Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMKN 1 Jeneponto Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (270 menit)


Mata Pelajaran : Akuntansi Keuangan Kondisi Pembelajaran : BDR / Daring
Kelas / Semester : XI / Ganjil Pertemuan ke : 1-7
Materi Pokok Pencatatan Penjualan secara Kredit, Wesel dan Angsuran
Sub Materi A. Penjualan Secara Kredit
B. Penjualan Dengan Wesel
C. Penjualan secara Angsuran
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KD – IPK (K3) KD – IPK (K4)
3.1 Menganalisis pencatatan transaksi penjulan 3.1. Melakukan pencatatan transaksi penjulan barang
barang dagangan secara kredit, wesel, dan dagang secara kredit, wesel, dan penjualan
penjualan angsuran angsuran
3.1.1 Menentukan transaksi penjualan barang secara 4.1.1 Melakukan pencatatan penjualan kredit barang
kredit dagangan
3.1.2 Menentukan transaksi wesel tagih 4.1.2 Melakukan pencatatan wesel tagih
3.1.3 Menentukan transaksi penjualan angsuran 4.1.3 Melakukan pencatatan penjualan angsuran
B. Tujuan Pembelajaran
(K3) (K4)
3.1.1 Menentukan transaksi penjualan barang secara 4.1.1 Melakukan pencatatan penjualan kredit barang
kredit dagangan
3.1.2 Menentukan transaksi wesel tagih 4.1.2 Melakukan pencatatan wesel tagih
3.1.3 Menentukan transaksi penjualan angsuran 4.1.3 Melakukan pencatatan penjualan angsuran
C. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 01-03
Materi : A. Penjualan Secara Kredit
Alokasi
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Waktu
A. Kegiatan Pendahuluan 10 Menit
Guru melakukan apersepsi dengan berdoa, menjelaskan alur kegiatan selama pembelajaran dan
membagi kelompok secara daring
B. Kegiatan Inti 60 Menit
1. Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang pencatatan transaksi 10 menit
penjulan barang dagangan secara kredit, wesel, dan penjualan angsuran
2. Mengumpulkan data tentang pencatatan transaksi penjulan barang dagangan secara kredit,
wesel, dan penjualan angsuran
3. Mengolah data tentang pencatatan transaksi penjulan barang dagangan secara kredit, wesel, dan
penjualan angsuran
4. Menganalisis pencatatan transaksi penjulan barang dagangan secara kredit, wesel, dan
penjualan angsuran
5. Mengomunikasikan tentang pencatatan transaksi penjulan barang dagangan secara kredit,
wesel, dan penjualan angsuran
C. Kegiatan Penutup 10 menit
Guru merefleksi kegaiatan pembelajaran, mengiformasikan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan pada pertemuan berikutnya, mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan
pesan dan motivasi untuk tetap semangat belajar dan diakhiri dengan doa
D. Penilaian Pembelajaran
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Instrumen Penilaian Instrumen Penilaian Tes Tulis dan Instrumen Penilaian Keterampilan
Terlampir Penugasab Terlampir (LKPD) Terlampir

Mengetahui, Jeneponto, 20 Juli 2021


Plt. Kepala SMKN 1 Jeneponto, Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Ibrahim Arno Amri, S.Pd


NIP. 19641126 198903 1 005 NIP.

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |1


Lampiran- Lampiran :
1. Penilaian Sikap (Spiritual dan Sosial) Lampiran -1
Jurnal Perkembangan Sikap (Spiritual dan Sosial)
Sekolah : MTS. Jenetallasa
Kelas/Semester : VII/ Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Sub. Materi : Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang
Petunjuk:
1. Kegiatan pengamatan dilakukan selama proses (jam) pembelajaran dan/atau di luar jam pembelajaran
2. Pencatatan hanya pada perilaku ekstrim yang ditunjukkan oleh seorang siswa
Nama Peserta Keterangan/
No. Waktu Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd.
Didik Tindak Lanjut
1.
2.
3.

2. Penilaian Pengetahuan Lampiran -2


a. Kisi-kisi Soal:
Bentuk Jlh.
No. KD Materi Indikator soal
Soal Soal
1 3.1 Memahami konsep ruang 1. Pengertian konsep 1. Menjelaskan pengertian Urain 1
(lokasi, distribusi, ruang konsep ruang;
2 potensi,iklim,bentuk 2. Pengertian interaksi 2. Menjelaskan pengertian Uraian 2
muka bumi, geologis, antarruang interaksi antarruang;
3 flora dan fauna) dan 3. Contoh interaksi 3. Menyebutkan contoh Uraian 1
interaksi antarruang di keruangan antar interaksi keruangan antar
Indonesia serta wilayah di Indonesia wilayah di Indonesia;
4 pengaruhnya terhadap 4. Contoh interaksi 4. Menyebutkan contoh Uraian 2
kehidupan manusia dalam keruangan yang interaksi keruangan yang
aspek ekonomi, sosial, terjadi di wilayahnya terjadi di wilayahnya;
budaya, dan pendidikan

b. Butir soal
No Soal Kunci Jawaban Skor
1. Jelaskan pengertian ruang! Ruang adalah Tempat di permukaan bumi baik sebagian atau seluruhnya 2
yang digunakan makhluk hidup sebagai tempat tinggal
2. Jelaskan pengertian Menurut Bintarto ( 1987 ) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya 2
interaksi menurut Bintaro! timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui
kontak langsung atau tidak langsung.
3. Jelaskan pengertian Pengertian Interaksi antar ruang merupakan suatu cara mengelola ruang- 2
interaksi antarruang! ruang berdasarkan potensi dan permasalahannya dan keterkaitan suatu
ruang dengan ruang-ruang yang ada disekitarnya. Keterkaitan antar lokasi
atau ruang dapat dilihat secara fisik maupun non fisik.
4. Sebutkan bentuk-bentuk 1. Bentuk interaksi Mobilitas adalah Interaksi dalam bentuk pergerakan 3
interaksi antar ruang! atau perpindahan manusia
2. Bentuk Interaksi Komunikasi Adalah suatu interaksi melalui perpindahan
ide atau gagasan dan informasi.

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |2


3. Bentuk interaksi Transportasi adalah suatu interaksi melalui perpindahan
barang atau energi.
5. Sebutkan contoh bentuk 1. Mobilitas Penduduk contohnya seperti: emigrasi, urbanisasi, imigrasi, 3
interaksi antar ruang dalam transmigrasi, perjalanan penduduk antar wilayah untuk bekerja atau
bentuk mobilisasi wisata.
penduduk 2. Komunikasi Contohnya yaitu: pengiriman informasi baik secara
langsung maupun tidak langsung, seperti membaca berita, melihat
tayangan televisi, internet, koran, majalah dan lain – lain.
3. Transportasi Contohnya yaitu: pengakutan barang, perdagangan dan lain
– lain.
Jumlah 12

Uraian
Nilai = x 100
12

c. Rubrik Penilaian Bentuk Soal Uraian


Skor Uraian
No. Alternatif Jawaban
Maksimal Skor
1. 2 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban kurang lengkap
2 Jawaban lengkap
2. 2 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban kurang lengkap
2 Jawaban lengkap
3. 2 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban kurang lengkap
2 Jawaban lengkap
4. 3 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban 1
2 Jawaban 2
3 Jawaban 3
5. 3 0 Tidak memberi jawaban
1 Jawaban 1
2 Jawaban 2
3 Jawaban 3
2 Jawaban 2

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |3


d. Kisi-Kisi Tugas
Lampiran -3

Teknik
Kompetensi Dasar
No. Materi Indikator Penilaian
1 3.1 Memahami konsep ruang  Interaksi antarruang 3.1.1 Menjelaskan Penugasan
(lokasi, distribusi, (distribusi potensi pengertian konsep
potensi,iklim,bentuk muka wilayah Indonesia) ruang dan
bumi, geologis, flora dan fauna)  Dampak interaksi interaksi antar
dan interaksi antarruang di antarruang ruang
Indonesia serta pengaruhnya (perdagangan,
terhadap kehidupan manusia mobilitas penduduk)
dalam aspek ekonomi, sosial,
budaya, dan pendidikan.

Tugas:

Pedoman Penskoran Tugas

No. Aspek yang dinilai Skor

1. Kesesuaian dengan konsep dan prinsip 0-4


2. Ketepatan memilih bahan 0-4
3. Kreativitas 0-4
4. Ketepatan waktu pengumpulan tugas 0-4
5. Kerapihan hasil 0-4
Skor maksimum 20

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |4


Keterangan Skor : Skor perolehan Kriteria Nilai
Baik sekali = 4 Nilai =---------------------------- X 100 A = 86 – 100 : Baik Sekali
Baik = 3 Skor maksimal B = 71– 85 : Baik
Cukup = 2 C = 56 – 70 : Cukup
Kurang = 1 D = ≤ 55 : Kurang

3. Penilaian Keterampilan (Praktek Mempresentasikan)


a. Penilaian Praktik Diskusi Kelompok dan/atau Presentasi Lampiran -4
Bentuk
No. Kompetensi Dasar Materi Indikator
Penilaian
1 4.1. Menyajikan hasil analisis Pengertian Ruang dan 4.1.1. Keterampilan Penilaian
tentang interaksi sosial Interaksi Antarruang melaksanakan diskusi Praktik
dalam ruang dan dan presentasi tentang
pengaruhnya terhadap pengertian ruang dan
kehidupan sosial, interkasi antarruang.
ekonomi,dan budaya
dalam nilai dan norma,
serta kelembagaan social
budaya.

a. Lembar Observasi Kinerja Diskusi


Mata pelajaran : IPS
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Sub Pokok Bahasan : Pengertian Ruang dan Interaksi antarruang

Nama Siswa Aspek Penilaian


Jumlah Kriteria
No. Kerjasama Inisiatif Gagasan Keaktifan Nilai
Skor Nilai
(1-4) (1-4) (1-4) (1-4)
1.
2.
3.

Rubrik Penilaian Praktik Presentasi

Skor
No. Aspek yang Dinilai
0 1 2 3 4
1. Kerjasama
2. Inisiatif
3. Gagasan
4. Keaktifan
Jumlah
Skor Maksimum

Pedoman perskoran dan penentuan nilai:


Keterangan Skor : Skor perolehan Kriteria Nilai
Baik sekali = 4 Nilai =---------------------------- X 100 A = 86 – 100 : Baik Sekali
Baik = 3 Skor maksimal B = 71– 85 : Baik
Cukup = 2 C = 56 – 70 : Cukup
Kurang = 1 D = ≤ 55 : Kurang

b.Lembar Observasi Kinerja Presentasi

Mata pelajaran : IPS


Kelas/Semester: VII /Ganjil
Sub Pokok Bahasan : Pengertian Ruang dan Interaksi antarruang

No. Nama Peserta Kemampuan Kemampuan Kemampuan Menjaga Jml Nilai Kriteria

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |5


tata tertib Nilai
presentasi bertanya menjawab
Didik berdiskusi skor
(1-4) (1-4) (1-4)
(1-4)
1.
2.
3.

Pedoman perskoran dan penentuan nilai:


Skor terentang antara 1 – 4, yaitu 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = amat baik.
Rumus nilai:

Jumlah Skor
Nilai = x 100
4

Rubrik Penilaian Praktik Presentasi

Skor
No. Aspek yang Dinilai
0 1 2 3 4
1. Penyampaian presentasi dengan lugas
2. Kemampuan berargumentasi
3. Kemampuan menjawab pertanyaan
4. Penguasaan materi
Jumlah
Skor Maksimum

Pedoman perskoran dan penentuan nilai:


Skor terentang antara 1 – 4, yaitu 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = amat baik.
Rumus nilai:

Jumlah Skor
Nilai = x 100
4

Lampiran -5

MODUL-IPS

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |6


A. PENGERTIAN RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG
Manusia tinggal pada suatu ruang tertentu di permukaan bumi. Masing-masing ruang memiliki karakteristik
sendiri yang berbeda dengan tempat lainnya. Masing-masing tempat memiliki kondisi dan potensinya masing-
masing. Tidak ada satu ruang pun yang mampu menyediakan segala kebutuhan penduduknya. Karena itu,
terjadilah saling tukar komoditas antartempat satu dengan tempat lainnya. Interaksi tersebut tidak hanya berupa
komoditas, tetapi juga interaksi sosial, budaya, politik dan lain-lain.

1. Pengertian Ruang
Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan
oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang mencakupi berbagai hal diantaranya adalah udara, lapisan
atmosfer, perairan(laut, sungai, dan danau), di bawah permukaan bumi (air dan tanah), dan batuan sampai
pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup
juga merupakan bagian dari ruang. Batas ruang adalah tempat dan unsur-unsur lainnya yang
mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi.
No. Cakupan Ruang Flora dan Fauna
1. Burung cenderawasih,
burung nuri, burung
beo,badak, babi, rusa, babi
rusa, kapibara, berang-
berang, dan lain lain. Flora
Diptorecarpaceae ada,
Keruing (Dipterocapus sp),
Meranti (Shorea sp), Kayu
kapur
(Drybalanopsaromatica),
dan Kayu garu (Gonystylus
bancanus).

Hutan Hujan tropis


2. Kuda, Zebra, Harimau,
Singa, Anjing Hutan,
Eukaliptus, Rumput

Sabana

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |7


3. Rajawali, Armadillo,
Musang, Ular Kobra,
Jerboa, Kurma, Kaktus, 

Gurun
Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah
lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Karateristik
inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai suatu
wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.
Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki
keterkaitan dengan ruang lainnya.

Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya,
karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah
pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut.
Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan
dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua
wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah
tujuan.

Menurut Bintarto (1987) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai
pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung.

Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung
terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata,
pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain-lain.
Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan
gagasan dan informasi disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi
disebut transportasi. Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan
tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena
penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

Supaya lebih mudah dalam mempelajari konsep ruang, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Ruang tidak hanya terbatas udara beresentuhan dengan bumi, tetapi lapisan atmosfer terbawah yang
mempengaruhi permukaan bumi.
2. Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya, diikuti dengan
sumber daya yang dihasilkannya. 
3. Ruang tidak berdiri sendiri, kejadian di suatu ruang mempengaruhi ruang lainnya.
4. Ruang merupakan tempat manusia berinteraksi. Sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dengan
manusia lain.
5. Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi.
Berbagai ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik yang khas tersebut dapat
berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain-lain yang berbeda dengan tempat lainnya. Perbedaan karakteristik
ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang
membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2. Interaksi Antarruang
Interaksi antar ruang adalah proses timbal balik antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Contohnya:

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |8


wilayah pegunungan umumnyamerupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan
ikanlaut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungandan sebaliknya penduduk
dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling
berinteraksi melaluiaktivitas perdagangan.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah
tujuan. Interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap
tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi
ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya
dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling
melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat
diserahkan/dipindahkan (transferability)
.
Syarat Terjadinya Interaksi Antar Ruang
Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling
melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat
diserahkan/dipindahkan (transferability)
1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)
Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya.
Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan.
Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing
memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas
perdagangan atau jual beli.

2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)


Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal
maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor
jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke
wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C
jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan
beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 |9


3. Kemudahan Transfer (Transfer Ability)
Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus
lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi
dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer
dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana)
yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.
Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya
untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah
A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui.
Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

Kesimpulan :
Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa maupun kejadian yang terjadi
merupakan konsep Ruang. Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan
perbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya dengan Keadaan Alam Wilayah
Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam yang berbeda-beda menghasilkan sumber daya
alam yang beraneka ragam.
Karena itu tidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap ruang memerlukan
sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah terjadi konektivitas antara satu ruang dengan
lainnya.

Ruang menjadi tempat manusia untuk berinteraksi. Seseorang memerlukan orang lain untuk dapat
melakukan interaksi, manusia juga senantiasa melakukan mobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke ruang
lainnya.
Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu, setiap kejadian di suatu ruang berkaitan dengan peristiwa di
masa lampau pada ruang tersebut, dan dapat dijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang.
Untuk mendapatkan informasi keruangan dapat menggunakan sebuah peta. Sebagai contoh keruangan
lingkup regional yaitu pedesaan dan perkotaan.

Amri, S.Pd-MTs. Jenetallasa-RPP IPS-VII 2019/2020 | 10