Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KESUGIHAN I
Jl. Serayu Raya No.16  0282- 695136
E-mail : puskesmas_kesugihan1@yahoo.com
KESUGIHAN Kode Pos 53274

KERANGKA ACUAN PEMANTAUAN IBU NIFAS RESIKO TINGGI


DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS KESUGIHAN I
TAHUN 2020

I. PENDAHULUAN
Pelayanan kebidanan dasar memerlukan pentingnya pemberdayaan ibu dan
keluarga dengan bantuan bidan untuk mengatasi masalah yang sering dijumpai selama
masa kehamilan, persalinan dan nifas. Dalam memberikan pelayanan kebidanan dasar
juga perlu diperhatikan bahwa sasaran langsung pelayanan adalah ibu dan janin serta
bayi baru lahir. Pelaksanaan pelayanan KIA mempunyai tugas untuk melakukan
pemeriksaan pada masa nifas dan konseling terhadap ibu nifas serta keluarganya agar
ibu nifas dapat melalui masa nifasnya dengan sehat dan selamat.

II. LATAR BELAKANG


Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami, tetapi bukannya tanpa
resiko, yang merupakan beban bagi seorang wanita. Pada persalinan tiap ibu hamil
akan menghadapi kegawatan baik ringan atau berat yang dapat memberikan bahaya
terjadinya kematian atau kesakitan bagi ibu dan atau bayi. Sebagian besar dari
kehamilan mempunyai hasil menggembirakan dengan ibu dan bayi hidup sehat.
Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang menyebabkan terjadinya bahaya
dan komplikasi yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama
kehamilan, persalinan, bahkan terjadi kematian pada ibu. Angka kematian ibu ditahun
2018 di Wilayah UPT Puskesmas Kesugihan I terdapat 2 ibu.
Bayi Resiko Tinggi adalah bayi yang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk
menderita sakit atau kematian dari pada bayi lain. Istilah bayi resiko tinggi digunakan
untuk menyatakan bahwa bayi memerlukan perawatan dan pengawasan yang ketat.
Perawatan dapat dilakukan beberapa jam sampai usia 28 hari yang disebut neonatus,
hal ini disebabkan kondisi atau keadaan bayi yang berhubungan dengan kondisi
kehamilan, persalinan dan penyesuaian dengan kehidupan diluar rahim.
Penilaian dan tindakan yang tepat pada bayi resiko tinggi sangat penting karena
dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada bayi yang dapat menimbulkan
cacat atau kematian. Tanda bahaya pada Neonatal dan Bayi sangat sulit untuk dikenali,
maka dari itu kita harus cermat dalam mendeteksi adanya ketidak normalan yang terjadi
pada bayi sehingga kematian bayi dapat dicegah dengan deteksi tersebut.
Mengingat sulitnya mengenali tanda bahaya pada bayi sehat terlebih pada bayi
resiko tinggi, maka diperlukan suatu kegiatan yang rutin dalam rangka menekan Angka
Kematian Bayi yaitu berupa Pemantauan Neonatal dan Bayi Resiko Tinggi yang
didanai oleh BOK.
Kegiatan ini terintegrasi bersama Program Kesehatan Ibu, Pendekatan
pemeliharaan pada ibu hamil merupakan upaya kesehatan yang paripurna dan
berkesinambungan melalui upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan
(preventif), dimulai sejak awal kehamilan sampai dekat persalinan, diteruskan oleh
upaya penyembuhan (kuratif) sebagai pertolongan persalinan yang memadai sesuai
dengan tingkat resikonya, dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dengan masa nifas,
laktasi / pemberian ASI dan Keluarga Berencana.
Upaya pemeliharaan kesehatan ibu hamil dilakukan berbasis keluarga, sejak
awal kepada suami dan keluarga perlu diberikan informasi mengenai kondisi ibu hamil,
nifas dan bayi. Tidak terdeteksinya resiko tinggi pada ibu hamil ,ibu nifas , bayi dan
rujukan terlambat merupakan salah satu permasalahan utama dari terjadinya kematian
ibu / bayi dengan segala permasalahan dasarnya baik dari aspek kesehatan maupun
non kesehatan.
Di tahun 2020 ini dunia sedang dilanda Pandemi covid 19. Pemerintah telah
menetapkan Pandemi ini sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden
Republik Indonesia nomor 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam
Penyebaran Corona Virus Disease 19 ( COVID 19 ) sebagai Bencana Nasional.
Pemerintah berupaya untuk mengatasi pandemi ini dengan berbagai upaya, salah
satunya dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan. Berbagai protokol
Kesehatan dibuat pemerintah untuk pedoman dalam kehidupan normal baru / New
Normal dengan harapan dapat memutus rantai penularan covid 19.
Meskipun dunia dilanda Pandemi covid 19, dana BOK 2020 tetap dialokasikan
untuk upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir salah
satunya pemantauan kesehatan bumil, bufas dan bayi resiko tinggi. Diharapkan Angka
Kematian Ibu dan bayi dapat ditekan hingga 50%. Jika AKI dan AKB ditekan secara
optimal maka derajat kesehatan di Kabupaten Cilacap dapat meningkat dan pandemic
covid 19 dapat teratasi
andiri untuk Hidup Sehat
III. TUJUAN
1. Melakukan pengenalan dini Resiko Tinggi ibu nifas dan bayi dengan macam faktor
resikonya.
2. Melakukan pengendalian / pencegahan pro-aktif terjadinya komplikasi nifas dan bayi
3. Menemukan Ibu Resiko Tinggi dengan pengertian kemungkinan terjadinya resiko
kematian / kesakitan pada ibu dan atau bayinya.
4. Memberi penyuluhan dalam bentuk Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), mengenai
kondisi ibu nifas kepada ibu, suami dam keluarga, agar tahu, peduli dan patuh
untuk persiapan mental, biaya dan transportasi dalam pengambilan keputusan jika
terjadi resiko nifas yang perlu penanganan lanjut/rujukan
5. Membantu untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan cara memberi
informasi, adanya faktor resiko dan kelompok resiko pada ibu nifas,sehingga dapat
menentukan pengambilan keputusan oleh ibu nifas dan keluarganya.
6. Memantau kesehatan bayi resiko tinggi agar selamat dari kematian akibat
keterlambatan deteksi dini, penanganan dan rujukan.

IV. Tata Nilai


Tata Nilai dalam pelaksanaan kegiatan adalah SATU
S : Solid
Yaitu selalu kompak, saling mendukung dan saling menghargai dalam
melaksanakan identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran
program
A : Aman
Yaitu memberikan fasilitas yang aman dalam melaksanakan identifikasi
kebutuhan dan harapan/sasaran program
T : Tanggap
Yaitu cepat dan tanggap dalam melaksanakan identifikasi kebutuhan dan
harapan/sasaran program
U : Unggul dalam pelayanan
Yaitu unggul dalam kualitas dan terdepan dalam melaksanakan identifikasi
kebutuhan dan harapan/sasaran program

V. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. Tahap Persiapan :
1. Pada awal bulan BDD melihat catatan di catatan persalinan untuk
menentukan sasaran ibu nifas risti
2. Selanjutnya BDD akan membuat prioritas siapa saja sasaran risiko tinggi yang
Akan dikunjungi, disesuaikan dengan situasi dan kondis, sekali kunjungan
minimal 3 kasus.

B. Pelaksanaan
1. Kunjungan Rumah ke bufas ( sasaran )
2. Sebelum memasuki rumah sasaran restui petugas wajib mencuci tangan pakai
sabun dengan metode yang benar minimal 20 detik atau bisa menggunakan
hand sanitizer
3. Petugas memakai baju gown
4. Petugas dan sasaran (bufas resti ) menggunakan masker dan face shield
5. Sebelum dilakukan pemeriksaan bufas resti disarankan mencuci tangan pakai
sabun dengan metode yang benar minimal 20 detik
6. Bufas resti dilakukan pemeriksaan cek suhu badan dengan menggunakan
o
termogan. Apabila suhu badan lebih dari 37 C disarankan untuk periksa ke
puskesmas
7. Dilakukan anamnesa, pemeriksaan, konseling dan rencana kunjungan
berikutnya
8. Setelah kegiatan selesai petugas dan bufas resti wajib mencuci tangan
dengan sabun
9. Petugas melepas gown secara terbalik dan ditempatkan dalam plastic tertutup
10. Petugas mengisi format laporan yang sudah disediakan oleh Bendahara BOK
11. Petugas menyerahkan hasil kegiatan kepada bendahara BOK untuk di
verifikasi tingkat Puskesmas

VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


A. Melakukan kunjungan rumah sesuai dengan protokol kesehatan
1. Mencuci tangan, memakai gown, masker dan face shield
2. Melakukan anamnesa
3. Melakukan pemeriksaan kehamilan
4. Melakukan konseling dan memberikan intervensi
5. Melakukan kesepakatan kunjungan berikutnya
B. Membuat laporan dan mencatat hasil pemantauan di kohort, register dan buku KIA
C. Membuat rencana tindak lanjut
D. Membuat penyelesaian SPJ
E. Membuat laporan dan analisis.

VII. SASARAN
Ibu hamil, ibu nifas risiko tinggi

VIII. SUMBER DANA DAN SPJ (Dalam 1 Bulan)


Bantuan transport petugas = 1 orang x 60 kl x Rp.100.000,- = Rp. 6.000.000,-
SPJ : Kwitansi, tanda terima, surat tugas ,laporan hasil pertemuan
IX. JADWAL KEGIATAN PELAKSANAAN

No Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pemantauan bumil, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
bufas dan neonatal
resti

X. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan pada akhir bulan kegiatan

XI. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Kegiatan Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan meliputi :
A. Pencatatan
Hasil pelaksanaan kegiatan dicatat dalam kohort, buku register dan buku KIA
B. Pelaporan
Pelaksanaan kegiatan dilaporkan ke Bidan Kordinator KIA dan Kepala Puskesmas
C. Evaluasi
Hasil kegiatan dilaporkan sesuai format terlampir sebagai pendukung yang bisa
dipertanggungjawabkan, dan diinterprestasikan /analisa , dievaluasi, RTL dan
ditindaklanjuti sebagai rangkaian proses PDCA (Plan,Duck,Chek ,Action)

Mengetahui Kesugihan 1 Januari 2020


Kepala UPTD Puskesmas Kesugihan I Koordinator Ibu

ADI WIDJAJA, SKM Pujiastuti, A.md Keb


Pembina NIP : 197607212003122007
NIP. 196812251992031006
Mengetahui

Kepala UPTDD Puskesmas Kesugihan I