Anda di halaman 1dari 57

QnA

Buku Tanya Jawab


Bidang Sarana Transportasi Jalan

2021 DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

DIREKTORAT SARANA TRANSPORTASI JALAN


CONTENTS
F O
E L B A T

2 K A T A P E N G A N T A R

3 Q N A B I D A N G U J I T I P E

15 Q N A B I D A N G U J I B E R K A L A

37 Q N A B I D A N G

K E S E L A M A T A N
M A N A J E M E N

49 Q N A

D A N
B I D A N G P R O M O S I

K E M I T R A A N
Kata
Pengantar

B u k u s a k u Q n A B i d a n g S a r a n a T r a n s p o r t a s i J a la n i n i
berisi hal-hal atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul
d a l a m p e l a k s a n a a n t u g a s d a n f u n g s i D ir e k t o r a t S a r a n a
Transportasi Jalan.
M a s u k a n d a n s a r a n d a r i b e r b a g a i p ih a k u n t u k p e r b a ik a n
b u k u s a k u i n i d i m a s a d e p a n s a n g a t d ih a r a p k a n . S e m o g a
b u k u s a k u Q n A i n i d a p a t m e m b e r ik a n in f o r m a s i y a n g
b e r m a n f a a t d a l a m m e m a h a m i p e r s o a la n d i b id a n g S a r a n a
Transportasi Jalan

Jakarta, Februari 2021

Ir. MOHAMAD RISAL WASAL, ATD, MM, IPM


Direktur Sarana Transportasi Jalan
2
Q&A
Bidang Uji Tipe
Kendaraan Bermotor

Kumpulan tanya jawab di Bidang


Pengujian Tipe Kendaraan
Bermotor

3
Q: Apa yang dimaksud dengan SUT ?

A: Sertifikat Uji Tipe yang selanjutnya disingkat SUT adalah bukti

bahwa tipe kendaraan bermotor telah lulus uji Tipe. SUT

diterbitkan untuk tiap prototype kendaraan, bukan tiap unit.

Q: Apa yang dimaksud dengan SKRB ?

A: Surat Keputusan Rancang Bangun yang selanjutnya disingkat

SKRB adalah Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

terhadap pengesahan dari pemeriksaan secara teliti atas

desain sesuai dengan persyaratan teknis.

Q: Apa yang dimaksud dengan SRUT ?

A: SRUT adalah singkatan dari Sertifikat Registrasi Uji Tipe, yaitu

dokumen yang harus dimiliki oleh setiap kendaraan bermotor

sebagai bukti awal bahwa kendaraan tersebut telah memenuhi

persyaratan teknis dan laik jalan.

Q: Apa yang dimaksud dengan Uji Sampel ?

A: Uji Sampel adalah pengujian kesesuaian spesifikasi teknis seri

produksi terhadap SUT.

Q: Apa yang dimaksud dengan Varian ?

A: Varian adalah Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan

kereta tempelan yang memiliki perbedaan teknis dengan

tipenya sepanjang tidak menyangkut ciri-ciri spesifikasi

utama..

Q: Berapa banyak pengajuan varian dalam


sekali permohonan SKRB ?
A: Untuk sekali permohonan skrb dapat mengajukan 3 varian SKRB,

jika permohonan tsb adalah permohonan baru maka ada 4

pengajuan rancang bangun yaitu 1 rancang bangun standar

4
dan 3 rancang bangun varian.
Q: Berapa besaran tarif permohonan SKRB
mobil barang ?
A: Saat ini besaran tarif permohonan SKRB mobil barang sebesar

Rp. 35.000.000. Untuk jenis mobil lain dapat dicek di PP 15

Tahun 2016 tentang tarif PNBP.

Q: Apakah ada pedoman terkait penetapan


dimensi maksimal bak/box yang
diperbolehkan ?

A: Pedoman terkait data ukuran maksimal bak/box telah kami

sampaikan melalui Surat Direktur Sarana Transportasi Jalan

Nomor : AJ.405/1/10/DJPD/2020 tgl 23 Juni 2020 dan akan

dilakukan penambahan data secara berkelanjutan apabila

terdapat tipe-tipe baru yang belum masuk dalam surat tersebut.

Q: Berapa lama proses permohonan SKRB ?

A: Sesuai SOP yang telah ditetapkan, proses pengesahan SKRB

dilakukan selama 14 hari kerja, dengan catatan semua berkas

yang diajukan lengkap dan sesuai dengan ketentuan.

Q: Berapa lembar dokumen SRUT ?

A: Lembar SRUT terdiri dari 3 lembar, 1 lembar warna kuning, 1

lembar warna merah dan 1 lembar blangko asli SRUT.

Q: Bagaimana cara mengetahui konseptor


pengajuan skrb online?

A: Saat pengajuan skrb dari karoseri sudah di approve oleh

verifikator, langkah selanjutnya adalah verifikator memilih

konseptor, dan nama konseptor akan ditampilkan dalam kolom

monitoring progress.

5
Q: Apa langkah yang dilakukan karoseri
apabila pengajuan skrb di tolak ?
A: Merevisi/memperbaiki poin-poin yang ditolak (sesuai catatan

penolakan), kemudian melakukan pengajuan ulang.

Q: Apa saja gambar teknik yang harus


dilengkapi pemohon dalam permohonan
SKRB ?

A: Pemohon wajib melengkapi gambar teknik paling sedikit meliputi

tampak utama (tampak depan, tampak belakang, tampak atas,

tampak samping kanan dan kiri), pandangan terurai yang

dilengkpi dengan data material komponen, detail kontruksi yang

dilengkapi dengan detail pengikatan komponen dan diagram

sistem kelistrikan.

Q: Apa saja yang boleh di variankan dalam


pengajuan SKRB ?

A: Varian dimensi, bentuk/konstruksi dan tipe (apabila memiliki

varian tipe).

Q: Apakah fungsi dari sertifikat registrasi uji


tipe (SRUT) ?

A: Bukti bahwa kendaraan tersebut memiliki kesesuaian fisik SK

Rancang Bangun dan Rekayasa Kendaraan Bermotor, sebagai

persyaratan pembuatan STNK dan BPKB, sebagai syarat untuk uji

berkala pertama di unit pelaksana uji berkala kendaraan

bermotor (UPUBKB)..

Q: Apakah fungsi dari SK Rancang Bangun ?

A: Sebagai dasar pembuatan kendaraan bermotor produksi karoseri,

sebagai dasar pengajuan pemeriksaan kesesuaian fisik

kendaraan bermotor.

6
Q: Bagaimana mekanisme pengajuan SRUT
(karoseri) secara online ?

A: Pemohon dapat mendaftarkan akun terlebih dahulu pada web :

ujitiperb.dephub.go.id Setelah mendapatkan notifikasi

password, silakan login dan lakukan upload dokumen

legalitas perusahaan untuk proses verifikasi akun. Setelah akun

terverifikasi, silakan sampaikan permintaan penginputan data

SKRB kepada Staf BPTD ataupun Direktorat Sarana Transportasi

Jalan. Selanjutnya silakan input data kendaraan yang akan

diajukan permohonan SRUTnya. Jika kendaraan lulus, lakukan

pembayaran PNBP sesuai dengan kode billing yang diterbitkan

pada akun dan SRUT akan dikirimkan ke alamat pemohon

/karoseri.

Q: Bagaimana mekanisme pengajuan SKRB


secara online ?

A: Pemohon dapat mendaftarkan akun terlebih dahulu pada web :

skrb.dephub.go.id Setelah mendapatkan notifikasi password,

silakan login dan lakukan upload dokumen legalitas

perusahaan untuk proses verifikasi akun. Setelah akun

terverifikasi, silakan input data permohonan SKRB. Jika

permohonan sesuai dengan ketentuan dan telah mendapat

approve Direktur Sarana Transportasi Jalan, lakukan

pembayaran PNBP sesuai dengan kode billing yang diterbitkan

pada akun. Selanjutnya file SKRB dapat diunduh secara mandiri

pada akun.

Q: Bagaimana mekanisme pengajuan SKRB


secara online ?
A: Pemohon mendaftarkan akun terlebih dahulu pada web :

vta.dephub.go.id Setelah mendapatkan notifikasi password,

silakan login dan lakukan upload dokumen legalitas

perusahaan untuk proses verifikasi akun. Setelah akun

terverifikasi, silakan ajukan permohonan SUT. Jika kendaraan

lulus dan telah mendapat approve dari Direktur, lakukan

pembayaran PNBP sesuai dengan kode billing yang diterbitkan

pada akun dan SUT akan diterbitkan.

7
Setelah SUT terbit, untuk kendaraan bermotor dalam keadaan

lengkap, APM dapat langsung mengajukan permohonan E-SRUT.

Setelah permohonan mendapat approve dan PNBP telah

dibayarkan, E-SRUT dapat didownload secara otomatis dari

akun..

Q: Apa saja persyaratan menjadi karoseri ?

A: Memiliki dokumen legalitas perusahaan seperti izin dari

perindustrian, izin karoseri dari dishub provinsi, akta pendirian,

kumham pendirian, dsb serta memiliki surat keputusan

pengesahan rancang bangun kendaraan bermotor.

Q: Apakah diperbolehkan landasan barang


dijadikan angkutan penumpang ?

A: Sesuai dengan PP 55 tahun 2012 tidak diperbolehkan.

Landasan mobil barang diperuntukkan untuk mengangkut

barang. Landasan mobil penumpang diperuntukkan untuk

mengangkut penumpang.

Q: Apakah yang disebut tipe dan varian ?

A: Tipe adalah Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan

Kereta Tempelan yang memiliki ciri-ciri spesifikasi utama yang

sama. Varian adalah Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan,

dan Kereta Tempelan yang memiliki perbedaan teknis dengan

tipenya sepanjang tidak menyangkut ciri-ciri spesifikasi utama.

Q: Berapa besaran tarif PNBP untuk SUT,


SKRB dan SRUT?

A: Untuk jenis mobil barang tarif SUT Rp.75.000.000, SKRB

Rp.35.000.000, dan SRUT Rp.250.000. Untuk jenis kendaraan

lain dapat dicek di PP 15 tahun 2016 tentang tarif PNBP.

8
Q: Siapakah yang melaksanakan
pemeriksaan kesesuaian fisik kendaraan
bermotor ?

A: Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di daerah.

Q: Siapakah yang melaksanakan


pemeriksaan kesesuaian fisik kendaraan
bermotor ?

A: Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di daerah.

Q: Mengapa kendaraan bermotor perlu


dilakukan pengujian ?
A: Untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis dan laik jalan

pada setiap kendaraan bermotor.

Q: Bagaimana kendaraan bermotor disebut


berubah tipe dan apa yang menyebabkan
?

A: Bila terdapat perbedaan ciri-ciri spesifikasi utama kendaraan

bermotor.

Q: Bagaimana batasan dimensi untuk


angkutan curah ?

A: Sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat

Nomor : AJ.403/1/1/DRJD/2020 tanggal 2 April 2020, untuk

kendaraan konfigurasi sumbu 1.2 JBI s/d 8500 kg tinggi bak

dalam maksimum 700 mm, 1.2 JBI s/d 16.000 kg tinggi bak

dalam maksimum 850 mm, dan 1.22 JBI s/d 24.000 kg tinggi

bak dalam maksimum 1.000 mm.

9
Q: Apa itu VTA online ?

A: VTA singkatan dari Vehicle Type Approval yaitu system

informasi untuk penerbitan SUT dan SRUT APM/Importir Umum.

Q: Apakah kendaraan dengan bahan besi


dapat divariankan dengan bahan kayu ?

A: Tidak, jenis bahan besi hanya dapat divariankan dengan bahan

logam lainnya, seperti aluminium. Begitu juga dengan bahan

kayu, hanya dapat divariankan dengan bahan non logam.

Q: Berapakah ketentuan maksimal tinggi


mobil box?

A: Tinggi box maksimal yaitu 1,5 x lebar box. Hal tersebut

merupakan salah satu kebijakan untuk mengantisipasi

kendaraan over dimensi yang dapat menyebabkan

ketidakstabilan pada saat di jalan.

Q: Bagaimana langkah yang harus


dilakukan bila terdapat kesalahan pada
data SRUT?

A: Perusahaan karoseri silakan mengajukan permohonan revisi

SRUT ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat c.q Direktorat

Sarana Transportasi Jalan dengan mengirim surat permohonan

revisi SRUT yang berisi keterangan item SRUT yang direvisi dan

melampirkan fotocopy SRUT yang keliru/tidak sesuai.

Q: Apa saja yang harus dilampirkan


pemohon dalam dokumen permohonan
SKRB?

A: Surat Permohonan, Data Umum Perusahaan, Surat Kuasa

(apabila ada), halaman SUT, SK Revisi atau Varian SUT, SKRB

awal (SK dan gambar utama),

10
SKRB revisi dan variannya (apabila ada), Rekom untuk

modifikasi (apabila ada), Brosur dan dokumen teknis (apabila

diperlukan), surat pernyataan (untuk angkutan curah),

perhitungan berat (untuk angkutan curah), Electrical Load

Analysis dan perhitungan berat serta simulasi roll over untuk

bus.

Q: Apa saja yang tidak harus dilampirkan


pemohon dalam dokumen permohonan?

A: Pemohon tidak diperlukan untuk mengupload KTP, NPWP,

halaman selain spesifikasi teknis

SUT.

Q: Berapa tarif Varian Tipe?

A: Rp.6.290.000 untuk kategori mobil barang, mobil bus, dan

kendaraan khusus, Rp.3.705.000 untuk kategori mobil

penumpang, Rp.1.735.000 untuk kategori sepeda motor.

Q: Dasar hukum apa yang dijadikan acuan


dalam bidang pengujian tipe kendaraan
bermotor?

A: UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, PP

55 tahun 2012 Tentang Kendaraan, PM 33 tahun 2018 Tentang

Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, PM 30 tahun 2020 tentang

Perubahan Atas PM 33 tahun 2018 Tentang Pengujian Tipe

Kendaraan Bermotor,

Q: Apakah ada uji kendaraan bermotor


selain uji tipe?

A: Ada, untuk Kendaraan Bermotor Penumpang Umum ada uji

berkala setiap 6 bulan sekali,

11
Q: Apakah di Indonesia ada peraturan
spesifik untuk kendaraan tanpa
pengemudi atau autonomous vehicle ?

A: sampai saat ini belum ada aturan terkait kendaraan tanpa

pengemudi.

Q: Apa saja persyaratan untuk bengkel


umum konversi ?

A: 1. memiliki teknisi dengan kompetensi pada Kendaraan

Bermotor paling sedikit: memiliki 1 (satu) orang teknisi

perawatan dan 1 (satu) orang teknisi instalatur.

2. memiliki peralatan khusus untuk Instalasi sistem penggerak

Motor Listrik pada Sepeda Motor;

3. memiliki peralatan tangan dan peralatan bertenaga;

4. memiliki peralatan uji perlindungan sentuh listrik;

5. memiliki peralatan uji hambatan isolasi;

6. memiliki mesin pabrikasi komponen pendukung Instalasi; dan

7. memiliki fasilitas keamanan dan keselamatan kerja.

Q: Berapa lama proses penerbitan SUT ?

A: 1 hari.

Q: Bagaimana jika SRUT hilang atau rusak ?

A: pemohon mengajukan surat keterangan pengganti SRUT

Q: Bagaimana jika APM/Importir Umum


salah memasukkan data di VTA ?
A: pemohon membuat surat permohonan untuk merubah data

12
Q: Berapa lama masa berlaku billing?

A: 7 hari kalender.

Q: Apa saja syarat pengajuan varian?

A:
mengirimkan surat permohonan kepada Direktur Jenderal

Perhubungan Darat, melampirkan SUT, spesifikasi teknis

kendaraan, item perbedaan kendaraan yang standar dengan

varian.

Q: Apa saja syarat pengambilan SK Varian?

A: membawa/melampirkan bukti bayar.

Q: Daftar Tarif PNBP kendaraan dapat


dilihat dimana?
A: tarif PNBP dapat dilihat di PP 15 Tahun 2009 tentang Jenis dan

Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku

pada Kementerian Perhubungan.

Q: Berapa lama SK varian diterbitkan?

A:
Hasil pemeriksaan Varian Kendaraan Bermotor ditetapkan

dengan Keputusan Direktur Jenderal paling lama 5 (lima) hari

kerja setelah pelaksanaan pemeriksaan Varian Kendaraan

Bermotor beserta rincian perbedaan teknisnya.

Q: Apa saja persyaratan kendaraan dapat


dijadikan sebagai varian?

A: kendaraan varian tidak merubah spesifikasi utama.

13
Q: Berapa toleransi berat kendaraan
varian?
A: 5% dari kendaraan standar.

Q: Apa saja persyaratan untuk


mendapatkan SUT konversi?

A: 1. Fotokopi STNKB

2. Laporan pengujian (test report) dari laboratorium uji

baterai atau dokumen Sertifikat Standar Nasional Indonesia

untuk komponen baterai

3. Daftar instalasi system penggerak motor listrik

4. Sertifikat bengkel konversi

5. Gambar Teknik, foto, dan/atau brosur sepeda motor yang

telah dilakukan konversi

14
Q&A
Bidang Uji Berkala
Kendaraan Bermotor

Kumpulan tanya jawab di Bidang


Pengujian Berkala Kendaraan
Bermotor

15
KALIBRASI

Q: Apa yang dimaksud dengan Kalibrasi


Peralatan Uji Berkala Kendaraan
Bermotor?
A: Serangkaian kegiatan mengukur keakuratan alat pengujian

kendaraan bermotor berdasarkan kondisi standar yang

dilakukan setiap 1 (satu) tahun sekali, oleh petugas kalibrasi

yang telah memiliki kompetensi diberi tugas, tanggung

Jawaban, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat

yang berwenang untuk melakukan tugas Kalibrasi peraltan uji

berkala kendaraan bermotor.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum kegiatan


Kalibrasi Peralatan Uji Berkala
Kendaraan Bermotor?
A: 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 133 Tahun 2015

tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

2. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :

KP.1954/AJ.502/DRJD/2019 tentang Tata Cara Kalibrasi

Peralatan Uji Berkala Kendaraan Bermotor.

Q: Apa saja alat uji yang dikalibrasi ?

A:
1. Alat Uji Rem (brake tester)

2. Alat Uji Lampu Utama (head light tester)

3. Alat Uji Kecepatan (speedometer tester)

4. Alat Uji Emisi Gas Buang mesin cetus api (gas analyser)

5. Alat Uji Emisi Mesin Kompresi (smoke tester)

6. Alat Uji Tingkat Suara Klakson (sound level meter)

7. Alat Uji Berat (axle load meter)

8. Alat Uji Kincup Roda (side slip)

16
9. Alat Uji Kegelapan Kaca (tint tester)
KALIBRASI

Q: Apa sih sanksi jika UPUBKB tersebut tidak


melakukan kalibrasi peralatan pengujian
berkalanya ?
A: UPUBKB tersebut dilarang melakukan kegiatan pengujian

berkala kendaraan bermotor, serta mendapat sanksi

administrative yaitu pencabutan akreditasi dari Direktorat

Jenderal Perhubungan Darat atau penerbitan surat

pernyataan tidak sah memberikan pelayanan uji berkala.

17
AKREDITASI
UPUBKB
Q: Apa yang dimaksud dengan Akreditasi
Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan
Bermotor ?
A: Proses pemberian pengakuan formal yang menyatakan bahwa

suatu unit pelaksana Uji Berkala kendaraan bermotor telah

memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengujian

berkala kendaraan bermotor, yang berbentuk Sertifikat

Akreditasi.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum kegiatan


Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala
Kendaraan Bermotor ?

A: 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 133 Tahun 2015

tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

2. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :

KP.4404/AJ.502/DRJD/2020 tentang Akreditasi Unit

Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor

Q: Apa saja syarat untuk UPUBKB daerah


tersebut mendapatkan akreditasi ?

A: 1. Lokasi

2. Kompetensi tenaga penguji kendaraan bermotor

3. Standar fasilitas prasarana pengujian berkala kendaraan

bermotor

4. Standar peralatan pengujian kendaraan bermotor

5. Keakurasian peralatan pengujian kendaraan bermotor

6. System dan tata cara pengujian kendaraan bermotor

7. Informasi uji berkala kendaraan bermotor

18
Q: Apa saja Jenis Hasil Akreditasi tersebut ?

A: 1. Akreditasi A, jika memenuhi persyaratan akreditasi UPUBKB,

sudah menggunakan system pembayaran non tunai, dan

sudah menggunakan Bukti Lulus Uji elektronik (BLUe)

2. Akreditasi B, jika belum memenuhi persyaratan akreditasi

UPUBKB, memenuhi standar pengujian berkala minimal

yaitu : alat uji emisi gas buang, alat uji rem, alat uji lampu

dan alat uji berat, dan masih menggunakan system

pembayaran tunai.

Q: Sertifikat Akreditasi adalah ?

A:
Pengakuan formal yang menyatakan bahwa suatu unit

pelaksana Uji Berkala kendaraan bermotor telath memenuhi

persyaratn untuk melakukan kegiatan pengujian berkala

kendaraan bermotor yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal

Perhubungan Darat

Q: Jenis akreditasi ?

A: Akreditasi baru dan Akreditasi perpanjangan

Q: Syarat akreditasi perpanjangan dan baru ?

A:
Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

Nomor : KP.4404 AJ.502 DRJD 2020 Tentang Akreditasi Unit

Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Pasal 3 bahwa

Untuk memperoleh Akreditasi harus memenuhi persyaratan :

1. Lokasi

2. Kompetensi tenaga penguji kendaraan bermotor

3. Standar fasilitas prasarana pengujian berkala kendaraan

bermotor

4. Standar peralatan pengujian kendaraan bermotor

5. Keakurasian peralatan pengujian kendaraan bermotor

6. System dan tata cara pengujian kendaraan bermotor

19
7. Informasi uji berkala kendaraan bermotor
Q: Apa kriteria untuk mendapatkan
Akreditasi A ?
A: sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :

KP.4404 AJ.502 DRJD 2020 Tentang Akreditasi Unit Pelaksana

Uji Berkala Kendaraan Bermotor Pasal 6 ayat (1) bahwa

klasifikasi Akreditasi A memiliki kriteria :

1. Memenuhi persyaratan akreditasi Unit Pelaksana Uji

Berkala Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam

pasal 4;

2. Menggunakjan sistem pembayaran non tunai; dan

3. Menggunakan Bukti Lulus Uji electronic (BLU-e)

Q: Apa kriteria untuk mendapatkan


Akreditasi B ?
A: Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

Nomor : KP.4404 AJ.502 DRJD 2020 Tentang Akreditasi Unit

Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Pasal 6 ayat (2)

bahwa klasifikasi Akreditasi B memiliki kriteria :

1. Memenuhi persyaratan akreditasi Unit Pelaksana Uji

Berkala Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam

pasal 4;

2. Memenuhi standar peralatan pengujian berkala kendaraan

bermotor, paling sedikit meliputi :

Alat uji emisi gas buang, termasuk ketebalan asap gas

buang;

Alat uji rem;

Alat uji lampu; dan

Alat uji berat.

3. Masih menggunakan sistem pembayaran tunai.

Serta menyampaikan surat komitmen rencana aksi (action

plan) yang disampaikan oleh Bupati/Walikota atau pimpinan

unit pelaksana uji berkala kendaraan bermotor agen

pemegang merek / swasta.

20
Q: Berapa lama masa berlaku akreditasi ?

A:
Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor

: KP.4404 AJ.502 DRJD 2020 Tentang Akreditasi Unit

Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Pasal 16 bahwa 5

(lima) tahun untuk Akreditasi A dan 4 (empat) tahun untuk

Akreditasi B.

Q: Berapa lama tenggang waktu


action plan ?

A:
Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

Nomor : KP.4404 AJ.502 DRJD 2020 Tentang Akreditasi Unit

Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Pasal 7 ayat (3)

bahwa Surat Komitmen rencana aksi berupa kesanggupan

melengkapi kekurangan persyaratan akreditasi dengan batas

waktu komitmen pemenuhan paling lama 4 (empat) tahun

sejak pengajuan permohonan akreditasi.

21
BLU-e

Q: Apa yang dimaksud dengan Bukti Lulus


Uji elektronik ?
A: Tanda bukti lulus uji berkala yang diberikan dalam bentuk

Kartu Uji dan Tanda Uji yang menyatakan kendaraan bermotor

wajib uji berkala telah lulus pemeriksaan teknis dan pengujian

laik jalan kendaraan bermotor dan mendapat pengesahan dan

Penguji kendaraan bermotor yang memiliki wewenang untuk

mengesahkan bukti lulus uji berkala kendaraan bermotor.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum Bukti


Lulus Uji elektronik ?

A: 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas

dan Angkutan Jalan

2. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang

Kendaraan

3. Peraturang Menteri Perhubungan Nomor 133 tahun 2015

tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

4. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor:

2874/AJ.402/DRJD/2017 tentang Pedoman Teknis Lulus Uji

Berkala Kendaraan Bermotor

5. Peraturan DIrektur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :

2922/AJ.402/DRJD/2018 tentang Perubahan atas

Perdirjen Hubdat Nomor : 2874/AJ.402/DRJD/2017

22
Q: Mengapa beralih ke Bukti Lulus Uji
elektronik ?
A: 1. Pendistribusian Bukti Lulus Uji Tidak Terkendali

2. Adanya Pemalsuan Dokumen Hasil Lulus Uji

3. Ketidakseragaman Produksi Bukti Lulus Uji di Berbagai

Daerah

4. Penguji Kendaraan Bermotor memiliki otoritas yang harus

dipertanggung Jawabankan

5. Pengesahan secara Digital Sign

6. Data Hasil Uji Terintegrasi dengan Pemerintah Pusat.

Q: Bagaimana sih bentuk BLUe itu ?

A:
1. Kartu Pintar (Smart Card), yaitu Kartu yang berisi data

hasil uji kendaraan bermotor

2. Lembar Sertifikat, yaitu sebagai media alat bantu untuk

petugas dalam melaksanakan pemeriksaan kendaraan

bermotor di jalan

3. Stiker Hologram, yaitu stiker yang dipasang pada kaca

depan sisi kiri bawah kendaraan bermotor, untuk

memudahkan pengawasan kendaraan bermotor di jalan

dan mempercepat proses administrasi uji berkala

kendaraan bermotor

Q: Apa sih keunggulan BLUe ?

A:
1. Cost Efficiency, dimana 1 set BLUe untuk 1 tahun atau 2

kali pengujian dengan harga kompetitif, serta memakai

platform software yang sudah dipakai PKB di seluruh

Indonesia

2. Accessibility, yaitu hasi uji bisa diketahui dengan atau

tanpa koneksi internet, jika dengan internet dapat

dilakukan dengan scan QR code, lalu identitas dari hasil

uji dapat dilihat, lalu jika tidak menggunakan internet,

dengan menggunakan aplikasi BLUe dari Playstore dengan

fitur NFC pada smartphone, data pada kartu pintar dapat

terbaca

23
3. Sustainability, yaitu dengan kapasitas chip yang memadai,

system dapat dikembangkan seperti e-wallet, e-payment, dan

jembatan timbang

4. High Security, yaitu memakai desain sekuriti, kertas sekuriti,

cetak sekuriti, dan hologram sekuriti sebagai upaya anti

pemalsuan, selain itu chip juga memakai standar pengaman

EAL 5+ setara dengan dokumen negara lainnya yaitu e-

passport, SIM, Kartu Kredit, dll

Q: Bagaimana proses tahapan penerapan


BLU-e ?
A: 1. Untuk tahapan PKS BLU-e terlebih dahulu melakukan

perjanjian kerjasama antara Kepala Dinas yang

bersangkutan dengan Direktur Sarana Transportasi Jalan

2. Setelah PKS dilakukan mengirim surat permohonan Secure

Acces Modul (SAM) dan intgrasi sistem

3. setelah SAM di terima baru melakukan integrasi sistem

4. Selanjutnya sistem telah terkoneksi daerah dengan Server

pusat

Q: Bagaimana untuk mendapatkan stok


layanan BLU-e atau kartu ?
A: untuk mendapatkan stok layanan BLU-e kadis hub mengajukan

surat permohonan layanan BLU-e , setelah itu terbit surat

perintah bayar pnbp bukti BLU-e berupa billinng dari

kemenkeu, kemudian dinas melakukan pembayaran di bank

yang terdaftar pada SIMPONI (Sistem Informasi PNBP Online)

Kemenkeu untuk pembayaran billing tsb, setelah bayar, bukti

bayar dikirim ke dit sarana. dan selanjutnya bukti lulus uji

akan dikirim ke daerah tujuan dan bisa digunakan untuk

melakukan pelayanan

24
Q: Bagaimana jika daerah tdk punya Sistem
Informasi Manajemen (SIM)?
A: Daerah dapat menggunakan aplikasi pencetakan standard

milik kemenhub namun aplikasi tersebut hanya dapat

mencetak saja, dan peralatan penunjang seperti print rider

komputer di sediakan dinas terkait

Q: Apabila ada pergantian Kepala Dinas


specimennya bagaimana ?

A: Segera mengirim speciemen Tanda Tangan Kepala Dinas

dengan di lampirkan SK Kepala Dinas baru untuk proses lebih

lanjut.

Q: Bagaimana nampang uji kendaraan BLU-


e apakah bisa dilakukan ?

A: Untuk numpang uji sesuai dengan Surat Edaran nomor

AJ.502/1/3/DJPJ/2021 perihal Mekanisme Pelaksanaan

Numpang Uji Berkala Kendaraaan Bermotor.

Q: Bagaimana mekanisme numpang uji


terkait BLU-e??
1. Numpang uji bila daerah asal belum
terakreditasi
2. Numpang uji bila daeeah asal sudah
terakreditasi

A: 1. Mekanisme numpang uji sesuai dengan surat edaran nomor

AJ.502/1/3/DJPD/2021 Tanggal 2 Januari 2021 tentang

mekanisme pelaksanaan numpang uji berkala kendaraan

bermotor jika UPUBKB belum terakreditasi dan/atau belum

menerapkan BLUe maka dapat bermohon untuk dapat

mengalihkan KBWU ke UPUBKB Terdekat yang sudah

25
terakreditasi dan sudah menerapkan BLUe,
uji berkala pertama wajib didaftarkan didaerah registrasi

kendaraan bermotor meliputi kegiatan pendaftaran,

pengecekan kesesuaian fisik dengan SRUT, pemberian nomor

uji dan pembuatan kartu induk uji berkala selanjutnya

menerbitkan surat pengantar/ rekomendasi numpang uji ke

UPUBKB daerah lain yang sudah terakreditasi dan sudah

menerapkan BLUe.

2. Mekanisme numpang uji sesuai dengan surat edaran nomor

AJ.502/1/3/DJPD/2021 Tanggal 2 Januari 2021 tentang

mekanisme pelaksanaan numpang uji berkala kendaraan

bermotor jika UPUBKB sudah terakreditasi jika uji berkala

pertama wajib didaftarkan didaerah registrasi kendaraan

bermotor, serta untuk uji berkala perpanjangan bisa

dilaksanakan numpang uji di daerah lain dengan syarat

daerah asal membuat surat pengantar/rekomendasi numpang

uji ke UPUBKB daerah lain yang sudah terakreditasi dan sudah

menerapkan BLUe.

Bagaimana jika ada temuan pelangaran


Q: bukti lulus uji di lapangan, sanksi apa
terhadap penguji dan dinas perhubungan
atau UPUBKB terkait ?
A: Jika ada temuan pelanggaran bukti lulus uji dilapangan

segera melaporkan ke bptd setempat dengan menyertakan

barang buti dan kronoligi kejadian temuan, sanksi bagi

penguji sesuai dengan PM 156 tentang kompetensi penguji

berkala kendaraan bermotor dapat dibekukan atau dicabut

komptensi pengujinya, dan untuk UPUBKB jika terbukti ikut

melancarkan aksi penguji dapat dilakukan evaluasi teradap

akreditasi UPUBKB dan dapat dicabut akreditasinya sesuai

perdirjen 1471 tentang akreditasi UPUBKB.

26
Q: Bagaimana mekanisme Pinjam Pakai atau
Utang Smart BLU-e ?

A: Meknisme pinjampakai dapat dilakukan berdasarkan

permohonan dari daerah dengan justifikasi

penganggaran

sudah ada namun belum dpat melaksanakan

pencairan, menyertakan DIPA yang mencantumkan

anggaran BLUe, menyetujui surat perjanjian pinjam

pakai dan sptjm dari bupati/ walikota yang

menyatakan sanggu membayar di tahun berjalan.

Q: Bagaimana penyelesaian masalah jika di


suatu daerah yang UPUBKB nya belum
terakreditasi dan belum menerapkan
BLU-e terkait Kendaraan Bermotor Wajib
Uji (KBWU) di daerahnya, namun UPUBKB
terakreditasi yang terdekat jaraknya
cukup jauh ataupun perlu biaya lebih
mahal untuk menjangkaunya?

A: Jika di suatu daerah yang UPUBKB nya belum

terakreditasi dan belum menerapkan BLU-e terkait

Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di daerahnya,

namun UPUBKB terakreditasi yang terdekat jaraknya

cukup jauh ataupun perlu biaya lebih mahal untuk

menjangkaunya makan dapat berkordinasi dengan

BPTD setempat untuk melakukan perjanjian Kerjasama

peminjaman sementara alat uji keliling portebel untuk

melayani uji berkala pada suatu daerah yang UPUBKB

nya belum terakreditasi dan belum menerapkan BLU-e.

27
Q: Bagaimana sanksi terhadap Dinas
Perhubungan yang belum melakukan
pemusnahan Buku Uji lama ?
A: Sesuai dengan surat edaran Dirjen Hubdat nomor :

AJ.502/33/7/DRJD/2020 Tanggal 17 november 2020

tentang penggunaan bukti lulus uji berkala kendaraan

bermotor Dinas Perhubungan yang belum melakukan

pemusnahan Buku Uji lama dikarenakan terkait dengan

pencatatan bmn asset maka dapat melakukan

pembekuan atau penyimpanan dengan tidak

dirgunakan Kembali denga pengawsan dari BPTD

setempat.

28
PENGUJI
KENDERAAN
BERMOTOR

Q: Bagaimana alur permohonan kompetensi


penguji ?
A: Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 156 tahun 2016

Tentang Kompetensi Penguji Berkala Kendaraan membuat

surat usulan calon penguji kendaraan bermotor dari dinas

tempat bertugas, pimpinan dinas bertugas, mengajukan

kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat cq Direktur

Sarana Transportasi Jalan.

Q: Syarat pengajuan kompetensi baru dan


lanjutan apakah sama ?

A: Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 156 tahun 2016

Tentang Kompetensi Penguji Berkala Kendaraan syarat

pengajuan kompetensi baru antara lain :

1. Surat Pernyataan Kepala Dinas bahwa yang bersangkutan

sedang bertugas di pengujian kendaraan bermotor sesuai

jenjang komptensi;

2. Ijazah Minimal sesuai jenjang kompetensi yang terdapat

pada PM 156 Tahun 2016;

3. Surat Izin Mengemudi Minimal sesuai jenjang kompetensi

yang terdapat pada PM 156 Tahun 2016;

4. Usia Paling Rendah 18 Tahun untuk jenjang Pembantu

Penguji dan Penguji Pemula, 20 Tahun Untuk Jenjang

Penguji Tingkat 1 dan 2 serta 21 Tahun untuk jenjang

Penguji Tingkat 3, 4, 5 dan Master;

5. Penilaian Prestasi Kerja bernilai baik dalam kurun waktu

minimal 1 tahun;

6. Daftar Riwayat Hidup;

7. Pass Foto 3 x 4 sejumlah 3 lembar dengan Background

sesuai jenjang kompetensi

8. Sehat jasmani dan rohani di buktikan dengan Surat

Keterangan Sehat.
29
Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 156 tahun 2016

Tentang Kompetensi Penguji Berkala Kendaraan syarat

pengajuan kompetensi perpanjangan antara lain :

1. Surat Pernyataan Kepala Dinas bahwa yang bersangkutan

sedang bertugas di pengujian kendaraan bermotor sesuai

jenjang komptensi;

2. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) sesuai

jenjang;

3. Daftar Riwayat Hidup;

4. Penilaian Prestasi Kerja bernilai baik dalam kurun waktu

minimal 1 tahun;

5. Pass Foto 3 x 4 sejumlah 3 lembar dengan Background

sesuai jenjang kompetensi

Q: Berapa masa berlaku sertifikat


kompetensi penguji ?
A: Masa berlaku kompetensi sesuai Peraturan Menteri

Perhubungan No 156 tahun 2016 Tentang Kompetensi Penguji

Berkala Kendaraan selama 2 tahun.

Q: Untuk peningkatan jenjang penguji perlu


dilakukan ujikompentsi atau tidak ?
A: sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 156 tahun 2016

Tentang Kompetensi Penguji Berkala Kendaraan uji kompetensi

kenaikan jenjang dengan contoh Penguji Tingkat 1 ke Penguji

Tingkat 2 wajib dilakukan uji kompetensi kenaikan jenjang dan

syarat pengajuan penerbitan kompetensinya wajib

melampirkan BA kompetensi kenaikan jenjang.

Q: Untuk Impassing kompetensi apakah bisa


dilakukan ?
A: sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 156 tahun 2016

Tentang Kompetensi Penguji Berkala Kendaraan pasal 51

dapat dilakukan dengan syarat sebagai berikut.

30
ALAT UJI

Q: Bagaimana melakukan perawatan


terhadap alat uji yang APM nya sudah
tidak eksis lagi ?
A: Perawatan terhadap alat uji yang APM nya yang sudah tidak

eksis lagi dapat melaui pihak ke 3 yang mempunyai

kemanpuan dan kapabilitas dalam melakukan perawatan dan

perbaikan alat uji. Namun apabila dari segi anggaran dapat

dimungkinkan untuk melakukan rehabilitasi alat atau

penggantian alat baru maka disarankan untuk melakukan

penggantian alat baru. Hal tersebut dikarenakan biasanya

alat yang APM nya sudah tidak eksis lagi alatnya sudah

berusia di atas 10 tahun. Karena dalam persyaratan kontrak

pengadaan alat uji biasanya dicantumkan garansi untuk

ketersediaan suku cadang selama 10 tahun.

Q: Bagaimana solusi terhadap alat uji yang


rusak dan tidak berfungsi, sementara
anggaran belum tersedia. Adakah
bantuan teknis dari pemerintah provinsi
dan atau pusat ?
A: Saat ini bantuan melalui skema APBN belum dimungkinkan

lagi, untuk bantuan teknis bisa melalui skema DAK (Dana

Alokasi Khusus) namun untuk memperoleh DAK tersebut maka

harus melakukan pendaftaran melalui aplikasi Krisna oleh

Bapedda Kabupaten/Kota, selain itu terdapat persyaratan

teknis yang harus dipenuhi sebagai kriteria untuk

mendapatkan DAK bantuan alat uji. Sebagai informasi

bahwa alokasi anggaran DAK tahun 2020 dibatalkan dan

untuk tahun 2021 saat ini belum ada kepastian dari Bapenas

maupun kementerian keuangan, karena alokasi anggaran yang

ada digunakan untuk penanganan Covid-19.

31
Q: Apa peran dan fungsi Pemerintah
Provinsi dalam pembinaan UPUBKB ?
A: Peran Pemerintah Provinsi adalah salah satunya dalam hal

melakukan usulan pengangkatan calon tenaga penguji berkala

kendaraan bermotor, diharapkan dengan usulan dari Provinsi

dapat menyaring terlebih dahulu penguji kendaraan bermotor

yang lebih berkualitas. Selain itu pembinaan UPUBKB dapat

dilakukan dengan melakukan monitoring secara rutin terhadap

pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor yang

sesuai dengan SOP pengujian berkala kendaraan bermotor.

Q: Bagaimana kalibrasi terhadap Alat Uji


Keliling ?
A: Pelaksanaan kalibrasi alat uji keliling milik BPTD saat ini masih

belum ada aturan yang mengatur lebih lanjut. Namun sesuai

dengan peraturan perundangan PM 133 Tahun 2015 tentang

Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor pasal 19 ayat 2 bahwa

kalibrasi peralatan uji dilaksanakan oleh petugas yang

ditunjuk oleh Direktorat Jenderal, selama ini untuk

pelaksanaan kalibrasi alat uji milik Dinas Perhubungan

Kabupaten/Kota dilakukan oleh BPTD, untuk alat uji keliling

milik Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota juga dilakukan oleh

BPTD, namun untuk kalibrasi alat uji keliling milik BPTD dapat

dilakukan oleh Direktorat Sarana Transportasi Jalan.

Q: Apakah Unit Uji Keliling bisa menerbitkan


BLU-e, jika tidak bagaimana mekanisme
yang baik dan benar ?

A: Penerbitan BLUe yang dilakukan oleh Unit Uji Keliling BPTD

dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kota yang telah

bekerja sama dengan BPTD melalui mekanisme Perjanjian

Kerjasama dengan terlebih dahulu mendapatkan izin dari

KPKNL setempat terkait pinjam pakai BMN berupa alat uji

berkala keliling. Untuk biaya pengujian dimana biaya uji yang

dibebankan oleh masyarakat tidak boleh sama dengan biaya

retribusi yang ada yaitu sebesar 75% dari total biaya

32
pengujian yang diatur oleh Perda.
PENGUJIAN
SWASTA

Q: Bagaimana jika ada pengusaha yang


akan mendirikan uji swasta. Syarat dan
mekanisme bagaimana ?
A: Syarat mendirikan Uji Kendaraan bermotor harus memenuhi

persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan

No 133 Tahun 2020 tentang Pengujian Berkala Kendaraan

Bermotor Pasal 3 Mekanisme mendirikan pengujian swasta,

perusahaan yang hendak mendirikan Pengujian Kendaraan

Bermotor Swasta adalah:

Mengajukan persetujuan dan pengesahan terkait

pembangunan fasilitas dan peralatan Direktur

JenderalPerhubungan Darat Kementerian Perhubungan

Ditetapkan sebagai pelaksana uji berkala milik Bengkel

Umum Ageng Pemegang Merek atau Swasta oleh Direktur

Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan

Q: Bagaimana sistem retribusi Uji Swasta,


apakah ada kendala dengan pemerintah
daerah?
A: Tarif dalam uji berkala milik Bengkel Umum Agen

Pemegang Merek atau Swasta terdiri atas :

1. tarif retribusi; dan/atau

2. tarif jasa pendapatan milik Bengkel Umum Agen Pemegang

Merck atau Swasta.

Tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a

sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah.

Pembayaran tarif retribusi dibayarkan melalui Bank DKI.

Tarif jasa pendapatan milik Bengkel Umum Agen Pemegang

Merck atau Swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf b merupakan pendapatan dan layanan yang

diberikan oleh Bengkel Umum Agen Pemegang Merck atau

33
Swasta.
Besaran tarif jasa pendapatan milik Bengkel Umum Agen

Pemegang Merck atau Swasta sebagaimana dimaksud

pada ayat (4) dilaporkan kepada Pemerintah Daerah

Q: Apakah penguji pada Unit Pengujian


Swasta perlu penguji PNS atau bisa
Penguji Non PNS. Bagaimana mekanisme
penetapannya ?

A: Tidak, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 133

Tahun 2020 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

Pasal 25 ayat (1) Uji berkala kendaraan bermotor harus

dilakukan oleh tenaga penguji yang memiliki kompetensi di

bidang pengujian kendaraan bermotor secara berjenjang yang

dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi

teknis penguji.

Q: Apa syarat-syarat mendirikan Uji


Swasta?
A: Uji berkala milik Bengkel Umum Agen Pemegang Merek atau

Swasta, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

telah mendapatkan persetujuan dan pengesahan terkait

pembangunan fasilitas dan peralatan dan Direktur

Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan

Republik Indonesia;

telah ditetapkan sebagai pelaksana uji berkala milik

Bengkel Umum Agen Pemegang Merek atau Swasta oleh

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian

Perhubungan Republik Indonesia; dan

telah dilakukan evaluasi paling lama 2 (dua) tahun sejak

ditetapkan sebagai pelaksanaan uji berkala milik Bengkel

Umum Agen Pemegang Merek atau Swasta oleh Direktur

Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan

Republik Indonesia.

34
Q: Apakah ada perbedaan antara Uji
Swasta, Uji Mandiri dan UPUBKB Dinas?

A: Yang dimaksud dengan “unit pelaksana pengujian swasta”

adalah pihak swasta yang melakukan kegiatan khusus

di bidang Pengujian Kendaraan Bermotor atau bengkel umum

yang mempunyai akreditasi dan kualitas tertentu untuk dapat

melakukan uji berkala Kendaraan Bermotor.

Perbedaan antara layanan KIR pemerintah dengan swasta,

Dishub hanya pengecekan saja, layak atau tidaknya. Jadi

kalau belum layak, pemilik harus cari bengkel untuk

memperbaiki, kemudian mendaftar KIR lagi. Tapi kalau KIR

swasta, jika ditemukan ada ketidaklayakan pada kendaraan

bisa langsung diperbaiki, sehingga tidak perlu mondar mandir

mendaftar ulang untuk dilakukan uji KIR lagi

Q: Apakah bisa kendaraan yang akan


numpang uji, terdaftar di Unit Pengujian
Swasta?

A: Bisa, Dalam Keadaan tertentu pengujian berkala kendaraan

bermotor dapat dilakukan pada unit pelaksana pengujian

berkala bermotor di daerah lain:

Masa berlaku jatuh tempo sedangkan kendaraan bermotor

sedang berada di luar daerah domisili pemilik kendaraan;

Kendaraan terkena sanksi pelanggaran karena tidak

memnuhi persyaratan teknis dan laikjalan serta terkena

wajib uji;

Peralatan uji Unit pelaksan pengujian berkala kendaraan

bermotor seusai domisili kendaraan bermotor yang

bersangkutan didaftar sedang dalam keadaan rusak atau

tidak berfungsi sebagaiman mestinya.

35
Mendapat rekomendasi dari unit pelaksana uji berkala

kendaraan bermotor tempat kendaraan bermotr yang

bersangkutan

Memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh unit pelaksana

uji berkala kendaraan bermotor yang dituju

Q: Apa saja hak dan kewajiban Unit


Pengujian Swasta ?

A:
Bengkel Umum Agen Pemegang Merck atau Swasta sebagai

pelaksana uji berkala wajib :

mengajukan akreditasi kepada Direktur Jenderal

Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik

Indonesia setelah

dilakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah

Daerahmelalui Dinas Perhubungan paling lambat 2 (dua)

tahun;

melakukan pengujian sesuai dengan akreditasi yang

diberikan;

melakukan pengujian sesuai dengan kompetensi penguji;

melakukan pengujian dengan menggunakan peralatan uji;

melakukan pengujian sesuai dengan tata cara pengujian;

membuat rencana dan pelaporan secara berkala kepada

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Kepala Dinas

Perhubungan;

mempunyai penguji kendaraan bermotor dalam jumlah dan

kualifikasi teknis sesuai kebutuhan;

mengawasi penguji kendaraan bermotor agar tidak

melakukan penyimpangan terhadap ketentuan peraturan

perundangundangan dalam melaksanakan pengujian;

memastikan peralatan pengujian berfungsi sebagaimana

mestinya; dan melakukan kalibrasi peralatan uji berkala.

36
Q&A
Bidang Manajemen
Keselamatan

Kumpulan tanya jawab di Bidang


Manajemen Keselamatan

37
SMK
Sistem Manajemen
Keselamatan

Q: Apa itu SMK ?

A:
SMK (Sistem Manajemen Keselamatan) adalah bagian dari

manajemen perusahaan yang berupa suatu tata kelola

keselamatan yang dilakukan oleh Perusahaan Angkutan Umum

secara komprehensif dan terkoordinasi dalam rangka

mewujudkan keselamatan dan mengelola risiko kecelakaan.

Q: Siapa yang wajib melakukan SMK ?

A: Perusahaan Angkutan Umum (Angkutan Barang & Angkutan

Penumpang) wajib melakukan SMK.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum kegiatan


SMK (Sistem Manajemen Keselamatan ?

A: 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018

tentang Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum.

2. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :

KP.1990/AJ.503/DRJD/2019 tentang Tata Cara Penilaian

Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan

Umum.

38
Q: Bagaimana Prosedur Pembuatan SMK ?

A:
Perusahaan Angkutan Umum wajib membuat, melaksanakan,

dan menyempurnakan Sistem Manajemen Keselamatan

Perusahaan Angkutan Umum dengan berpedoman pada RUNK

LLAJ. Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan

Umum dibuat dalam paling lama 3 (tiga) bulan sejak izin

penyelenggaraan angkutan umum diberikan.Sistem Manajemen

Keselamatan Perusahaan AngkutanUmum meliputi:

1. komitmen dan kebijakan;

2. pengorganisasian;

3. manajemen bahaya dan risiko;

4. fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kendaraan bermotor;

5. dokumentasi dan data;

6. peningkatan kompetensi dan pelatihan;

7. tanggap darurat;

8. pelaporan kecelakaan internal;

9. monitoring dan evaluasi; dan

10. pengukuran kinerja.

39
Pelajar Pelopor
Keselamatan

Q: Apa Itu Pelajar Pelopor Keselamatan ?

A:
Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

adalah pelajar sekolah menengah atas dan/atau sederajat

yang memiliki kepedulian dan kesadaran untuk membentuk

karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan

Q: Apa saja kriteria dan persyaratan untuk


menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan ?
A: mempunyai apresiasi dan wawasan Keselamatan LLAJ

dengan memahami terkait lalu lintas dan angkutan jalan;

memiliki ide, karya kreatif dan/atau inovatif dalam

Keselamatan LLAJ;

mampu memotivasi lingkungan sekitarnya serta terlibat

aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler sekolah untuk

mendukung dalam menyebarkan informasi

ataupengetahuan terkait Keselamatan LLAJ dan;

Dapat berbahasa inggris atau bahasa asing lainnya dan/

atau memiliki keterampilan seni dan budaya..

Q: Apa yang menjadi dasar hukum dari


kegiatan Pelajar Pelopor Keselamtan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan?
A: Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2020 tentang

Penghargaan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan

Angkutan Jalan

40
Q: Bagaiamana tata cara Pemilihan Pelajar
Pelopor ?

A: Pemilihan Pelajar dilakukan 1 (satu) tahun sekali.

Pemilihan Pelajar dilakukan secara bertahap pada tingkat

kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

Pemilihan Pelajar dilaksanakan oleh panitia Pemilihan

Pelajar tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional

Pemilihan Pelajar dapat dikerjasamakan dengan pihak

ketiga.

Panitia Pemilihan Pelajar sebagaimana dimaksud pada

ayat (3) dibentuk dan ditetapkan oleh bupati/wali kota,

gubernur, dan Direktur Jenderal sesuai dengan

kewenangannya

41
ZoSS
Zona Selamat Sekolah

Q: Apa yang dimaksud dengan Zona


Selamat Sekolah (ZoSS)?
A: Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah pengendalian kegiatan

lalu lintas melalui pengaturan kecepatan dengan penempatan

marka dan rambu pada ruas jalan di lingkungan sekolah yang

bertujuan untuk mencegah terjadi kecelakaan sebagai upaya

menjamin keselamatan anak di sekolah.

Q: Apa saja fasilitas perlengkapan jalan


pada ZoSS?
A: Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di

permukaan Jalan atau di atas permukaan Jalan yang

meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis

membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang

yang berfungsi untuk mengarahkan arus Lalu Lintas dan

membatasi daerah kepentingan Lalu Lintas. Marka jalan

terdiri dari:

1. Marka Jalan berwarna putih menyatakan bahwa Pengguna

Jalan wajib mengikuti perintah atau larangan sesuai

dengan bentuknya;

2. Marka Jalan berwarna kuning menyatakan bahwa Pengguna

Jalan dilarang berhenti pada area tersebut;

3. Marka Jalan berwarna merah menyatakan keperluan atau

tanda khusus.

42
Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan yang

berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau

perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan,

perintah, atau petunjuk bagi Pengguna Jalan.

1. Rambu peringatan digunakan untuk memberi peringata

kemungkinan ada bahaya di jalan atau tempat berbahaya

pada jalan dan menginformasikan tentang sifat bahaya;

2. Rambu larangan digunakan untuk menyatakan perbuatan

yang dilarang dilakukan oleh Pengguna Jalan;

3. Rambu petunjuk digunakan untuk memandu Pengguna Jalan

saat melakukan perjalanan atau untuk memberikan

informasi lain kepada Pengguna Jalan.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum dan


petunjuk teknis dari kegiatan Zona
Selamat Sekolah
(ZoSS)?

A: Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

SK.3582/AJ.403/DJPD/2018 tentang Pedoman Teknis

Pemberian Prioritas keselamatan dan Kenyamanan Pejalan

Kaki Pada Kawasan Sekolah Melalui Penyediaan Zona Selamat

Sekolah.

43
RASS
Rute Aman Selamat
Sekolah

Q: Apa yang dimaksud dengan Rute Aman


Selamat Sekolah (RASS)?
A: RASS merupakan bagian dari kegiatan manejemen dan

rekayasa lalu lintas dan penggunaan jaringan jalan serta

penggunaan sarana dan prasarana angkutan sungai dan

danau dari lokasi pemukiman menuju sekolah.

Q: Apa saja Fasilitas pada Rute Aman


Selamat Sekolah?
A: Rute Aman Sekolah (RASS) yang melalui jalur jalan:

1. Rambu jalan dan marka jalan.

2. Fasilitas Parkir Sepeda.

3. Marka jalur Sepeda.

4. Marka untuk menyatakan tempat penyeberangan pejalan

kaki.

5. Fasilitas pejalan kaki (trotoar).

6. Fasilitas parkir Sepeda.

Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) yang melalui angkutan

Sungai dan danau:

1. Murid menggunakan akses jalan menuju ke/dari

sungai/dermaga;

2. Murid menggunakan fasilitas dermaga, ruang tunggu

perahu/kapal, dan mengerti rambu/petunjuk untuk

menunggu maupun antri pada saat akan naik/turun

perahu/kapal secara tertib dan teratur;

44
3. Pelatihan pertolongan pada kecelakaan (P3K)
4. Perahu/kapal wajib dilengkapi dengan alat penyelamatan

(pelampung) sehingga bila terjadi kecelakaan dapat

mengurangi fatalitas korban;

5. Murid wajib menggunakan pelampungan/ life jacket

yang telah disediakan.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum dan


petunjuk teknis dari kegiatan Rute Aman
Selamat Sekolah (RASS)??

A: Peraturan Menteri nomor 16 tahun 2016 tentang Penerapan

Rute Aman Selamat Sekolah (RASS)..

45
Tata Cara
Penetapan Batas
Kecepatan

Q: Apa yang dimaksud dengan batas


kecepatan itu?
A: Batas kecepatan adalah aturan yang sifatnya umum dan/atau

khusus untuk membatasi kecepartan yang lebig rendah karena

alasan keramaian, disekitas sekolah, banyaknya kegiatan

disekitar jalan, penghematan energy ataupun alasan

geometric

jalan.

Q: Maksud Dan Tujuan Dari Penetapan


Batas Kecepatan ?
A: Penetapan Batas Kecepatan Dimaksudkan Untuk Mencegah

Kejadian Dan Mengurangi Fatalitas Kecelakaan ,

Mempertahankan Mobilitas Lalu Lintas, Yang Bertujuan Untuk

Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.

Q: Berapa batas kecepatan yang sudah


ditetapkan ?
A: Paling rendah 60 (enam puluh) kilometre per jam dalam

kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus)

kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan;

Paling tinggi 80 (delapan puluh) kilometer per jam untuk

jalan antar kota;

46
Paling tinggi 50 (lima puluh) kilometer per jam utuk

kawasan perkotaan; dan

Paling tinggi 30 (tiga puluh) kilometer per jam untuk

kawasan pemukiman.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum dari Tata


Cara Penetapan Batas Kecepatan?
A: Peraturan Menteri nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara

Penetapan Batas Kecepatan

47
Taman Edukatif
Keselamatan
Transportasi Darat

Q: Apa itu Taman Edukatif Keselmatan


Transportasi Darat?
A: Taman Edukatif Keselamatan Transportasi darat merupakan

taman fasilitas umum, berbentuk miniature prasarana dan

sarana lalu lintas jalan, kereta api, dan angkutan sungai

danau yang dilengkapi fasilitas berupa ruang display tentang

fasilitas dan tata cara lalu lintas jalan, kereta api dan

angkutan sungai danau.

Taman Edukatif Keselamatan adalah arena yang digunakan

untuk belajar melalui permaianan tentang tata cara berlalu

lintas yang baik dan benar. Dalam berlalu lintas orang akan

menggunakan jalan berasama-sama, baik sebagai pejalan

kaki, pengguna kendaraan tidak bermotor, maupun pengguna

kendaraan bermotor.

Q: Apa yang menjadi dasar hukum dari


Taman Edukatif Keselamatan
Transportasi Darat ?
A: Peraturan Direktur Jenderal nomor K.3949/AJ.403/DRJD/2015

tentang Taman Edukatif Keselamatan Transportasi Darat

48
Q&A
Bidang Promosi dan
Kemitraan Keselamatan

Kumpulan tanya jawab di Bidang


Promosi dan Kemitraan Keselamatan

49
Q: Tugas dan Fungsi Subdit Promosi dan
Kemitraan?
A: Berdasarkan PM No.122 Tahun 2018 pasal 232 Subdit Promosi

dan Kemitraan bertugas untuk melaksanakan penyiapan

perumusan, pelaksanaan, kebijakan, penyusunan norma,

standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis

dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di bidang Promosi

dan Kemitraan Keselamatan Transportasi Darat.

Di bidang promosi, kemitraan

keselamatan antar lembaga dan

masyarakat, sosialisasi,

publikasi, penyuluhan,

pengelolaan data dan informasi,

dan manajemen kampanye

keselamatan lalu lintas dan

angkutan jalan, serta pembinaan

awak kendaraan angkutan umum.

Seksi Promosi: melakukan penyiapan bahan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,

prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan

supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang promosi,

sosialisasi, publikasi, penyuluhan, serta manajemen

kampanye keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Seksi Kemitraan: melakukan penyiapan bahan perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,

prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan

supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang kemitraan

keselamatan antar lembaga dan masyarakat, pengelolaan

data dan informasi keselamatan lalu lintas dan angkutan

jalan, serta pembinaan awak kendaraan angkutan umum

50
Q: Apa itu Keselamatan? Mengapa Penting?

A: Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu

keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko kecelakaan

selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia,

Kendaraan, Jalan, dan/atau lingkungan.

Q: Apa saja Dasar dan Aturan dalam


penanganan Keselamatan Transportasi
Jalan di Indonesia?
A: 1. Undang - Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas

dan Angkutan Jalan (tujuannya pelayanan Lalu lintas dan

angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, lancar dan

terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong

perekonomian nasional dan terwujudnya etika berlalu

lintas dan budaya bangsa)

2. Instruksi Presiden No. 4 tahun 2013 tentang Program

Dekade Aksi Keselamatan Jalan (menjelaskan tentang

tugas dan fungsi serta wewenang institusi yang terlibat

dalam pilar 5 Keselamatan Jalan)

3. PP 37 tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas

Angkutan Jalan (latar belakang penetapan PP Nomor 37

tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan

Jalan adalah untuk melaksanaan ketentuan Pasal 205 dan

Pasal 207 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, perlu

menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Keselamatan

Lalu Lintas dan Angkutan Jalan)

Q: Apa itu 5 (lima) Pilar Keselamatan?

A: Pilar 1

Pilar 2
: Manajemen Keselamatan Jalan ( Koord. Bappenas)

: Jalan yang Berkeselamatan (Koord. Kementerian PUPR)

Pilar 3 : Kendaraan yang Berkeselamatan (Koord. Kemehub)

Pilar 4 : Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan

(Koord. POLRI)

51
Pilar 5 : Penanganan Korban pasca Kecelakaan

( Koordinator Kementerian Kesehatan)


Q: Mengapa sosialisasi keselamatan perlu
dilakukan?
A: Berdasarkan WHO Global Status Report Tahun 2018 dan Data

Kepolisian RI, kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab

kematian nomor 2 di Indonesia sehingga sosialisasi untuk

meningkatkan pemahaman masyarakat terkait keselamatan

perlu untuk dilakukan. Sosialisasi keselamatan yang dilakukan

oleh Subdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan dilaksanakan

sesuai dengan amanat UU No. 22 Tahun 2009 dan Rencana

Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) untuk mengedukasi

masyarakat mengenai keselamatan jalan..

Q: Apa saja yang sudah dilakukan oleh


Direktorat Sarana Transportasi Jalan,
khususnya subdit Promitra sebagai salah
satu pemangku kepentingan yang
bertanggung jawab dalam penanganan
keselamatan jalan di Indonesia? Kegiatan
Sub Direktorat Promosi dan Kemitraan
Keselamatan?

A: Penyelenggaraan Program Aksi Safety Riding;

Penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek Keselamatan

Jalan

Anak Usia Sekolah;

Bimtek Manajemen Kampanye Keselamatan Transportasi

Jalan, dan TOT Sadar Lalu Lintas Usia Dini);

Menyusun Regulasi, Pedoman serta Petunjuk Teknis tentang

Keselamatan Jalan;

Penyelenggaraan pelatihan bagi pengemudi kendaraan

Angkutan Umum ( AKAP/AKDP, Pariwisata ,B3 dan Taxi);

Sosialisasi Keselamatan Melalui Media Luar Ruang, Media

Sosial, Media Bergerak, Pembuatan Iklan Layanan

Masyarakat dan melalui influencer;

Kampanye Keselamatan secara off air;

Pekan Nasional Keselamatan Jalan;

52
Serta melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Promosi

dan Kemitraan Keselamatan.


Q: Apa itu Pekan Nasional Keselamatan
Jalan?
A: Pekan Nasional Keselamatan Jalan dilaksanakan sebagai

bentuk implementasi seruan PBB dalam resolusi No.

A/Res/64/255 tentang Improving Global Road Safety untuk

melaksanakan Global Road Safety Week setiap minggu ketiga

pada bulan April, maka Indonesia telah berkomitmen

melaksanakan Pekan Nasional Keselamatan Jalan sejak tahun

2007;

Di Indonesia, Pekan Keselamatan Jalan sendiri sejalan dengan

Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program

Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang kemudian diturunkan

sebagai program Dekade Aksi Keselamatan Jalan RI (2011-

2020) yang diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia

pada tanggal 11 Juni 2011 dengan tujuan untuk mengurangi

tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar

50% dengan tagline “Saatnya Bertindak”.

Q: Tujuan Pelaksanaan PNKJ ?

A: Pekan Nasional Keselamatan Jalan dilaksanakan setiap tahun

dengan mengacu pada tema PBB yang dikeluarkan setiap 2

tahun. Pada tahun 2018 – 2020, tema yang diangkat adalah

#SaveLives #Speak Up yang diadaptasi menjadi

#SayangiNyawa #SuarakanKeselamatanJalan di Indonesia.

Seluruh kegiatan PNKJ dilaksanakan dengan tujuan

mengurangi tingkat fatalitas dan kecelakaan di jalan dengan

membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya

keselamatan.

53
Q: Kegiatan yang dilaksanakan saat PNKJ?

A: Setiap tahun, kegiatan PNKJ diisi dengan berbagai kegiatan

yang dapat menarik minat masyarakat seperti bersepeda,

kompetisi atau lomba untuk anak-anak, pameran transportasi,

dan kegiatan-kegiatan yang dapat mempromosikan isu

keselamatan di dunia.

Q: Apa itu SALUD ?

A: SALUD (Sadar Lalu Lintas Anak Usia Dini) yang selanjutnya

disebut dengan SALUD, adalah suatu upaya pemerintah untuk

membangun karakter budaya keselamatan lalu lintas dan

angkutan jalan kepada anak usia dini.

Q: Tujuan dan Dasar Pelaksanaan SALUD ?

A: Kegiatan SALUD bertujuan untuk meningkatkan pemahaman

anak-anak mengenai keselamatan berkendara dan telah

dilaksanakan di berbagai daerah bekerjasama dengan

berbagai institusi seperti Dinas Perhubungan Provinsi/Kota

dan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal.

Kementerian Perhubungan telah memiliki Perjanjian Kerjasama

dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang di

sahkan pada tahun 2019 dimana PKS tersebut berisi tentang

penyisipan materi keselamatan lalu lintas didalam metode

pembelajaran dan bentuk Kerjasama tersebut berisikan aat ini

telah memiliki payung hukum pedoman pelaksanaan SALUD

berdasarkan Peraturan Dirjen Hubdat

Nomor.KP.5646/AJ.501/DRJD/2020.

Q: Apa itu Kampanye Keselamatan Jalan ?

A: Kampanye keselamatan jalan adalah kegiatan yang

dilaksanakan untuk mengubah perilaku pengguna jalan dari

perilaku yang abai terhadap aturan lalu lintas menjadi taat

terhadap aturan lalu lintas. Berbagai kampanye dilaksanakan

dengan harapan bahwa kegiatan keselamatan lalu lintas

54
dapat menjadi budaya di kalangan masyarakat.
Q: Apa itu ZETA?

A:
Zeta adalah akronim dari Zebra Sahabat Kita yakni

maskot keselamatan yang digunakan untuk kampanye

keselamatan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan

Darat. Maskot ZETA sendiri telah digunakan sejak

tahun 2008 di berbagai kegiatan dan terus digunakan

hingga saat ini. Maskot Zeta dianggap sesuai

sebagai maskot karena motif zebra yang berwarna

hitam putih identik dengan zebra cross sebagai

fasilitas penyeberangan orang.

Q: Media apa saja yang digunakan untuk


melaksanakan kegiatan kampanye
keselamatan ?
A: Kampanye keselamatan yang dilaksanakan saat ini tidak

terbatas pada kegiatan off air yang mengumpulkan massa

saja, tetapi kampanye keselamatan yang dilaksanakan oleh

Subdit Promosi dan Kemitraan saat ini juga mengutamakan

penggunaan berbagai media kreatif seperti media sosial,

media luar ruang baik digital maupun cetak: baliho, iklan

layanan masyarakat, talkshow radio, youtube, dan permainan

petualangan zeta.

Q: Pihak yang dapat berpartisipasi dalam


kampanye keselamatan ?

A: Dalam menjalankan kegiatan kampanye keselamatan, Subdit

Promosi dan Kemitraan Keselamatan Direktorat Sarana

Transportasi Jalan telah bekerjasama dan membuat MoU

dengan berbagai pihak seperti PT Astra International, PT XL

Axiata dan Kerjasama dalam berbagai kegiatan antara lain

55
dengan PT Bank Rakyat Indonesia, PT KAI, PT Pelindo II, PT

Juara Bike, PT Gojek Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai