Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS JURNAL EFEKTIVITAS PEMBERIAN OKSIGEN POSISI SEMI

FOWLER DAN FOWLER TERHADAP PERUBAHAN SATURASI PADA


PASIEN ASMA BRONKIAL PERSISTEN RINGAN

Untuk Menyelesaikan Tugas Profesi Keperawatan Gadar Kritis


Program Studi Profesi Ners

Disusun Oleh

KELOMPOK 1
1. ANJAR PADMI PRATIWI / 11194692111016
2. KATARINA SEMBIRING / 11194692111029
3. NOORMALASARI EKA PUTRI / 11194692111036
4. TAUFIQ / 11194692111044

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2021
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : ANALISA JURNAL

KELOMPOK : 1 (SATU )

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : 1. Anjar Padmi Pratiwi

2. Katarrina Sembiring

3. Noormalasari Eka Putri

4. Taufiq

Tanjung, Oktober 2021

Menyetujui,

RSUD H. Badaruddin Kasim Tanjung Program Studi Profesi Ners

Preseptor Klinik (PK) Preseptor Akademik (PA)

...................................... .........................................
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL KASUS : ANALISA JURNAL

KELOMPOK : 1 ( SATU )

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : 1. Anjar Padmi Pratiwi

2. Katarrina Sembiring

3. Noormalasari Eka Putri

4. Taufiq

Tanjung, Oktober 2021

Menyetujui

RSUD H. Badaruddin Kasi Tanjung Program Studi Profesi Ners

Preseptor Klinik (PK) Preseptor Akademik (PA)

Mengetahui,

Ketua Jurusan Program Studi Ilmu


Keperawatan dan Profesi Ners
BAB I
KAJIAN JURNAL UTAMA

MOHAMMAD BASIT, S.Kep.,Ns.,MM


NIK. 1166102012053
A. JUDUL JURNAL
Efektivitas Pemberian Oksigen Posisi Semi Fowler Dan Fowler Terhadap
Perubahan Saturasi Pada Pasien Asma Bronkial Persisten Ringan
B. PENELITI
Tjokorda Istri Eka Anggayanthi, Putu Wira Kusuma Putra, Ida Ayu Agung Laksmi
C. TEMPAT PENELITIAN
Tempat penelitian di lakukan di RSUD Ratu Zalecha Martapura
D. TAHUN PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan pada Juni 2016
E. LATAR BELAKANG
Menurut Global Initiatif for Asthma, asma merupakan masalah kesehatan di
seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara-negara yang sedang
berkembang. Penyakit ini adalah penyakit heterogen yang ditandai inflamasi kronik
saluran napas, dengan gejala sesak napas, mengi, dada terasa berat, batuk semakin
memberat dan keterbatasan aliran udara ekspirasi (Mark, et all, 2016).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2011 menyebutkan
bahwa terdapat 235 juta orang menderita asma di dunia, 80% berasal dari negara
dengan pendapatan rendah hingga menengah, termasuk Indonesia. Berdasarkan data
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), di Indonesia didapatkan bahwa angka
kematian akibat penyakit asma adalah sebanyak 63.584 orang (Pangestu, dkk, 2016).
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan bahwa
prevalensi asma semua umur di Indonesia mencapai angka 4,5% (11.196.000 jiwa),
sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai angka 6,3% (242.834 jiwa)
(Balitbang, 2013).
Asma merupakan suatu penyakit peradangan kronis pada saluran pernapasan
dengan karakteristik berupa hipersensitivitas, edema mukosa dan produksi mukus
(Smeltzer, et al, 2010). Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan
yang sifatnya berulang namun reversible (Price dan Wilson, 2006).
Organ-organ dalam tubuh membutuhkan suplai oksigen yang cukup agar
fungsinya lebih optimal dan efektif. Jika nilai saturasi oksigen rendah, berbagai
masalah kesehatan dapat terjadi diantaranya terjadi hipoksemia (Musliha, 2010).
Hipoksia merupakan keadaan kekurangan oksigen di jaringan atau tidak adekuatnya
pemenuhan kebutuhan oksigen seluler akibat defisiensi oksigen yang diinspirasi atau
meningkatnya penggunaan oksigen pada tingkat seluler.
F. METODE PENELITIAN
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan
eksperimental dan rancangan penelitan Quasy Experiment yaitu jenis penelitan
yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara
melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimental (Nursalam,
2015).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami
serangan asma bronkial yang masuk di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura
dengan kisaran 30 pasien per bulan (Juni 2016). Sampel yang diteliti sebanyak
20 pasien asma bronkial persisten ringan yang berobat ke IGD Rumah Sakit
Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura. Teknik sampling dalam penelitian ini
adalah dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan cara
Purposive sampling yang dibagi menjadi 10 sampel untuk kelompok intervensi
dan 10 sampel untuk kelompok control. Pemilihan kelompok intervensi adalah 10
pasien pertama yang datang ke IGD sedangkan kelompok kontrol adalah 10
pasien berikutnya yang datang ke IGD.
BAB II
TELAAH JURNAL MENGGUNAKAN MODEL PICO
( POPULATION-INTERVENTION-COMPARISON-OUTCOME)

A. JUDUL JURNAL
Efektivitas Pemberian Oksigen Posisi Semi Fowler Dan Fowler Terhadap
Perubahan Saturasi Pada Pasien Asma Bronkial Persisten Ringan
B. PENELITI
Tjokorda Istri Eka Anggayanthi, Putu Wira Kusuma Putra, Ida Ayu Agung Laksmi
C. SUMBER
Jurnal Keperawatan.
D. VOLUME
Vol.4 No. 1 Mei 2019,

E. Bahasan Konsep Teori

Jurnal buku / Teori Sumber


Terdapat perbedaan efektivitas posisi Penelitian
semi fowler dan high fowler terhadap Perbedaan Efektivitas Posisi
saturasi oksigen pada pasien asma yang Semi Fowler Dan High Fowler
diberikan nebulizer di Rumah Sakit Terhadap Saturasi Oksigen
Umum Daerah Kabupaten Klungkung. Pada Pasien Asma Yang
Dimana posisi high fowler lebih efektif Diberikan Nebulizer Di Rumah
terhadap peningkatan saturasi oksigen Sakit Umum daerah Kabupaten
pasien asma yang diberikan nebulizer Klungkung
dengan nilai p value = 0,015 < 0,05. peneliti
Tjokorda Istri Eka Anggayanthi,
Putu Wira Kusuma Putra, Ida
Ayu Agung Laksmi

F. Analisis PICO
JURNAL UTAMA
Efektivitas Pemberian Oksigen Posisi Semi Fowler Dan Fowler Terhadap
Perubahan Saturasi Pada Pasien Asma Bronkial Persisten Ringan
POPULASI PASIEN :
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami
serangan asma bronkial yang masuk di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura
dengan kisaran 30 pasien per bulan (Juni 2016). Sampel yang diteliti
sebanyak 20 pasien asma bronkial persisten ringan yang berobat ke IGD
Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura
INTERVENSI :
Intervensi dibagi menjadi 10 sampel untuk kelompok intervensi dan 10 sampel
untuk kelompok control. Pemilihan kelompok intervensi adalah 10 pasien
pertama yang datang ke IGD sedangkan kelompok kontrol adalah 10 pasien
berikutnya yang datang ke IGD.
COMPARATION
(PERBANDINGAN) :
Perbedaan Efektivitas Posisi Semi Fowler Dan High Fowler Terhadap Saturasi
Oksigen Pada Pasien Asma Yang Diberikan Nebulizer Di Rumah Sakit Umum
daerah Kabupaten Klungkung
OUTCOME
Rata-rata saturasi oksigen dari 10 responden saat datang ke IGD sekitar
93.10 % dan setelah pemberian terapi oksigen dengan posisi semi fowler
sebesar 98.00 %. Rata-rata saturasi oksigen dari 10 responden saat
datang ke IGD sekitar 92.60 % dan setelah pemberian terapi oksigen
dengan posisi fowler sebesar 98.00 %. Tidak ada perbedaan efektivitas
pemberian oksigen pada posisi semi fowler dengan fowler terhadap
perubahan saturasi pada pasien asma bronkial persisten ringan di IGD
RSUD Ratu Zalecha Martapura.

JURNAL PEMBANDING
Perbedaan Efektivitas Posisi Semi Fowler Dan High Fowler Terhadap Saturasi
Oksigen Pada Pasien Asma Yang Diberikan Nebulizer Di Rumah Sakit Umum
daerah Kabupaten Klungkung
POPULASI PASIEN :
Penelitian inimelibatkan 28 responden yaitu 14 orang posisi semi fowler dan
14 orang posisi high fowler yang dipilih dengan teknik sampel purposive
sampling sesuai kriteria inklusi
INTERVENSI :
Pasien dibagi menjadi 2 kelompok 1 menggunakan posisi semi fowler dan 1
kelompok menggunakan high fowler. Saturasi oksigen pasien diukur dengan
menggunakan pulse oxsimetry sebelum dan setelah intervensi.
COMPARATION (PERBANDINGAN) :
Kelompok pembanding yaitu kelompok yang diukur saturasi Oksigen dengan
High Fowler
OUTCOME
Hasil penelitian yaitu Terdapat perbedaan efektivitas posisi semi fowler dan
high fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan
nebulizer di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung. Dimana
posisi high fowler lebih efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien
asma yang diberikan nebulizer dengan nilai p value = 0,015 < 0,05.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Perbandingan antara jurnal yang dianalisis dengan jurnal pembanding


Pembanding Jurnal yang dianalisis Jurnal pembanding
Judul jurnal Efektivitas Pemberian Perbedaan Efektivitas Posisi
Oksigen Posisi Semi Fowler Semi Fowler Dan High Fowler
Dan Fowler Terhadap Terhadap Saturasi Oksigen
Perubahan Saturasi Pada Pada Pasien Asma Yang
Pasien Asma Bronkial Diberikan Nebulizer Di
Persisten Ringan Rumah Sakit Umum daerah
Kabupaten Klungkung

Tujuan Untuk mengetahui perbedaan Untuk mengetahui perbedaan


keefiktifan pemberian oksigen
penelitian keefiktifan pemberian oksigen
dengan posisis semi fowler
dengan posisis semi fowler dan High Fowler
dan Fowler
Metode Penelitian ini bersifat Jenis penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan jenis Quasy Experiment dengan
rancangan pre-post test with
penelitian yang digunakan control group design.
eksperimental dan rancangan Penelitian ini melibatkan 28
penelitan Quasy Experiment
responden yaitu 14 orang
posisi semi fowler dan 14
yaitu jenis penelitan yang orang posisi high fowler yang
bertujuan untuk dipilih dengan teknik sampel
purposive sampling sesuai
mengungkapkan hubungan
kriteria inklusi.
sebab akibat dengan cara Saturasi oksigen pasien diukur
melibatkan kelompok kontrol dengan menggunakan pulse
oxsimetry sebelum dan setelah
di samping kelompok intervensi.
eksperimental (Nursalam,
2015).
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh pasien yang
mengalami serangan asma
bronkial yang masuk di IGD
RSUD Ratu Zalecha
Martapura dengan kisaran 30
pasien per bulan (Juni 2016).
Variabel yang Keefiktifan Posisi Fowler dan Pasien Semi Fowler dan High
diteliti Semi fowler Fowler

Intervensi Intervensi dibagi menjadi 10 Pasien dibagi menjadi 2


sampel untuk kelompok kelompok 1 menggunakan
intervensi dan 10 sampel posisi semi fowler dan 1
untuk kelompok control. kelompok menggunakan high
Pemilihan kelompok intervensi fowler. Saturasi oksigen
adalah 10 pasien pertama pasien diukur dengan
yang datang ke IGD menggunakan pulse oxsimetry
sedangkan kelompok kontrol
sebelum dan setelah
adalah 10 pasien berikutnya
intervensi.
yang datang ke IGD
Jumlah 10 pasien pertama yang 28 responden yaitu 14 orang
pembanding datang ke IGD sedangkan posisi semi fowler dan 14
kelompok kontrol adalah 10 orang posisi high fowler
pasien berikutnya yang
datang ke IGD

B. Kelebihan jurnal dan kekurangan jurnal


Jurnal utama memiliki kelebihan dapat melihat pebedaan posisi tentang
pemberian oksigen antara semi fowler dan High Fowler serta Fowler
Namun kekurangnnya jurnal ini tidak membahasa secara khusus berapa
tingkat efektifitasnya perbedaan tersebut
C. Implikasi Keperawatan
Berdasarkan hasil peneilitian terdapat beberapa implikasi yang dapat
digunakan untuk peningkatan dalam bidang keperawatan khususnya dalam
pemeberian oksigen dan posisi yang tepat.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil temuan penelitian dan hasil pengujian pada
pembahasan yang dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa
1. Terapi utama saat IGD pada anak jika terjadi Asma bronkial adalah
pemberian Oksigen
2. Penelitian menunjukkan untuk posisi yang tepat dalam pemberian
oksigen pada Asma Bronkial ada Posisi High Fowler

B. SARAN
Diharapkan terapi-terapi ini bisa menjadi terapi utama pada pasien-
pasien dengan Asma Bronkial dan diharapkan bisa lebih dikembangkan terapi
mandiri keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA
Swardiyanto, et al. 2018. Effects of Physical-Cognitive Therapy (PCT) on Criticaly ill
Patients in Intensive Care Unit. Hiroshima J. Med. Sci. Vol. 67, Special Issue,
May, 2018

Tuegeh, J. 2017. Hubungan Tingkat Hipertensi Dengan Kejadian Dekompensasi


Kordis Pasien Hipertensi Di Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.
Jurnal Indonesia Keperawatan. Volume 7 No. 1 Oktober 2017.