BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000/tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi dikhawatirkan hasil pembangunan tidak berarti. Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerapkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada zero population growth (pertumbuhan seimbang). KB adalah usaha mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya, bagi ayah serta keluarga dan masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. Terdapat 2 jenis KB, yaitu hormonal dan non hormonal. Untuk KB hormonal meliputi pil (minipil dan kombinasi), suntik (1 bulan dan 3 bulan), implant (Norplant, implanon dan indoplant). Sedangkan untuk yang non hormonal meliputi Metode Amenorhe Laktasi, KB kalender, senggama terputus, Metode barier dan IUD (Co-T 380A dan Nova-T). Pada dasarnya semua alat kontrasepsi (KB) memiliki tujuan yang sama, yang membedakan yaitu tingkat keefekt memiliki tujuan yang sama, yang membedakan yaitu tingkat efektifitasnya. Masing-masing akseptornya. Didesa Menunggal sebagaian besar masyarakatnya sudah memiliki kesadaran untuk ber-KB, ini terbukti dalam data PWS KIA dari puskesmas Kedamean tahun 2006 terdapat 824 akseptor KB yang terdiri dari 11 akseptor IUD, 21 MOW, 159 implant, 578 suntik, 54 pil. Sedangkanyang tidak 1 juga memiliki keuntungan dan keterbatasan, untuk pemakaiannya disesuaikan dengan kondisi

mengikuti KB terdapat 123 orang, dengan rincian 28 orang hamil, 40 orang mengharapkan anak segera, 30 orang ingin menunda kehamilan, dan 25 orang tidak ingin punya ank lagi. Dari data diatas bisa dilihat jumlah akseptor KB tertinggi yaitu suntik, berikutnya implant, pil, MOW dan IUD. Walaupun demikian, masih dijumpai masalah-masalah yang berkaitan dengan KB tersebut, yaitu enggannya masyarakat desa menunggal untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan berbagai alasan. dar desa menunggal untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. Oleh sebab itu, perlu adanya adanya kerjasama antara petugas kesehatan dan kader kesehatan serta peran serta masyarakat dalam menggali penyebab permasalah tersebut, sehingga bisa diputuskan langkah yang tepat dalam menentukan jalan keluarnya.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana kesadaran masyarakat untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya? 1.2.2 Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang gizi balita? 1.2.3 Bagaimana peran serta masyarakat dalam posyandu? 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Diharapkan:
-

Masyarakat memiliki kesadaran untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah lewat masa efektifitasnya. Pengetahuan ibu tentang gizi meningkat. Peran serta masyarakat dalam posyandu meningkat

-

2

1.3.2 Tujuan Khusus Mengidentifikasi:
-

Pengetahuan ibu tentang KB implant dan IUD Faktor yang mempengaruhi akseptor KB tidak melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya Efek dari tidak dilepasnya KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya ditinjau dari segi medis. Pengetahuan ibu tentang gizi Faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam posyandu

-

-

1.4 Pelaksanaan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilakukan pada tanggal 28 Mei sampai dengan 23 Juni di DesaMenunggal, kec. Kedamean, kab. Gresik.

1.5 Sistematika Penulisan BAB 1: Pendahuluan BAB 2: Gambaran umum desa BAB 3: Pelaksanaan MMD BAB 4: Pelaksanaan penyuluhan BAB 5: Evaluasi penyuluhan BAB 6: Kesimpulan dan saran

3

BAB 2 GAMBARAN UMUM DESA MENUNGGAL

2.1 Keadaan Umum Wilayah (Geografi, Letak, Demografi) 2.1.1 Keadaan Umum Desa Kecamatan Kabupaten Propinsi Luas Wilayah Jumlah Penduduk Jumlah KK Kepala Desa Batas Wilayah Barat : ds. Soko, kec. Wringinanom Timur : ds. Banyu Urip, kec. Kedamean Utara : ds. Tanjung & ds.Belahan Rejo, Kec. Kedamean Selatan: ds. Pedagangan, kec.Wringinanom 2.1.2 Data Geografis dan Demografis 1. Sebagian besar daerah terdiri dari persawahan ,perkebunan, tidak terdapat masalah banjir pada musim penghujan/kekeringan pada musim kemarau. 2. Sebagian masyarakat home industry dan pekerja pabrik. 3. Sarana transportasi yang digunakan adalah kendaraan roda 2 dan4, delman. 4. Komunikasi dengan menggunakan radio,TV, HP, telp. 5. Pengajian 3x seminggu. : Menunggal,terdiri dari 3 dusun, yaitu dusun Menunggal, Kemuning dan Lumpang. : Kedamean : Gresik : Jawa Timur : 408.480 ha : 3816 Jiwa : 923 KK : Ruswandik

4

Jumlah penduduk menurut agama: Agama Islam Kristen protestan Kristen katolik Hindu Budha Jumlah Jumlah 3746 jiwa 35 jiwa 5 jiwa 3816 jiwa 8.6. Kemuning : 1 posyandu : 1 posyandu 5 . Menunggal Dsn. Jumlah cakupan KIA Bumil Bulin Bufas Buteki PUS WUS Usila Balita 0-1 tahun 1-4 tahun 10 orang 7 orang 7 orang 24 orang 379 orang 531 orang 95 orang 6 orang 307 orang 9. Jumlah posyandu Dsn. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin: Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 1924 jiwa 1892 jiwa 3816 jiwa 7.

Madrasah ibtidaiyah . 2. 6. 9.SMA . 8. Tingkat pendidikan Belum sekolah Usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah Pernah sekolah SD tetapi tidak tamat Tamat SD/ sederajat Tamat SLTP/ sederajat Tamat SLTA/ sederajat Tamat D3 Tamat S1 2. 6.1.1. 5. 7.Taman kanak-kanak/ RA .Sekolah Dasar/ SD . 4.buah : .SMP . Jumlah lulusan pendidikan: No 1.buah : .2.MTS/ Madrasah Tsanawiyah . 3. 5. 8. 3.buah : .buah Jumlah 313 orang 16 orang 4 orang 2214 orang 843 orang 397 orang 11 orang 23 orang b.MA/ Madrasah Aliyah : 1 buah : 3 buah : .4 Data mata pencaharian No 1.3 Data Pendidikan a. 4. 2. Petani Buruh tani Buruh swasta Pengrajin Pedagang Tukang TNI/ POLRI Pegawai negri Lain-lain Jenis mata pencaharian Jumlah 877 orang 165 orang 603 orang 245 orang 169 orang 105 orang 13 orang 160 orang 51 orang 6 .buah : . Sarana pendidikan formal: . 7.

Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat LKMD aktif Kader aktif 15 orang Jumlah Bidan 1 orang Jumlah dokter tidak ada Jumlah Perawat 2 orang K1 bumil Penca paian bln lalu 2 6 Penca paian bln ini 2 7 37 56 ™ Penca paian bln lalu 3 3 K4 bumil Penca paian bln ini 3 4 43 43 ™ Deteksi resti bumil Penca paian bln lalu 1 Pencap aian bln ini 2 3 4 ™ Persalinan oleh nakes Penca paian bln lalu 1 3 Penca paian bln ini 2 4 40 42 ™ Rata -rata 47.6 Tenaga kesehatan Thn Sasaran 2.5 Data sosial budaya - Sebagian besar penduduk beragama islam.2.6 - - 2.1.1.7 Catatan cakupan KIA Bumil Bulin Bayi '05 '06 84 84 76 76 76 76 Neonatus Thn KN1 Pencapaian bulan lalu 2005 2006 1 3 2 4 40 42 1 3 2 4 40 42 Pencapaian bulan ini ™ Pencapaian bulan lalu KN2 Pencapaian bulan ini ™ Cakupan imunisasi Target BCG Polio1 Polio2 Cakupan 2005 50 50 48 2006 57 58 56 2007 (jan-mei) 20 21 17 7 . dan 5 orang beragama budha.1. 35 orang beragama hindu.

Polio3 Polio4 Campak Hb <7 hari Combo1 Combo2 Combo3 42 56 56 50 50 48 42 51 61 61 52 67 68 62 20 22 21 18 17 17 21 Pencapaian tahun 2007 (Jan s/d Mei) Bln Akses Jan Feb Mar Apr Mei ™ 4 6 5 5 6 26 K1 Murni 6 3 5 4 2 20 K4 Bumil 3 2 3 3 11 I 4 6 5 5 6 26 Fe II 3 3 4 4 5 19 III 2 2 2 2 3 11 Yodium 4 6 5 5 6 26 Resti Dirujuk 1 1 2 Ditangani 4 1 3 3 3 14 Hb< 1 1 Nakes 4 2 3 3 3 15 Masy 1 1 TT Bln I II Spontan 4 3 3 2 4 16 Partus Tdk spontan Vit A bufas 4 3 3 2 4 16 I KN II ™ hari - bayi ASI sebab ekslusif 9 5 4 6 5 29 Kunjungan bumil total 7 8 5 8 9 37 Bumil lama 5 4 2 2 3 16 Buteki Jan Feb Mar Apr Mei ™ 13 8 7 10 9 45 8 .

1.2.8 Catatan PUS.2 2. alat kontrasepsi dan pelaksanaan KB pada PLKB PUS Bln/ thn Yg ada IUD MOP Yang menjadi peserta KB menurut metode kontrasepsi PUS bukan peserta KB Ingin MOW Implant Suntik Pil Kondom OV ™ Hamil anak segera Apr . S/D bln ini 15 % thd MKej % thd PBSM 27.1.07 Des '06 951 947 8 11 16 21 138 159 566 578 54 54 2 1 784 824 44 28 34 40 Ingin anak ditunda 43 30 Tdk ingin anak 46 25 Hasil pencapaian peserta KB baru Bln/ thn Apr '07 PPM Desa PB SM Menung gal SS Pencapaian KB IUD A B KP A B KW A B Imp A B A 2 Stk B 8 A Pil B Kdm A B ™ A B 2 8 Penc.9 Tingkat pencapaian program UPGK Menunggal SKDN K/S D/S D/K N/D N/S 2005 100% 72% 72% 65% 43% 2006 100% 80% 80% 75% 60% 2007 (jan-mei) 100% 85% 85% 80% 65% 9 .

6.2.2. 11. 5. Tingkat Pendidikan Tamat SD Tamat SLTP Tamat SMU Tidak sekolah Tamat PT Jumlah Jumlah 102 92 191 14 8 407 10 . 2. 5. Golongan umur (Tahun) 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-55 >56 jumlah Jenis Kelamin Laki-laki 18 16 13 11 30 21 26 18 15 11 15 26 220 Perempuan 17 17 25 14 19 27 23 11 20 14 11 15 213 Jumlah penduduk 35 orang 33 orang 38 orang 25 orang 49 orang 48 orang 49 orang 29 orang 35 orang 25 orang 26 orang 41 orang 433 orang 2. 7. 8. No 1. 12.1 Data kependudukan Data kependudukan menurut golongan usia dan jenis kelamin. 3.2 Hasil pendataan dusun (300 KK) 2. 3. 9. 4.2 Data Pendidikan Distribusi penduduk menurut tingkat pendidikan No 1. 2. 4. 10.2.

5 Data KB No 1. 5. 3. 8. 4. MOW/ MOP Jumlah Jenis KB Jumlah 89 orang 17 orang 13 orang 14 orang 1 orang 9 orang 2 orang 145 orang 11 .4 Data khusus Distribusi penduduk menurut sasaran kesehatan No 1.2. Pil 4. Kondom 5. 4. 6. IUD 6. 5. PUS WUS Manula Bayi Balita Buteki Bumil Menopause Bufas Jumlah Sasaran Jumlah 101 orang 123 orang 45 orang 1 orang 43 orang 4 orang 2 orang 24 orang 343 orang Jenis mata pencaharian Jumlah 36 orang 170 orang 12 orang 2 orang 51 orang 271 orang 2. 2. 7.3 Data Sosial Ekonomi Distribusi penduduk menurut mata pencaharian No 1. Implant 7.2.2. Suntik 3 bulan 2.2. Suntik 1 bulan 3. 3. 9. 2. Petani Swasta Pabrik PNS Lain-lain Jumlah 2.

cakupan imunisasi Polio 12 : 1 orang : 1 orang : 1 orang .2. Jumlah ibu bersalin tidak ada b.2. Ibu Menyusui Jumlah Ibu menyusui : 4 orang 5.Hasil pelayanan kesehatan Cakupan K1 2 orang Cakupan K4 1 orang Imunisasi TT1 2 orang Imunisasi TT2 2 orang Golongan resiko tinggi tidak ada 2.Jumlah ibu hamil 2 orang b.6 Tenaga kesehatan didusun menunggal Jumlah bidan 1 orang Jumlah perawat 1 orang Jumlah dokter tidak ada Kader kesehatan 10 orang 2.persalinan yang ditolong oleh dukun terlatih tidak ada .cakupan imunisasi HB1 .7 Data cakupan 9 SKA 1.Hasil pelayanan kesehatan .2.cakupan imunisasi BCG . Bayi a.Ibu hamil a.persalinan yang ditolong oleh bidan (tidak ada persalinan) . Ibu Nifas Jumlah ibu nifas tidak ada Penyulit tidak ada 4.Jumlah bayi 1 bayi b.persalinan yang ditolong oleh dukun tidak terlatih tidak ada 3. Ibu bersalin a. Hasil pelayanan kesehatan .

dengan kegiatan 1 bulan sekali pada tanggal 15 2.Hasil pelayanan kesehatan .2.orang : 1 orang .Wanita usia subur Jumlah WUS 123 orang 8.Pasangan usia subur Jumlah PUS 101 orang b.Jumlah balita 43 balita b.8 Sarana Kesehatan Jumlah Posyandu 1 buah.Hasil pelayanan kesehatan .2.cakupan imunisasi Combo 6.akseptor KB Pil 13 orang ..kader aktif 10 orang : .Air sumur pompa 47 Kepala keluarga .Gizi kurang 3 balita 7.akseptor KB Suntik 106 orang .akseptor KB Implant 9 orang .WC rumah tangga 43 orang 13 .Sumur gali 13 Kepala keluarga .Gizi baik 40 balita .penimbangan 1bulan sekali di posyandu .akseptor KB IUD 1 orang . Manula Jumlah 45 orang 2.akseptor KB MOW 2 orang 9.peserta KB aktif 143 orang .9 Sarana air bersih dan pembuangan limbah Yang berfungsi dan dipergunakan: .cakupan imunisasi Campak .Balita a.akseptor KB Kondom 14 orang .

.3.2. Masalah Kurangnya kesadaran ibu + + (2) + + +(3) + + (2) Perhatian masyarakat Tingkat bahaya Kemungkinan untuk dikelola tentang melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya 2. dan rencana pemecahan masalah.2. 1. 2.3 Permasalahan. 2.3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu. prioritas. .23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. 3. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu + + (2) + (1) + + + (3) + + (4) + + (2) + + (2) 14 . .1 Permasalahan .10 Sumber hasil pendataan dusun Pendataan dilakukan didusun Menunggal dengan: - Jumlah RT : 15 RT Jumlah RW : 3 RW Jumlah KK : 300 KK Pendataan ini dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 300 KK pada RT 1-12.3.9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut ntuk melepas kapsul implant. 2.2 Prioritas masalah No.3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut ntuk melepas IUD.

mengidentifikasi penyebab kurangnya kesadaran ibu tentang melepaskan KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. 15 . Perencanaan Prioritas Pertama Pelaksanaan 1.3 Perencanaan Masalah Kurangnya kesadaran ibu tentang melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan.2. 2. melakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu akseptor KB implant dan IUD. Lakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu akseptor KB Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Tujuan : meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan. kriteria : KB implant dan IUDyang sudah habis masa efektifitasnya dilepas. Perencanaan : 1. 2.diharapkan ibu yang mempunyai balita dapat 2 Kedua 1 mengidentifikasi penyebab kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita melakukan kunjungan rumah pada ibu yang Tujuan : meningkatnya pengetahuan ibu tentang pelepasan KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya.diharapkan ibu akseptor implan melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. identifikasi penyebab kurangnya kesadaran ibu untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya.3.

Perencanaan : 1. identifikasi penyebab kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu. 2. mengidentifikasi penyebab kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu. Lakukan penyuluhan kepada ibu tentang manfaat posyandu. melakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu yang memiliki balita 1. Perencanaan : 1 identifikasi penyebab kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita 2 lakukan kunjungan rumah pada ibu yang mempunyai balita.memperbaiki pola nutrisi balitanya kriteria : berat badan balita dapat meningkat. melakukan penyuluhan kepada ibu tentang manfaat posyandu. 3 Lakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu yang memiliki balita Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu Tujuan : meningkatnya peran serta masyarakat dalam posyandu Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan peserta posyandu meningkat. ketiga 3 mempunyai balita. 2. Kriteria : jumlah posyandu meningkat. 16 .

1 Penyajian hasil kegiatan.BAB 3 PELAKSANAAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD) 3. PUS WUS Manula Bayi Balita Buteki Bumil Menopause Bufas Jumlah Sasaran Jumlah 101 orang 123 orang 45 orang 1 orang 43 orang 4 orang 2 orang 24 orang 343 orang 3. 11. penyebab.2 Data KB No 8.1. Pil 11.3 Tenaga kesehatan didusun menunggal Jumlah bidan 1 orang Jumlah perawat 1 orang Jumlah dokter tidak ada Kader kesehatan 10 orang 17 . Implant 14. Suntik 1 bulan 10. 13. 12. 18. permasalahan. dan prioritas 3. Suntik 3 bulan 9. 16. 14.1. MOW/ MOP Jumlah Jenis KB Jumlah 89 orang 17 orang 13 orang 14 orang 1 orang 9 orang 2 orang 145 orang 3.1. 17. IUD 13.1 Penyajian hasil kegiatan 3.1 Distribusi penduduk menurut sasaran kesehatan No 10.1.1.1.1. Kondom 12. 15.

1.cakupan imunisasi HB1 .Jumlah bayi 1 bayi b.4 Data cakupan 9 SKA 1.orang : 1 orang 18 .cakupan imunisasi BCG .persalinan yang ditolong oleh bidan (tidak ada persalinan) .cakupan imunisasi Combo : 1 orang : 1 orang : 1 orang : . Jumlah ibu bersalin tidak ada b.cakupan imunisasi Polio .Hasil pelayanan kesehatan Cakupan K1 2 orang Cakupan K4 1 orang Imunisasi TT1 2 orang Imunisasi TT2 2 orang Golongan resiko tinggi tidak ada 2.Jumlah ibu hamil 2 orang b. Hasil pelayanan kesehatan .Ibu hamil a. Ibu Nifas Jumlah ibu nifas tidak ada Penyulit tidak ada 4.cakupan imunisasi Campak . Bayi a.3. Ibu Menyusui Jumlah Ibu menyusui : 4 orang 5.Hasil pelayanan kesehatan . Ibu bersalin a.1.persalinan yang ditolong oleh dukun tidak terlatih tidak ada 3.persalinan yang ditolong oleh dukun terlatih tidak ada .

akseptor KB Suntik 106 orang . Jumlah balita 43 balita b.dengan kegiatan 1 bulan sekali pada tanggal 15 3.akseptor KB MOW 2 orang 9.1.6 Sarana air bersih dan pembuangan limbah Yang berfungsi dan dipergunakan: .Sumur gali 13 Kepala keluarga .Air sumur pompa 47 Kepala keluarga .1. Balita a.5 Sarana Kesehatan Jumlah Posyandu 1 buah. Pasangan usia subur a.akseptor KB Implant 9 orang . Jumlah PUS 101 orang b.penimbangan 1bulan sekali di posyandu .Gizi baik 40 balita . Hasil pelayanan kesehatan .peserta KB aktif 143 orang .akseptor KB Kondom 14 orang . Wanita usia subur Jumlah WUS 123 orang 8.akseptor KB Pil 13 orang .akseptor KB IUD 1 orang .1. Manula Jumlah 45 orang 3.WC rumah tangga 43 orang 19 .Gizi kurang 3 balita 7.6. Hasil pelayanan kesehatan .kader aktif 10 orang .1.

untuk saat ini memang jarang penyuluhan tentang semua jenis KB tetutama implant dan IUD dilakukan secara berkelompok. Bapak Pitoyo: Tanya: Dahulu pemerintah memiliki petugas khusus yang bertugas untuk member penyuluhan tentang KB. tetapi saat ini sudah ditiadakan sehingga saat ini informasi tentang KB Implant kurang. Tetapi bukan berarti masyarakat tidak mendapat penyuluhan sama sekali.3 Penyebab - Status ekonomi yang kurang dan perasaan takut untuk melepas kapsul implant dn IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. 23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. 3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu. Bagaimana jika petugas kesehatan mengadakan penyuluhan tentang KB implant tersebut? Jawab: Kami akan sedikit mengoreksi pendapat dari bapak.2 Pembahasan bersama masyarakat dalam MMD 1. - - - 3. Masyarakat mendapat info tentang semua jenis KB dari petugas kesehatan secara individu.3.1. 3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut untuk melepas IUD. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita dan status ekonomi yang kurang Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu karena sebagian besar orang tua yang bekerja menitipkan anaknya kepada neneknya.1. - - 3. yaitu ketika setiap kali kontrol KB atau 20 .2 Permasalahan - 9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut untuk melepas kapsul implant.

Bagaimana jik a para mahasiswa membantu memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengadakan program gratis pemasangan dan pelepasan KB implant maupun IUD? Jawab : terimakasih atas masukannya. bagaimana jika setiap bulannya pemberian PMT diadakan lagi? 21 . alangkah baiknya jika penyuluhan tentang gizi lebih sering diadakan terutama pentingnya ASI bagi balita. Bu Carik: Tanya : Program pemberian PMT bagi balita akhir-akhir ini ditiadakan. Untuk masalah KB juga diadakan penyuluhan kapan waktu yang efektif seorang wanita mengikuti program KB. ibu bisa mencoba menanyakan kepada petugas kesehatan atau tempat yang ditunjuk untuk pemasangan implant dan IUD gratis dalam bakti sosoial. untuk masalah pelepasan kapsul implant atau IUD secara cuma-cuma. Bu Kades: Tanya : Banyaknya masyarakat yang malas untuk melepas KB implant dan IUD kemungkinan besar karena masalah dana. Oleh sebab itu. Atau ibu bisa langsung pasang lagi implant pada saat bakti sosil tersebut. Penyuluhan misalnya bisa dilaksankan diposyandu sehingga peran serta masyarakat bisa meningkat. Untuk penyuluhan nanti kami akan menyantumkan kapan waktu yang sesuai bagi wanita untuk menunda dan mencegah kehilan serta kapan waktu yang sesuai untuk hamil. 3. Jawab : terimakasih atas masukannya. 4. 2.pergi ke petugas kesehatan untuk mendiskusikan KB apa yang akan di gunakannya. menerima atau tidak pelepasan implant atau IUD secara gratis. Pak Kades: Tanya : Faktor yang mempengaruhi terdapatnya balita kurang gizi adalah ekonomi dan kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi.

4 Perencanaan bersama masyarakat Sehubungan dengan keterbatasan waktu maka minggu ke-3 dalam Praktek Kerja Lapangan akan diadakan penyuluhan tentang KB Implant dan IUD serta penyuluhan tentang gizi saat pelaksanaan posyandu. yang perlu lebih ditingkatkan adalah pengetahuan ibu baik masalah KB ataupun Gizi sehingga dengan meningkatnya pengetahuan ibu diharapkan timbul kesadaran dari pribadi masyarakat sendiri. kami akan mengadakan panyuluhan menyangkut hal tersebut dalam pelaksanaan MMD. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang KB implant dan IUD. Jawab: Untuk upaya meningkatkan penagetahuan tentang KB dan gizi masyarakat dusun Menunggal. 3.3 Rumusan hasil MMD Dari pelaksanaan MMD bisa diketahui bahwa sebagian besar masyarakat tidak melepas kapsul KB implant walaupun masa efektifitasnya sudah habis. serta rasa takut untuk melepas kapsul impaln dan IUD tersebut. 3. 22 . kurangnya kesadaran masyarakat untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. Menunggal. Jadi tidak benar jika PMT tidak diberikan lagi. 5. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Pak Nurudin: Tanya : Untuk masalah gizi yang berhubungan dengan ekonomi untuk saat ini sepertinya sudah mulai teratasi dengan adanya budi daya bunga kamboja dan kerajinan mengenam jalin yang menjadi income bagi masyarakat dsn. bahkn bantuannya uga dalam bentuk uang.Jawab : Sebenarnya PMT masih diberikan oleh pemerintah. mungkin untuk lebih jelasnya ibu tanyakan kepetugas kesehatan atau perangkat desa.

2 Faktor penunjang - - 23 .1 Faktor penghambat - waktu terbatas minimalnya dana pelaksanaan Antusias masyarat cukup tinggi sehubungan adanya kuis dan door prize pada saat pelaksanaan MMD.5.5 Faktor-faktor penghambat dan penunjang 3. Terjalinnya kerjasama yang baik antara mahasiswa. perangkat desa.3. 3.5. kader dan masyarakat yang baik.

Efektifitas: Sangat efektif: 0.Norplant terdiri dari 6 kapsul.BAB 4 PELAKSANAAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD) Tanggal Judul Tujuan : 14 Juni 2007 : Kenali lebih jauh KB implant dan IUD : 1. lama kerja 3 tahun.2-1 kehamilan per 100 perempuan 24 .Lendir servik menjadi kental . .Menekan ovulasi 3. 2.Jadena dan indoplant terdiri dari 2 kapsul. Jenis: . Alokasi waktu Tim Metode Alat bantu Materi : 90 menit : 12 orang : Ceramah dan Tanya jawab : Leaflet : KB implant dan IUD KB IMPLANT (SUSUK) 1. Cara kerja: . Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang KB implant dan IUD. lama kerja 5 tahun.Memotifasi ibu akseptor KB untuk melepas KB implannya yang sudah habis masa efektifitasnya.Mengganggu proses pembentukan lapisan rahim sehingga sulit terjadi penempelan calon bayi pada rahim .Implanon terdiri dari 1 kapsul. 2. .Mengurangi pergerakan sperma . lama kerja 3 tahun.

Nyeri kepala .Hamil/diduga hamil .Pasca keguguran .Tekanan darah darah tinggi 7.Bisa dicabut setiap saat sesuai kebutuhan .4.Perubahan mood/gelisah. Keuntungan: .Melindungi diri dari penyakit radang panggul 5.Telah memiliki anak/belum . Efek samping: .Pengembalian kesuburan cepat .Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya .Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi .Tidak mengganggu ASI . 6.Perlindungan jangka panjang .Mengurangi nyeri dan darah ketika haid .Tidak mengganggu senggama . Yang boleh menggunakan implant: .Nyeri payudara .Usia reproduksi (20-35 tahun) .Perasaan mual .Peningkatan/penurunan berat badan .Tidak dapat menerima perubahan pola haid 25 . Yang tidak boleh menggunakan implant: .Pasca persalinan dan tidak menyusui .Benjolan payudara/riwayat kanker .

Langsung efektif setelah pemasangan .NOVA-T 2.Bila klien meanggunakan kontraspsi hormonal insersi dapat langsung dilakukan asal diyakini tidak hamil . .Bila klien tidak haid dapat dilakukan setiap saat asal diyakini tidak terjadi kehamilan tetapi jangan melakukan hubungan seksual/menggunakan alkon tambahan sampai haid datang .Tidak mempengaruhi hubungan seksual . KB IUD (SPIRAL) 1.CU-T 380A . Keuntungan .6-0.Bila menyusui dapat dilakukan setiap saat.Tidak mempengaruhi ASI 26 .Setiap waktu dalam siklus haid .Metode jangka panjang .8.Menghambat kemampuan sperma untuk bergerak menuju tempat pembuahan .Pasca keguguran implant dapat segera diinsersi.Mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi 3.Tidak ada efek samping hormonal .Efektifitasnya tinggi: 0. Kapan boleh pakai implant? .Hari ke 1-7 siklus haid . Jenis .8 kehamilan/100 perempuan (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan) . Cara kerja .

30 Sambutan kepala desa 3.Membutuhkan kontrasepsi jangka panjang .4. Yang tidak dapat menggunakan IUD . haid lebih lama dan banyak. Acara inti: .00 19.Efek samping ibu ketua Alat bantu Materi/ pertanyaan 27 . spooting. saat haid lebih sakit 5.Sedang hamil .Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui penyebabnya .Sedang menderita PMS (penyakit menular sexual) 7.Keuntungan . Efek samping : perubahan siklus haid umumnya pada 3 bulan pertama. Pembukaan: 2. Kapan boleh pakai IUD? - Setiap waktu dalam siklus haid Hari ke 1-7 siklus haid Segera setelah melahirkan atau abortus Susunan kegiatan pelaksanaan MMD jam 19. Yang dapat menggunakan AKDR .Usia reproduktif (20-35 tahun) . Sambutan: Sambutan panitia 19. 2 dan 3 Leaflet KB IMPLANT (SUSUK) .05 Acara 1.Setelah abortus dan tidak terdapat tanda infeksi 6.Menyusui dan memerlukan kontrasepsi .Jenis .Efektifitas .Cara kerja .Penyuluhan Kb implant dan IUD oleh penyaji 1.

Yang dapat menggunakan IUD . Bu Agustin Tanya: saya menggunakan KB implant yang 2 kapsul.00 Tanya jawab 1. karena ada kontak dengan udara luar dan didalamnya terdapat benda asing. misal peradangan atau infeksi. jadi jika sudah lebih dari 3 tahun harus dilepas karena sudah tidak ada manfaatnya.Kapan boleh pakai implant? KB IUD (SPIRAL) . tetapi kita tidaktahu bagimana nanti yang akan terjadi.Keuntungan . jika tidak dikeluarkan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.Cara kerja . selain itu kapsul implant adalah benda asing bagi tubuh kita.Efek samping .Sedang hamil . kemungkinan besar hal ini penyebab utama terjadinya infeksi. Sebagai contohnya ketika melakukan pekerjaan tidak sengaja lengan ibu tergores.Yang tidak boleh menggunakan implant . Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati? 28 .Yang tidak dapat menggunakan IUD . kebetulan tepat pada bagian dimana kapsul implant dipasang..Kapan boleh pakai IUD? 20.Jenis . Memang untuk saat ini mungkin tidak ada keluhan. Itu bagaimana? Jawab: kb implant 2 kapsul masa efektifitasnya hanya 3 tahun. tidak saya lepas sampai sekarang (8 tahun).Yang boleh menggunakan implant .

Pernah keguguran 2x dan sejak saat itu berat badannya bertambah. dan satu orang dengan yang lain masa menopausenya berbeda. Apakah benar? Jawab: Keguguran yang dialmi menantu ibu banyak factor penyebabnya. 3. Mungkin dari kondisi rahim yang lemah atau mungkin aktifitas yang berlebih. Walaupun usia ibu masih muda tidak menuntut masa tersebut datang lebih awal. sebelumnya saya berhenti ikut kb suntik sejak 7 tahun yang lalu. Bu Saropah Tanya: Umur saya 36 tahun. kemungkinan ibu sudah mulai masuk masa menopause (pre menopause).2. dll. tetapi rata-rata 29 . keputihan jarang. Kegemukan memang bisa menyebabkan sulit orang punya anak karena pengaruh hormone esterogen yang tinggi sehingga mempengaruhi pada proses pematangan telur dan kondisi dinding rahim. tetapi hal tersebut bukan faktor utama positif penyebab saja. Tidak mens sejak 2 tahun yang lalu. kenapa mungkin sampai Allah sekarang belum menantu ibu belum punya anak. sekarang anaknya menjadi gemuk. Kira-kira saya kenapa? Jawab: Jika ibu sudah tidak mens sama sekali selama 2 tahun ini dan hasil pemeriksaan normal. menantu ibu bisa periksa ke dokter spesialis kandungan. Untuk penyebab pastinya. Kita berfikir mempercayakan amanahnya kepada menantu ibu. Saya pernah mendengar orang gemuk itu sulit punya anak. Bu Dwi Rahayu Tanya: Saya punya menantu yang sekarang berumur 24 tahun. Saya sudah periksa ke dokter spesialis katanya tidak apa-apa.

sekitar usia 50 keatas. 30 .45 4. 7. Penutup dan do'a oleh bu. 4.30 Door prize 1. Kebutuhan gizi pada masa balita terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan tulang. 20. 6. darah.maka kita harus memperhatikan kebutuhan gizi pada balita. 8. 2. gigi . 3.Sehingga diperlukan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan perhari. 9. Ratun Ada berapa jenis implant dan sebutkan: Apa efek samping kb susuk (impalant)? Apa keuntungan kb implant? Apa efek samping kb IUD (spiral)? Siapa saja yang boleh pakai IUD? Siapa yang tidak boleh pakai IUD? Kapan IUD boleh dipasang? Apa yang mungkin terjadi jika implant tidak dilepas? Sebutkan macam-macam kb? Sebutkan jenis kb suntuk dan implant? Tanggal Judul Tujuan Alokasi Metode Tim Alat Bantu Materi : 14 Juni 2007 : Kebutuhan gizi pada balita : Meningkatkan pengetahuan ibu gizi pada balita : 60 menit : ceramah dan Tanya jawab : 12 orang : Leaflet : gizi Kebutuhan gizi pada balita Balita merupakan kelompokmu yang rentan terhadap kesehatan dan gizi. 20. otak. otot. 5.

2. 3. Memberikan zat gizi yang cukup bagi kebutuhan hidup. Mendidik kebiasaan yang baik. Air Air sangat penting diberikan pada masa bayi dan balita. bahasa intelektual. Untuk perkembangan motorik. Menambah pengetahuan ibu tentang zat-zat gizi apa saja yang diperlukan oleh balita. Karbohidrat 5. Lemak 4. Vitamin Kebutuhan zat gizi per hari a) Umur 1-3 tahun Jenis Beras Daging Telur Tempe Kacang hijau Buah Sayur Gula pasir Minyak Susu bubuk 100 50 50 25 10 200 200 25 10 20 Berat URT* 11/2 gelas nasi 1 potong sedang I butir 1 potong sedang 1 sendok makan 2 buah 2 gelas 2 1/2 sendok makan 1 sendok makan 4 sendok makan 31 . dan social sesuai pada umumnya. 4. Kalori Berfungsi untuk aktivitas fisik untuk pertumbuhan pada fase pertumbuhan pada fase pertumbuhan 3. 2. agar perkembangannya baik. Prinsip kebutuhan gizi pada balita: 1. Protein 6. emosional.Tujuan pemberian gizi pada balita: 1.

32 .*URT:Ukuran Rumah Tangga Nilai Gizi Energi Protein Lemak Karbohidrat 1250 kkal 23 gr 34 gr 212 1/2gr Pada umur 1-3 tahun anak lebih bersifat konsumen pasif. karena anak telah dapat memilih makanan yang disukai.Makanan anak tergantung pada apa yang disediakan orang tua. b) Umur 4-5 tahun Jenis Beras Daging Telur Tempe Kacang hijau Buah Sayur Gula pasir Minyak Susu bubuk Berat 150 50 50 50 10 200 200 25 10 20 URT* 1 2/3 gelas nasi 1 potong sedang 1 butir 3817 potong sedang 1 sendok makan 2 buah 2 gelas 2 1/2 sendok makan 1 sendok makan 4 sendok makan Nilai Gizi Energi Protein Lemak Karbohidrat 1750 kkal 32 gr 49 gr 293 gr Pada umur 4-5 tahun anak telah bersifat konsumen aktif .

40 4. Kebutuhan zat gizi per hari 5. Pelaksanaan imunisasi Alat bantu Materi/ pertanyaan 33 . Nilai Gizi 10. penyuluhan Leaflet Kebutuhan gizi pada balita: 1.00 Kegiatan 1. Pengertian balita 2. Tujuan pemberian gizi pada balita 3. Apakah manfaat asi bagi balita? 10. Prinsip kebutuhan gizi pada balita 4. Apakah ASI ekslusif itu? 3. Door prize 1.Susunan kegiatan MMD Jam 09.20 3.00 2. Apakah kolostrum itu? 2. penimbangan dan pemberian makanan tambahan 10.

BAB 5 EVALUASI PELAKSANAAN MMD 5.2 Pengetahuan ibu tentang gizi balita meningkat 5.1 Pengetahuan ibu tentang kb IUD dan implant meningkat 5.3 Peran serta masyarakat dalam posyandu meningkat 34 .

bagi ayah serta keluarga dan masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. namun demikian bukan berarti tidak terdapat masalah yang menyangkut bidang kesehatan walaupun dalam jumlah yang kecil. diadakan penyuluhan. Sebagai evaluasinya. Didusun Menunggal respon masyrakat terhadap kesehatan sudah cukup baik. Untuk evaluasi 35 . Sebagai pemecahan masalah tersebut. Dari 300 KK yang diambil. Dari 9 orang yang tidak melepas kapsul implant dan 3 orang yang tidak melepas KB IUD belum mengalami keluhan 3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu. pelaksanaan MMD dan posyandu. 23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. terdapat permasalahan yang diangkat sebagai prioritas antara lain: - 11 orang memiliki pengetahuan yang kurang tentang KB implant dan IUD 9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut untuk melepas kapsul implant. ibu-ibu yg mengikuti penyuluhan diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitn dengan m ateri penyuluhan dan terbukti sebagian besar ibu-ibu mampu menjawab pertanyaan. 3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut untuk melepas IUD.penyuluhan - - - - yang berkaitan dengan masalah tersebut melalui kegiatan PKK.BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan KB adalah usaha mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya.

Berusaha membimbing semua kelompok dan memberi pengarahan yang lebih jelas kepada mahasiswa terutama sebelum terjun kelapangan sehingga mahasiswa tidak kesulitan dalam mengaplikasikannya.lebih lanjut. 6. Bidan meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain. 36 . klien dan keluarga dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan yang utama berkaitan dengan masalah ibu dan anak. Bagi pendidikan Supaya lebih memperhatikan mahasiswa ditempat praktek.2 Saran Bagi petugas Meningkatkan peranan bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pengajar kebidanan lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Bagi masyarakat Untuk keberhasilan dalam mengatasi permasalahan yang ada diperlukan kerjasama yang baik dari masyarakat. kami meminta bantuan kepada kader-kader dalam memantau perubahan yang terjadi di masyarakat sehubungan dengan permasalahan tersebut. Bagi Puskesmas Pembantu Mempertahankan pelayanan yang sudah dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi klien.

Data Polindes Latansa bulan Januari.DAFTAR PUSTAKA . Kedamean tahun 2006 .Pendataan kunjungan rumah masyarakat dusun Menunggal 37 .Info Masyarakat desa Menunggal .Data PWS KIA Puskesmas Kedamean tahun 2006 dan 2007 (Januari-Mei) .Data Balai Desa Menunggal tahun 2006 .Mei tahun 2007 .Data KB dari kec.

R. 8. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Asuhan Kebidanan ini tak lepas dari bimbingan dan petunjuk serta bantuan dari berbagai pihak. selaku Pembimbing Praktek 6. Kec.DTM selaku Ketua STIKES ABI Surabaya. Dr. Gresik. Kedamean. Keb. Siti Rochana. Subakti selaku Sekertaris Desa Menunggal. Lia Hartanti. AMK selaku Kepala Puskesmas Pembantu Desa Menunggal 4. 5. Ruswandik selaku Kepala Desa Menunggal. iii 38 . desa Menunggal. oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. SST selaku Ketua Jurusan Prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya dan Pembimbing Pendidikan. Soedibyo HP.dr. Prof. H. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini. 9. Amd.KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. taufik serta hidayahNya. sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan Komunitas tentang Pengetahuan KB implant dan IUD di dusun Menunggal. Surabaya. Semua kader Desa menunggal. Kab. 2. Nurudin. H. 7. Jhon Sudiro Hendrata selaku Kepala Puskesmas Kedamean 3. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca. Drg. Semua rekan mahasiswa DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya yang turut membantu dalam penyelesaian asuhan kebidanan komunitas ini Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna.

................. . 1........2......3 Data Sosial Ekonomi ....7 Catatan Cakupan KIA.........................................2......... ................ DAFTAR ISI ...... ................. 1....................... ............5 Data Sosial Budaya.2....... 2...... . ..... 1.......1 Latar Belakang .................. ...... . ........... .................. ............................. ..............2 Rumusan Masalah . 2....4 Data Pencaharian..... ............2 Data Geografis dan Demografis ..............................4 Pelaksanaan ..2 Tujuan Khusus ............................. 2... 2...1...2 Data Pendidikan ......2 Hasil Pendataan Dusun ...................... 2...1........ ................6 Data Tenaga Kesehatan.... 2................................................................ .....................1......2.... ........................................................... BAB 2 GAMBARAN UMUM DESA MENUNGGAL ..........1 Tujuan Umum . 2........................ 2..................................................................................... 2............... 2..... ....................................... BAB 1 PENDAHULUAN ............................. ..........2... . .............................. ............................ 2..........................3 Data Pendidikan............... .................................................................. ................2.............................1 Data Kependudukan ....... .... 2............................. ........................................................ alat kontrasepsi.. KATA PENGANTAR .............. ........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............... pelayanan KB pada PLKB..............4 Data Khusus.................................... 2.......................... ....................... ......... .............5 Sistematika Penulisan .................................. ...... ...........1 Keadaan Umum .......8 Catatan PUS........ 1................ ...1....... ...........1 Keadaan Umum Wilayah ...........................................5 Data KB ............1......................... 1. ......................................................................... 2........... ...... ..........1.................. ........... 2.......3 Tujuan ............. LEMBAR PENGESAHAN ............. .................................1....... 1......2............1... iv 39 9 10 10 10 11 11 11 i ii iii iv 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 6 6 7 7 7 ..................................................... ................ 1........................... ....... ........

........1 Faktor Penghambat.................1 Kesimpulan...... ....... penyebab...1.............. 2........................................................ Prioritas....... 3... . .................2........ 2........ dan prioritas............ 6............. 3........ 17 3....... ................................... 2...5 Faktor Penghambat dan Penunjang ......................... ..............1................ ........ ................... .............3 Perencanaan.............5............ 3.....................................1 Penyajian Hasil Kegiatan ............... KESIMPULAN DAN SARAN...............2......3 Rumusan Hasil MMD ..... . 3............................3......... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 24 34 35 35 36 17 20 20 20 22 22 23 23 23 v 40 ...................... 2......... ..................... 3..2........... 2.....5........ .................................2 Saran........3 Penyebab............................ 12 12 13 13 14 13 14 14 15 17 DESA 3.................. .................. ....... ............... ......2.. . ........3......... permasalahan...................3 Permasalahan..... 2............2 Prioritas Masalah ...... ........................6 Tenaga Kesehatandi dusun Menunggal ........ .... . BAB 4 BAB 5 BAB 6 PELAKSANAAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)..............1.............................7 Data Cakupan 9 SKA ....2 Permasalahan ............ dan Rencana Pemecahan Masalah«..................9 Sarana air bersih dan pembuangan limbah...............4 Perencanaan bersama Masyarakat .............. ...2.............................3...........................1 Penyajian hasil kegiatan... ................................ 2........2 Faktor Penunjang ................. ......................8 Sarana Kesehatan ...2............................................. ... 2....................1 Permasalahan.............................................. ..... 3..........2 Pembahasan bersama masyarakat dalam MMD .............. ............................. 3......................... ................. ................................ .... ..................... BAB 3 PELAKSANAAN (MMD) MUSYAWARAH MASYARAKAT .... 3....... EVALUASI PELAKSANAAN MMD .... .. 6..................... ............10 Sumber hasil pendataan dusun.......................... ... ...........................

ASUHAN KEBI ANAN KOMUNITAS PENGETAHUAN KB IMPLANT DAN IUD DI DUSUN MENUNGGAL. KEC KEDAMEAN. DESA MENUNGGAL. KAB GRESIK Disusun ol Ari seti ri i 430155 : PRODI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ARTHA BODHI ISWARA SURABAYA 200 41 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful