Anda di halaman 1dari 18

4.

TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA


1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA
a. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja
Kerangka Acuan Kerja tersebut telah dapat dimengerti dan dipahami
dengan baik

karena Kerangka Acuan Kerja tersebut mudah dipahami dan tersaji


dengan jelas dan terstruktur oleh konsultan. Namun demikian
beberapa hal yang dapat ditekankan oleh Kerangka acuan kerja
(KAK) dibuat adalah dengan tujuan untuk dapat menyampaikan
hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan
Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Air Pd.
Guci Gedung Luis. Kerangka acuan kerja (KAK) disusun berdasarkan
atas ketentuan yang berlaku pada Dokumen Pemilihan Pengadaan
Langsung. Kerangka acuan kerja (KAK) akan memuat hal seperti :
- Latar belakang pekerjaan,

- Maksud dan tujuan,

- S asaran,

- Nama dan Organisasi Pengguna Jasa adalah Dinas Pekerjaan Umum


Dan Penataan Ruang Kabupaten Kaur

- Sumber Pendanaan, Rp 9.856.000,- (Sembilan Juta Delapan Ratus


Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) dari Dana APBDP

- Lingkup Pekerjaan,

- Metodologi,

- Waktu Pelaksanaan, 30 ( tiga puluh ) hari Kalender

- Tugas Tenaga Ahli,

- Program Kerja Perencanaan,

- Masukan,

- Keluaran,
- Laporan.

Dengan menyimak uraian setiap item di atas tersebut, konsultan


penyedia jasa perencanaan dapat mengetahui hal dasar yang menjadi
latar belakang terjadinya pekerjaan Perencanaan Pembangunan
Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Air Pd. Guci Gedung Luis.

b. Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja

Hal yang berkaitan dengan apresiasi dan inovasi yang diberikan konsultan
penyedia jasa konsultansi perencanaan merupakan suatu masukan yang
mungkin nantinya dapat menjadikan pelaksanaan pekerjaan berjalan
dengan efisien dan efektif. Dalam hal inovasi, konsultan ingin
menyampaikan suatu Sistem informasi manajemen proyek, dimana
Sistem informasi manajemen proyek adalah suatu sistem yang
mendukung pihak pimpinan proyek dalam memantau dan mengendalikan
proyek yang dibuat. Tujuan sistem informasi manajemen untuk
dipergunakan pihak pemilik dalam mendapatkan informasi proyek secara
berkala, cepat dan akurat. Dengan keberadaan sistem informasi
manajemen proyek, Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi
Daerah Irigasi Air Pd. Guci Gedung Luis diharapkan dapat berjalan
dengan baik, dan dapat menciptakan suatu pekerjaan yang berkualitas.
Kunci dari terlaksananya Sistem informasi manajemen proyek adalah
koordinasi yang baik yang tercipta dari komunikasi yang baik
antara Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Kaur
selaku pengguna jasa, dan konsultan perencana.

2. URAIAN PENDEKATAN

Dalam pelaksanaan pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan


Irigasi Daerah Irigasi Air Pd. Guci Gedung Luis pendekatan yang
dilaksanakan konsultan perencana akan mencakup :
a. Persiapan pelaksanaan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan perencanaan, konsultan akan


melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan
pekerjaan. Konsultan perencanaan dapat berkoordinasi dengan
Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Kaur selaku
pengguna jasa. Pekerjaan Persiapan meliputi :
 Menyusun Program Kerja, alokasi tenaga dan konsepsi
pekerjaan perencanaan.
 Menyusun langkah-langkah yang terencana baik dan efektif
mengenai pembuatan segala yang berhubungan dengan
Perencanaan.
 Menganalisa data, Meninjau desain, Meninjau volume dan
harga kontrak.

b. Pengumpulan dan Pemeriksaan Data

Hal penting sebelum melaksanakan Perencanaan adalah


mengumpulkan semua informasi tentang pekerjaan bersangkutan,
informasi tersebut nantinya akan berupa data yang mana setelah
mendapatkan data tersebut diadakan pemeriksaan dan
pengecekan.
c. Survey Awal

Bersama sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


melaksanakan survey awal pada lokasi pekerjaan, survey tersebut
dilaksanakan guna mendapatkan informasi terkini lokasi pekerjaan.

d. Perencanaan Teknis

 Mengevaluasi dan memberi saran tentang rencana


pesiapan teknis lapangan dan metode yang dilaksanakan.
 Melakukan survey harga setiap material yang digunakan,
agar sesuai dengan ketentuan yang tertulis dalam kontrak.
e. Perencanaan Administrasi

 Menyusun suatu metode yang menjamin agar gambar kerja tidak


terlambat prosesnya mulai dari pembuatan, koreksi hingga
persetujuannya.
 Menyelesaikan setiap tugas dari perencanaan secara tuntas,
termasuk gambar-gambar rencana dan spesifikasinya.

Dari uraian-uraian diatas, Konsultan berkeyakinan bahwa pekerjaan akan berjalan


lancer hasil pekerjaan akan lebih baik dan kegiatan akan selesai tepat pada
waktunya.

3. URAIAN METODOLOGI

Secara Umum Layanan Jasa Konsultan CV. TRI PUTERA akan bekerja setelah
SPMK ditandatangani dimulai dari persiapan pelaksanaan pekerjaan berupa
penyelesaian administrasi surat-menyurat yang berhubungan dengan kegiatan
pelaksanaan, maupun persiapan teknis untuk melaksanakan kegiatan di
lapangan. Koordinasi dengan Instansi terkait yang berhubungan baik langsung
maupun tidak langsung guna menyamakan persepsi serta kesamaan pendapat
agar dapat dihasilkan suatu produk Perencanaan yang effisien dan maksimal.

3.1.Tahap Persiapan Dan Mobilisasi

Pekerjaan persiapan merupakan tahap kegiatan awal yang bermaksud untuk


menunjang tahapan pekerjaan berikutnya yaitu pekerjaan lapangan sehingga
seluruh pekerjaan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja
dan target waktu yang telah ditetapkan. Dalam melakukan pekerjaan persiapan,
rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan Peta dan Data

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi teknis sebanyak


mungkin, berupa pengumpulan peta, data sekunder maupun data primer guna
menunjang tahapan kegiatan selanjutnya.

b. Penyusunan Rencana Kerja, Metodologi Pelaksanaan dan


Pembuatan Peta Rencana Kerja.

Berdasarkan evaluasi dan analisis terhadap data sekunder maupun data


primer yang telah diperoleh, diharapkan pelaksana dapat menyusun Rencana
Kerja dan Metodologi pelaksanaan serta membuat peta Rencana Kerja
sehingga seluruh ruang lingkup pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik.
c. Penyiapan Personil, Bahan dan Peralatan

Pelaksana menyiapkan bahan dan peralatan yang memadai baik dari segi
kuantitas maupun kualitas. Konsultan pelaksana juga menyiapkan
personil/tenaga pelaksana sesuai dengan keahlian masing-masing serta
dengan persyaratan/kualifikasi minimal tenaga pelaksana sebagaimana yang
ditetapkan.
d. Penyiapan Formulir Survey dan Isian Data

Sebelum berangkat ke lapangan, pelaksana menyiapkan formulir-formulir


survey dan formulir isian data selengkap mungkin sesiai dengan kebutuhan di
lapangan.
3.2.Pekerjaan Lapangan

a. Orientasi Lapangan

Orientasi lapangan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang jelas


mengenai situasi lokasi dan permasalahan dilapangan sehingga pelaksanaan
pekerjaan dilapangan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.b.
Pengukuran

Dalam pengukuran, rangkaian kegiatan dan ketentuan yang akan


dilaksanakan adalah sebagai berikut :
3.2.1. Pengukuran Situasi Saluran Irigasi

Pengukuran mengacu pada PT-02, Persyaratan Teknis bagian


Pengukuran Topografi dan Pd T-10- 2004-A, Pedoman Teknis Pengukuran
dan Pemetaan Terestris Sungai/Saluran, bab 4.2.4 Pengukuran situasi.
Detail situasi yang diukur mengacu pada KP-07, Kriteria Perencanaan
bagian Standar Penggambaran, terkait dengan tema dan unsur yang
ditampilkan dalam peta, Pengukuran Situasi Khusus (Site Survey)
Pengukuran site survey secara lengkap harus dilakukan pada bangunan
baru yang diusulkan dan rencana bangunan yang akan diperbaiki,
dilengkapi dengan pengambilan data detail situasi dan titik-titik tinggi
untuk pembuatan kontur dengan interval 1,0 m. Pada site survey jarak-
jarak poligon diukur dengan pita ukur atau pengukur jarak elektronis.

1) Pengukuran memanjang dan melintang sungai/saluran :


Pengukuran memanjang mengikuti trase/jalur sungai/saluran, ketentuan
pengukuran memanjang mengacu pada PT-02, Persyaratan Teknis
bagian Pengukuran Topografi dan Pd T-10-2004-A, Pedoman Teknis
Pengukuran dan Pemetaan Terestris Sungai, bab. 4.2.5. Pengukuran
penampang melintang sungai. Ketentuan pengukuran melintang adalah
sebagai berikut :
o Arah penampang melintang yang diukur diusahakan tegak
lurus alur sungai.
o Batas pengambilan detail di areal tepi kiri dan di areal tepi kanan
sesuai dengan ketentuan garis sempadan atau pada jarak 50 m dari
kedua sisi sungai, atau sesuai dengan keperluan desain.
o Apabila di areal tepi kiri atau di areal tepi kanan sungai terdapat
bangunan permanen seperti halnya rumah, maka letak batas
dan ketinggian lantai rumah tersebut harus diukur, dan diperlakukan
sebagai detail irisan melintang.
o Pengambilan titik-titik tinggi tiap jarak 10 meter pada profil
melintang atau pada tiap beda tinggi 0,25 meter, mana yang lebih
dahulu ditemui.
o Pada lengkung alur sungai pengambilan data melintang pada
interval jarak 25 meter memanjang alur sungai atau sesuai dengan
kebutuhan data yang diperlukan, menurut arahan Ahli SDA atau
Direksi.

3.2.2. Pengolahan Data

Pengolahan data mengacu pada kriteria dan spesifikasi yang ditentukan


untuk masing-masing pekerjaan berdasarkan SNI atau Pedoman Teknis
3.2.3. Plotting dan Penggambaran

1) Hasil perhitungan yang definitive diplot langsung dilapangan


diatas kertas millimeter (draf peta situasHi) dengan skala 1 : 2000
dengan interval kontur 0,50 m.
2) Semua patok BM dan CP akan tertera dalam semua peta / gambar.

3) Koordinat disajikan dalam system koordinat UTM.

3.3. Pengamatan Kondisi Hidrologis

Pengamatan kondisi hidrologis dimaksudkan untuk memperoleh informasi


mengenai kondisi hidrologi saluran Irigasi, seperti bentuk alur, tinggi air, arah
aliran, elevasi dasar, kondisi tanggul saluran Irigasi sebagai bahan masukan
dalam Perencanaan detail, gambar profil sungai / saluran.

3.4. Pengamatan Kondisi Lingkungan dan Tata Guna Lahan

Pengamatan kondisi lingkungan dan tata guna lahan dimaksudkan untuk


memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan dan tata guna lahan di
saluran Irigasi seperti : lahan permukiman, lahan komersial/perdagangan
lahan industri dan lain-lain sebagai bahan masukan dalam analisa hidrologi
serta perencanaan.

3.5. Perencanaan Teknis Saluran & Irigasi

Penyusunan kerangka perencanaan teknis ini bertujuan untuk memberikan


arahan terhadap sistem Irigasi secara menyeluruh, kerangka perencanaan ini
digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan perencanaan
saluran/ kali.
Pedoman yang akan digunakan dalam penyusunan kerangka
perencanaan teknis Saluran/Irigasi adalah sebagai berikut :

a. Pemanfatan sistem Irigasi yang ada secara optimal, baik sungai, anak
sungai maupun saluran Irigasi primer.
b. Perencanaan saluran diterapkan dengan meninjau rencana pemanfaatan
ruang yang akan datang, rencana jaringan jalan serta rencana fasilitas kota.
c. Saluran-saluran yang direncanakan, diusahakan mengikuti pengeringan
(pemutusan) alami sedangkan jalur dari saluran diusahakan mengikuti
topografi daerah perencanaan.
d. Memisahkan Irigasi jalan dan tapak

e. Memperbesar resapan/infiltrasi air limpasan daerah hulu atau wawalan


aliran, jika perlu dibuat kolam tampungan penahan.
f. Mereduksi debit aliran puncak di hilir aliran.

g. Ekonomis dalam pelaksanaan


pembangunannya. h. Mudah untuk
dilaksanakan.

3.6. Pendekatan
Perencanaan

a. Kondisi Fisik Daerah perencanaan

- Topografi

Kondisi topografi merupakan pertimbangan dasar dalam menetukan pola


aliran air limpasan permukaan.
- Kondisi Umum Saluran Yang Ada.

Kondisi saluran yang ada pada bagian hilir saluran (pertemuan dengan
saluran penerima

) dan bagian hulu saluran. kapasitas saluran yang ada apakah mampu
menampung debit yang ada, sehingga bisa mengakibatkan adanya luapan
air dari saluran yang menyebar ke areal permukiman.
b. Kriteria Perencanaan

1. Kapasitas Pengaliran

Besarnya kapasitas pengaliran air hujan di atas permukaan tanah


(limpasan hujan/surface run off) ke saluran air hujan ditentukan oleh
beberapa faktor, yaitu :
- Luas Permukaan daerah aliran.

- Jenis/karakteristik permukaan tanah.

- Durasi/intensitas hujan yang terjadi.

- Nilai koefisien pengaliran dan sebagainya.

2. Waktu Konsentrasi

Waktu konsentrasi adalah waktu yang diperlukan oleh air hujan untuk
mengalir dari titik terjauh menuju suatu titik tertentu yang ditinjau pada
daerah pengaliran (titik pengamatan) dan atau diperoleh debit
maksimum. Waktu konsentrasi terdiri dari waktu yang dibutuhkan oleh
air hujan untuk mengalir di atas permukaan tanah ke saluran yang
terdekat (to) dan waktu yang diperlukan air hujan untuk mengalir di
dalam saluran (td), jadi waktu konsentrasi dapat dihitung dengan rumus :
tc = to + td

5. Koefisien Pengaliran

Koefisien Pengaliran adalah perbandingan antara besarnya limpasan aliran


terhadap besarnya hujan yang menyebabkan limpasan tersebut. Besarnya
koefisien pengaliran tersebut dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
adalah :
a. Tata Guna Lahan yaitu semakin banyak bangunan di atas tanah asli
maka semakin besar air hujan yang melimpas karena semakin sedikit
yang berifiltrasi sehingga koefisien pengaliran ( C ) semakin besar.
b. Kemiringan tanah yaitu semakin besar kemiringan tanah, aliran
akan semakin cepat sehingga kesempatan berinfiltrasi lebih sedikit
dibanding limpasan dan koefisien aliran ( C ) semakin besar.
c. Struktur tanah, yaitu berhubungan dengan porositas tanah yang
dipengaruhi ukuran butirnya, dimana semakin besar porositas
tanahnya maka semakin banyak yang dapat berinfiltrasi sehingga
koefisien aliran semakin kecil.
d. Kelembaban tanah, yaitu jika kadar kelembaban lapisan teratas tinggi
maka kemampuan berinfiltrasi kecil karena kejenuhan tanah meningkat
dan koefisien aliran semakin besar.

6. Luas Daerah Pengaliran

Luas Daerah Pengaliran diperhitungkan secara teliti karena merupakan


salah satu elemen dalam perhitungan besarnya limpasan dengan metoda
rasional
Informasi luas daerah pengaliran meliputi :

o Tata guna tanah pada masa kini, dan pengembangan pada masa yang
akan datang.
o Karakteristik tanah dan bangunan di atasnya
o Kemiringan tanah dan bentuk daerah pengaliran

c. Kriteria Hidrolis
Saluran
1. Kapasitas Saluran

Debit pada suatu penampang saluran untuk sembaranag aliran dapat


dinyatakan sebagai hasil perkiraan kecepatan rata-rata dan luas
penampang melintang tegak lurus arah alirab (luas basah). Oleh karena itu
untuk menghitung kapasitas saluran digunakan persamaan kontinuitas :
Q = v.A

Dimana :

3
Q = Debit Pengaliran (m /dt)
V = kecepatan aliran rata-rata dari manning (m/dt)
2
A = luas penampang basah (m )

2. Kecepatan Pengaliran

Penentuan kecepatan aliran di dalam saluran yang direncanakan


didasarkan pada kecepatan maksimum diizinkan.
3. Kemiringan Saluran Dan Talud Saluran
Kemiringan Saluran yang dimaksud adalah kemiringan dasar saluran.
Sedangkan talud adalah kemiringan dinding saluran.
Kemiringan memanjang dasar saluran biasanya diatur oleh keadaan
topografi dan tinggi energi yang diperlukan untuk mengalirkan air. Saluran
direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan pengaliran
secara gravitasi dengan batas kecepatan maksimum dan minimum yang
diizinkan. Besarnya kemiringan saluran dapat juga diperkirakan dengan
rumus Manning sehingga :
S = ( n.v /
2/3 2
R )

4. Kegiatan Setelah Pelaksanaan Pekerjaan

Setelah selesai pelaksanaan perencanaan, maka Konsultan Perencana masih


membuat keluran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah
berupa Laporan, Dokumen Perencanaan Teknis dan Dokumen
Pengadaan untuk Pekerjaan Konstruksi yang disiapkan Konsultan. Jenis
Dokumen yang harus diserahkan kepada pengguna jasa adalah :

1. Spesifikasi Teknis

2. Gambar Perencanaan (Construction Drawing)

3. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

4. Bill of quantity (BOQ)

5. Laporan Hasil Survey Berupa Dokumentasi, Data Dan Informasi


Lapangan

Semua Produk Tersebuk tersebut diatas harus diserahkan selambat-lambarnya


30 (tiga puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak minimal 10 (Sepuluh)
Rangkap copy dan Flasdisk.

4. PROGRAM KERJA

Konsultan membuat Program Kerja yang disusun dalam rangka efektifitas dan
optimalisasi pelaksanaan pekerjaan antara lain meliputi:
Ruang lingkup dan volume kegiatan ini adalah mencakup rangkaian tahapan
kegiatan sebagai berikut :

1. Kegiatan Persiapan

Pekerjaan persiapan meliputi :

 Pengumpulan data dan dokumentasi

- Pengumpulan Peta Topogarafi Lokasi pekerjaan

- Data Inventarisasi terhadap masing-masing pekerjaan.

- Data Pendukung lainnya.

 Penyusunan Rencana Kerja

 Penyiapan personil, bahan dan peralatan

 Penyiapan formulir survey dan isian data.

2. Kegiatan Lapangan

a. Orientasi lapangan
b. Pengukuran
 Pengukuran situasi saluran Irigasi

 Pengukuran profil memanjang saluran Irigasi

 Pengukuran profil melintang saluran Irigasi


c. Dokumentasi lapangan.

3. Kegiatan Penetapan Kriteria Perencanaan


a. Parameter Dasar
b. Pertimbangan Dasar

Ketentuan pertimbangan dasar mengacu pada ketentuan umum.

4. Kegiatan Perencanaan Teknis


a. Pengembangan perencanaan, setelah parameter dasar ditetapkan,
langkah selanjutnya tetapkan besaran elemen perencanaan berdasarkan
pada ketentuan-ketentuan teknis.
b. Perencanaan Teknis Saluran & Irigasi
- Perhitungan Dimensi Saluran
- Perencanaan bangunan-bangunan air pelengkap
c. Pengambaran Hasil Perencanaan
- Penggambaran Peta Situasi Saluran
- Pengambaran Potongan-potongan memanjang saluran
- Pengambaran Potongan-potongan melintang saluran
- pengambaran bangunan-bangunan air

d. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa &


Harga Satuan

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

CV. TRI PUTERA

Proffesional Staff
1. Team Leader

Sub Proffesional Staff


1. Surveyor

Supporting Staff
1. Administrasi/Operator Komputer
5. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

No Jenis Pekerjaan MINGGU KE


I II KETERANGAN

A TAHAPAN PERSIAPAN

1 Persiapan dan Mobilisasi Jangka Waktu


Personil Pelaksanaan 9 Hari
Kalender
2 Menyusun Rencana Kerja

3 Rapat Koordinasi ( Asistensi )


Awal Pelaksanaan
B. TAHAP PELAKSANAAN

1 Survey Pengukuran
2 Pengambilan Data

C. TAHAP AKHIR

1 Pelaksanaan Konsep Lanjutan

2 Pelaksanaan Rancangan

D. PELAPORAN DAN
PEMBAHASAN
1 Gambar Kerja / Dokumen
Perencanaan
2 Dokumen Tender
6. KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN

Berdasarkan lingkup tugas dan tanggungjawab tersebut, maka tugas dan fungsi masing-masing tenaga ahli dapat di
jabarkan sebagai berikut :

Nama Personil Perusahaan Tenaga Lingkup Posisi di usulkan Uraian Jumlah Orang
Ahli Lokal/ Keahlian Pekerjaa
Bulan
Asing n
Lokal Sipil Team Leader Ahli - 1 Orang
Sucipto, ST Sumber Daya Air -
Madya
Rusdi Asad CV. Tri Putera Lokal Sipil - 1 Orang
Surveyor
Pratama

Ohos Forniawan, Lokal S1 Agribisnis Administrasi/ - 1 Orang


S.Agr Operator Komputer
7. JADWAL PENUGASAN PERSONIL

Dalam melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Air Pd. Guci Gedung Luis,
maka disusun jadwal penugasan Personil Tenaga Ahli yang dilibatkan sebagai berikut :

N Nama Personil Masukan Tenaga Ahli ( Dalam Bentuk Diagram Balok ) Orang/ Bulan
o
MINGGU KE 1 MINGGU KE 2

1 Sucipto, ST 1 Orang

2 Rusdi Asad 1 Orang


Pratama
3 Ohos Forniawan, 1 Orang
S.Agr

Masukan Penuh Waktu Masukan Paruh Waktu

Anda mungkin juga menyukai