Anda di halaman 1dari 6

ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN

(Direct Observation Prosedural Skill)

Nama Mahasiswa : Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep


Tanggal : 26 November 2021
NIM : 11194692110099
Ruang : Hemodialisis
1. Identitas klien : Ny. N
2. Diagnosa medis : CKD
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Mempersiapkan Mesin HD
4. Diagnose Keperawatan yang Sering Muncul di Ruang HD:
Kelebihan volume cairan b.d gangguan mekanisme regulasi, retensi cairan
dan natrium
5. Data :
Ny.N dengan diagnosa medis penyakit CKD telah menjalani hemodialisis
secara rutin yaitu 2x /minggu sejak 5 bulan. Tanda-tanda vital pre
hemodialisis adalah TD : 182/122 mmHg, N : 106 x/menit, RR : 36 x/menit
dan T : 36,5ºC
6. Prinsip tindakan & rasional
a. Arterial Venos Blood Line (AVBL) terdiri dari:
1) Arterial Blood Line (ABL) adalah line plastik yang menghubungkan
line akses vaskuler tubuh pasienke dializer(warna merah diatas)
disebut inlet yang ditandai dengan warna merah.
2) Venous Blood Line (VBL) adalah line plastik yang menghubungkan
darah dari dializer ke akses vaskuler pasien disebut bdengan outlet
dengan warna biru(posisi bawah).
b. Dializer/ginjal buatan adalah alat dimana proses dialisis terjadi dalam 2
ruang/komponen, yaitu:
1) Komponen darah yaitu ruangan yang berisi darah.
2) Komponen dializat yaitu runagan yang berisi dializat.
Kedua komponen tersebut dipisahkan oleh membran semipermeabel.
Dializer memiliki 4 lubang atas dan bawah untuk akses inlet dan outlet
serta lubang samping untuk dializat.
c. Infus set digunakan untuk menghubungkan NaCl 0,9% dengan AVBL
dan komponen darah pada dializer.
d. NaCl 0,9% 4 flabot berfungsi untuk preming dan membersihkan zat-zat
sterilan.
e. Heparin berguna untuk antikoagulan:
- Dosis sirkulasi : 3000 mg dalam 10 cc NaCl, dimasukkan ke
dalam AVL.
- 5000 mg dalam 1 cc dimasukan pada mesin
f. Spuit 1 cc(1), 20 cc(1), 10 cc(1) untuk pemberian heparin.
g. Jarum pungsi/AV fistula adlaah jarum yang dipakai saat melakukan
akses vaskuler. AVF merah untuk akses arteri dan biru untuk akses
vena. Sebelum ditusuk selang jarum diberi heparin untuk antikoagulan.
h. Timbangan badan untuk menimbang BB pre dan post HD
i. Lembar monitoring untuk memonitor proses dialisis berisi:
- Jam : jam dimulai, selama dialisis, dan akhir
- UFG : jumlah darah yang akan dicuci.
- UFR : kecepatan proses dializer.
- QB : kecepatan lairan proses HD dalam blood line.
- VP : tekanan vena selama dialisis.
- Temp. : suhu dializer saat proses HD
- Cond.k : keseimbangan asam dan bikarbonat untuk dialirkan ke
dializer
j. Bak instrumen berisi duk, kassa steril, pinset, handscoon steril
k. Betadine dan alkohol untuk desinfektan.

7. Prinsip tindakan
a. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan.
b. Memakai handscoon
c. Setelah semua alat tersambung
selanjutnya dilakukan pemasangan dializer dan dilakukan preming.
1) Dializer baru
- Tempatkan dializer pada holder, pada proses awal biru berada di
atas.
- Sambungkan ABL dengan dializer berwarna merah.
- Sambungkan VBL dengan dializer berwarna biru.
- Hubungkan NaCl melalui infus set ke ABL, yakinkan infus set bebas
dari udara.
- Buka semua klem kecuali pada ujung ABL.
- Lakukan pengisisn/pembilasan dengan memberikan tekanan pada
VBL dializer dengan cara ditepuk.
- Teruskan priming sampai habis 1 flabot, preming berguna untuk
menghilangkan udara dan renalin dalam dializer. Setelah habis 1
flabot amtikan pompa dan ganti infus baru. Klem ujung VBL
kemudian hubungkan ABL dengan VBL dengan konektor, balik
dializer, merah diatas biru dibawah.
- Bila bypass pada alat sudah berhenti, maka lakukan shocking
pasangkan konektor dializer biru ke biru dan merah ke merah.
Sebelumnya matikan bypass terlebih dahulu, setelah terpasang
hidupkan bypass lagi dan mesin dengan sendirinya melakukan
soaking.
- Setelah soaking lakukan preming dengan 2 flabot NaCl dan pastikan
udara hilang.
- Setelah selesai preming maka sambungkan ABL dan VBL dan
lakukan sirkulasi heparin 5000 mg dan pompa dengan kecepatan
±100 ml/menit.
- Tunggu sebentar sampai 10-15 menit dan siapkan heparin continous
3000 mg dalam 15 cc NaCl dan sambungkan dengan konektor.
- Alat siap dipakai dan bereskan yang tidak perlu.
d. Lepas sarung tangan
e. Cuci tangan

8. Tujuan tindakan
Persiapan alat dan mesin hemodialisa sebelum melakukan cuci darah ke
pasien.
9. Bahaya yang mungkin dapat terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya
a. Pemasangan blood line tidak sesuai
Pencegahannya : Mengetahui dengan baik pemasangan alat dengan
benar
b. Saat sirkulasi lupa mengklem blood line sehingga nacl habis dan bocor
Pencegahannya : Saat persiapan alat semua blood line harus di klem
dulu terkeculi ke infus set / nacl
c. Resiko infeksi
Pencegahan nya : Bekerja secara aseptic

10. Analisa Sintesa :


Pre Eklamsia

Tekanan darah tinggi

CKD

Ginjal tidak dapat berfungsi sepenuhnya

Hipervolemia

Hemodialisa

Pemasangan Alat HD
11. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)
Hasil
a. HD set terpasang dengan sempurna
b. Preming berhasil
c. Sirkulasi berhasil
d. Cairan dialisa mengisi kekonduktivitas
e. Shocking ke konduktivitas tercapai
f. Bubble trep terpasang
Maknanya
a. Priming dan sirkulasi tidak ada udara
b. Bubble trep shocking sampai lampu di konduktivitas antara 13-15
c. Air dealisir terpasang sampai teminadatory end

Banjarmasin, November 2021

Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

Banjarmasin, Januari 2021

M. Sobirin Mochtar, Ns.,M.Kep H.Asmadiannor, S.Kep.,Ns.,M.Kes


NIK. 1166052018124
Preseptor Klinik NIP. 198197611161996031001
Preseptor Akademik

Ners Muda,

Asmadiannor, S.Kep.,Ns.,M.Kep M. Sobirin Mochtar, Ns.,M.Kep


NIP. 197611161996031001 NIK. 1166052018124
Eka Shandika Ade Pratiwi, S.Kep
NIM. 11194692110099

Ners Muda