Anda di halaman 1dari 14

Nuansa Journal of Arts and Design

Volume 4 Nomor 2 September 2020


e-ISSN: 2597-405X dan p-ISSN: 2597-4041
This work is licensed under a Creative Commons Attribution
4.0 International License

Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan


Menyempit” Karya Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif
Sosiologi dan Psikologi
Akhyar Makaf
Penulis

Keywords : ABSTRAK
Drama Script; Naskah drama yang berkualitas baik adalah bahan untuk
Dramaturgy; menyajikan pertunjukan teater yang baik pula. Naskah
Social phenomena; tersebut adalah karya sastra yang menjadi media bagi
Psychological phenomena; dramawan untuk menyampaikan pesan, gagasan,
Transformation.
komentar, dan solusi dari permasalahan keseharian di
lingkungannya, melalui unsur dramatik seperti tema, alur,
penokohan, dan latar. Penelitian ini dilakukan untuk
Corespondensi Author
menelaah unsur-unsur dramatik, fenomena sosial, dan
Teater, Fakultas Seni Pertunjukan,
Institut Seni Indonesia Surakarta, fenomena psikologi yang terdapat dalam naskah drama
Jl. Ki Hajar Dewantara No.19 “Jalan Menyempit” karya Joni Faisal, sebagai naskah
Surakarta, Jawa Tengah - 57126. pemenang pertama lomba Penulisan Naskah Teater
Email: aku.makaf@gmail.com Nasional tahun 2017 yang diselenggarakan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Naskah ini
kurang dikenal karena terbatasnya publikasi. Oleh sebab
itu, penelitian ini dilakukan untuk membantu masyarakat,
khususnya seniman, akademisi seni teater dan seni sastra,
agar bisa memperoleh informasi tentang unsur-unsur
dramaturgi, keterkaitan dengan realita sosial dan realita
psikologi masyarakat di Indonesia, serta proses
transformasi realita menjadi peristiwa dramatik. Metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik
digunakan untuk menganalisis unsur dramatik (intrinsik),
lalu menghubungkannya dengan fenomena sosial-psikologi
(ekstrinsik) pada naskah, menggunakan teori dramaturgi,
sosiologi sastra, dan psikologi sastra. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa drama ini adalah penggambaran dari
realita sosial dan realita psikologis pada saat naskah ini
ditulis. Penulisnya berusaha merespon realita yang terjadi
dengan menuangkan pikirannya dalam drama untuk
memberikan pernyataan dan menawarkan solusi bagi
berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

ABSTRACT
A good quality drama script is the material for presenting a
good theater performance as well. The manuscript is a literary
work that becomes a medium for playwrights to convey
messages, ideas, comments, and solutions to daily problems in
their environment, through dramatic elements such as themes,
27
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

plot, characterizations, and settings. This research was


conducted to examine the dramatic elements, social
phenomena, and psychological phenomena contained in Joni
Faisal's drama script “Jalan Menyempit”, as the first winning
script for the 2017 National Theater Script Writing
competition organized by the Ministry of Education and
Culture. This manuscript is less well known because of limited
publication. Therefore, this research was conducted to help the
community, especially artists, academics in theater and
literary arts, in order to obtain information about the elements
of dramaturgy, their relationship with social realities and
psychological realities in Indonesia, as well as the process of
transforming reality into dramatic events. Qualitative research
methods with a descriptive analytic approach are used to
analyze dramatic (intrinsic) elements, then relate them to
socio-psychological (extrinsic) phenomena in the text, using
dramaturgy theory, sociology of literature, and literary
psychology. It can be concluded that this drama is a depiction
of social realities and psychological realities at the time this
script was written. The author tries to respond to the reality
that occurs by pouring his thoughts into drama to provide
statements and offer solutions to various problems that occur
in society.

PENDAHULUAN untuk diteliti unsur intrinsik dan unsur


ekstrinsiknya1.
Naskah drama adalah ide yang menjadi
rancangan awal dan dasar dari sebuah Penulis naskah drama biasa disebut
pertunjukan teater, yang juga lazim disebut dengan istilah dramawan (playwright). Pada
dengan istilah drama, lakon, naskah lakon, peradaban Yunani abad 5 SM, penulis drama
naskah pertunjukan, dan bermacam sebutan disebut didaskalas (guru; didactic-pendidik).
lainnya. Naskah drama sebagai karya seni berisi Dramawan berkarya dengan menyeleksi
pernyataan, ide, gagasan, dan pesan dari permasalahan manusia sehari-hari, lalu fokus
penulisnya. Di dalamnya juga berisi gambaran pada masalah yang diseleksi dengan sudut
realita kebudayaan, fenomena yang terjadi di pandang yang dipilihnya. Ia kemudian
masyarakat, sejarah, dan semangat zaman mengembangkan karakter-karakter yang
(zeitgeist) di suatu periode tertentu. Naskah dilengkapi dengan struktur dramatis. Proses ini
drama sebagai sebuah karya sastra, dapat dikaji dilanjutkan menjadi proses penulisan naskah
secara komprehensif guna mengupas kedalaman drama (Riantiarno, 2011: 47). Penjelasan ini
tematik, ide/gagasan yang ditawarkan penulis, mengungkapkan bahwa penulis drama memiliki
teknik penyusunan alur, proyeksi dan peran penting tidak hanya sebagai kreator, tetapi
kompleksitas penokohan, serta kontekstualitas juga sebagai seniman yang terlibat untuk
latar cerita terhadap realita dari permasalahan
1
yang ada di suatu periode tertentu. Hal inilah Nurgiyantoro (2005:32) mengatakan, unsur
yang menyebabkan suatu karya drama menarik intrinsik adalah unsur yang secara langsung
membangun karya sastra. Unsur ini meliputi
peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut
pandang penceritaan dan gaya bahasa. Sedangkan
unsur ekstrinsik yaitu unsur-unsur yang berada di
luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung
mempengaruhi karya sastra tersebut.
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

mendidik dan mencerdaskan masyarakat secara naskah drama. Hal ini tampak dari cukup
luas melalui media seni. banyaknya jumlah naskah yang masuk. Jumlah
ini sekaligus memperlihatkan bahwa saat ini
Secara teknis penciptaan karya seni, minat generasi muda di Indonesia untuk menulis
penulis naskah adalah kreator pertama dalam naskah drama masih cukup tinggi. Perihal
bentuk teks yang berisi visi, pesan, dan situasi- menggembirakan berikutnya adalah kualitas
situasi yang ingin disampaikan. Seperti yang kesepuluh naskah pemenang lomba ini yang
dijelaskan Sitorus (2003: 9-10) bahwa pada dapat dikatakan layak untuk dipentaskan dan
proses selanjutnya sutradara akan menganalisis dikaji sebagai wacana mutakhir tentang
teks serta menyesuaikannya dengan lingkungan perkembangan naskah drama di Indonesia.
dan tradisi-tradisi teater yang sudah ada pada
saat naskah tersebut ditulis. Ia membentuknya
menjadi sebuah konsep produksi dan dibagikan
kepada setiap seniman yang terlibat sehingga
mereka dapat memakai konsep tersebut untuk
melakukan penafsiran sendiri terhadap naskah.
Penafsiran ini digunakan untuk mendukung
konsep sutradara untuk bersama-sama
diaplikasikan dalam sebuah produksi.

METODE

Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal


Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Indonesia, pada tahun 2017
mengadakan lomba penulisan naskah lakon
teater tingkat nasional. Sampai akhir batas
pengumpulan naskah bagi peserta lomba, tercatat Gambar 1. Sampul depan dari buku Kumpulan 10
343 judul naskah yang masuk ke meja panitia. Naskah Pemenang Lomba Penulisan Naskah Lakon
Dari keseluruhan naskah yang masuk, kemudian Teater 2017 yang dilaksanakan oleh Kementerian
dipilih tiga naskah yang akan menempati posisi Pendidikan dan Kebudayaan. Sumber foto : penulis.
juara terbaik satu, dua, tiga. Peringkat
selanjutnya adalah juara Harapan 1, dan Teknik analisis data yang digunakan
seterusnya sampai Harapan VI. Dapat adalah metode deskriptif analitik, yaitu metode
disimpulkan bahwa kesepuluh naskah pemenang memahami objek dengan menguraikan,
lomba ini adalah naskah-naskah terbaik yang mengklasifikasikan, memisah-misahkan, lalu
dipilih dewan juri yang diketuai Noorca M. dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian untuk
Massardi, dengan anggota yang terdiri dari ; menghasilkan simpulan. Hasil analisis kemudian
Agus Noor, Arthur S. Nalan, Nur Sahid, dan disajikan secara naratif. Data primer berupa
Warih Wisatsana. Kemudian, kesepuluh naskah karya dan dokumen dideskripsikan ke dalam
pemenang lomba diterbitkan dalam sebuah buku kata-kata dan kalimat (Ratna, 2010:336-337).
kumpulan naskah pemenang lomba yang dicetak Objek dari penelitian ini adalah naskah
secara terbatas. pemenang Juara 1 pada lomba Penulisan Naskah
Lakon Teater tahun 2017 yang diadakan oleh
Naskah-naskah baru hasil pergulatan
Kebudayaan Direktur Jenderal Kebudayaan,
pemikiran penulis-penulis muda Indonesia ini
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan
menjadi penting bagi tonggak perkembangan
berjudul “Jalan Menyempit” yang ditulis oleh
naskah teater Indonesia di masa depan. Sebab,
Joni Faisal ini berkisah tentang perjuangan
pertumbuhan jumlah naskah drama sebagai
masyarakat kecil dalam menghadapi kerumitan
sebuah karya sastra di Indonesia belum
permasalahan sosial sehari-hari di sebuah kota
sebanding dengan karya-karya sastra populer lain
besar.
seperti novel, cerpen, puisi, dan lain sebagainya.
Drama surrealis ini secara unik
Untuk itu, usaha yang dilakukan Direktorat
memperlihatkan absurditas masyarakat perkotaan
Kesenian ini layak diapresiasi karena berhasil
di masa sekarang. Awal permulaan dari
memacu semangat penulis muda untuk menulis
permasalahan cukup sepele, yaitu rombongan
29
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

pengantar jenazah yang terkendala membawa memisah-misahkan, lalu menganalisis data


keranda akibat jalan menuju pemakaman yang sesuai dengan tujuan penelitian untuk
sudah sangat sempit akibat pembangunan, menghasilkan simpulan (Ratna, 2010: 336).
sehingga sudah tidak bisa dilewati. Kemudian Data awal diperoleh dengan melakukan
masalah ini terus bergulir dan mengungkap analisis unsur-unsur dramaturgi yang ada di
permasalahan-permasalahan pelik yang terjadi di dalam masing-masing naskah. Unsur-unsur yang
keseharian masyarakat kecil yang sering akan dianalisis adalah unsur alur, penokohan,
dieksploitasi oleh pihak yang lebih berkuasa. latar cerita, dan tematik. Berikutnya, data yang
Permasalahan-permasalahan dalam diperoleh dari hasil telaah unsur-unsur struktur
naskah ini lebih banyak dihadirkan dalam naskah akan dikaitkan dengan fenomena sosial
simbol-simbol yang mengungkap realitas di dan psikologis di masyarakat Indonesia yang
masyarakat yang ironis. Akan tetapi, penulis dihadirkan lewat jalinan kisah dari peristiwa,
naskah ini berhasil menghadirkannya dengan konflik tokoh-tokoh, latar tempat, waktu, dan
satir yang efektif. Pembaca bisa dibuat tertawa suasana yang dihadirkan dalam naskah.
sekaligus merasakan kemirisan dari apa yang Penulis mengurai unsur-unsur dramatik
sedang diungkap. dari naskah, dan menjelaskannya secara detail,
Data diperoleh dengan melakukan telaah lalu menganalisis fenomena-fenomena sosialnya
terhadap naskah drama yang sudah tersedia dengan pendekatan sosiologis, menggunakan
dalam bentuk dokumen tertulis. Hal ini teori sosiologi sastra. Selain itu, peneliti juga
dilakukan untuk mengkaji elemen dramaturginya, akan menguraikan deskripsi penokohan
guna menjelaskan unsur tematik, jalinan plot, menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hal
kompleksitas penokohan, dan kontekstual setting ini dilakukan untuk melihat bagaimana proses
cerita terhadap fenomena sosial dan psikologis transformasi realita sosial dan psikologis di
masyarakat di Indonesia yang dihadirkan dalam keseharian menjadi realita dramatik yang
naskah. Teknik analisis data yang akan merupakan hasil rekayasa kreatif penulis naskah.
digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif analitik, yaitu metode memahami
objek dengan menguraikan, mengklasifikasikan,

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1. Fenomena Sosial Antara Tahun 2000-2017 Di Indonesia (Pasca Reformasi Politik)

FENOMENA SOSIAL FENOMENA PSIKOLOGIS

PERUBAHAN SOSIAL EUFORIA KEBEBESAN PASCA KONTROL


KETAT.

Kebebasan yang ber-dampak positif dan negatif.


Kebebasan. Kesempatan mulai merata. Persaingan Positif: meningkatnya kreativitas, tingkat
sosial semakin ketat. kenyamanan. Berdampak negatif karena
ketidaksiapan individu menyikapi perubahan yang
Perubahan nilai & norma yang dianut dan dijalankan cepat.
masyarakat.
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

EFEK POSITIF DAN NEGATIF DARI INDIVIDUALISME YANG MENGALAHKAN


PEMBANGUNAN. NILAI-NILAI KOLEKTIVITAS. MELEMAH,
MENGUAT-NYA DAN BERGESERNYA
ORIENTASI TERHADAP NILAI-NILAI
SPIRITUALITAS.
Jumlah kelas menengah meningkat, perekonomian
membaik, tetapi kesenjangan kaya dan miskin semakin
kentara.
Anarkisme dalam mencapai tujuan tertentu.
Jumlah masyarakat perkotaan lebih besar akibat
urbanisasi. Pemaksaan kehendak individu dan kelompok.

Kemiskinan. Kesenjangan ekonomi. Di satu sisi nilai spiritual menguat. Di sisi lain terjadi
pelemahan. Orientasi nilai spiritual bergeser.
Pembangunan belum merata. Komersialisasi spiritual. Ekstrimisme berlandaskan
nilai spiritual.
Kecemburuan sosial.

Masyarakat yang lemah menjadi korban dari


kepentingan yang lebih besar dari yang lebih kuat.

Penggusuran, tumbuhnya kawasan ekonomi baru.

KEMAJUAN TEKNOLOGI. KONSUMERISME SEMAKIN SENANG, SEMAKIN HAMPA, TIDAK


PERNAH PUAS.

Positif : kehidupan semakin mudah, terkoneksi,


berlimpah akses dan informasi. Teknologi menyediakan banyak hal, tetapi mengikis
rasa kemanusiaan. Menciptakan kekosongan makna,
Negatif : merbaknya hoax, munculnya jarak sosial, kepalsuan, ketergesaan, tidak nyata, manipulasi
kriminalitas dan kejahatan cyber. hasrat.

Akses komunikasi semakin mudah, tetapi mis- Semakin riuh, tetapi semakin berjarak dan terasing.
komunikasi semakin sering terjadi.

Daya beli meningkat, gaya hidup berubah, hedonisme,


budaya serba instan, produktivitas melemah.

Fenomena di atas diimbangi dengan peningkatan Fenomena di atas diimbangi dengan usaha individu
kualitas dan kuantitas pendidikan, peningkatan untuk menemukan kembali pegangan dan makna
kualitas hidup, pemerataan kesempatan, dan usaha hidup pada nilai-nilai spiritual, sosial, serta kearifan
mengatasi persoalan sosial lainnya. lokal dari seni dan kebudayaan.

Tabel 2. Deskripsi Peristiwa Dramatik & Realita Sosial Naskah “Jalan Menyempit”

NO PERISTIWA DRAMATIK REALITA SOSIAL MAKNA

1 Pemakaman umum yang Masyarakat miskin yang Kesempatan mendapatkan kehidupan


susah diakses masyarakat memiliki akses terbatas untuk layak bagi masyarakat kecil yang semakin
mendapatkan fasilitas dan sulit, dan cenderung diabaikan, karena
pelayanan publik yang layak. kalah oleh kepentingan orang yang lebih
kuat dan berkuasa.

2 Masyarakat kecil yang Birokrasi yang rumit dan dan Tebang pilih penegakan hukum dan
dipersulit birokrasi seringkali tidak efektif bagi pelayanan publik, sehingga masih terjadi
masyarakat kecil. diskriminasi dan praktek pemerasan legal
dan ilegal.

3 Penguasa yang manipulatif Suara rakyat yang digunakan Ketidakamanahan penguasa terhadap
31
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

hanya untuk kepentingan jabatannya, sehingga melupakan janji


elektoral dan mengabaikan politik dan keberpihakannya pada
kebutuhan bagi mereka masyarakat banyak yang lebih lemah,
membutuhkan pelayanan adalah fenomena yang masih sering
setelah seorang pejabat publik terjadi.
mendapatkan amanah dan
kekuasaan.

4 Penguasa yang feodalistik Pejabat yang seharusnya Pola pikir mencari keuntungan, bukan
melayani, malah mempersulit menjadi pelayan publik yang amanah.
dan selalu minta dilayani.

5 Bawahan yang patuh dan Banyaknya masyarakat kecil Masih adanya masyarakat kecil yang
menutup mata terhadap yang memanfaatkan sesama pragmatis dan tidak berempati dengan
ketidakamanahan penguasa/ masyarakat kecil demi kesulitan masyarakat kecil lainnya,
atasannya. kepentingan pribadi dan sehingga ia tega ikut serta
kepentingan orang yang lebih menyengsarakan masyarakat yang
berkuasa. seharusnya ia bantu.

Solusi yang ditawarkan Dialog tokoh anak-anak :


penulis dan pernyataannya di (KOOR) Saya orang miskin.. Saya orang miskin.. Saya orang kaya.. Saya
dalam naskah : orang kaya.. Saya minta anak.. Saya minta anak.. Siapa namanya.. Siapa
namanya.. Namanya Cinta.. Namanya Cinta.. Cinta harus pergi ke rumah
orang miskin..

Tabel 3. Deskripsi Peristiwa Dramatik & Realita Psikologis


NO PERISTIWA DRAMATIK REALITA PSIKOLOGIS MAKNA

1 Konflik dan kemarahan Kejengkelan masyarakat kelas Masyarakat kecil belum menjadi prioritas
keluarga pengantar jenazah bawah atas ketidakadilan dan dalam pelayanan publik dan mengalami
kepada Pak Lurah. kesulitan akibat kerumitan diskriminasi dalam struktur sosial, sehingga
birokrasi dari pejabat yang mereka seringkali mudah terpancing emosi
seharusnya melayani dan kemudian justru dimanfaatkan oleh
masyarakat. orang tidak bertanggung jawab.

2 Kesedihan jenazah atas Kesedihan masyarakat kecil, Masyarakat lemah seringkali mengalami
kerumitan yang dialaminya dalam menghadapi eksploitasi dan menjadi objek kerumitan
ketika akan dimakamkan. permasalahan darurat dan birokrasi, sehingga seringkali menimbulkan
penting yang seringkali permasalahan emosi yang sering berdampak
menjadi objek komersialisasi negatif.
dan eksploitasi akibat
kerumitan birokrasi.

3 Penguasa yang manipulatif Suara rakyat yang digunakan Ketidakamanahan penguasa terhadap
hanya untuk kepentingan jabatannya (koruptif dan manipulatif)
elektoral, tetapi setelah adalah fenomena yang sulit untuk
terpilih, penguasa seringkali diberantas.
melupakan janji-janji politik
yang kurang menguntungkan Kemarahan masyarakat kecil adalah bom
dirinya, terutama terkait waktu yang siap meledak jika dipicu dengan
kepentingan orang-orang provokasi dan masalah yang merugikan
yang lemah. mereka.

4 Penguasa yang feodalistik Pejabat yang seharusnya Banyak pejabat yang tidak amanah
melayani, malah mempersulit memiliki pola pikir hanya mencari
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

dan minta dilayani. keuntungan pribadi dan golongan, bukan


sebagai pelayan publik yang harus bekerja
melayani sebaik mungkin.

5 Bawahan yang patuh dan Banyaknya masyarakat kecil Ironisnya, sikap oportunistik masyarakat
menutup mata terhadap yang memanfaatkan sesama kecil yang tidak berempati dengan kesulitan
ketidakamanahan penguasa/ masyarakat kecil demi masyarakat kecil lainnya, semakin
atasannya. kepentingan pribadi dan melanggengkan lingkaran setan sikap feodal
kepentingan orang yang lebih dan kesewenang-wenangan penguasa yang
berkuasa. tidak amanah.

Solusi yang ditawarkan penulis Dialog tokoh anak-anak :


dan pernyataannya di dalam (KOOR) Saya orang miskin.. Saya orang miskin.. Saya orang kaya.. Saya
naskah : orang kaya.. Saya minta anak.. Saya minta anak.. Siapa namanya.. Siapa
namanya.. Namanya Cinta.. Namanya Cinta.. Cinta harus pergi ke rumah
orang miskin..

Pembahasan Dalam tema tersebut, terdapat unsur-unsur


seperti permasalahan, pernyataan, dan pesan
A. Analisis Dramaturgi pengarang yang disampaikan pada apresiatornya.
Terhadap unsur-unsur drama yang lain, tema
Analisis terhadap struktur drama merupakan tujuan akhir yang harus diungkapkan
dilakukan dengan membahas mengenai plot, melalui plot, karakter, maupun bahasa. Oleh
penokohan dan tema yang terbaca dari dialog, karena itu, tema menjadi pedoman dan
motivasi, karakter tokoh-tokoh dan jalinan pemersatu bagi unsur-unsur drama lainnya.
peristiwa yang dihadirkan pengarang dalam teks Bagian detail dari unsur tema, dapat disusun
tertulis. Kernodle & Kernodle (1978: 265) seperti bagan di bawah ini.
menjelaskan bahwa yang menjadi struktur dari
unsur teater terdiri dari plot, tokoh dan tema
dalam drama ketika masih berupa naskah yang
belum dipentaskan. Pendapat lain juga
menyebutkan bahwa konstruksi cerita drama
terdiri dari tiga bahan pokok yaitu premis (tema),
tokoh dan plot (Harymawan, 1988: 24). Dalam
sebuah karya drama, keseluruh unsur ini harus
dianalisis secara menyeluruh, karena kesemua
unsurlah yang membuat jalinan kompleks ini
menjadi sebuah kesatuan yang dapat diapresiasi.
Seperti pendapat Gie (2004: 76-77) yang
menjelaskan bahwa nilai suatu karya secara Gambar 2. Unsur-unsur Tematik dan komposisinya
keseluruhan tergantung pada hubungan timbal- dalam naskah drama, serta hubungannya dengan
balik dari unsur-unsurnya, yakni setiap unsur realita yang digunakan sebagai sumber cerita.
memerlukan, menanggapi, dan menuntut setiap
unsur lainnya bersama-sama menciptakan
keutuhan untuk menciptakan keseimbangan Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat
secara estetis. disimpulkan tematik dari drama “Jalan
Menyempit” seperti yang dijelaskan di bawah ini.
1. Analisis Tematik
a) Pernyataan Kreator : ketidakseimbangan
Saini & Sumarjo (1988:56,147,148)
(dalam banyak hal) akan membawa
menjelaskan bahwa tema adalah pokok pikiran
malapetaka, dan cinta (dalam arti luas) adalah
(ide) dari sebuah cerita yang akan disampaikan
solusi yang dapat mengatasinya.
pengarang dalam karyanya untuk menyampaikan
b) Ide / Gagasan : sesulit apapun permasalahan
sesuatu, seperti masalah kehidupan, pandangan
yang dihadapi, masih ada harapan tentang
hidupnya atau komentar terhadap kehidupan ini.
33
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

masa depan yang lebih baik, karena manusia Analisis karakter melalui dialog dapat
tidak bisa hidup sendiri. dilihat pada ; apa yang dikatakan penutur, jati
c) Pesan / Amanat : rasa cinta adalah kebutuhan diri penutur, nada suara, penekanan, dialek, kosa
hakiki manusia, walaupun persoalan hidup kata dan kualitas mental para tokoh yang
manusia terkadang membuatnya hilang untuk tercermin dari dialognya. Sedangkan
sesaat. karakterisasi melalui tingkah laku para tokoh
mencakup ; ekspresi wajah dan motivasi yang
melandasi tindakan para tokoh (Minderop, 2005:
2. Analisis Alur (Plot) 38).
Tokoh-tokoh cerita memiliki watak
Plot adalah rangkaian peristiwa yang masing-masing yang digambarkan oleh
satu sama lainnya dihubungkan dengan hukum pengarang sesuai dengan kemungkinan watak
sebab-akibat. Peristiwa demi peristiwa saling yang ada pada manusia seperti jahat, baik, sabar,
mengikat, sehingga membangun kausalitas yang peragu, periang, pemurung, berani, pengecut,
tidak dapat dipisahkan. Plot juga memiliki fungsi licik, jujur, atau campuran dari beberapa watak
untuk menangkap, membimbing, mengarahkan tersebut. Watak para tokoh menjadi pendorong
perhatian apresiator, serta mengungkapkan dan terjadinya peristiwa sekaligus unsur yang
mengembangkan watak tokoh-tokoh cerita. menyebabkan kegawatan pada masalah yang
Abrams & Harpharm (2009: 265) timbul dalam peristiwa tersebut sehingga dapat
menambahkan bahwa plot dalam sebuah karya menggerakkan cerita. Di sinilah terdapat
drama didasari oleh peristiwa dan tindakan yang hubungan antara watak dengan alur cerita (Saini
menentukan arah pencapaian efek artistik dan & Sumarjo, 1988: 145). Ketiga pendapat inilah
emosional tertentu. Plot dan karakter saling yang akan penulis gunakan kriteria-kriterianya
berkaitan karena tindakan (termasuk wacana untuk menganalisis penokohan dari seluruh
lisan maupun tindakan fisik) yang dilakukan oleh tokoh yang dihadirkan dalam naskah drama.
karakter tertentu dalam sebuah karya untuk Naskah “Jalan Menyempit”
menunjukkan kualitas moral dan posisi mereka. menghadirkan tokoh-tokoh yang menjadi simbol
Perkembangan plot membangkitkan harapan dari manusia yang hadir di keseharian
pada penonton atau pembaca tentang masa depan masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah contoh
peristiwa, tindakan dan respon karakter. pembahasan penokohan yang hadir dalam
naskah drama tersebut (dua sampel tokoh).
3. Analisis Penokohan
Tokoh Anak-Anak
Kualitas sebuah cerita terletak pada
kepandaian pengarang menghidupkan watak a. Karakter : ceria, polos, kehilangan masa kecil
tokoh-tokohnya. Kepribadian yang dimiliki yang seharusnya membahagiakan.
tokoh berhubungan dengan masa lalu, b. Kedudukan : tokoh pelangkap yang
pendidikan, asal daerah dan pengalaman memperkuat dramatik ironi cerita ini.
hidupnya. Tokoh-tokoh akan mengungkapkan c. Fungsi : sebagai korban keadaan yang tidak
perasaan dan cara berfikirnya melalui perbuatan bisa berbuat apa-apa, sehingga memperkuat
dan apa yang dilakukannnya ketika menghadapi kesan miris dari dramatik ironi yang
masalah. Maka, melalui ucapan, perbuatan, dihadirkan.
pikiran dan perasaannya, penggambaran watak d. Identitas :
yang khas dari tokoh dapat diketahui. Secara Fisiologis : anak-anak yang masih belum
lebih detail analisis terhadap karakter/ watak sepenuhnya paham dengan apa yang terjadi di
dapat dilihat melalui 1) apa yang diperbuatnya, sekelilingnya.
tindakannya terutama pada saat-saat kritis; 2) Sisiologis : Menjadi korban keadaan, tapi
melalui ucapan-ucapannya; 3) melalui tidak bisa berbuat banyak. Menghadapi
penggambaran fisik tokoh; 4) melalui pikiran- kenyataan dengan kepolosan sebagaimana
pikirannya; dan 5) melalui penerangan langsung layaknya anak-anak.
oleh pengarang (Saini & Sumarjo, 1988: 64-66). Psikologis : polos, lugu dan tetap ceria
menghadapi permasalahan hidup.
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

Psikologis : egois, manipulatif, suka


e. Apa pesan yang ingin disampaikan pengarang pencitraan, sok berkuasa, oportunis, dan lain-
cerita, melalui tokoh ini ? lain.
Anak-anak adalah tokoh yang dihadirkan
sebagai pembuka dan penutup cerita. Mereka e. Apa pesan yang ingin disampaikan pengarang
menjadi penting sebagai tokoh yang menderita cerita, melalui tokoh ini ?
akibat persoalan di sekitarnya, tetapi tidak bisa Tokoh ini adalah penggambaran dari aparat
berbuat banyak, kecuali pasrah dan berusaha negara yang tidak tulus melayani masyarakat
terus ceria dan optimis melihat masa depan. untuk memberikan solusi dari setiap
Mereka juga menjadi korban yang tidak permasalahan, tetapi malah mempersulit
bersalah dari keabsurdan yang terjadi sebagai keadaan untuk keuntungan diri sendiri.
akibat pembangunan, kemajuan teknologi, dan Kekauasaannya diraih dengan memanipulasi
penguasa yang tidak amanah. perasaan masyarakat yang memilihnya.
Setelah berkuasa, ia melupakan janji-janji
Tokoh Jenazah yang pernah diumbarnya.

a. Karakter : pasrah, berfikir kritis, melihat


esensi dari semua persoalan, sudah tidak 4. Analisis Setting
peduli dengan godaan dunia.
b. Kedudukan : protagonis.
c. Fungsi : tokoh yang mewakili pemikiran
pengarang untuk menyampaikan pesan, ide,
gagasan, dan pernyataan yang ingin
disampaikan melalui drama ini.
d. Identitas :
Fisiologis : sudah meninggal dunia, dan
berbicara sebagai makhluk tidak kasat mata.
Sisiologis : dianggap penting oleh keluarganya.
Psikologis : bijak, kritis, pasrah.
Gambar 3. Unsur-unsur Latar (Setting) yang bisa
e. Apa pesan yang ingin disampaikan pengarang dibagi menjadi empat komponen.
cerita, melalui tokoh ini ?
Melalui tokoh surealis ini, penulis ingin Ilmu sastra mendefinisikan latar (setting)
menyampaikan pesan tentang absurditas yang sebagai tempat kejadian cerita yang disebut juga
terjadi di kesaharian masyarakat, khususnya sebagai latar cerita yang meliputi 3 dimensi
masyarakat kecil yang menjadi korban paling yaitu ; tempat, ruang dan waktu (Waluyo,
menderita dari kesewenang-wenangan orang 2001:23). Sesuai dengan pendapat tersebut, Semi
yang lebih kuat dan berkuasa. Tokoh ini (1993:46) menyatakan bahwa latar adalah
menyampaikan cara pandang dan gagasan dari lingkungan tempat peristiwa terjadi, termasuk
pengarang tentang optimisme dan cara untuk tempat/ ruang yang dapat diamati. Latar atau
menghadapinya. setting disebut juga sebagai tempat, hubungan
waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya
Tokoh Pak Lurah peristiwa-peristiwa yang diharapkan (Fitriana,
2013).
a. Karakter : gambaran birokrat yang koruptif,
manipulatif, feodal, dan egois. Setting atau set-dekor adalah salah satu
b. Kedudukan : sebagai tokoh antagonis. bagian penting dalam pertunjukan teater, yang
c. Fungsi : mempertajam ironi dan permasalahan dikenal juga dengan istilah skenografi. Di
yang terjadi di keseharian masyarakat kecil dalamnya terdapat beberapa bagian seperti set
yang ditindas oleh aparat yang tidak melayani, panggung, yaitu dekorasi di atas panggung, dan
tetapi koruptif dan manipulatif. property (benda-benda yang dihadirkan dan bisa
d. Identitas : berpindah ; seperti meja, lemari, kursi, pohon,
Fisiologis : Paruh baya. dan lain-lain). Terdapat juga hand-property yaitu
Sisiologis : Pejabat, memegang otoritas cukup benda-benda yang bisa dibawa-bawa oleh
tinggi di wilayah tersebut. pemain, seperti ; kipas, buku, laptop, pulpen,
35
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

belati, dan lain sebagainya. Semua ini dihadirkan B. Analisis Aspek Sosiologis
sebagai penunjang bagi terciptanya ruang, waktu,
dan keadaan (suasana). Penataan set-dekor dan Sahid (2008: 20-23) menjelaskan bahwa
elemen pendukungnya membutuhkan drama dan seni teater objeknya adalah manusia
pengetahuan mengenai zaman, lokasi geografis, dan kebanyakan unsur-unsurnya bersifat sosial.
serta hal-hal antropologis seperti bangsa, suku, Artinya ia merupakan norma yang tumbuh dalam
status sosial, jenis bahan, bentuk, motif dan hal kehidupan masyarakat. Sebuah karya yang
mendetail lainnya. Walaupun secara visual diciptakan dramawan tujuannya untuk dinikmati,
setting dalam teater akan mewujud ketika dipentaskan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
dipertunjukkan, akan tetapi gambaran berupa Kreatornya sendiri merupakan anggota
deskripsi sudah dapat diketahui dari naskah masyarakat sehingga ia terikat oleh status sosial
dramanya. Bahkan apresiator sudah dapat tertentu.
mengetahui, apakah kisah ini bersifat realis- Teater adalah lembaga sosial yang
konvensianal atau absurd-surrealistik. menggunakan bahasa, pentas, dialog, akting dan
sebagainya sebagai media. Drama dan
Naskah “Jalan Menyempit” memilih pementasan teater bisa dianggap
latar cerita di sebuah wilayah pemukiman padat merepresentasikan peristiwa dan gambaran
penduduk di kota besar yang tidak disebutkan kehidupan yang menjadi realitas sosial sesuai
namanya secara detail. Di kota tersebut, dengan perasaan, pandangan hidup dan kepekaan
pembangunan dilakukan secara masif dan tidak sosial pengarangnya. Di bawah ini, akan
terkontrol, sehingga mengakibatkan tertutupnya dijelaskan latar belakan peristiwa sosial yang
jalan menuju area pemakaman. Bahkan sebuah terjadi di masyarakat yang diangkat ke dalam
keranda pengantar jenazah tidak bisa melalui masing-masing drama.
jalan sempit akibat sebuah tembok yang baru Struktur drama dalam penelitian ini
dibangun. Area sempit sisa-sisa maraknya adalah pembahasan struktur intrinsik yang
bangunan permanen itulah yang menjadi tempat diambil dari bagian pendekatan strukturalisme
beraktivitas masyarakat sekitar. Tentu saja hal ini genetik. Strukturalisme genetik dalam karya
menimbulkan permasalahan, seperti ketika sastra meliputi unsur intrinsik dan ekstrinsik
pengusung keranda yang beradu mulut dengan yang dikaitkan dengan situasi sosial yang ada
penjual makanan yang membawa gerobak dalam karya itu sendiri (Ratna, 2015: 123).
dorong, karena mereka sama-sama tidak mau Dalam penelitian ini yang difokuskan adalah
mengalah dan merasa benar dengan pada unsur tema, alur, latar tempat, dan
kepentingannya masing-masing. penokohan.

Setting naskah ini memperlihatkan Swingewood (1972: 45) menyimpulkan


perjuangan masyarakat kecil yang terpinggirkan bahwa pendekatan sosiologi sastra yang dapat
yang bersaing dengan kekuasaan dan kekuatan dilakukan untuk melihat karya sastra sebagai
ekonomi. Mereka menjadi korban dari orang- dokumen budaya yang mencerminkan suatu
orang yang sudah kehilangan nilai-nilai zaman, kedudukan seorang penulis dan
kemanusian akibat masifnya pembangungan dan penerimaan suatu karya dari penulis tertentu; dan
persaingan ekonomi, keserakahan manusia, dan karya sastra dianggap sebagai dokumen yang
dampak negatif kemajuan teknologi. mencatat unsur sosio-budaya dan dialektik, unsur
budaya dalam suatu karya bukanlah setiap
Latar peristiwa memperlihatkan kondisi unsurnya, tetapi keseluruhannya yang merupakan
masyarakat kecil yang tergusur, dibiarkan kesatuan.
berjuang sendiri, terpaksa kalah oleh kekuatan
yang tidak bisa dilawannya, serta perjuangan Analisis sosiologi sastra tidak dapat
melawan penguasa manipulatif yang tidak dipisahkan dari analisis struktur, karena karya
berpihak kepada rakyat kecil. Hal ini terwujud sastra merupakan struktur yang bermakna. Karya
dalam pilihan lokasi di area masuk pemakaman, sastra dalam pendekatan sosiologi sastra pada
pemukiman padat penduduk, dan ruang kerja dasarnya memiliki dua bahan kajian. Yang
Lurah. pertama, teks sastra (naskah drama) merupakan
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

subjek dalam kerja analisis yang berupa Taine. Pendapat ini menyatakan bahwa sastra
pemahaman tentang struktur (dramatik). Yang bukanlah sekedar pencerminan masyarakatnya.
kedua adalah anggapan bahwa sastra merupakan Sastra merupakan usaha manusia untuk
cermin dari proses interaksi sosial. Sosiologi menemukan makna dunia atas nilai-nilai yang
maupun sastra memiliki objek kajian yang sama, ada di dalamnya. Nilai-nilai itu harus dihayati
yaitu manusia dalam masyarakat, memahami oleh individu dan masyarakat (Faruk, 2010: 63).
hubungan-hubungan antar manusia, dan proses
yang timbal-balik dari hubungan-hubungan C. Analisis Aspek Psikologis
tersebut di dalam masyarakat. Berikutnya,
sosiologi dan sastra memiliki objek yang sama Gejala kejiwaaan dapat terungkap
yaitu sastra dalam masyarakat. Akan tetapi, lewat motivasi dan perilaku tokoh dalam sebuah
antara sosiologi dan sastra memiliki perbedaan. karya sastra. Karya sastra yang ditulis seorang
Sosiologi hanya membatasi diri pada apa yang kreator merupakan hasil perenungan dan
terjadi saat ini, bukan pada apa yang seharusnya imajinasi secara sadar dari hal-hal yang diketahui,
terjadi, sedangkan sastra lebih bersifat evaluatif, dihindari, dirasakan, ditanggapi, dan difantasikan.
subjektif, dan imajinatif (Ratna, 2003: 2). Kemudian hasilnya disampaikan kepada
khalayak melalui media bahasa dengan segala
Asri (2011: 247) mengungkap relevansi perangkatnya, sehingga menjadi sebuah karya
sastra dengan kehidupan masyarakat dan sejauh yang indah. Itulah sebabnya masalah-masalah
mana sastra dapat mencerminkan kondisi yang terdapat di dalam karya sastra mempunyai
masyarakat. Ia berpendapat bahwa semakin kemiripan dengan keadaan di luar karya sastra.
tinggi tingkat relevansi sosial-budaya masyarakat Karya sastra merupakan cermin dari dunia nyata.
dalam karya sastra dengan realitas sosial-budaya Proses pencerminan dari dunia nyata yang
masyarakat, maka semakin bermutu karya sastra sesungguhnya, maupun cermin dari dunia nyata
tersebut, begitupun sebaliknya. Hal tersebut yang sudah bercampur dengan imajinasi dan
ditegaskan oleh Ratna (2015: 60) yang perenungan pengarang (Siswanto, 1992: 19).
menyatakan bahwa pendekatan sosiologis sastra
menganggap karya sastra itu milik masyarakat Bimo Walgito (dalam Fananie, 2000:
sehingga terjadi kaitan hakiki antara karya sastra 177) mengemukakan pendapat bahwa psikologi
dengan masyarakat. Kaitannya terjadi karena adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang
karya sastra dihasilkan oleh pengarang, objek studinya adalah manusia, sesuai dengan
sedangkan pengarang itu sendiri adalah anggota asal kata psyche mengandung pengertian “jiwa”.
masyarakat. Pengarang memanfaatkan kekayaan Psikologi dapat dimaknai sebagai “ilmu
fenomena dalam masyarakat, dan hasil karya pengetahuan tentang jiwa”, sehingga psikologi
sastra berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan
sastra itu dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam
Kutipan-kutipan tersebut memberikan berbegai bentuk karya sastra.
gambaran bahwa sosiologi dan sastra selalu
berhubungan dengan masyarakat. Istilah Budi Utama (2004:138) menjelaskan
sosiologi sastra muncul dan diterapkan pada tentang tiga alasan psikologi sastra masuk dalam
tulisan-tulisan para kritikus dan ahli sejarah kajian sastra adalah untuk mengetahui perilaku
sastra yang perhatian utamanya ditujukan pada dan motivasi para tokoh dalam karya sastra.
cara-cara bagaimana seorang pengarang Secara langsung atau tidak langsung, perilaku
dipengaruhi oleh status kelasnya, ideologi dan motivasi para tokoh juga tampak dalam
masyarakat, keadaan-keadaan ekonomi yang kehidupan sehari-hari. Tujuan berikutnya adalah
berhubungan dengan pekerjaannya, dan jenis untuk mengetahui perilaku dan motivasi
pembaca yang dituju (Abrams, 1981: 178). pengarang dalam merekayasa tokoh dan
Kemudian Lucien Goldmann mengembangkan peristiwa, sekaligus untuk mengetahui reaksi
sosiologi sastra untuk menyatukan analisis psikologi apresiator.
struktural dengan matrealisme historis dan Hubungan antara karya sastra dan
dialektik. Menurut Goldmann, karya sastra harus psikologi juga dikemukakan oleh Endraswara
dipahami sebagai totalitas yang bermakna. (2004:96) yang menjelaskan bahwa karya sastra
Dalam hal ini sastra adalah fakta-fakta yang dapat menghadirkan gejala psikologis karena
mempunyai kedudukan yang sama seperti dalam menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui
penelitian ilmiah yang dipelopori oleh Hippolyte tokoh-tokoh yang dihadirkan. Sedangkan
Akhyar Makaf 37
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

psikologi (Pasaribu dan Simanjuntak, 1984:3-4), politik dan psikologis masyarakat pasca
adalah ilmu kejiwaan atau studi tentang jiwa reformasi politik yang menyebabkan perubahan
manusia. Dapat disimpulkan bahwa karya sastra sosial yang cukup besar. Beberapa dari
dapat dianalisis dengan menggunakan kecendrungan masyarakat karena perubahan
pendekatan ilmu psikologi, sebab sastra dan kondisi sosial di Indonesia umumnya, dan
psikologi memiliki hubungan tidak langsung dan masyarakat perkotaan. Penulis merangkum
fungsional (Darmanto dan Roekhan dalam fenomena tersebut dalam tabel yang sudah
Aminudin, 1990:93). Maksud dari hubungan ditampilkan sebelumnya.
tidak langsung adalah karena sastra maupun
psikologi sastra kebetulan memiliki tempat SIMPULAN DAN SARAN
berangkat yang sama, yaitu kejiwaan manusia.
Pengarang dan psikolog adalah manusia biasa. Realita yang dihadirkan dalam naskah
Mereka menganalisis kejiwaan manusia secara drama “Jalan Menyempit” adalah penggambaran
mendalam, kemudian diungkapkan dalam bentuk dari realita sosial dan realita psikologis yang
karya sastra. Sedangkan hubungan fungsional terjadi di masyarakat pada saat naskah ini ditulis.
antara sastra dan psikologi adalah karena Penulisnya yang hidup di suatu zaman dan
keduanya sama-sama berguna sebagai sarana lingkungan tertentu, kemudian merespon realita
untuk mempelajari keadaan kejiwaan orang lain. yang terjadi dan menuangkan pikirannya dalam
Perbedaannya terletak pada kenyataan bahwa drama yang menawarkan solusi bagi konflik
dalam karya sastra gejala-gejala kejiwaan dari yang dialami masyarakat. Drama ini relevan
manusia-manusia imajiner sebagai tokoh dalam dengan kondisi saat ini karena menghadirkan
karya sastra, sedangkan dalam psikologi adalah konflik yang terinspirasi dari realita sosial dan
gejala kejiwaan manusia-manusia riil dalam psikologis di masyarakat di perkotaan, serta
keseharian (Endraswara, 2004:97). menawarkan pemecahan (resolusi) yang relevan
dengan masing-masing permasalahan.
Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya
dapat disimpulkan bahwa pengarang mendapat Penulis menghadirkan penggambaran yang
inspirasi untuk mencipta dramanya salah satunya nyata dan apa adanya untuk memberikan
adalah dari realita sosial yang dekat dengan informasi bahwa konflik yang terjadi cukup
kehidupannya. Seperti yang dijelaskan Sahid kompleks. Joni Faisal sebagai penulis naskah
(2008: 38) bahwa penulis pada dasarnya selalu juga memperlihatkan kenyataan bahwa
dipengaruhi oleh lingkungan kehidupannya, masyarakat kecil yang tertindas dan seringkali
interes pribadi, pengalaman hidupnya, dan buku- diperalat oleh orang yang lebih kuat dan
buku bacaannya. Melalui karyanya ia berusaha berkuasa, memiliki cara tersendiri untuk
menciptakan kembali suatu dunia yang baru mengatasinya dengan pilihan dan sudut pandang
sebagai wahana berkomunikasi dengan pemikiran masing-masing. Konflik yang
masyarakatnya, sebab tidak pernah ada karya dihadirkan akan diatasi dengan sebuah keputusan
seni yang lahir dari kekosongan nilai dan norma akhir untuk menghadapi setiap persoalan. Dapat
sosial. Semi (1993:76) menambahkan bahwa disimpulkan bahwa penulis menawarkan solusi
pendekatan psikologi sastra adalah pendekatan dan pesan tentang pentingnya kehadiran cinta
yang bertolak dari pendapat bahwa karya sastra dalam hubungan sesama manusia agar tumbuh
membahas tentang kehidupan manusia yang keadilan dan kesepahaman. Penulisnya
selalu memperlihatkan perilaku yang beragam. mengungkapkan kisah tentang tragedi dan ironi
dengan nuansa yang satir, sehingga pesan dapat
Apresiasi sastra dengan pendekatan diterima oleh pembaca dan apresiator
psikologi sastra awalnya diperkenalkan oleh L.A pertunjukan secara lebih efektif .
Richard. Di Indonesia, pendekatan ini pertama
kali dilakukan oleh M.S. Hutahulung, Boen S. Kreator naskah ini sudah berhasil
Oemarjati, dan Made Mukada. Selain fenomena merangkai unsur-unsur dramatik dalam cerita
masyarakat urban, pengarang juga menghadirkan yang disajikan, sehingga apresiator dapat
fenomena yang jamak terjadi di Indonesia dalam memahami dengan baik konflik yang dihadirkan,
satu dekade terakhir, khususnya kondisi sosial, serta dapat menerima pesan dan pernyataan yang
Nuansa Journal of Arts and Design, Volume 4 Nomor 2 September 2020

ingin disampaikan pengarang. Begitu juga Endraswara, Suwardi. 2004. Metodologi


dengan realita sosial dan realita psikologis yang Penelitiaan Sastra. Yogyakarta. Pustaka
mudah ditemukan dalam keseharian masyarakat Widyatawa.
perkotaan, sehingga apresiator dapat menemukan
relevansi setiap persoalan di dalam naskah, Faisal, Joni, dkk. 2017. 10 Lakon Indonesia 2017,
dengan kenyataan pada kehidupan masyarakat Pemenang Lomba Penulisan Naskah
marjinal di Indonesia, sebagai gambaran yang Lakon Teater 2017. Jakarta. Direktorat
mewakili kelompok masyarakat yang masih Kesenian, Direktorat Jenderal
tertindas dan seringkali diabaikan. Kebudayaan, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Saran
Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra.
Penelitian terhadap proses penciptaan Surakarta: Muhammadiyah University
naskah drama yang berangkat dari realita di Press.
masyarakat dapat menjadi media untuk
menjelaskan fenomena dan relevansinya dengan Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra.
konflik yang dihadirkan dalam naskah drama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Naskah drama menjadi dokumen yang
berkontribusi dalam memetakan dan menyimpan Fitriana, Y. 2013. Struktur dan Simbol-Simbol
fakta tentang fenomena dan semangat zaman di dalam Teks Drama “Orang-Orang
periode ketika naskah tersebut diciptakan. Kalah” Karya Hang Kafrawi. Atavisme,
16(1), 109-118. Graha Widya.
Penelitian dengan objek naskah drama dapat
dianalisis menggunakan teori dramaturgi untuk Harymawan. RMA. 1988. Dramaturgi. Bandung.
mengurai unsur-unsur drama yang ada dalam CV. Rosda.
naskah tersebut. Selanjutnya, relevansi antara
konflik dalam naskah dan realita di masyarakat Kernodle, George & Portia Kernodle. 1978.
dapat dikaji menggunakan pendekatan sosiologi. Invitation to The Theatre. Brief Second
Sedangkan karakterisasi dari tokoh-tokoh yang Edition. New York. Harcourt Brace
dihadirkan dapat dianalisis menggunakan teori- Jovanovic.
teori psikologi.
Minderop, Albertine. 2005. Metode
Karakterisasi Telaah Puisi. Jakarta.
Yayasan Obor Indonesia.
DAFTAR RUJUKAN
Nurgiyantoro, B. 2005. Teori Pengkajian Fiksi.
Yogyakarta: Gadjah Mada University
Abrams, M. H. 1981. A Glossary of Literary Press.
Terms. New York: Harcourt, Brace 7
World, Inc. Pasaribu & Simanjuntak. 1984. Sosiologi dan
Pembangunan. Bandung. Tarsito.
Abrams, M. H., & Harpham, Geoffrey, Galt.
2009. A Glossary of Literary Terms. Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi
Wadsworth Cengage Learning. Penelitian.Kajian Ilmu Budaya dan Ilmu
Sosial Humaniora Pada Umumnya.
Aminuddin. 1990. Pengembangan Penelitian Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan
Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah ___________________. 2015. Teori, Metode,
Asuh. dan Teknik Penelitian Sastra.
Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Asri, Y. 2011. “Analisis Sosiologis Cerpen Si
Padang Karya Ardini Pangastuti B. N.” Riantiarno, N. 2011. Kitab Teater, Tanya
dalam Jurnal Humaniora Vol. 23 (3), Jawab Seputar Seni
245-255. Pertunjukan. Jakarta. Grasindo.
39
Akhyar Makaf
Dramaturgi dan Transformasi Realita dalam Naskah Drama “Jalan Menyempit” Karya
Joni Faisal : Analisis Unsur Dramatik Perspekstif Sosiologi dan Psikologi

Sahid, Nur. 2008. Sosiologi Teater. Yogyakarta.


Pratista.

Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra.


Bandung: Angkasa Raya.

Siswanto, Wahyudi. 1992. Psikologi Sastra.


Malang. OPF IKIP Malang.

Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting Seni


Peran untuk Teater, Film & TV. Jakarta.
Gramedia.

Soemardjo, Jakob & Saini, K.M. 1988. Apresiasi


Kesusasteraan. Jakarta . P.T. Gramedia
Pustaka Utama.

Swingewood, A., Diana Lorenson. 1972. The


Sociology of Literature. Paladine.

Waluyo, Herman J. 2001. Drama Teori dan


Pengajarannya. Yogyakarta: PT.
Hanindita.