Anda di halaman 1dari 3

SOSIALISASI DAN PEMBAGIAN MASKER SERTA HAND SANITZER DALAM

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI ERA NEW NORMAL


PADA PEDAGANG YANG BERJUALAN DI CAR FREE DAY TEMANGGUNG
Tri Suraning Wulandari1, Retno Lusmiati2, Nur Gilang Fitriana3

Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung


Telp. (0293) 4961948/ E-mail : damkhaz@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan
COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana
terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang. Masyarakat
harus dapat beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19 dengan beradaptasi pada
kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih taat, yang dilaksanakan oleh seluruh
komponen yang ada di masyarakat serta memberdayakan semua sumber daya yang ada. Peran
masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 (risiko tertular dan menularkan)
harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan
studi pendahuluan tentang pegetahuan dan perilaku pedagang yang berjualan di car free day
Temanggung, dilanjutkan tentang penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covi-19,
pembagian masker dan hand sanitizer serta pendampingan pasca kegiatan. Hasil: presentasi
peningkatan kesadaran mayarakat Temanggung untuk merubah perilaku dan sikap dalam menerapkan
protokol kesehatan belum berhasil 100 %. Simpulan: masih perlu adanya pendampingan kepada
pedagang yang berjualan di car free day dengan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kata Kunci : Covid-19, Protokol Kesehatan

PENDAHULUAN Kegiatan ini dilakukan dengan studi


Masyarakat memiliki peran penting pendahuluan tentang pegetahuan dan perilaku
dalam memutus mata rantai penularan pedagang yang berjualan di car free day
COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber Temanggung, dilanjutkan tentang penerapan
penularan baru/cluster pada tempat-tempat protokol kesehatan dalam pencegahan Covi-
dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi 19, pembagian masker dan hand sanitizer serta
antar manusia dan berkumpulnya banyak pendampingan pasca kegiatan. Dengan target
orang. Masyarakat harus dapat beraktivitas luaran berupa peningkatan perilaku dan sikap
kembali dalam situasi pandemi COVID-19 dari pedagang yang berjualan di car free day
dengan beradaptasi pada kebiasaan baru yang dalam menggunakan masker dan mencuci
lebih sehat, lebih bersih, dan lebih taat, yang tangan atau minimal dengan handsanitzer
dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada dalam menerapkan protocol kesehatan dalam
di masyarakat serta memberdayakan semua mencegah penyebaran covid 19.
sumber daya yang ada. Peran masyarakat Khalayak sasaran kegiatan pengabdian
untuk dapat memutus mata rantai penularan ini adalah pedagang yang berjualan di car free
COVID-19 (risiko tertular dan menularkan) day Temanggung. Target sasaran berjumlah
harus dilakukan dengan menerapkan protokol kurang lebih 100 orang.
kesehatan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
METODE Car Free day Temanggung
dilaksanakan di jalan Jenderal Sudirman No.7,
Dongkelan Utara, Jampiroso, Kec. harus mencari nafkah dijalan maupun dipasar,
Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa sementara protokol covid-19 juga harus
Tengah 56212. Car free day Temanggung dipenuhi.
telah dibuka kembali sejak Juli 2020 dimasa Penggunaan masker kain di kalangan
pandemi Covid 19. Jumlah pedagang yang pedagang yang berjualan di car free day ini
berjualan di car Free day saat ini yaitu 90 sangat penting karena termasuk kelompok
pedagang dengan berbagai anekaragaman yang rentan terpapar covid-19. Dengan
pedagang, selain itu kegiatan car free day ini mengenakan masker, para pedagang yang
juga dipilih karena selalu ramai di kunjungi berjualan di car free day dapat beraktivitas
pengunjung ataupun pembeli dan dikenal dengan lebih nyaman dan selalu waspada. Para
karena menjual barang kebutuhan yang pedagang ini berhubungan dengan banyak
lengkap serta pengunjung yang datang ke car orang, dan mereka juga menjual makanan atau
free day tidak hanya dapat melihat jaul beli produk-produk yang lain. Kalau mereka tidak
tetapi juga dapat sebagai wahana untuk mengikuti protokol covid- 19, penularan virus
olahraga. ini akan makin menyebar, sementara mereka
Kegiatan sosialisasi pencegahan juga sangat membutuhkan pendapatan dan
Covid-19 dengan menerapkan protokol tetap mencari nafkah untuk keluarganya di
kesehatan yang dilakukan saat kegiatan di car rumah.
free day temanggung dimulai terlebih dahulu Gugus Tugas Percepatan Penanganan
dengan melakukan pembagian masker dan Covid-19 menjelaskan bahwa masker kain bisa
pembagian handsanitzer. Sebanyak 100 digunakan sebagai pengganti masker medis
masker kain nonmedis dibagikan kepada untuk mengurangi risiko penularan Covid-19
pedagang yang berjualan di car free day di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus
Temanggung, minimal satu pedagang punya orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari
dua masker yang bisa dipakai bergantian setiap sosialisasi masker kain. Orang yang tidak
hari. Produk masker nonmedis yang dibagikan sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja
sepenuhnya buatan pelaku UKM di menulari orang lain tanpa sengaja ketika
Temanggung untuk mengurangi permintaan berinteraksi tanpa masker. Satu tetesan
pasar terhadap masker medis dan menambah (droplet) cairan saja bisa menyebabkan orang
peluang penghasilan bagi produsen. lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi
Selanjutnya pedagang yang tidak kejadian itu, masyarakat dihimbau
menggunakan masker dan tidak tersedia mengenakan masker ke mana pun pergi di area
tempat untuk cuci tangan di tempat jualan publik. Namun manfaat masker kain tersebut
diberikan edukasi langsung untuk mengenakan bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan
masker kain nonmedis dan diberikan untuk mendukung efektivitasnya (Kemenkes,
handsanitzer, kemudian menghimbau kepada 2020).
seluruh pedagang untuk melawan Covid-19 Di situasi dan kondisi saat ini,
dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan kesadaran seluruh masyarakat untuk patuh dan
dengan cara sering mencuci tangan taat dalam menjalankan protokol kesehatan
menggunakan sabun atau minimal memiliki peranan yang signifikan, sehingga
menggunakan handsanitzer yang sudah perlu ditekankan kepada seluruh masyarakat
diberikan pada saat di kegiatan car free day untuk mematuhi protokol Covid-19 agar
untuk melakukan Jaga jarak dan jaga mengurangi penyebaran virus di car free day.
kebersihan lingkungan, khususnya pedagang Kebiasaan memakai masker bukan hanya
kecil (mikro) yang sebagian besar tidak bisa keluar rumah, namun juga saat beraktivitas di
menerapkan social distancing karena mereka luar, terlebih bagi para pedagang yang
berjualan di car free day,sangat penting untuk KESIMPULAN
tahu kemudian peduli terhadap diri sendiri dan Masih diperlukan program
lingkungan sekitar. Masyarakat punya andil pendampingan kepada pedagang yang
dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 berjualan di car free day dengan peningkatan
dengan langkah kecil seperti memakai masker. kesadaran masyarakat
Faktor pendukung kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini adalah DAFTAR PUSTAKA
adanya kerjasama antara pemerintah HR, Ridwan. 2006. Hukum
kabupaten Temanggung dengan Akper Administrasi Negara. Pekanbaru: PT Raja
Alkautsar Temanggung pada umumnya dan Grafindo.
kerjasama antara penanggungjawab kegiatan M. Irfan Islamy, ; 2004, Kebijakan
car fee day dikabupaten Temanggung dengan Publik, , Pekanbaru: Universitas Terbuka.
Akper alkautsar Temanggung http://ocktav-
Adapun kendala dalam pelaksanaan andrian.blogspot.com/2012/10/permasalahan-
pengabdian kepada masyarakat hanyalah dari-pedagang-kaki-lima.html.
prosentasi peningkatan kesadaran mayarakat http://kolumnis.com/2008/05/12/peda
Temanggung untuk merubah perilaku dan gang-kaki-lima-dan-lapangan-kerja-jabar
sikap dalam menerapkan protocol kesehatan https://tirto.id/f3W3
belum berhasil 100 %. https://www.academia.edu/11397299/
Pedagang_Kaki_Lima