Anda di halaman 1dari 6

ADHD(Attention Deficit Hypercactivity Disorder)

Gangguan Perkembangan Perilaku dan hiperaktifitas

ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak


hingga menyebabkan perilaku anak yang berlebihan dan tidak lazim yang ditandai dengan
gangguan pemusatan perhatian dan gangguan konsentrasi(in attention), berbuat dan berbicara
tanpa memikirkan akibat(impulsif) dan hiperaktif yang tidak sesuai dengan umurnya.
ADHD adalah suatu kondisi yang pernah dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (sulit
memusatkan perhatian), Minimal Brain Disorder (ketidakberesan kecil di otak), Minimal
Brain Damage (kerusakan kecil pada otak),Hyperkinesis (terlalu banyak bergerak/aktif) dan
Hyperactif (hiperaktif).
Kejadian ADHD di seluruh dunia bisa mencapai 3-5% dan kebanyakan penderita ADHD
adalah laki-laki.
Beberapa ahli menyatakan bahwa faktor yang sangat berperan dalam timbulnya ADHD
adalah faktor genetik.Selainitu gejala ADHD juga dikaitkan dengan lingkungan nonshared
(nongenetic), termasuk alkohol dan asap rokok selama kehamilan. Rokok yang mengandung
nikotin bisa menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen)untuk janin dalam kandungan
Namun ada teori lain yang mengasumsikan konsumsi gula atau zat aditif yang berlebihan
sebagai penyebab ADHD.Selain itu asupan gizi, hormonal dan disfungsi metabolism bisa
menjadi penyebab ADHD.
Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak bayi,seperti sensitive suara dan cahaya, menangis dan
suka menjerit dan sulit tidur.Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak suka digendong, bahkan
seringkali membenturkan kepala dan sering marah yang berlebihan (temper tentrum).Gejala
yang sering terlihat pada anak yang lebih besar, sulit berkonsentrasi(rentang konsentrasi
pendek), sangat aktif dan selalu bergerak, impulsif, cenderung penakut dan terlihat tidak
percaya diri. Pada beberapa anak terlihat sangat cerdas, namun prestasi belajar tidak prima.
Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang nampak
pada perilaku anak, yaitu:
Inatensi (kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian)
Hiperaktif (perilaku yang tidk bisa diam)
Impulsive (kesulitan untuk menunda respon/dorongan untuk mengatakan atau melakukan
sesuatu yang tidak sabar)
CIRI-CIRI ANAK ADHD & PROBLEMNYA
Ciri – ciri penderita ADHD
• Gampang beralih perhatian / konsentrasi terganggu.
• Suka menghisap jari dan menggigit kuku, baju dan selimut.
• Impulsif.
• Tidak ada perhatian/masa bodoh/cuek.
• Gelisah dan kuatir.
• Membuat bunyi – bunyian yang tidak semestinya.
• Pemarah.
• Suka mengamuk, menyendiri, mengeluh.
• Mudah tersinggung.
• Mudah terserang penyakit.
• Hiperaktif.
Problem anak ADHD
Beberapa problem juga ditemukan pada anak dengan ADHD:
Anak dengan tipe ADHD mempunyai problem dalam memperhatikan instruksi.
Seringkali membuat masalah dirumah.
Dijuluki sebagai anak nakal di sekolah.
Sulit menyelesaikan tugas.
Keadaan ini seringkali membuat si anak berpikir bahwa dia tidak baik, yang membuatnya
rendah diri dan tidak percaya diri. Anak yang menderita ADHD baru terasa bermasalah
jika sudah masuk playgroup/sekolah. Penderita ADHD mengalami kesulitan dalam
memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan
kepadanya secara baik. Tidak hanya itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam bermain
bersama temannya karena tidak memiliki perhatian yang baik. Secara psikologis,
perkembangan kognisi anak-anak yang menderita hiperaktif biasanya termasuk dalam
kategori normal. Jika prestasi akademik mereka rendah, sebenarnya bukan karena
perkembangan kognisinya yang bermasalah, tetapi lebih disebabkan karena
ketidakmampuan mereka untuk konsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di
kelas.
Cara Menanggulangi / Terapi pada anak ADHD.

Beberapa cara untuk menanggulangi anak ADHD, antara lain :


1. Mencari dokter yang baik.
Seorang dokter atau terapis yang mengkhususkan diri dalam ADHD bisa merupakan. Dokter
keluarga anda dan jika dokter keluarga tidak sanggup, dia akan memberikan referensi seorang
dokter lain. Kelompok pendukung (Support Group) di area anda ñanda bisa mendapatkan
alamatnya dari teman atau guru. Perusahaan Asuransi Pendidikan- bukan hanya memberikan
layanan asuransi pendidikan, tetapi juga mempunyai daftar dokter ahli ADHD Rumah Sakit
Anak- bisa merupakan tempat bertanya mengenai berbagai tenaga ahli yang praktik disana.
Apa yang Akan Ditanyakan Pada Terapis
Dibawah ini ada daftar pertanyaan yang dapat diajukan pada pertemuan pertama:Latar
belakang- meliputi: pendidikan, pengalaman dan bidang khusus yang ditangani.Pengalaman
dengan ADHD- jumlah anak / orang tua yang pernah
ditangani dengan pelatihan yang diterapkan. Cara menangani ADHD- Apa yang menjadi
tujuan / goal dalam menangani, lamanya dan cara-cara / metoda yang dipakai (tingkah laku,
lingkungan, kognitif, pengobatan).
Pelayanan yang tersedia- pelayanan apa saja yang diberikan Apa yang diharapkan dari
pertisipasi anda- jelaskan mengenai keikut sertaan anda dalam terapi: apakah anda akan
menjadi peserta yang pasif atau aktif, dan bagaimana hasilnya nanti ñ apakah akan ada
perubahan dalam tingkah laku si anak (mis.: mengubah pola makan).
2. Berbicara dengan anak anda.
a. Katakan keadaan yang sebenarnya
Tanpa mengatakan keadaan si anak yang sebenarnya dapat menimbulkan persoalan di masa
yang akan datang karena dia mungkin akan sadar bahwa dia berbeda dengan anak lain. Dia
akan mengatakan tidak percaya kepada anda kalau anda mengatakan tidak ada apa-apa.

b. Jangan membuat sesuatu menjadi sulit


Pada saat kita membicarakan keadaan si anak, kita tidak perlu menjelaskan apa ADHD secara
mendetil. Mungkin dia ingin mengetahui proses terapi yang akan dilakukan. Jelaskan dengan
memakai analogi, misalnya kalau ada kesulitan dengan mata, tulisan menjadi kabur dsb.,
maka kita harus pergi ke dokter mata dan mungkin pengobatannya adalah dengan memakai
kacamata
c. Beri motivasi.
Anda seharusnya tidak memakai ADHD sebagai suatu alasan si anak tidak usah melakukan
seperti anak normal, jadi anda sebaiknya memberi penjelasan dan semangat untuk bisa
mengatasi keadaan ini. Gunakan contoh-contoh dalam penjelasan, misalnya: Otak kamu sama
seperti sebuah kereta api cepat yang sedang rusak. Contoh lain: gunung berapi, robot atau
pahlawan yang gagah perkasa yang butuh pertolongan untuk mengontrol tenaga mereka.
d. Jelaskan spesifikasi keadaan anak.
Dengan menjelaskan contoh-contoh spesifkasi persoalan anak akan membuat anak lebih
mengerti. Ketika membicarakan tentang kata hati, jangan hanya mengatakan kamu bertindak
tanpa dipikir dulu, tetapi katakan Kamu tadi lari ke jalan tanpa melihat ke kiri dan ke kananî.
Memberikan contoh-contoh spesifik bisa membantu si anak merasa bahwa ada orang yang
memperhatikan dan mengerti apa yang sedang mereka alami.
e. Perbanyak pengetahuan mengenai ADHD.
Khususnya bagi anak yang lebih besar, berdiskusi dengan seorang tenaga ahli kesehatan atau
dengan anggota kelompok lain lebih mudah dibandingkan dengan berdiskusi dengan seorang
anggota keluarga. Berikan si anak buku- buku tentang ADHD.
3. Memberi Tahu Saudara Sekandung
Kakak atau adik dari anak dengan ADHD adalah orang yang paling terkena dengan kondisi
ini. Mungkin si kakak atau adik akan merasa tidak mendapat perhatian orangtua karena
mereka lebih memperhatikan adik atau kakak dengan ADHD. Ada saudara sekandung yang
mengeluh mereka mendapat kesulitan akibat ulah adik atau kakak dengan ADHD. Mereka
juga harus berusaha keras menghadapi adik atau kakak dengan ADHD ini karena cepat
marah, ngambek dan tidak dapat mengikuti permainan-permainan. Penting sekali untuk
menjelaskan mengenai ADHD kepada anak-anak lain dalam keluarga sehingga mereka
mengerti akan keadaan adik atau kakaknya. Kita harus lebih sabar menanggapi keluhan
mereka. Keluhan mereka merupakan reaksi yang wajar dan harus ditanggapi dengan positif.
Mereka juga harus mendapat perhatian orangtua, sediakan waktu khusus untuk mereka.
4. Anggota keluarga yang lain.
Jika ada anggota keluarga lain di dalam rumah, keputusan ada pada anda untuk
memberitahukan tentang anak dengan ADHD. Jika mereka tinggal dalam waktu yang lama di
rumah anda, sebaiknya anda ceritakan tentang keadaan anak anda dengan ADHD tersebut.
Jika ada anggota keluarga yang bisa menjadi tempat untuk berbagi, ceritakan tentang ADHD.
5. Guru
Penting sekali menceritakan tentang kondisi anak dengan ADHD kepada kepala sekolah dan
guru karena mereka sangat berpengaruh dalam pengalaman bersekolah si anak. Untuk
keterangan lebih lanjut lihat halaman 12 mengenai Hal-hal yang harus diperhatikan di
sekolah.
6. Orang Lain
Andai ada seseorang lain yang sering berada dengan anak dengan ADHD dan orangtua dari
teman, konselor pada saat berkemah, babysitter dan lebih baik diberitahu mengenai kondisi si
anak. Jika mereka diberitahu mengenai disiplin, pujian dan aktivitas yang diterapkan pada si
anak, akan sangat berguna. Buku pegangan mengenai ADHD ini atau bacaan lain ada
baiknya juga diberikan kepada mereka.

Penyebab ADHD

Sayang sekali penyebab sebenarnya tidak diketahui. Teori lama mengatakan penyebabnya
antara lain adalah keracunan, komplikasi pada saat pernikahan, dan kerusakan pada otak pada
anak dengan ADHD, sistem kerja otaknya berbeda. Otak penderita ADHD tidak mempunyai
kegiatan kimiawi yang cukup untuk mengatur dan mengendalikan apa yang si penderita
lakukan atau pikirkan. Pengobatan akan menaikkan aktivitas otak dan memberikan tambahan
energi pada otak untuk mengendalikan pikiran dan tingkah laku. ADHD juga ada
hubungannya dengan genetika seorang anak. Bukan berarti kalau salah seorang orang tua
menderita ADHD, si anak juga akan menderita ADHD. ADHD si anak bukan berarti
kesalahan ada pada anda. Kadang kadang anda merasa sebagai orang tua yang tidak baik
yang tidak dapat mengatur si anak, atau mungkin ada orang lain atau seorang guru yang
mengatakan bahwa anda bukanlah orang tua yang baik. Yakinkan bahwa anda melakukan
yang terbaik untuk anak anda.

Pengertian ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, suatu kondisi yang
pernah dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (Sulit memusatkan perhatian),
Hyperkinesis (Terlalu banyak bergerak/aktif), dan Hyperactive (Hiperaktif).
Menurut American National Insitute of Health, pada tahun 2000 ditemukan sekitar 3 – 5 %
anak- anak usia sekolah menderita ADHD. Studi lain mengatakan bahwa di Indonesia, di
temukan sekitar 2-4% anak yang menderita ADHD. Namun di kota-kota besar, seperti
Jakarta, persentasenya bisa lebih tinggi lagi. Minimal ada lebih dari 10% anak penderita
ADHD. Dan yang agak memprihatinkan adalah, diperkirakan akan ada sekitar 7.000
kasus baru setiap tahunnya!.
Gambaran Klinis Penderita ADHD

Gambaran Klinis
1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention)
a. Jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas.
b. Mainan, dll sering tertinggal.
c. Sering membuat kesalahan.
d. Mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

e. Sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan sekolah.

2. Hiperaktivitas
a. Banyak bicara.
b. Tidak dapat tenang/diam, mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak.
c. Sering membuat gaduh suasana.
d. Selalu memegang apa yang dilihat.
e. Sulit untuk duduk diam.
f. Lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia.

3. Impulsivity
a. Sering mengambil mainan teman dengan paksa.
b. Tidak sabaran.
c. Reaktif.
d. Sering bertindak tanpa dipikir dahulu.

4. Sikap menentang

a. Sering melanggar peraturan.


b. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas.
c. Lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia).

5. Cemas

a. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.


b. Cenderung emosional.
c. Sangat sensitif terhadap kritikan.
d. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar.
e. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri.

6. Problem sosial

a. Hanya memiliki sedikit teman.


b. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.