Anda di halaman 1dari 47

 Home

 About
 Download
o Software Teknik Sipil
o Software Komputer
 Find Us
o Facebook
o Twitter
o Google +

Proyek Sipil
Catatan Pelaksana Proyek Sipil

Home � Beton � Bahan dan Material yang dipakai untuk Campuran Beton

Bahan dan Material yang dipakai untuk


Campuran Beton
Proyek Sipil | 04.12 |
 0  0 Google +0

Hak Cipta: Maaf... Artikel ini dibuat khusus untuk Pembaca Blog ini. Jika anda ingin
memposting ulang pada Blog atau Website anda, silahkan ditulis ulang dengan Narasi dan
Bahasa anda sendiri. Terima Kasih...
Advertisement
        Beton adalah campuran antara Semen, Agregat Kasar (Kerikil atau Split), Agregat Halus
(Pasir), dan Air (4 komponen dasar dari beton). Bisa juga ditambahkan dengan Additive sebagai
komponen ke 5, yaitu bahan tambah berupa cairan Kimia yang memiliki fungsi yang bermacam-
macam, seperti mempercepat pengerasan beton, memperlambat, dan lainnya.

        Keempat komponen dasar ini dicampur sedemikian rupa dengan perbandingan yang
bermacam-macam, disesuaikan dengan target mutu Kekuatan Beton yang kita inginkan. Mutu
atau kekuatan Beton ini maksudnya adalah kekuatan Beton dalam menerima Gaya Tekan sampai
beton tersebut mengalami Pecah (crash). Pengukuran mutu beton ini dapat diketahui dengan
beberapa macam Alat, seperti Mesin Penetration Test (di Laboratorium) atau dengan alat
sederhana Hammer Test. .

        Komposisi Bahan Baku yang berbeda-beda akan mempengaruhi sifat beton yang dihasilkan
nantinya. Contoh gampangnya saja, akan lebih kuat mutu beton dengan Jumlah Semen yang
lebih banyak. Namun komposisi Pasir dan Kerikil juga cukup menentukan dalam menghasilkan
sebuah Beton dengan mutu yang baik. Termasuk juga kadar lumpur/tanah yang ada pada Agregat
juga mempengaruhi mutu beton, semakin banyak kadar lumpur/tanah akan semakin jelek mutu
beton tersebut.

Penjelasan singkat:
1.  Semen (cement = c):  Jika kadar semen dinaikkan, maka kekuatan dan durabilitas beton juga
akan meningkat. Semen (bersama dengan air) akan membentuk pasta yang akan mengikat
agregat mulai dari yang paling besar (kasar) sampai yang paling halus. Semen berfungsi sebagai
bahan "pengikat".

2.  Air (water = w): Penambahan air justru akan mengurangi kekuatan beton. Air cukup
digunakan untuk melarutkan semen secukupnya. Air disini berfungsi sebagai "Pereaksi", yaitu
menciptakan reaksi bagi Semen agar bisa menjadi pasta dan mengikat Agregat yang ada.

3.  Agregat Halus (Pasir):  Jika Agregat Halus terlalu banyak maka mutu beton yang dihasilkan
juga cenderung lebih kecil. Pasir ini berfungsi sebagai bahan "Pengisi".

4.  Agregat Kasar (Kerikil atau Split/Batu Pecah):  Jika agregat kasar terlalu banyak, maka
kondisi Beton bisa saja menjadi berongga, karena Pasir tidak cukup volumenya untuk mengisi
rongga dicelah masing-masing Kerikil atau Split tersebut. Kondisi ini jelas-jelas membuat mutu
beton menjadi jelek.

Jadi, dapat disimpulkan komposisi campuran Beton memegang peranan penting untuk dapat
menghasilkan mutu beton yang baik, maka sebaiknya komposisi ini harus dibuat dengat ukuran
yang tepat.

Sebagai penutup, kami akan berikan tabel komposisi berat semen, pasir, dan kerikil, serta
volume air yang dibutuhkan untuk membuat 1 m3 beton dengan mutu tertentu.

Mutu Beton            Semen (kg)     Pasir (kg)     Kerikil (kg)     Air (liter)     w/c ratio
7.4 MPa (K 100)       247                  869                 999                 215            0.87
9.8 MPa (K 125)       276                  828                1012                215            0.78
12.2 MPa (K 150)     299                  799                1017                215            0.72
14.5 MPa (K 175)     326                  760                1029                215            0.66
16.9 MPa (K 200)     352                  731                1031                215            0.61
19.3 MPa (K 225)     371                  698                1047                215            0.58
21.7 MPa (K 250)     384                  692                1039                215            0.56
24.0 MPa (K 275)     406                  684                1026                215            0.53
26.4 MPa (K 300)     413                  681                1021                215            0.52
28.8 MPa (K 325)     439                  670                1006                215            0.49
31.2 MPa (K 350)     448                  667                1000                215            0.48

Referensi Tabel:  SNI DT – 91- 0008 – 2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton, oleh Dept
Pekerjaan Umum.

Advertisement

Komentar :
Category: Beton

Artikel Lain : Beton

 80 Daftar Istilah dan Defenisi dalam Pekerjaan Beton dan Konstruksi


 Cara dan Teknis Kerja Pengecoran yang Baik dan Benar
 Cara dan Teknis Kerja Pemadatan Adukan Beton yang Baik dan Benar
 Cara dan Teknis Kerja Merawat Beton setelah selesai Pengecoran
 Penyebab Bocor yang terjadi pada Kamar Mandi Rumah Lantai 2
Posting Lebih Baru Posting Lama

Facebook
Artikel Populer

Daftar Berat Jenis Material Bangunan

Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rumah atau Gedung

Perbandingan Campuran Semen, Pasir, Kerikil, dan Air dalam Disain Mutu Beton

Tips dan Cara Menghitung Kebutuhan Jumlah Keramik Lantai Rumah

Cara Mudah dan Cepat dalam Menghitung Luas Atap Rumah


Cara Menghitung Volume Beton Kolom, Balok, dan Plat Lantai Rumah

Cara dan Teknis Kerja Memasang Besi Tulangan Pelat Lantai Beton pada Rumah Lantai
2

Teknis Kerja Pemasangan Baja Ringan Atap Rumah

Cara Menghitung Volume Beton pada Pekerjaan Saluran Air dan Selokan

Kategori
Admin Alat Berat Asuransi Atap Rumah Bahan Bangunan Baja Ringan Bekisting Besi Beton
(Tulangan) Beton Beton Bertulang Curah Hujan Dinding dan Plesteran Disain Interior 3D Disain
Perencanaan Download Software Drawing Elektrikal Jenis Pondasi Kamar Mandi Keramik
Kereta Api Kusen - Pintu - Jendela Mekanika Tanah News Pekerjaan Persiapan Proyek
Pengairan Pengecatan Peralatan Kerja Proyek Perhitungan Plumbing (Pemipaan) Pondasi PVC
Produk Rekayasa Hidrology Rencana Anggaran Biaya (RAB) SNI (Standard Nasional
Indonesia) Software Teknik Sipil Software Wajib Komputer Teknis Kerja Tips Memilih Material
Tips Merawat Rumah Water Heater

Twitter
Diberdayakan oleh Blogger.
Artikel Terbaru
Cara dan Teknis Kerja Memasang Besi Tulangan Pelat Lantai Beton pada Rumah Lantai 2
Cara Pemasangan Pipa untuk Pasang Closet Duduk pada Kamar Mandi
Mengapa Rumah Kosong tanpa Penghuni lebih Mudah Rusak..?
Cara dan Teknik Kerja Mengecat Ulang Dinding Rumah Lama yang Berlumut dan Berjamur
(Mengalami Kerusakan sangat Berat)
Cara dan Teknik Kerja Mengecat Ulang Dinding Rumah Lama yang Terkelupas (Mengalami
Kerusakan Berat)

Kalkulator Angsuran Rumah


 Disain Perencanaan

 Download Software

 Info Baja Ringan

 News - Berita Terbaru

 Standarisasi SNI

Proyek Sipil © 2012 | Design by Proyek Sipil


ShareThis Copy and Paste
http://proyeksipil.blogspot.co.id/2012/11/bahan-dan-material-yang-dipakai-untuk.html

JualBatuSplit
Kami Urus Pengiriman Sampai Di Tempat Anda

 Galeri Proyek
 Kontak Kami
 Produk Kami
 Tentang Perusahaan Kami

Cari:

Sifat & Campuran Bahan Beton


Beton adalah suatu material yang menyerupai batu yang diperoleh dengan membuat suatu
campuran yaitu semen, pasir, kerikil dan air untuk membuat campuran tersebut menjadi keras
dalam cetakan sesuai dengan bentuk dan dimensi struktur yang diinginkan. Kumpulan material
tersebut terdiri dari agregat yang halus dan kasar. Semen dan air berinteraksi secara kimiawi
untuk mengikat partikel-partikel agregat tersebut menjadi suatu massa padat.(George Winter,
1993).

Pada umumnya beton terdiri dari ± 15 % semen, ± 8 % air, ± 3 % udara, selebihnya pasir dan
kerikil. Campuran tersebut setelah mengeras mempunyai sifat yang berbeda-beda, tergantung
pada cara pembuatannya. Perbandingan campuran, cara pencampuran, cara mengangkut, cara
mencetak, cara memadatkan, dan sebagainya akan mempengaruhi sifat-sifat beton.(Wuryati
Samekto, 2001).

Sifat beton meliputi: mudah diaduk, disalurkan, dicor, didapatkan dan diselesaikan, tanpa
menimbulkan pemisahan bahan susunan pada adukan dan mutu beton yang disyaratkan oleh
konstruksi tetap dipenuhi.(Daryanto, 1994).

Material beton mempunyai beberapa keunggulan teknis jika dibanding dengan material
konstruksi lainnya. Bahan baku pembuatan beton, seperti semen, pasir dan koral atau batu pecah,
sangat mudah diperoleh. Keunggulan lain yang dimiliki beton dibandingkan dengan material
lainnya adalah mempunyai kuat tekan dan stabilitas volume yang baik dan biaya perawatannya
relatif lebih murah. Selain itu, material beton lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan, tidak
mudah terbakar, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi, sehingga banyak digunakan

Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam
keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk
membentuk seni arsitektur atau semata-mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan
memberikan hasil akhir yang bagus jika pengolahan akhir dilakukan dengan cara khusus
umpamanya diekspose agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi
diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya).

Faktor – faktor yang membuat beton banyak digunakan karena memiliki keunggulan –
keunggulannya antara lain :

1. Kemudahan pengolahannya.

2. Material yang mudah didapat.

3. Kekuatan tekan tinggi.

4. Daya tahan yang tinggi terhadap api dan cuaca merupakan bukti dari kelebihannya.

Nilai kuat tekan beton relatif tinggi dibanding kuat tariknya, dan beton merupakan bahan bersifat
getas. Nilai kuat tariknya hanya berkisar 9% – 15% saja dari kuat tekannya.
Pada penggunaan sebagai komponen struktur bangunan, umumnya beton diperkuat dengan
batang tulangan baja sebagai bahan yang dapat bekerja sama dan mampu membantu
kelemahannya, terutama pada bagian yang menahan tarik. Dengan demikian tersusun pembagian
tugas, dimana tulangan baja bertugas memperkuat dan menahan gaya tarik, sedangkan beton
hanya diperhitungkan menahan gaya tekan.

sumber : http://studistruktur.blogspot.com/2008/12/sifat-bahan-beton.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30255/4/Chapter%20II.pdf

Tentang iklan-iklan ini

Share this:

 Twitter
 Facebook

Terkait

Konstruksi Beton Dengan Aditifdalam "Teknik Sipil"

Klasifikasi Agregatdalam "abu batu"

Definisi Sirtu Pasir Batu Graveldalam "agregat"

Posted in Uncategorized and tagged agregat halus, agregat kasar, Bahan Beton, Batu pecah, batu split,
kerikil, pasir, semen on September 13, 2012. Meninggalkan komentar

Navigasi pos
← Batu Split Untuk Cor Beton Bertulang

Bahan Pembuatan Beton Readymix →

Berikan Balasan
MIning – Plant – Barge Loading

Pos-pos Terakhir

 Jenis Retak Jalan Bag.3


 Jenis Retak Jalan Bag.2
 Jenis Retak Jalan bag.1
 Macam-macam Kerusakan Jalan
 Perkerasan Jalan Aspal Di Indonesia

Arsip

 November 2015
 Oktober 2015
 September 2015
 Agustus 2015
 Juli 2015
 Juni 2015
 Mei 2015
 April 2015
 Februari 2015
 Januari 2015
 Desember 2014
 November 2014
 Oktober 2014
 September 2014
 Agustus 2014
 Juni 2014
 Mei 2014
 Maret 2014
 Januari 2014
 Agustus 2013
 Juni 2013
 Mei 2013
 April 2013
 Februari 2013
 Januari 2013
 Desember 2012
 November 2012
 Oktober 2012
 September 2012
 Juli 2012
 Mei 2012
 April 2012
 Februari 2012

Kategori

 Berita Terbaru
 Hukum Perdagangan
 Kerja & Wisata
 Produk
 Teknik Sipil
 Tips Bangunan
 Uncategorized

Meta

 Mendaftar
 Masuk log
 RSS Entri
 RSS Komentar
 WordPress.com

Blog di WordPress.com. Tema Suits.


Ikuti

Ikuti “JualBatuSplit”

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.653 pengikut lainnya

Buat situs dengan WordPress.com

https://jualbatusplit.wordpress.com/2012/09/13/sifat-bahan-beton/

sekadar corat coret


Menu utama
Skip to content

 Beranda
 About Me
 Biztalk 2010 & ESB 2.1 Series
 SQL Series

Teknik Pembuatan Beton (1)


Posted on Juli 23, 2007 by mualim

sering temen nanya ke saya, “mas jurusan teknik kelautan ya?mempelajari ikan ikan ya?”. mak
jleb..jleb… sekadar ngasih info saja, di teknik kelautan ITB (institut tekanan bathin) disini kita di
tempa untuk mempelajari struktur bangunan laut. salah satunya adalah mempelajari teknik
pembuatan beton. mata kuliah ini saya dapatkan waktu tingkat dua (klo gak salah), ada dua mata
kuliah yang mempelajari beton secara khusus.

1. mata kuliah teknologi bahan

disini mempelajari cara membuat beton dan bagaimana cara mengujinya. walaupun di
kelompokku betonnya keren karena apa yang dibuat sesuai dengan kekuatan yang kita inginkan,
tapi kok aku dapat C yak…

2. mata kuliah struktur beton

disini kita mempelajari cara mendesain beton, dari struktur rangkanya sampai menghitung
kekuatan beton. dan alhamdulillah dapat B !!! duh senangnya… ^_^
oke, aku mulai saja tentang perkenalan beton, yang anak IT pasti bosen heuheuheu….

Beton adalah material utama yang digunakan dalam pembuatan bangunan. Beton terdiri dari
pasta, agregat dan admixture. Dalam membuat suatu beton dengan mutu tertentu perlu ditentukan
jumlah pasta dan agregat yang sesuai. Pasta adalah campuran semen dan air yang digunakan
untuk merekatkan agregat-agregat dalam beton. Jumlah pasta pada pembuatan beton sekitar 30-
40% dari volume dan berat total beton. Sedangkan jumlah agregat sebesar 60-70%.

Dalam suatu proses pembuatan beton, yang perlu diperhatikan ada kekuatan, keekonomisan, dan
durabilitas bahan dari beton tersebut. Durabilitas adalah daya tahan suatu bahan terhadap beban
yang akan diterimanya. Pembuatan beton melalui proses perhitungan kadar air,jumlah semen dan
jumlah agregat yang diperlukan. Setelah proses perhitungan, akan dilakukan proses pembuatan
beton dengan bahan-bahan yang telah dihitung. Setelah beton terbentuk, dilakukanlah proses
perawatan selama 28 hari. Pada hari ke 28, kualitas beton hanya memenuhi 70% dari kondisi
normalnya. Pada proses perawatan beton diusahakan agar temperatur ruang perawatan jangan
terlalu dingin, juga beton diusahakan jangan terlalu
kering karena akan menyebabkan getas.

 semen dan air

Semen merupakan bubuk kering yang berupa partikel-pertikel halus. Dalam pembuatan beton,
semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Semen memiliki beberapa tipe yaitu tipe I, II,
III, IV dan V. Tipe-tipe semen tersebut diurutkan berdasarkan kekuatan awalnya dalam
merekatkan suatu bangunan yang dibentuk. Semen yang digunakan dalam pembutan beton
adalah semen hidrolik. Semen hidrolik adalah jenis semen yang bereaksi dengan air dan
membentuk suatu batuan massa. Semen hidrolik juga terdiri dari beberapa jenis, seperti semen
semen portland, semen portland abu terbang, semen portland putih, dll. Semen portland terbuat
dari campuran kalsium, silika, alumunium dan oksida besi. Pada penggunaannya di lapangan,
bahan-bahan semen portland dibuat atau ditambahkan dari zat kimia lain. Contohnya, semen
portland abu terbang yang merupakan hasil poemanfaatan kembali dari produksi pembakaran
gas.

Air juga sangat dibutuhkan dalam pembuatan beton, karena air dapat mempercepat proses
kimiawi pada beton.Sehingga dapat memudahakn pengerjaan. Pada reaksi kimia beton, hanya
1/3 bagian air yang diperlukan untuk reaksi. Air bermanfaat dalam mencegah penyusutan plastis.
Tapi dapat merendahkan permeabilitas dan kekuatan beton.

Dalam pembuatan beton, semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Fungsi dari pasta ini
adalah untuk merekatkan agregat sehingga tidak mudah goyah. Selain itu, semen juga berfungsi
dalam mengeraskan dan membentuk beton agar padat. Proporsi dari kedua campuran semen dan
air menentukan sifat-sifat dari beton yang dibentuk.

 agregat

Agregat merupakan pengisi beton yang digunakan untuk membuat volume stabil. Selain itu, sifat
mekanik dan fisik dari agregat sangat berpengaruh tehadap sifat-sifat beton yang dihasilkan,
seperti kuat tekan, kekuatan, durabilitas, berat, dll. Kegunaan agregat pada beton adalah:
• Menghasilkan beton yang murah
• Menimbulkan volume beton yang stabil
• Mencegah abrasi jika beton digunakan pada bangunan laut

Agregat alami dapat diperoleh dari proses pelapukan dan abrasi serta pemecahan pada batuan
induk yang lebih besar. Agregat yang baik untuk digunakan adalah agregat yang menyerupai
bentuk kubus atau bundar, bersih, keras, kuat, bergradasi baik dan stabil secara kimiawi.

 admixture dan additif

Admixture atau zat tambahan lainnya adalah bahan yang tidak harus dipakai dalam pembuatan
beton,karena dipakai hanya jika ingin mendapatkan suatu jenis beton yang membutuhkan
bahan,selain semen dan agregat. Contoh-contoh zat admixture :

• super-plasticizer : digunakan untuk mengurangi jumlah campuran air


• pembentuk gelembung udara : meninggikan sifat kedap air
• retarder : memperlambat pengerasan, memperpanjang waktu
pengerjaan
• bahan warna : memberi bahan warna

Persiapan dalam Perencanaan Campuran Beton

 Perbandingan air dengan semen (rasio W/C). faktor air semen berdasarkan perbandingan
berat.tabel di bawah ini menjelaskan nilai rasio W/C maksimum yang diizinkan untuk berbagai
jenis struktur dan sifat lingkungan

 Slump sebagai ukuran kekenyalan adukan beton. Slump merupakan perbedaan tinggi dari
adukan dalam suatu cetakan berbentuk kerucut terpancung terhadap tinggi adukan setelah
cetakan diambil. Batasan slump bagi jenis elemen struktur dinyatakan dalam tabel di bawah ini.
Nilai pada tabel berlaku untuk pemadatan dengan alat pengetar. Untuk cara pemadatan yang
lain, nilai-nilai slump dapat dinaikan 25mm lebih besar.

 Ukuran maksimum agregat kasar yang digunakan sesuai dengan ketentuan dengan ketentuan
dalam kemudahan pelaksanaan pengecoran dan syarat monolit beton. Dalam tabel di bawah ini
dijelaskan ukuran maksimum agregat maksimum yang boleh digunakan untuk pengecoran
elemen struktur

 Bagi perencanaan adukan, berat air rencana dan prosentase adanya udara yang terperangkap,
ditetapkan berdasarkan pada besarnya slump rencana dan ukuran maksimum agregat kasar
yang digunakan. Tabel di bawah ini menjelaskan penentuan jumlah berat air perlu bagi setiap
m3 beton berdasarkan nilai slump rencana.

 Mendapatkan volume rencana agregat kasar setiap m3 beton, digunakan nilai-nilai yang
tercantum pada tabel di bawah ini. Menetapkan terlebih dahulu ukuran agregat kasar dan nilai
modulus kehalusan agregat halus, maka dari tabel tersebut didapat prosentase volume agregat
kasar/satuan volume beton. Prosentase volume berdasarkan kondisi agregat kering muka. Nilai
dalam tabel mendapatkan nilai prosentase volume dengan tingkat kekenyalan umum. Untuk
pekerjaan beton kurang kenyal, seperti bagi pekerjaan jalan, harga dalam tabel dapat dinaikan
sebanyak 10%.

segitu dulu yah.. nanti saya kan lanjutkan tentang prosedur perencanaan adukan beton di teknik
pembuatan beton (2).

wassalamu’alaikum

Tentang iklan-iklan ini

Share this:

 Facebook

Terkait

pungutan liar angkot dagodalam "cemacem"

web server di freebsd make portsdalam "networking"

Install Biztalk 2010dalam "Biztalk"


Pos ini dipublikasikan di OceanEngineer. Tandai permalink.

Navigasi pos
← Harapan, Iman, Cinta dan Damai

pungutan liar angkot dago →

47 responses to “Teknik Pembuatan Beton (1)”

1. Fajar berkata:

Juli 23, 2007 pukul 6:10 am

teknik mencari wanita cantik nan solehah gak ada ya ?

*kabur*

Balas

2. bajaklaut berkata:

Juli 23, 2007 pukul 6:16 am

walaupun ada tekniknya, kayaknya klo diterapkan di kamu susah. udah jar, kayaknya dah
takdirmu, nikmati aja heuheuheu……..

Balas

3. irvan132 berkata:

Juli 23, 2007 pukul 6:32 am

hu, pamer2 nilai dia. ngeri lah situ ya. wakakaka.

-IT-

Balas
4. Aim berkata:

Agustus 11, 2007 pukul 6:37 am

wah, sangat-sangat membantu. Ditunggu bagian 2 nya, fungsi tulang, dan hitungannya.
Thx

Balas

5. ismawati berkata:

Agustus 27, 2007 pukul 1:20 pm

saya ingin tahu cara membuat semen. bisa bantu saya?

Balas

o sangga berkata:

Februari 28, 2010 pukul 4:24 pm

yang saya tau komposisi utama semen adalah dari KAPUR yang dicampur dengan
bahan2 lain dan dioven dengan suhu 1500 derajat C . sehingga menjadi bubuk ,
lalu ada proses2 lain yang saya lupa

Balas

6. bajaklaut berkata:

Agustus 28, 2007 pukul 8:54 am

kebetulan saya tidak mempelajari tentang pembuatan semen, tapi untuk dasar teori semen
kebetulan ada dan dipelajari, nanti saya coba posting lagi. terima kasih

Balas

7. suweny berkata:
September 5, 2007 pukul 9:08 am

maunya jangan tanggung2 klo mau ngasih penjelasan donk…trus bagi ilmu jangan pelit2
Ok!!!!

Balas

8. vicky wijaya berkata:

September 12, 2007 pukul 6:03 am

halo bang
saaaya kebetulan juga terjerembab dalam jurusan yang sama dengan abang
namun setelah ditelaah dan di kaji
jurusan inilah satu satunya jurusan di Indonesia yang mampu membawa Indonesia ke
level berikutnya

vicky,teknik kelautan its

Balas

9. bajaklaut berkata:

September 12, 2007 pukul 7:34 am

blog ini migrasi ke http://blog.ahmad-oki.com

Balas

10. vino berkata:

September 17, 2007 pukul 12:31 pm

bang…bang…
gw Lg nyari bahan buat tugas beton nih…
gw di suruh nyari cara menguji mutu beton…
gmn bang…?????
mana di mari ga ada lagi…
bantuin gw donk,jgn pelit2 sm iLmu…hehe..

Balas
11. ratih berkata:

Oktober 28, 2007 pukul 7:36 am

susah gak sich bikin yang begituan?? Coz ni baru masuk kuliah jur itu..

Balas

12. ovan berkata:

Desember 7, 2007 pukul 9:25 am

minta referensi pengecoran bawah air dong….suramadu ato yg lain…


thanks b4

Balas

13. aDjEng berkata:

Januari 21, 2008 pukul 2:50 am

lumayan ngebantu tulisannya Mas, ditunggu kelanjutannya ya.


thx alot

Balas

14. rusdi aji berkata:

Februari 4, 2008 pukul 5:43 am

bang …saya ingin tanya, saya mau bikin dak dari cor-coran kasih tau dong untuk jarak
besi satu kebesi satunya dan ukuran besinya juga terus untuk tiang berapa jumlahnya ?
ukuran yang akan saya buat 7mx5m, terima kasih atas perhatiannya.

Balas

15. syifa berkata:


Maret 16, 2008 pukul 9:23 am

saya kepengen tahu bangat ne bahan-bahan pembuatan semen.coz da tugas dari dosen

Balas

16. felix suteja berkata:

April 24, 2008 pukul 3:05 pm

hi, saya maw nanya donk kalo bahan kimia nya pencampur beton apa yach? tolongin
donk yang tau kirim email ke saya. thx yach.

Balas

17. christian berkata:

Mei 6, 2008 pukul 2:24 pm

pgn tau komposisi u k-300 k-175 k-225 trus itungannya gmn seh ada yg bs membantu u
komposisi nya??

Balas

18. bajaklaut berkata:

Juli 18, 2008 pukul 3:28 pm

pertanyaannya mudah mudahan dapat di jawab pada artikel yang series dua. tunggu aja..
lama gak posting nih ^_^

Balas

19. nanda berkata:

Juli 28, 2008 pukul 9:18 pm

ki..ki…kalo teknik lulus kompre gimana ki?

hehehe piss ah
*kaburrrrrr*

Balas

20. hariono berkata:

November 13, 2008 pukul 1:39 pm

haiiiiiiiii….
salam kenal ya mas….
tulisannya bagus……
btw kok gak ada lampiran sumbernya, emaNG pendapat sendiri ya mas….

Balas

21. yayan berkata:

Januari 27, 2009 pukul 11:49 am

ada yang tau gak bahan kimia pembuatan additive type D beton, lagi pengen bikin
penelitian untuk pembuatan admixture nech. mohon bantuannya ya a_rianto@ymail.com

Balas

22. dhiq berkata:

Februari 25, 2009 pukul 2:27 pm

bos tau bahan”dan takaran beton ringan berisikan gelembung udara gag??klo tw mhon
bantuannya…udh cari kmn”gag ktmu…
krim k email Q aj y..nuwun
thx b4

Balas

23. Fahmi berkata:

Maret 18, 2009 pukul 11:39 am


kok di matkul teknologi bahan di tmpatku malah sering bahas besi daripada beton ya…
padhal sama2 teknik kelautanya..

Balas

24. bajaklaut berkata:

Maret 20, 2009 pukul 1:20 am

hariono> ni aku bikin laporan pada waktu aku kuliah dulu mas, sekarang dah lupa
wkwkwk

fahmi > soalnya di teknik kelautan itb itu lebih ke offshore struktur

maaf, belum posting lagi.. dah berbulan bulan gak ngeblog

Balas

25. Fahmi berkata:

Maret 20, 2009 pukul 5:05 pm

ohw,,gtu..

Balas

26. een berkata:

Maret 28, 2009 pukul 10:49 am

tolong dunk gimana menentukan jenis-jenis dari beton yang baik digunakan pada suatu
bangunan

Balas

27. palka adripta berkata:

April 14, 2009 pukul 11:35 am


ocean engineering sendiri ilmunya sangat bagus dan bisa dipecah menjadi coastal
engineering ,offshore engineering dsb.

melihat bnyaknya PSC oilgas eksplorasi dilaut dalam ilmu ini akan booming skali

Balas

28. bidy berkata:

Mei 12, 2009 pukul 1:32 pm

hm….
aq boleh tau gak komposisi (apa saja dan berapa banyak yg di butuhkan) untuk
pembuatan beton dengan mutu k-450..
berdimensi silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15cm….
kalo bs, tolong di jawab ya….
trus, kalo boleh tau, berapa banyak fly ash yg di butuhkan???

Balas

29. sandy berkata:

Juni 1, 2009 pukul 9:03 pm

pusing cari tugas ga dapat2 bantuin donk . …………………………………………

Balas

30. siti namora harahap berkata:

Juni 24, 2009 pukul 3:58 pm

terima kasih telah menampilkan, ini berkaitan dgan tugas kami

Balas

31. siti namora harahap berkata:

Juni 24, 2009 pukul 3:59 pm


thans atas tulisan ini smga lebih lengkap lg

Balas

32. DIK berkata:

Agustus 11, 2009 pukul 7:28 pm

dont forget me

Balas

33. DIK berkata:

Agustus 11, 2009 pukul 7:30 pm

Lagi cari jodoh

Balas

34. YAZID berkata:

Oktober 3, 2009 pukul 4:36 pm

Assalamu’alaikum.Bg, ne Aq Yazid, Mahasiswa Teknik sipil USU Stanbuk 09.Salam


Kenal. Mmm, Yazid da tugas dari dosen mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi
tentang beton.Alhamdulillah, materi yang abang sajikan membantu.Sekiranya ada
kesempatan, tolong jelaskan juga tentang beberapa jenis dan karekteristik agregat yang
berkualitas.Ditunggu ya……

Balas

35. ichal berkata:

Februari 23, 2010 pukul 10:23 am

saya aja mata kuliah struktur beton dpt A biasa2 aja!

Balas
36. boogart berkata:

April 26, 2010 pukul 9:45 pm

cra buat beton yg lbih sdrhana & simpel ad gk???

boogart d lombok.. thanks..

Balas

37. eka bun-bun berkata:

Mei 10, 2010 pukul 10:27 am

Kang piye gawe beton ringan sing gampang & murah ?

Balas

38. lina berkata:

September 30, 2010 pukul 6:49 pm

makasih ilmunya :))))

Balas

39. YP Hadiyono Suprapto berkata:

Februari 11, 2011 pukul 1:34 pm

bagus. di tunggu yg ke 2. bisa ditambah prose pembuatan secara sederhana lengkap


dengan cara pengukuran. tolong juga dibuat standar mutu beton. bila mungkin check-list
kerja pada saat akan cor beton.

thx + salam

Balas
40. ramdani akbar berkata:

April 27, 2011 pukul 11:46 am

bang, nanya dunk. klo beton K 300 itu punya gamma berapa ya??

Balas

41. Nor Erwan Nugroho berkata:

Mei 30, 2011 pukul 2:08 pm

Mas, kalau buat beton mutu K 300, tetapi untuk di daerah pinggir pantai yang agregatnya
pasir dan kerikil kurang bagus gmana? apa perlu pakai zat aditive lagi? apa merek nya
kalau ada? thanks…..

Balas

42. PENGAMAT SENI berkata:

Juni 1, 2011 pukul 7:16 pm

bantu ya.. bahan yg di butuhkan apa saja buat ngecor rmah ukuran 12mX6m….. trima
ksih bang.. sukses slalau

Balas

43. dean berkata:

Oktober 5, 2011 pukul 8:06 pm

bang bgaimana cara nya ngecor betom ddalam air laut bg?

Balas

44. Dedet Rangers 'heyder Ahmed' berkata:


Oktober 9, 2011 pukul 11:34 am

kalo cara bikin beton dalam air gmn caranya yak??

Balas

45. fadly berkata:

November 17, 2011 pukul 1:50 pm

nice shoot !!

Balas

46. lieyae iyndahe koto berkata:

Desember 25, 2011 pukul 12:27 pm

makacie wat ilmu na ea,,,,,

Sukses….!!!!!

Balas

Berikan Balasan
Tulisan Teratas
 Teknik Pembuatan Beton (1)
 Persiapan Proyek
 Reset Password SA di MSSQL

Pos-pos Terakhir
 SQL Agent Backup Database Menggunakan Store  Procedure
 Reset Password SA di MSSQL
 [troubleshooting] Unable to Get binding type  sqlbinding
 Mudik oh Mudik.. Tiket Lebaran Pahala Kencana  2011
 Install Biztalk 2010

Blog Stats
 41,457 hits

Twitter Terbaru
 RT @GregetanDotCom: Baper, Bukan Lemper, Bukan Juga Arem-arem
gregetan.com/2015/08/18/bap… 3 months ago
 RT @uellagostera: Retweet and Follow @uellagostera and @Evan_DD for win this signed shirt!
http://t.co/VRflAyzDPV 3 months ago
 @maminxblog sudah, katanya memang banyak anak anak yg main diparkiran. 7 months ago
 Hati2 yg parkir mobil di cisauk, jumat kemarin mobil saya di baret pake batu dan ada tulisan
'tiara' @JalurSerpong @CommuterLine @krlmania 7 months ago
 RT @penerbitnuansa: Innalillahi wainna ilaihi rajiun, turut berduka atas wafatnya salahsatu
putra terbaik bangsa, alm. Drs. Hiskia Ahmad, a… 1 year ago

Komentar Terakhir
lieyae iyndahe koto di Teknik Pembuatan Beton (1…

fadly di Teknik Pembuatan Beton (1…


Dedet Rangers 'heyde… di Teknik Pembuatan Beton (1…

dean di Teknik Pembuatan Beton (1…

PENGAMAT SENI di Teknik Pembuatan Beton (1…

Kategori
 Biztalk
 cemacem
 networking
 OceanEngineer
 sastra
 SQL
 tips
 troubleshooting
 Uncategorized

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | Tema Rusty Grunge.
Ikuti

Ikuti “sekadar corat coret”

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Buat situs dengan WordPress.com

https://mualim.wordpress.com/2007/07/23/teknik-pembuatan-beton-1/

UNIKE
powered
by

Minggu, 26 Desember 2010


BAHAN BAKU SEMEN/BETON
BAHAN BAKU SEMEN/BETON

Beton pada dasarnya tersusun dari semen, pasir, kerikil, dan air. Ke depan, semakin banyak
bangunan diciptakan, semakin besar pula kebutuhan material untuk membuat beton.

Di satu sisi, harga semen semakin tinggi. Proses fabrikasi semen juga menambah pelepasan karbon
dioksida di udara. Efek rumah kaca semakin menjadi. Sementara pasir dan kerikil bahan alam juga
perlu dihemat. Bahan alternatif perlu dicari. Untuk Indonesia, bahan alternatif harus murah, mudah
diperoleh, dan bisa menggantikan fungsi material penyusun beton. Artinya, material alternatif perlu
memiliki sifat pengikat seperti semen.

Material yang sudah mulai dikenal adalah limbah atau abu sisa pembakaran batu bara (fly ash) yang
dihasilkan dari proses pembangkit listrik tenaga uap atau pembangkit listrik berbahan bakar batu
bara milik perusahaan-perusahaan. Para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
dibimbing para dosennya, memadukan limbah batu bara dengan limbah besi (iron slag) dan limbah
tembaga (copper slag).

Dua tim dari Jurusan Teknik Sipil ITS yang menggunakan bahan-bahan alternatif ini mendapat
penghargaan dalam Semen Tiga Roda Concrete Competition Award. Kompetisi ini diselenggarakan
mulai pertengahan Juli sampai awal Agustus dan diikuti 108 tim dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia.

Tim pemenang pertama terdiri atas tiga mahasiswa semester 7 ITS, yaitu Erlina Yanuarini, Fani
Bagus Satria, dan Aditya Irwanto. Mereka memanfaatkan limbah batu bara dan limbah tembaga
untuk mengurangi penggunaan semen dan pasir.

Adapun tim lainnya yang terdiri atas mahasiswa semester 5 menjadi pemenang harapan pertama.
Tim ini menggunakan bahan limbah batu bara dan limbah besi sebagai bahan alternatif untuk
mengurangi semen, pasir, dan kerikil.

Untuk tim pertama, limbah batu bara yang sangat halus, berukuran 45 mikrometer, menggantikan 15
persen semen. Penggunaan limbah batu bara bisa menyubstitusi 15 persen-25 persen semen.
Sebab, sifat limbah batu bara hampir seperti semen yang mengikat.

Pada jumlah itu, limbah batu bara meningkatkan durabilitas karena ukuran partikelnya sangat kecil.
Pori beton bisa diminimalkan. Karena pori lebih halus, bahan kimia, air, atau udara lebih sulit masuk
ke beton. Karena itu, menurut Kepala Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jurusan Teknik
Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Tavio, beton menjadi lebih awet.

Limbah tembaga, menurut Erlina, porositasnya kecil, sementara kepadatan, kekedapan, dan
kekerasannya baik. Butirannya yang pipih, runcing, dan tajam menguntungkan karena pengikatan
material semakin baik.

Untuk beton buatan Erlina, Bagus, dan Aditya, limbah tembaga menggantikan 30 persen pasir.
Material lainnya adalah batu pecah atau kerikil, Glenium C-351 sebagai bahan kimia pereduksi air,
dan air. Semen dan pasir juga tetap digunakan dalam jumlah sedikit.
Dengan komposisi itu, kuat tekan setelah satu hari berkisar 58,85 MPa dan 59,42 MPa, setelah tiga
hari 65,25 MPa, dan setelah tujuh hari menjadi 72,88 MPa. Dalam uji kuat tekan oleh tim juri, tiga
beton sampel karya tim ini berkuat tekan 75 MPa, 76 MPa, dan 101 MPa.

Biaya pembuatan beton juga bisa ditekan. Beton reguler butuh Rp 755.000 per meter kubik, beton
dari limbah batu bara dan tembaga hanya Rp 675.000 per meter kubik.

Untuk beton berbahan limbah besi, menurut Wahyu Candra, harganya juga lebih murah, berkisar Rp
700.000 per meter kubik. Limbah besi ini malah bisa menjadi pengganti pasir dan kerikil.

Limbah besi berukuran 4,76 milimeter bisa menggantikan pasir sampai 40 persen. limbah besi yang
menggumpal dan lolos ayak ukuran 3/8 inci-1/4 inci bisa menggantikan kerikil sampai 50 persen.
Limbah batu bara juga digunakan sebagai pengganti semen sampai 25 persen. Juga digunakan
bahan kimia superplasticizer sebagai pereduksi air.

Dari komposisi itu, Wahyu Candra, Rifdia Arisandi, dan Rachmat Putra menghasilkan beton dengan
kuat tekan 50 MPa setelah tiga hari dan 70 MPa setelah tujuh hari. Namun, pada pengukuran juri,
hanya berkuat tekan 60 MPa.

Pembuatan beton dengan berbagai alternatif material ini, menurut Kepala Laboran Laboratorium
Beton dan Bahan Bangunan ITS Soehardjo, juga bergantung pada komposisi air. Penggunaan air
harus optimal dan tidak terlalu banyak.

Silika

Bahan alternatif, seperti limbah besi dan limbah tembaga, menurut Tavio, bisa dimanfaatkan
menjadi pembuat beton. Sebab, umumnya limbah pabrik logam mengandung silika yang berdaya
ikat. Kendati di udara bebas limbah besi dan tembaga bisa masuk saluran pernapasan dan
menimbulkan penyakit, pada beton, partikel umumnya berikatan dengan semen dan air. Semestinya
bahan ini tidak berbahaya untuk manusia.

Namun, menurut Tavio, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji permeabilitas atau waktu
yang diperlukan udara, air, atau bahan kimia untuk meresap dalam pori beton berbahan alternatif ini.
Dari uji permeabilitas ini, bisa ditentukan berapa lama usia beton.

Selain itu, perlu pula diteliti keamanan bahan-bahan ini apabila beton melapuk.

Tavio menambahkan, penelitian dengan memadukan penggunaan limbah batu bara, limbah besi,
dan limbah tembaga juga perlu dilakukan. Saat ini pengajar Jurusan Teknik Sipil ITS masih terus
mencari bahan-bahan lain yang bisa menjadi materi alternatif pengganti semen, pasir, dan kerikil.

Diposkan oleh PRIYADI di 20.20

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Label: bangunan
Tidak ada komentar:

Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut
Arsip Blog
 ►  2011 (1)

 ▼  2010 (2)
o ▼  Desember (2)
 BAHAN BAKU SEMEN/BETON
 BAHAN FINISHING CAT

Mengenai Saya
PRIYADI

Lihat profil lengkapku

NEWS & INFO


LINTAS BERITA

Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.

http://priyadi-unike.blogspot.co.id/2010/12/bahan-baku-semenbeton.html

 Home
 Advertise
 Contact
 Support
 About

RumahDanGriya
Sebuah Wahana Berbagi, Mengisi dan Mencari Hal-hal Tentang Rumah Kita
 Home
 TipsDanTrik
 Detail ARS
 Detail STR
 Detail ME
 Peraturan
 Galeri
 GaleriMasjid
 Cad
 Contact

 Home
 TipsDanTrik
 DetailARS(Arsitektur)
 DetailSTR(Struktur)
 DetailME(Mekanik, Elektrikal)
 Peraturan
 Galeri
 Galeri Masjid
 CAD

Senin, 18 Juli 2011


Bagaimana Cara Membuat Beton II (Material Beton)
Senin, Juli 18, 2011 rumahdangriya.blogspot.com

MATERIAL BETON

“Semakin baik agregat yang akan kita gunakan untuk campuran beton, maka akan
dihasilkan beton yang semakin baik juga”

Sedangkan BETON adalah material yang berasal dari campuran semen, agregat kasar, agregat
halus, air dan zat tambahan sebagai campuran jika diperlukan syarat khusus.  Maka mutu
material yang akan digunakan untuk membuat beton, kalaulah tidak dikatakan yang paling
penting pastilah mejadi hal yang penting. Material beton disini mencakup agregat (pasir dan
koral), semen dan air.

Semakin baik atau keras agregat yang akan kita gunakan untuk campuran beton, maka akan
dihasilkan beton yang semakin baik juga. Ilustrasi bagaimana komposisi dalam sebuah
persenyawaan beton dapat anda lihat dalam gambar 16.1 
Gambar 16.1 Material Penyusunan Beton

Pada ilustrasi gambar di atas dapat dijelaskan bahwa, beton terdiri dari ikatan antara agregat
kasar(koral atau split), agregat halus (pasir) dengan material yang lainya. Dimana ikatan itu
terdiri dari koral dengan koral, koral dengan pasir dan pasir dengan pasir. Material-material tadi
dilekatkan oleh pasta semen (semen dicampur dengan air) dan rongga-rongga antar material
tadi diisi oleh pasta semen.

1.Agregat Kasar dan Agregat Halus (Koral dan Pasir)

Syarat-syarat koral dan pasir (agregat) adalah :

a.Kuat dan Keras

Semakin kuat dan keras sebuah agregat akan menghasilkan beton yang kuat dan keras. Lewat
serangkaian uji lab bisa dilakukan untuk menguji kekerasan agregat. Akan tetapi secara mudah
pasir dan koral yang bagus berasal dari batu-batu utuh yang bagus (karna salah satu asal dari
pasir dan koral berasal dari batuan tadi). Maka batu-batu keras atau batu gunung merupakan
sumber agregat beton yang baik. Lha cara yang sederhana adalah cari lah tempat asal dari
koral dan pasir  tadi. Didaerah jogja, semarang,  solo dan sekitarnya dapat anda datangkan
matrial yang berasal dari gunung merapi. Batuan gunung biasanya mempunyai kekerasan yang
bagus (tidak semua sih) dari gunung atau pegunungan ini juga merupakan hulu sebuah sungai,
artinya gunung atau sungai dihulu merupakan salah satu sumber agregat yang bagus.  

b.Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang menganggu ikatan dengan semen. 

Nah untuk yang ini kita tidak tahu zat-zat kimia apa yang menggangu lekatan dengn semen
coba deh tanya pak dhe google
c.Bersih dari kotoran dan tanah

Kotoran-kotoran yang menempel pada agregat dapat menganggu lekatan dengan pasta
semen(semen dicampur dengan air). Tanah dan tanah liat dapat menggangu ikatan dengan
semen, maka jika pasir dan koral yang ingin anda buat beton masih terdapat banyak tanah atau
tanah liat maka bersihkan dulu sebelum anda menggunkanya.

Untuk menggetahui kandungan tanah atau tanah liat dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut: Carilah botol bekas minuman mineral yang transparan (dapat anda gunakan botol aqua
atau yang sejenisnya), masukan pasir atau koral punya anda kedalam botol tersebut kira-kira
1/2 dari tinggi botol  kemudian masukan air yang jenih kedalamnya, setelah itu kocok-kocok.
Jika air berwarna keruh dengan konsentrasi tanah yang banyak, maka agregat anda cukup
banyak mengandung tanah atau tanah liat. Jika air dalam botol tadi masih jernih atau keruh
dengan konsentrasi tanah sedikit maka agregat (koral dan pasir) anda dapat anda gunakan.
Atau juga bisa setelah anda kocok-kocok airnya diamkan beberapa saat sampai airnya menjadi
jernih kembali, setelah jernis anda dapat melihat endapan tanah atau tanah liat diatas
permukaan pasir, semakin banyak endapan yang ada maka agregat anda masih mengandung
tanah yang cukup banyak dan sebaiknya jangan langsung anda gunakan cucilah agregat anda
dengan cara disemprot menggunakan air bersih.

d. Agregat harus mempunyai variasi ukuran (dikatakan juga besarnya berbeda-beda)

Jika sebuah kamar dengan nama kamar1 berukuran 3x3x3 akan diisi dengan bola plastik
dengan diameter 20cm. Kamar kedua dengan ukuran yang sama dengan nama kamar2 akan
diisi  deangan bola plastik dengan berbagai variasi ukuran dari diameter 2 cm sampai dengan
20cm. Manakah dari kamar tadi yang isinya lebih padat. Jawabanya adalah kamar2.
Ilustrasinya bola-bola dengan diameter 20cm yang tersusun akan menghasilkan rongga, maka
rongganya akan diisi dengan diameter  yang lebih kecil, seterusnya hingga ringga-rongga yang
ada saling diisi dengan diameter yang lebih kecil sehingga kamar tadi menjadi padat.

Nah permisalan ini sama dengan permisalan agregat yang digunakan untuk beton anda. Untuk
mengetahui ini dapat dilakukan dengan serangkain uji lab menggunkan ayakan dengan variasi
ukuran ayakan.

e.  Butiran agregat yang bersudut

Masih dengan ilustrasi kamar pada poin 4, jika kamar 1 diisi dengan bola dan kamar 2 diisi
dengan bongkahan balok berbentuk segitiga atau balok. Maka dari dua kamar tadi manakah
yang lebih padat. Jawabanya adalah kamar 2. Bentuk segitiga memungkinkan tersusun material
tanpa rongga sedangkan bentuk bola menyisakan rongan yang banyak.  Lha untuk mudahnya
bagaimana mencari agregat dengan bentuk yang bersudut. Pertama matrial dari gunung dan
yang keduan dari sunggai yang berada dihulu, kenapa bukan dihilir, pasir yang berada dihilir
sungai biasanya berasal dari sungai dihulu yang karena aliaran sungai terbawa sampai kehili,
akibat proses dengan aliran sungai ini agregat yang tadinya berbentuk sudut dan tajam
akhirnya berubah dan terkikis sedikit-demi sedikit menjadi bentuk yang agak bulat, semaik ke
hilir agregat biasanya bentuknya semakin bulat. Dalam pembuatan beton tidak disarankan
mengunakan pasir laut, selain pasir laut masih mengandung garam yang akan menyebabkan
korosi pada tulangan juga bentuk pasir laut bulat-bulat.

2. Semen

Secara umum semen diindonesia telah memmenuhi standar SNI. Berarti merek  semen apapun
yang anda gunakan untuk beton sudah memenuhi syarat untuk digunakan, selama syarat mutu
dari pabrik pembuatnya masih terpenuhi. Yang menjadi masalah adalah kualitas semen yang
telah keluar dari pabrik dimana dapat terjadi perubahan kwalitas. Hal yang sangat
mempengaruhi semen setelah dikeluarkan dari pabrik adalah :

a.Umur semen setelah dikeluarkan dari pabrik.

rumahdangriya belum mengetahui apakah semen punya masa berlakunya, sebagai mana
produk makan yang biasanya dituliskan “sebaiknya digunakan sebelum tanggal…..”.
Sebenarnya bukan masalah jika semen yang sudah disimpan lama  dapat atau tidak dapat
digunakan. Akan tetapi dengan kondisi dinegara kita apakah mungkin menyimpan semen
dengan waktu yang lama tanpa merusak semen itu sendiri,  karena semen yang disimpan lama
biasanya bereaksi dengan air (baik air yang terkandung dalam udara maupun air tanah yang
menguap ke udara) yang akan menyebabkan semen menjadi keras.

Maka dalam memilih semen pilihlah semen yang paling baru ditoko dan didalam pengunaanya
semen, yang kita beli lebih dahulu harus kita gunakan lebih dahulu.

b.Penyimpanan Semen

Yang kedua yang sangat penting dalam pengunaan semen adalah penyimpanan semen
dimana hal yang  wajib dihindari adalah semen harus tidak boleh kontak dengan air. Maka
pengatapan gudang semen, dan penutupan semen dengan bahan yang dapat melindungi dari
air (plastic atau terpal) adalah hal yang pertama kita lakukan. Selanjutnya air juga dapat berasal
dari air tanah yang meresap kepermukaan dan dapat juga menguap diudara, maka hal yang
kedua yang harus dilakukan adalah buatlah rak untuk menyimpan semen atau dapat digunakan
landasan untuk semen dari kayu.
3. AIR

Air sebagai matrial campuran beton fungsi utamanya adalah agar semen dapat bereaksi
sehingga membentuk  pasta semen yang seiring dengan waktu akan menjadi keras dan
mempunyai sifat seperti batu.

Syarat air yang digunakan adalah : 

 Air harus segar bersih. Tidak negandung zat-zat kimia yang menganggu reaksi semen
dengan air 
 Bukan merupakan air laut. Dimana air laut dapat menyebabkan korosi pada besi
tulangan beton

Mudahnya air yang dapat anda minum (setelah dimasak), merupakan air yang memenuhi
syarat untuk digunakan membuat beton.
Catatan rumahdangriya :

Seluruh gambar dalam blog ini yang bukan merupakan karya rumahdangriya sepenuhnya hak cipta
berada ditangan pembuatnya. Rumahdangriya hanya menukilnya, walaupun mungkin sedikit ada
perubahan dari gambar aslinya akan tetapi tidaklah mengeluarkan dari maksudnya.

Tulisan ini hanyalah sebagai sedikit pengetahuan tambahan atau setidaknya itulah harapan penulis.
Melihat realita tukang pembuat rumah dilingkungan kita dalam proses pembuatan beton, maka semoga
tulisan ini membawa perubahan ke arah yang lebih baik dengan dihasilkan beton yang lebih baik.

Tulisan ini tidaklah menafikan kemampuan para ahli, insinyur-insinyur dibidangnya yang telah dibekali
pengetahuan dan perangkat laboratorium  yang memadahi.  Karena pembahasan  dalam blog ini
hanyalah  sesuatu tentang rumah kita.

Pages 16 1234 »

Search

Daftar Posting
 ►  2013 (1)
 ►  2012 (10)

 ▼  2011 (49)
o ►  Desember (2)
o ►  November (2)
o ►  Oktober (4)
o ►  September (11)
o ►  Agustus (8)
o ▼  Juli (7)
 Pengecoran Beton ( Seri Cara Membuat Beton VI)
 Pemadatan Beton (Seri Cara Membuat Beton VII)
 Pengadukan Beton atau Pencampuran beton ( Seri Car...
 Perencanaan Campuran Beton Atau Komposisi Beton ( ...
 Bagaimana Cara Membuat Beton III (Sifat-sifat dan...
 Bagaimana Cara Membuat Beton I (Pendahuluan dan De...
 Bagaimana Cara Membuat Beton II (Material Beton)
o ►  Juni (7)
o ►  Mei (4)
o ►  April (2)
o ►  Januari (2)

Tips Dan Trik


Bagaimana mengecat yang baik|Mengatasi Cat Dinding Mengelembung|Mengatasi Cat Dinding
Mengelupas(Flaking)|Warna Cat Dinding Berubah (discoloration)|Pengkristalan Cat Dinding
(efflorescence)|Bercak-bercak Air Di Dinding (Water spot)|Penyabunan Cat (Saponification)|Lapisan Cat
Menurun Pada Beberapa Tempat (Sagging) |Garis Bekas Kuas Setelah Pengecatan (Brushmarks)|

Detail Produk
Armature Lampu Artolite| Aplikasi Standar Papan Gipsum| Aplikasi Umum Gypsumboard| Aplikasi
Tambahan Papan Gipsum| Sistem Rangka Metal Papan Gipsum| Cara Menyambung Papan Gipsum|
Info Umum Papan Gipsum| Pemilihan Sistem Papan Gipsum|

Peraturan2
SNI RUMAH DAN GEDUNG! SNI STRUKTUR BANGUNAN!

Inspirasi Masjid
Daftar Acak Posting
 Garis-Garis Bekas Kuas Setelah Pengecatan (brushmarks)
 Cat Dinding Mengelembung (Kegagalan Pengecatan)
 Besi Tulangan Beton (Syarat-syarat dan Ketentuan)
 Detail Sambungan Beton Tahan Gempa
 MENGHITUNG SLOOF I (HARGA SATUAN, MATERIAL DAN UPAH TENAGA)
 BERCAK-BERCAK AIR DI DINDING ( WATER SPOT)
 Tes Slump (Seri Cara Membuat beton IX)
 Menghitung Balok Ring atau Menghitung Ring Balk
 Komponen Bangunan Rumah Sederhana
 MENGHITUNG PLAT BETON

Gbr Inspirasi Rumah









RumahDanGriya
 Cara Membuat Tangga Di lahan Terbatas - 19/1/2013 - rumahdangriya.blogspot.com
 Cara Membuat Tangga - 26/12/2012 - rumahdangriya.blogspot.com
 Cara Memilih Keramik Lantai Atau Ubin Keramik  - 15/9/2012 - rumahdangriya.blogspot.com
 Memilih Lantai Keramik - 15/9/2012 - rumahdangriya.blogspot.com

Desain Rumah
 

RumahDanGriya © 2011 free Design by New WP Themes | Bloggerized by Lasantha |


rumahdangriya.com

Powered by Blogger

http://rumahdangriya.blogspot.co.id/2011/07/bagaimana-cara-membuat-beton-ii.html

http://www.semenpadang.co.id/?mod=profil&kat=&id=4