Anda di halaman 1dari 1

Bangunan bertingkat tinggi merupakan bangunan yang dibangun pada lahan yang relatif

kecil, bangunan ini memungkinkan penambahan ruang secara vertikal atau memiliki banyak lantai di
atasnya sehingga lebih banyak orang ataupun barang yang dapat dimuat di dalamnya. Bangunan
tinggi dilihat sebagai bangunan yang bisa menghasilkan uang dengan menyewakan ruangan-
ruangannya pada orang-orang di perkotaan.
Pentignya mendesain bangunan tinggi dengan memperhatikan iklim dapat menurangi
konsumsi energi pada gedung sebesar 40% dan memungkinkan pengguna gedung dapat merasakan
suasana alam di dalam bangunannya.
Zona iklim tropis lembab dicirikan oleh suhu lingkungan yang tinggi (21-32 ° C), kelembaban
tinggi, curah hujan yang tinggi dan merata, variasi suhu harian dan tahunan yang kecil, variasi
musim yang sedikit, angin sepoi-sepoi, dan periode udara yang panjang. Iklim ini menjadi masalah
bagi pembangunan gedung yaitu paparan radiasi yang berlebihan dan penguapan yang berlebihan.
Secara sederhana, gagasan 'bangunan tinggi tropis' adalah sebuah bangunan tinggi yang desain dan
perencanaan bentuk bangunannya menanggapi dan memanfaatkan faktor iklim di wilayah tersebut.
Adapun prinsip desain dalam bangunan tinggi adalah sebagai berikut:
 Pengaturan posisi inti bangunan pada sisi timur-barat, penempatan inti bangunan ini akan
memenuhi dua tujuan yaitu untuk mengurangi panas matahari pada ruangan-ruangan yang
lebih sering digunakan oleh pengguna bangunan, dan menyediakan buffer (sebagai bentuk
isolasi termal).
 Mengatur ventilasi dan pencahayaan alami pada inti bangunan, meskipun inti bangunan
merupakan area servis bangunan tetapi area ini perlu mendapatkan udara dan pencahayaan
alami juga
 Orientasi bangunan yang baik adalah pada sisi utara-selatan karena sisi ini tidak mendapat
radiasi matahari langsung sebanyak sisi timur-barat
 Penggunaan atrium untuk mengumpulkan udara dan menyalurkannya ke seluruh bagian
bangunan.
 Mengatur bukaan yang dapat mengontrol ventilasi silang yang baik, melindungi dari panas
matahari, dan melindungi dari terpaan angin saat hujan deras.
 Lantai dasar yang terbuka dapat memaksimalkan aliran udara yang masuk ke bangunan dan
meningkatkan relasi dengan area outdoor (jalan atau pedestrian)
 Penggunaan tanaman vertikal selain menambah estetika bangunan dapat juga sebagai
penyaring panas pada bangunan.
 Pengaturan denah bangunan untuk memberikan view yang baik dari dalam bangunan dan
dapat mengatur posisi bukaan yang baik.
 Pengaturan hubungan bangunan dengan konteks urban
 Pemilihan material eksternal dan insulasi panas, material dinding luar bangunan harus bisa
mengurangi radiasi matahari secara langsung yang masuk ke dalam bangunan. Dapat
menggunakan sun shading atau secondary skin untuk menjadi insulasi panas pada bangunan.
Iklim pada suatu tempat harus diperhitungkan dalam tahap desain agar dapat memutuskan konsep
keseluruhan proyek, seperti tata letak dan orientasi bangunan, bentuk dan karakter struktur, dan
mengatur bukaan pada bangunan. Mendesain dengan memperhatikan iklim juga dapat memberikan
bentuk baru bangunan yang tidak selamanya kotak-kotak kaca yang monoton. Kenyamanan
pengguna bangunan juga akan bertambah jika kita mendesain dengan memperhatikan iklim di suatu
tempat.