Anda di halaman 1dari 9

spektroskopi UV VIS

Adityayudiana(2010).GELOMBANG UV-VIS MENYEBABKAN TRANSISI ELEKTRONIK


PADA MOLEKUL.fromhttp://adityayudiana.wordpress.com/2010/06/12/gelombang-
uv-vis-menyebabkan-transisi-elektronik-pada-molekul/,17

Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya berdasarkan


cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi
tersebut. Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
interaksi antara cahaya dan materi. Dalam catatan sejarah, spektroskopi mengacu
kepada cabang ilmu dimana “cahaya tampak” digunakan dalam teori-teori struktur
materi serta analisa kualitatif dan kuantitatif. Dalam masa modern, definisi
spektroskopi berkembang seiring teknik-teknik baru yang dikembangkan untuk
memanfaatkan tidak hanya cahaya tampak, tetapi juga bentuk lain dari radiasi
elektromagnetikgelombang mikro, gelombang radio, elektron, fonon, gelombang
suara, sinar x dan lain sebagainya. dan non-elektromagnetik seperti

Spektroskopi umumnya digunakan dalam kimia fisik dan kimia analisis untuk
mengidentifikasi suatu substansi melalui spektrum yang dipancarkan atau yang
diserap. Alat untuk merekam spektrum disebut spektrometer. Spektroskopi juga
digunakan secara intensif dalam astronomi dan penginderaan jarak jauh.
Kebanyakan teleskop-teleskop besar mempunyai spektrograf yang digunakan untuk
mengukur komposisi kimia dan atribut fisik lainnya dari suatu objek astronomi atau
untuk mengukur kecepatan objek astronomi berdasarkan pergeseran Doppler garis-
garis spektral.

Jenis spektroskopi tergantung dari kuantitas fisik yang diukur. Kuantitas yang diukur
adalah jumlah atau intensitas dari sesuatu.

Intensitas radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dan jumlah yang diserap


dipelajari di spektroskopi elektromagnetik.

Amplitudo getaran-getaran makroskopik dipelajari di spektroskopi akustik dan


spektroskopi mekanika dinamik.

Energi kinetik dari partikel dipelajari di spektroskopi energi elektronspektroskopi


elektron Auger. dan

Rasio massa molekul dan atom dipelajari di spektrometri massa, terkadang disebut
juga dengan spektroskopi massa.

Salah satu jenis spektroskopi adalah spektroskopi infra merah (IR). Spektroskopi ini
didasarkan pada vibrasi suatu molekul. Metode spektroskopi inframerah merupakan
suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission),
teknik fluoresensi (fluorescence). Komponen medan listrik yang banyak berperan
dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam
fenomena transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan.
Spektroskopi Inframerah-Dekat (Near-infrared Spectroscopy, disingkat NIRS)
merupakan satu teknik spektroskopi yang menggunakan wilayah panjang
gelombang inframerah pada spektrum elektromagnetik (sekitar 800 sampai 2500
nm). Dikatakan “inframerah dekat” (IMD) karena wilayah ini berada di dekat
wilayah gelombang merah yang tampak. Penggunaan teknik (dan alat) ini umum di
bidang farmasetika, diagnostik medis, ilmu pangan dan agrokimia (terutama yang
terkait dengan pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta spektroskopi dalam
astronomi.

3.2 Spektroskopi UV-Visibel

Spektroskopi ultraviolet-tampak-terlihat atau spektrofotometri ultraviolet (UV-Vis


atau UV / Vis) mengacu pada spektroskopi serapan pada UV – terlihat daerah
spektrum. Ini berarti menggunakan cahaya dalam terlihat dan dekat (dekat-UV dan
dekat-inframerah NIR)) rentang. Penyerapan pada rentang terlihat secara langsung
mempengaruhi persepsi warna bahan kimia yang terlibat. Dalam wilayah spektrum
elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik. Teknik ini melengkapi
spektroskopi fluoresensi. Fluoresensi berkaitan dengan transisi dari keadaan
tereksitasi ke keadaan dasar, sementara langkah-langkah penyerapan transisi dari
negara dasar ke keadaan tereksitasi.

UV / Vis spektroskopi secara rutin digunakan dalam kuantitatif penentuan solusi dari
logam transisi ion dan sangat berkonjugasi senyawa organik. Solusi ion logam
transisi dapat diwarnai (yaitu, menyerap cahaya tampak) karena d elektron dalam
atom logam dapat tertarik dari satu negara elektronik yang lain. Warna solusi ion
logam sangat dipengaruhi oleh keberadaan spesies lain, seperti anion tertentu atau
ligan. Misalnya, warna encer larutan sulfat tembaga adalah sangat ringan biru;
menambahkan amonia mengintensifkan warnanya dan perubahan panjang
gelombang serapan maksimum (λ m a X).

Senyawa organik , terutama yang tingkat tinggi konjugasi , juga menyerap cahaya
di UV atau daerah terlihat dari spektrum elektromagnetik. Pelarut untuk penentuan
ini sering air untuk air senyawa larut, atau etanol untuk-larut dalam senyawa
organik. Pelarut organik mungkin memiliki serapan UV signifikan; tidak semua
pelarut yang cocok untuk digunakan dalam spektroskopi UV. Etanol menyerap
sangat lemah pada panjang gelombang paling besar antara polaritas larutan dan
pH. Dapat mempengaruhi penyerapan spektrum senyawa organik Tirosin, misalnya,
peningkatan penyerapan dan kepunahan maxima koefisien molar ketika pH
meningkat 6-13 atau ketika menurun polaritas pelarut. Sedangkan biaya transfer
kompleks juga menimbulkan warna, warna sering terlalu kuat untuk digunakan
untuk pengukuran kuantitatif.

Hukum Beer Lambert menyatakan bahwa absorbansi larutan berbanding lurus


dengan konsentrasi spesies menyerap dalam larutan tersebut dan panjang jalan.
Jadi, untuk tetap jalan panjang, UV / VIS spektroskopi dapat digunakan untuk
menentukan konsentrasi penyerap dalam suatu larutan. Hal ini diperlukan untuk
mengetahui seberapa cepat perubahan absorbansi dengan konsentrasi. Hal ini
dapat diambil dari referensi (tabel koefisien kepunahan molar ), atau lebih
tepatnya, yang ditentukan dari kurva kalibrasi .

A UV / Vis spektrofotometer dapat digunakan sebagai detektor untuk HPLC.


Kehadiran suatu analit memberikan respon diasumsikan sebanding dengan
konsentrasi. Untuk hasil yang akurat, respon instrumen terhadap analit dalam yang
tidak diketahui harus dibandingkan dengan respon terhadap standar, ini sangat
mirip dengan penggunaan kurva kalibrasi. Respon (misalnya, ketinggian puncak)
untuk konsentrasi tertentu dikenal sebagai faktor respon .

Panjang gelombang puncak penyerapan dapat dikorelasikan dengan jenis obligasi


pada molekul yang diberikan dan sangat berharga dalam menentukan kelompok
fungsional dalam molekul. Aturan Woodward , misalnya, adalah seperangkat
pengamatan empiris digunakan untuk memprediksi max λ, panjang gelombang UV
yang intens paling / penyerapan Vis, untuk senyawa organik terkonjugasi seperti
dienes dan keton . Spektrum saja tidak untuk tes spesifik pada setiap sampel yang
diberikan. Sifat pelarut, pH larutan, temperatur, konsentrasi elektrolit yang tinggi,
dan adanya campur zat dapat mempengaruhi penyerapan spektrum. Eksperimental
variasi seperti lebar celah (bandwidth efektif) dari spektrofotometer juga akan
mengubah spektrum. Untuk menerapkan UV / vis spektroskopi untuk analisis,
variabel tersebut harus dikendalikan atau dipertanggungjawabkan untuk
mengidentifikasi zat-zat.

Bayu Firmansyah (2010). Spektroskopi UV-Vis

.from http://cacingbusuk.blogspot.com/2010/10/spektroskopi-uv-vis.html,17

Spektroskopi adalah studi mengenai interaksi cahaya dengan atom dan molekul.
Radiasi cahaya atau elektromagnet dapat dianggap menyerupai gelombang. Dasar
spektroskopi UV-Vis adalah serapan cahaya. Bila cahaya jatuh pada senyawa, maka
sebagian dari cahaya diserap oleh molekul-molekul sesuai dengan struktur dari
molekul senyawa tersebut. Serapan cahaya oleh molekul dalam daerah spektrum
UV-Vis tergantung pada struktur elektronik dari molekul. Spektra UV-Vis dari
senyawa-senyawa organik berkaitan erat dengan transisi-transisi diantara
tingkatan-tingkatan tenaga elektronik. Oleh sebab itu, serapan radiasi UV-Vis sering
dikenal sebagai spektroskopi elektronik. Keuntungan dari serapan ultraviolet yaitu
gugus-gugus karakteristik dapat dikenal dalam molekul-molekul yang sangat
kompleks (Hardjono Sastrohamidjojo, 1991 : 11).
Panjang gelombang cahaya UV-Vis jauh lebih pendek daripada panjang gelombang
radiasi inframerah. Spektrum sinar tampak terentang dari sekitar 400 nm (ungu)
sampai 750 nm (merah), sedangkan spektrum ultraviolet terentang dari 100 nm
sampai 400 nm. Kuantitas energi yang diserap oleh suatu senyawa berbanding
terbalik dengan panjang gelombang radiasi :
∆E = h V = hc / λ
dengan ∆E = energi yang diabsorpsi, dalam erg
h = tetapan Planck, 6.6 x 1027 erg det-1
V = frekuensi, dalam Hz
c = kecepatan cahaya, 3 x 1010 cm/det
λ = panjang gelombang, dalam cm

Spektrum ultraviolet adalah suatu gambar antara panjang gelombang atau


frekuensi serapan lawan intensitas serapan (transmitasi atau absorbansi).
Spektroskopi UV-Vis digunakan untuk menentukan gugus kromofor yang terdapat
dalam sampel. Istilah kromofor digunakan untuk menyatakan gugus tak jenuh
kovalen yang dapat menyerap radiasi dalam daerah-daerah UV-Vis (Hardjono
Sastrohamidjojo, 2001 : 12-22).
Daerah UV yang paling banyak penggunaannya secara analitik mempunyai panjang
gelombang 200 - 380 nm dan disebut sebagai UV pendek (dekat). Sedangkan
panjang gelombang daerah tampak (visible) berkisar antara 380 - 780 nm (Hardjono
Sastrohamidjojo, 1991 : 11).

Eko cahyono (2010). Spektroskopi UV-Vis

.from http://www.dokterkimia.com/2010/05/spektroskopi-uv-vis.html ,17

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan semakin kompleksisitas berbagai keperluan saat ini, analisis kimia dengan
mempergunakan metoda fisik dalam hal identifikasi dari berbagai selektifitas fungsi
polimer campuran, pemodifikasi dan aditif digunakan untuk plastik dan elastomer.
Spektroskopi infra merah, metoda pengukuran fotometer UV, gas dan liquid
kromatografi dan spektroskopi masa bersama sama dengan dari metoda
pengukuran termoanalisis (DSC-TGA) merupakan alat yang teliti sebagai pilihan
untuk analisis kwalitatif dan kwantitatif bahan.
Analisis Spektroskopi didasarkan pada interaksi radiasi dengan spesies kimia.
Berprinsip pada penggunaan cahaya/tenaga magnek atau listrik untuk
mempengaruhi senyawa kimia sehingga menimbulkan tanggapan.Tanggapan
tersebut dapat diukur untuk menetukan jumlah atau jenis senyawa. Cara interaksi
dengan suatu sampel dapat dengan absorpsi, pemendaran (luminenscence) emisi,
dan penghamburan (scattering) tergantung pada sifat materi.Teknik spektroskopi
meliputi spektroskopi UV-Vis, spektroskopi serapan atom, spektroskopi infra merah,
spektroskopi fluorensi, spektroskopi NMR, spektroskopi massa.

Spektroskopi UV-Vis merupakan teknik spektroskopi pada daerah ultra violet dan
sinar tampak. Dari spektrum absorpsi dapat diketahui panjang gelombang dengan
absorbans maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Contoh : Analisis protein,
asam amino, kinetika enzim. Pada prinsipnya spektroskopi UV-Vis menggunakan
cahaya sebagai tenaga yang mempengaruhi substansi senyawa kimia sehingga
menimbulkan cahaya.Cahaya yang digunakan merupakan foton yang bergetar dan
menjalar secara lurus dan merupakan tenaga listrik dan magnet yang keduanya
saling tagak lurus. Tenaga foton bila mmepengaruhi senyawa kimia, maka akan
menimbulkan tanggapan (respon), sedangkan respon yang timbul untuk senyawa
organik ini hanya respon fisika atau Physical event. Tetapi bila sampai menguraikan
senyawa kimia maka dapat terjadi peruraian senyawa tersebut menjadi molekul
yang lebih kecil atau hanya menjadi radikal yang dinamakan peristiwa kimia atau
Chemical event.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1Cara Kerja Spektroskopi UV-Vis


Spektroskopi UV-Vis digunakan untuk cairan berwarna. Sehingga sampel yang akan
diidentifikasi harus diubah dalam senyawa kompleks. Analisis unsur berasal dari
jaringan tanaman, hewan, manusia harus diubah dalam bentuk larutan, misalnya
destruksi campuran asam (H2SO4+ HNO3 + HClO4) pada suhu tinggi. Larutan
sample diperoleh dilakukan preparasi tahap berikutnya dengan pereaksi tertentu
untuk memisahkan unsur satu dengan lainya, misal analisis Pb dengan ekstraksi
dithizon pada pH tertentu. Sampel Pb direaksikan dengan amonium sitrat dan
natriun fosfit, pH disesuaikan dengan penambahan amonium hidroksida kemudian
ditambah KCN dan NH2OH.HCl dan ekstraksi dengan dithizon
Spectra elektronik senyawaan dalam fasa uap kadang-kadang menunjukkan
struktur halus vibrasi yang dapat teramati, namun dalam fasa-fasa mampat, tingkat
energy molekul demikian terganggu oleh tetanggga-tetangga dekatnya, sehingga
sering kali hanya tampak pita lebar. Semua molekul dapat menyerap radiasi dalam
daerah UV-tampak karena mereka mengandung electron, baik sekutu maupun
menyendiri, yang dapat dieksitasikan ke tingkat energy yang lebih tinggi. Panjang
gelombang pada absorpsi akan terjadi bergantung pada betapa kuatnya electron itu
terikat dalam molekul. Electron dalam suatu ikatan kovalen tunggal terikat dengan
kuat, dan diperlukan radiasi berenergi tinggi atau panjang gelombang pendek,
untuk eksitasinya. Misalnya, alkana, yang hanya mengandung ikatan tunggal C – H
dan C – C tidak menunjukkan serapan di atas 160 nm. Metana menunjukkan suatu
puncak pada 122 nm yang ditandai sebagai *. Ini berarti bahwa suatu electron
dalam orbital ikatanσ -σ transisi (bonding) sigma dieksitasikan ke orbital anti ikatan
(antibonding) sigma.
Jika suatu molekul mengandung sebuah atom seperti klor yang mempunyai
pasangan electron menyendiri, sebuah electron tak terikat (nonbonding) dapat
dieksitasikan ketingkat energy yang lebih tinggi. Karena electron nonbonding tak
terikat terlalu kuat seperti electron bonding sigma, maka absorbsinya terjadi pada
panjang gelimbang yang lebih panjang.
Electron dalam ikatan rangkap dan ganda tiga agak mudah dieksitasikan ke orbital
yang lebih tinggi. Suatu transisi * bila sebuah electron pi ditingkatkan dari suatuπ -
π dilambangkan dengan orbital bonding-pi ke suatu orbital antibonding pi.
Penyerapan energy dalam transisi semacam itu biasanya lebih intensif daripada
dalam *. Dalam molekul tergonjugasi (yakni molekul yang memilikiσ -σ transisi
ikatan-ikatan rangkap berselang seling dengan ikatan rangkap) absorbs bergeser ke
panjang gelombang yang lebih panjang.

2.2 Instrumen Untuk Spektrofotometri


Sebuah spektrofotometer adalah suatu instrument untuk mengikur transmitans
atau absorbans suatu contoh sebagai fungsi panjang gelombang : pengukuran
terhadap sederetan sampel pada suatu panjang gelombang tunggal dapat pula
dilakukan. Instrument semacam ini dapat dikolompokkan secara manual atau
merekam atau pengelompokan lain: berkas tunggal dan berkas rangkap. Dalam
praktek instrumenberkas tunggal biasanya dijalankan dengan tangan (manual), dan
instrument berkas rangkap umumnya mencirikan perekaman automatic terhadap
spectra serapan, namun dimungkinkan untuk merekam suatu spectrum dengan
instrument berkas tunggal. Pengelompokan cara lain di dasarkan pada daerah
spectral, dan salah satunya adalah spektrofotometer UV-Vis.
a.Spektrofotometer Berkas Tunggal
bagan optis

bagian listrik

Diagram di atas menunjukkan komponen sebuah spektrofotometer berkas tunggal.


Anak panah melambangkan energy cahaya, garis kumparan melambangkan
hubungan listrik. Bagian optis dan bagian listrik dari instrument itu bertemu pada
detector, suatu transduser yang mengubah energy cahaya menjadi energy listrik.
sumber
sumber energy cahaya yang biasa untuk daerah tampak dari spectrum itu maupun
daerah ultraviolet dekat dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan
kawat ranbut terbuat dari wolfram. Pada kondisi operasi biasa, keluaran lampu
wolfram ini memadai dari sekitar 235 atau 350 nm ke sekitar 3 µm. energy yang
dipancarkan olah kawat yang dipanaskan itu beraneka ragam menurut panjang
gelombangnya. Panas dari lampu wolfram dapat merepotkan; sringkali rumah
lampu itu diselubungi air atau didinginkan dengan suatu penghembus angin untuk
mencegah agar sampel ataupun komponen lain dari instrument itu menjadi hangat.
Monokromator
Ini adalah piranti optis untuk memencilkan suatu berkas radiasi dari sumber
berkesinambungan, berkas mana mempunyai kemurnian spectral yang tinggi
dengan panjang gelombang yang diinginkan. Radiasi dari sumber difokuskan ke
celah masuk, kemudian disejajarkan oleh sebuah lensa atau cermin sehingga suatu
berkas sejajar jatuh ke unsure pendispersi, yang berupa prisma atau suatu kisi
difraksi. Dengan memutar prisma atau kisi itu secara mekanis, aneka porsi
spectrum yang dihasilkan oleh insur disperse dipusatkan pada celah keluar, dari
situ, lewat jalan optis lebih jauh, porsi-porsi itu menjumpai sampel.

Cahaya putih merah


lembayung
gambar 1. Dispersi cahaya putih oleh sebuah prisma
Wadah Sampel
kebanyakan spektrofotometri melibatkan larutan dan karenanyan kebanyakan
wadah sampel adalah sel untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya
spektrofotometer. Sel itu haruslah meneruskan energy cahaya dalam daerah
spektral yang diminati: jadi sel kaca melayani daerah tampak, sel kuarsa atau kaca
silica tinggi istimewa untuk daerah ultraviolet. Dalam instrument, tabung reaksi
silindris kadang-kadang diginakan sebagai wadah sampel. Penting bahwa tabung-
tabung semacam itu diletakkan secara reprodusibel dengan membubuhkan tanda
pada salah satu sisi tabunga dan tanda itu selalu tetaparahnya tiap kali ditaruh
dalam instrument. Sel-sel lebih baik bila permukaan optisnya datar. Sel-sel harus
diisi sedemikian rupa sehingga berkas cahaya menembus larutan, dengan meniscus
terletak seluruhnya diatas berkas. Umumnya sel-sel ditahan pada posisinya dengan
desain kinematik dari pemegangnya atau dengan jepitan berpegas yang
memastikan bahwa posisi tabung dalam ruang sel (dari) instrument itu
reprodusibel.
Detector
Detector dapat memberikan respons terhadap radiasi pada berbagai panjang
gelombang Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati
kolom. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan
serapan ultra-violet. Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari
beberapa panjang gelombang. Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang
keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan, anda akan
mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap. Jumlah
cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang
melewati melalui berkas pada waktu itu. Anda akan heran mengapa pelarut yang
digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda,
senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda
dari specktrum UV. Misalnya, metanol, menyerap pada panjang gelombang dibawah
205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Jika anda menggunakan
campuran metanol-air sebagai pelarut, anda sebaiknya menggunakan panjang
gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah
dari pelarut.

Penguatan dan pembacaan


Signal listrik dari detektor yang telah mengalami penguatan direkam sebagai
spektrum yang berbentuk puncak-puncak

b.Spektrofotometer Berkas Rangkap


spektrofotometer perekam yang mengalurkan secara automatis absorbans suatu
sampel sebagai fungsi panjang gelombang selalu berupa instrument berkas
rangkap.
Diagram berikut merupakan bagan dari sebuah spektrifotometer nol optis rangkap.

memutar drum hubungan pena


dengan kertas

gambar 2. Diagram bagan spektroforometer berkas rangkap

2.3 Aplikasi Spektroskopi UV-Vis


a. Studi Fotoelektrokimia Lapisan Tipis CdS Hasil Deposisi Metode CBD
Lapisan tipis CdS dideposisi pada substrat gelas berlapis TCO dengan metode CBD
(Chemical Bath Deposition) menggunakan bahan dasar CdCl2 sebagai sumber ion
Cd2+ dan (NH2)2 SC (Thiourea) sebagai sumber ion S2-. Karakterisasi XRD lapisan
tipis yang diperoleh memperlihatkan puncak-puncak karakteristik CdS polikristal
dengan struktur kubik (zincblende). Absorbansi dan transmitansi optik dengan
spektroskopi UV-VIS memperlihatkan daerah absorbsi pada rentang cahaya tampak
(300 nm - 500 nm) dengan maksimum pada sekitar 330 nm. Karakterisasi
fotoelektrokimia dilakukan di dalam sel elektrokimia yang berisi elektrolit 1M NaOH
dan elektrolit mengandung kompleks iodida. Respon arus foto (photocurrent)
elektroda CdS di dalam sel fotoelektrokimia memperlihatkan kebergantungan pada
panjang gelombang cahaya datang dan bersesuaian dengan absorbansi optik
spektroskopi UV-VIS. Lebar celah pita energi (energy bandgap) ditentukan melalui
kurva (Jphhv)2 vs hv (energi foton), diperoleh lebar pita energi sebesar 2.45 eV.
Hubungan rapat arus foto terhadap energi foton cahaya (hv) juga diperlihatkan dari
kurva Jph vs hv.
b. Meneliti Pengaruh Kelembaban Terhadap Absorbansi Optik Lapisan Gelatin
Penelitian ini menyajikan studi tentang pengaruh kelembaban terhadap absorbansi
optik lapisan gelatin. Cahaya yang melewati atau diserap film gelatin dideteksi
menggunakan spektrometer dengan panjang gelombang antara 292 nm sampai
591 nm dalam rentang daerah ultraungu (UV) – cahaya tampak (visible). Absorbansi
optik lapisan gelatin dipindai (di-scan) dengan perlakuan variasi kelembaban udara
(kelembaban nisbi, RH). Film gelatin dideposisi menggunakan spin-coater pada
kecepatan putar tertentu di atas substrat kaca.
Absorbansi optik lapisan gelatin diamati menggunakan teknik spektroskopi dengan
mengukur absorbansi dalam rentang UV-Vis. Absorbansi optik lapisan gelatin
dipindai (scan) dari panjang gelombang 292 nm sampai dengan 591 nm yaitu
dalam rentang cahaya ultraungu (UV) – cahaya tampak (visible). Hasil pengukuran
nilai absorbansi untuk setiap panjang gelombang dalam rentang pengukuran
ditunjukkan oleh Gambar 3. Dari spektrum absorbansi tersebut diketahui serapan
optik lapisan gelatin berada pada daerah ultraungu (UV), antara 292 nm sampai
355 nm.

Gambar di atas merupakan gambar spektrum absorbansi lapisan gelatin pada


berbagai variasi kelembaban udara
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknik spektroskopi pada daerah ultra violet dan sinar tampak disebut spektroskopi
UV-VIS. Dari spektrum absorpsi dapat diketahui panjang gelombang dengan
absorbans maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Contoh : Analisis protein,
asam amino, kinetika enzim
Aplikasi dari dari teknik spektroskopi ini antara lain adalah
a. Studi Fotoelektrokimia Lapisan Tipis CdS Hasil Deposisi Metode CBD
b. Meneliti Pengaruh Kelembaban Terhadap Absorbansi Optik Lapisan Gelatin