Anda di halaman 1dari 8

FORM – LAPORAN PDSA

1. IDENTIFIKASI MASALAH

SIKLUS 1
NAMA UNIT KPRS-IRNA
JUDUL
INDIKATOR Ketepatan Skrining dan Asesmen Pasien Risiko Jatuh di Rawat Inap
MUTU

AREA ISKP
Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Rata2
1 2 3 4 5 6
TARGET 100 100 100
CAPAIAN 82.6 79.87 Tdk
ada
data
KESIMPULAN Ketepatan Skrining dan Asesmen Pasien Risiko Jatuh di Rawat Inap
belum memenuhi target
MASALAH Ketepatan skrining dan asesmen pasien risiko jatuh di rawat inap
belum memenuhi target karena data tidak ada

2. TOPIK PERBAIKAN
Meningkatkan ketepatan skrining dan asesmen pasien risiko jatuh di rawat inap

3. PLAN
a. Saya berencana : Ketepatan skrining dan asesmen pasien risiko jatuh di rawat
inap meningkat, data masuk pelaporan SIM RS maksimal tanggal 8

b. Saya berharap : Dalam waktu 3 bulan Skrining dan asesmen pasien risiko jatuh
di rawat inap meningkat ketepatannya dan masuk SIM RS

c. Masalah : Selama 3 bulan Ketepatan Skrining dan Asesmen Pasien Risiko


Jatuh di Rawat Inap belum memenuhi target, data terkumpul lebih dari tanggal 8

d. Akar Masalah/ Apa yang diamati

1). Input : Formulir Skrining dan asesmen pasien risiko jatuh menggunakan
Morse fall Scale dan Humpty Dumpty yang terpisah dari Form IGD dan
Pemeriksaan IRJA, formulir tersebut harus diisi oleh petugas TPPGD/TPPRI
sebelum masuk rawat inap. Data ketepatan pengisian dilakukan oleh petugas
rawat inap yang diberi tugas mengumpulkan data, selanjutnya di input ke SIM RS
oleh PJ KPRS

2). Proses : Petugas TPPGD/TPPRI tidak tidak selalu mengisi Form Skrining dan
Asesmen Pasien Risiko Jatuh. Petugas pengumpul data di ruangan menyerahkan
data lebih dari tanggal 5 sehingga input data ke SIM RS terlambat. Data tidak
tampil

1
3). Output : Ketepatan skrining dan asesmen pasien risiko jatuh di rawat inap
tidak mencapai target 100%, data tidak masuk SIM RS sebelum tanggal 8

4). Outcome : Pasien risiko jatuh tidak teridentifikasi

e. Rencana Tindakan Perbaikan yang akan dilakukan

No Rencana kegiatan perbaikan (k) PIC (l) Waktu (m)


1. Memberikan penjelasan ulang pengisian formulir V. April dan Mei
asesmen risiko jatuh pada rapat di keperawatan Nurhayati 2020
dan rapat di ruangan /Ka. Bid. Wat
2. Melakukan pemantauan skrining dan asesmen Shinta April dan Mei
risiko jatuh 2020

4. DO
a. Evaluasi kegiatan yang direncanakan
No Kegiatan perbaikan (k) PIC (l) Evaluasi (n)
1. Hadir dan memberi penjelasan pada rapat di V. Nurhayati/ 10 Apr (A)
ruangan Ka. Bid. Wat 03 Apr (B)
dan Karu 27 Apr (C)
08 Mei
(Keperawatan)
2. Mengumpulkan data pengisian formulir asesmen Shinta Pada saat
risiko jatuh proses masuk
ke SIM RS -
SMART SNARS
tidak bisa akses

b. Evaluasi terhadap hasil capaian


No Bulan (o) Target (p) Realisasi (q) Keterangan (r)
1. April 2020 100%, 87.72 Belum tercapai
2. Mei 2020 100%, 84.51 Belum tercapai
3. Juni 2020 100%, 97.99 Belum tercapai

5. STUDY Apa yang dapat dipelajari:


Semua rencana kegiatan sudah dilakukan tetapi hasil belum tercapai meski sudah naik

a. Input
Ada perubahan formulir IGD, sudah mencantumkan asesmen risiko jatuh

b. Proses
1) Pemantauan ketepatan skrining dan asesmen risiko jatuh dilakukan oleh petugas di
ruang rawat inap yang ditugaskan
2) Input data ke SIM RS terlambat karena data terkumpul tgl 9, masih ada masalah
user name dan password

c. Outcome:

2
Angka ketepatan skrining dan risiko jatuh meningkat dari rata-rata pencapaian
triwulan I 81,23% menjadi rata-rata pencapaian Triwulan II 90,07% meskipun belum
mencapai target 100%

d. Kesimpulan:
Tindakan perbaikan menghasilkan peningkatan ketepatan skrining dan asesmen risiko
jatuh tetapi masih perlu pemantauan kontinu dan tindakan perbaikan lanjut untuk
mencapai target yaitu mencegah perawat lupa mengisi formulr skrining dan asesmen
risiko jatuh

6. ACTION
a. Topik : Mencegah perawat TPPGD dan TPPRI lupa mengisi formulr skrining dan
asesmen risiko jatuh
b. Masalah : Perawat lupa mengisi formulr skrining dan asesmen risiko
c. Masuk Siklus ke 2

Semarang, 10 Juli 2020


Mengetahui
Ketua PMKP Ka. IRNA

Dr. Michael Satya Gani Dr. Lindawaty Ramli, MM

3
4
CONTOH LAPORAN PDSA SIKLUS 1
1. IDENTIFIKASI MASALAH

SIKLUS 1
NAMA UNIT Instalasi Rekam Medis
JUDUL Ketepatan Waktu Pelaporan Kasus DHF berdasarkan demografi pasien
INDIKATOR ke Dinas Kesehatan <1 x 24 jam
MUTU
AREA IAM
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Rata2
TARGET 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
CAPAIAN - - - 62% 55% 74% 64%
SELISIH - - - 38% 45% 26% 36%
KESIMPULAN Evaluasi Capaian Indikator Mutu TW 1 tidak pernah mencapai Target,
masih 36% dibawah Target
TOPIK PDSA Meningkatkan ketepatan Pelaporan kasus DHF berdasarkan demografi
pasien ke Dinas Kesehatan Kota

2. TOPIK
Meningkatkan ketepatan Pelaporan kasus DHF berdasarkan demografi pasien ke Dinas
Kesehatan Kota.

3. PLAN
a. Saya berencana : Pelaporan DHF ke Dinas Kesehatan 1 x 24 jam Terlaksana 100%
b. Saya berharap : Dalam 2 bulan semua pasien yang terdiagnosa DHF harus segera
dilaporkan oleh Perawat / Bidan Ruangan Ke Petugas Rekam Medik.
c. Masalah : Selama 1 TW Indikator Mutu tidak pernah tercapai dan jauh dari
target 100% (-36%)
d. Akar Masalah/ Apa yang diamati
1). Input : Pengertian pelaporan DHF yang belum sama antara RI dan RM
2). Proses : Laporan dari RI ke RM dilakukan dalam 24 Jam, sehingga sampai
RM sudah > 24 Jam
3). Output : Laporan cenderung terlambat, tidak pernah mencapai target.
4). Outcome : Feedback dari DKK, RS mendapat nilai kurang baik
e. Rencana Tindakan yang akan dilakukan
No Rencana kegiatan perbaikan (k) PIC (l) Waktu (m)
1. Meminta DO (Definisi Operasional) pelaporan DHF Ka. RM 4 Agt
kepada Komite PMKP
2. Mengadakan pertemuan untuk menyatukan persepsi Ka. RM 4 Agt
kepada seluruh Koordinator Ruang RI
3. Koordinator ruang melakukan sosialisasi kepada Koord. 5 Agt
seluruh perawat/ bidan ruang masing-masing tentang Ruang
prosedur pelaporan DHF
4. Perawat / bidan melaporkan kasus DHF sesuai DO Koord. 5 Agt
(Definisi Operasional) kepada petugas rekam medis Ruang
dengan mendokumentasikan pada buku bantu
pelaporan DHF di RI
5. Koordinator ruang melakukan evaluasi dengan cara Koord. 31 Agt
melakukan pengecekan pada buku bantu pelaporan Ruang
DHF dgn mencocokan hasil laporan DHF petugas RM

5
4. DO
a. Evaluasi kegiatan yang direncanakan
No Kegiatan perbaikan (k) PIC (l) Evaluasi (n)
1. Meminta DO (Definisi Operasional) pelaporan DHF Ka. RM Sudah
kepada KMKP
2. Mengadakan pertemuan untuk menyatukan persepsi Ka. RM Sudah
kepada seluruh Koordinator Ruang RI
3. Koordinator ruang melakukan sosialisasi kepada Koord. Sudah
seluruh perawat/ bidan ruang masing-masing tentang Ruang
prosedur pelaporan DHF
4. Perawat / bidan melaporkan kasus DHF sesuai DO Koord. Sudah
(Definisi Operasional) kepada petugas rekam medis Ruang
dengan mendokumentasikan pada buku bantu
pelaporan DHF di RI
5. Koordinator ruang melakukan evaluasi dengan cara Koord. Sudah
melakukan pengecekan pada buku bantu pelaporan Ruang
DHF dgn mencocokan hasil lap DHF petugas RM

b. Evaluasi terhadap hasil capaian


No Bulan (o) Target (p) Realisasi (q) Keterangan (r)
1. 31 Okt 100% 96% Tidak Tercapai (TT)
Sudah meningkat dari
rata-rata 55% dan Juni
74% menjadi 96%

5. STUDY (Apa yang dapat dipelajari)


a. Semua rencana kegiatan sudah dilakukan tetapi hasil belum tercapai meski sudah naik
b. Input
1). SPO pelaporan DHF sudah ada dan disosialisasi
2). Perawat sudah paham prosedur melaporkan DHF ke Petugas RM baik jam dinas
maupun diluar jam dinas
3). Sarana pelaporan telepon kepada petugas RM pada jam kerja dan dilengkapi
dengan laporan tertulis
4). Petugas RM siap menerima pelaporan DHF pada jam dinas
c. Proses
1). Perawat masih ada yang lupa tidak melaporkan ke Petugas RM esok harinya
(untuk kejadian diluar jam kerja RM)
2). Persepsi perawat bahwa melaporkan itu kepada petugas RM pada waktu jam
dinas saja
d. Outcome: Angka pelaporan sudah meningkat dari 55% menjadi 96% meskipun belum
mencapai target 100%
e. Kesimpulan: Tindakan Perbaikan cukup efektif, hanya ada beberapa hal yang masih
perlu diperbaiki yaitu Perawat masih ada yang lupa tidak melaporkan ke Petugas RM
esok harinya (untuk kejadian diluar jam kerja RM)

6. ACTION
a. Topik : Mencegah perawat lupa tidak melaporkan ke Petugas RM esok harinya
(untuk kejadian diluar jam kerja RM)
b. Masalah : Perawat lupa tidak melaporkan ke Petugas RM esok harinya (untuk
kejadian diluar jam kerja RM)
c. Masuk SIKLUS ke 2

6
CONTOH LAPORAN PDSA SIKLUS 2
1. IDENTIFIKASI MASALAH

SIKLUS 2
NAMA UNIT Instalasi Rekam Medis
JUDUL Ketepatan Waktu Pelaporan Kasus DHF berdasarkan demografi pasien
INDIKATOR ke Dinas Kesehatan <1 x 24 jam
MUTU
AREA IAM
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Rata2
TARGET 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
CAPAIAN - - - - - 96% -
SELISIH - - - - - 4% -
KESIMPULAN Setelah perbaikan capaian IM naik menjadi 96% tetapi belum sesuai
target 100% karena Perawat kadang lupa melapor ke Petugas RM
terutama diluar jam dinas RM
TOPIK PDSA Mencegah Perawat lupa melaporkan kasus DHF ke Petugas RM esok
harinya (untuk kejadian diluar jam kerja RM)

2. TOPIK
Mencegah Perawat lupa melaporkan kasus DHF ke Petugas RM

5. PLAN
a. Saya berencana : Mencegah Perawat lupa melaporkan kasus DHF ke Petugas RM esok
harinya (untuk kejadian diluar jam kerja RM)
b. Saya berharap : Dalam 1 minggu semua Perawat tidak lupa melaporkan ke Petugas
RM esok harinya (untuk kejadian diluar jam kerja RM), sehingga capaian 100%
c. Rencana Kegiatan

No Rencana kegiatan PIC Waktu


1. Setiap hari petugas Rekam Medis menelpon ke Didik Mulai Sept
ruang RI untuk menanyakan apakah ada pasien Pranowo
dengan diagnosa DHF yang perlu dilaporkan
2. Melengkapi buku bantu di Rawat Inap sesuai Koord. Mulai Sept
kebutuhan dengan menjelaskakan siapa nama yang Ruang
melaporkan dan jam pelaporan
3. Melakukan PDSA siklus 2 Ka. RM Sept

6. STUDY
No Rencana kegiatan PIC Evaluasi
1. Setiap hari petugas Rekam Medis menelpon ke Didik sudah
ruang RI untuk menanyakan apakah ada pasien Pranowo dilakukan
dengan diagnosa DHF yang perlu dilaporkan
2. Melengkapi buku bantu di Rawat Inap sesuai Koord. Sudah
kebutuhan dengan menjelaskakan siapa nama yang Ruang dilakukan
melaporkan dan jam pelaporan

7
a. Hasil pengukuran Indikator mutu bulan berikutnya mencapai 100%
b. Kesimpulan:
Kepatuhan perawat untuk melaporkan sangat terbantu dengan adanya
1). Telepon rutin setiap pagi dari RM menanyakan ada kasus DHF atau tidak
2). Buku bantu catatan pasien DHF di RI

7. ACTION
a. Monitoring hasil capaian IM minimal 3 bulan berturut-turut
b. Bila sudah tercapai maka PDSA dinyatakan efektif untuk meningkatkan capaian IM
c. Bakukan dalam aturan atau SPO yang lebih jelas.

Semarang, tanggal, bulan, tahun


Mengetahui
Nama Manajer Nama Unit

Nama Pejabat Manajer Nama Kepala Unit