Anda di halaman 1dari 5
Lonawarte xv (2) 1992 : 53 ~ 5B FILTER FOTOMETER NYALA DAN APLIKASINYA DALAM OSEANOLOGI Oleh Edward *) ABSTRACT Flame photometer filter is one of very ordinary ins- trument in chemistry. This instrument is the kinds of science section widely such as industries, centers of rese- arch, clinics and so on. The work principles of this ins- trument is based on the meas— urement of emmision light intensity by atomics excita- tions. This instrument in oceanology is usefull to de- termine the alkali earth metals (Na, K, Li, Ca, Mg, and Ba) in sea water, sediment, biota and flora. PENDAHULUAN Filter fotometer nyala merupakan salah satu dari se~ kian banyak instrumen-instru- men kimia yang digunakan dalam bidang kimia analitik. Alat *) Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang Oseanologi - 53 ini digunakan secara luas pada berbagai bidang ilmu pengeta- huan seperti industri-indus- tri, lembaga-lembaga peneli- tian, rumah sakit dan sebagai- nya. Alat ini cukup sederha- na, praktis dan memiliki ting- kat ketelitian yang tinggi di- bandingkan dengan metode-meto~ de yang lain seperti.gravime- tri dan volumetri. Dilihat Gari tingkat ketelitiannya, alat ini dapat disejajarkan dengan spektrofotometer peny- erapan atom (AAS). Tingkat ketelitian yang tinggi ini disebabkan karena alat ini khusus dirancang untuk menga~ nalisa unsur-unsur logam ter- tentu yang karakteristik, se- perti logam-logam alkali dan alkali tanah (Na, K, Li, Cay Bg, Ba). Didalam bidang oseanolo~ gi alat ini dapat digunaxan untuk menganalisis logam-logam alkali dan alkali air laut, sedimen, biota,mine- ral dan tumbuh-tumbuhan. tanah dalam LIPI Arbon. = } PRIMSIP KERJA FILTER FOTO- METER NYALA prinsip kerja dari foto- meter nyala adalah eksitasi atom. Olen karena setiap atom memiliki konfigurasi elektron yang berbeda, maka energi yang dibutuhkan oleh setiap atom untuk tereksitasi juga berbe- da. Keadaan eksitasi ini dapat di lihat pada Gambar 1. Besarnya énergi yang di- garap oleh atom-atom, yang kemudian dibebaskan kembali dalam bentuk pancaran (emisi) inilah yang merupakan prinsip kerja daxi alat ini.Semua atom dapat menyerap energi (ka- lor), tetapi kalor ini disesu- aikan dengan tingkat energi eksitasi, agar tidak terjadi ionisasi. Contoh : atom Na, menyerap energi dari nyala sebesar 2,2 elektron volt, energi ini sesuai dengan ener- gi eksitasi atom Na. Atom-atom lain tidak akan menyerap ener- gi yang sama dengan atom Na. BAGAN FILTER FOTOMETER NYALA Bagan filter fotometer nyala-disajikan dalam Gambar 2a, yang terdiri dari : 4. Reflector S. Optical lens 6. Filte: 7. Photo tube 8. Amplifier 9. Recorder 1, Atomizer Udara pada tekanan ter- tentu (atm), masuk kedalam pebungkan kuvet oleh pipa kecil. Hisapan oleh udara me- nyebabkan larutan contoh ter- isap kedalam ruangan pengabut dalam bentuk kabut-kabut yang halus. 2. Mixing chamber Kabut yang berasal dari atomizer masuk kedalam ru- angan pencampur alat pemba- kar, disini akan bertemu de- ngan gas pembakar yang masuk dengan texanan tertentu. 3. Flame Campuran udara dengan gas pembakar, sehingga meng- hasilkan nyala dan kedalam nyala ini pula kabut halus dari lerutan contoh menguap, Kalor nyala menyebabkan la- rutan contoh menguap, sehingga contoh berubah menjadi butir- butir kristal halus padat (garam). Molekul-molekul garam ini (wap) selanjutnya akan terdisosiasi menjadi atom- atom netral. Atom-atom netral ini akan menyerap energi ka~ lor dari nyala, sehingga ter- eksitasi, dan kemudian meman~ carkan sinar pancaran yang terdiri dari berbegai panjang gelombang. 4. Reflector Sinar pancaran yang keluar dari nyala akan di- pantulkan kembali ke nyala. 5. Optical lens Lensa pancaran yang bersifat polikromatik akan difokuskan oleh lensa melalui suatu celah (diafragma). 6. Filter Filter akan meneruskan cahaya sinar pancaran dengan panjang gelombang yang khas dan berintensitas tinggi dari unsur yang dianalisis dan akan menyerap sinar - sinar lain yang berasal dari nyala. 7. Photo tube Intensitas sinar pancar- an tersebut oleh foto tube diubah menjadi arus listrik yang besarnya berbanding lurus de-gan intensitas sinar pan- caran tersebut. 8. Amplifier Arus listrik yang bera- sal dari foto tube, oleh amplifier akan diperkuat dan diteruskan ke recorder. 9. Recorder Output dari amplifier dicatat oleh recorder, yang skalanya terkalibrasi dalam suatu intensitas. HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS EMISI DAN KONSENTRASI (KADAR) Pengukuran kadar logam alkali dan alkali tanah dengan filter fotometer nyala dida- sarkan kepada persamaan : PLANCK-EINSTEIN dan BOLTZ-MAN Bila suatu logam dibert nyala, maka elektron terluar dari logam-tersebut akan tereksita— si ke tingkat energi yang le~ bih-tinggi. Elektron yang ter- eksitasi ini tidak stabil dan akan kembali ke tingkat dasar dengan cara membebaskan energi radiasi berupa pancaran sinar dengan panjang gelombang ter~ tentu dan khas untuk setiap unsur. Frekuensi radiasi dapat dihitung dari persamaan PLANCK - EINSTEIN (15KONO 1981) dimana : E = energi, erg, h = konstanta PLANCK (6,6 x 10-27 erg-det), vy = frekuensi vibrasi (vibrasi per det.) Spektrum radiasi yang dipancarkan terdiri dari ber- pagai frekuensi dengan inten- sitas yang berbeda. Perban- dingan antara jumlah atom yang tereksitasi dengan jumlah atom pada tingkat dasar (ground state) dinyatakan oleh persa— maan BOLTZMAN (Edward 1981). x Ez i 1 == (->) KT re s Ny dimana : Ny dan N, = jumlah atom yang tereksi- tasi pada ting- kat i dan ting- kat dasar. Statistical weight pada tingkat eksi- tasi i dan pada tingkat eksitasi dasar. E) = Energi eksitasi pada tingkat i K = Konstanta BOLT- 2MAN P, dan P. ° Untuk suhu yang sama, Ny maka harga adalah tetap Sade re. pade konsentrasi yang eama. Jika suhu tetap, konsentrasi N bervariaei, harga akan N, Sebanding dengan konsentrasi- - $$ — Dengan kata lain intensitas emisi yang dipancarkan se- banding dengan jumlah atom yang terekeitasi dan terdeak- tivitasi dan sebanding dengan konsentrasi pada suhu tetap. Persamaan diatas merupakan hukum dasar untuk menentukan kadar logam alkali dan alkali tanah dengan menggunakan filter fotometer nyala. APPLIKASI DALAM OSEANOLOGI Untuk contoh air laut yang homogen, kadar logam- logam alkali dapat dilakukan langsung tanpa _pemisahan le- bin dahulu. Bila kadar logam- logam tersebut terlalu rendah, maka analisa dapat dilakukan dengan pemekatan lebih dahu- lu. Pemekatan ini dapat di- lakukan dengan cara : peng- uapan, destilasi, ekstraksi dan sebagainya. Untuk air yang tidak homogen, harus dides- truksi lebih dahulu dengan asam-asam kuat, misalnya asam nitrat, asam sulfat dan seba- gainya. Untuk contoh padat, harus didestruksi dengan des- truksi basah dengan menggu- nakan asam nitrat, asam sulfat dan asam perklorat atau de~ strukei kering dengan cara pengabuan, kemudian dilarutkan dalam air atau asam-asam kuat (encer) yang cocok. Analisa logam alkali dan alkali tanah dengan menggunakan filter fotometer nyala dapat dileku- kan dengan cepat dan praktis. Karena mampu mendeteksi kadar~ kadar yang rendah (ppb), dan analisis pendahuluannya tidak rumit. Contoh : penetapan ka- dar Na dalam air laut: -Caranya adalah sebagai berikut Buatlah larutan standar Wa: 1, 2, 4, 6, 6, dan 10 ppm. 2. Ukur emisi dari masing- masing larutan standar. 5. 3, Buat kurva standar Emisi VS Konsentrasi. Tabel 1. Contoh hasil pengkur- an emisi larutan standar Natrium Larutan standar Emisi | Na (ppm) : DAFTAR PUSTAKA | | x x | OeNe 2 8 97 Tetapkan regresinya. persamaan garis Dari data diatas diperolen nilai korelasi dan regresi sebagai berikut : 4 = 0,99, a = 2,7781, b= 7, 3879. Persamaan gariag regresi~ nya t Y = 2,778] + 7,3897 x. (1) kurva standar Na, kensentrasi vs emisi disajukan dalam Gambar 4 Ukuran Emisi dari conton (air laut) Misalkan Emisi air laut = Y = 10, hargha ¥ ini disubti- tusikan ke persa~ maan diatas (1), didapat nilai x = 0,99. Jadi kadar Na dalam air laut adalah = 0,99 ppm Edward 1981. Flame fotoneter. Seminar Literatur tingkat sarjana. Fakultas Tlnu Pas- ti dan Ilmu Alam. Jurusan Tlmu kimia Universitas Riau Pakanbaru : 10 hal. Ismono 1981. Cara-cara optik dalam analisa kimia. Deps. ‘Kimia ITB Bandung + 290 hal | Gambar 1. 2s? 2p?, 362 3 p38, o 5) + energi >4stsdl 58 90 2,771 + 7,3097 Gambar 3. Kurva kalibrasi (standar) Emisi VS Konsentrasi 59