Anda di halaman 1dari 16

RESEUME KEPERAWATAN TN.

S DENGAN CKD
STADIUM 5 DI RUANG HEMODIALISA
RSUD ULIN BANJARMASIN

Untuk Menyelesaikan Tugas Profesi Keperawatan Medikal Bedah


Program Profesi Ners

Disusun Oleh:
Utari Ermawati
NIM: 11194692110125

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2021
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL KASUS : CKD Stadium 5


NAMA MAHASISWA : Utari Ermawati
NIM : 11194692110125

Banjarmasin, November 2021

Menyetujui,

RSUD Ulin Banjarmasin Program Studi Profesi Ners


Preseptor Klinik (PK) Preseptor Akademik (PA)

Asmadi, S. Kep., Ns., M. Kep M. Sobirin Mochtar, Ns., M. Kep


NIP. NIK.
RESUME HEMODIALISA

II. PENGKAJIAN
Hari/Tanggal pengkajian : 01 November 2021
A. Identitas
1. Identitas klien
Nama : Tn. S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 66 tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Banjarmasin
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Suku/bangsa : Banjar/Indonesia
Tanggal masuk RS : 30 Oktober 2021
Diagnosa Medis : CKD Stadium 5
Nomer Rekam Medik : xx.xx.xx

B. Keluhan Utama
Pasien mengeluh sesak

C. Riwayat Hemodialisa
Sejak Kapan :  3 tahun yang lalu
Frekuensi/minggu : 2x seminggu (senin dan kamis)

Intake/ Output cairan per 24 jam


 Intake cairan : 1000 ml/hari
 Output cairan : Urine 200 ml/24 jam, muntah (-)
 Makan/ minum : Makan 2x/hari, minum 5 gelas/hari
 Tidur/ istirahat : 6-8 jam/hari
 Penyakit saat ini : CKD Stadium 5
 Keluhan saat ini : pasien mengatakan sesak dan pusing
 Kebiasaan lain : Pasien rutin kontrol ke RSUD Ulin Banjarmasin
dan
meminum obat darah tinggi dan ginjal secara rutin
D. Dialiser Disposible/ Akses Vaskuler
Dialiser yang digunakan adalah Polyflux 140 dan akses AV tangan
sinistra.

E. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
Keadaan umum pucat
2. Kesadaran
CM dengan GCS: E=4 V=6 M=5
3. Tanda-tanda Vital
 Tekanan darah : 169/76 mmHg
 Nadi : 79x/menit
 Respirasi : 30x/menit
 Suhu : 36 °C
4. Antropometri
BB pre HD : 72 kg
BB post HD : 66 kg
5. Perhitungan GFR
Rumus GFR
(140 - usia) x BB / (72 x serum kreatinin)
Diket:
Usia : 66 Tahun
BB : 72 Kg
Serum kreatinin : 3 mg/dl
Jawab:
= (140-66) x 72 kg / (72 x 3)
= 5. 328 / 216
= 25
Kesimpulan
Stage 4: Penurunan derajat berat dengan GFR 15-29

6. Pemeriksaan IAPP
a. Inspeksi
Tampak perut sedikit membesar (asites abdomen), tidak tampak
benjolan, tidak tampak lesi post operasi, tidak terpasang drain
b. Auskultasi
Peristaltik usus 18x/menit
c. Perkusi
Bunyi pekak pada badomen kiri,
d. Palpasi
Tidak ada nyeri tekan, teraba adanya penumpukan cairan pada
abdomen, tidak teraba pembesaran hepar
7. Pemeriksaan Penunjang
a. Hemoglobin: 7,6 gr/dl.
b. Kreatinin: 3 mg/dl
8. Faktor Resiko
a. Tindakan invasive HD pemasangan jarum AV pada daerah lengan
sinistra pasien
b. Prosedur HD
No. Item Penilaian Alat Hemodialisa
1. Waktu (wita) 08.00 WITA 09.00 10.00 12.00
WITA WITA WITA
2. QB (ml/mm) 200 200 200 200
3. Tekanan 174/72 169/76 169/76 170/73
Darah (mmHg) mmHg mmHg mmHg mmHg
5. Tekanan Arteri 4 3 4 3
(mmHg) mmHg mmHg mmHg mmHg

6. TMP (mmHg) 11 18 13 11
mmHg mmHg mmHg mmHg
8. UF.Rate (L/h) 0.0 0.9 0.42 1.5
9. UF. Goal (L) 1.5 1.5 1.5 1,5
10. Time UF 4 ½ Jam wita
Dialisis

c. Pembekuan Darah, Akses Vaskuler Lepas dan Hematoma


Diisi dengan kondisi kondisi pasien pre, intra, post HD.
Kulit tampak bekas tusukan berwarna hitam, kulit tampak
menghitam, terpasang AV shunt sebelah tangan sinistra.
III. ANALISA DATA

No. DATA MASALAH ETIOLOGI

1. Data Subjektif: Hipervolemia Penyakit Ginjal (CKD)


 Pasien mengeluh sesak
Data Objektive:
 Perut tampak
membesar (asites
abdomen)
 Pasien mengalami
oliguria (outpun urine
hanya 200 ml/24 jam //
Oliguria <240ml/24jam)
 Intake cairan
(1000ml/24jam) >
Output cairan (200ml)
 Balance cairan (+)
 BB pre HD : 72 kg
 BB post HD : 66 kg
 RR : 30x/menit
(takipnea)
 HB: 7.6 gr/dl
2. Faktor resiko: Risiko
 Intake cairan Ketidakseimbanga
(1000ml/24jam) > n
Output cairan (200ml) Elektrolit
 Balance cairan (+)
 CKD stadium 5
 Pasien mengalami
oliguria (outpun urine
hanya 200 ml/24 jam //
Oliguria <240ml/24jam)
Prioritas masalah :
1. Hipervolemia berhubungan dengan Penyakit Ginjal (CKD)
2. Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
I. INTERVENSI, IMPLEMENTASI, DAN EVALUASI

No Hari/ Diagnosa SLKI SIKI Implementasi Evaluasi


Tanggal Keperawatan
1. 01 Hipervolemia Status Cairan (L.03028) Manajemen Hemodialisis Pre HD : S:
November b.d Gangguan Setelah dilakukan (I.09288) Observasi  Pasien mengatakan
2021 mekanisme tindakan keperawtan 1x8 Pre HD : 1. Mengkaji tanda dan gejala sesak berkurang
regulasi jam diharapkan status Observasi kebutuhan hemodialisis O:
cairan dengan kriteria 1. Identifikasi tanda dan (intake cairan 1500cc  Sesak pada psein
hasil: gejala serta kebutuhan output cairan 200cc) tampak berkurang
1. Output urine hemodialisis 2. Mengkaji kesiapan  Pasien masih tampak
meningkat 2. Identifikasi kesiapan hemodialisis (TTV: TD:  HB:7.6 gr/dl
2. Takipnea menurun hemodialisis (mis. TTV, 174/72 mmHg, N: 76  Ouput: 200cc
3. Konsentrasi urine BB, Kelebihan cairan, x/mnt, RR: 30 x/mnt, T: 36
 Input: 1.500 cc
menurun kontraindikasi C, BB, 72 kg, intake
 BB Pre HD: 72 kg
4. Tekanan darah pemberian heparin) cairan 1500cc output
 BB Post HD: 66 kg
membaik Terapeutik cairan 200 cc, terdapat
A:
5. Kadar HB membaik 1. Siapkan peratan asites)
 Masalah teratasi
6. Oliguria membaik hemodialisis (mis. Terapeutik
sebagian
Bahan habis pakai, 1. Menyiapakan peratalan
P:
blood line hemodialisis) hemodialisis (Dializer set,
 Intervensi dilanjutkan
2. Ambil sampel darah selang AVBL, Nacl 500
Edukasi cc, infuse set, spuit 20 cc
1. Jelaskan tentang dan 5 cc, alkohol swab,
prosedur hemodialysis hepavix, HD pack, 2 buah
Kolaborasi fistula)
1. Kolaborasi pemberian 2. Cek kadar Hb (7.6 g/dL)
heparin pada bloodline Edukasi
Intra HD : 1. Menjelaskan tentang
Observasi prosedur HD (persiapan
1. Monitor TTV, tanda- HD, HD dilakukan
tanda perdarahan, dan berdurasi 4,5 jam)
respon selama dialysis Kolaborasi
Terapeutik 1. Kolaborasi pemberian
1. Lakukan prosedur heparin 1 cc
dialisis dengan prinsip Intra HD :
aseptik Observasi
2. Atur filtasi sesuai 1. Mengobservasi TTV,
kebutuhan penarikan Perdarahan dan respon
kelebihan cairan selama dialisis (TD:
3. Atasi hipotensi selama 169/76 mmHg, N: 93
dialisis x/mnt, RR: 24 x/mnt, T:
4. Hentikan hemodialisis 36,5 C, pasien tertidur)
jika mengalami kondisi Terapeutik
yang membahayakan 1. Mempertahankan teknik
(syok) aseptik (selalu memakan
Post HD : handscoon, mencuci
Observasi tangan sebelum dan
1. Monitor ttv pasca sesudah melakukan
hemodialisa tindakan
2. Monitor BB 2. Mengatur filtrasi sesuai
3. Monitor Hb kebutuha penarikan
Terapeutik kelebihan cairan (Time:
1. Ambil sampel darah 4,5 jam, UF Goal: 1.5 ml,
2. Timbang BB post HD UF Rate: 0,9 ml)
Edukasi Post HD :
1. Menyampaikan efek Observasi
samping hemodialisa 1. Mengkaji TTV (TD: 165/70
2. Menyampaikan diet mmHg, N: 90x/mnt, RR:
yang diperlukan post 24 x/mnt, T: 36,5 C
hemodialisa 2. Memonitor BB
Kolaborasi BB Post HD: 66 kg
1. Memberikan obat untuk Terapeutik
efeksamping 1. Mengambil sampel darah
hemodialisa 2. Menimbang BB pasien
BB post HD 66 kg
Edukasi
1. Menyampaikan efek
samping hemodialisa
(mual, muntah, penurunan
nafsu makan, sakit
kepala)
Kolaborasi
1. Memberikan obat untuk
efek samping hemodialisa
2. Senin, 01 Risiko Keseimbangan cairan Manajemen Cairan Observasi S:
November ketidakseimba (L. 03020) (I.03098) 1. Memonitor berat badan  Pasien pusing
2021 ngan elektrolit Setelah diberikan Observasi sebelum dan sesudah HD berkurang
tindakan keperawatan 1. Monitor berat badan BB Pre HD: 72 kg O:
selama 1x8 jam, tingkat sebelum dan sesudah BB Post HD: 66 kg  Pasien masih tampak
keseimbangan cairan HD 2. Memonitor hasil pucat
meningkat dengan 2. Monitor hasil laboratorium  BB Pre HD: 72 kg
kriteria hasil : laboratorium HB: 7.6 gr/dl  BB Post HD: 66 kg
1. Haluan urin Terapeutik Kreatinin: 3 mg/dl  HB: 7.6 gr/dl
meningkat 1. Catat intake dan output Terapeutik
 Kreatinin: 3 mg/dl
2. Asites menurun cairan 1. Mencatat intake dan
A:
3. Edema menururn 2. Berikan asupan cairan output cairan
 Masalah teratasi
4. Tekanan darah sesuaikebutuhan Intake: 1.500 cc
sebagian
membaik Output: 200 cc
P:
2. Memberikan asupan
 Intervensi dilanjutkan
cairan sesuai kebutuhan
Asupan cairan pasien
dibatasi 250 cc/hari

II. PROSES HEMODIALISA


Hari/
No Pukul Evaluasi
Tanggal
PRE HD
S:
- Pasien mengatakan sesak
- Pasien mengatakan pusing
O:
- TTV:
TD : 174/72 mmHg
N : 76 x/mnt
Senin, 01 RR : 30 x/mnt
07.00
1 November T : 36 C
Wita
2021 - BB: 72 kg
- Hb: 7.6 g/dL
- Alat HD sudah disiapkan
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Intervensi dilanjutkan (hemodialisa)

INTRA HEMODIALISA
1 Kamis, 08.00 S:
WITA -
O:
klien tampak tidur
UF goal : 1.5
UF Rate : 0.0
QB : 200
TMP: 11
TTV :
7/01/2021 TD : 174/72 mmHg
N : 80 x/mnt
RR : 18 x/mnt
T : 36,5 C
- Proses HD sedang berjalan
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Intervesi dilanjutkan
2 Senin, 01 09.00 S:
November WITA -
2021 O:
klien tampak tertidur
UF goal : 1.5
UF Rate : 0.9
QB : 200
TTV :
TD : 169/76 mmHg
N : 93 x/mnt
RR : 24 x/mnt
T : 36,5 C
- Proses HD sedang berjalan
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Intervesi dilanjutkan
3 Senin, 01 10.00 S:
November WITA -
2021
O:
klien tampak tidur
UF goal : 1.5
UF Rate : 0.42
QB : 200
TTV :
TD : 169/76 mmHg
N : 24 x/mnt
RR : 17 x/mnt
T : 36,5 C
- Proses HD sedang berjalan
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Intervesi dilanjutkan
4 Kamis, 12.00 S:
7/01/2021 WITA - Pasien mengatakan pusing berkurang
- Pasien mengatakan sesak berkurang
O:
- Pasien masih tampak pucat
- UF goal : 1.5
- UF Rate : 1.5
- QB : 200
- TTV :
TD : 170/73 mmHg
N : 95 x/mnt
RR : 22 x/mnt
T : 36,5 C
- Proses HD sedang berjalan
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Intervesi dilanjutkan
POST HEMODIALISA
5 Senin, 01 12.00 S:
November WITA - Pasien mengatakan pusing berkurang
2021 - Pasien mengatakan sesak berkurang
O:
- UF goal : 1.5
- UF Rate : 1.5
- QB : 150
- TTV :
TD : 165/70 mmHg
N : 90 x/mnt
RR : 24 x/mnt
T : 36,5o C
- BB post HD : 66 kg
- Proses HD selesai
A:
- Masalah teratasi
P:
- Intervesi dihentikan