Anda di halaman 1dari 27

JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW.

05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

STANDAR TEKNIS PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE BADAN AIR PERMUKAAN


PENGUSAHAAN PEMBIBITAN TANAMAN SENGON
PT BUKIT RIMBA MAKMUR

Standar Teknis
A. Deskripsi Kegiatan
1. Jenis Dan Kapasitas Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
PT Bukit Rimba Makmur berencana untuk membangun sarana dan prasarana penunjang
pembibitan berupa emplasmen yang yang terdiri dari beberapa bangunan yang meliputi
kantor, mess, bengkel, fasilitas air dll. dengan konstruksi bangunan emplasmen dibuat
secara permanen dan uraian sebagai berikut :

Tabel 1. Rencana Bangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Pembibitan Tanaman


Sengon PT Bukit Rimba Makmur
Ukuran Luas Total Luas
No. Jenis Bangunan Unit
(m) (m2) (m2)
1. Kantor 10x20 200 1 200,0
2. Gudang 10x20 200 1 200,0
3. TPS Limbah B3 10x10 100 1 100,0
4. Bengkel/Workshop & Oiltrap 10x20 200 1 200,0
5. Rumah Genset 10x10 100 1 100,0
6. Bedeng Persemaian 15x40 600 3 1800,0
7. Rumah Pompa & Tandon 10x10 100 2 200,0
8. Rumah Panjang (Mess & Kantin) 35x15 525 1 525,0
9. TPS Limbah Domestik 7,5x5 37,5 1 37,5
10. IPAL Domestik 15x7,5 112,5 1 112,5
Total Luas Bangunan 3.475
11. RTH 4.025
Total Luas Emplasmen 7.500
Sumber: PT Bukit Rimba Makmur, 2021

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 1


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

1 2 3 4 5

Keterangan :
1. Kantor
2. Gudang
3. TPS Limbah B3
4. Bengkel/Workshop & Oiltrap
5. Rumah Genset
6. Bedeng Persemaian
7. Rumah Pompa & Tandon 6
8. Rumah Panjang (Mess &
Kantin)
9. TPS Limbah Domestik
10. IPAL Domestik

8 9
7 10
Gambar 1. Rencana Layout Emplasmen Pembibitan
2. Jenis dan Jumlah Bahan Baku dan/atau Bahan Penolong yang Digunakan.
Sumber Air Bersih
PT Bukit Rimba Makmur berencana akan menggunakan Anak Sungai Kuaro sebagai
sumber air bersih karena aliran sungai tersebut adalah yang terdekat dengan
emplasmen. Penggunaan air bersih ditujukan untuk kebutuhan domestik di dalam
Emplasmen Pembibitan. Kebutuhan air bersih untuk setiap individu pada Emplasmen
adalah sebesar 30-50 l /orang/ hari (Kepmen Kimpraswil 18 Desember 2001). Air
tersebut akan dialirkan dengan menggunakan pompa dan dialirkan dengan
menggunakan jalur pipa dan akan dilengkapi dengan water treatment.
Sumber air yang terdapat di lokasi akan dikelola dan dijaga sesuai dengan fungsinya.
Dasar penentuan debit air ini dengan asumsi total jumlah karyawan yang tinggal di
camp sebanyak 34 orang. Kebutuhan air 1 KK/hari (4 orang (1 orang + 3 pengikut) x
50 liter = 200 liter atau 0,20 m3), maka total kebutuhan air per hari untuk karyawan
0,2 m3 x 34 orang adalah 6,8 m3/hari.
Bahan Penolong

Dari sumber air tersebut akan digunakan oleh karyawan PT Bukit Rimba Makmur
untuk kegiatan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Pada kegiatan mandi bahan
penolong yang digunakan adalah sabun mandi, shampoo dan pasta gigi,

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 2


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

sedangkan kegiatan Cuci / laundry bahan penolong yang digunakan adalah


detergen bubuk sebanyak 1 kg/hari, pewangi pakaian sebanyak 0,5 liter/hari.

Pada kegiatan memasak makanan di kantin bahan baku yang digunakan adalah
bahan pokok makanan seperti beras, minyak goreng, gula, garam, bumbu-
bumbu makan, sayur-mayur, lauk-pauk, dll, dengan jumlah yang disesuaikan
dengan kebutuhan. Untuk bahan penolong yang digunakan adalah cairan
pencuci piring dan peralatan memasak dengan penggunaan sebanyak ± 1
liter/hari ditambah dengan sabun colek sebanyak ± 250 gram/hari, untuk
cairan pembersih lantai yang digunakan sebanyak 0,5 liter/hari
3. Proses Usaha dan/atau Kegiatan yang Direncanakan Termasuk
Kegiatan Penunjang yang Berpotensi Menghasilkan Air Limbah.
a. Proses Utama Dan Proses Penunjang Usaha Dan/Atau Kegiatan Secara
Keseluruhan.
Kegiatan PT Bukit Rimba Makmur yang menghasilkan Air Limbah, antara lain :
1) Aktivitas kantin/dapur : proses pengolahan bahan mentah, pencucian bahan
mentah, proses pemasakan, pencucian peralatan masak dan pencucian
peralatan makan. Dimana kegiatan ini akan menghasilkan limbah organik sisa
makanan (BOD/COD), minyak dan saus (minyak dan lemak), padatan
tersuspensi dari kopi, garam, dll. (TSS), dan sabun (deterjen MBAS)
2) Aktivitas Binatu / Laundry : proses pencucian pakaian, proses pembilasan
pakaian, dan proses pengeringan pakaian. Dimana proses ini akan
menghasilkan limbah sabun (deterjen MBAS)
3) Aktivitas toilet baik dari fasilitas kantor, mess maupun sarana penunjang
lainnya. Dimana kegiatan ini akan menghasilkan limbah feces (E. Coli), urine
(Ammonia, Nitrogen) dan sabun (deterjen MBAS).

Gambar 2. Aktivitas Dapur, Binatu dan Toilet sebagai Sumber Limbah Cair

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 3


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Binatu Toilet Dapur / Kantin

Pencucian Pakaian Mandi BAK & BAB Pencucian Bahan


Makanan

Pengeringan Septictank Proses Memasak


Makanan

Pencucian Alat
Makan dan Masak

Pembersihan Area
Memasak

Grease Trap

IPAL Domestik

Badan Air Penerima

Gambar 3. Diagram Alir Proses Penghasil Air Limbah


b. Neraca air yang menggambarkan sumber dan kapasitas air baku yang
dibutuhkan, penggunaan air baku pada masing-masing unit kerja (sumber
Air Limbah), Air Limbah yang dihasilkan, dan karakteristik Air Limbah
(mutu, sifat toksisitas dan patologis Air Limbah).
Estimasi penggunaan air bersih untuk operasional kantor, mes dan fasilitas
pendukungnya adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Estimasi Penggunaan air bersih dan limbah untuk operasional kantor,
mess dan fasilitas pendukungnya
Standar Limbah
Kebutuhan Kebutuhan yang
Pemanfaatan Jumlah
No Sumber air Air (L/o/h) Air dihasilkan
air Orang
(L/h) (80% Keb.
Air)
1. Water Pond Kantor 34 50* 1.700 1.360
Kantor,
2. Kapasitas Mess 34 120* 4.080 3.264
3. 64 m3 Kantin 34 15* 510 408
Total 6.290 5.032
Keterangan :
* Standar Kebutuhan Air Kantor, Kantin, Mess : SNI 03-7065-2005

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 4


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Kantor
1,7 m3/Hari

Sumber Air / WTP Mess IPAL Badan Air


6,8 m3/Hari 4 m3/Hari 10 m3/Hari Penerima

Kantin
0,5 m3/Hari

Gambar 3. Neraca Air Kantor dan Mess Karyawan PT. Bukit Rimba Makmur
Berdasarkan tabel 2 dan gambar 3, kebutuhan air bersih PT Bukit Rimba Makmur
sebesar 6.290 liter/hari. Limbah cair umumnya dihasilkan dari kegiatan domestik
bangunan perumahan, kantor, kantin baik itu dapur, toilet/kamar mandi, dan cucian.
Jumlah limbah cair yang dihasilkan diperkirakan berjumlah 60-80% dari jumlah
kebutuhan air bersih (Metcall & Eddy, 1979). Jika kebutuhan air bersih yang digunakan
adalah 6.290 liter/hari, maka estimasi limbah cair domestik yang dihasilkan maksimal
5.032 liter/hari.
Limbah cair domestic yang dihasilkan dari sumber limbah aktivitas kantin, laundry dan
toilet mengandung zat-zat yang dapat mencemari lingkungan seperti tinja / feces (E.
Coli), sisa-sisa bahan organik seperti nasi, sayur, roti, dll. (yang mempegaruhi BOD &
COD), air urine (Amonia / NH3), air sabun dan deterjen (MBAS), padatan tersuspensi
(TSS), serta minyak dan saus (Minyak & Lemak).
Adapun karakteristik air limbah yang dihasilkan berdasarkan informasi dari vendor
penyedia sarana IPAL adalah sebagai berikut : BOD : 260 mg/L, COD : 700 mg/L, NH3 :
40 mg/L, TSS : 250 mg/L, E. COLI : 10.000 jml/100 mL, pH < 6 dan minyak & lemak >
5 mL; MBAS > 2 mg/L.
c. Fluktuasi Atau Kontinuitas Produksi dan Air Limbah
Menurut Metcall & Eddy, 1979, jumlah limbah cair yang dihasilkan diperkirakan
berjumlah 60-80% dari jumlah kebutuhan air bersih. Sehingga fluktuasi produksi air
limbah berkisar antara 3.774 liter/hari sampai 5.032 liter/hari.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 5


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

d. Layout Sumber Limbah Cair & Fasilitas IPAL

1 2 3 4 5

Keterangan :
1. Kantor
2. Gudang
3. TPS Limbah B3
4. Bengkel/Workshop & Oiltrap
5. Rumah Genset
6. Bedeng Persemaian
7. Rumah Pompa & Tandon 6
8. Rumah Panjang (Mess &
Kantin)
9. TPS Limbah Domestik
10. IPAL Domestik
11. Sumber limbah cair
12. Saluran pipa

8 9
7 10

Gambar 4. Layout Sumber Limbah Cair & Fasilitas IPAL

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 6


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Gambar 5. Layout Fasilitas IPAL Domestik PT BRM

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 7


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

2. Baku Mutu Air Limbah


Baku Mutu Air limbah yang digunakan adalah berdasarkan Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor :
P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Berikut
parameter-parameter baku mutu yang berlaku.
Tabel 3. Baku Mutu Air Limbah
Baku Mutu
No Parameter
PERMEN LHK NO. 68 TAHUN 2016
1. pH 6–9
2. BOD 30 mg/L
3. COD 100 mg/L
4. TSS 30 mg/L
5. Minyak & Lemak 5 mg/L
6. NH3 10 mg/L
7. Total. COLI 3.000 jml/100 mL
Sumber: PerMen LHK No: P.68 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. 2016
3. Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
a Rencana Pengelolaan Lingkungan
Berikut merupakan sistem pengolahan Air Limbah yang direncanakan berdasarkan
Baku Mutu Air Limbah atau standar teknologi yang telah ditetapkan :
1) Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah
System IPAL yang akan dibangun adaah Sistem Reaktor Anaerobik Bersekat
(SRAB) system tercampur dengan terpasang adalah untuk dapat mengolah air
limbah sebanyak 3,4 m3/hari, dengan kriteria perencanaan sebagai berikut :
- Jumlah orang (P) = 34 orang
- Pemakaian air bersih = 140 L/o/hari
- Debit air limbah (Q) = 140 L/o/hari x 70 % = 100 L/o/hari
- Kapasitas = 100 L/o/hari x 34 orang = 3,4 m3/hari
- Konsentrasi BOD influen = 300 mg/L
Dengan luktuasi produksi air limbah berkisar sekitar 2 kali lipat kapasitas
normal atau sekitar 6,6 m3/hari.
2) Teknologi Sistem Pengolahan Air Limbah
Teknologi penerapan pengolahan air limbah rumah tangga memiliki banyak
sistem, salah satunya adalah sistem kinerja IPAL yang berupa reaktor anaerobik
sistem bersekat/ baffle. Sistem ini diharapkan dapat berfungsi untuk

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 8


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

menghasilkan efluen dengan kualitas yang ditetapkan sesuai baku mutu air
limbah rumah tangga sebelum dibuang ke badan air dan atau untuk pemanfaatan
kembali.
Sistem Reaktor Anaerobik bersekat (SRAB) ini mulai banyak digunakan oleh
Pemerintah maupun swasta pada sistem pengolahan air limbah rumah tangga.
Sehingga dengan adanya standar ini akan memberikan kemudahan bagi perencana
dan jaminan mutu bagi para produsen, pengguna. pengelola dan penilai sistem
IPAL oleh suatu lembaga sertifikasi produk maupun lembaga sertifikasi.
3) Unit Proses/Unit Operasi
(a) Grease Trap
Grease trap merupakan alat perangkap minyak/lemak yang membantu
untuk memisahkan minyak dari air sehingga minyak tidak menggumpal
dan membeku sebelum masuk ke sistem pembuangan air limbah. Jenis
grease trap yang digunakan saat ini adalah tangki in-ground yang dibuat
dari beton dengan tiga kompartemen. Pengolahan limbah minyak dan
lemak dengan menggunakan grease trap adalah salah satu bagian
terpenting dari waste water management. Waktu retensi air limbah pada
bak grease trap dilakukan selama ± 8 – 12 jam dalam sehari tergantung
dari air limbah yang dikeluarkan dari sumbernya. Minyak/lemak yang
tertinggal akan diambil dan dikumpulkan setiap periode untuk diambil
oleh pihak ke -3.

Gambar 6. Desain Unit penangkap lemak (grease trap)

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 9


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

(b) Bak Endapan


Pada bak endapan diharapkan mampu menyisihkan padatan-padatan
yang dapat mengendap sebelum air limbah dialirkan menuju proses
selanjutnya. Dimensi bak endapan yaitu didapat melalui perhitungan
sebagai berikut :
- Perhitungan waktu detensi:
Waktu detensi, Td = 1, 5 - 0,3log (P x Q) > 0, 2 hari
Debit total, P x Q = 3,4 m3 /hari 3.400 L/hari
Jadi Td = 1, 5 - 0, 3 log (3.400) = 0, 44 hari = 10,57 jam
- Volume bak pengendap = 0, 44 x 3,4 m3 /hari = 1,49 m3
- Dimensi bak pengendap ditetapkan sebagai berikut:
Lebar Bak Pengendap minimum 0,75 m (SNI 03-2398-2002),
ditetapkan, Lebar ( l = 1,25 m).
Maka Apenampang Vol /L 1,49 m3 / 1, 25 m = 1, 19 m2
Bila P = 2H, maka Ap = 2 H2 = 1,19 m2
Maka dengan pembulatan:
• H = 0,77 m & Tinggi ambang bebas = 0,4 m
• P = 1,55 m.
• Volume Ruang Lumpur:
Akumulasi lumpur matang = 30 L/orang/tahun
Waktu pengurasan setiap 6 bulan atau 0,5 tahun.
Vlumpur = Rlumpur x N x P
Vlumpur =30 x 0,5 x 34 = 0,51 m2
Hlumpur = Vlumpur / (PxL)
Hlumpur = 0,51 / (1,55 x 1,25 ) = 0,26 m
• Tinggi bebas ditetapkan = 0,25 m
Jadi kedalaman (H) ruang pengendap :
H air + Hlumpur + H ambang bebas
= 1,27 m + 0,26 m + 0,25 m = 1,78 m3
• Cek Waktu detensi:
Td = (1,55 x 1,25 x 1,78 m3) / 3,4 m3hari = 1,01 hari > 0,20 OK
• Untuk Td = 1,01 hari atau 24,3 jam, maka penurunan BOD sebesar 25-
30%
• BOD efluen = (1 - 0,28) x 300 mg/L = 220 mg/L

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 10


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

(c) Reaktor Aerobik / Kompartemen SRAB


Dalam kompartemen ini terjadi menurunan kadar pencemar seperti BOD
dan COD dengan proses penguraian oleh bakteri aerobic. Ketentuan
disain unit SRAB ditunjukkan pada Tabel berikut
Tabel 4.Desain kriteria Sistem Reaktor Anaerobik Bersekat

Sumber : SNI 8455:2017


Untuk perkiraan penyisihan organik pada Reaktor Anaerobik Bersekat
dapat mengacu pada Gambar 7, yang menunjukkan efisiensi penyisihan
BOD sebagai fungsi waktu kontak antara mikroorganisma anaerobik
dengan air limbah.

Gambar 7. Korelasi waktu tinggal dan persentase penyisihan BOD


pada SRAB
Untuk ukuran dan dimensi kompartemen SRAB didapat dari perhitungan
sebagai berikut :

▪ Debit perencanaan saat beban puncak = 3,4 m3/hari x 2 = 6,8

m3/hari

▪ Beban Organik = 220 mg/L x 6,8 m3/hari = 1,496 kg BOD/hari

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 11


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

▪ Ditetapkan penyisihan BOD = 90 %, maka Td = 16 jam (lihat Gambar


2)

▪ Volume Reaktor total = Td x Q = (16/24) x 6,8 m3/hari = 4,53 m3

▪ Cek OLR = Beban BOD/Volume = (1,496 kg BOD/hari) / 4,53 m3


= 0,33 kg

BOD/ m3/hari, memenuhi kriteria desain (lihat Tabel 1)


▪ Ditetapkan laju aliran ke atas (Vup ) = 0,9 m/jam

▪ Luas Penampang aliran keatas = Q p / Vup


▪ Luas Penampang aliran keatas

= Q p / Vu p = (3,4 m 2 / hari) / 0, 9 m /jam

= 0,16 m2 Dibulatkan jadi 1 m2 (untuk mengakomodir ukuran


manhole)
• Ditetapkan kedalaman air dalam tiap kompartemen = 2 m

• Volume tiap kompartemen = P x L x H = 1 m2 x 2 m = 2 m3


• Jumlah kompartemen
=VABRtotal / Vkompartemen

= 4,53 m3 / 2 m3 = 2,25 atau dibulatkan jadi 3 kompartemen

• Ditetapkan lebar kompartemen = 1 m, maka panjang kompartemen

= 1 m2 /1 m = 1 m
• Panjang kompartmen = 3 x 1 m = 3 m (memenuhi rasio panjang); Lebar
= (3: 1)
Tinggi ambang bebas 0,4 m, maka total kedalaman = 2,4 m.
4) Alur Proses Dan Layout IPAL
Alur proses teknologi pengolahan air limbah yang terdapat pada kegiatan
Mess karyawan PT Bukit Rimba Makmur terbagi menjadi dua proses pada
proses pre-treatment limbah dari kegiatan dapur terlebih dahulu masuk ke
bagian grase trap, proses selanjutnya air limbah dari bagian grase trap
dialirkan ke bagian IPAL. System SRAB
Di bawah ini merupakan alur proses aliran limbah cair dari inlet sampai
lokasi pembuangan (outlet)

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 12


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Keterangan :
1. Sumber Limbah Cair 4. Kolam Pengendap
2. Grease Trap 5. Reaktor Aerobik
3. Inlet 6. Outlet

Gambar 8. Aliran Limbah cair dari inlet sampai outlet

5) Pengoperasian & Pemeliharaan

Pengoperasian IPAL sistem SRAB meliputi:


o Pemeriksaan kondisi unit yang terpasang mulai dari sumber air limbah,
Unit Penangkap lemak/Greas Trap, manhole, jaringan pipa dan SRAB.
o Lakukan pembibitan bakteri dengan konstan waktu tinggal digabungkan
peningkatan bertahap konsentrasi influen atau dengan konsentrasi
influen tetap dengan penurunan waktu tinggal secara bertahap.
Pembibitan secara alami tersebut membutuhkan waktu 90 hari.
o Harus diperhatikan jangan sampai ada gangguan/halangan terhadap
sistem dan peralatannya akibat masuknya benda-benda besar/tak
terolah oleh RASB.
o Pengikisan/pengerukan zat padat yang menempel pada dinding dan
pada bagian dasar yang landai dengan sikat atau sapu karet dan harus
dilakukan secara rutin.
o Setelah operasional berjalan dua bulan, perlu dilakukan pemeriksaan
kualitas efluen pengolahan untuk mengetahui efisiensi pengolahan.
Pemeliharaan meliputi :
o Pemeriksaan unit pengolahan secara berkala; bulanan atau tahun
o Unit pengolahan harus segera dibersihkan apabila terdapat lemak atau
sampah padat yang mengapung..
o Dilakukan pengurasan lumpur secara rutin, untuk dapat dikelola kepada
pihak ke-3.
o Pengecekan ketinggian lumpur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu
dengan memasukkan tongkat yang dibalut kain kain putih pada ujungnya.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 13


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Apabila ketinggian lumpur sudah mencapai lebih dari setengahnya, maka


diperlukan pengurasan.
o Untuk mengkontrol lalat atau serangga lainnya, dapat dengan menutup
lubang ventilasi dengan net polyethylene atau filter karbon/serbuk besi.
o Tanaman di sekitar instalasi pengolahan diusahakan pendek (tanaman
perdu).
o Lakukan pemeriksaan pompa secara berkala jika mengunakan pompa air
limbah
o Lakukan perbaikan bagian konstruksi yang rusak terutama yang
mempengaruhi proses pengolahan.

6) Pengelolaan Lumpur yang Dihasilkan

Pengelolaan lumpur dari sistem IPAL terbagi menjadi dua proses. Proses
yang pertama adalah pengangkatan lumpur dari bagian grase trap yang
kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang dilakukan
setiap hari. Proses yang ke dua adalah pengurasan limbah lumpur yang
terdapat di IPAL yang kemudian limbah lumpur tersebut disimpan di TPS
LB3 yang telah ada dikarenakan kemungkinan terdapat zat-zat yang
mengandung B3 oleh proses pencucian atau laundry. Kemudian lumpur
yang telah disimpan di TPS LB3 di angkut oleh pihak pengelola LB3 yang
telah memiliki izin.
7) Kriteria D esain Setiap Unit Proses
Ketentuan pipa penyalur air limbah adalah sebagai berikut:
(a) Diameter pipa masuk dan atau pipa keluaran minimum 110 mm , dari
bahan yang tahan korosi, sesuai dengan SNI No. 06-0084 atau SNI 06 –
0162 .
(b) Diameter pipa ventilasi minimum 32 mm, dari bahan pipa yang tahan
korosi
(c) Kecepatan aliran air limbah pada perpipaan yang masuk dan keluar
SRAB harus berkisar antara 0,6 s.d. 2,5 m/detik.
(d) Kemiringan pipa air limbah harus 2 % sampai dengan 4 %.
Kriteria unit pendukung:
(a) Manhole mempunyai ukuran minimum (0,6 x 0,6) m atau berdiameter
0,6 m.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 14


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

(b) Bahan manhole harus tahan karat dan dapat menerima beban
minimum 500 kg/m2
(c) Tangga untuk kemudahan perawatan dan pengurasan lumpur secara
berkala.
(d) Tangga harus dibuat dari bahan yang tahan karat.
(e) Unit saringan sampah yang dapat diakses untuk perawatan dan
pembersihan sampah harus ditempatkan sebelum unit pengendap awal
(f) Alat ukur debit dapat berupa V-notch atau jenis lainnya, dapat
ditempatkan di bagian inlet ataupun outlet SRAB.
(g) Pompa apabila pengaliran tidak gravitasi.

b. Rencana Pemantauan Lingkungan


Beberapa hal yang perlu diuraikan dalam rencana pemantauan
lingkungan adalah:
1) Titik penaatan (outlet)
Titik penataan IPAL SRAB PT Bukit Rimba Makmur sebanyak 1 titik, yakni
pada outlet IPAL di ujung pipa outlet pada fasilitas instalasi IPAL dengan titik
koordinat S 01030’43,6” ; E 115048’29,10”.
2) Titik pembuangan Air Limbah (outfall)
Titik pembuangan Air Limbah (outfall) IPAL SRAB PT Bukit Rimba Makmur
sebanyak 1 titik, yakni pada lokasi pertemuan dengan Anak Sungai Kuaro
dengan titik koordinat S 01°30'44,80"; E 115°48'26,90".
3) Titik Pemantauan badan air permukaan
Pada lokasi Rencana Office dan Basecamp PT Bukit Rimba Makmur, terdapat
badan perairan terdekat adalah Anak Sungai Kuaro, Sehingga titik pemantauan
badan air permukaan terletak bada bagian hulu dan hilir Anak Sunga tersebut.
a) Titik Pantau Bagian Hulu Anak Sungai Kuaro, titik koordinat
S 01°30'40,20"; 115°48'23,80".
b) Titik Pantau Bagian Hilir Anak Sungai Kuaro, titik koordinat
S 01°30'51,80" ; E 115°48'35,00".

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 15


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

Keterangan :
Outlet IPAL Hulu Badan Perairan

Outfall IPAL Hilir Badan Perairan

Gambar 9. Titik Pemantauan Lingkungan IPAL Domestik PT BRM

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 16


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

4 ) Mutu Air Limbah yang dipantau


a) Parameter Yang Wajib Dipantau Sesuai Dengan Baku Mutu Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia
P. 68 / Menlhk-sekjen/ 2016.
Tabel 10. Parameter, Kadar Baku Mutu, Debit dan Prediksi Beban Pencemar
pada Air Limbah Yang Dihasilkan
Kadar Baku Mutu Debit Harian Prediksi
No Parameter PERMEN LHK NO. beban
68 TAHUN 2016 (liter/hari) pencemar
1. pH 6–9 3.400-6800 7,2
2. BOD 30 mg/L 3.400-6800 11,71 mg/L
3. COD 100 mg/L 3.400-6800 35 mg/L
4. TSS 30 mg/L 3.400-6800 10 mg/L
5. Minyak & Lemak 5 mg/L 3.400-6800 <0,54 mg/L
6. NH3 10 mg/L 3.400-6800 5,36 mg/L
7. Total. COLI 3.000 jml/100 mL 3.400-6800 0 jml/100 mL
Sumber: PerMen LHK No: P.68 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. 2016

b) Metode P engambilan Contoh Uji Untuk Masing- Masing Parameter.


Tabel 11. Metode Pengumpulan Data, Analisis Data Untuk Kualitas Air
Limbah
Metode
Parameter Satuan SNI
Analisis
A. FISIKA
SNI 06-6989.3-
1. Residu Tersuspensi (TSS) mg/I Gravimetri
2004
B. KIMIA ANORGANIK
SNI 06-6989.11-
2. pH satuan pH Elektrimetri
2004
SNI 06-6989.15-
3. BOD mg/I Inkubasi
2004
SNI 06-6989.28-
4. COD mg/I Refluks
2005
C. KIMIA ORGANIK
SNI 06-6989.30-
5. Amonia mg/I Spektrofotometri
2005
SNI 06-6989.10-
6. Minyak dan Lemak mg/I Gravimetri
2004
D. MIKROBIOLOGI
7. Total Coliform jml/100 ml Fermentasi -
SNI 06-6989.51-
8. MBAS / Deterjen mg/L Spektrofotometri
2005

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 17


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

5 ) Mutu Air Permukaan yang dipantau


a) Mutu air pada Badan Air Permukaan yang wajib dipantau mencakup
parameter dan kadar
Tabel 12. Parameter dan Kadar Baku Mutu.
Kadar Baku Mutu
No Parameter
PP No. 22 tahun 2021.
1. pH 6–9
2. BOD 3 mg/L
3. COD 25 mg/L
4. TSS 50 mg/L
5. Minyak & Lemak 1 mg/L
6. NH3 0,2 mg/L
7. Total. COLI 5.000 jml/100 mL

b) Baku Mutu Air yang diacu


Baku Mutu Air yang diacu untuk badan air permukaan adalah Peraturan
Pemerintah No. 22 tahun 2021 lampiran VI bagian I Baku Mutu Air Sungai
dan Sejenisnya kelas 2.
c) Metode P engambilan Contoh Uji Untuk Masing- Masing Parameter.
Tabel 13. Metode Pengumpulan Data, Analisis Data Untuk Kualitas Air
Permukaan
Metode
Parameter Satuan SNI
Analisis
A. FISIKA
SNI 06-6989.3-
1. Residu Tersuspensi (TSS) mg/I Gravimetri
2004
B. KIMIA ANORGANIK
SNI 06-6989.11-
2. pH satuan pH Elektrimetri
2004
SNI 06-6989.15-
3. BOD mg/I Inkubasi
2004
SNI 06-6989.28-
4. COD mg/I Refluks
2005
C. KIMIA ORGANIK
SNI 06-6989.30-
5. Amonia mg/I Spektrofotometri
2005
SNI 06-6989.10-
6. Minyak dan Lemak mg/I Gravimetri
2004
D. MIKROBIOLOGI
7. Total Coliform jml/100 ml Fermentasi -
SNI 06-6989.51-
8. MBAS / Deterjen mg/L Spektrofotometri
2005

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 18


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

5) Frekuensi pemantauan
a) Frekuensi pemantauan mutu Air Limbah dilakukan dengan frekuensi 1 bulan
sekali dan pelaporan 6 bulan sekali.
b) Frekuensi pemantauan mutu Air Permukaan dilakukan dengan frekuensi 6
bulan sekali dan pelaporan 6 bulan sekali.
c. Sistem Penanggulangan Keadaan Darurat
1) Penanggung Jawab Kondisi Darurat
Penanggung Jawab Kondisi Darurat pada IPAL PT Bukit Rimba Makmur adalah
jabatan Manager Pembibitan dari yang membawahi beberapa Mandor.
2) Penanganan Kondisi Darurat Pencemaran Air
a) Lakukan Investigasi penyebab kegagalan proses IPAL
b) Segera isolasi sumber/penghasil air limbah yang menyebabkan ganguan
proses IPAL
c) Lakukan proses stabilisasi IPAL dengan penetralan pH
d) Lakukan penambahan Bakteri pengurai dari cadangan bakteri yang ada
dalam sistem
IPAL
e) Lakukan pemantauan secara intensif terhadap kualitas air hasil olahan
f) Lakukan penambahan Bacteria Guard untuk menghilangkan zat toxic di bak
aerasi
g) Melakukan koordinasi dengan pejabat terkait untuk menginformasikan
kondisi
darurat dan rencana penanganan.
3) Prosedur Operasional Standar / SOP Tanggap Darurat IPAL
a) Apabila hasil analisa air limbah melebihi Standard Baku Mutu :
(1) Melakukan pemeriksaan air limbah influent yang masuk ke IPAL.
(2) Melakukan Investigasi sumber penghasil air limbah yang memiliki
karekteristik buangan tidak normal. Lakukan penanganan sesuai
penyimpangan yang ditemukan
(3) Melakukan pemeriksaan proses yang berlangsung di IPAL. Lakukan
penanganan sesuai dengan panduan operasi yang terdapat dalam Buku
Manual Operasi.
(4) Melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan peralatan IPAL. Lakukan
penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.
(5) Lakukan penetralan pH dan penambahan bakteri jika terjadi shockload.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 19


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

b) Apabila aliran listrik utama di IPAL padam lebih dari 2 jam : operator IPAL
segera menghubungi Departemen Enginnerring untuk menghidupkan genset.
c) Apabila terjadi kebocoran / keretakan bak atau kolam di IPAL (akibat gempa
bumi, dll) : Proses IPAL dihentikan sementara. Selanjutnya melakukan
pemeriksaan dan perbaikan setelah kondisi dinilai aman.
d) Apabila terjadi kecelakaan tercebur ke manhole kolam/bak di IPAL : Diberi
pertolongan pertama
e) Pertama di tempat kejadian, selanjutnya segera dibawa ke Klinik Kesehatan
terdekat atau Rumah Sakit untuk memperoleh pertolongan medis.
4) Internalisasi Biaya Lingkungan.
NO Komponen Kegiatan Estimasi Periode
Kegiatan Biaya
1 Pembangunan Biaya konstruksi IPAL Rp 15.000.000,- 1 kali
Pembelian bahan kimia
2 Pengoperasian (/Bakteri Aerob, Rp 45.000,- /bulan
Nutrisi,dll)
3 Pemeliharaan Pengurasan IPAL, Rp 1.500.000,- /semester
Sampling dan uji kualitas /bulan air
air limbah satu titik dan limbah dan
Sampling dan Uji Rp
4 air permukaan tiga titik /semester
laboratorium 20.000.000,-
air
permukaan
Pengadaan dan
5 Tanggap Darurat perawatan APAR dan fire Rp 5.000.000,- 1 kali
alarm
Pengembangan Pelatihan, sertifikasi
6 Rp 7.000.000,- /tahun
SDM

5) Periode Waktu Uji Coba


Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah SRAB PT Bukit Rimba Makmur akan
dilaksanakan setelah selesai proses perizinan dengan jangka waktu paling lama
sekitar 3 bulan dan periode waktu uji coba sistem pengolahan Air Limbah ini akan
diuji coba selama 6 bulan.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 20


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

II. Standar Kompetensi Sumber Daya Manusia


A. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pengelola kantor, mess karyawan dan fasilitas pendukung lainnya
PT. Bukit Rimba Makmur disajikan pada Gambar berikut :

Manager
Pembibitan

Mandor 1 Mandor 2 Mandor 3

Pelaksana Lapangan Pelaksana Lapangan Pelaksana Lapangan


(10 Personil) (10 Personil) (10 Personil)

Gambar 10. Struktur Organisasi Pengelola Kantor, Mess Karyawan dan Fasilitas
Pendukung Lainnya PT. Bukit Rimba Makmur
B. Sumberdaya Manusia
Penanggung Jawab operasional IPAL PT.Bukit Rimba Makmur adalah divisi Technical
Services. Baik Chief Engineer maupun Technician akan memenuhi persyaratan yang
diperlukan untuk operasional IPAL maksimal 1 (satu) tahun setelah diterbitkannya
SLO, yaitu ketersediaan :
1. Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air PT.Bukit Rimba Makmur adalah
Jabatan Manager Pembibitan .
2. Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah
Penanggung Operasional Pengolahan Air Limbah PT.Bukit Rimba Makmur adalah
Jabatan Mandor yang telah memiliki sertifikat pelatihan yang dipersyaratkan.
3. Kompetensi Lainnya Sesuai Dengan Kebutuhan.
Seluruh personil baik penanggungjawab pengendalian pencemaran air dan
penanggungjawab operasional pengeolahan air limbah akan mengikuti training
Operator IPAL yang akan mendaparkan sertifikat BNSP, maupun pelatihan-
pelatihan atau sertifikasi-sertifikasi lainnya yang menunjang operasional IPAL PT.
Bukit Rimba Makmur

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 21


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

C. Sistem Manajemen Lingkungan


1. Perencanaan:
a. Lingkup dan Sistem Manajemen Lingkungan Operasional IPAL PT.Bukit
Rimba Makmur
Lingkup system manajemen lingkungan ini adalah Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) PT.Bukit Rimba Makmur.
IPAL merupakan sarana untuk mengolah air limbah yang berasal dari kegiatan
Pembangunan Dan Operasional Gedung Perkantoran Dan Mess Karyawan PT
Bukit Rimba Makmur seperti Toilet, kantin, laundry dan lain-lain sebelum di
buang ke saluran akhir atau lingkungan sekitarnya.
Tujuan IPAL adalah agar limbah yang dihasilkan dari kegiatan Pembangunan
Dan Operasional Gedung Perkantoran Dan Mess Karyawan PT Bukit Rimba
Makmur yang dibuang ke Saluran akhir (Badan Air Penerima Anak Sungai
Kuaro) telah memenuhi standar dan baku mutu yang ditetapkan
b. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air
PT Bukit Rimba Makmur bertekad untuk menjalankan tujuan bisnis dengan
berwawasan lingkungan. Kebijakan lingkungan yang ada di PT Bukit Rimba
Makmur bertekad mencakup cara penerapan prinsip-prinsip untuk
meminimalkan dampak negatif lingkungan dalam menjalankan kegiatan.
Kebijakan lingkungan PT. Bukit Rimba Makmur bertekad adalah sebagai
berikut :
1) Meniadakan pencemaran limbah cair dan pelaksanaan green productivity.
2) Melaksanakan dan berupaya memenuhi persyaratan hukum dan
persyaratan wajib lainnya yang berlaku.
3) Melakukan perbaikan, peningkatan berkesinambungan terhadap sistem
manajemen lingkungan.
4) Melaksanakan, menerapkan, mendokumentasikan, memelihara dan
meninjau kebijakan lingkungan yang berkaitan dengan pengendalian
pencemaran air seperti :
a) Perda Provinsi Kalimantan Timur No. 2 Tahun 2011 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
b) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik
Indonesia Nomor P.68/MENLHK-SETJEN/2016 Tentang Baku Mutu Air
Limbah Domestik, pada Lampiran 1. Baku Mutu Air Limbah Domestik
Tersendiri.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 22


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

c. Kepemimpinan dan Komitmen Dari Manajemen Puncak Terhadap


Pengendalian Pencemaran Pencemaran Air
Direktur PT. Bukit Rimba Makmur bertanggungjawab dan berkomitmen untuk
memastikan system IPAL SRAB PT Bukit Rimba Makmur berjalan sebagaimana
mestinya dan output yang dikeluarkan sesuai dengan baku mutu yang berlaku.
d. Struktur Organisasi Pengendalian Pencemaran Air

Manager Pembibitan

Mandor

Gambar 11. Struktur Organisasi Pengendalian Pencemaran Air PT. Bukit


Rimba Makmur.
e. Tanggungjawab dan Kewenangan Pengendalian Pencemaran Air
1) Chief Engineer :
a) Memastikan prosedur pengendalian pencemaran air dipelihara dan
diimlementasikan.
b) Melaporkan kegiatan pemantauan lingkungan kepada divisi Technical
Services.
2) Technician :
a) Menjalankan prosedur pengendalian pencemaran air.
b) Melaporkan kegiatan pemantauan lingkungan kepada Chief Engineer.
c) Menyusun rencana pengelolaan limbah cair domestic
d) Monitoring pengelolaan limbah cair domestic.
e) Menyusun laporan neraca limbah cair yang masuk maupun keluar IPAL
f. Aspek Penetapan Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air
Sistem Manajemen Lingkungan Operasional IPAL PT.Bukit Rimba Makmur disusun
agar air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan PT.Bukit Rimba Makmur tidak
melebihi baku mutu yang mematuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan
Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/MENLHK-SETJEN/2016 Tentang baku
Mutu Air Limbah Domestik, pada Lampiran 1. Baku Mutu Air Limbah Domestik
Tersendiri.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 23


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

g. Kebijakan pengendalian Pencemaran Air


Dalam upaya untuk dapat melakukan pengendalian pencemaran air, kebijakan
yang dilakukan oleh PT.Bukit Rimba Makmur adalah :
1) Menyusun system pengendalian pencemaran air sesuai dengan standar
teknologi
yang memadai
2) Memastikan prosedur pengendalian pencemaran air dapat
berjalan
diimlementasikan.
3) Melakukan pemantauan secara berkala terhadap parameter-parameter yang
telah
ditetapkan dalam baku mutu lingkungan.
4) Mematuhi baku mutu lingkungan untuk parameter-parameter yang telah
ditetapkan.

h. Risiko dan Peluang yang Perlu Ditangani


PT. Bukit Rimba Makmur akan mengidentifikasi resiko dan dampak lingkungan,
maupun identifikasi terhadap tingkat kesesuaian serta terhadap peraturan
perundangan dan persyaratan lain yang terkait.
i. Perencanaan Penanganan Risiko Dan Peluang Serta Evaluasi Efektifitas dari
Sistem yang telah berjalan.
PT. Bukit Rimba Makmur telah Menyusun Penanganan Kondisi Darurat
Pencemaran Air dan Prosedur Operasional Standar Tanggap Darurat IPAL dalam
dokumen Standar Teknis dan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk
perbaikan system yang telah berjalan.
2. Pelaksanaan:
a. Persyaratan Sumberdaya Operasional IPAL
Sumberdaya yang diperlukan dalam operasional adalah system IPAL Sewage
Treatment Plant dengan kapasitas 6,8 m3 yang memadai untuk mengolah
limbah domestic cair dari aktivitas PT Bukit Rimba Makmur.
b. Sumber Daya Manusia
Dalam pelaksanaan operasional IPAL akan dilakukan oleh personil yang memiliki
sertifikasi kompetensi pengendalian Pencemaran Air, serta kompetensi dan
keahlian lain yang dipersyaratkan oleh peraturan. Dimana penanggung jawab
operasional IPAL adalah Chief Engineer dan pelaksana di lapangan adalah
Technician.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 24


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

c. Mekanisme Proses Komunikasi Internal Dan Eksternal


Komunikasi merupakan media untuk menyampaikan informasi mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan PT.Bukit Rimba Makmur
mengembangkan sistem komunikasi dan menyampaikan semua informasi
kepada pihak manajemen, karyawan maupun kontraktor melalui komunikasi
internal. Sedangkan komunikasi eksternal juga diperlukan kepada pihak ekstern
yang terkait misalnya dengan DLH Kabupaten Paser serta instansi teknis linnya.
Dalam tanggungjawab dan kewenangan penanggungjawab dan pelaksana di
lapangan, telah diterapkan pelaporan dari pelaksana di lapangan kepada
penanggung jawab, kemudian dari penanggung jawab ke divisi technical
maintenance untuk kemudian dilaporkan ke instansi terkait secara berkala.
d. Dokumentasi Sistem Manajemen Lingkungan dan Kontrol Dokumen.
Dalam pelaksanaan dokumentasi sistem manajemen lingkungan PT. Bukit Rimba
Makmur mencakup:
1) Kebijakan, sasaran dan target lingkungan.
2) Penjelasan dari elemen utama dari sistem manajemen lingkungan dan
2) interaksinya serta referensi antar dokumen yang terkait.
3) Dokumen dan catatan yang dituntut oleh Standar Internasional.
4) Dokumen dan catatan yang ditetapkan oleh organisasi yang diperlukan untuk
memastikan perencanaan, operasional dan pengendalian proses yang efektif
yang berhubungan dengan aspek lingkungan yang signifikan.
e. Penetapan, Penerapan, dan Pengendalikan Proses Pengendalian Operasi
yang dibutuhkan untuk Memenuhi Persyaratan Sistem Manajemen
Lingkungan Terkait Pengendalian Pencemaran Air
Dalam pelaksanaan di lapangan PT.Bukit Rimba Makmur akan memastikan
pengoperasian system IPAL berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan, dan
juga melakukan evaluasi terhadap operasional IPAL secara berkala agar tujuan
dari penggunaan IPAL tercapai yakni terpenuhinya parameter-parameter limbah
yang dikeluarkan sesuai baku mutu lingkungan yang ditetapkan.
Adapun pelaksanaan di lapangan sebagai berikut :
1) Menetapkan Teknologi Sistem Pengolahan Air Limbah beserta masing-masing
Unit proses/unit operasi yang tertuang dalam dokumen standar teknis.
2) Memastikan prosedur pengendalian pencemaran air yang telah direncanakan
diimlementasikan / berjalan sesuai prosedur.
3) Melakukan pemantauan secara berkala terhadap parameter-parameter yang
telah ditetapkan dalam baku mutu lingkungan.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 25


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

4) Mematuhi baku mutu lingkungan untuk parameter-parameter yang telah


ditetapkan.
5) Melakukan evaluasi terhadap system yang berjalan jika terdapat parameter
yang melebhi baku mutu
f. Potensi situasi darurat dan respon yang diperlukan.
Untuk menaggulangi potensi situasi darurat, PT. Bukit Rimba Makmur telah
Menyusun Penanganan Kondisi Darurat Pencemaran Air dan Prosedur Operasional
Standar Tanggap Darurat IPAL dalam dokumen Standar Teknis.
3. Pemeriksaan:
a. Memantau, mengukur, menganalisa, dan mengevaluasi kinerja menetapkan
kebijakan pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran dan/atau
Kerusakan Laut;
b. Mengevaluasi pemenuhan terhadap kewajiban penaatan menetapkan kebijakan
pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan
Laut;
c. Melakukan internal audit secara berkala; dan
d. Mengkaji sistem manajemen lingkungan organisasi terkait menetapkan
kebijakan pengendalian Pencemaran Air untuk memastikan kesesuaian,
kecukupan, dan keefektifan.
4. Tindakan:
a. Melakukan tindakan untuk menangani ketidaksesuaian
Tindakan yang dilakukan untuk menangani ketidaksesuaian :
1. Identifikasi ketidaksesuaian yang ada dan memperbaiki serta menyelidiki
dampak lingkungan.
2) Menginvestigasi dan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian untuk
mencegah terulang kembali.
3) Evaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah ketidaksesuaian dan
menerapkan tindakan yang sesuai.
4) Mencatat hasil tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan.
5) Meninjau efektifitas tidakan perbaikan dan pencegahan yang telah ditentukan.
b. melakukan tindakan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem
manajemen lingkungan yang sesuai dan efektif untuk meningkatkan kinerja
pengendalian Pencemaran Air.
c. Penanganan Kondisi Darurat Pencemaran Air
1) Lakukan Investigasi penyebab kegagalan proses IPAL

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 26


JL Noto Sunardi NO. A1 RT. 03 RW. 05 Desa Tanah Grogot Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser

2) Segera isolasi sumber/penghasil air limbah yang menyebabkan ganguan


proses IPAL
3) Lakukan proses stabilisasi IPAL dengan penetralan pH
4) Lakukan penambahan Bakteri pengurai dari cadangan bakteri yang ada dalam
sistem IPAL
5) Lakukan pemantauan secara intensif terhadap kualitas air hasil olahan
6) Lakukan penambahan Bacteria Guard untuk menghilangkan zat toxic di bak
aerasi
7) Melakukan koordinasi dengan pejabat terkait untuk menginformasikan
kondisi darurat dan rencana penanganan.
d. Prosedur Operasional Standar Tanggap Darurat IPAL
1) Apabila hasil analisa air limbah melebihi Standard Baku Mutu :
a) Melakukan pemeriksaan air limbah influent yang masuk ke IPAL.
b) Melakukan Investigasi sumber penghasil air limbah yang memiliki
karekteristik buangan tidak normal. Lakukan penanganan sesuai
penyimpangan yang ditemukan
c) Melakukan pemeriksaan proses yang berlangsung di IPAL. Lakukan
penanganan sesuai dengan panduan operasi yang terdapat dalam Buku
Manual Operasi.
d) Melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan peralatan IPAL. Lakukan
penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.
e) Lakukan penetralan pH dan penambahan bakteri jika terjadi shockload.
f) Merencanakan penambahan unit pengolahan lanjutan sepeti system
biofilter, system RBC dan system tanaman sanita horizontal sesuai
dengan SNI 8455:2017.
2) Apabila aliran listrik utama di IPAL padam lebih dari 2 jam : Operator IPAL
segera menghubungi Departemen Engineering untuk menghidupkan genset
cadangan.
3) Apabila terjadi kebocoran / keretakan bak atau di IPAL (akibat gempa bumi,
dll) :
Proses IPAL dihentikan sementara. Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan
perbaikan setelah kondisi dinilai aman.
4) Apabila terjadi kecelakaan di area IPAL & Blower :
Diberi pertolongan pertama di tempat kejadian, selanjutnya segera dibawa
ke Klinik Kesehatan terdekat atau Rumah Sakit untuk memperoleh
pertolongan medis.

Standar Teknis Pembangunan Air Limbah KeBadan Air Permukaan PT BRM 27

Anda mungkin juga menyukai