Anda di halaman 1dari 7

JURNAL KEBIDANAN

Vol 2, No 1, Januari 2016 : 13-19

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA


PERINEUM PADA BIDAN PRAKTEK SWASTA DI DESA MADIUN RAJABASA
TAHUN 2015
(1) (1) (2)
Devi Kurniasari , Ratna Dewi Putri , Ferlinthany

ABSTRAK

Kematian ibu pada tahun 2012 di provinsi lampung dari 171.975 ibu bersalin adalah eklamsi
33,15 %, perdarahan 22,47 %, infeksi 2,25 %, penyebab lain 42,13 % dari 171.975 ibu bersalin. Hal
yang memicu terjadinya kematian karena perdarahan dan infeksi adalah karena adanya robekan
perineum yang diderita ibu nifas pasca persalinan. Robekan perineum yang terjadi secara spontan
maupun episiotomi. Robekan jalan lahir bisa terjadi karena partus precipitatus, kepala janin besar dan
janin besar, serta perluasan episiotomi. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi postpartum karena
adanya luka pada bekas perlukaan plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk episiotomi pada
perineum, dinding vagina dan serviks.
Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas di BPS yang berada di Desa Madiun
Rajabasa ada 56 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Analisis bivariat menggunakan uji
Chi Square.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan penyembuhan
luka perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-value = 0.012, ada hubungan
antara cara perawatan dengan penyembuhan luka perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value <
0,05 nilai p-value = 0.004 dan ada hubungan antara personal hygiene dengan penyembuhan luka
perineum dengan hasil analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-value = 0.003. Saran untuk tenaga
kesehatan adalah Lebih meningkatkan kemampuan pelayanan sehingga dalam memberikan pelayanan
kesehatan dapat lebih luas jangkauannya, termasuk pelayanan kesehatan pada ibu nifas, misalnya
dengan lebih meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pemberian penyuluhan tentang perawatan
luka perineum.

Kata Kunci : Faktor, Penyembuhan Luka Perineum.

PENDAHULUAN Seluruh alat genetalia baru pulih kembali


Proses persalinan hampir 90% yang seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3
mengalami robekan perineum, baik dengan bulan (1).
atau tanpa episiotomi. Biasanya penyembuhan Robekan jalan lahir selalu memberikan
luka pada robekan perineum ini akan sembuh perdarahan dalam jumlah yang bervariasi
bervariasi, ada yang sembuh normal (6-7 hari) banyaknya. Sumber perdarahan dapat berasal
dan ada yang mengalami kelambatan dalam dari perineum, vagina, serviks, dan robekan
penyembuhannya (Rejeki, 2010; Saleha, uterus (ruptura uteri). Robekan jalan lahir
2009). Penyembuhan luka pada ibu pasca banyak dijumpai pada pertolongan persalinan
bersalin dipengaruhi oleh berbagai faktor oleh dukun. Pertolongan persalinan oleh tenaga
diantaranya mobilisasi dini, nutrisi, dan kesehatan dengan risiko rendah mempunyai
perawatan perineum ( kebersihan diri) komplikasi ringan sehingga dapat menurunkan
Luka-luka pada jalan lahir yang telah angka kematian ibu (AKI) maupun perinatal (2).
dijahit, luka pada vagina dan serviks umumnya Dari data Survey Demografi dan
bila tidak disertai infeksi akan sembuh per Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka
primam (Prawirohardjo, 2005). Ibu yang baru nasional untuk angka kematian ibu (AKI) di
melahirkan, banyak komponen fisik normal Indonesia adalah 359/100.000 kelahiran hidup.
pada masa postnatal membutuhkan Angka ini lebih rendah dibandingkan AKI hasil
penyembuhan dengan berbagai tingkat.

1.) Dosen Program Studi Kebidanan Universitas Malahayati B. Lampung


2.) Program Studi Kebidanan Universitas Malahayati B. Lampung
14 Devi Kurniasari, Ratna Dewi Putri, Ferlinthany

SDKI tahun 2002 – 2003 yang mencapai Penyebab kematian ibu pada masa
307/100.000 kelahiran hidup. nifas adalah perdarahan. Salah satu
Dari Data Statistik Indonesia (2008), penyebab perdarahan postpartum adalah
AKI di Indonesia mengalami penurunan perlukaan jalan lahir. Perlukaan ringan
selama periode 1992-2007. Angka tersebut berupa luka lecet, yang berat berupa suatu
masih belum bisa mencapai indikator robekan yang disertai perdarahan hebat.
derajat kesehatan dalam mencapai Indonesia Robekan perineum terjadi pada hampir
sehat 2010 yaitu sebesar 125 per 100.000 persalinan pertama dan tidak jarang juga pada
kelahiran hidup (Soepardan,2008). Penurunan persalinan berikutnya. Pada seorang primipara
AKI ini masih terlalu lambat untuk mencapai atau orang yang baru pertama kali
tujuan target millenium 5 (Millenium melahirkan terjadi ketika kepala janin keluar.
Development Goals 5/MDG 5) dalam Luka-luka biasanya ringan tetapi kadang-
rangka mengurangi tiga per empat jumlah kadang terjadi juga luka yang luas dan
perempuan yang meninggal akibat hamil berbahaya. Sebagai akibat persalinan, biasa
serta bersalin dari angka pada tahun 1990. timbul luka pada vulva disekitar introitus
Dengan Asumsi bahwa rasio tahun 1990 vagina yang biasanya tidak dalam akan tetapi
sekitar 450/100.000 KH. Maka targett kadang-kadang bisa timbul perdarahan banyak.
MDGs pada tahun 2015 adalah 110/100.000 Robekan jalan lahir bisa terjadi karena
KH (WHO, 2005). Berdasarkan hasil Survey partus precipitatus, kepala janin besar dan
Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada janin besar, serta perluasan episiotomi(3). Hal
tahun 2012, angka kematian ibu meroket dari ini berisiko menyebabkan infeksi postpartum
228 pada 2007 menjadi 359 per 100.000 karena adanya luka pada bekas perlukaan
kelahiran hidup pada tahun 2013. plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk
Faktor medis yang menjadi penyebab episiotomi pada perineum, dinding vagina
kematian ibu pada tahun 2012 di provinsi dan serviks. Luka pada perineum akibat
lampung dari 171.975 ibu bersalin adalah episiotomi, ruptur uteri atau laserasi
eklamsi 33,15 %, perdarahan 22,47 %, infeksi merupakan daerah yang tidak mudah kering.
2,25 %, penyebab lain 42,13 % dari 171.975 Pengamatan dan perawatan khusus diperlukan
ibu bersalin. Faktor penyebab kematian untuk menjamin agar daerah tersebut sembuh
perinatal pada tahun 2012 di provinsi lampung dengan cepat dan mudah. Pencucian daerah
dari 164.062 bayi adalah BBLR sebanyak 315 perineum memberikan kesempatan untuk
bayi, Asfiksia 301 bayi, Gangguan pencernaan melakukan inspeksi secara seksama pada
sebanyak 7 bayi, infeksi sebanyak 44 bayi, daerah tersebut dan mengurangi rasa sakit.
kelainan kongenital sebanyak 34 bayi, lain-lain Perawatan luka jahit pada perineum dilakukan
sebanyak 158 bayi, tetanus neonaturum 4 bayi. dengan cara mencuci daerah genital dengan
Hal yang memicu terjadinya kematian karena lembut dengan air sabun dan air
perdarahan dan infeksi adalah karena adanya desinfektan tingkat tinggi, kemudian
robekan perineum yang diderita ibu nifas pasca keringkan(4).
persalinan. Robekan perineum yang terjadi Sementara itu perlukaan jalan lahir
secara spontan maupun episiotomi. lahir dapat menyebabkan infeksi. Penyebab
Angka kematian ibu di Bandar infeksi diantaranya adalah bakteri eksogen
Lampung tahun 2012 disebabkan oleh eklamsi (kuman dari luar), autogen (kuman masuk dari
36,67 %, perdarahan 16,67 %, infeksi 3,33 %, tempat lain dalam tubuh), endogen (dari jalan
penyebab lain 43,33 % dari 18.900 ibu lahir sendiri). Penyebab yang terbanyak dan
bersalin. Faktor penyebab kematian perinatal lebih dari 50% adalah streptococcus anaerob
pada tahun 2012 di provinsi lampung dari yang sebenarnya tidak patogen sebagai
18.000 bayi adalah BBLR sebanyak 69 bayi, penghuni normal jalan lahir. Gorback
Asfiksia 64 bayi, Gangguan pencernaan mendapatkan dari 70% dari biakan serviks
sebanyak 4 bayi, infeksi sebanyak 8 bayi, normal dapat pula ditemukan bakteri
kelainan kongenital sebanyak 1 bayi, lain-lain anaerob dan aerob yang patogen. Secara
sebanyak 40 bayi. Infeksi dan perdarahan yang umum frekuensi infeksi puerperalis adalah
memicu kematian ibu ini pada ibu nifas sekitar 1-3%. Sehingga perlu dilakukan
didominasi dan diakibatkan karena adanya perawatan dengan baik. Perawatannya dengan
robekan perineum merawat luka dengan baik jangan sampai
terkena infeksi, begitu pula alat – alat dan

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016


Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Perineum 15
Pada Bidan Praktek Swasta Di Desa Madiun Rajabasa Tahun 2015

pakaian serta kain yang berhubungan dengan BPS Martini sebanyak 16 orang, BPS Nurmala
alat kandungan harus steril. Laserasi perineum Dewi dan Ketut Dani sebanyak 15 orang, serta
juga mengakibatkan perdarahan sehingga harus BPS Rina 9 orang. Cara pengumpulan data
ditangani dengan cepat dan tepat karena dalam penelitian ini melalui kuesioner dan
berpotensi terjadi syok hipovolemik(5). lembar observasi. Data yang terkumpul
Luka dapat sembuh melalui proses dianalisa secara univariat dilakukan untuk
utama (primary intention) yang terjadi ketika melihat distribusi frekuensi. Analisis bivariat
tepi luka disatukan (approximated) dengan menggunakan uji Chi Square.
menjahitnya. Jika luka dijahit, terjadi
penutupan jaringan yang disatukan dan tidak HASIL PENELITIAN DAN
ada ruang yang kosong. Oleh karena itu, PEMBAHASAN
dibutuhkan jaringan granulasi yang minimal
dan kontraksi sedikit berperan. Penyembuhan Analisis Univariat
yang kedua yaitu melalui proses sekunder 1. Usia
(secondary intention) terdapat defisit jaringan Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Ibu
yang membutuhkan waktu yang lebih lama(6). Post Partum Pada BPS Di Kampung
Salah satu hal yang penting Madiun Rajabasa Tahun 2015
diperhatikan dalam mempercepat
penyembuhan luka perineum adalah kebersihan Persentasi
No Usia Frekuensi
diri terutama vulva higiene atau perawatan %
perineum. Perawatan perineum adalah 1 < 20 thn dan 18 32.1
pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan > 35 thn
daerah antar paha yang dibatasi vulva dan anus 2 21 – 35 th 38 67.9
pada ibu yang dalam masa antara kelahiran Total 56 100%
plasenta sampai dengan kembalinya organ
genetik seperti pada waktu sebelum hamil. Dari table diatas dapat dilihat sebagian
Akibat perawatan perineum yang tidak besar responden berada pada kelompok Usia 21
benar dapat mengakibatkan kondisi – 35 tahun sebanyak 38 orang (67.9 %) dan 18
perineum yang terkena lokhea dan lembab orang (32.1 %) berada pada kelompok umur <
akan sangat menunjang perkembangbiakan 20 thn dan > 35 thn.
bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya 2. Cara Perawatan
infeksi pada perineum. Munculnya infeksi pada Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara
perineum dapat merambat pada saluran Perawatan Luka Perineum Oleh Ibu Post
kandung kencing ataupun pada jalan lahir yang Partum Pada BPS Di Kampung Madiun
dapat berakibat pada munculnya komplikasi Rajabasa Tahun 2015
infeksi kandung kencing maupun infeksi pada
jalan lahir. Infeksi tidak hanya menghambat Cara Persentasi
proses penyembuhan luka tetapi dapat juga No Frekuensi
Perawatan %
menyebabkan kerusakan pada jaringan sel 1 Tidak Baik 10 17.9
penunjang, sehingga akan menambah ukuran 2 Baik 46 82.1
dari luka itu sendiri, baik panjang maupun Total 56 100%
kedalaman luka.
Tujuan penelitian ntuk mengetahui Dari tabel di atas dapat dilihat sebagian
faktor-fator yang berhubungan dengan besar cara perawatan luka perineum responden
penyembuhan luka perineum pada BPS di Desa berada pada kategori baik sebanyak 46 orang
Madiun Rajabasa tahun 2015. (82.1 %) dan 10 orang (17.9 %) berada pada
kategori tidak baik.
METODE PENELITIAN 3. Personal Hygiene
Jenis penelitian kuantitatif, desain Dari tabel di bawah dapat dilihat
penelitian survey analitik dengan pendekatan sebagian besar personal hygiene responden
cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berada pada kategori baik sebanyak 48 orang
adalah semua ibu nifas di BPS yang berada di (85.7 %) dan kategori tidak baik sebanyak 8
Desa Madiun Rajabasa ada 56 orang ibu nifas orang (14.4 %)..
yang mengalami luka perineum dengan
penjabaran luka perineum yang didapat pada

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016


16 Devi Kurniasari, Ratna Dewi Putri, Ferlinthany

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Personal 35 orang (62.5 %) dan 21 orang (37.5


Hygiene Oleh Ibu Post Partum Pada BPS %).berada pada kategori lama.
Di Kampung Madiun Rajabasa
Tahun 2015 Distribusi Frekuensi Berdasarkan
Penyembuhan Luka Perineum Oleh Ibu
Personal Persentasi Post Partum Pada BPS Di Kampung
No Frekuensi
Hygiene % Madiun Rajabasa Tahun 2015
1 Tidak Baik 8 14.4
2 Baik 48 85.7 Penyembuhan Persentasi
NO Frekuensi
Total 56 100% Luka Perineum %
1 Lama 21 37.5
4. Penyembuhan Luka Perineum 2 Cepat 35 62.5
Dari tabel di bawah dapat dilihat Total 56 100%
sebagian besar proses penyembuhan luka
perineum berada pada kategori cepat sebanyak

Analisa Bivariat
1. Hubungan Usia Dengan Penyembuhan Luka Perineum
Analisa Hubungan Usia dengan Penyembuhan Luka Perineum
Oleh Ibu Post Partum Pada BPS Di Kampung Madiun
Rajabasa Tahun 2015

Penyembuhan Luka Perineum


OR
Usia Lama Cepat Total % P value
(CI95%)
N % N %
< 20 thn dan > 35 thn 11 61.1 7 38.9 18 100%
21 – 35 thn 10 26.3 28 73.7 38 100% 0.012 4.400
Total 21 37.5 35 62.5 56 100%

Hubungan usia dengan penyembuhan dan 28 orang (73.7 %) mengalami


luka perineum dapat dilihat dari tabel di atas.
penyembuhan luka perineum cepat.
Dari 18 responden yang berusia < 20 thn dan > Dari analisis Chi Square diperoleh p-
35 tahun, 11 orang (61.1 %) mengalami lama value sebesar 0,012, maka lebih kecil dari 0,05
didalam penyembuhan luka perineum dan 7 (0,012<0,05) dan OR = 4.400 maka
orang (38.9 %) mengalami penyembuhan luka disimpulkan bahwa ada hubungan yang
perineum cepat. Dari 38 responden yang bermakna antara usia dengan penyembuhan
berusia 21 – 35 tahun, 10 orang (26.3 %) luka perineum. Usia 21 – 35 tahun berpeluang
mengalami penyembuhan luka perineum lama 4.400 kali untuk penyembuhan luka perineum
cepat.
2. Hubungan Cara Perawatan Dengan Penyembuhan Luka Perineum
Analisa Hubungan Cara Perawatan dengan Penyembuhan Luka Perineum
Oleh Ibu Post Partum Pada BPS Di Kampung Madiun
Rajabasa Tahun 2015

Penyembuhan Luka Perineum


Cara OR
Lama Cepat Total % P value
Perawatan (CI95%)
N % N %
Tidak baik 8 80 2 20 10 100%
Baik 13 28.3 33 71.7 46 100% 0.004 10.154
Total 21 37.5 35 62.5 56 100%

Hubungan cara perawatan dengan tabel di atas. Dari 10 responden yang cara
penyembuhan luka perineum dapat dilihat dari perawatan luka perineum tidak baik, 8 orang

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016


Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Perineum 17
Pada Bidan Praktek Swasta Di Desa Madiun Rajabasa Tahun 2015

(80 %) mengalami lama di dalam Dari analisis Chi Square diperoleh p-


penyembuhan luka perineum dan 2 orang (20 value sebesar 0,004, maka lebih kecil dari 0,05
%) mengalami penyembuhan luka perineum (0,004<0,05) dan OR = 10.154 maka
cepat. Dari 46 responden cara perawatan luka disimpulkan bahwa ada hubungan yang
perineum baik, 13 orang (28.3 %) mengalami bermakna antara cara perawatan dengan
penyembuhan luka perineum lama dan 33 penyembuhan luka perineum. Cara perawatan
orang (71.7 %) mengalami penyembuhan luka yang baik berpeluang 10.154 kali untuk
perineum cepat. penyembuhan luka perineum cepat.
3. Hubungan Personal Hygiene Dengan Penyembuhan Luka Perineum
Analisa Hubungan Personal Hygiene dengan Penyembuhan Luka Perineum
Oleh Ibu Post Partum Pada BPS Di Kampung Madiun
Rajabasa Tahun 2015

Penyembuhan Luka Perineum


Personal OR
Lama Cepat Total % P value
Hygiene (CI95%)
N % N %
Tidak Baik 7 87.5 1 12.5 8 100%
Baik 14 29.2 34 70.8 48 100% 0.003 17.000
Total 21 37.5 35 62.5 56 100%

Hubungan personal hygiene dengan umur, semakin bertambah pula pengetahuan


penyembuhan luka perineum dapat dilihat dari yang didapat(7).
tabel di atas. Dari 8 responden yang personal Penyembuhan luka lebih cepat terjadi
hygiene tidak baik, 7 orang (87.5 %) pada usia muda daripada orang yang sudah
mengalami lama di dalam penyembuhan luka lanjut usia. Orang yang lanjut usianya tidak
perineum dan 1 orang (12.5 %) mengalami dapat mentolerir stress seperti trauma jaringan
penyembuhan luka perineum cepat. Dari 48 arau infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh adanya
responden yang personal hygiene baik, 14 penurunan elastisitas dalam kulit dan
orang (29.2 %) mengalami penyembuhan luka perbedaan penggantian kolagen yang
perineum lama dan 34 orang (70.8 %) mempengaruhi penyembuhan luka. Sperti
mengalami penyembuhan luka perineum cepat. halnya ibu nifas yang berusia > 35 tahun, akan
Dari analisis Chi Square diperoleh p- terjadi penurunan yang signifikan dalam proses
value sebesar 0,003, maka lebih kecil dari 0,05 penyembuhan luka perineum. Sebab telah
(0,003<0,05) dan OR = 17.000 maka terjadi penurunan dalam penyatuan jaringan-
disimpulkan bahwa ada hubungan yang jaringan yang mengalami luka.(8).
bermakna antara personal hygiene dengan Oleh sebab itu akan lebih baiknya usia
penyembuhan luka perineum. Personal hygiene yang disarankan untuk melahirkan adalah usia
yang baik berpeluang 17.000 kali untuk reproduktif karena pada usia ini fungsi organ
penyembuhan luka perineum cepat reproduksi seorang wanita sudah berkembang
dan cukup sempurna untuk melahirkan,
PEMBAHASAN berbeda dengan tidak usia produktif karena
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia ini fungsi organ repro Tujuan
ada hubungan antara variable usia, cara perawatan perineum menurut Morison (2003)
perawatan dan personal hygiene dengan adalah mencegah terjadinya infeksi
penyembuhan luka perineum. sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
Umur atau usia adalah satuan waktu Infeksi menyebabkan peningkatan inflamasi
yang mengukur waktu keberadaan suatu benda dan nekrosis yang menghambat
atau makhluk, baik yang hidup maupun yang penyembuhan luka. Adanya benda asing,
mati. Menurut Notoatmodjo umur merupakan pengelupasan jaringan yang luas akan
salah satu faktor yang dapat menggambarkan memperlambat penyembuhan dan kekuatan
kematangan seseorang baik fisik, psikis regangan luka menjadi tetap rendah. Karena
maupun social, sehingga membantu seseorang perawatan yang kasar dan salah dapat
dalam pengetahuannya. Semakin bertambah mengakibatkan kapiler darah baru rusak dan
mengalami perdarahan serta penyembuhan

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016


18 Devi Kurniasari, Ratna Dewi Putri, Ferlinthany

luka terhenti. Kemungkinan terjadinya infeksi Peneliti berasumsi, bahwa baiknya


pada luka karena perawatan yang tidak benar, kesembuhan luka perineum ibu dan baiknya
dapat meningkat dengan adanya benda mati personal hygiene ibu itu dikarenakan ibu sudah
dan benda asing. mengerti dan mengetahui tentang manfaat dari
Benda asing dapat bertindak sebagai personal hygiene dan ibu mau melakukannya
fokus infeksi pada luka dan jika luka di kehidupan sehari-hari khususnya pada masa
terkontaminasi oleh benda asing atau jaringan nifas. Faktor yang paling berpengaruh dari
nekrotik, pembersihan luka diperlukan untuk kecepatan kesembuhan luka perineum bukan
mencegah perlambatan penyembuhan. Luka hanya personal hygiene tapi juga mobilisasi
yang kotor harus dicuci bersih. Bila luka kotor, dini, status gizi, dan obat-obatan.
maka penyembuhan sulit terjadi. Kalaupun
sembuh akan memberikan hasil yang buruk. SIMPULAN
Jadi, luka bersih sembuh lebih cepat daripada Berdasarkan analisis data hasil
luka yang kotor. Penggunaan ramuan obat penelitian mengenai faktor-fator yang
untuk perawatan luka dan tehnik perawatan berhubungan dengan penyembuhan luka
luka yang kurang benar adalah penyebab perineum pada BPS di Kampung Madiun
terlambatnya penyembuhan. Hal ini sesuai Raj abasa tahun 2015 diperoleh kesimpulan
dengan penelitian Indah bahwa perawatan sebagai berikut :
perineum yang tidak benar menyebabkan 1. Sebagian besar responden berada pada
infeksi dan memperlambat penyembuhan. kelompok Usia 21 – 35 tahun sebanyak 38
Personal hygiene (kebersihan diri) yang kurang orang (67.9 %) dan 18 orang (32.1 %) <20
dapat memperlambat penyembuhan, hal ini tahun dan >35 tahun.
dapat menyebabkan adanya benda asing seperti 2. Sebagian besar cara perawatan luka
debu dan kuman. Selain perawatan luka perineum responden berada pada kategori
perineum, faktor gizi terutama protein akan baik sebanyak 46 orang (82.1 %).
sangat mempengaruhi terhadap proses 3. Sebagian besar personal hygiene responden
penyembuhan luka pada perineum karena berada pada kategori baik sebanyak 48
penggantian jaringan sangat membutuhkan orang (85.7 %).
protein. 4. Sebagian besar proses penyembuhan luka
Menurut asumsi peneliti, penelitian perineum berada pada kategori cepat
ini sesuai dengan teori, yang mengemukakan sebanyak 35 orang (62.5 %).
bahwa perawatan perineum yang baik 5. Terdapat hubungan antara usia dengan
berpengaruh terhadap kesembuhan luka penyembuhan luka perineum dengan hasil
perineum. Tingkat kesembuhan pada ibu nifas analisis diperoleh p-value < 0,05 nilai p-
disebabkan tingginya tingkat pendidikan ibu value = 0.012.
nifas, sehingga makin banyak pula 6. Terdapat hubungan antara cara perawatan
pengetahuan yang dimiliki ibu nifas mengenai dengan penyembuhan luka perineum
perawatan luka perineum. dengan hasil analisis diperoleh p-value <
Asumsi peneliti diperkuat oleh 0,05 nilai p-value = 0.004.
penelitian yang dilakukan oleh Herawati.P 7. Terdapat hubungan antara personal
(2010) dan penelitian Haris & Harjanti, (2011) hygiene dengan penyembuhan luka
dengan hasil uji Chi-square dengan nilai p = perineum dengan hasil analisis diperoleh p-
0,004 yang sama menunjukkan nilai positif (+) value < 0,05 nilai p-value = 0.003.
berarti semakin baik perawatan perineum,
semakin cepat kesembuhan luka perineum. SARAN
Berdasarkan teori kebersihan diri ibu 1. Bagi profesi kebidanan
membantu mengurangi sumber infeksi dan Lebih meningkatkan kemampuan
akan membuat rasa nyaman pada ibu. Merawat pelayanan sehingga dalam memberikan
dan menjaga perineum ibu tetap selalu bersih pelayanan kesehatan dapat lebih luas
dan kering, dan membersihkan alat kelamin jangkauannya, termasuk pelayanan kesehatan
dari depan ke belakang itu akan membuat pada ibu nifas, misalnya dengan lebih
proses penyembuhan luka akan cepat sembuh. meningkatkan pendidikan kesehatan melalui
Melakukan perawatan atau personal hygiene pemberian penyuluhan tentang perawatan
bertujuan untuk mencegah resiko terjadinya luka perineum.
infeksi. (Hapsari, 2010)

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016


Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Perineum 19
Pada Bidan Praktek Swasta Di Desa Madiun Rajabasa Tahun 2015

2. Bagi Responden 2. Manuaba. Ilmu Kebidanan, Penyakitan


Meningkatkan peran aktif ibu nifas Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
untuk mendapatkan informasi kesehatan Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC. 2008
terutama tentang perawatan luka perineum 3. Mochtar R, Sinopsis Obstetri. Jakarta:
sehingga ibu nifas termotivasi untuk EGC. 2010
melakukan perawatan luka perineum dengan 4. Depkes RI. Asuhan Persalinan Normal.
benar dan didapatkan tingkat kesembuhan luka Jakarta: Depkes RI. 2012
perineum yang semakin baik lagi. 5. Soepardan S.Konsep Kebidanan. EGC :
3. Bagi Peneliti selanjutnya Jakarta.2008
Perlu diadakan penelitian lebih lanjut 6. Maureen Boyle. Pemulihan Luka.
tentang perawatan perineum dan kesembuhan EGC: Jakarta. 2009
luka perineum pada ibu nifas dan diperluas 7. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian
hubungannya dengan variabel lain, karena Kesehatan. Rineka Cipta : Jakarta. 2012
dalam penelitian ini waktunya cukup singkat 8. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan.
sehingga didapatkan responden yang kurang Yayasan Bina Pustaka Sarwono
memenuhi. Prawirohardjo: Jakarta. 2008

DAFTAR PUSTAKA
1. Sarwono P. Buku Acuan Nasional
Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal. Jakarta: YBP SP. 2003

Jurnal Kebidanan Volume 2, Nomor 1, Januari 2016

Anda mungkin juga menyukai