serta IPK rata-rata. Revisi data secara
lengkap dijelaskan dalam Berita Acara AL dan disampaikan dalam
bentuk Lampiran ke laman SAPTO.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan selama 2 hari, maka


dapat disimpulkan beberapa kelemahan utama UPPS / Prodi ini, yang bisa
menjadi pertimbangan dalam penyusunan program atau target ke depan:

1. 1.Pemahaman Team akreditasi dan Penjaminan Mutu tentang penyusunan


Laporan Evaluasi Diri masih perlu ditingkatkan. Selama diskusi terlihat
bahwa penggunaan Analisis SWOT untuk penyusunan Program
Pengembangan belum dipahami dengan baik. Pentingnya konsistensi data
dan pengisian table data belum disadari sehingga banyak sekali data
dalam LED/ Tabel LKPS yang keliru.

2. 2. Jumlah dosen tetap sebanyak 14 orang sudah melebihi ketentuan, dan


17

semuanya sudah bergelar S2. Namun demikian, terlihat bahwa keaktifan


dalam bidang tridarma masih kurang, terlihat dari jumlah EWMP yang
kurang dari ketentuan (secara rata-rata hanya 8 ,6 sks).

3. 3. Dana yang tersedia untuk operasional pendidikan mash sangat rendah,

dengan angka rata-rata DOM hanya sekitar Rp 1,48 juta per mahasiswa.
Besaran dana ini sangat kecil dibanding standar, sehingga perlu
diupayakan untuk ditingkatkan.

4. 4.Dalam diskusi dengan dosen, terlihat bahwa pemahaman tentang arti


Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) belum baik. Perlu dilakukan
lokakarya khusus untuk membicarakan CPL serta kaitannnya dengan
penyusunan kurikulum dan atau RPS.

5. 5.Jumlah kegiatan penelitian, PkM serta publikasi yang terkait, masih


sangat minim. Dengan status sebagai sebuah PTN seharusnya USN Kolaka
bisa memaksimalkan potensinya sehingga dosen yang ada bisa didorong
untuk melakukan kegiatan penelitian dan PkM menggunakan dana dari
luar PT, misalnya dari Dikti atau partner kerja sama. Penyusunan road
map penelitian dan PkM bisa menjadi salah satu pemacu untuk
meningkatkan kegiatan penelitian dan PkM.

BAB V. REKOMENDASI

Berdasarkan penelusuran terhadap fakta dan data serta hasil diskusi


dengan semua pihak saat pelaksanaan AL secara daring, direkomendasikan
kepada pengelola program studi dalam rangka meningkatkan mutu
program studi secara berkelanjutan untuk melakukan hal sebagai berikut:
1. Menyiapkan Laporan Evaluasi Diri yang lebih komprehensif,
didukung dengan data-data yang real dan konsisten, sehingga
dapat dipergunakan untuk melakukan analisis SWOT secara
baik, didukung analisis mendalam sebelum merumuskan Strategi
Pengembangan.
2. Sesuai dengan temuan dan data yang ada, jumlah dosen tetap
yang jumlahnya 14 orang belum ada yang memiliki gelar S3.
Disarankan untuk mendorong dosen melakukan studi kanjut S3,
pada bidang yang sesuai dengan Visi dan keunikan dari prodi.
3. Jumlah penelitian dan PkM yang dilakukan dosen sangat
terbatas, sehingga akibatnya jumlah publikasi serta pemenuhan
SKS EWMP tidak tercapai. Disarankan untuk memberikan
dorongan dan insentif. kepada dosen untuk melakukan kegiatan
penelitian dan PkM.
4. Dana yang tersedia untuk operasional pendidikan mash sangat
18

rendah, dengan angka rata-rata DOM hanya sekitar Rp 1,48 juta


per mahasiswa. Besaran dana ini sangat kecil dibanding standar,
sehingga perlu diupayakan untuk ditingkatkan. Upaya yang bisa
dilakukan antara lain melalui pencarian dana Hibah, kerja sama
serta beasiswa Pemda, dll.
5. Pemahaman tentang arti Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
belum memadai, sehingga perlu dilakukan lokakarya khusus
untuk membicarakan CPL serta kaitannnya dengan penyusunan
kurikulum dan atau RPS.
6. Alat laboratorium yang baru, telah tersedia namun sebagian
masih disimpan dalam box dan lemari. Sebaiknya alat tersebut
segera dimanafaatkan untuk kegiatan praktikum, serta
penelitian dosen dan mahasiswa, minimal untuk penelitian TA.
7. Program pengembangan ke depan sebaiknya disusun dengan
menggunakan hasil analisis SWOT atau yang relevan dengan
baik, serta dilengkapi dengan indicator kinerja (KPI) yang
realistis dan dapat diukur. Penyusunan program harus dikaitkan
dengan kondisi saat ini, serta kemampuan untuk melaksanakan,
sehingga capaiannya dapat dikontrol dengan baik.