Anda di halaman 1dari 19

RESUME KEPERAWATAN DAN PROTOKOL KEMOTERAPI

PADA NY. NW DENGAN CARSINOMA OVARIUM


KEMOTERAPI KE-10 DI RUANG EDELWAIS
RSUD ULIN BANJARMASIN

Untuk Menyelesaikan Tugas Profesi Keperawatan Medikal Bedah


Program Profesi Ners

Disusun Oleh:
Kadek Dian Purwata, S.Kep
11194692010074

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL KASUS : Asuhan Keperawatan pada Ny. Nw dengan Ca. Ovarium


NAMA MAHASISWA : Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep
NIM : 11194692010099

Banjarmasin, November 2021

Menyetujui,

Preseptor Klinik Preseptor Akademik

Indra Budi.,Ns.,M.Kep M. Sobirin Mochtar, Ns.,M.Kep


NIP. 19800703 199903 1 001 NIK. 1166052018124
RESUME KEPERAWATAN PROFESI NERS
RUANG KEMOTERAPI

A. Identitas Klien
1. Nama : Ny. Nw
2. Umur : 45 Tahun
3. Pendidikan : SLTA
4. Pekerjaan : Swasta
5. Alamat : Kapuas
6. Status Perkawinan : Kawin
7. Agama : Islam
8. Suku/Bangsa : Kapuas
9. Nomor Rekam Medik : 1.37.95.xx
10. Tanggal Masuk RS : 22 November 2021
11. Tanggal Pengkajian : 22 November 2021
12. Dx. Medis/ Stadium : Carsinoma Ovarium
13. Kemoterapi Ke- : Kemoterapi ke 10

B. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada perut kuadran kiri bawah,
P = nyeri akibat kanker ovarium dan bertambah jika pasien banyak
bergerak
Q = nyeri seperti ditusuk-tusuk
R = nyeri perut kuadran kiri bawah
S = 3 (sedang)
T = 10-15 detik

C. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengalami nyeri perut kuadran kiri bawah, sejak 5 bulan yang lalu.
Pasien mengalami nyeri sejak awal tahun 2021 dan menstruasi tidak teratur.
Nafsu makan kurang dan kedaan umum lemah. Pasien memeriksakan diri ke
puskesmas pulang pisau dan langsung dirujuk ke RS untuk dilakukan
pengobatan dan pemeriksaan penunjang. Dari hasil pemeriksaan biopsy
pasien didiagnosa menderita kanker Ovarium stadium 3. Saat ini pasien
menjalani perawatan di ruang edelweiss untuk menjalani kemoterapi ke 2.
D. Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi :
Membran mukosa bibir tampak kering, tampak lemah, tampak meringis
agak merintih menahan, tampak gelisah, klien juga mengalami
perdarahan sering (seperti plek-plek).
 Palpasi :
Tidak ada krepitasi pada daerah kepala, tidak terdapat benjolan di leher
sebelah kiri dan kanan, tidak terdapat nyeri tekan, dada, tidak ada
pembesaran vena jugularis, tidak terdapat pergeseran trakea dan nadi
82x/menit dengan kualitas cepat dan kuat, pada abdomen adanya nyeri
pada kuadran kanan bawah.
 Perkusi :
Pada saat diketuk pada bagian dada suara terdengar sonor, suara
jantung terdengar pekak, suara hati terdengar redup dan suara abdomen
terdengar timpani.
 Auskultasi :
Suara nafas normal, suara jantung normal (s1 s2 tunggal) bising usus
12x/menit, TD: 120/80mmHg.

E. Keadaan Umum
1. Tingkat Kesadaran/ GCS :
Composmentis / GCS: E4 V5 M6
E : Membuka mata spontan
M : Respon bergerak spontan
V : Suara jelas
2. TTV :
Tekanan Darah= 120/80 mmHg
Nadi = 82 kali/menit
Respirasi = 20 kali/menit
Temp = 360C
3. Antropometri :
BB : 56 kg (sebelum RS)
BB : 42 kg (sesudah RS)
TB : 149 cm
IMT : BB = 42 kg = 42 kg = 18.4 (Kurus)
(TB2) (1492) (2,49)
Ket:
Kategori IMT
Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat < 17.0
Kekurangan berat badan tingkat sedang 17.0 – 18.4
Normal Normal 18.5 – 25.0
Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25.1 – 27.0
Obesitas Kelebihan berat badan tingkat berat >27.0

F. Pengobatan Kemoterapi
a. Infus Ns 0,9 %
b. Docetaxel : Injeksi IV (120 mg)
c. Carboplatin : Injeksi IV (450 mg)

G. Pemeriksaan Penunjang
1. Hasil Laboratorium Klinik
Tanggal pemeriksaan : 24 September 2020
Dokter : dr. Indri Haryuni, Sp. Rad
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan

Hemoglobin 11.5* 14.0-18.0 g/dl

Lekosit 8.2 4.0-10.5 Ribu/ul

Eritrosit 4.08 4.10-6.00 Juta/ul

Hematocrit 35.5 42.0-52.0 %

Trombosit 169 150-450 Ribu/ul

GDS 87 <200.00 Mg/dl

SGOT 26 5 - 34 U/L

SGPT 49 0 -55 U/L

Ureum 28 0 -50 Mg/dL

Creatinine 0.90 0.57 – 1.11 Mg/dL

2. Hasil Laboratorium Patologi Anatomi


Tanggal pemeriksaan : 24-09-2021
Nomor : S/I 1807077
Keterangan klinik :
D/K : Metastasis tumor keparu
Carinoma Ovarium
Kesimpulan:
Suatu Metastase Adenocarcinoma pada cairan pleura

3. Hasil Thorax
Tanggal pemeriksaan : 21-09-2021
Dokter pemeriksa : dr. Indri Haryuni, Sp. Rad

Kesimpulan:
 Efusi pleura bilateral
 Acites permagna
 Masssa solid inhomogen dengan mikrokalsifikasi pada rongga
pelvis, sugestif, malignant
E.c tumor solid pada uterus, cervix uteri?
DD/ tumor solid ovarium

4. Dan lain-lain

H. Farmakologi
Obat Dosisi Indikasi Efek sampig
NaCl 0,9% 500 ml Menggantikan cairan  Bengkak pada
tubuh yang hilang, kaki/tangan
menjaga tubuh agar  Sakit kepala
tetap terhidrasi  mual
Ranitidin 50 mg  Magh  Sakit kepala
 Radang saluran  Diare
pencernaan  Mual muntah
 Luka lambung  Demam
 Bengkak/tidak buang air
kecil
Ondancentron 4 mg/8 Mengobati mual dan  Sakit kepala
mg muntah akibat efek  Lelah dan lemah
samping pengobatan  Meriang
kemoterapi  mengantuk
Carboplatin 450 mg Terapi pengobatan  Rambut rontok
pada kanker ovarium  Gangguan saluran
pencernaan
 Mual dan muntah
 Reaksi alergi
Docetaxel 120 mg merupakan obat  Anemia
kanker yang bekerja  Konstipasi (sembelit)
dengan cara  Nyeri
mengganggu  Mual dan muntah
pertumbuhan dan  Alopesia (kebotakan)
penyebaran sel-sel
 Neuropati (perasaan
kanker dalam tubuh
lemah, mati rasa pada
yang terindikasi ca
tangan dan kaki)
ovarium, yang berguna
 Trombositopenia (terjadi
memperlambat
akibat kurangnya kadar
pertumbuhan penyakit
platelet atau trombosit di
kanker
tubuh

I. Analisa Data
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1 DS: Infiltrasi Nyeri Kronis
 Pasien mengeluh nyeri perut sejak 5 tumor/kanker
Bulan yang lalu.
 Pasien mengeluh nyeri pada perut
kuadran kiri bawah
P = nyeri akibat kanker ovarium dan
bertambah jika pasien banyak bergerak
Q = nyeri seperti ditusuk-tusuk
R = nyeri perut kuadran kiri bawah
S = 3 (sedang)
T = 10-15 detik
DO:
 Pasien tampak meringis dan agak
merintih menahan
 Pasien tampak gelisah
 Tanda-Tanda Vital:
Tekanan Darah= 120/80 mmHg
Nadi = 82 kali/menit
Respirasi = 20 kali/menit
Temp = 360C

2. DS: Faktor psikologis defisit nutrisi


 Pasien mengatakan makan minum (stress dan
sedikit keengganan untuk
 Pasien mengatakan nafsu makan makan)
berkurang
DO:
 Keadaan umum lemah
 Membran mukosa bibir tampak kering
serta pucat
 Hb: 11.5 g/dl
 BB : 56 kg (sebelum RS)
 BB : 42 kg (sesudah RS)
TB : 149 cm
IMT : BB = 42 kg = 42 kg = 18.4 (Kurus)
(TB2) (1492) (2,49)
3 Faktor resiko : Risiko Syok
- Pasien dalam tindakan pemberian (Anafilaksis)
kemoterapi
- Pasien menjalani kemoterapi ke 3
- Keadaan umum pasien tampak lemah
- TTV
Tekanan Darah= 120/80 mmHg
Nadi = 82 kali/menit
Respirasi = 20 kali/menit
Temp = 360C

J. Prioritas masalah
1. Nyeri kronis b.d Infiltrasi tumor/kanker
2. Defisit nutrisi b.d Faktor psikologis (stress dan keengganan untuk makan)
3. Risiko syok (anafilaksis)
K. Intervensi Keperawatan
No SDKI SIKI SLKI Rasional

1 Nyeri Kronis berhubungan Setalah dilakukan tindakan Manajemen Nyeri - Mengidentifikasi kebutuhan
dengan infiltrasi tumor/kanker keperawatan dalam 3x24 jam untuk intervensi selanjutnya
diharapkan nyeri dapat teratasi dengan Observasi - Mengidentifikasi tanda gejala
kriteria hasil: pada nyeri
- Identifikasi lokasi, karakteristik, - Memfokuskan kemampuan
Tingkat nyeri durasi, frekuensi, kualitas dan untuk menanggulangi masalah
intensitas nyeri, skala nyeri nyeri
- Nyeri dilaporkan dari sedang - Identifikasi respon non verbal - Mengurangi rasa nyeri
(skala3) menjadi ringan (skala4) - Monitor keberhasilan terapi yang - Memonitor apkah terjadi
- Mampu mengenali nyeri (skala sudah dilakukan keberhasilan dalam terapi
intensitas,frekuensiI dari sedang - Monitor efek samping penggunaan - Memonitor apakah terjadi efek
menjadi (skala3) menjadi ringan analgetik samping pada konsumsi obat
(ringan4) Terapeutik yang bisa menimbulkan syok
- Ekspresi wajah meringis dari - Memberitahukan pengetahuan
sedang (skala3) menjadi ringan - Berikan tehnik non farmakologis kepada pasien tentang
(skala4) dalam melakukan penanganan nyeri penyebab dan mengurangi rasa
- Gelisah dilaporkan dari sedang - Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri
(skala3) menjadi ringan (skala4) nyeri dalam pemilihan strategi - Meningkatkan konsumsi TKTP
meredakan nyeri untuk memnuhi asupan dalam
Edukasi tubuh
- Memberikan penurunan nyeri
- Jelaskan penyebab, priode dan
dan tidak nyaman
pemicu nyeri
- Mengajarkan tehnik non
farmakologis yang tepat
- Menganjurkan menggunakan
analgetik secara tepat
Kolaborasi

Pemberian obat analgetik (ketorolax)

2 Defisit Nutrisi b.d Faktor Setelah dilakukan Tindakan Manajemen Nutrisi - Mengetahui status nutrisi pasien
keperawatan selama 1x30 menit, Observasi terpenuhi atau tidak
psikologis
diharapkan defisit nutrisi tidak terjadu - Identifikasi status nutrisi - Untuk mengetahui berapa kali
(stress dan keengganan untuk dengan kriteria hasil: - Identifikasi pola makan pasien makan dalam 1 hari
Status Nutrisi (L.03030) - Monitor asupan makanan - Untuk mengetahui makanan apa
makan)
- Nafsu makan,dari cukup - Monitor berat badan yang dimakan pasien
memburuk (2) ke membaik (5) - Monitor hasil pemeriksaan - Mengukur berat badan pasien
- Frekuensi makan dari menurun (1) laboratorium setiap harinya
ke meningkat (5) Terapeutik - Melihat perubahan hasil
- Membran mukosa, dari cukup - Lakukan oral hygiene sebelum laboratorium pasien
memburuk (2) ke membaik (5) makan - Untuk menyegarkan mulut pasien
- Porsi makan yang dihabiskan dari - Sajikan makanan secara menarik - Sehingga nafsu makan meningkat
menurun (1) ke meningkat (5) dan suhu yang sesuai - Untuk memenuhi nutrisi pasien
- Berikan makanan tinggi kalori dan - Agar nutrisi pasien terpenuhi
tinggi protein selama diet berlangsung
Edukasi - Agar kebutuhan nutrisi dan berat
- Ajarkan diet yang diprogramkan badan pasien meningkat.
Kolaborasi
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk - Menghindari terjadinya komplikasi
menentukan jumlah kalori dan jenis pada pasien
nutrient yang dibutuhkan - Untuk mengetahui kenaikan berat
Manajemen kemoterapi (I.14511) badan pasien
Observasi - Agar kebutuhan cairan pasien
- Periksa kondisi sebelum kemoterapi terpenuhi
- Monitor status gizi dan berat badan - Agar tidak terjadinya komplokasi
Terapeutik pada pasien
- Berikan asupan cairan adekuat - Agar pasien memahami efek yang
- Berikan obat kemoterapi sesuai akan terjadi saat pengobatan
program kemoterapi
Edukasi - Sehingga pasien tidak malnutrisi
- Jelaskan efek obat pada sel kanker - Untuk mengetahui obat yang
dan fungsi sumsum tulang belakang diberikan kepada pasien sesuai
- Anjurkan diet sesuai indikasi atau tidak
- Anjurkan melaporkan efek samping - Agar mengurasi efek samping dari
kemoterapi yang dirasakan kemoterapi
- Ajarkan teknik relaksasi
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat untuk
mengendalikan efek samping

3 Resiko syok (anafiaksis) 1. Management Anafilaksis Manajemen syok - Untuk mengetahui vital sign klien
2. Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Monitor tanda-tanda vital - Untuk mengetahui adanya tanda-
selama 1x 8 jam. Klien tidak mengalami - Kaji tanda-tanda syok anafilaksis tanda syok anafilaksis yang terjadi
nyeri, dengan kriteria hasil : (muncul ruam seperti gatal, sesak pada klien
- Vital sign dalam batas normal napas, denyut nadi lemah/cepat, TD - Untuk mengetahui bagaimana
- Syok anafilaksis tidak terjadi turun drastic, kram nyeri perut, mual psikologis klien saat terjadi reaksi
- Tidak terjadi penurunan kesadaran muntah, diare, penurunan anafilaksi
kesadaran, kesulitan menelan) - Untuk mengurangi atau mencegah
- Kaji respon klien terhadap terjadinya syok anafilaksi
kekambuhan reaksi anafilaksi
- Kolaborasi dengan dokter pemberian
obat inj. eprinefrin

L. Implementasi Keperawatan
No Hari / Tanggal No. Implementasi Keperawatan Paraf
Diagnosa perawat

1
1 Senin, 22 Manajemen Nyeri
November 2021
Observasi

- Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intensitas nyeri, skala nyeri
- Mengidentifikasi respon non verbal (pasien tampak meringis dan merintih menahan nyeri)
- Mengidentifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
Terapeutik
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi

- Jelaskan penyebab, priode dan pemicu nyeri (pasien dengan ca ovarium dengan memiliki gejala
nyeri)
- Berikan tehnik non farmakologis dalam melakukan penanganan nyeri (terapi relaksasi, distraksi, zikir)
- Menganjurkan menggunakan analgetik secara tepat
Kolaborasi

Pemberian obat analgetik (ketorolax)

2
2 Senin, 22 Manajemen Nutrisi
November 2021 Observasi
- Mengidentifikasi status nutrisi (memperbaiki kekurangan nutrisi pasien)
- Mengidentifikasi pola makan (makanan kesukaan / ketidaksukaan pasien)
- Memonitor asupan makanan (makan pasien sedikit dan cepat kenyang)
- Memonitor berat badan (mengukur berat badan pasien : 46 kg)
- Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium (hemoglobin, hematocrit, kadar kolestrol, kreatinin, albumin
serum)

Terapeutik
- Melakukan oral hygiene sebelum makan (pasien menggosok gigi)
- Menyajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai (menyiapkan makanan kesukaan pasien)
- Memberikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein (seperti madu, gula merah, keju, sayuran dan
buah)
Edukasi
- Mengajarkan diet yang diprogramkan (pasien memakan makanan yang dianjurkan)
Kolaborasi
- Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrient yang dibutuhkan

Manajemen kemoterapi (I.14511)


Observasi
- Mencek kondisi sebelum kemoterapi (keadaan umum, TTV, hasil Lab)
Terapeutik
- Memberikan asupan cairan adekuat (terpasang infus NaCl 0,9%)
- Memberikan obat kemoterapi sesuai program yaitu Brexel (120 mg), Carboplatin(450 mg)
Edukasi
- Menjelaskan efek obat pada sel kanker (akan membunuh sel kanker pada colon)
Menganjurkan diet sesuai indikasi (makan tinggi protein, rendah serat)
- Mengannjurkan melaporkan efek samping kemoterapi yang dirasakan (terjadinya penurunan nafsu
makan, rambut rontok)
Kolaborasi
- Berkolaborasi pemberian obat untuk mengendalikan efek samping (Ondancentron 8 mg)

3
3 Senin, 22 Manajemen syok
November 2021
- Memonitor tanda-tanda vital
- Mengkaji tanda-tanda syok anafilaksis
(muncul ruam seperti gatal, sesak napas, denyut nadi lemah/cepat, TD turun drastic, kram nyeri perut,
mual muntah, diare, penurunan kesadaran, kesulitan menelan)
- Mengkaji respon klien terhadap kekambuhan reaksi anafilaksis (pasien tidak memiliki riwayat syok)
- Berkolaborasi dengan dokter pemberian obat inj. eprinefrin
M. Evaluasi
No Hari / Tanggal Pukul Diagnosa Evaluasi Paraf
Keperawatan (SOAPIE) perawat
1 09.00
1
Senin, 22 S:
November 2021  Pasien mengeluh nyeri pada perut kuadran bawah atas sudah mulai berkurang
Wita P = nyeri akibat kanker ovarium dan bertambah jika pasien banyak bergerak
Q = nyeri seperti ditusuk-tusuk
R = nyeri perut kuadran kiri bawah
S = 2 (ringan)
T = 10-15 detik
O:
 Pasien tampak meringis berkurang
 Pasien tampak gelisah berkurang
A:
 Intervensi sebagian teratasi
P:
 Intervensi dilanjutkan dipertemuan selanjutnya
I:
Observasi

- Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intensitas


nyeri, skala nyeri
Terapeutik
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi

- Jelaskan penyebab, priode dan pemicu nyeri (pasien dengan ca ovarium dengan
memiliki gejala nyeri)
- Berikan tehnik non farmakologis dalam melakukan penanganan nyeri (terapi
relaksasi, distraksi, zikir)
- Menganjurkan menggunakan analgetik secara tepat
Kolaborasi

- Pemberian obat analgetik (ketorolax)


2
2
Senin, 22 09.45 S:
November 2021  Pasien mengatakan masih makan sedikit cepat kenyang
 Pasien mengatakan adanya sedikit nafsu makan

O:
 Membran mukosa tampak lembab
 Pasien tampak menghabiskan ½ porsi makan
 Rambut pasien tampak rontok
 BB : 42 kg
TB : 149 cm
IMT : BB = 42 kg = 42 kg = 18.4 (Kurus)
(TB2) (1622) (2,49)
A:
 Intervensi sebagian teratasi
P:
 Intervensi dilanjutkan dipertemuan selanjutnya
I:
Manajemen Nutrisi
Observasi
- Identifikasi status nutrisi dan pola makan
- Monitor berat badan
Terapeutik
- Lakukan oral hygiene sebelum makan
- Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
Edukasi
- Ajarkan diet yang diprogramkan
- Ajarkan makan sedikit tapi sering, sediakan makan yang hangat dan menarik
Kolaborasi
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrient yang
dibutuhkan

3
3 Senin, 22 11:30 S : Klien mengatakan tidak ada merasa alergi, seperti gatal dan sesak napas
November 2021 O:
- Vital sign :
Tekanan Darah = 130/80 mmHg
Respirasi = 20 kali/menit
Nadi = 78 kali/menit
Temperature = 36,4 ᵒ C
Tidak ada tanda gejala syok analfilatik
A : masalah belum terjadi
P : intervensi dipertahankan
I:-
E : ajarkan untuk mengetahui gejala/tanda- tanda pada syok analfilatik
Lapor apabila terjadi dari tanda-tanda analfilatik
N. Discharge Planning
1. Mengajarkan tekhnik nonfarmakologi (Tarik nafas dalam,
berzikir) untuk mengurasi rasa nyeri pada abdomen pasien
2. Memberitahukan pasien makanan apa saja yang
diperbolehkan untuk dikonsumsi selama pengobatan
3. Meminta keluarga untuk memperhatikan diet nutrisi pada
pasien ca ovarium yang menjalani kemorterapi
4. Mengajarkan pasien untuk makan sedikit tapi sering,
sediakan makan yang hangat dan menarik

S :
- Pasien mengatakan sudah mengerti bagaimana cara tari
nafas dalam saat nyeri muncul
- Pasien mengatakan sudah mengerti makanan apa saja yang
harus dimakan selama pengobatan, serta menerapkan
makan sedikit tapi sering agar mempertahankan nutrisi
- Keluarga pasien mengatakan selalu memperhatikan diet
nutrisi pasien
O :
- Pasien tampak memahami apa yang dijelaskan oleh perawat
- Pasien dan keluarga bertanyaan saat tidak mengerti
penjelasan perawat
- Keluarga pasien tampak mematuhi apa yang diperintahkan
perawat
A :
- Masalah teratasi
P :
- Intervensi dihentikan

Perawat
Banjarmasin, 22 November 2021
Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep
Nama : Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep
NIM : 11194692110099

PROTOKOL KEMOTERAPI PROFESI NERS


RUANG KEMOTERAPI

A. Identitas Klien
1. Nama : Ny. Nw
2. Umur : 45 Tahun
3. Pendidikan : SLTA
4. Pekerjaan : Swasta
5. Alamat : Kapuas
6. Status Perkawinan : Kawin
7. Agama : Islam
8. Suku/Bangsa : Kapuas
9. Nomor Rekam Medik : 1.37.95.xx
10. Tanggal Masuk RS : 22 November 2021
11. Tanggal Pengkajian : 22 Nvember 2021
12. Dx. Medis/ Stadium : Carsinoma Ovarium
13. Kemoterapi Ke- : Kemoterapi ke 3

B. Keluhan dan Keadaan Umum


Pasien mengeluh nyeri pada perut kuadran kanan bawah, pasien
mengeluh lemah, nafsu makan kurang, makan minum sedikit.
P = nyeri akibat kanker ovarium dan bertambah jika pasien banyak
bergerak
Q = nyeri seperti ditusuk-tusuk
R = nyeri perut kuadran kiri bawah
S = 3 (sedang)
T = 10-15 detik
pasien menjalani kemoterapi ke 2, perawakan kurus, BB: 42 kg, TB:
149 cm, IMT: 18.4 (kurus). TTV, TD: 120/80 mmHg, respirasi: 20
x/menit, nadi: 82 x/menit, suhu: 36 oC
C. Tahapan Kemoterapi
1. Pre Medikasi
a. Persiapkan alat:
- APD (gaun, masker, topi, kecama google, sarung tangan
dan sepatu)
- Spuit 5 cc
- Spuit 10 cc
- Infus set
- Alcohol swab
- Infus NaCl 0,9%
- Infus KCL
- Obat Ondansentron 8 mg
- Obat Ranitidin 1 amp
- Obat Dexametason 2 amp
- Obat Docetaxel (injeksi IV 120 mg)
- Obat Carboplatin (injeksi IV 450 mg)
b. Perawat keruangan pasien dan menanyakan Nama pasien,
TTL pasien dan no. rekam medis pasien untuk memastikan
pasien yang akan dikemo benar
c. Perawat menyampaikan tujuan dilakukan kemoterapi dan
meminta persetujuan pasien
d. Perawat memulai menyiapkan alat
- Memasang APD lengkap
- Menseting set infus + cairan NaCl 0,9%
- Perawat memasukkan obat ranitidin 1 amp,
Ondansentron 8 mg, dexametason 2 amp melalui injeksi
intra vena, bertujuan untuk mengurasi efek samping dari
kemoterapi
2. Medikasi/ Intramedikasi
Tahap kerja:
- Perawat memberikan infus KCL 1 fls kepada pasien untuk
mencegah hypokalemia pada pasien
- Lakukan pembilasan infus NaCl 0.9% sebanyak 250 ml
- Masukkan obat berikutnya Docetaxel (120 mg) melalui intra
vena
- Lakukan pembilasan kembali infus NaCl 0.9% sebanyak 250
ml
- Masukkan obat Carboplatin (450 mg) melalui intra vena
- Tahapan terkahir lakukan kembali pembilasan infus NaCl
0.9% sebanyak 250 ml
3. Post Medikasi
- Masukkan kembali obat ondancentron 1 amp dan
dexametasone 1 amp ke intra vena pasien untuk mengurasi
efek dari kemoterapi
- Bilas kembali infus NaCl 0.9% sebanyak 250 ml
- Setelah selesai pemberian obat kemoterapi cek TTV pasien
(TD, Nadi, Respirasi, Suhu)
- Cek juga respon pasien setelah tindakan kemoteapi (seperti
adanya reaksi alergi, mual muntah, pusing)
- Bereskan semua alat dan lepas APD