Anda di halaman 1dari 9

PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 1 dari 9

PROFIL USTK PROVINSI

Unit Sertifikasi Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah atau yang disingkat USTK Provinsi Jawa Tengah
adalah suatu unit yang dibentuk oleh LPJK Provinsi Jawa Tengah, yang diberi kewenangan untuk
menyelenggarakan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, yaitu menerima permohonan sertifikasi,
pemeriksaan kelengkapan berkas permohonan, melakukan verifikasi dan validasi data serta melakukan
penilaian klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja.

Sertifikat Tenaga Kerja tersebut wajib dimiliki oleh setiap pekerja konstruksi, baik tenaga ahli maupun
tenaga terampil dibidang konstruksi, yang dimaksudkan sebagai dokumen pengakuan atas tingkat
kompetensi seorang tenaga kerja yang akan bekerja di sektor jasa konstruksi.

Dalam menjalankan tugas dan kewajiban menyelenggarakan proses sertifikasi, USTK Provinsi Jawa
Tengah wajib menerapkan sistem manajemen mutu yang berdasarkan pada standar internasional ISO
- 17024 : 2009 beserta semua persyaratan turunannya, agar pelaksanaan sertifikasi tersebut
memenuhi ketentuan yang bertaraf internasional dan dapat dipertanggungjawabkan ketelusurannya, di
samping selalu dilakukan perbaikan yang berkesinambungan ( continous improvement).

Sebagai sebuah lembaga atau unit sertifikasi, USTK Provinsi Jawa Tengah wajib memenuhi
persyaratan yaitu memiliki Panduan Mutu, yaitu suatu dokumen yang secara umum menjelaskan
ketentuan dan persyaratan sistem manajemen mutu yang harus dilaksanakan dengan penjaminan
mutu. Di samping itu perlu dibuat prosedur yang merupakan petunjuk dan pedoman tata cara
pelaksanaan, ketentuan dan persyaratan dalam menyelenggarakan kegiatan sistem manajemen dalam
menerima permohonan sertifikasi, pemeriksaan kelengkapan berkas permohonan, melakukan verifikasi
dan validasi data serta melakukan penilaian klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja konstruksi.

1. PEMBENTUKAN USTK PROVINSI JAWA TENGAH

USTK Provinsi dibentuk oleh LPJK Provinsi sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah
Nomor : 08/KPTS/LPJK-JTG/XII/2012 tanggal 22 Desember 2012 tentang Penetapan TIM
Pembentuk Unsur Pengarah Unit Sertifikasi Tenaga Kerja Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi Provinsi Jawa Tengah.

1
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 2 dari 9

Struktur organisasi USTK Provinsi Jawa Tengah terdiri dari :

a. UNSUR PENGARAH
 Sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah Nomor : 10/KPTS/LPJK-JTG/II/2013
Tanggal 25 Februari 2013 tentang Penetapan Unsur Pengarah Unit Sertifikasi Tenaga
Kerja Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Tengah .
 Sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah Nomor : 12/KPTS/LPJK-JTG/VII/2017
Tanggal 13 Juli 2017 tentang Penetapan Unsur Pengarah Unit Sertifikasi Tenaga Kerja
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Tengah .
b. UNSUR PELAKSANA
 Sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah Nomor : 15/KPTS/LPJK-JTG/III/2013
Tanggal 26 Agustus 2013.
 Sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah Nomor : 60/KPTS/LPJKP-JTG/IX/2016
Tanggal 1 September 2016.
 Sesuai Surat Keputusan LPJK Provinsi Jawa Tengah Nomor :
6.2/KPTS/LPJKP-JTG/IV/2017 Tanggal 1 April 2017.

2. PEMANGKU KEPENTINGAN
Dalam pembentukan USTK Provinsi Jawa Tengah, melibatkan perwakilan dari pemangku
kepentingan yang memerlukan tenaga kerja konstruksi yang kompeten yaitu :
a. Kelompok unsur asosiasi profesi;
b. Kelompok unsur asosiasi perusahaan;
c. Unsur perguruan tinggi/pakar;
d. Unsur pemerintah;
e. Asosiasi industri dan/atau asosiasi properti;
f. Pengguna jasa bidang konstruksi; dan
g. Badan usaha jasa konstruksi.

2
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 3 dari 9

3. STRUKTUR ORGANISASI USTK PROVINSI

USTK Provinsi memiliki struktur organisasi yang terdokumentasi dengan baik, hal ini dimaksudkan
untuk menjaga ketidakberpihakan termasuk ketentuan yang menjamin ketidakberpihakan didalam
pengoperasiannya. Dalam pembentukan USTK Provinsi Jawa Tengah harus melibatkan partisipasi
semua pihak yang mempunyai peran penting atau pemangku kepentingan khususnya dalam
pengembangan kebijakan dan prinsip-prinsip tentang substansi maupun sistem sertifikasi tanpa
adanya pihak yang mendominasi.

a. UNSUR PENGARAH

Struktur organisasi unsur pengarah terdiri dari Ketua Unsur Pengarah, Sekretaris dan Anggota.

KETUA

SEKRETARIS

FUNGSI DAN TUGAS UNSUR


ANGGOTA ANGGOTA
PENGARAH ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA
Unsur Pengarah USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai fungsi sebagai berikut:
- Menetapkan visi, misi dan sasaran mutu;
- Menetapkan program kerja;
- Mengangkat dan memberhentikan asesor kompetensi;
- Mengangkat dan memberhentikan unsur pelaksana USTK Provinsi.
Dalam mengangkat dan memberhentikan Unsur Pelaksana USTK Provinsi Jawa Tengah
dilakukan oleh Unsur Pengarah USTK Provinsi Jawa Tengah dengan pertimbangan dan
persetujuan dari Pengurus LPJK Provinsi Jawa Tengah. Dalam menjalankan fungsinya, Unsur
Pengarah USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas :
- Merumuskan kebijakan umum mengenai pelaksanaan sertifikasi;
- Melakukan pemrograman kegiatan pelaksanaan sertifikasi;
- Melakukan perencanaan anggaran biaya USTK Provinsi Jawa Tengah;

3
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 4 dari 9

- Melakukan seleksi terhadap calon unsur pelaksana USTK Provinsi Jawa Tengah;
- Mengangkat dan memberhentikan unsur pelaksana USTK Provinsi Jawa Tengah;
- Melakukan pengawasan terhadap operasional USTK Provinsi Jawa Tengah.
b. UNSUR PELAKSANA
Struktur organisasi unsur pelaksana terdiri atas :
1. Ketua Unsur Pelaksana;
2. Penanggung Jawab Bidang Administrasi;
3. Penangung Jawab Bidang Manajemen Mutu;
4. Penanggung Jawab Bidang Keahlian (Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Elektrikal, Tata
Lingkungan dan Manajemen Pelaksanaan);
5. Penanggung Jawab Subbidang Fasilitasi Sertifikasi;
6. Penanggung Jawab Subbidang Tata Usaha;
7. Penanggung Jawab Subbidang Sistem Manajemen Mutu;
8. Penanggung Jawab Subbidang Audit Internal;
9. Penanggung Jawab Subbidang Standarisasi; dan
10. Penanggung Jawab Subbidang Sertifikasi.

4
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 5 dari 9

UNIT SERTIFIKASI TENAGA KERJA PROVINSI

(USTK PROVINSI)

Pengurus LPJK

Unsur Pengarah Ketua

Sekretaris

Anggota

Unsur Pelaksana Ketua


Ketua

PJB. Administrasi PJB. Manajemen Mutu


PJB. Administrasi PJB. Manajemen Mutu

Plt. PJSB. Fasilitas Sertifikasi Plt. PJSB. Manajemen


dan Tata Usaha Mutu dan Audit Internal

Plt. PJSB. Arsitek, Sipil,


PJBMekanikal, Elektrikal,
Keahlian (Arsitek, Tata
Sipil, Mekanikal,
Elektrikal, Tata Lingkungan,
Lingkungan dan Manajemen dan
Manajemen Pelaksanaan)
Pelaksana

Plt. PJSB. Standarisasi dan


Sertifikasi

Asesor ASESOR
KOMPETENSI

Diagram Struktur Organisasi USTK

5
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 6 dari 9

FUNGSI DAN TUGAS UNSUR PELAKSANA


1. KETUA UNSUR PELAKSANA
Ketua Unsur Pelaksana mempunyai fungsi untuk melaksanakan kebijakan yang telah
ditetapkan oleh Unsur Pengarah, dengan tugas-tugas sebagai berikut :
- Menyiapkan usulan program kerja;
- Menyiapkan usulan rencana program sertifikasi dan anggaran biaya;
- Melaksanakan fungsi administrasi, manajemen mutu, keahlian, standarisasi dan
sertifikasi;
- Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan dan kegiatan sertifikasi kepada Unsur
Pengarah.
2. PENANGGUNG JAWAB BIDANG ADMINISTRASI
Penanggung Jawab Bidang Administrasi dalam fungsi dan tugasnya membawahi
Penanggung Jawab Sub Bidang Fasilitas Sertifikasi dan Tata Usaha, untuk melaksanakan
fungsi administrasi dan mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :
- Memfasilitasi pelaksanaan sertifikasi;
- Melaksanakan penatausahaan sertifikasi;
- Memutakhirkan data dan informasi sertifikasi.
3. PENANGGUNG JAWAB BIDANG MANAJEMEN MUTU
Penanggung Jawab Bidang Manajemen Mutu dalam fungsi dan tugasnya membawahi
Penanggung Jawab Sub Bidang Manajemen Mutu dan Audit Internal, untuk melaksanakan
fungsi manajemen mutu dan mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :
- Menyusun panduan mutu dan prosedur operasi standar;
- Mengembangkan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu;
- Melakukan audit mutu internal dan kaji ulang manajemen.
4. PENANGGUNG JAWAB BIDANG KEAHLIAN (ARSITEKTUR, SIPIL, MEKANIKAL,
ELEKTRIKAL, TATA LINGKUNGAN DAN MANAJEMEN PELAKSANAAN).
Penanggung Jawab Bidang Keahlian ( Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Elektrikal, Tata
Lingkungan dan Manajemen Pelaksana) dalam fungsi dan tugasnya membawahi
Penanggung Jawab Sub Bidang Standarisasi dan Sertifikasi, untuk melaksanakan fungsi
standarisasi dan sertifikasi dan mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :
- Memfasilitasi kegiatan identifikasi kebutuhan standar kompetensi tenaga kerja;

6
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 7 dari 9

- Memfasilitasi kegiatan pengembangan standar kompetensi;


- Memfasilitasi pengusulan standar kompetensi baru untuk ditetapkan sebagai Standar
Kompetensi Kerja Provinsi Indonesia (SKKNI);
- Memfasilitasi penyusunan materi uji kompetensi;
- Memfasilitasi kegiatan uji kompetensi tenaga kerja.

5. ASESOR KOMPETENSI
Asesor Kompetensi USTK Provinsi Jawa Tengah, mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:
- Melakukan persiapan penilaian;
- Melakukan verifikasi dan validasi dokumen permohonan registrasi;
- Melakukan uji kompetensi tenaga kerja;
- Melakukan penilaian tenaga kerja melalui pelaksanaan pengembangan profesional
berkesinambungan (Continuing Professional Development / CPD);
- Membuat rekomendasi kompetensi klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja;
- Menyampaikan rekomendasi kompetensi klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja kepada
ketua unsur pelaksana melalui Penanggung Jawab Sub Bidang Standarisasi dan
Sertifikasi.
4. SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan prasana yang harus dipenuhi oleh USTK Provinsi meliputi : kantor, peralatan kantor,
perangkat kerja, asesor kompetensi dan sarana penunjang sertifikasi lainnya.

a. PERSYARATAN KANTOR DAN PERALATAN KANTOR


1. Kantor (alamat dan status kepemilikan);
2. Luas bangunan minimal seluas 70 m2 dan memiliki ruang kerja unsur pelaksana, ruang kerja
asesor, ruang uji kompetensi dan ruang arsip;
3. Meja, kursi dan lemari arsip sesuai kebutuhan;
4. Komputer dengan spesifikasi paling sedikit prosesor 800 Mhz, ram 512 Mb, hard disk 20 Gb,
VGA 64 Mb, CD Rom;
5. Printer;
6. Peralatan komunikasi berupa telepon, faksimile dan akses internet paling sedikit 512 Mbps.

7
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 8 dari 9

b. PERSYARATAN PERANGKAT KERJA


1. SKKNI dan Bakuan Kompetensi;
2. MUK ( Materi Uji Kompetensi );
3. Rencana Kegiatan Sertifikasi;
4. Skema Sertifikasi;
5. Sistem Pengendalian Pelaksanaan Sertifikasi;
6. Peraturan LPJK yang mengatur USTK Provinsi Jawa Tengah dan Registrasi;
7. Peraturan Perundang-undangan yang terkait; dan
8. Sistem informasi yang terintegrasi dengan SIKI LPJK.
c. ASESOR KOMPETENSI
USTK Provinsi Jawa Tengah harus memiliki tenaga asesor kompetensi yang mencukupi, untuk
setiap bidang keahlian klasifikasi/subklasifikasi minimal memiliki 3 (tiga) orang asesor dari :
1. Arsitektur;
2. Sipil;
3. Mekanikal;
4. Elektrikal;
5. Tata Lingkungan;
6. Manajemen Pelaksanaan.
d. SARANA PENUNJANG SERTIFIKASI LAINNYA
USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai kewajiban untuk :
1. Memutakhirkan data dan informasi yang terkini setiap saat;
2. Mengembangkan skema sertifikasi;
3. Memiliki sistem dan teknologi informasi yang memadai;
4. Memiliki program pengembangan profesional berkesinambungan (Continuing Professional
Development / CPD).
5. WEWENANG, FUNGSI DAN TUGAS USTK PROVINSI JAWA TENGAH
a. WEWENANG
USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan sertifikasi
tenaga kerja konstruksi yang meliputi penerimaan permohonan sertifikasi, pemeriksaan
kelengkapan berkas permohonan, melakukan verifikasi dan validasi data, serta melakukan
penilaian klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja konstruksi.

8
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKP-JT/PM/vii

PROFIL USTK PROVINSI


Edisi / Revisi 1/2
Tanggal Review 15 April 2019
Berlaku sejak 1 Mei 2019
JAWA TENGAH Halaman 9 dari 9

b. FUNGSI
Dalam menjalankan kewenangannya tersebut, USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai fungsi
untuk menyelenggarakan :
- Sertifikasi Tenaga Ahli Muda dan Madya; dan
- sertifikasi tenaga terampil.
c. TUGAS
Dalam menjalankan fungsinya tersebut, USTK Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas
sebagai berikut :
- Menyelenggarakan uji kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja
Indonesia (SKKNI), standar kompetensi tenaga kerja yang berlaku interProvinsi yang telah
diadopsi oleh pemerintah dan/atau bakuan kompetensi yang ditetapkan LPJK;
- Melakukan penilaian kompetensi berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi melalui program
pengembangan profesional berkesinambungan (Continuing Professional
Development/CPD);
- Menerbitkan Berita Acara Rekomendasi Hasil Penilaian Uji Kompetensi tenaga kerja
konstruksi.

Dibuat oleh : Diperiksa Oleh : Disahkan Oleh :


P. J. Manajemen Mutu Ketua Unsur Pelaksana Ketua Unsur Pengarah

Wenny Dwi Ariyanti, ST Nur Atimah, SE Nuky Krishna Rajasa, ST, MT


15 April 2019 15 April 2019 15 April 2019
9