Anda di halaman 1dari 17

KEPERAWATAN KESEHATAN SEKOLAH

KELOMPOK 3 :
DINA FITRIANI
ERNA LEVIS
KUSMIADI
NORASIAH
NUR HAYANI
SAROJA
SYAFRINI
RUSTIAH

PRODI S1 KEPERAWATAN PROGRAM B ROHIL

STIKes PAYUNG NEGERI

PEKANBARU

2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala Rahmad dan Karunia-NYA,
sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah keperawatan komunitas ini
dengan judul “Keperawatan Kesehatan Sekolah”.

Kami selaku penulis menyadari penulisan makalah ini banyak kekurangannya dan jauh dari
kesempurnaan yang disebabkan oleh keterbatasan waktu dan kemampuan pengetahuan yang
kami miliki. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan masukan dan kritikan dari semua
pihak yang sifatnya senantiasa membangun dan melengkapi kesempurnaan makalah ini.

Dengan selesainya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi dari semua pihak
oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati kami selaku penulis makalah menyampaikan
ucapan terimah kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya Semoga segala kebaikan dan
bantuan yang telah diberikan kepada kami selaku penulis bernilai ibadah dan mendapat imbalan
serta limpahan rahmad dan karunia Allah SWT, Aamiin.

Akhir kata kiranya tersusunnya makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca
terutama dalam menambah wawasan dan pengetahuan serta perkembangan ilmu keperawatan di
masa mendatang.

Rantau Bais, November 2020

Penulis
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR...................................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................................3
BAB I...............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..........................................................................................................................4
A. Latar Belakang................................................................................................................4
B. Tujuan..............................................................................................................................4
BAB II.............................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.............................................................................................................................6
A. Defenisi Keperawatan Kesehatan Sekolah...................................................................6
B. Peran Dan Fungsi Perawat Kesehatan Sekolah...........................................................6
C. Ciri Sekolah Yang Dapat Meningkatkan Dan Mempromosikan Kesehatan............7
D. Cara Melaksanakan Pendidikan Kesehatan Di Sekolah.............................................8
E. Peran sekolah dalam meningkatkan kesehatan...........................................................9
F. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)..................................................................9
G. Asuhan Keperawatan Anak Sekolah...........................................................................14
BAB III.........................................................................................................................................16
PENUTUP....................................................................................................................................16
A. Kesimpulan....................................................................................................................16
B. Saran..............................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................17
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan pembangunan bidang kesehatan adalah terwujudnya derajat kesehatan


masyarakat yang optimal. Dalam kehidupan sosial yang beragam di masyarakat, keluarga
adalah unit sosial terkecil, oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan derajat
kesehatan keluarga terutama kesehatan ibu dan anak. Masa anak merupakan waktu yang
tepat untuk meletakkan landasan yang kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas.
Lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah merupakan dua tempat utama
yang digunakan oleh seorang anak untuk melakukan aktivitas. Sekolah merupakan tempat
anak-anak belajar, berkreasi, bersosialisasi dan bermain. Sehingga tidak mengherankan jika
sebagian besar waktu mereka dihabiskan di sekolah. Oleh karena itu, konsep pemberian
kesehatan di sekolah akan lebih efektif terutama pada sasaran target anak sekolah. Jika ditilik
selama ini, peran perawat di sekolah masih sangat minimal. Hal ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor di antaranya adalah kebijakan pemerintah terhadap pengembangan peran
perawat di sekolah juga masih belum ada. Sehingga yang sering berhubungan dengan
perawatan kesehatan sekolah adalah petugas dari puskesmas.
Lingkungan sekolah yang sehat akan memberikan dampak yang positif bagi
perkembangan anak. Sekolah seharusnya memiliki kepedulian terhadap kesehatan anak
didiknya, termasuk memberikan pengertian mengenai kesehatan itu sendiri, sehingga siswa
dapat membiasakan dirinya untuk hidup sehat. Mengingat begitu pentingnya arti kesehatan
dalam kehidupan serta begitu eratnya lingkungan sekolah dengan kehidupan anak yang
sedang berada dalam masa pertumbuhan, maka perlu digalakkan upaya perawatan kesehatan
sekolah dengan memaksimalkan peran perawat baik di puskesmas maupun perawat yang
terlibat langsung di sekolah tersebut.
Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah
pertama, dan sekolah menengah atas adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda
dengan usia dewasa. Didalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang
sangat menentukan kualitas kesehatan anak dikemudian hari. Masalah kesehatan tersebut
meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan
belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian
presentasi pada peserta didik di sekolah. Kesempatan belajar tersebut membutuhkan kondidi
fisik prima yaitu tubuh yang sehat, oleh karena itu diperlukan suatu upaya kesehatan untuk
anak sekolah agar anak dapat tumbuh menjadi manusia yang berkualitas dibutuhkan
pendidikan di sekolah, salah satunya melalui UKS.
Oleh karena itu kami tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai peran UKS
dalam anak yang sehat.
B. Tujuan

1. Tujuan umum
Tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberi tahu kepada pembaca
mengenai Keperawatan Kesehatan Sekolah.
2. Tujuan khusus
Secara khusus dalam menyusun makalah ini adalah penulis bertujuan untuk memenuhi
tugas yang telah diberikan oleh dosen pembimbing.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Defenisi Keperawatan Kesehatan Sekolah

Pelayanan keperawatan ditingkat sekolah merupakan suatu pendídikan pencegahan


penyakit, peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan seks. Adapun pelayanan kesehatan
di sekolah yang diutamakan antara lain :
1. Peningkatan kesehatan (promotif),
Dilaksanakan melalui kegiatan intra kurikuler dan penyuluhan kesehatan serta latihan
keterampilan oleh tenaga kesehatan disekolah, Contohnya :
a. Kegiatan penyuluhan gizi,
b. Kesehatan pribadi,
c. Penyakit menular,
d. Cara menggosok gigi yang benar,
e. Cara mengukur tinggi dan berat badan
f. Cara memeriksa ketajaman penglihatan.
2. Pencegahan (preventif)
Dilaksanakan melalaui kegiatan peningkatan daya tahan tubuh. Contohnya :
a. Imunisasi oleh petugas puskesmas,
b. Pemberantasan sarang nyamuk,
c. Pengobatan sederhana oleh dokter kecil,
d. Kegiatan penjaringan kesehatan bagi siswa kelas I yang baru masuk dan pemeriksaan
berkala setiap 6 bulan bagi seluruh siswa.
3. Penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif),
Dilakukan melalui kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit
dan untuk meningkatkan kemamapuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat
berfungsi normal. Kegiatannya :
a. Pengobatan ringan untuk mengurangi derita sakit
b. Pertolongan pertama di sekolah serta rujukan medik ke puskesmas.
c. Kasus kecelakaan, keracunan atau kondisi lain yang membahayakan nyawa dan kasus
penyakit khusus.

B. Peran Dan Fungsi Perawat Kesehatan Sekolah

Adapun peran perawat kesehatan sekolah antara lain sebagai berikut :


1. Sebagai pelaksana askep di sekolah, perawat mempunyai peran :
a. Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan
pengumpulan data, analisis data serta perumusan dan prioritas masalah.
b. Menyusun perencanaan kegiatan UKS bersama Tim Pemina Usaha Kesehatan di
Sekolah (TPUKS).
c. Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun.
d. Menilai dan memantau kegiatan UKS.
e. Mencatat dan melaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
2. Sebagai pengelola kegiatan UKS,
Perawat kesehatan yang bertugas di puskesmas menjadi salah seorang anggota
dalam TPUKS atau dapat juga ditunjuk sebagai seorang koordinator UKS I tingkat
puskesmas. Bila perawat kesehatan ditunjuk sebagai koordinator makan pengelolaan
pelaksanaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim
pengelola UKS.
3. Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan,
Peranan perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat
dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan
klasikal atau tidak langsung sewaktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik
perseorangan.

Adapun fungsi  perawt kesehatan sekolah antara lain :


1. Memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan memberikan
pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada di sekolah.
2. Memberikan kontribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik
sekolah.
3. Menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat yang
lain.

C. Ciri Sekolah Yang Dapat Meningkatkan Dan Mempromosikan Kesehatan

Menurut WHO (DEPKES 2008) ada 6 ciri utama sekolah yang dapat
mempromosikan atau meningkatkan kesehatan
1. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta
didik, orangtua dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat.
2. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman, meliputi :
a. Sanitasi dan air yang cukup.
b. Bebas dari pengaruh negative.
c. Pekarangan sekolah yang aman
d. Dukungan masyarakat yang sepenuhnya.
e. Bebas dari segala macam bentuk kekerasan.
f. Suasana yang memperdulikan pola asuh, rasa hormat dan saling percaya
3. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan :
a. Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif
terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai keterampilan hidup yang
mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial.
b. Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orangtua
4. Memberikan akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu :
a. Kerjasama dengan Puskesmas setempat.
b. Penjaringan, diagnosa dini, imunisasi serta pengobatan sederhana.
c. Adanya program-program makanan bergizi dengan memperhatikan keamanan
makanan
5. Menerapkan kebijakan dan upaya di sekolah untuk mempromosikan dan meningkatkan
kesehatan, yaitu :
a. Kebijakan yang di dukung oleh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar
mengajar yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh
masyarakat sekolah.
b. Kebijakan-kebijakan dalam memberikan pelayanan yang adil untuk seluruh siswa.
c. Kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok, penyalahgunaan narkoba termasuk
alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan
6. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan
:
a. Memperhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi.
b. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

D. Cara Melaksanakan Pendidikan Kesehatan Di Sekolah

1. Tujuan penkes
a. Memiliki pengetahuan ttg isu kesehatan,
b. Memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat,
c. Memiliki keterampilan dalam pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan,
d. Memiliki kebiasaan hidup sehat, mampu menularkan perilaku hidup sehat, peserta
didik tumbuh kembang secara harmonis,
e. Menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit,
f. Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
g. Memiliki kesegaran jasmani dan kesehatan yang optimal.
2. Cara melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah
a. Cara penyajian
Pendidikan lebih menekankan peran aktif peserta didik melalui kegiatan ceramah,
diskusi, demonstrasi, pembimbingan, permainan, dan penugasan.
b. Cara penanaman kebiasaan
Penugasan untuk melalukan cara hidup sehat sehari-hari dan pengamatan terus
menerus oleh guru dan kepala sekolah.
3. Materi pendidikan kesehatan di sekolah
a. Demam berdarah,
b. Flu burung,
c. Pelayanan gizi,
d. Kesehatan gigi dan mulut,
e. Pengelolaan sampah,
f. Pengelolaan tinja,
g. Sarana pembuangan limbah,
h. Pengelolaan air bersih,
i. Penyediaan air bersih, air dan sanitasinya,
j. Pegenalan pada penyakit menular dan pencegahannya.
Khusus untuk peserta didik SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
1) Kesehatan reproduksi,
2) Bahaya rokok
3) Deteksi dini penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, minuman keras, dan
bahan-bahan yang berbahaya serta zat adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS.

E. Peran sekolah dalam meningkatkan kesehatan

1. Fasilitas dan program pendidikan jasmani atau olah raga memadai dan terprogram
dengan baik, di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar.
2. Menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik.
3. Upaya yang dilakukan menciptakan lingkungan Sekolah Sehat (Health Promoting
School/HPS) melalui UKS.

F. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

1. Pengertian usaha kesehatan sekolah


Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan Usaha Kesehatan Sekolah merupakan
upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara
terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah, perguruan
agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan
kesehatan lingkungan sekolah (Effendi,1998).
Departemen kesehatan, UKS merupakan usaha  kesehatan  masyarakat  yang
dijalankan  di  sekolah-sekolah  dengan  anak didik  beserta  lingkungan  hidupnya
sebagai  sasaran  utama.  UKS merupakan wahana meningkatkan kemampuan hidup
sehat yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal (Effendi,
1998).
Berdasarkan pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa UKS adalah suatu usaha
yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di
kawasan lingkungan sekolah atau usaha membina dan mengembangkan kebiasaan dan
perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yg dilakukan secara menyeluruh dan
terpadu.
2. Tujuan usaha kesehatan sekolah
a. Tujuan umum
1) Meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik.
2) Menciptakan lingkungan yang sehat
b. Tujuan khusus
1) Menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat,
2) Meningkatkan pengetahuan,
3) Mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan
mandiri.
4) Meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di
sekolah dan rumah tangga serta lingkungan masyarakat,
5) Meningkatkan keterampilan hidup sehat agar mampu melindungi diri dari
pengaruh buruk lingkungan.
3. Sasaran usaha kesehatan sekolah
a. Primer : peserta didik sebagai sasaran primer,
b. Sekunder : guru pamong belajar atau tutor orang tua, pengelola pendidikan dan
pengelola kesehatan serta TP UKS disetiap jenjang
c. Tertier : lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK/RA sampai
SLTA/MA, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama
serta pondok pesantren beserta lingkungannya.
d. Sasaran lainnya : sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan
kesehatan.
4. Masalah Kesehatan yang dapat dikurangi melalui UKS
a. Imunisasi,
b. Kesehatan gigi,
c. Sanitasi dan air bersih.
d. Masalah gizi dan anemia,
e. Kekerasan dan kecelakaan,
f. Gangguan kesehatan mental,
g. Kebersihan diri maupun lingkungan,
h. Masalah kesehatan reproduksi remaja,
i. Merokok, alkohol dan penyalahgunaan narkoba,
j. Penyakit   infeksi   (malaria, gangguan  saluran  nafas).
5. Tiga program UKS/TRIAS
Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik,
dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dikenal
dengan istilah tiga program pokok (trias) UKS (Depkes RI, 2003). Penjelasan mengenai
trias UKS adalah sebagai berikut.
a. Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar
dapat tumbuh kembang sesuai, selaras, seimbang, dan sehat baik fisik, mental, sosial,
maupun lingkungan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan yang
diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang mendatang.
Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pendidikan kesehatan ditekankan
pada sikap dan perilaku hidup sehat. Hal ini dengan definisinya, bahwa KBK 
merupakan pernyataan tentang apa yang harus dicapai oleh siswa yang mencakup
aspek kognitif, psikomotor, dan afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir
dan bertindak. Untuk itu, kompetensi yang dituntut pada pendidikan kesehatan
diharapkan dapat terefleksikan dalam cara berpikir dan bertindak di kehidupan sehari-
hari.
Tujuan Pendidikan Kesehatan :
1) Peserta didik dapat memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara
hidup sehat dan teratur.
2) Peserta didik dapat memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup
sehat
3) Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang
berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan.
4) Peserta didik dapat memiliki kebiasaan dalam hidup sehari-hari yang sesuai
dengan syarat kesehatan.
5) Peserta didik dapat memiliki kemampuan untuk menalarkan perilaku hidup sehat
dalam kehidupan sehari-hariPeserta didik dapat memiliki pertumbuhan termasuk
bertambahnya tinggi badan dan berat badan yang seimbang.
6) Peserta didik dapat mengerti dan menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan
pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam
kehidupan sehari-hari.
7) Peserta didik dapat memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
8) Peserta didik dapat memiliki tingkat kesegaran jasmani dan derajat kesehatan
yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.
Agar tujuan pendidikan kesehatan bagi para peserta didik dapat tercapai secara
optimal,dalam pelaksanaannya hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1) Sesuai dengan tingkat kemampuan dan perbedaan perindividual peserta didik.
2) Diupayakan sebanyak-banyaknya dengan melibatkan peran aktif peserta didik.
3) Sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
4) Selalu mengacu pada tujuan pendidikan kesehatan termasuk upaya ahli teknologi.
5) Memperhatikan kebutuhan pendidikan pembangunan nasional.
6) Mengikuti atau memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.\
b. Pelayanan kesehatan
Penekanan utama pada pelayanan kesehatan di sekolah atau madrasah adalah :
1) Kegiatan peningkatan (Promotif),
Latihan keterampilan teknis pemeliharaan kesehatan dan pembentukan
peran serta aktif  peserta didik dalam pelajaran kesehatan, Contoh: kader
kesehatan sekolah, olahraga, kesenian, berkebun dan lomba.
2) Kegiatan pencegahan (Preventif),
Memelihara kesehatan bersifat umum dan khusus, penjaringan kesehatan
bagi  anak,  monitoring  peserta  didik,  melakukan  usaha  pencegahan penyakit
menular.
3) Kegiatan penyembuhan dan pemulihan (Kuratif),
Mendiagnosa dini terhadap suatu penyakit, melakukan pengobatan
terhadap penyakit, imunisasi, melaksanakan P3K dan tindakan rujukan ke
puskesmas serta pemberian makanan tambahan anak sekolah  (Delawati, 2007).
Adapun Tujuan pelayanan kesehatan antara lain :
1) Tujuan Umum
Meningkatnya derajat kesehatan peserta didik dan seluru warga masyarakat
sekolah secara optimal.
2) Tujuan khusus\
a) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat
dalam rangka membentuk hidup sehat.
b) Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan
mencegah terjadinya penyakit,kelainan,dan cacat.
c) Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit
atau kelainan, pengambilan fungsi, dan peningkatan kemampuan peserta didik
yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi optimal.
d) Meningkatkan pembinaan kesehatan baik fisik, mental, sosial,maupun
lingkungan.
Adapun Tempat melaksanakan pelayanan kesehatan antara lain :
1) Di sekolah atau madrasah dilakukan melalui kegiatan ekstrakulikuler.
2) Di puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan (misalnya dokter praktik) yang ada
di sekitar sekolah atau madrasah sesuai kebutuhan.
c. Pembinaan lingkungan sekolah sehat
Program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup pembinaan
lingkungan sekolah,lingkungan keluarga, masyarakat sekitar,dan unsur-unsur
penunjang.Program pembinaan lingkungan sekolah antara lain :
1) Lingkungan fisik sekolah
a) Penyediaan dan pemeliharaan tempat penampungan air bersih.
b) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah.
c) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah
d) Pemeliharaan kamar mandi,wc,kakus,urinoar.
e) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruang kelas,ruang perpustakaan,
ruang laboratorium,dan tempat ibadah.
f) Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah(termasuk
penghijauan sekolah).
g) Pengadaan danpemeliharaan warung atau kantin sekolah.
h) Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah.
2) Lingkungan mental dan sikap
Program pembinaan lingkungan mental dan sosial yang sehat di lakukan
melalui usaha pemantapan sekolah sebagai lingkungan pendidikan (wiyata
mandala) dengan meningkatkan pelaksanaan konsep ketahanan sekolah,sehingga
tercipta suasana dan hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama
warga sekolah.
3) Pembinaan lingkungan keluarga
Pembinaan lingkungan keluarga bertujuan untuk:\
a) meningkatkan pengetahuan orang tua peserta didik tentang hal-hal yang
berhubungan dengan kesehatan.
b) meningkatkan kemampuan dan partisipasi orang tua peserta didik dalam
pelaksanaan hidup sehat.
c) Pembinaan lingkungan keluarga dapat di lakukan antara lain dengan:
d) Kunjungan rumah yang di laksanankan oleh petugas UKS.
e) Ceramah kesehatan yang dapat diselenggarakan di sekolah bekerja sama
dengan dewan sekolah atau di padukan dengan kegiatan di masyarakat dengan
koordinasi LKMD.
4) Pembinaan masyarakat sekitar\
a) Pembinaan di lakukan dengan cara pendekatan kemasyarakatan,dapat di
lakukan oleh kepala sekolah atau madrasah dan pondok pesantren,guru,
ataupun pembina UKS.misalnya dengan membina hubungan baik atau kerja
sama dengan masyarakat,LKMD atau dewan kelurahan, ketua RT/RW, dan
organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya.
b) Penyelenggaraan penyuluhan tentang kesehatan dan pentingnya arti
pembinaan lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat. Untuk
itu, masyarakat bisa di undang kesekolah,.pembicara dapat di mintakan dari
puskesmas,pemerintah daerah setempat, dan narasumber lainnya seperti
swadaya masyarakat.
c) Penyuluhan masa baik secara tatap muka maupun melalui media cetak dan
audio visual.
d) Menyelenggarakan proyek panduan di sekolah atau madrasah dan pondok
pesantren.
5) Program pembinaan unsur penunjang
Program pembinaan unsur penunjang meliputi pembinaan ketenagaan dan
pembinaan sarana serta prasarana yang mendukung usaha kesehatan di sekolah.

G. Asuhan Keperawatan Anak Sekolah

Asuhan keperawatan anak sekolah adalah salah satu specialisasi dari keperawatan
komunitas atau Comunity Health Nursing (CHN) tujuannya meningkatkan kesehatan
masyarakat sekolah dengan keperawatan sebagai salurannya. Asuhan keperawatan sekolah
pada umumnya sama dengan asuhan keperawatan pada sasaran lainnya, yaitu :
1. Pengkajian
a. Lingkungan sekolah mulai dari :
1) Lingkungan Fisik (Halaman, kebun sekolah, bangunan sekolah : meja, papan
tulis, kursi, lantai, kebersihan, ventilasi, penerangan, kebisingan, papan tuilis,
kepadatan), Sumber air minum, Pembuangan Air Limbah (PAL), Jamban
Keluarga, Tempat cucu tangan, kebersihan kamar mandi dan penampungan air,
pembuangan sampah, pagar sekolah, dan lain-lain.
2) Lingkungan Psikologis : hubungan guru dengan murid baik baik formal maupun
non formal  terutama kenyamanan dalam beljar.
3) Lingkungan Sosial : hubungan dosen dengan orang tua murid, Persatuan Orang
Tua Murid dan Guru (POMG) dan masyarakat sekitar.
b. Keadaan/pelaksanaan UKS, dokter/perawat kecil.
c. Pengetahuan anak sekolah tentang kesehatan (PHBS) dan  pelaksanaan PHBS
d. Kondisi kesehatan/fisik anak sekolah terutama screening test (BB,  TB, tenggorokan,
telinga/pendengaran, mata/penglihatan),
2. Diagnosa Keperawatan :
a. Defisiensi aktivitas pengalihan anak sekolah yaitu penurunan stimulasi dan atau
minat/keinginan untuk rekreasi atau melakukan aktivitas bermain faktor yang
berhubungan lingkungan sekolah yang sempit/fasilitas yang tidak mendukung/kurang
sumber daya.
b. Gaya hdup monoton anak sekolahyaitu menyatakan suatu kebiasaan hidup yang
dicirikan dengan tingkat aktivitas yang rendah berhungan dengan kurang pengetahuan
tentang keuntungan latihan fisik.
c. Perilaku kesehatan anak sekolah cenderung beresiko faktor yang berhubungan
merolok/mimun alkohol, stress menghadapi tugas atau ujian/kurang dukungan dan
lain-lain.
d. Ketidak efektifan pemeliharaan kesehatan anak sekolah faktor yang berhubungan
kurang ketrampilan motorik kasar/motorik/halus atau ketidak cukupan sumber daya
e. Kesiapan meningkatkan status imunisasi anak sekolah batasan karakteristik
menunjukkan keinginan untuk meningkatkan status imunisasi/mengekspresikan
keinginan untuk meningkatkan status imunisasi
f. Ketidak efektifan perlindungan pada anak sekolah faktor yang berhubungan
penyalahgunaa zat/obat-obatan
g. Ketidak efektifan manajemen kesehatan masyrakat sekolah faktor yang
berhubungankurang pengetahuan/kurang dukungan sosial/ketidakcukupan petunjuk
untuk bertindak

3. Rencana Asuhan Keperawatan


Rencana asuhan keperawatan anak sekolah dibuat berdasarkan masalah
kesehatan/diagnosa keperawatan yang ditemukan, tetapi pada umumnya dilakukan
tindakan berikut ini :
a. Promosi Kesehatan tentang PHBS
b. Pelaksanaan Screening Test
c. Imunisasi DT/TT
d. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
e. Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut
f. Pelatihan dokter/perawat kecil
g. Pelaksanaan UKS di sekolah setiap hari oleh guru UKS dan dokter/perawat kecil.
                                

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pelayanan keperawatan ditingkat sekolah merupakan suatu pendídikan pencegahan


penyakit, peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan seks.
Usaha kesehatan di sekolah (UKS) merupakan salah satu usaha kesehatan pokok yang
dilaksanakan oleh puskesmas dan juga usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di
sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan sekolahnya sebagai sasaran
utama.Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik,
dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dikenal
dengan istilah tiga program pokok (trias) UKS. Peran perawat kesehatan sekolah yang paling
utama yaitu sebagai pelaksana asuhan keperawatan di sekolah. Salah satu fungsi peran
perawat sekolah yaitu memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan
memberikan pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada di sekolah.

B. Saran

Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca dapat memahami mengenai


Keperawatan Kesehatan sekolah khususnya bagi Perawat dan dapat melakukan asuhan
Keperawatan Sekolah yang baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA

Ananto, p. 2006. Usaha Kesehatan Sekolah Di Sekolah Dasar Dan Madrasah


Ibtidaiyah.Bandung : Yrama Widya.
Departemen kesehatan republik indonesia. 2003. Pedoman untuk tenaga kesehatan, usaha
kesehatan sekolah di tingkat sekolah dasar. Jakarta : depkes RI.
Departemen Kesehatan RI, 2008, . Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan di Sekolah, Jakarta :
Departemen Kesehatan.
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klassifikasi 2012. Jakarta :
EGC
Sumantri, M. 2007. Ilmu dan Aplikasi  Pendidikan : Handbook. Bandung : Pedagogiana Press
Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan
Menteri Dalam Negeri. Nomor 26 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan
Usaha Kesehatan
Tim pembina UKS pusat. 1996. Pedoman Pengembangan Pembinaan UKS. Jakarta : Depkes RI.