Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PROYEK SOSIAL

Proyek Thrifting dan Upcycle dalam


Upaya Pengurangan Limbah Fesyen dan
Pembentukan Ekonomi Sirkular

NAMA TIM PENGUSUL:

1. Azka Yahdiyani Putri S.IP (Ketua)


2. Asti Nugraheni (Anggota)

Kompetisi Program PFmuda Pertamina


Foundation

2021
Profil Peserta PFmuda 2021

1 Nama Pengusul Azka Yahdiyani Putri


2 Tempat/Tgl Lahir Yogyakarta, 8 April 1995
3 Pendidikan Terakhir S1
4 Pekerjaan Penggiat Sosial Masyarakat
5 Tlp dan Alamat Email 087778656478; azkayahdiyani95@gmail.com
6 Alamat Rumah/ Domisili Blunyahrejo TR II/763 RT 22 RW 06 Karangwaru Tegalrejo
Yogyakarta
7 Organisasi yang diikuti/ -
pernah diikuti
8 Pengalaman Pengerjaan Sedekah Baju Yogyakarta dan Anfaal Foundation
Proyek Sosial
9 Pernah ikut lomba -

Proyek Sosial Yang diajukan Saat Ini

Judul Proyek Sosial Penerapan Thrifting dan Upcycle dalam Upaya Pengurangan Limbah Fesyen
dan Pembentukan Ekonomi Sirkular
Kategori Isu Sosial Kemiskinan

Lokasi Proyek Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta


Nilai yang Diusulkan Rp287.544.000 Lama Proyek: 12 Bulan
Anggota Tim Pengusul Asti Nugraheni
Mentor/ Pembimbing -

Produk/ Hasil Dari 1. Pakaian bekas layak pakai yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi
Proyek Sosial 2. Produk dari bahan pakaian di bawah kualitas standar jual yang diolah
menjadi barang baru yang memiliki nilai guna seperti pouch, gorden, tas,
pakaian baru dll (Upcycle)
Manfaat Proyek bagi 1. Mengurangi limbah pakaian yang tidak bisa dipakai lagi
Masyarakat 2. Meningkatkan penghasilan ekonomi yang cukup besar dengan modal
yang minim bagi masyarakat menengah kebawah
BAB 1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanpa kita sadari, industri tekstil merupakan salah satu penyebab terbesar
kerusakan lingkungan kita. Industri ini menyumbang polusi air terbesar kedua
setelah sektor minyak dan gas bumi. Untuk memproduksi satu kaos saja,
dibutuhkan 2.700 liter air, selain kapas yang juga sebagai sumber daya utama.
Bahkan, 1 ton bahan jeans membutuhkan 200 ton air (Natural Resources Defense
Council, 2017).
Di sisi lain, rata-rata konsumen membeli 60 persen lebih banyak pakaian
tiap tahunnya dibanding pada awal abad ke-21. Pakaian yang dibeli ini
kebanyakan hanya berakhir di lemari. Bahkan, sudah menjadi pemandangan yang
umum di negara-negara maju jika baju bekas akhirnya menumpuk di tempat
pembuangan sampah (Vice, 2018). Dilansir dari publikasi Ellen MacArthur
Foundation, setiap hari satu truk sampah dibakar setiap harinya yang setara
dengan 2.625 kg pakaian. Sampah pakaian ini bahkan cukup untuk memenuhi
Pelabuhan Sydney setiap tahunnya yang setara dengan 82.782.000.000 kg
pakaian.
Banyak orang terjebak dalam fast fashion di mana mereka secara impulsif
membeli pakaian yang tidak sesuai kebutuhan mereka. Brand fesyen besar pun
selalu berlomba-lomba membuat mode terbaru dengan harga yang sebisa
mungkin dijangkau masyarakat. Padahal, di balik pembuatan produk yang murah
tersebut ada harga lain yang harus dibayarkan. Banyak karyawan garmen yang
bekerja secara penuh waktu tidak dibayar dengan layak dan lingkungan yang
semakin tercemar dengan bahan tekstil serta limbah pakaian yang tidak
digunakan.
Padahal, di sisi lain banyak orang lain yang masih belum bisa memenuhi
kebutuhan pakaian mereka. Maka dari itu, donasi, jual-beli dan upcycle pakaian
bekas adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah
pakaian dan menghemat sumber daya. Beberapa aspek yang ingin dipecahkan
dengan kegiatan ini antara lain:

1. Aspek Sosial
Mengurangi kebiasaan fast fashion dengan mengedukasi masyarakat tentang
dampak negatif kegiatan tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang dampak buruk membeli pakaian secara terus-
menerus yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

2. Aspek Ekonomi
Melalui upcycle baju bekas layak pakai menjadi peralatan rumah tangga seperti
gorden, sprei dan pernak pernik seperti tas, bando, gelang dan lain-lain
diharapkan dapat membantu pemberdayaan perempuan, meningkatkan
keterampilan dan juga memberikan penghasilan yang dapat membantu
perekonomian keluarga.
3. Aspek Lingkungan
Seperti penjelasan di atas bahwasanya ada banyak dampak negatif ke
lingkungan dalam fast fashion. Dengan menjual kembali pakaian bekas layak
pakai dan mengolah kembali pakaian, diharapkan dapat memperpanjang usia
pakaian itu sendiri yang pada akhirnya akan membentuk ekonomi sirkular
yang bisa menjaga sumber daya.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam proyek ini adalah:


1. Bagaimana cara mengolah pakaian bekas layak pakai agar memiliki umur
kebermanfaatan yang lebih panjang?
2. Bagaimana memanfaatkan pakaian bekas menjadi barang yang lebih
bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian?

C. Tujuan
Tujuan dari proyek ini adalah:
1. Mengurangi sampah pakaian dengan memperpanjang umur pakaian untuk
mengurangi limbah pakaian pada lingkungan.
2. Membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dengan
memanfaatkan pakaian bekas.

D. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dalam proyek ini adalah:
1. Membantu menyelamatkan lingkungan dengan pemanfaatan sampah pakaian
2. Membantu memperpanjang pakaian dengan menjual pakaian untuk
meningkatkan pendapatan masyarakat.
BAB II. METODE PELAKSANAAN

A. Lokasi Proyek
Rencana lokasi pelaksanaan proyek ini ada di daerah Blunyahrejo, Kelurahan
Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta

B. Waktu atau Jadwal Pelaksanaan

Waktu atau jadwal pelaksanaan kira-kira akan dikerjakan pada Tanggal 1


hari Senin bulan November 2021 sampai dengan hari Sabtu tanggal 31 bulan
Desember 2021.

C. Alat dan Bahan

1. Kontrakan / Sewa Bangunan


2. Banner/Papan Reklame
3. Gantungan Pakaian/baju
4. Meja dan Kursi
5. AC
6. Kaca besar
7. Hanger
8. Keset
9. Komputer dan Keyboard
10. Mobil Pickup
11. Laptop 2 buah
12. Pencetak resi
13. Mesin Kasir
14. Sapu dan Alat Pel
15. Pengharum Ruangan
16. Mesin Jahit
17. Gunting

D. Pelaksana Proyek

Pelaksana proyek yaitu tim internal Sedekah Baju Yogyakarta dan


masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan penambahan ekonomi
dalam keluarga.

E. Gambar Design Proyek/Alur Proyek


Donatur memberikan donasi pakaiannya, Tim akan mengkurasi mana yang
layak dan tidak layak. Pakaian layak akan digunakan untuk program tukar baju dan
dijual preloved. Sedangkan pakaian tidak layak akan di upcycle menjadi barang
industri kreatif lainnya. Kemudian konsumen dapat menikmati pakaian sesuai
dengan tujuan masing-masing.
BAB III. RENCANA PELAKSANAAN

A. Gambaran Detail Pelaksanaan Proyek

Proyek Sedekah Baju Yogyakarta ini akan menggunakan beberapa kegiatan


sosial dalam pelaksanaannya. Pertama adalah kegiatan volunteering. Kegiatan
volunteering ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk melibatkan pemuda khususnya
di Kota Yogyakarta untuk membantu menyalurkan pakaian layak pakai kepada mereka
yang membutuhkan di jalanan Kota Yogyakarta. Berdasarkan fakta di lapangan dari
tahun 2017 hingga 2019 sudah lebih dari 7000 orang mendonasikan pakaian layak
kepada Sedekah Baju Yogyakarta dan sudah lebih dari 15.000 orang yang menerima
manfaat pakaian layak dari Sedekah Baju Yogyakarta.

Kedua, kami juga bekerjasama dengan teman-teman mahasiswa, pemuda


karang taruna, dan juga profesional yang mengadakan kegiatan sosial di masyarakat
untuk membantu menyalurkan pakaian-pakaian layak kepada mereka yang
membutuhkan di daerah-daerah terpencil di sekitar Kota Yogyakarta dan juga seluruh
pelosok di Indonesia. Kami sudah mengadakan kerjasama kegiatan seperti ini di
berbagai daerah Kota Yogyakarta, Jawa Tengah, Pulau Komodo NTT, dan berbagai
daerah lainnya di Indonesia.

Ketiga, kami juga mengadakan kegiatan terjun langsung ke daerah rumah


pemulung di berbagai kecamatan di Kota Yogyakarta. Hal ini juga bisa dikatakan
efektif karena langsung memberi tepat sasaran. Mereka bisa menggunakan pakaian
layak pakai untuk digunakan kembali atau bisa juga mereka jual yang mana hasil
penjualan pakaian layak mereka gunakan untuk memenuhi sembako kebutuhan
sehari-hari. Hal ini melatih masyarakat untuk tidak hanya meminta namun juga
berusaha untuk belajar menjadi entrepreneur.

Keempat, kami juga bekerjasama dengan Komunitas Zero Waste Indonesia


untuk memperpanjang usia pakaian dengan sistem TUKAR BAJU. Sistem yang
digunakan adalah masyarakat umum membawa pakaian layak yang masih bagus
namun sudah tidak digunakan atau tidak disukai lalu menukar dengan dikurasi apakah
lolos atau tidak, jika lolos, maka dapat masuk ke toko untuk mengambil pakaian yang
disukai dan akan dipakai. Sistem tukar baju ini dapat memperpanjang usia pakaian
sehingga dapat menekan sampah pakaian.

Kelima, sistem upcycle di mana pakaian yang sudah tidak bisa digunakan
diubah menjadi barang baru yang memiliki nilai jual tinggi. Contohnya pakaian yang
didesain baru, tas, keset, gorden, dan barang industri kreatif lainnya. Sistem upcycle
adalah sistem yang justru akan menekan sampah pakaian hingga tak bersisa sehingga
menumbuhkan sistem ekonomi yang sirkular. Pada sistem ini kami juga akan
bekerjasama dengan masyarakat di daerah proyek kami dalam produksi barang
upcycle.
B. Hasil Proyek Sosial

Hasil yang diharapkan dari proyek sosial ini adalah terbentuknya ekonomi sirkular
yang memanfaatkan segala sumber daya yang ada dengan baik. Pertama dengan
mengurangi sampah pakaian dengan memperpanjang umur pakaian untuk
menyelamatkan lingkungan. Kedua, membantu meningkatkan pendapatan
masyarakat dengan memanfaatkan dan meregenerasi pakaian bekas layak pakai
seoptimal mungkin sehingga menciptakan perekonomian yang sirkular.

C. Penerima Manfaat

Penerima manfaat secara langsung dari proyek Sedekah Baju Yogyakarta ini
adalah pertama, masyarakat menengah kebawah atau masyarakat miskin yaitu yang
berada di jalanan kota dan juga perkumpulan rumah pemulung. Kedua, masyarakat
yang kurang mampu dalam hal pendapatan ekonomi yang berada di kota maupun di
pelosok desa. Penerima manfaat tidak langsung adalah donatur yang mendonasikan
pakaian layak pakai. Karena donatur merasa terbantu dengan mengeluarkan pakaian-
pakaian dari lemari yang sudah tidak dipakai sehingga bisa disalurkan melalui
komunitas Sedekah Baju Yogyakarta.
BAB IV. ANGGARAN BIAYA

RENCANA ANGGARAN BIAYA


Anggaran yang diajukan ke PF
No Biaya Jumlah Satuan Biaya Satuan Total Biaya
1 Sewa Bangunan 1 Tahun Rp 55,000,000 Rp 55,000,000
2 Papan Reklame (2 x 1 m) 1 Buah Rp 2,500,000 Rp 2,500,000
3 Gantungan Pakaian Ikea Rigga 30 Buah Rp 250,000 Rp 7,500,000
4 Meja Kantor dengan Rak (60x120x75cm) 4 Buah Rp 500,000 Rp 2,000,000
5 Kursi Ikea Sibben/Loberget 8 Buah Rp 450,000 Rp 3,600,000
6 Panasonic AC Standard 1HP 3 Buah Rp 3,300,000 Rp 9,900,000
7 Standing Mirror Full Body (127x30 cm) 2 Buah Rp 150,000 Rp 300,000
8 Hanger Ikea Spruttig 300 Buah Rp 35,000 Rp 10,500,000
9 Keset 45x65 cm 3 Buah Rp 30,000 Rp 90,000
10 Komputer Lenovo IdeaCentre C-50-30 3 Set Rp 9,000,000 Rp 27,000,000
11 Mega Carry Pick Up 1 Buah Rp 155,000,000 Rp 155,000,000
12 Printer Barcode Thermal Label Resi A6 Blueprint 1 Buah Rp 1,200,000 Rp 1,200,000
13 Blueprint Cash Drower 1 Buah Rp 380,000 Rp 380,000
14 Nagata Sapu Nylon 2 Buah Rp 50,000 Rp 100,000
15 BOLDe Super Mop M-777X 1 Buah Rp 100,000 Rp 100,000
16 Stella Matic Refill 3 Buah Rp 33,000 Rp 99,000
17 Singer Mesin Jahit 3210 Simple 5 Buah Rp 2,200,000 Rp 11,000,000
18 Butterfly Gunting Tailor 5 Buah Rp 75,000 Rp 375,000
19 Jarum Jahit 5 Pack Rp 10,000 Rp 50,000
20 Brother Benang Catefil 20 Go 10 Pack Rp 85,000 Rp 850,000
TOTAL Rp 287,544,000

1. Anggaran yang diajukan ke PF : Rp 287.544.000


2. Swadaya/ bantuan pihak lain : Rp. 0
3. Bantuan Pihak Lain : Rp. 0
4. dll………. : Rp. ………………………………….
Total Kebutuhan Anggaran Rp. 287.544.000
BAB V. KEBERLANJUTAN PROYEK SOSIAL

A. Gambaran Keberlanjutan Proyek Sosial

1. Recycle Innovation Products


Pada tahun pertama, fitur produk Recycle Innovation yang kami jual hasil daur
ulang pakaian bekas yang sudah tidak layak pakai adalah produk dalam bentuk
tas. Namun, mulai tahun kedua, produk inovasi daur ulang akan bertambah
kepada jenis produk lain seperti keset, gorden, pouch, dan lain-lain.
2. Kerjasama dengan E-Commerce Pakaian di Indonesia
Kami sedang menjalin rencana kerjasama dengan sebuah perusahaan e-
commerce pakaian ternama di Indonesia, di mana nantinya pakaian yang tidak
terjual di e-commerce tersebut akan dialihkan kepada Sebaju sehingga bisa dijual
dengan harga yang lebih murah.

3. Perluasan Drop Point dan Komunitas Sedekah Baju


Sejauh ini kami sudah memiliki empat daerah drop point dan komunitas yaitu di
Yogyakarta (pusat), Denpasar, Pontianak dan Palembang. Di tahun kedua kami
menargetkan untuk bisa menambah di tiga kota lagi di Jabodetabek, Semarang,
dan Surabaya. Harapannya sampai tahun kelima kita sudah mencakup di berbagai
kota di semua pulau besar di Indonesia.

4. Digitalisasi Informasi Thrifting dan Upcycle


Setelah produk sudah terbentuk dan mulai banyak dikenal, kami akan membuat
pusat informasi berupa website agar masyarakat bisa mengakses dengan mudah
informasi mengenai fast fashion, produk, drop point, dan juga diharapkan dapat
melakukan transaksi di dalamnya.

B. Sumber Dana Untuk Operasional Keberlanjutan

Terdapat dua sumber dana yang akan digunakan yaitu dari thrifting atau jual beli
pakaian bekas layak pakai, produk upcycle. Untuk pakaian bekas, rata-rata akan dijual
sebesar Rp35.000 dengan 50% keuntungan akan digunakan untuk operasional
sedekah baju dan 50% keuntungan lainnya akan dimanfaatkan untuk donasi.
Sedangkan untuk produk upcycle, rata-rata akan dijual mulai harga Rp10.000 dan
disesuaikan dengan jenis bahan dan tingkat kesulitan pembuatan produk.

C. Pelaksana Pasca Proyek


Pelaksanaan pasca proyek akan berlanjut jika sistem perputaran produksi telah
berjalan. Sehingga akan menemukan sistem perputaran ekonomi yang berkelanjutan
untuk membantu meningkatkan pendapatan ekonomi menengah kebawah.
BAB VI. KESIMPULAN DAN PENUTUP
A. Ukuran Keberhasilan Proyek
Sedekah Baju Yogyakarta dapat menyumbangkan pakaian layak pakai lebih dari 50
kardus/bulan kepada mereka yang membutuhkan di jalanan kota. Dapat memperpanjang
usia pakaian lewat program tukar baju lebih dari 100 helai pakaian/bulan. Dapat menjual
kembali pakaian layak pakai di ecomerce lebih dari 1000 pakaian/bulan. Dapat menjual
pakaian layak pakai di masyarakat desa lebih dari 1000 pakaian/bulan. Dan donatur yang
terus memberikan bantuannya sejumlah minimal 100 donatur/bulan.

B. Penutup
Berdasarkan penelitian data secara global, pembuatan pakaian menimbulkan
berbagai masalah. Pertama pencemaran air, satu pakaian membutuhkan 2700 liter air,
sehingga sebanyak 50.000 ton pewarna kain dibuang ke sungai. Kedua pencemaran udara,
limbah fesyen menyumbang sebanyak 10 % emisi karbondioksida, sedangkan industri
penerbangan hanya 2%. Ketiga pencemaran tanah, jika di total, sampah pakaian sebanyak
(setara 2.625 kg) ditimbun setiap hari. 85% pakaian berakhir di tanah tanpa pengolahan.
Keempat menimbulkan polusi terbesar setelah minyak.

Kemudian berdasarkan data nasional, sebanyak 66% orang dewasa Indonesia


membuang sampah pakaian dalam 1 tahun terakhir. 29% orang dewasa Indonesia
membuang pakaian setelah memakai sekali saja. 25% diantara membuang lebih dari 10
pakaian. 15% telah membuang setidaknya 3 item yang hanya mereka kenakan sekali saja.

Oleh karena itu, berdasarkan data global maupun nasional tersebut, dibalik
permasalahan yang ada, kami ingin menjadikan masalah tersebut menjadi sebuah peluang
untuk menyelesaikan yaitu dengan menjual pakaian bekas tersebut untuk membantu
meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dengan modal seminimal mungkin namun
memiliki keuntungan yang besar, selain itu juga dapat membantu menyelamatkan lingkungan
dengan memperpanjang usia pakaian. Cara kerjanya, menampung pakaian bekas layak pakai
dari donatur, kemudian dikurasi mana pakaian yang masih layak dan tidak, pakaian yang
masih layak dapat langsung dijual, sedangkan pakaian yang tidak layak dapat di upcycle
menjadi barang baru, seperti keset, membuat tas, korden, dan kerajinan industri kecil lainnya.
Dengan begitu, memanfaatkan sampah menjadi barang nilai guna menjadi salah satu
kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi.

Daftar Pustaka

Ellen MacArthur Foundation. 2017. A New Textiles Economy: Redesigning fashion's


future
Natural Resources Defense Council.2017.Encourage Textile Manufacturers to Reduce
Pollution. Dilansir dari www.nrdc.org
Vice. 2018. Fashion Adalah Industri Paling Banyak Menghasilkan Polusi di Dunia. Dilansir
dari vice.com